FF TERROR PART 4

image

Title: TERROR

Author: @vhyra_pabbo

Genre: Mystery, Romance, School Life, Sad, etc.

Main Cast: Bae Suzy, Kim Myungsoo, Choi Minho

Sub Cast: Lee Jinki, Lee Taemin, Kim Jonghyun, Kim Kibum, Park Jiyeon, Krystal Jung, Yoo Seungho, Kangjun C-clown, OC’s

Length: Chaptered

Warning: Ini adalah cerita yang saya buat murni dari pikiran saya. Cerita ini hanya fiktif belaka. kalau ada kesamaan tokoh, tempat, dan cerita itu merupakan bukan kesengajaan
Ghamsahamnida~ Bow

Happy Reading!

***

Previous Part:

“Akhirnya aku bebas..” ucap seorang namja yang baru saja keluar dari penjara.

“Selama dua tahun menunggu..” sambungnya. Ia berlari ke telpon umum. Menekan beberapa digit.

Tutt

‘Tersambung!’.batinnya

“Yeoboseyo..”

“yeoboseyo.. nuguseyo?” Tanyanya kepada orang yang menghubunginya

“Jemput aku.. di seoul of jail ucap namja itu.

“Neo..”

***PART 4***

“Neo.. kangjun? Kangjun-ah?” Pekik krystal kaget.

“Ne.. krystal-ah.. long time no see? Hehehe” ucap namja bernama kangjun itu sambil tertawa kecil.

“Jjinjja? Ah~ nan jeongmal bogosippoyo” ucap krystal bersemangat.

“Nado. Otthae? Kau bisa menjemputku?”

“Mianhae jun-ah.. aku tak bisa sekarang. Soalnya aku sedang berada di sekolah dan sedang sibuk mengurus proposal” ucap krystal sambil menghimpitkan ponselnya antara telinga dan bahu karena tengah sibuk membereskan berkas-berkas yang akan di berikan kepada myungsoo.

“Oh.. gheurae, gwaenchana. Aku tutup ne?”

“Oppa chamkemman..” sela krystal cepat.

“Ne?”

“kau naik taksi saja dan kau bayarnya pakai uangku. Kau langsung ke apartemenku saja. Aku tunggu kau di sana”

“Bagai-”

“Password dan apartmenku masih yang dulu oppa.. dan kau bisa ambil uangku di dalam kamar” sergah krystal sebelum kangjun melanjutkan ucapannya.

“Ah ne.. gomawo krystal-ah” ucapnya lalu mengakhiri percakapan mereka.

“Baiklah..aku akan memulainya sekarang..” ucap kangjun sambil tersenyum dan bergegas memanggil taxi.

“Apartment jooyungpal, gangnam” ucapnya kepada supir taxi.

“Ne..”

***

-APARTEMEN KRYSTAL-

“Chamkemman, ahjussi. Aku mau ambil uang di dalam dulu” ucapnya lalu berlari masuk ke dalam apartment mewah itu. Setelah mendapatkan uang, ia lalu menyerahkannya kepada supir taxi itu.

“Ghamsahamnida” ucapnya.

“Ne”

kangjun lalu bergegas masuk ke
apartmen dan mencari nomor kamar krystal.

“333. Cha..” ucapnya lalu memasukkan password kemudian melesat masuk dan menghamburkan badannya ke sofa.

“Akhirnya aku bisa beristirahat dengan nyaman” gumamnya. Ia memperhatikan apartemen krystal dengan seksama.

“Mewah..” gumamnya.

Ia lalu berjalan menelusuri kamar krystal. Di sana terdapat banyak sekali kertas kertas berserakan. Kangjun membuka lembar demi lembar kertas itu dan membacanya

“Ternyata dia sekarang menjabat menjadi wakil ketua osis” Ucapnya pelan.

“Hebat sekali adik kecilku.. hehe” ucapnya terkekeh.

Ia mengambil beberapa kertas lagi dan membacanya di atas springbed sambil terlentang.

‘RAHASIA’ batinnya ketika melihat salah satu amplop besar yang di segel.

“Ada apa di balik amplop ini?” Ucapnya tampak berpikir. Ia menggeleng kuat lalu menaruh kembali kertas kertas itu pada tempatnya.

