FF TERROR PART 1

image

Title: TERROR

Author: @vhyra_pabbo

Genre: Mystery, Romance, School Life, sad, etc.

Main Cast: Bae Suzy, Kim Myungsoo, Choi Minho

Sub Cast: Lee Jinki, Lee Taemin, Kim Jonghyun, Kim Kibum, Park Jiyeon, Krystal Jung, Yoo Seungho, Kangjun C-clown, OC’s

Length: Chaptered

Warning: Ini adalah cerita yang saya buat murni dari pikiran saya. Cerita ini hanya fiktif belaka. kalau ada kesamaan tokoh, tempat, dan cerita itu merupakan bukan kesengajaan. Ghamsahamnida~ Bow

Happy Reading!

***PART 1***

‘Hati-Hati BAE SUZY!’ seru kalimat yang tertulis pada selembar kertas putih yang di ambilnya dari loker milik Bae Suzy ketika ia sedang mengambil seragam olahraganya. Tanpa nama. Dan tanpa sampul luar. Hanya secarik kertas putih dengan tulisan yang dibuat dari darah manusia.

“ARGGGGGG!!!!!” teriak suzy ketika selesai membaca surat itu. Mendengar teriakan suzy, Kim Myungsoo yang notabenenya adalah kekasih suzy, menghampirinya.

“Ada apa chagi-ya?” Tanya myungsoo seraya menepuk pundak suzy pelan.

“I..i..ini..” ucap suzy terbata-bata sembari menyerahkan surat itu kepada myungsoo dengan wajah yang ketakutan setengah mati.

“Igeu..mwoya?” Myungsoo memicingkan matanya melihat suzy yang ketakutan.

“B-baca saja” jawab suzy gugup.

Tanpa menjawab, myungsoo lalu membuka kertas itu.

“Yyaaaa! Igeu mwoya?! Siapa yang berani membuat ini!?” teriak myungsoo lantang sehingga para murid yang berada di sekitar koridor itu seketika menoleh dan berhadapan satu sama lain bingung. Suzy hanya memandang myungsoo lirih. Jujur. Dia juga sangat takut akan isi surat itu. Dan lagi, surat itu dibuat dari darah. Suzy sangat takut melihat darah. Wajahnya bisa pucat ketika itu juga dan terkadang bisa pingsan di tempat.

“Yyaaaaa! Jawab!” teriak myungsoo membuat sebahagian siswa siswi yang berada di koridor itu saling beradu pandang dan berbisik-bisik.

“Yyaaaa!!! Ada yang tau siapa yang menaruh ini di loker milik suzy?” desak myungsoo bukan hanya kepada suzy, tapi lebih kepada orang-orang yang berada di sekitarnya. Suzy masih dalam diam. Termangu. Masih shock dengan isi surat itu. Dia sibuk memikirkan sesuatu yang berhubungan dengan surat darah itu. Apakah ada yang tidak suka padanya sehingga membuat ancaman yang sukses membuatnya ketakutan? atau.. ada orang yang sedang membuntutinya yang merupakan psikopat yang juga secret admirer nya? Pertanyaan itu terus bergelayut di pikirannya, sehingga dia tidak menghiraukan myungsoo yang sedaritadi berteriak histeris akibat ulah surat mengerikan itu.

“Molla.. molllayo sunbaenim..” jawab beberapa murid setelah membaca isi surat itu. Ekspresi yang sama dengan suzy ketika membuka surat itu.

“Ahhhhhhrgggg!!!!” teriak myungsoo frustasi sambil menjambak rambutnya hingga berantakan. Diliriknya suzy yang tengah termenung.

“Suzy-yah..” panggil myungsoo pelan. Berusaha setenang mungkin agar suzy tidak makin panik.

“Myungsoo sunbae.. bersabarlah” ujar beberapa murid yang ada disana lalu mereka segera berlalu dari tempat itu. Jangankan suzy dan myungsoo, mereka yang tak mendapat ancaman pun ikut merasa takut.

“Ne..ne.. ghamsahamnida” balas myungsoo tanpa mengalihkan pandangannya sedetikpun dari suzy.

