FF TERROR PART 2

image

Title: TERROR

Author: @vhyra_pabbo

Genre: Mystery, Romance, School Life, Sad, etc.

Main Cast: Bae Suzy, Kim Myungsoo, Choi Minho

Sub Cast: Lee Jinki, Lee Taemin, Kim Jonghyun, Kim Kibum, Park Jiyeon, Krystal Jung, Yoo Seungho, Kangjun C-clown, OC’s

Length: Chaptered

Warning: Ini adalah cerita yang saya buat murni dari pikiran saya. Cerita ini hanya fiktif belaka. kalau ada kesamaan tokoh, tempat, dan cerita itu merupakan bukan kesengajaan. Ghamsahamnida~ Bow

Happy Reading!

***

Previous part:

-DI KAMAR SUZY-

From: unknown

HATI-HATI SUZY-AH. GAME WILL BE STARTED!

“yak siapa yang mengirim ini?” gumam suzy frustasi. Jangan-jangan..

***PART 2***

‘Jangan-jangan..’ batin suzy.

“Ahh.. andwae! andwae!” seru suzy. DELETE. Ia sukses menghapus pesan misterius itu.

“ahh.. sebaiknya aku berbaring sebentar. Aku cukup lelah dengan semua ini” ucapnya parau lalu menghamburkan tubuhnya di springbed.

Drrrtt..

From: myungpa saranghae~

Suzy-ah, mianhe. Maafkan oppa karena tidak mengangkat telfonmu dan membalas smsmu tepat waktu, ponselku mati dan aku baru saja mengisi daya nya. Jeongmal mianhae chagi-ah

To: myungpa saranghae~

Anieyo. Gwaenchana

Jawab suzy singkat. Sekarang ia sedang tidak mood meladeni siapapun termasuk myungsoo.

From: myungpa saranghae~

Jeongmal? Ah syukurlah. Selamat beristirahat ne? aku sudah ngantuk. Kau juga tidur saja

Suzy melirik ponselnya sebentar kemudian membuangnya. Ia benar-benar sangat malas sekarang.

“ah..sebaiknya aku tidur, agar pikiranku segera rileks” suzy pun mencoba terlelap. Ponsel suzy lalu berdering lagi. Entah pesan dari siapa. Suzy sudah tak berniat memperdulikan ponselnya. Ia lalu memeluk guling dan menatap ponselnya sebentar.

Klik.

Suzy mematikan ponselnya. Ia pun mulai menguap dan terlelap dengan sendirinya.

“mianhae oppa aku tidak melihatnya. Dia berlari begitu saja saat lampu sudah merah dan aku meng-gas mobilku dan..”

“cukup! Aku tak butuh penjelasan! Sekarang kau pergi dari sini!” bentak seorang namja berusia 16 tahun dengan mata yang sembab.

“kheundae..”

“kka!” bentaknya lagi. Namja itu berlalu dari hadapan yeoja berusia 15 tahun itu.

 “huaahhh…hikss..hikss.. jeongmal mianhae..” tangisnya memecah keheningan di lorong rumah sakit itu. Ia lalu berlari keluar dari rumah sakit dan menabrak seseorang.

“chogiyo! Tunggu!” panggil orang itu kepada yeoja ayu yang tengah berlari. Yeoja itu menghentikan langkanya. Ia berbalik.

“op..oppa..” ucapnya lirih. Matanya sembab karena menangis.

“neo, kenapa bisa ada di sini?” Tanya namja bermata belo itu.

“ak..aku.. habis menabrak orang. Dan..” yeoja itu tampak menimang-nimang perkataan yang akan diucapkan kepada namja di hadapannya.

“gheurhae waeyo?” matanya yang lebar itu makin melebar karena penasaran, bagaimana bisa seorang yeoja berumur 15 tahun mengendarai sebuah mobil sendiri tanpa tuntunan orang tua atau semacamnya?

“dia mati” ucapnya lirih. Matanya mulai mengeluarkan cairan bening itu lagi.

“MWO?” pekik namja itu tak percaya dengan apa yang dilakukan yeoja imut ini.

“dia mati. Dia mati minho-ah. Oettoekkhae?!” seru yeoja itu frustasi.

