FF TERROR PART 5

image

Title: TERROR

Author: @vhyra_pabbo

Genre: Mystery, Romance, School Life, Sad, etc.

Main Cast: Bae Suzy, Kim Myungsoo, Choi Minho

Sub Cast: Lee Jinki, Lee Taemin, Kim Jonghyun, Kim Kibum, Park Jiyeon, Krystal Jung, Yoo Seungho, Kangjun C-clown, OC’s

Length: Chaptered

Warning: Ini adalah cerita yang saya buat murni dari pikiran saya. Cerita ini hanya fiktif belaka. kalau ada
kesamaan tokoh, tempat, dan cerita itu merupakan bukan kesengajaan.
Ghamsahamnida~ Bow

Happy Reading!

***

Previous part:

“Jonghyun-ah.. kenapa kau memiliki foto suzy huh?” Ucap onew yang merupakan hyung dari jonghyun. Nama aslinya lee jinki. Ia menyerahkan selembar foto seorang yeoja yang tengah tersenyum.

“Suzy? kau kenal yeoja ini?” tanya
jonghyun sambil menunjuk foto itu. Jinki mengangguk.

“dia siapamu eoh?” Tanya jonghyun heran.

“Dia adalah..

***PART 5***

“Dia adalah yeojachingu temanku” ujar onew.

“Nugu?”

“Kim myungsoo, dia teman satu club ku”

“club apa?”

“club fotografi. Dia sangat pandai memotret. Dan kau tau.. isi kameranya kebanyakan foto bae suzy itu” tutur onew. Jonghyun tampak berpikir.

‘Ah~Aku tak peduli dengan myungsoo itu. Yang penting aku bisa membantu kangjun hyung’ batinnya.

“Oh iya aku sampai lupa. Aku mau tanya, kenapa foto suzy ada padamu?” Tanya onew curiga.

“Ngg..itu..itu hyung.. aku di suruh temanku untuk menculiknya” ujar jonghyun jujur. Jonghyun paling tidak bisa berbohong, apalagi sama hyung nya, sepupu tercintanya yang tinggal bersamanya sekarang.

“Mwo?! Menculiknya? Yak apa yang kau lakukan huh?” Pekik onew seraya menjitak kepala adiknya itu.

“Appo hyung! Mianhae..” ucapnya lirih.

“Yak! Apa saja yang telah kau lakukan padanya huh?”

“aku hanya di suruh menculiknya. Hanya itu” jelas jonghyun polos.

“Yah ampun!” Onew menggeleng pasrah.

“Aku ingatkan padamu jonghyun-ah.. kau jangan berbuat itu lagi ne?” Jonghyun mengangguk seperti anak SD yang tengah dimarahi.

“Kau jauhi saja si kangjun itu. Dia tidak baik bagi pergaulanmu” onew menceramahi adiknya yang bodoh itu. Jonghyun memang memiliki kepribadian ganda. Ia terkadang menjadi pria sejati namun terkadang menjadi seperti anak SD yang baru belajar berhitung. Onew kadangkala stress melihat tingkah adiknya yang sedikit gila itu.

“Tapi hyung.. dia sahabatku..”

“Pokoknya tidak boleh! Dia itu nappeun namja!” Pekik onew kesal.

“Kheundae kheundae kheundae..”

“hushhhhh.. pokoknya tidak boleh!” Bentak onew.

Ia segera pergi dari hadapan jonghyun.

“Hyung!” Teriak jonghyun. Onew menutup kedua kupingnya.

“Namdoengsaeng pabboya!” Umpat onew lalu masuk ke kamarnya.

“Hyung!”

“JANGAN GANGGU AKU!” jonghyun terdiam. Onew paling benci kalau pribadi anak SD jonghyun keluar. Ia lebih baik menghindar. Lebih baik.

***

“Bae suzy.. permainan akan kita mulai sekarang!” seru kangjun. Ia lalu membuka penutup yang menyumpal mulut suzy dan membuka penutup wajah suzy. Kangjun mengeluarkan sebilah pisau kecil yang sama tajamnya dengan silet. Suzy membulatkan matanya.

“Kau mau apa huh?” Tanya suzy gugup.

“Aku? Aku akan melakukan experiment terhadap kulit mulusmu ini bae suzy” jawab kangjun santai seraya membelai pipi suzy.

“YAK! HENTIKAN! KUMOHON!” teriak suzy. Airmatanya mengalir deras.

Syattt..

Pisau itu sukses melukai pipi suzy. Ada darah yang mengalir.

“Aaaaa!!!! Appo! Eomma!”