“Ah~sebaiknya aku tidur”

***

-RUANG RAPAT, DI SEKOLAH-

“Rapat selesai..” ucap myungsoo kepada rekan-rekannya lalu membereskan berkas berkasnya.
Ia melihat krystal tengah buru-buru.

“Krystal-ah.. kau kenapa buru-buru sekali?” Myungsoo mengerutkan keningnya.

“Aku sedang di tunggu seseorang. Annyeong!” Ucapnya lalu bergegas pergi.

“Yak!” Pekik myungsoo kesal karena krystal tidak menggubris ucapannya.

***

-APARTMENT KRYSTAL-

“Jun oppa eoddiseo?” Ucap krystal setelah sampai.

Karena tidak ada yang menyahut, ia lalu menuju kamar. Di sana, ia melihat namja itu tidur terlentang.

“Ah~di sini kau rupanya”
Matanya lalu beralih pada kertas kertas yang berserakan di dekat lemari.

‘Yah ampun! Aku lupa membereskannya!’ Pekiknya dalam hati.

Ia buru buru membereskan dan memasukkannya ke dalam brangkas yang telah ia beri kode, di dalam lemari.

‘Sebaiknya aku biarkan saja ia tidur di kamarku sementara. Aku tidur di sofa saja’

Krystal berjalan ke ruang tv ,lalu menyandarkan kepalanya pada bantal sofa dan terlelap.

***
-MALAM-

“Irreona!” Pekik kangjun.

“Hmm..” gumam krystal. Matanya masih tertutup.

“Aku mengangkatmu saja kalau begitu”

“Oppa.. mianhae aku tak pernah menjengukmu” krystal masih menutup matanya.

“Yak! Kau sudah bangun rupanya!” Pekik kangjun lalu melempar krystal ke sofa. Krystal terkikik. Kangjun lalu menuju dapur.

“Mianhae oppa.. gara gara aku..kau di penjara” ucap krystal pelan.

“Anieyo. Tak usah kau pikirkan” kangjun membuka kulkas dan mengambil softdrink.

“Kheundae-”

“Itu bukan karena kau. Itu karena keinginanku sendiri” potong kangjun lalu meneguk softdrinknya. Krystal terdiam.

“Dia juga appaku kan? Dan lagi, kalau bukan karena kau, hukumanku mungkin akan lebih berat lagi” sambungnya setelah meneguk habis minumannya.

“Jun-ah..aku ada misi. Kau mau membantuku eoh?” Ucap krystal setelah kangjun duduk di sampingnya.

“Membunuh orang lagi huh?” Tanya kangjun seakan tahu misi apa itu sembari fokus menyalakan tv dan mengganti ganti chanel.

“Mungkin semacam itu. Tapi ini tidak langsung membunuh-” krystal menyeringai licik.

“-Namun perlahan-lahan tapi menyakitkan”

Kangjun menoleh.

“Jjinjja? Kau tidak kapok huh? Kalau aku di penjara lagi bagaimana? Kau masih punya uang untuk meringankan hukumanku huh?” Ujar kangjun santai.

“Yaaa dengarkan aku dulu”

“ne lanjutkan” ucap kangjun lalu fokus lagi ke siaran tv.

“Kita akan membuatnya seakan akan terjadi sendiri. Senatural mungkin dan tanpa jejak” krystal menyeringai licik dan tertawa pelan.

“Psikopat” umpat kangjun santai sambil bersandar dan menikmati acara musik di tv.

“Yak! Kau asisten psikopat!” bentak krystal lalu mengerucutkan bibirnya.

“Siapa yang ingin kau bunuh ‘perlahan lahan’ huh?” kangjun memberi tanda kutip pada kata ‘perlahan lahan’ dengan jarinya.

“Ige..” krystal menyerahkan sebuah foto kepada kangjun. Kangjun merampasnya.

“Noumu yeppo!”

“yak! Apa yang kau lakukan huh? Memujinya?”

“Dia memang sangat cantik. Seperti bidadari. Huh sayang sekali kalau di bunuh”

“Kau hanya perlu membunuhnya perlahan lahan pabbo!” Bentak krystal kesal.