“tenangkanlah dirimu. Semua akan baik-baik saja. Percaya padaku” minho mengusap pucuk kepala yeoja itu pelan.

“jeongmal? Yaksok?” yeoja itu mengangkat jari kelingkingnya ke udara.

“yaksok” namja bermata belo itu ikut mengangkat jari kelingkingnya ke udara.

“sekarang..uljimmayo..” ucapnya menenangkan sambil tersenyum cerah. Yeoja imut itu ikut tersenyum.

‘kyeopta’ batin yeoja itu.

“cha.. na kkayo, aku ada urusan di sini” ucapnya sambil menunjuk rumah sakit.

“neo, lebih baik kau pulang suzy-ah” lagi lagi ia tersenyum sangat manis. Suzy mengangguk.

“annyeonghi.. choi minho frog prince” ucapnya lalu memeletkan lidahnya. Minho. Dia hanya tersenyum simpul. Ia melambaikan tangannya ringan.

“hhhhh.. hanya mimpi rupanya. Aku jadi rindu padanya” ucap suzy setelah terbangun dari bunga tidurnya. Ia lalu melirik jam. 06.00AM. Ia pun menghamburkan tubuhnya ke kasur. Menarik selimut dan kembali terlelap.

***

Drrrtt… drttt…

Ponsel suzy tak henti-hentinya berdering setelah ia menyalakannya. Banyak sekali pesan yang masuk. 5 dari myungsoo yang pesannya mengucapkan selamat pagi dan blablabla, 2 dari jiyeon yang menanyakan kabar, dan beberapa dari sanak keluarganya yang tinggal di Gwangju dan tak yang kalah pentingnya, pesan dari peneror itu.

From: unknown

Sudah siap bae suzy?

what the hell’ batinnya.

From: unknown

Aku akan memulainya sekarang!

‘aku tidak boleh takut dengan ancaman sepele ini’

“yyyaaa! Aku tak takut! Mulailah sekarang! Aku tak takut! Aku punya banyak chingu dan keluarga yang akan membelaku! Kau kira kau siapa hah?!” bentak suzy pada ponselnya sendiri.

Drrtt..drrttt..

From: myungpa saranghae~

Suzy-ya kau masih tidur? Kenapa tak membalas pesanku

 

To: myungpa saranghae~

Ne oppa, aku baru saja bangun

Baru saja ia ingin berbaring, ponselnya sudah berbunyi lagi.

From: myungpa saranghae~

Oh begitu, khendeu, kau tak ingat membuat janji padaku di SuCafe? Apa kau sudah melupakannya? ^^

Suzy membaca pesan itu dengan wajah ditekuk.

“yyaa oppa! Aku membuat janji itu tadi malam. Tapi kau tak membalas apapun, bagaimana aku bisa ke sana tanpamu?” bentak suzy pada ponselnya, kemudian ia membalasnya

To: myungpa saranghae~

Oppa! Janji itu sudah lewat. Tak usah dibahas lagi

“yeoboseyo oppa. Kenapa menelpon?” Tanya suzy tak ramah ketika nada dering kembali berbunyi tanda telepon masuk.

“yak memangnya kenapa kalau aku menelponmu. Aku inikan namjachingumu” bentak myungsoo dengan nada bercanda.

“ne..ne..ne.. hihihihi” jawab suzy cengengesan sambil menutup mulutnya.

“bagaimana kalau janjimu itu kita ganti dengan jalan-jalan ke Lotte World sebentar siang? Otthae?”

Suzy tampak berfikir. ‘ide yang bagus. Di sana aku bisa menanyakan sesuatu kepada oppa sekaligus bersenang-senang’.

“ne oppa.. aku bisa”

“aku jemput kau jam 2 bagaimana?”

“ne”

“yak bae suzy mentang mentang ini hari libur kau habiskan waktumu hanya dengan tidur saja. Jjinjja..” myungssoo menggelengkan kepalanya, walaupun suzy tak melihatnya.

“ne oppa. Aku matikan, aku mau tidur lagi. Hahaha”

“jjinjja..yeoja ini..”

Tuutt.

