FF TERROR PART 3

image

Title: TERROR

Author: @vhyra_pabbo

Genre: Mystery, Romance, School Life, Sad, etc.

Main Cast: Bae Suzy, Kim Myungsoo, Choi Minho

Sub Cast: Lee Jinki, Lee Taemin, Kim Jonghyun, Kim Kibum, Park Jiyeon, Krystal Jung, Yoo Seungho, Kangjun C-clown, OC’s

Length: Chaptered

Warning: Ini adalah cerita yang saya buat murni dari pikiran saya. Cerita ini hanya fiktif belaka. kalau ada kesamaan tokoh, tempat, dan cerita
itu merupakan bukan kesengajaan.
Ghamsahamnida~ Bow

Happy Reading!

***

Previous part:

“myungsoo-ah.. kau lupa mengambil sepatu sport mu di loker” sergah krystal sebelum myungsoo pergi.

“ahh ne. aku lupa. Hehehe..” ujarnya sambil tertawa. Suzy semakin menekuk wajahnya.

“aku duluan yah myungsoo. Hmm suzy-” ucap krystal kepada myungsoo dan menoleh ke suzy sambil tersenyum kikuk.

Ckleekk.. dukk..

Sebuah kotak terjatuh dari loker myungsoo ketika pria itu membuka lokernya hendak mencari sepatu sport miliknya. Ia kaget. Suzy menoleh. Mereka saling pandang dalam kebingungan.

‘apalagi ini?’ batin suzy.

***PART 3***

“Ige mwoya?” Ucap myungsoo sembari memandang suzy dan kotak itu bergantian. Suzy hanya mengangkat bahu sambil menggeleng.

“C-Coba kau buka” kata suzy gugup.

‘Buka?’ kode myungsoo tanpa suara. Suzy mengangguk.

Myungsoo segera membuka kertas pembungkus kotak itu. Seperti slowmotion di film film, myungsoo membuka kertas itu perlahan lahan.

Setelah kotak itu resmi tak berbungkus. Ia lalu menatap suzy, suzy hanya memberi kode ‘buka saja’. Myungsoo tampak berfikir sejenak.

Ia mengedarkan pandangannya ke sekeliling koridor. Sudah tak ada orang. Ia lalu melirik arlojinya. 05.35. ‘Ahh sudah hampir malam’ batinnya. Suzy yang melihat tingkah myungsoo yang celingak celinguk mulai membuka suara.

“yyaa buka saja!” Pekiknya kesal. Myungsoo diam. Ia tampak berfikir.

‘ini apa?’

‘Ahh jangan jangan ini bom!’ Pekiknya dalam hati. Ia lalu menempelkan kotak itu ke telinganya. ‘Tak ada suara, berarti bukan bom’ pikirnya.

Suzy kesal melihat tingkah myungsoo yang terkesan menunda. Ia lalu merampas kotak itu dari tangan myungsoo.

“Biar aku saja yang buka” katanya datar.

“Yyaa jangan! Nanti isinya membuatmu-” belum sempat myungsoo melanjutkan ucapannya, suzy sudah selesai membukanya. Matanya seketika membulat.

‘tikus mati penuh darah dan secarik kertas yang dilipat’ batin suzy. Ia refleks menutup hidungnya. Sangat busuk. Myungsoo ikut menutup hidungnya.

“Suzy-ah, itu apa? Aku mau liat” myungsoo melihat suzy tidak bergeming. Myungsoo lalu melirik isi kotak itu. Ia membulatkan  matanya tak percaya dengan apa yang di lihatnya. Ia kemudian menoleh, menatap suzy sendu. Suzy tak bergeming. Ia masih shock. Myungsoo lalu merampas kotak itu, mengambil suratnya dan membuang isinya ke tong sampah.

“Tunggu di sini!” Ucapnya kepada suzy. Suzy tersadar dari lamunanya, ia mengangguk tak paham dengan apa yang akan myungsoo lakukan. Ia melihat myungsoo berlari ke belakang sekolah.

Setelah beberapa saat, ia kembali membawa korek api dan minyak tanah. Myungsoo menuangkan minyak tanah itu ke tong sampah tempat membuang tikus mati itu dan melemparkan batang korek api yang telah dinyalakan. Api segera melahap sampah yang ada di tong itu.