“Appo? Aku hanya mengiris sedikit. Sayatannya tidak lebih dari 3 cm” ujar kangjun remeh.

“Kangjun-ssi.. kumohon bebaskan aku..kumohon..” ucap suzy memelas. Ia beruraikan air mata.

“Ani. Aku akan melepaskan setelah kau-” ucap kangjun seraya memberi kode mengiris leher dengan jari telunjuknya.

“ANDWAE! ANDWAE!”

“Yaa… kau tau namaku huh?”

“kau orang yang hampir membunuh appaku kan?”

“Bagus kalau kau tau. Karena appamu sulit di bunuh, maka putrinya tak masalah” ujarnya santai.

Ia kembali memainkan pisau itu di leher jenjang suzy. Ia sedikit menyayat leher suzy

“APPO! APPO!” kangjun menjilat darah suzy yang yang menempel di pisau itu.

“Mmm..manis” kangjun lalu tertawa kecil.

“A!!!!” Teriak suzy lagi setelah kangjun mengiris punggung tangannya. Kangjun mengambil tangan suzy dan menjilat darahnya lagi.

“KAU SUNGGUH MENJIJIKAN! NAPPEUN!” Kangjun hanya tertawa kecil. Tiba tiba ia menghentikan aksinya.

“Kau rupanya ingin langsung ke permainan inti” ucap kangjun lalu mengeluarkan sebilah pisau yang lebih besar dan tajam.

“ANDWAE!” suzy berteriak kencang. Tangisnya tak henti henti. Kangjun mengeluarkan evil smirk nya.

“Kau diamlah! Agar prosesnya mudah. Bagaimana huh?” Ucap kangjun sembari mengasah pisaunya.

“KUMOHON KANGJUN-SSI.. SELAMATKANLAH AKU! AKU AKAN MEMBERIKAN UANG BERAPAPUN YANG KAU MAU!” Teriaknya dengan beruraian air mata.

“Uang? Aku tak butuh uangmu gadis kecil” ucap kangjun remeh dan masih mempertajam pisaunya.

“Ak..aku..aku..” suzy gagap. Air matanya masih mengalir dan kini terisak.

“Kalau kau bisa mengembalikan appaku dan eommaku maka tak jadi masalah” kangjun menatap suzy tajam.

“Ak..aku..aku tidak mungkin bisa..HAHHHH!!!” ucapnya lalu berteriak kencang. Ia mengguncangkan tubuhnya hingga kursinya terjatuh bersama dengan tubuhnya.

“YAH SUDAH! BUNUH SAJA AKU AGAR SEMUA SELESAI! JANGAN PERNAH GANGGU HIDUP KELUARGAKU LAGI!” Teriak suzy lantang. Kangjun terdiam. Ia menatap suzy yang terjatuh di lantai dan menatapnya intens. Ia lalu menghampiri suzy.

Ia manatap mata suzy sendu. Suzy menatap kangjun dengan airmata bercucuran. Mereka saling bertukar pandang.

Cup..

“YAK! APA YANG KAU LAKUKAN EOH? BUNUH SAJA AKU SEGERA!”

“Manis..” gumam kangjun santai. Ia lalu membuka semua tali yang melekat pada tubuh suzy. Suzy perlahan berhenti menangis dan malah memandang kangjun bingung.

“Apa yang-”

“Kalau kau sudah ketemu dengan orang orang.. kau bilanglah kalau kau terjatuh karena tersandung” pesan kangjun sambil melepas satu persatu tali yang mengikat suzy.

“yaaa..kau tidak membu-”

“Pergilah.. kalau kau sampai tertangkap lagi..aku tak akan melepaskanmu lagi” ucap kangjun tanpa menoleh pada suzy. Suzy membulatkan matanya tak percaya.

“Gha..ghamsahamnida kangjun-ssi..” ucap suzy terbata bata. Ia menangis terharu sekarang.

“PERGILAH! SEKARANG!”

“n-ne..ne.. ghamsahamnida..!” Teriak suzy setelah berada di luar rumah lalu segera berlari dari kawasan itu.

Kangjun hanya melamun.

“Akhh! Sial!” Teriak kangjun sembari meremas rambutnya.

***

Drrrt..

From: krys
Dia sudah mati?

Drrrtt..

Krystal membaca pesannya.

From: jun oppa
Belum. Dia kabur

Krystal membulatkan matanya

“MWO?!” Krystal sontak menutup mulutnya dan melihat ke segala arah.

“Jwoseunghamnida..” ucapnya pada orang orang yang tengah memandanginya. Krystal terlihat geram. Ia lalu menekan kasar tombol ponselnya.