“yaakk!” bentak myungsoo.

Suzy melempar ponselnya lalu kembali tidur. Selang beberapa menit, ponselnya berbunyi lagi menandakan pesan masuk berkali-kali.

“yyaakk siapa lagi ini” dengus suzy lalu mengambil ponsel dan mengeceknya.

From: unknown

Bersenang-senanglah bae suzy, karena sebentar lagi hidupmu tak akan tenang

Ia melihat dua pesan lagi dari nomor yang berbeda dari yang sebelumnya menerornya.

From: unknown

You will die

From: unknown

You will die soon. I HATE YOU!!!!!!

“ARRGGGG!! Kenapa banyak sekali yang menerorku?!” suzy berteriak frustasi sambil menjambak rambutnya. Dengan cepat ia membuka batere ponselnya tanpa mematikannya dan mengambil sim card dan mematahkannya dengan brutal. Ia lalu membuang benda malang itu di luar jendela.

“SEE YA! DON’T COME BACK! NEVER EVER!!” teriaknya kepada simcard yang ia buang ke luar jendela. Ia pun segera berlari ke kamar mandi. Ia membasuh wajahnya beberapa kali. Ia menangis. Ia melihat wajahnya di cermin. Sangat kacau.

“eomma.. appa.. kapan pulang? Aku takut..” lirihnya sambil menangis.

“suzy-ssi.. gwaenchanayo?” ujar pembantu rumah suzy yang mengintip ke kamarnya.

“yeee.. gwaenchana. Siapkan aku sarapan!” balas suzy sambil menghapus airmatanya

“Ne..”

Suzy keluar dari kamar mandi. Dia melirik jam. 12.00. masih ada waktu 2 jam lagi untuk bersiap-siap berangkat ke Lotte World. Ia segera turun ke lantai dasar untuk menghabisi sarapannya.

***

-LOTTE WORLD-

Setelah mereka mencoba hampir seluruh wahana, merekapun beristirahat ke restaurant untuk mengisi perut mereka yang sudah keroncongan sedaritadi.

“kita ke rumah makan ramen itu saja, ne?” ucap myungsoo menunjuk kedai ramen yang sangat ramai.

“bagaimana kalau kita ke resto jepang itu saja. Di sana sangat nyaman” balas suzy.

“ne kalau begitu terserah kau sajalah chagi. Hehehe” myungsoo tersenyum manis. Sangat manis.

‘kyeyowoh. Sampai kapan aku masih bisa melihat senyummu itu myungsoo-ah?’ batin suzy. Ia melamun.

“kka! Kita ke resto jepang itu” myungsoo menarik suzy. Suzy segera menghentikan lamunanya.

***

-RESTO JEPANG-

“Shushi satu. Teriyaki satu. Jus apel satu dan jus strawberry satu” ucap myungsoo kepada pelayan restaurant setelah melihat menu yang ada.

arigatou. Tunggu sebentar” ucap pelayan yang memakai baju kimono khas jepang. Myungsoo hanya mengangguk. Dilihatnya suzy sedari tadi melamun.

“suzy-ah.. gwaenchana?”

“huh?” balas suzy tak mengerti. Ia baru saja menghentikan lamunanya.

“gwaencahana?” tanya myungsoo lagi. Ia menempelkan punggung tangannya di dahi suzy.

“oppa.. aku baik-baik saja” jawab suzy parau sambil melepaskan tangan myungsoo dari dahinya.

“kheundae.. kenapa kau melamun terus daritadi?” tanya myungsoo penasaran.

“ige.. pesananya!” ucap pelayan itu seraya menyerahkan sebaki makanan. Myungsoo hanya tersenyum.

“selamat menikmati” ucap pelayan itu lagi.

arigatou goazimasu” ucap myungsoo sambil tersenyum.

“cha.. kau makanlah sebelum kita pulang” myungsoo memandangi suzy yang menampakkan wajah sendu.

“myungsoo-ah..” ucap suzy pelan.

“nde? Mwo?” sahut myungsoo di sela-sela makannya.

“kau tau kenapa aku daritadi melamun terus?”