Myungsoo lalu menghampiri suzy dan menariknya keluar dari tempat itu.

Setibanya di parkiran, mereka lalu masuk ke mobil dan dengan gerakan cepat myungsoo meng-gas mobil keluar dari parkiran.

***

“Suzy-ah, neo gwaenchana” myungsoo melirik suzy yang tampak melamun. Myungsoo lalu menggenggam tangan suzy erat. Suzy tersentak dan tersadar.

“Suzy-ah, gwaenchana huh?” Tanya myungsoo sambil fokus menatap jalanan dan sesekali melirik suzy.

“Ah~ aniyo oppa. Aku sedang tidak baik baik saja” suzy menangis pelan.

“Uljimma..” ucap myungsoo lirih sambil mengusap puncak kepala suzy lembut. Wajahnya sarat akan cemas.

“Oppa..” suzy mulai terisak. Myungsoo menoleh.

“Hmmm?”

“Neo gwaenchana?” Ucap suzy masih terisak. Ia sesenggukan sekarang.

“Ne.. gwaenchana. Tak usah kau pikirkan. Aku sangat bersyukur bukan kau yang di berikan kotak itu. Itu saja sudah cukup” ucapnya sambil tersenyum. Mendengar itu, tangis suzy pecah.

“Yyyak suzy-ah ulljimma..” ucap myungsoo panik. Ia lalu membanting stirnya ke pinggir jalan.

“Oppa…” lirih suzy yang masih menangis.

“Yasudah. Aku tak bisa melarangmu menangis lagi. Menangislah sepuasmu” ucap myungsoo tenang. Ia menyapuh kepala suzy pelan. Suzy lalu menyenderkan kepalanya ke bahu myungsoo. Pria itu tersenyum.

“Oppa..” ucap suzy seenggukan.

“Hmmm?” Myungsoo menatap lurus ke depan dengan ekspresi tak tertebak.

“Kenapa mereka juga menerormu? Kenapa mereka meneror kita berdua? Atau kotak itu salah taruh atau apa?” Tanya suzy bertubi-tubi. Myungsoo hanya membiarkan suzy terus mengomel. Ia tersenyum parau. Ada rasa sakit yang amat dalam yang tengah ia rasakan.

“Baguskan. Berarti kita bisa menjalani ini bersama sama dengan situasi yang sama” myungsoo tertawa hambar.

“Oppa.. bukan itu maksudku” myungsoo berhenti tertawa. Ia lalu menatap suzy dengan ekor matanya.

“Lalu?”

“aku tak habis pikir. Kenapa mereka seakan sangat amat mengenal kita berdua. Sehingga teror pun couple” ucap suzy setelah membuang nafas panjang.

Tawa myungsoo seketika pecah di dalam mobil itu.

“Yak kenapa kau tertawa?! Aku sedang serius oppa!” seru suzy seraya bangkit dari bahu myungsoo.

“Kau lucu suzy-ah. Hahaha teror couple hahahaha” myungsoo tertawa keras sambil memegang perutnya tak tahan.

“Hahahaha lucu sekali!” tawanya lagi.

“Yyaaak yaaa hentikan” bentak suzy kemudian menyandarkan kepalanya di kursi mobil sambil mengerucutkan bibirnya. Melihat itu, myungsoo menghentikan tawanya. Ia lalu tersenyum menatap suzy.

“Cha..kita pulang ne?” ucap myungsoo yang masih menatap suzy. Suzy tak menjawab. Myungsoo masih tersenyum. Ia lalu meng-gas mobilnya ke jalan dan melaju cepat.

***

Cup~
Myungsoo mencium kening suzy lembut.

“Aku keluar ne?” Izin myungsoo lalu keluar dari mobil itu. Suzy membuka kaca mobilnya.

“Oppa.. annyeong!” Suzy tersenyum sambil melambaikan tangan.

“Ne” myungsoo tersenyum tak kalah manis.