“Sayang sekali.. huh” ucap kangjun masih memandang foto seorang yeoja yang tengah tersenyum.

“Namanya bae suzy. Dia anak tuan Bae”

“Tuan bae lagi” gumam kangjun seraya menggeleng pelan.

“Ini data-datanya” krystal menyerahkan map kepada kangjun. Kangjun membukannya dengan cepat.

Nama: bae suzy
Orang tua: bae sunjae dan kang haneul
Lahir: 10 oktober 1994
Namjachingu: kim myungsoo

“kim myungsoo?!” Pekik kangjun. Ia menoleh ke krystal.

“Ne. Dia sudah menjadi namjachingu suzy satu setengah tahun” ucapnya kesal.

“hmm.. kenapa kau tak membunuh appanya saja huh?”

“Akan lebih menarik kalau anaknya yang menderita. Lagipula, kalau appanya akan sulit dan aku tak mau kejadian 2 tahun lalu terjadi lagi” ucapnya panjang lebar.

“Oh baiklah. Apa yang harus aku lakukan?” Krystal berlari ke kamar dan mengambil sebuah map besar lalu menyerahkannya kepada kangjun.

“Bukalah. Yang perlu kau lakukan sudah ada di dalam. Lakukan yang menurutmu bisa atau minta bantuan”

“Aku akan menyuruh jonghyun untuk membantuku. Dia sahabatku yang selama ini sering menjengukku di penjara. Dia yang terbaik” kangjun mengacungkan jempol. Krystal memutar bola matanya malas.

“Terserah kau sajalah. Aku mau tidur” ucap krystal lalu bergegas ke kamarnya.

Kangjun adalah saudara angkat krystal. Oleh sebab itu marga mereka berbeda.
Kangjun di temukan di panti asuhan ketika masih berumur 7 tahun yang pada saat itu krystal berumur 5 tahun.
Ayah krystal sangat menginginkan seorang putra, oleh karena itu ia mengangkat kangjun sebagai anaknya tanpa mengganti nama aslinya.

“Krystal-ah..aku ke salon dulu ne? Aku ingin memperbaiki penampilanku yang berantakan ini. Selama di penjara aku tak pernah mengurus diri!” teriaknya dari ruang tv.

“Terserah kau sajalah!” Balas krystal yang tengah berada di kamar.

“Aku minta uangmu ne?!”

“ne. Kau pakai ATM ku saja!”

“Ne. Gomawo yeodongsaeng-ah!”

“Hm!”

***

-PAGI-

“Jun oppa.. kau belum melihat isi dari suratku yang bertuliskan ‘RAHASIA’ kan?” Selidik krystal.

“Yang mana?”

“yang berserakan di lantai kemarin”

“oh itu. Aku belum sempat membukanya. Karena tersegel dan akupun sangat lelah jadi tak punya waktu untuk membukanya. Wae? Hoammm..” kangjun menguap lebar karena baru bangun tidur.

“Huft..syukurlah..” krystal mengelus dada.

“Memangnya apa isi surat itu?”

“RA.HA.SI.A” krystal menjeda satu kata menjadi 4 suku kata.

“Ish..pelit!” Sembur kangjun. Krystal memeletkan lidahnya.

“Cih.. kau berangkat sana. Nanti kau terlambat” kangjun lalu melumat roti bakar buatan krystal.

“Ne..ne.. ahjussi” ledek krystal. Kangjun melototkan matanya.

“Kabur!” pekik krystal kemudian berlari ke luar.

‘Untung dia belum membacanya. Huft..’ batinnya lalu meng-gas mobilnya menuju sekolah.

***

-SEKOLAH-

“Seungho-ah.. kau dapat juara dalam turnament huh?” Ucap beberapa murid ketika melihat yoo seungho.  Atlit berenang sekolah yang baru saja pulang dari turnament setelah sebulan pelatihan.

“Aku membawa medali dan piala ini” seungho memamerkan medali emas yang tergantung di lehernya.

“Daebak oppa!” Teriak murid yeoja histeris.

“Omo..omo dia sangat kerennnn!”

Di balik loker, seorang yeoja tengah memandanginya intens.