“nde? Waeyo?” jawab myungsoo dengan mulut penuh teriyaki. Ia melirik sushi suzy dan mengambilnya satu.

“aku minta satu ne? keliatannya enak hehehe” myungsoo tertawa pelan. Suzy hanya mengangguk.

“myungsoo-ah.. neo arra? Aku diteror terus oleh orang itu. Bahkan ada 2 nomor berbeda yang menerorku” mata suzy berkaca-kaca.

“tunggu..aku baru ingat. Aku ingin tanya kenapa kau mengganti nomormu? Apa karena orang itu?” myungsoo menghentikan makannya.

“oppa pabbo. Tentu saja. Oppa bisa membantuku menyelesaikan masalah ini? Aku tak ingin terjadi apa-apa kepada siapapun termasuk aku” suzy menghela nafas.

“dan sepertinya orang itu tidak main-main oppa” sambungnya.

“dan lagi.. ak..” belum sempat suzy menyelesaikan kalimatnya. Myungsoo pun berdiri.

“kita sebaiknya pulang saja” ucapnya pelan. Ia menggenggam tangan suzy erat. Menyeretnya keluar dari resto itu setelah ia membayar makanannya

“oppa.. kau kenapa?” tanya suzy berusaha melepaskan cengkraman myungsoo yang sangat erat.

“aku akan menjagamu. Tenang saja. Tak akan ada yang boleh menyakitimu.” myungsoo terus berjalan kearah parkiran.

“masuklah. Kita pulang saja. Aku takut orang itu ada di sini” ucap myungsoo yang menggiring suzy masuk ke mobilnya

“oppa.. kau janji kan akan menjagaku?” suzy menangis pelan. Ia tak melirik myungsoo.

“aku.. janji!” balas myungsoo kemudian membalikkan perseneling dan menancap gas.

***

Suzy menyandarkan kepalanya di atas bantal. Ia belum bisa tidur. Ia terus memikirkan perkataan myungsoo yang terkesan aneh.

aku akan menjagamu. Tenang saja. Tak akan ada yang boleh menyakitimu

kata itu terus terngiang di kepala suzy. Suzy sudah cukup lega dengan perkataan myungsoo. Tapi, ada yang masih mengganjal hatinya. Suzy menggelengkan kepalanya cepat. Ia lalu mencoba tertidur. Ia membuka matanya lagi. Menutupnya lagi. Dan membukanya lagi.

“ARGGGG aku bisa gila!” serunya frustasi. Ia lalu berlari ke lemari, mengambil sebotol obat tidur dan menelan beberapa obat tersebut. Ia berlari ke ranjangnya dan tertidur di sana.

***

Suzy-ah mianhae. Bisa kah kau menjemputku? Ban ku kempes sepertinya dan hyungku mau memakai mobilnya. Aku tak punya pilihan lagi, jebal..

Suzy membaca pesan dari myungsoo. Ia tertawa terkikik.

Ne oppa tunggu aku ya. Aku masih sarapan

Setelah sarapan, suzy buru-buru melesat ke rumah myungsoo yang tak jauh dari rumahnya.

***

Ting..tong..

Suzy membunyikan bel dengan tidak sabaran. Pintu terbuka.

“myungsoo-ah lama sekali kau membuka pintunya” omel suzy, tapi suaranya tertahan ketika yang diliatnya bukanlah myungsoo melainkan hyung myungsoo. Kim kibum, biasa dipanggil key.

“umm..mianhaemida. aku kira myungsoo oppa” ucap suzy sambil membungkukkan badan.

“ah gwaenchana. Masuklah. Dia sedang memakai bajunya” key mempersilahkan suzy masuk.

‘ohh.. jadi seperti itu kakaknya myungsoo. Wajahnya tampan’ batin suzy. Ia terus memperhatikan key yang sedang masak di dapur. Key berbalik melihat suzy. Suzy menoleh salah tingkah.

“kau heran yah kenapa baru melihatku di rumah ini?” ujar key mencoba mencairkan suasana.

“huh? Nde” jawab suzy salah tingkah.

“aku baru saja tiba di korea tiga hari yang lalu” ucapnya sambil terus memasak. Suzy hanya tersenyum paham.