“kau masuklah duluan baru aku pulang” ucap suzy. Myungsoo mengangguk dan tersenyum. Ia segera masuk ke rumahnya. Sebelum suzy menjalankan mobil, diliatnya myungsoo sedang cek cok dengan hyungnya dari lubang lubang pagar.

‘Kenapa mereka bertengkar huh?’

‘Bukankah mereka baru saja bertemu lagi setelah beberapa bulan?’ Pikir suzy. Ia lalu memukul pelan kepalanya.

‘Bae suzy pabbo! Kenapa kau harus mengurusi urusan  orang huh?!’ Pekiknya dalam hati. Ia lalu segera meninggalkan tempat itu.

***

Sesampainya di rumah, ia melihat ada sebuah mobil yang terparkir di halamannya yang ia yakini bukanlah mobil dari rumah suzy. Ia bergegas masuk ke rumah.

‘Tidak ada orang’

Suzy berlari pelan ke kamarnya. Ia membuka kenop pintu dan mengintip sedikit

‘Siapa itu?’ Batin suzy penasaran. Ia membulatkan matanya lalu tersenyum. Suzy melangkah pelan menuju ranjang dimana orang itu berbaring.

“Yaakkkk!” Teriak suzy sengaja mengagetkan orang itu.

“Hoammss..” orang itu menguap.

“Oppa.. irreonna!” Pekik suzy sambil menarik narik selimut orang itu.

“Ba-bae suzy? Kau sudah pulang?!” Seru namja itu. Matanya seketika melebar. Ia menguap sebentar lalu langsung memeluk suzy yang tengah menahan tawanya.

“Oppa.. bogosippoyo!” Ucap suzy manja.

“Aku tidak” balas namja itu santai. Suzy lalu melepaskan pelukannya dan mengerucutkan bibirnya.

“jiinjja?” Sungut suzy ketus seraya memalingkan wajahnya.

“Ne. Aku tidak merindukanmu khendeu.. jeongmal neomu neomu bogoshippoyo suzy-ah..” ucap namja itu menahan tawa. Suzy berbalik dan tersenyum nakal.

“Oppa…” ucap suzy manja dengan wajah yang sengaja di imut-imutkan.

“Hahaha hentikan aegyeo mu itu. Hahaha kau sungguh lucu. Haahaaha” namja itu tertawa terbahak bahak. Suzy mengerucutkan bibirnya.

“Kapan kau pulang dari jepang?” Sela suzy kesal karena namja itu tertawa terus.

“Yyyaaa taemin oppa.. kapan kau pulang dari jepang?! Dan kau sama siapa?!” Teriak suzy tepat di telinga namja bernama taemin itu.

“Yak bae suzy jjinjja! Aku hampir saja tuli” pekik taemin sambil mengusap telinganya.

“Sapa suruh kau tak mendengarku. Weekk” ucap suzy lalu menjulurkan lidahnya dan tertawa keras.

“Yak!” Taemin membulatkan matanya dan mencubit pipi chubby suzy gemas.

“Aku datang dua hari yang lalu dan aku datang bersama.. minho” ucap taemin. Ia mengusap pipi suzy lembut. Matanya memancarkan kasih sayang yang mendalam saat menatap suzy.

“Gheurae.. dimana namja katak itu sekarang?” Tanya suzy bersemangat. Taemin menghentikan aksinya.

“Eh- dia di apartment sekarang dan.. dia sangat rindu padamu suzy-ah”

“Kalau rindu kenapa tak datang ke sini?” Tanya suzy kesal.

“Ia ada urusan. Urusan penting” taemin memandang lurus ke manik mata suzy.

“Eoh. 2 tahun tak bertemu rasanya sangat berbeda. Aku selalu menunggunya pulang” suzy membayangkan masa masa bersama minho.

Kejadian ketika suzy berumur 5 tahun
“Eomma.. appo.. aku tak mau di infus!” teriak suzy dalam ruangan serba putih itu.

“Suzy-ah.. kalau kau tidak di infus, sakit tifusmu akan lama sembuhnya” ucap eomma suzy lembut.

“Pokoknya andwaeeeee!” Teriaknya sambil mengguncangkan badannya membuat suster kesulitan memasukkan jarum infus ke nadi suzy. Eomma suzy memberikan kode ke suster untuk meninggalkan suzy sebentar.