“Kangjun-ah.. apa yang kau lakukan sehingga dia bisa kabur eoh?” bisik krystal.

“Aku mengantuk dan tertidur sampai ia meloloskan diri” jawab kangjun santai.

“Yak!” Pekik krystal. Orang orang tengah memandanginya sekarang.

“Jwoseunghamnida..” ucapnya lagi sambil membungkukkan kepalanya ringan.

Ia lalu mematikan telpon kangjun kesal kemudian melanjutkan mencari suzy bersama yang lainnya.

***

“SUZY!” teriak myungsoo dan jiyeon. Mereka kelelahan. Mereka lalu duduk bersandar di bawah pohon. Myungsoo melirik jam tangannya. 12.10 siang.

“Hosh..hosh..”

“Suara siapa itu?” Gumam jiyeon. Ia mengedarkan pandangannya keseluruh arah.

“SUZY!” pekik jiyeon. Myungsoo yang tersadar lalu membulatkan matanya.

“Apa kau bilang?”

“itu.. suzy kan?” jiyeon menunjuk ke arah pohon besar.

Di sana terdapat seorang yeoja yang tengah bersandar. Tanpa ba bi bu myungsoo lalu berlari menghampiri suzy. Jiyeon menyusulnya.

“Chagi-ah.. gwaenchana?” Sembur myungsoo. Ia memegang wajah suzy dengan kedua tangannya. Jiyeon mengangguk. Ia memperhatikan suzy dari ujung kaki sampai ujung rambut.

“Gwaenchana..” ucap suzy pelan. Matanya kelihatan sangat sembab.

“Yaaa! Apanya yang tidak apa apa. Kau terluka begini dan matamu..aish.. kau habis menangis eoh?” Sembur jiyeon seperti ahjumma ahjumma. Suzy menggeleng cepat.

Myungsoo lalu mengalihkan tatapannya pada luka luka suzy.

“Siapa yang melakukan ini?” Tanyanya kepada suzy tak sabar.

“Gwaenchana..” suzy tersenyum pahit.

“YAK! SIAPA YANG MELAKUKAN INI EOH?” bentaknya.

“Aku habis di buruh hewan buas dan aku terjatuh. Hihihi lalu terkena ranting berduri yang tajam” ujar suzy berbohong. Ia tertawa kecil berusaha menyembunyikan ketakutannya.

“Jjinjja? Gotjimmal..” ucap myungsoo tak percaya. Ia memicingkan matanya. Jiyeon ikut-ikutan memicingkan matanya.

“Yaaa.. aku serius..untuk apa aku berbohong” ucap suzy gugup. Jiyeon lalu mengeluarkan sesuatu dari kantongnya.

“Lalu ini apa eoh?” Tanya jiyeon seraya memperlihatkan sebuah ikat rambut ke depan wajah suzy.

“Ige mwoya?” Tanya suzy bertambah gugup.

“Ini ikat rambutmu kan?” Selidik jiyeon.

“Aniyo. Yaaa..ikat rambut begini sangat banyak di jual” ujar suzy berusaha tenang.

“Jeongmal?” Jiyeon masih menyelidik.

“yaa.. untuk apa aku berbohong” suzy membela diri.

“Kheun-”

“sudahlah jiyeon-ah.. aku percaya pada suzy” sela myungsoo. Ia lalu membelakangi suzy sambil berjongkok.

“Naiklah ke punggungku..aku akan menggendongmu” tanpa kata lagi, suzy melesat naik. Ia menjulurkan lidahnya ke jiyeon. Jiyeon meniup poninya kesal.

‘Aku tau kau sedang berbohong suzy-ah’ batin jiyeon lalu segera menyusul mereka berdua.

***

“Seonsaengnim! Bae suzy sudah di temukan!” Teriak salah seorang murid yang mendapatkan sms dari jiyeon.

“Syukurlah..”

“SEMUA KEMBALI KE VILLA!”

Atas pintah Park Seongsaengnim semua bergegas kembali ke villa.

***

-VILLA-

“Suzy-ssi..obati luka lukamu dulu. Setelah itu kau beristirahatlah” ucap park seongsaengnim sembari memberikan kotak P3K kepada suzy.

“Ne seongsaengnim. Ghamsahamnida” ucapnya lalu mengambil kotak itu.

“Sini..biar aku yang mengobatimu” myungsoo langsung merampas kotak P3K itu. Suzy tersenyum.

“Gomawo..” myungsoo mengangguk. Ia tengah sibuk mengolesi luka suzy dengan obat.

“Appo?” Tanya myungsoo ketika mendengar suzy meringis.