“cha.. kita berangkat” ucap myungsoo muncul ke ruang tamu tiba-tiba. Matanya menatap awas kakaknya. Suzy hanya mengangguk.

“myungsoo-ah, kau tidak sarapan dulu eoh?” tanya key yang melihat myungsoo akan berangkat.

“tak usah hyung, aku sarapan di sekolah saja kalau istirahat. Aku sudah tak punya waktu” jawab myungsoo ketus.

“ah~ ne. hati-hati di jalan yah?” ucapnya kepada myungsoo. Ia melirik suzy dan tersenyum, kemudian melanjutkan memasaknya.

“annyeonghi oppa!” seru suzy kepada key. Key menoleh dan tersenyum ramah.

***

“Myungsoo-ah. Hyung mu tampan sekali. Hehehe” ucap suzy sengaja menggoda myungsoo yang tengah menyetir.

“ne” balas myungsoo singkat. Suzy mengerucutkan bibirnya. Ia memandangi myungsoo dan tersenyum.

“usianya berapa?” Air muka myungsoo berubah kesal.

“yak, kenapa kau menanyakannya terus eoh?” dengas myungsoo kesal.

“aku cuma ingin tau. Sepertinnya aku pernah melihatnya” suzy tampak berfikir.

“hanya terpaut satu tahun dariku” sahut myungsoo tanpa menoleh kearah suzy.

“eoh” suzy mengangguk ringan.

***

-SEKOLAH-

“cha.. sudah sampai” myungsoo mempersilahkan suzy turun. Suzy turun dan segera mengambil kunci mobilnya yang digenggam myungsoo.

“yya!” bentak myungsoo sambil tersenyum

“ini kunciku oppa. Nanti oppa membawa kabur mobilku. Hehehe” suzy cengengesan. Myungsoo hanya tersenyum. Ia mengambil tangan suzy dan menautkan kelima jarinya ke jari suzy. Suzy menoleh kaget. Myungsoo tersenyum. Suzy pun ikut tersenyum. Dia tidak berbicara lagi sampai tiba di kelasnya.

***

“kau masuklah. Aku ke kelas dulu yah. Annyeong!” myungsoo melambaikan tangannya. Suzy hanya tersenyum. Ia lalu masuk ke kelasnya.

“cih.. sok mesrah sekali mereka” gumam seorang yeoja berambut lurus ketika melihat suzy dan myungsoo berpegangan tangan. Yeoja itu lalu masuk ke kelas XII 1. Ia sekelas dengan myungsoo. Yeoja itu bernama jung soo jung. Tapi orang-orang biasa memanggilnya krystal.

***

“myungsoo-ah..” ucap krystal pelan kepada myungsoo yang tengah menulis tugasnya.

“hmmm?” myungsoo berdehem pelan seraya menatap bukunya dengan tangan yang sibuk bergerak di atas kertas.

“kau masih saja memacari suzy huh?” tanya krystal sarkastis. Mendengar itu, myungsoo menoleh dan memandang remeh krystal.

“memangnya kenapa?” ujar myungsoo ketus, lalu kembali berkutat dengan tugasnya.

“tidak.. hanya saja.. kejadian 2 tahun lalu. Kau tak mengingatnya huh?” Krystal mencoba membangkitkan memory dua tahun silam.

“sudahlah..lupakan saja. Aku tak mau membahasnya lagi. Aku sudah tak mempermasalahkannya” balas myungsoo pelan tanpa menoleh ke krystal.

“lagipula, rasa cintaku tak dapat mengalahkan rasa benciku” sambungnya.

“aku sangat mencintai suzy. Apapun yang terjadi” ucapnya lagi sambil menoleh ke krystal dan tersenyum. Mendengar itu, krystal menjadi geram dan mengepalkan tangannya.

“terserah kau sajalah..” sungut krystal kemudian berbalik dan membuka bukunya asal.

Krystal adalah sahabat myungsoo sejak kecil. Orangtua myungsoo dan krystal berteman sangat baik. Mereka selalu bersama sejak kecil. Selalu bermain bersama dan pergi bersama, sampai suzy hadir dalam hidup myungsoo. Mereka sudah jarang jalan bersama lagi. Kecuali di sekolah. Mereka sering mengerjakan PR bersama dan bekerja kelompok.