“Eomma mau ke mana?” Tanya suzy sambil menyeka air matanya kasar.

“Eomma akan kembali” ucap eomma suzy lembut. Suzy lalu bersiap siap menangis lagi

Ckleekk..

Seseorang masuk dengan menggunakan kursi roda.

“Ulljima.. kau harus di infus suzy-ssi” ucap orang itu. Suzy tak jadi menangis. Ia memandang orang itu aneh.

“Siapa kau?!” Bentak suzy. Bocah itu menghampiri suzy.

“naneun.. choi minho immida. Bangapta” tutur namja bernama minho itu tersenyum sembari mengulurkan tangan kirinya.

“Ige.. appo?” Ucap suzy ketika melihat tangan kanan minho di perban.

“Ani. Ini sangat nyaman. Neo arra? Aku sudah berapa kali di infus. Ketika aku sakit, ketika aku deman dan lain lain” ucap namja berumur 8 tahun itu panjang lebar. Suzy menyimaknya dengan seksama.

“Eoh.. kheundae, ini kenapa diperban huh?” Tanya suzy sembari menunjuk luka minho

“Ah~ itu.. aku.. mengalami kecelakaan”

“Gheurae, kau sendiri yang kecelakaan?” Tanya suzy lagi. Ia mulai tampak bersahabat dengan minho. Minho tersenyum.

“Ani. Tapi.. semuanya meninggal. Hanya aku yang hidup” Ia tidak menunjukkan wajah sedihnya. Walaupun sebenarnya ia sangat amat terluka, tapi demi yeoja ini, ia tak apa. Suzy menutup mulutnya dan membulatkan matanya.

Tangis suzy tiba tiba pecah.

“Ulljima suzy-ssi. Bagaimana kalau kau menuruti perintahku untuk membuatku senang, huh?” suzy menghapus air matanya.

“Ne. Mwo gheurae?”

“Kau harus di infus ne?”

“…..” tak ada suara dari suzy.

“Ah~ lupakan saja. Aku pasti akan terus murung” ujar minho seraya berlalu dari hadapan suzy.

“Tunggu! Aku mau minho-ah!” serunya lantang. Minho tersenyum. Ia menghampiri suzy dan memeluknya. Ia lalu mencium bibir suzy singkat.

“Supaya kau kuat. Hehehe” minho tertawa kecil. Suzy tersenyum. Ia lalu memeluk minho dan membalas menciumnya lagi.

“Supaya kau tak sedih lagi” suzy tersenyum. Tiba tiba, dokter, suster dan eomma suzy masuk. Ia mempersilahkan minho kembali ke kamarnya.

Eomma suzy keluar memanggil minho

“Gomapta minho-ah.. ahjumma sangat berterima kasih dan ahjumma turut berduka cita atas kematian orang tuamu” ucap eomma suzy. Minho tersenyum. Ia mencoba membesarkan hatinya merelakan kedua orang tuanya.

“ahjumma masuk dulu ne?” Minho mengangguk dan bergegas ke kamarnya.

***

“minho-ah gwaenchana?” Tanya taemin ketika melihat minho sudah kembali. Taemin berangkat bersama orang tuanya.

“Ne. Dia sudah mau di infus” ucap minho. Lalu menaiki ranjangnya dan berbaring. Ia menghela nafas berat.

“Syukurlah.. cintamu itu mau menurutinya” ucap taemin. Minho tak bergeming

“Sampai kapan kau terus membututinya eoh? Dia masih berumur 5 tahun dan kau sudah berlagak kayak stalkernya” sambung taemin.

“Aku akan menunggunya dewasa” ucapnya sambil memandang langit langit.

“Cinta mati huh?”

“Entahlah.. hanya rasanya aku tak ingin melepasnya” ucap minho lagi. Ia lalu tertidur.

***

-DI KAMAR SUZY, RUMAH SAKIT-

“eomma kenal dengan namja tadi?” Tanya suzy setelah selesai di infus.

“Ne. Namanya choi minho. Dia anak teman ayahmu. Dia sekarang yatim piatu” ucap eomma suzy panjang lebar. Wajahnya berubah murung

“Eoh”

“Aku pulang ne? Dia pasti sudah lama menungguku” ucap taemin kepada suzy. Suzy menghentikan lamunannya.