“Chagia-ya.. kau tak usah menghiraukan surat itu ne?” ucap myungsoo tenang sambil mengusap-usap puncak kepala suzy lembut. Yang ditanya hanya mengangguk. Tapi sebenarnya ia sangat takut. Kalau kalau yang mengirim surat itu adalah seseorang yang dikenalnya. Dia takut ketika bersama orang itu di tempat sepi, maka orang itu tidak segan segan melakukan hal buruk padanya.

“kalau begitu kita pulang saja ne?” usul myungsoo.

“aniyo. Aku ada praktek olahraga jam kedua” balas suzy kemudian beranjak pergi. Tak lupa mengambil seragam olahraganya di dalam loker dan membanting pintu loker sehingga suaranya membahana di koridor yang sudah sepi itu, menambah kesan ngeri. Dia melirik surat yang dibuang myungsoo ke tong sampah. Myungsoo yang melihatnya lalu mengalihkan perhatian suzy.

“Yahsudah. Aku ke kelas dulu. Aku ada ulangan fisika. Kau baik-baik ne?”

“Ne, oppa” diliatnya myungsoo beranjak pergi menuju kelasnya yang berada di kelas XII 1, tak jauh dari lapangan. Ia pun segera berlari menuju ruang ganti yang berada di ruangan paling sudut.

***

Ckleekkk..

Suzy membuka pintu itu sehingga menimbulkan suara decitan membahana.

‘Tak ada orang di sini. Kemana semua para murid?’ batin suzy.

“Bae suzy!! Ppalli-ya, olahraganya segera dimulai” seru salah seorang teman suzy yang tak sengaja lewat di depan ruangan ganti.

“Ne, gomawo”

“Cha.. aku duluan yah” ujar jang nara, teman sekelas suzy.

“Yee”

Suzy memasuki ruangan itu dan menutupnya, lalu menekan sakelar lampu untuk menyalakannya. Sesegera mungkin ia mengganti seragamnya.

Sreetttt…

‘Bunyi apa itu?’ batinnya. Matanya celingak celinguk mencari sumber suara itu.

“Siapa di sana?” suzy mulai buka suara dengan mata yang masih awas keseluruh penjuru.

Sreetttt… sretttt…

‘Sial!’ umpat suzy dalam hati. Ia tak peduli lagi dengan suara-suara itu. Ia buru-buru mengganti pakaiannya dan setelah selesai, langsung bergegas keluar tanpa mematikan lampu.

Ckleeekkk…

‘Huft.. leganya. Akhirnya bisa keluar dari ruangan itu’ batinnya sembari berlari pelan menuju lapangan.

***

-DI LAPANGAN-

“Yya suzy-ah, Gwaenchana?” Tanya jiyeon kepada suzy yang sedang ngos-ngosan.

“G-gwaenchana” ucapnya dengan nafas yang masih memburu.

“Aku dengar-dengar dari para murid, kau dikirimi surat darah. Apa itu benar?” Bisik jiyeon.

“Eoh?”

“Surat. Maksudku, kau dikirimi surat yang ditulis pakai darah. Apa itu benar?” ulang jiyeon tak sabaran.

“Ahh~ ye, itu memang benar”

“Jadi..” belum sempat jiyeon melanjutkan bicaranya, Park seongsengnim sudah mendahuluinya.

“Yaaa! Park Jiyeon, Bae Suzy! Segera berlari dengan teman temanmu!”

“N-ne seongsengnim!” sahut mereka berdua kompak, lalu segera berlari keliling lapangan untuk pemanasan sebelum masuk ke inti.

***

“Fiuhhhh…” gumam suzy sambil menyeka keringatnya.

“Terkutuklah kau park seongsengnim” rutuk jiyeon yang ikut menyeka keringatnya.

“YAH, KALIAN BOLEH ISTIRAHAT!” teriak park seongsengnim kepada seluruh murid yang ada di lapangan.

“Neee!!” jawab semuanya kompak.

“Kita duduk di bangku itu saja, zy” usul jiyeon.

“Ne”

Sesampainya di bangku taman, jiyeon langsung melabraknya dengan berbagai pertanyaan yang hanya dijawab oleh suzy dengan gelengan frustasi.