***

-KANTIN-

“suzy-ah.. kenapa ponselmu tidak pernah aktif seharian ini huh?” tanya jiyeon sambil memasukkan sup ke dalam mulutnya. Suzy yang tengah mengunyah rotinya, langsung tersedak.

“uhukk..uhukk” jiyeon memberikan jus nya kepada suzy

“gwaenchana?”

“uhuk..uhukk.. mianhae jiyeon-ah.. aku tak memberi tahu kalau aku ganti nomor” sahut suzy setelah meminum jus milik jiyeon.

“ne gwaenchana. Ngomong-ngomong kenapa kau menggantinya?” tanya jiyeon heran dengan dahi mengkerut.

“orang itu-” suzy menjeda ucapannya. Jiyeon segera membulatkan mata menanti ucapan suzy selanjutnya.

“huft..orang itu menerorku lewat pesan singkat” suzy menghela nafas berat.

“MWO?!” pekik jiyeon. Ia membulatkan matanya lebih lebar.

“ne..” lirih suzy

“jjinjja?! Kau kan sudah mengganti nomormu. gheurae, dia tak menerormu lagi?” bisik jiyeon.

“belum” balas suzy singkat lalu mengunyah rotinya yang tinggal satu gigitan.

“belum?” Tanya jiyeon pada dirinya sendiri. Ia tampak berfikir seraya menopang dagunya ke meja.

“gheureu.. berarti akan” jiyeon membulatkan matanya yang lebar.

“ne” balas suzy parau. Suzy yang melihat rotinya telah habis menyudahi makannya. Ia mengajak jiyeon untuk segera kembali ke kelas..

Dalam perjalanan ke kelas, ponsel suzy bergetar.

From: unknown

Kau tak bisa lari dariku bae suzy. Walaupun kau mengganti nomor ponselmu

Suzy hanya melihatnya sebentar dan memasukkan ponselnya ke dalam saku. Ia memandang sekelilingnya.

‘apa aku bilang. Belum..tapi akan. Dan sekarang sudah terjadi’ batinnya. Jiyeon meliriknya meminta jawaban atas sikap suzy, suzy hanya tersenyum kikuk.

‘tak apa’ ucap suzy tak bersuara.

***

“kau duluan saja jiyeon-ah. Aku menunggu myungsoo oppa. Dia numpang padaku. Hehehe” suzy cengengesan.

“MWO? Jjinjja? Hahaha memalukan sekali pacarmu itu suzy-ah” balas jiyeon tak kalah hebohnya.

“ne, ban nya kempis” ucap suzy setelah berhenti tertawa.

“kenapa bisa?” tanya jiyeon yang belum meninggalkan tempat suzy berdiri.

“aku juga bingung. Perasaan kemarin malam waktu pulang dari Lotte World, mobil oppa baik-baik saja”

Jiyeon menyeringai.

“sudahlah..kau tak usah memikirkan hal yang tidak-tidak. Aku duluan ne” ucap jiyeon lalu melambaikan tangannya. Suzy membalasnya.

Setelah jiyeon menghilang, suzy mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru. Mencari sosok myungsoo di parkiran itu. Ia lalu melirik arlojinya. 05.10.

‘ah..sudah 10 menit aku menunggunya. sebaiknya aku susul saja ke kelasnya’ suzy bergegas berjalan ke kelas myungsoo. Ia melihat myungsoo tengah bercakap-cakap sambil tertawa dengan seorang yeoja yang tak lain adalah krystal di depan loker.

‘ah itu dia!’ pekik suzy dalam hati. Ia berlari pelan menghampiri myungsoo.

“oppa.. kkaja!” ucap suzy kepada myungsoo sembari menarik lengan myungsoo.

“n-ne? suzy-ah?” myungsoo tampak terkejut karena tiba-tiba di tarik begitu. Suzy menekuk wajahnya.

“gheureu, aku pulang dulu krystal-ah. Annyeong” ucap myungsoo kepada krystal. Krystal tersenyum kikuk.