“Ah~ tanyakan padanya, kalau bae suzy sangat merindukannya dan suruh dia segera temui aku” ucap suzy bersemangat. Ia sangat bersemangat untuk menemui pangeran katak itu.

“Ne. Na kkayo”

Suzy mengantarkan taemin sampai ke luar. Setelah mobil taemin tak terlihat lagi. Suzy lalu tersenyum dan masuk ke rumah sambil berdendang ria. Persis ketika umurnya 5 tahun.

***

-Di kamar myungsoo-

Myungsoo lalu membuka kertas yang di ambilnya dari kotak itu.

‘JAUHI SUZY! ATAU KAU AKAN MATI!’

“Cih.. teror macam apa ini?” Ucap myungsoo remeh. Ia lalu membuang kertas itu ke tong sampah.

“Cih.. kau kira aku takut huh?” Myungsoo mengambil ponselnya dan mengirimi suzy pesan.

To: kim suzy
Saranghae~

Selang beberapa detik, ponsel myungsoo bergetar.

From: kim suzy
Nado~ kheundae, tumben sekali mengirimiku pesan seperti ini ^^

Myungsoo menghela nafas. Ia lalu mengetikkan kata ‘saranghae’ lagi dan mengirimnya ke nomor suzy.

Drrrt.. drrtt..

From: kim suzy
Yak! Kau kenapa. Aneh kekeke aku jadi malu

Myungsoo tersenyum. Ia mematikan ponselnya. Tak berniat mengirim pesan lagi. Ia lalu memandang langit langit.

‘Ancaman bodoh!” Pekiknya dalam hati.

‘Suzy tak akan berpaling dariku pabbo begitupun sebaliknya’ batinnya. Ia lalu tertawa remeh.

‘Sial. Kau kira kau siapa?’ Ia tertawa lagi.

***

From:unknown
Temui aku di gaemsong cafe ne.prince frog^^

“Minho!” Pekik suzy senang.

“Yaa..kau kenapa?” Tanya jiyeon sambil menjentikkan pulpen hello kitty nya di dagu.

“Nan chingu. Dia sudah tiba di seoul. Huah aku senang” jawab suzy berbinar binar.

“Tampan huh?” tanya jiyeon setelah menebak bahwa orang itu namja.

“Sangat tampan. Matanya bulat seperti katak. Hehehe” ucap suzy sambil membayangkan minho tersenyum.

“Lebih tampan dari myungsoo huh?”

“Ten..eh- aku tak tau. Wajah mereka berbeda” suzy tampak berfikir.

“Humm.. myungsoo itu sangat cool dan tampan sedangkan minho sangat hangat dan tampan. Berarti mereka seimbang” ucap suzy panjang lebar. Suzy lalu membalas pesan minho tadi.

To: prince frog
Tunggu aku ne. Aku pulang sekolah jam 5 sore. Mungkin jam 7 malam aku bisa. Bogosippo :*

Minho tertawa membaca pesan suzy.

‘Aku akan menagih emotikon itu hahaha’ candanya dalam hati.

To: suji-ah
Ne. Aku akan menunggu {}

suzy tertawa keras.

Plukk…

“Appo! Yak ap-” suzy tak melanjutkan bicaranya setelah melihat yang menimpuknya adalah Lee seongsengnim.

“Jweoseunghamnida seongsaengnim” ucap suzy kemudian berdiri dan membungkukkan badannya berkali kali.

“Ne. Lain kali kau jangan ribut lagi saat saya mengajar. Algetsimnida!” Teriak Lee seongsengnim.

“N-ne” balas suzy gugup. suzy kembali duduk di bangkunya.

“Yak! Neo waeyo huh?” Bisik jiyeon.

“Aku berkirim pesan dengan chinguku itu” suzy membuat kode.

“O” jiyeon membulatkan mulutnya.

***

“Suzy-ah.. temani aku membeli alat alat untuk menyusun proposal ku ne?” Ajak myungsoo ketika melihat suzy akan menuju parkiran.