“Jadi.. kau tak tau siapa yang mengirim surat itu?” Tanya jiyeon penasaran.

‘Pertanyaan bodoh’ itulah yang terlintas dipikiran suzy.

“Yya park jiyeon. Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja aku tidak tau. Kalau aku tau sudah pasti myungsoo akan menghajarnya sampai babak belur” kesal suzy.

“Yak Suzy-ya, tak perlu kesal begitu. Aku kan hanya bertanya seadanya. Kau tau kan kalau otakku ini standar” jiyeon tersenyum jail.

“Ne arasso. Kau memang begitu”

Plakk!

“Appo! Kenapa kau memukulku?!” seru suzy sambil memegangi lenganya yang dipukul jiyeon pakai cermin, benda yang selalu dibawanya.

“Karena kau mengataiku otak standar” bibir jiyeon mengerucut.

“Yyaak kau sendiri yang bilang. Aku hanya meng-iyakan” jawab suzy tak mau kalah

“Yasudah..sudah.. pokoknya kita berdua salah” sergah jiyeon lalu melirik suzy dengan seringai nakal. Mereka saling pandang lalu tertawa. Menertawai kebodohan mereka berdua.

“Pokoknya kau tak usah memikirkan ancaman itu ne?”

“Me jiyeon seong.seng.nim” ucap suzy mengejek sambil menjeda kata seongsengnim menjadi tiga kata.

“Yaakk bae suzy! Jugullae?!” seru jiyeon seraya mengangkat cerminnya hendak memukul suzy. Suzy yang tau, segera berlalu dari tempat itu menuju lapangan sambil cekikikan.

Tepat saat mereka tiba di lapangan, park seongsengnim menyeru kepada murid untuk melakukan praktek yang akan di nilai.

***

“Jiyeon-ah, kau mau ke ruang ganti pakaian huh?” Tanya suzy membuntuti jiyeon.

“Ne, semua yang sudah olahraga juga ke sana. Kau kenapa?” Tanya jiyeon heran sambil terus berjalan.

“Aniyo. Kita barengan saja”

“Tentu saja. Kau ini kenapa?” Tanya jiyeon lagi lalu dia menghentikan langkahnya.

“Aniyo. Aku hanya takut”

“Takut huh? Waeyo?” Tanya jiyeon sok misterius, kemudian melanjutkan berjalan.

“Tadi waktu aku ke ruang ganti, aku mendengar suara-suara aneh”

“Tak usah takut, di sana banyak murid yang mengganti pakaian. Lagipula, kau juga bersama Park jiyeon di sini. Kekekeke” ucap jiyeon cengengesan sambil menunjuk dirinya sendiri.

“Arasso..” balas suzy dengan muka ditekuk.

***

-KELAS-

“AARRGGGG!!” teriak suzy setelah menemukan kertas yang berisi ancaman di dalam tas nya. Lagi lagi ditulis dengan menggunakan darah. Tapi, darahnya tampak sudah kering.

“Suzy-ah gwaenchana?” Tanya jiyeon disertai anggukan dari murid lain.

“Igeu..” ucap suzy pelan lalu menyerahkan kertas itu ke jiyeon. Hampir saja tangis suzy tumpah. Matanya sudah berkaca-kaca.

“Ancaman.. lagi..?” gumam jiyeon geram sambil meremas kertas itu dan melemparnya ke depan. Tepat saat itu juga, Lee seongsengnim datang dan kertas itu mendarat tepat di wajah keriputnya.

“YAKKK! SIAPA YANG MELEMPAR KERTAS INI?” teriak guru itu galak.

Semua murid menunjukkan jari telunjuknya ke jiyeon. Jiyeon hanya menampilkan ekspresi tidak bersalah. Dia amat sangat marah karena sahabatnya suzy dikirimi pesan-pesan ancaman.

“PARK JIYEON! KERUANGANKU SETELAH JAM SEKOLAH BERAKHIR!” teriak lee seongsengnim lalu segera duduk di bangkunya dengan tampang gusar penuh amarah.