‘Akhirnya kau kembali’ Ia lalu mengambil bukunya dan bergegas pergi.

Mata seungho menoleh ke arah yeoja itu.

‘Jiyeon-ah..bogosippo’ batinnya.

***

-KANTIN-

“Suzy-ah.. seungho oppa sudah pulang” ucap jiyeon bersemangat.

“Jeongmal?” Mata suzy membulat. Jiyeon mengangguk kuat. Suzy lalu mengeluarkan evil smirk nya.

“Jadi..kalian back lagi huh?”

“Mmm..entahlah. dia belum menemuiku” semangat jiyeon langsung memudar. Melihat itu, suzy lalu mengangkat tangannya.

“FIGHTING!” Seru suzy
lantang.

“Ne.. gomawo” senyum jiyeon kembali.

By the way, kau mau ikut acara amal kamis nanti tidak?” Tanya jiyeon kemudian.

“Tentu saja. Aku tidak akan membiarkan myungsoo oppa berduaan bersama krystal genit itu”

Jiyeon mengangguk.

“Kalau kau bagaimana?” Tanya suzy balik.

“Aku pasti ikut kalau kau ikut suzy-ah” ucapnya lalu menghabiskan jus nya. Suzy tersenyum.

“Ummm so sweettt..” ledek suzy manja. Jiyeon mengerucutkan bibirnya.

Kringg..kringg

“Kkaja! Kita ke kelas” ajak suzy. Jiyeon mengangguk.

Di perjalanan menuju kelas, jiyeon sempat berpapasan dengan seungho.
Mereka hanya saling tatap. Lalu jiyeon masuk ke kelasnya. Seungho nampak kecewa dan segera berjalan menuju kelasnya.

***

“Periksa barang barang kalian! Dan letakkan di tempat penyimpanan barang!” Perintah park seongsengnim kepada para murid yang akan segera berangkat ke desa guryong.

“Ne seongsaenim!”

“Myungsoo-ssi! Kemari!” Panggil park seongsengnim.

“Ne seongsaengnim?” Sahut myungsoo sambil berlari kecil menghampiri park seongsaengnim.

“Bagikan kertas kertas ini ke murid murid lain. Ini panduan kerja dan semua hal mengenai desa guryong” ucapnya sembari menyerahkan tumpukan kertas kepada myungsoo. Myungsoo mengangguk lalu berjalan masuk ke bus untuk menyerahkan kertas itu satu persatu kepada para murid.

“Oppa.. duduk di sini ne?” Ajak krystal ketika myungsoo membagikan kertas itu kepadanya.

“Ne?”

suzy berbalik ke belakang dan berteriak.

“Myungsoo oppa duduk denganku!” Ucapnya santai lalu berbalik cepat

“Yak! Aku duduk di mana?!” Seru jiyeon. Suzy menyenggol lengan jiyeon untuk menyuruhnya diam. Jiyeon mengerucutkan bibirnya

“Kau sudah dengar ne?” Ucap myungsoo lalu berlari pelan menuju kursi suzy. Krystal mengerucutkan bibirnya.

“Jiyeon-ah..kau duduk dengan seungho oppa saja. Aku ingin duduk dengan myungsoo oppa” ucap suzy santai.

“Yak! Bae suzy!” Pekik jiyeon.

“Biarkan saja. Kau juga pasti sangat rindu padanya kan?” Bisik suzy.

“Yak!” Pekik jiyeon tanpa suara.

“Oppa duduk saja” pinta suzy pada myungsoo. Jiyeon hanya bisa pasrah. Ia lalu berjalan gontai ke belakang dan melewati kursi seungho.

“Jiyeon-ah..kau duduk denganku saja” ajak eungho yang tengah asyik mendengarkan lagu melalui ponsel.

“Mwo?” Seungho lalu berdiri dan menarik tangan jiyeon. Ia menyuruhnya duduk. Jiyeon terdiam. Ia menatap ke luar jendela. Ia melamun. Melihat itu, seungho lalu memasukkan salah satu headsetnya ke telinga jiyeon. Jiyeon tersentak lalu berbalik meminta penjelasan dengan ekspresi.