“Humm.. aku ada acara jam 7 oppa. Ottokhae?”

“Acara apa?” Tanya myungsoo curiga.

“Itu.. nan chingu-ya, baru saja tiba di seoul dan dia mengajakku makan malam untuk perayaan”

“namja atau yeoja?” Tanyanya menyelidik.

“Namja” myungsoo membulatkan matanya.

“yak, kau berniat selingkuh huh?!” Pekik myungsoo.

“Aniyo. Dia cuma temanku oppa. Tidak lebih” sergah suzy cepat.

“Baiklah. Bersenang-senanglah dengan temanmu itu. Lupakan saja aku” ucapnya lalu berlalu dari hadapan suzy.

“Oppa..” panggil suzy manja.

“Ne ne.. aku mengerti. Pergilah. Aku akan berbelanja sendiri” ucapnya datar lalu pergi begitu saja.

“Oppa! Gomawo. Saranghae!” Teriak suzy. Myungsoo lalu berbalik. Ia tersenyum dan mengangguk

‘Nan arra’ ucapnya pelan.

***

Suzy melirik arlojinya.Pukul 07.00.

Drrrt..drrtt..

ponsel suzy bergetar, ada pesan masuk.

From: unknown
Akan ada hari dimana kau akan merasakan kesakitan. Tunggu saja. Aku sedang memprosesnya

Suzy tersenyum. Ia memasukkan ponselnya ke tas dan segera melaju ke gaemsong cafe.

‘Aku sudah tak takut lagi bodoh. Kau hanya mengirimiku pesan teror, surat dan sebagainya tapi tak ada aksi. Sama saja, aku akan baik baik saja. Aku hanya perlu diam dan harus tenang agar mentalku tak rusak’
Ia terus tersenyum sepanjang perjalanan. Sesekali bergurai dan bersenandung.

***

GAEMSONG CAFE
suzy membaca tulisan yang menyala pada cafe tersebut. Ia segera memarkirkan mobilnya. Setelah selesai, ia melesat masuk. Suzy mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru cafe. Dilihatnya seorang namja mengangkat tangannya sambil tersenyum. Suzy ikut tersenyum lalu menghampiri namja itu.

“Frog-ah bogosippo!” suzy langsung memeluk minho.

“Nado” balas minho dengan senyum yang mengembang di wajah tampannya. Tanpa mereka sadari, sepasang mata mengawasi mereka dari kejauhan. Orang itu menatap kedua insan itu geram. Manik matanya tak pernah terlepas dari mereka berdua.
Melihat suzy dan minho berpegangan tangan dan tertawa bahagia membuatnya tak bisa menahan kesabarannya.
Ia lalu menghampiri kedua orang itu.

“Jadi ini chingu mu itu.CHINGU?!” Ucap myungsoo geram. Matanya menatap langsung ke manik mata suzy dalam. Seakan siap untuk mencongkelnya keluar. Suzy kaget dan seketika merasa takut.
Ia baru melihat myungsoo begitu marah.

“Myungsoo-ah tenangkanlah dirimu” ujar suzy gugup. Ia lalu memeluk myungsoo mencoba menenangkannya.
Suzy berusaha mengajak myungsoo berbicara di luar. Sebelum mereka keluar, Myungsoo menatap dingin plus remeh ke arah minho. Minho hanya menyunggingkan bibirnya.
Myungsoo yang melihat lalu melepaskan pegangan suzy dan berlari menghajar minho. Merasa pegangannya terlepas, suzy lalu berbalik. Matanya membulat seketika melihat myungsoo menonjok wajah tampan minho. Terlihat darah segar mengalir dari hidungnya

“OPPA! HENTIKAN!” pekik suzy. Myungsoo tidak memperdulikan teriakan suzy dan tatapan orang-orang yang tengah memandangnya.

Suzy berlari menghampiri myungsoo. Myungsoo mulai melayangkan pukulannya yang kedua namun suzy mencegahnya.

“oppa.. jebal” ucap suzy memohon sambil melepaskan cengkraman tangan myungsoo pada kerah baju minho. Seakan luluh, myungsoo berhenti melakukan aksi brutalnya itu.