“Nee seongsengnim” balas jiyeon acuh-tak-acuh kemudian duduk santai di tempatnya.

“Jiyeon-ah..mianhae..” bisik suzy pelan dengan mata yang mengeluarkan setetes airmata.

“Gwaenchana suzy-ah. Santai saja” jiyeon memberikan jempol ke suzy. Suzy hanya tersenyum simpul lalu menyeka airmatanya.

‘Park jiyeon memang sahabatku yang paling daebak’ batinnya terharu.

***

Kring! kringg! kring!

“Jangan lupa ke ruanganku, ne?” ujar lee seongsengnim kepada jiyeon.

“Ne” balas jiyeon lalu bergegas memberesi peralatannya. Dilihatnya suzy masih belum berniat pulang. Dia menatap jiyeon intens.

“Jangan melamun. Beresi barang-barangmu dan pulanglah” ujar jiyeon yang selesai memberesi peralatannya.

“Cha.. kau pulanglah.. jam sudah menunjukkan pukul 5 sore. Kau tak usah memikirkan surat itu. Orang itu hanya sirik kepadamu karena kau itu cantik, pintar, dan populer” suzy belum bergeming. Ia terus memandangi jiyeon.

“Dan lagi.. kau itu memiliki pacar terkenal di sekolah ini. Bagaimana tidak banyak yang iri padamu” suzy mulai tersenyum.

“Kim myungsoo. Dia itu pintar, tampan , dan terkenal. Aku saja iri padamu. Kekeke”

“Jjinjja? Bukannya, kau sukanya pada Yoo seunghoo yah” suzy menahan tawa seraya menunjukkan seringai nakal.

“Yyak, terserah kau sajalah. Aku duluan yah. Annyeonghi!” ucap jiyeon sambil melambaikan tangannya.

“Ne” balas suzy yang masih tersenyum. Ia segera memberesi peralatannya begitu jiyeon benar benar menghilang dari pandangannya.

***

‘Jiyeon benar. Orang yang mengirimiku ancaman itu hanya sirik. Dan itu hanya ancaman murahan yang tak berarti apa apa’ batin suzy sambil berjalan menuju parkiran sekolah untuk mengambil mobilnya dan segera pulang.

Sesampainya di parkiran, suzy menelusuri tas nya untuk mengambil kunci mobil. Namun hasilnya nihil. Kuncinya ketinggalan.

“Aduh.. ketinggalan di mana eoh?” ucap suzy mencoba mengingat-ngingat.

“Ahh.. aku cari saja di kelas” ia kemudian berlari pelan menuju kelasnya. Papan yang bertuliskan Kelas XII 2, suzy lalu memasukinya. Menelusuri beberapa tempat di bangkunya.

“Ah..apa ini?” suzy mengeluarkan benda padat itu dari laci ketika meraba raba tempat itu untuk mencari kuncinya.

“A-“ suara suzy tercekat. Ia menutup mulutnya dengan mata melotot. Dia tak dapat berbicara saat ini. Dia sangat shock dengan apa yang dilihatnya. Ia menjatuhkan boneka penuh darah itu ke lantai. Ia berjalan mundur. Tapi, ia tak ingin pergi dari tempat itu, karena kuncinya yang belum ditemukan.

‘Myungsoo oppa, Eoddiseo?’ batinnya

‘Aku tak melihatmu lagi setelah kejadian di loker itu’ batinnya lagi yang masih memandang boneka wanita penuh darah itu.

‘Aku harus cepat-cepat menemukan kunciku’

“Eoddi? Eoddie? Eoddie? Eoddie? Eoddie? Eoddie? Eoddie?” ucapnya terus berulang-ulang untuk menghilangkan rasa takutnya.

“Ah~ di sini kau rupanya” ucapnya setelah menemukan kuncinya yang ternyata berada di bawah bangku jiyeon. Ia bergegas meninggalkan tempat itu. Di ambilnya boneka itu lalu membuangnya ke tong sampah.

***

-DI PARKIRAN-

“Yeoboseyo”

“Ahh chagi-ah. Mianhae. Aku tak sempat menghubungimu karena aku sibuk mengurusi urusan kepanitiaan”

“Aahh gwaenchana. Gheurhae, myungsoo oppa eoddiseo?”