“Dengarkan saja. Daripada kau bosan” jawab seungho santai. Jiyeon menoleh, kembali memperhatikan luar jendela.

Ia mengenang masa masa manis nya bersama seungho sebelum namja itu menjadi atlit renang yang terkenal. Tidak ada kata putus di antara mereka. Mereka hanya saling menjauh.

***

Setelah 1 setengah jam dalam perjalanan. Desa guryong mulai terlihat. Tinggal membutuhkan waktu 10 menit lagi untuk tiba di villa yang telah di pesan.

“Cha.. kita telah sampai! Kamar telah di siapkan. Satu kamar 4 orang. Di pintu kamar kalian telah di cantumkan nama masing-masing. Jadi, tidak boleh ada yang bertukar tempat!” Teriak park seongsengnim selaku pengurus acara tersebut.

Banyak yang mendesah kecewa karena tak bisa memilih teman kamar. Suzy melambaikan tangannya ke arah myungsoo
Myungsoo tersenyum. Ia bergegas menuju kamarnya

KAMAR 013
BAE SUZY
JUNG SOO JUNG
HAN HYO JOO
PARK JUNG RA

“Aishh.. jiyeon-ah..kita tidak sekamar” ucap suzy lunglai. Jiyeon melemas.

“yah sudah suzy-ah..aku cari kamarku dulu” ucap jiyeon lalu segera pergi. Krystal menyeringai licik.

‘Gomawo jun-ah’ batin krystal lalu masuk ke kamarnya angkuh, mendahului yang lain.

“Yak! Yeoja ini..” dengus suzy kesal. Ia lalu bergegas masuk.

***

-LAPANGAN-

“ACARA AKAN DI ADAKAN 2 HARI. HARI PERTAMA DALAM RANGKA AMAL. KITA AKAN MEMBANTU WARGA WARGA DI SINI DAN MEMBERIKANNYA SUMBANGAN YANG TELAH KALIAN SIAPKAN. HARI KEDUA MERUPAKAN HARI PERAYAAN UNTUK PEMBUKAAN SEBELUM MENEMPUH UJIAN AKHIR SEKOLAH BAGI KALIAN AGAR KALIAN BISA MENETRALISIR KEGUGUPAN KALIAN. ARROSOYO!” Seru park seongsaengnim menggunakan mic di atas stand mic.

“ARRASOYO SEONGSAENGNIM!” Teriak semua murid.

“Sekarang! Kembali ke kamar kalian masing masing. Besok kita akan sangat sibuk!”

Semua lalu kembali Ke kamar masing-masing.

***

-KAMAR 013-

“Suzy-ah.. kau dicari myungsoo di taman” ucap hyo joo, teman sekamar suzy. Suzy mengangguk.

“Aku keluar sebentar ne?” Izin suzy. Mereka semua mengangguk.

“Gomawo hyo joo-ssi” ucap krystal setelah suzy keluar. Hyo joo hanya mengangguk tak paham. Ia heran kenapa krystal menyuruhnya berbicara begitu ke suzy. Hyo joo mengangkat bahu nya tak peduli lalu bergegas tidur.

Krystal mengeluarkan evil smirk nya lalu kemudian memejamkan matanya.

***

-TAMAN-

“Myungsoo-ah eoddiseo?” Ucap suzy sambil merapatkan jaket. Cuaca di desa guryong sangat dingin, di bawah nol derajat celcius. Ia menggosok-gosokkan kedua telapak tangannya dan menempelkannya ke pipi.

“ah~Oppa dimana?” Suzy melirik jam di ponsel.

“Jam sepuluh lewat lima menit” gumamnya. Ia merapatkan jaketnya lagi.

“Sebaiknya aku menelponnya” belum sempat suzy menekan nomor cepat untuk myungsoo, mulutnya sudah di sumpal oleh seseorang dengan menggunakan kain yang telah di beri obat bius. Detik kemudian, suzy pingsan.

Suzy hampir terjatuh namun di cegah oleh orang itu.

“Yeppo!” Gumam orang itu lalu membawa suzy pergi dari taman menuju tempat yang sepi.