“Kkaja!” seru suzy memaksa myungsoo keluar dari cafe. Sebelum keluar, suzy berbalik sebentar.

“Minhae..” ucapnya tanpa bersuara kepada minho yang tengah berusaha bangkit dari lantai. Minho hanya tersenyum penuh arti.

***

-DIL LUAR CAFE-

“Apa yang oppa lakukan huh?” Tanya suzy kesal.

“Hanya melakukan hal yang pantas” jawab myungsoo tanpa melihat ke arah suzy. Suzy mulai terlihat geram.

“Berikan kuncimu” pinta myungsoo pelan. Suzy lalu menyerahkan kuncinya kasar sambil memandang myungsoo aneh.

“Kkaja! Kita pulang!” myungsoo berjalan meninggalkan suzy yang terbengong.

***

-DALAM MOBIL-

“Oppa.. apa masalahmu pada minho sampai kau menghajarnya?” Tanya suzy ketika mereka berada dalam Mobil. Myungsoo membanting stirnya ke pinggir jalan. Ia lalu memandang suzy sendu.

“gheurae wae?” myungsoo mengusap kepala suzy lembut.

“Oppa.. dia adalah anak teman ayahku. Dia juga teman kecilku dan dia juga yatim piatu, kenapa kau tega sekali padanya? Dia itu temanku, dia tidak-” suzy menghentikan ucapannya ketika myungsoo tiba tiba memeluknya. Suzy terdiam.

“Kau tau apa isi surat yang ada di kotak itu huh?” Suzy menggeleng.

“sebuah ancaman”

Suzy terdiam.

“Untukku” sambung myungsoo. Suzy masih terdiam dalam pelukan myungsoo yang hangat.

“Dia menyuruhku menjauhimu”

“Dan entah mengapa aku merasa chingumu itu yang mengancamku” seketika suzy melepaskan pelukannya.

“andwae” ucap suzy pelan.

“Apanya yang tidak mungkin. Dia terlihat sangat ambisius sekali. Dan lagi, kenapa dia memandangku remeh saat di cafe tadi?”

“Itu sebuah jawaban bahwa dialah yang mengancamku” sambung myungsoo bersikeras.

“Oppa..kau selalu saja berbuat seenaknya. Berbicara seenaknya. DIA ADALAH TEMANKU. TE.MAN.KU! ARRAA!” pekik suzy kesal. Myungsoo terdiam.

“Sampai kapanpun aku tak akan melepaskanmu” gumam myungsoo posesif.

“Liat..siapa yang kelihatan ambisius sekarang?” Ucap suzy remeh.

“Ini bukan ambisius..tapi rasa cinta”

“cih..” decak suzy kesal. Tanpa babibu, myungsoo melesat meninggalkan tempat itu.

***

-PARKIRAN SEKOLAH-

“Ambil ini!” Myungsoo memberikan sebuah kotak kepada suzy.

“Brownies..ah nan jhoa! Gomawo oppa..” ucap suzy manja. Ia mengambil satu potong dan mencicipinya lalu menyodorkannya ke myungsoo. Myungsoo menggeleng.

“masshita..” Myungsoo tersenyum

“Ponselmu..” myungsoo menengadahkan tangannya.

“Untuk ap-”

“kemarikan ponselmu!” Bentaknya. Suzy menyerahkan ponselnya. Myungsoo membuka kontak dan mencari nomor minho. DELETE. Myungsoo menghapus nomor minho dari kontak suzy. Myungsoo mengembalikan ponsel suzy dan berlalu dari hadapan suzy tanpa kata.

“Yak! Myungsoo nappeun!” Pekik suzy.

***

Myungsoo membuka lokernya hendak menyimpan alat-alat untuk proposalnya. Terlihat ada surat lagi. Ia memandangnya sebentar lalu membuangnya tanpa membacanya.

‘aku tak akan pernah terpengaruh oleh ancaman remehmu minho-ssi’ batin myungsoo lalu bergegas ke kelasnya.

Suzy menyusul myungsoo ke loker.

‘Ah~ dia sudah ke kelas’ suzy lalu menaruh brownies pemberian myungsoo tadi pagi ke dalam lokernya. Terlihat ada surat lagi.