“myungsoo-ah.. kau lupa mengambil sepatu sport mu di loker” sergah krystal sebelum myungsoo pergi.

“ahh ne. aku lupa. Hehehe..” ujarnya sambil tertawa. Suzy semakin menekuk wajahnya.

“aku duluan yah myungsoo. Hmm suzy-” ucap krystal kepada myungsoo dan menoleh ke suzy sambil tersenyum kikuk.

Ckleekk.. dukk..

Sebuah kotak terjatuh dari loker myungsoo ketika pria itu membuka lokernya hendak mencari sepatu sport miliknya. Ia kaget. Suzy menoleh. Mereka saling pandang dalam kebingungan.

‘apalagi ini?’ batin suzy.

***COMING SOON PART 3***

TBC

Mianhe readerdul karena aku belum menampilkan konflik dan ceritanya agak membosankan. Mungkin antara part 3 baru konfliknya muncul. Aku masih belum mendapatkan waktu pas untuk menampilkan konfliknya. Dan yang bertanya member shinee nya belum muncul juga, di part ini baru key yang aku munculkan dan minho dalam mimpinya suzy. Mungkin part 3 akan muncul semua main cast nya. Hehehe mianhae readerdul kalau ceritanya agak-agak gimana gitu. Maklum lah, tidak ada manusia yang sempurna, heheeheu.. so, RCL kalau cerita ini mau dilanjutkan. GHAMSAHAMNIDA~BOW :))

83 thoughts on “FF TERROR PART 2

  1. Mungkin key oppa mungkin L oppa
    Karna ntah kenapa mereka cocok jadi pelaku #kabur . Terus bisa jadi nanti pada nuduh Soojung unnie duh dripda nebak nebak aku Baca next part aja

  2. sebenernya siapa yang nerror ? Kok krystal sempet nyinggung masalah kecelakaan 2 tahun lalu ya. Apa orang yang ditabrak suzy ada hubungan sama myungsoo ?

  3. apakah yang ditabrak suzy itu ibunya myungsoo ????
    dan aku curiga sama myungsoo juga kakaknya myungsoo (key) ..
    krystal juga cukup mencurigakan , hmm

  4. Kok aku jd curios kalo yg nerror itu key atau myungsoo sendiri, atau jiyeon, kan baru mereka yg punya nomer suzy…
    Hmmm..molla

  5. omo selalu di buat bertanya tanya..author selalu bisa bikin orang menebak nebak.. kkk~
    wah semuanya cukup mencurigakan nih.. apa hubungan myungsoo sama kecelakaan 2 th lalu? kenapa dia bilang kalo rasa cinta mengalahkan rasa bencinya? kepalaku penuh tanda tanya iniiii

  6. hem.. masih kelihatan banget ya kakunya. hehe
    itu key ya yang nerror suzy? lalu peran minho apa? merebut suzy? menjadi malaikat lagi?😀

  7. Jadi ibu yang ditabrak Suji dulu, ibu nya myung? Apa yang meneror Suji adalah key ya? Kakak nya myung, atau minho? Ataukah krystal? … Semuanya gue tuduh😁

  8. Aku masih belum menemukan petunjuk siapa sebenernya penerornya..
    Kalo yang patut dicurigai itu key, soalnya myung kek gimana gitu sama key,, dan juga krystal, dia spt nya gak suka ya sama suzy, apalagi tadi dia ngungkit2 soal masalalunya suzy yg spt nya ada hub nya dengan myung,, myung kek nya juga tau nih siapa sbnrya yg neror suzy, atau jangan2 malah myung sndiri yg neror?? Tp kayaknya td myung jg kena teror, iyakan?? Heh semua patut dicurigai, bahkan kalo perlu jiyeon sama minho juga, biasanya penjahat itu malah yg bermuka manis didepan dan yg terlihat tenang dan tak bermasalah hohoho *penyakit sok tauku mulai kumat

  9. Aku curiga sama myungsoo dan jiyeonjiyeon yang neror suzy
    Tapi gak yakin juga,soalnya masih abu2
    Seperti biasa ff author memang luar biasa
    Gomawo thor

Tinggalkan Balasan Anda, Dear

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s