***

“Suzy ke mana?” Tanya myungsoo kepada teman kamar suzy. Mereka menggeleng. Myungsoo berlari lagi mencari krystal.

“Kau tau kemana suzy?” Tanya myungsoo panik.

“Kau telepon saja dia” ucap krystal santai.

“TIDAK BISA! PONSELNYA MATI!” Teriak myungsoo frustasi. Ia lalu berlari menuju kamar jiyeon.

“Jiyeon-ah.. kau lihat suzy?” Tanyanya panik.

“Molla. Wae? Suzy waeyo?” Jiyeon ikut-ikutan panik. Myungsoo menjambak rambutnya frustasi.

“Kita harus memberitahukan ini kepada seongsaengnim” ujar jiyeon cepat.

“Ah..ne..ne” ucap myungsoo buru buru lalu berlari menuju kamar park seongsaengnim.

“seongsaengnim.. seongsaengnim buka!” Teriak myungsoo sembari menggedor-gedor pintu kamar park seongsaengnim.

“Ada apa myungsoo-ssi?” Tanya park seongsaengnim setelah membuka pintunya.

“Bae suzy hilang!” Serunya panik.

“Mwo?!” Pekiknya ikut panik.

“Bae suzy menghilang seongsaengnim! Kita harus mencarinya!” myungsoo semakin panik.

“Myungsoo-ssi. Sekarang masih jam 7. Murid lain masih mandi dan sebagainya. Kita tunggu saja sampai mereka semua selesai” ujar park seongsaengnim pelan.

“Tidak bisa! Ya sudah..biar aku saja yang cari” ucapnya lalu segera pergi dari hadapan guru itu.

“Yak! Myungsoo-ssi tunggu!”

“seongsaengnim..kemana myungsoo pergi? Aku melihatnya tadi kesini?” Tanya jiyeon ngos-ngosan yang baru saja sampai.

“Dia berlari ke sana. Dia ingin mencari suzy sendirian. Kau susul dia. Nanti aku dan murid murid lain menyusul kalian” ucap park seongsaengnim panik. Jiyeon mengangguk lalu segera berlari menyusul myungsoo.

‘Apa ini ada hubungannya dengan terror itu yah?’ Batin myungsoo sembari memanggil nama suzy berulang ulang.

Ia sekarang berada di dalam hutan yang dekat dari desa, karena ia tidak percaya kalau suzy berada di desa guryong yang sempit itu.

“Myungsoo-ah!!” Panggil jiyeon. Ia melangkah ke hutan. Ia kelihatan ragu memasuki hutan itu.

“SUZY!” Suara teriakan myungsoo membahana. Jiyeon mendengarnya dan bergegas masuk ke hutan.

“Myungsoo-ah!” teriak jiyeon. Jiyeon melirik ke kanan. Ia melihat myungsoo bersandar di pohon sambil terduduk dan tengah menundukkan kepalanya. Jiyeon lantas menghampirinya.

“Hosh..hosh.. myungsoo-ah..gwaenchana?” Tanya jiyeon kecapaian karena berlari terus.

Myungsoo tiba tiba menangis dan masih menundukkan kepalanya.

“Uljima..kita cari suzy lagi ne?” Ucap jiyeon pelan. Ia mengusap bahu myungsoo lembut.

“Aku sudah berjanji untuk menjaganya jiyeon-ah” ucapnya terisak.

“Uljima.. namja tidak boleh cengeng. Sangat memalukan” canda jiyeon. Myungsoo menatap jiyeon sebentar lalu ia memandang ke atas.

“Aku takut. Ia melakukan hal buruk pada suzy ku” ucap myungsoo parau. Jiyeon lalu terduduk bersandar pada pohon.

“Aku juga takut ia melakukan hal buruk pada sahabatku” Ia memerhatikan myungsoo sekarang.

“Jiyeon-ah..” ucap myungsoo pelan.

“Ne?”

Myungsoo nampak berfikir.

“Ah..ani. tidak jadi”

Jidat jiyeon mengkerut. Ia heran dengan tingkah myungsoo.

“Kkaja! Kita harus segera mencari suzy” ucap myungsoo lalu bangkit dari duduknya. Jiyeon mengangguk. Mereka kembali meneriakkan nama suzy.