“aku ada di SuCafe sedang merencanakan keperluan OSIS. Ada apa?”

“Ahh, tidak. Hanya bertanya. Kalau begitu good luck chagi-ah. Muachh”

“Ne chagi-ah. Bogoshippo. Muahhh..”

Tutt.

Suzy lalu menekan tombol dial sekali lagi untuk menelpon sahabatnya.

“Yeoboseyo.. jiyeon-ah. Eoddiseo?”

“Aku sudah ada di rumah suzy-ah. Waeyo?”

“Ahh gwaenchana. Aku hanya khawatir kau belum sampai rumah. Yah sudah aku matikan ne?”

“Tunggu suzy-ah- Neo eoddiseo?”

“Masih di sekolah. Tadi kunci mobilku ketinggalan”

“Jinjja?” ucap jiyeon kemudian melirik jam dinding yang ada di kamarnya. Pukul 06.00.

“Yak suzy-ah segera pulang!” bentak jiyeon

“Ne..ne.. seongsengnim”

“Yak bae suzy!”

“Ne..ne.. aku tutup, ne?”

“Ne, jaga dirimu”

“Ne”

Tutt

Suzy lalu bergegas menancapkan mobilnya keluar dari sekolah menuju rumanya yang terbilang cukup jauh. Mungkin sekitar setengah jam-an waktu perjalanan dari sekolah menuju rumanya, begitupun sebaliknya. Suzy bukannya tidak mau di antar oleh jiyeon ataupun myungsoo. Hanya saja, ia lebih senang mengendarai kendaraan sendiri. Ketika masih kecil, ia senang mengendarai mobil-mobilan pemberian ayahnya. Dan dia pun memutuskan saat itu juga ingin jadi pembalab wanita di korea bahkan Internasional. Namun, harapan itu pupus setelah ia tak sengaja menabrak seorang wanita yang tak dikenalnya. Wanita itu tewas di rumah sakit. Pihak keluarga korban meminta memenjarakan suzy. Namun saat itu suzy masih berumur 15 tahun. Oleh karena itu, ia hanya dijatuhi denda uang sebesar 50 juta won—500 juta rupiah. Pihak korban pun menerimanya. Sejak saat itu, suzy dilarang membawa mobil lagi. Ia juga sempat trauma selama 3 bulan. Lalu ayahnya membawanya ke psikiater untuk menyembuhkan traumanya. Setelah sembuh, suzy sudah bisa mengendarai mobil lagi. Bahkan makin extrem dan sering ngebut-ngebutan. Itulah hobi dan cita-citanya yang sudah luntur.

Sreettt…

Bunyi decitan mobil suzy memekik ketika memarkirkan mobilnya di halaman yang sangat luas itu. Suzy keluar dari mobil lalu berjalan tergesa-gesa menuju kamarnya.

“Huftt…. Lelahnya..” gumamnya sambil menghempaskan tubuhnya di springbed ukuran king size miliknya tanpa melepas seragamnya. Setelah itu, tak ada lagi suara gumaman. Ia tertidur pulas.

***

“Jinjja?!” pekik jiyeon.

“Yaa jiyeon-ah pelan sedikit” ucap suzy berbisik.

“Jadi..dia menerormu lagi?” Tanya jiyeon dengan mata terbuka lebar.

“Ne..jiyeon-ah..sekarang aku benar-benar takut” suzy menutup mukanya frustasi.

“Cukup” ucap jiyeon geram lalu berlari keluar.

“Jiyeon-ah..kau mau ke mana!?” teriak suzy. Jiyeon tidak menggubrisnya.

“Aish, jjinjja! Anak ini kelakuannya selalu tak terduga” ucap suzy kemudian menyusul jiyeon.

“YYA! SEMUANYA! KALIAN HARUS DENGAR!” teriak jiyeon menggunakan pengeras suara yang ia dapatkan dari ruang guru.

“SIAPAPUN KAU! DARIMANAPUN ASALMU! AKU PERINGATKAN….!!!” Jiyeon menghela nafas sejenak.