‘Teror lagi. Pasti’ batin suzy. Ia lantas membuang surat itu tanpa membacanya.

“pabbo! Ckk” decak suzy remeh. Suzy kemudian berlalu dari loker itu menuju kelasnya.

***

PENGUMUMAN
‘BAGI YANG INGIN BERPARTISIPASI DALAM ACARA AMAL, SEGERA KIRIMKAN EMAIL KEPADA:
-KETUA OSIS
KIM MYUNGSOO (myungkim@yahoo.com)
-WAKIL KETOS
JUNG SOO JUNG (krystaljung@gmail.com)
YANG AKAN DI SELENGGARAKAN DI DESA GURYONG PADA HARI KAMIS SELAMA DUA HARI. DIHARAPKAN PARTISIPASINYA. ACARA INI DALAM RANGKA AMAL DAN MENYAMBUT PEMBUKAAN UJIAN AKHIR SEKOLAH BAGI KELAS 3. GHAMSAHAMNIDA
-KIM MYUNGSOO-

Suzy dan yang lainnya membaca pengumuman itu di mading.

‘Ah~jadi ini acara yang myungsoo bicarakan itu’ batin suzy.

***

Di tempat lain..

“Akhirnya aku bebas..” ucap seorang namja yang baru saja keluar dari penjara.

“Selama dua tahun menunggu..” sambungnya. Ia berlari ke telpon umum. Menekan beberapa digit.

Tutt

‘Tersambung!’.batinnya

“Yeoboseyo..”

“yeoboseyo.. nuguseyo?” Tanyanya kepada orang yang menghubunginya

“Jemput aku.. di seoul of jail ucap namja itu.

“Neo..”

-COMING SOON TERROR PART 4-

TBC

Annyeong readerdul.lagi lagi Minhae kalau belum banyak konflik (padahal udah janji bakal ada konflik), tapi sedikitnya ada lah (sedikit) dan mianhae lagi kalau main cast nya belum keluar semua (padahal udah janji juga) mgkin part 4 bakal keluar semua dan bakal banyak konflik (gak janji :D). Sekali lagi mianhae kalau FF ini agak agak gimana gitu karena tak ada manusia yang sempurna, right? HEHEHEU.. sorry for typo 😀 kritik dan saran selalu diterima but (NO BASH). So, RCL kalau readers mau melanjutkan FF ini. Ghamsahamnida~BOW

83 thoughts on “FF TERROR PART 3

  1. Nah siapa itu yang baru jeluar dari penjara ?
    apa bner itu minho yang neror myungsoo. Klo aku krnapa malah curiga sama key #eh abaikan hrhehe

  2. aduhhh siapa sih yang neror suzy ?!! kalo myungsoo kayanya gak deh soalnya dia juga kena teror,
    kalo minho ??? tapi aku lebih curiga sama key & krystal, hmmm

  3. nah lho siapa lagi itu yg keluar dr penjara?? aigoo bnyak teka teki nih,jd semngat mau baca kelanjutannya..
    bnyak amat perasaan yg neror suzy n myungsoo,,
    myung dh cinta banget sama suzy dan minho pun cinta mati sama suzy??? wah seneng ya d perebutkan sama cwo” kece kek mereka kekekeke

  4. Gue rasa yang neror minho dan krystal,tapi lebih ke minho deh,,, dan siapa yang baru keluar itu, dan mau balik ke korea lagi …

  5. Ahh banyak pertanyaan nih, ckck..
    Kenapa myung sama hyungnya bertengkar?
    Jadi first kissnya suzy sama minho ya?
    Minho cinta sama suzy tapi suzy gak tau?
    Myung cintanya tulus kan sama suzy?
    Apakah yg meneror myung itu minho?
    Aku jadi bener2 penasaran emangnya apa sebabnya peneror itu neror suzy, dan myungl jga kena teror.. Heh..

  6. Pertanyaanmya makin menumpuk dan akan terjawab di part2 selanjutnya
    Siapa yang baru keluar dari penjara
    Kayaknya komplik baru ni di next partnya
    Ff author bagus bangetttttttt

Tinggalkan Balasan Anda, Dear

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s