***

-DI VILLA-

“Anak anak! Berhubung karena Bae suzy hilang. Kita akan mengubah jadwal kita. Hari ini kita akan mencari suzy dulu. Baru besok kita akan melakukan kegiatan amal. Jadi, jadwal kita 3 hari full!” Pesan park seongsaengnim kepada para muridnya. Mereka lalu bergegas berpencar mencari suzy.

***

“Annyeong bae suji?” Sapa seorang namja santai. Suzy tak dapat berbicara. Mulutnya di sumpal kain dan matanya di tutup oleh Kain. Tangan dan kakinya juga terikat. Ia terduduk di kursi dengan penuh ikatan dan berusaha berbicara. Namja itu lalu menghampiri suzy. Ia kasihan melihat keadaan suzy, lalu membuka penutup mulutnya.

“TOLONG!!!!!” suzy berteriak lantang setelah kain yang menutup mulutnya dilepas.

“Tenang bae suzy. Suaramu tidak berlaku di sini. Tidak ada orang di sini yang akan menolongmu” ucap namja itu lalu membelai pipi mulus suzy.

“YAK! SIAPA KAU! HENTIKAN!” airmata suzy berjatuhan

“Aku? Guess who?” namja itu tersenyum simpul. Ia menyeringai licik lalu menampar pipi bak porselen suzy keras.

Plakkk!

“Appo! hiks..hiks..” suzy berteriak kencang.

“Kau sangat cantik bae suzy. Tapi sayang sekali aku harus membunuhmu” namja itu membelai pipi suzy yang satu lagi.

Plakkk!

Ia menampar pipi suzy lagi.

“Appo!! Hiks..hikss..” tangis suzy pecah.

“Appo?” namja itu tertawa remeh.

“Jebal..jangan bunuh aku.. apa salahku padamu huh?!” Jerit suzy terisak.

“Banyak” ia mengelus rambut panjang suzy.

“Yang mana?! SEBUTKAN!” bentaknya.

“Banyak” namja itu lalu menarik rambut suzy.

“Saudaraku.. dia sangat dendam dengan keluargamu. Tuan bae..dia sangat licik dan kau..mengambil semua miliknya”

“Appo! Auww.. wae? Apa salah keluargaku?” Tanya suzy tak mengerti.

“Sudahlah..aku malas menceritakannya. Tugasku hanya menyiksamu saja” ucap namja itu santai lalu bergegas meninggalkan suzy di ruangan gelap itu.

Bruk!

Dia menutup pintu itu kencang.

‘Ya tuhan..apa salahku? Tolong bantu aku’

***

“Seongsaengnim. Suzy tidak ada di desa guryong. Kami sudah menanyakan warganya satu persatu” ucap salah satu murid.

“kalian coba cari ke hutan! Aku akan menghubungi polisi”

“Seongsaengnim. Kita akan memanggil polisi kalau suzy tidak diketemukan lebih dari 24 Jam” ujar jung ill suk.

“Oh iya aku lupa” park seongsaengnim menepuk pelan jidatnya, yang lain hanya menggeleng.

“Ya sudah. Aku akan ikut dengan kalian ke hutan. Kkaja!” Ujar park seongsaengnim.

***

“Suzy-ahh!!” Teriak jiyeon dan myungsoo. Teriakan mereka terhenti ketika melihat rumah kecil dekat jurang.

“Yaaa.. apakah kau berpikir hal yang sama denganku jiyeon-ah?” Ucap myungsoo. Jiyeon mengangguk. Mereka berjalan perlahan lahan menuju rumah itu. Jiyeon mengintip di balik jendela.

“Sepertinya tak ada orang” ujar
jiyeon.

“Kita masuk saja” myungsoo memutar kenop pintunya.

“Ah tidak terkunci”

Mereka memasuki rumah itu dengan langkah pelan.

“Rumah ini cukup luas dan banyak ruang rahasianya” ucap jiyeon sambil menyingkirkan sarang laba laba yang melekat di badannya.

“Dan berdebu..” lanjutnya jijik.

“Sepertinya tak ada orang di sini” ucap myungsoo lalu berjalan lebih dalam.