“JANGAN MENEROR BAE SUZY LAGI!!!!”

“MAAFKAN AKU KALAU AKU BERKATA KASAR! TAPI KELAKUANMU ITU SUNGGUH PENGECUT!”

“BERANINYA MAIN TEROR ORANG SAJA!”

“KALAU KAU SEORANG YANG GENTLE…” ia menghela nafas untuk kesekian kalinya.

“SEGERA TUNJUKKAN DIRIMU DI HADAPAN KAMI!”

“APA SALAH SUZY SAMPAI KAU MENGANCAMNYA HAH?!!”

“MENGIRIMINYA SURAT DARAH, MENGIRIMINYA KERTAS USANG PENUH DARAH, DAN..”

“MENGIRIMINYA BONEKA PENUH DARAH!!!! LAGI DAN LAGII!!!” ucapnya penuh emosi.

“KAU!!!! MEMANG PENGECUT! TUNJUKKAN BATANG HIDUNGMU LOSER!!!” ucap jiyeon mengakhiri pidatonya. Ia lalu turun dari mimbar. Seketika ia mendapatkan sorakan mendukung dari murid-murid lainnya. Tak heran banyak yang mendukung suzy dan jiyeon. Mereka merupakan salah satu yeoja yang popular di sekolah itu.

“Beres suzy-ah” ucap jiyeon menjentikkan jarinya. Suzy hanya menggeleng-gelengkan kepalanya tak percaya.

“Kau memang gadis yang tak terduga jiyeon-ah” suzy menahan tawa.

“Tertawalah suzy-ah. Ini memang sangat lucu. Hahahahha”

“Haahahahahahah” tawa mereka berdua.

“Waktu istirahat hampir habis. Yuk ke kantin” ajak jiyeon. Suzy hanya mengangguk sambil mengulum senyum.

***

Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau..

Tuttt

‘Myungsoo oppa kemana yah? Aku tak melihatnya dari tadi’ batin suzy yang celingak celinguk mencari myungsoo di antara murid yang berlalu lalang di parkiran.

To: myungpa saranghae~

Oppa! Oppa eoddiseo? Aku mencarimu

Tulis suzy pada pesan singkat.

To: myungpa saranghae~

Oppa! Temui aku sebentar malam di SuCafe ne?

Suzy pun bergegas pulang tanpa menunggu myungsoo lagi. Di tengah perjalanan. Ia melihat seseorang yang tengah menyebrang jalan ketika lampu merah.

“Nam..namja itu..” ucap suzy terbata-bata. Ingin sekali suzy turun dari mobilnya dan meneriaki namja itu. Tapi apa daya, traffic light telah menunjukkan lampu hijaunya.

Pip..pippp..

Mobil di belakang suzy tak sabar sehingga terus membunyikan klaksonnya.

‘Huh dasar orang tak sabaran’ batin suzy lalu menancapkan gasnya.

***

-DI KAMAR SUZY-

From: unknown

HATI-HATI SUZY-AH. GAME WILL BE STARTED!

“Yak siapa yang mengirim ini?” gumam suzy frustasi. Jangan-jangan..

***COMING SOON PART 2***

TBC

Annyeong… ini FF perdanaku. huft lega. aku mau bikin ini chapter. Mianhae readerdul kalau ada typo dan mianhae juga kalau masih banyak kesalahan baik penulisan maupun isi dari cerita tersebut. Harap maklum saya masih author FF baru HEHEHAHAHA. kritik dan saran sangat diperlukan. RCL jika readerdul ingin melanjutkan FF ini. So, mind to comment to continue this FF? whatever you are readers..

Ghamsahamnida~BOW

132 thoughts on “FF TERROR PART 1

  1. Daebak thor ffnya keren banget
    Penasaran sama part selanjutnya thor
    Kenapa dan siapa yang neror suzy
    Tapi aku belom bisa nebak si siapa yang neror suzy
    Fighting thor…

  2. Bru nemu blog ini. Izin baca ff nya ya😊😊 Pnasaran sma Myung kok sering ngilang, sbenernya yg nerror Suzy itu siapa ya..

Tinggalkan Balasan Anda, Dear

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s