“Ini kan.. myungsoo-ah.. aku menemukan sesuatu!” Teriak jiyeon setelah menelusuri kamar paling dalam.

“Mwoya?”

“Ige.. ikat rambut suzy. Sepertinya seseorang telah masuk ke sini dan..” jiyeon lalu menutup mulut dan membulatkan matanya.

“Dan apa?!” Pekik myungsoo tak sabar.

“Mungkin orang itu menyiksa suzy sampai ikat rambutnya terlepas begini”

“HAHH SIAL!!!!” Myungsoo berteriak kencang.

“AKU AKAN MEMBUNUH ORANG ITU! HAHHHH!”

Mereka bergegas keluar dari rumah itu.

“Bagus. Mereka tak melihat kita” gumam seorang namja. Ia menyumpal mulut suzy.

“Untung di balik rak buku ini ada tempat rahasia. Hahaha kau memang hebat memilih tempat dongsaeng-ah”
Suzy menangis dengan mata masih tertutup kain.

‘Oppa..jiyeon-ah..tolong aku!’ Batinnya.

***

Di tempat lain..

“Chagi-ah eomma dan appa sudah pulang..” ucap wanita paruh baya itu lantang setelah memasuki rumah supermewah itu.

“Dia tidak ada di rumah Bu. Dia ada di desa guryong. Katanya, sekolahnya mengadakan acara amal dan pembukaan ujian akhir sekolah” tutur pembantu rumah suzy.

“Oh. Aku sangat rindu padanya Bi” ucap eomma suzy lalu bergegas ke kamarnya.

“Angkat barang barang ini” pinta appa suzy lalu menyusul istrinya ke kamar.

“Tuan.. ada bingkisan yang di taruh di depan pagar” ucap tukang kebun suzy berdialek busan.

“Ne? Dari siapa?” Tanya appa suzy heran. Ia sangat lelah saat ini karena baru saja tiba.

“Mollayo tuan” tukang kebun itu bergegas pergi. Appa suzy yang kecapaian hanya menaruh bingkisan itu di sudut dan naik ke ranjangnya untuk tidur.

***

“Jonghyun-ah.. kenapa kau memiliki foto suzy huh?” Ucap onew yang merupakan hyung dari jonghyun. Nama aslinya lee jinki. Ia menyerahkan selembar foto seorang yeoja yang tengah tersenyum.

“Suzy? kau kenal yeoja ini?” Tanya jonghyun sambil menunjuk foto itu. Jinki mengangguk.

“dia siapamu eoh?” Tanya jonghyun heran.

“Dia adalah..”

-COMING SOON TERROR PART 5-

TBC

Anyyeong readerdul. Aduh.. memalukan sekali cerita ini. Mianhae kalau ceritanya semakin ‘ah sudahlah’. Eotthae? Konfliknya udah banyak belum? Kurang banget vir.. okesipp. Mianhae readers, mgkin part 5 bakal lebih banyak lagi. Hahahah mianhae mianhae mianhae karena tak ada manusia yang sempurna, right? Kritik dan saran sangat di terima but no bash. So, still RCL untuk melanjutkan FF ini
Ghamsahamnida~BOW

75 thoughts on “FF TERROR PART 4

  1. bener kan kalo yang keluar dari penjara itu kangjun, haha
    oalah jadi ternyata selama ini yang nerror suzy itu soojung -_-

  2. jadi semua itu ulah krystal? kejadian 2 tahun lalu tuh apa ya? masih misteri,
    sebenernya apa kesalahan kluarga suzy ke krystal?? uh dia psyco banget ya? huft kenapa kangjun nurut banget sih ke krystal😦 kayanya masih ada cast yang belum keluar deh

  3. Jinjaaa!!! Krystal, ketahuan kau…. Huhh memang apa ya salah keluarga suzy dan suzy?
    Myung spt nya memang bener2 sudah tau siapa dalangnya, tp knapa dia gak bilang dan malah terkesan menutupi gitu?? Aikhh, myung, kau gak terlibat kaaannn???
    Emm, castnya makin tambah ya makin kesini.. Hoho jjang!! Semakin semangat saya bacanya..

Tinggalkan Balasan Anda, Dear

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s