“Sedikit..” myungsoo lalu melanjutkan mengobati luka suzy. Sementara jiyeon masih kalut dengan fikirannya.

‘Aku memang bodoh. Tapi aku tau ada yang tidak beres dengan suzy’ batinnya sambil memandang suzy intens.

Di balik tembok, krystal mengintip momen mereka sambil mengepalkan tangan.

“Sial!” Gumamnya pelan. Ia segera berlalu dari tempat itu.

“Aku tak membutuhkanmu oppa!” seru krystal.

“Wae?”

“Kau tak bisa diandalkan. Masa tikus kecil begitu saja bisa kabur” ucapnya kesal.

“Gheurae.. kau akan melakukannya lagi?”

“Ne. Aku akan suruh orang orangku untuk mengatasinya. Walaupun aku harus membayar. Asalkan dendamku terbalaskan” ucapnya panjang lebar lalu menutup telepon itu sepihak.

“Yak!” Pekik kangjun.

‘Semoga kau tidak tertangkap lagi bae suzy’ batin kangjun.

“Yaaa apa yang aku pikirkan eoh?” Tanya kangjun pada dirinya sendiri.

***

“ANAK-ANAK! DENGAN INI, SAYA PARK SHI HOO.. MENGUMUMKAN BAHWA MINGGU DEPAN UJIAN AKHIR SEKOLAH AKAN DIMULAI. MAKA MALAM INI MARILAH KITA BERSENANG-SENANG UNTUK MENGHILANGKAN SEDIKIT PENAT SELAMA DI SINI. GHAMSAHAMNIDA. MARI KITA BERSULANG” teriak park seongsaengnim.

“tapi bagi kalian di bawah umur, jangan coba coba minum yang beralkohol. Hahaha” tambahnya lalu turun dari mimbar dan ikut berpesta dengan para murid.

Mereka sengaja memesan sebuah gedung mewah yang agak jauh dari desa guryong untuk berpesta. Menghilangkan penat agar ujian nanti otak menjadi fresh. Guru lain dan koleganya juga di undang.

“Bersulang..” ucap jiyeon. Ia sedikit mabuk karena diam diam mengambil wine park seongsaengnim.

“Jiyeon-ah.. kau jangan banyak minum. Park seongsaengnim melarang kita” ujar suzy cemas.

Ia mengambil gelas jiyeon. Myungsoo terus memandangi suzy. Ia tak ingin suzy menghilang lagi.

“Kau cobalah suzy. Jarang jarang kita bisa menikmati wine kan?” bisik jiyeon. Pipinya memerah. Jiyeon hendak mengambil segelas wine lagi namun di tahan oleh seungho.

“Ikut aku..” ucap seungho lalu menarik jiyeon keluar dari keramaian. Suzy terkikik.

“Kau mau minum ini?” Tanya myungsoo menawarkan segelas wine sambil tersenyum.

“Baiklah kalau kau memaksa” mereka berdua tertawa. Lalu bersulang dan meneguk minuman itu sekali teguk.

“Dansa?” Tawar myungsoo, lalu tanpa persetujuan langsung menarik suzy ke tengah tengah. Suzy menggoyangkan badannya ke kiri dan ke kanan. Mereka sangat menikmati dansa Klasik mereka. Wajah myungsoo lalu mendekat ke wajah suzy. 5 centi, 4 centi..

Lampu tiba-tiba padam. Semua berteriak histeris. Jiyeon dan seungho yang tengah asyik berciuman juga kaget.

Myungsoo menggenggam tangan suzy erat. Setelah 30 detik, lampu kembali menyala.

“Suzy-ah gwae-” myungsoo tersentak dan langsung melepaskan pegangan krystal.

“yaa..kemana suzy? Tadi aku memegangnya” Ucap myungsoo panik.

“Mollayo..” jawab krystal manja. Ia lalu menyandarkan kepalanya ke bahu myungsoo. Myungsoo melepasnya paksa dan memilih berlari mencari suzy pada kerumunan orang yang tengah berdansa. Krystal menyeringai licik.

‘Cari sebisamu myungsoo-ah. Kalau kau bisa. Hahaha” batinnya sambil meneguk segelas wine dan tersenyum penuh kemenangan.

***

“SUZY! EODDISEO?”

Teriak myungsoo. Ia membuka semua pintu kamar mandi. Namun, tak ada tanda tanda suzy muncul. Ia berteriak frustasi kini.

“SIAL! KAU HYUNG!” teriaknya kesal lalu meninju tembok. Ia jatuh terduduk sambil menangis pelan.

“Aku tidak mau membantumu meneror suzy lagi hyung” ucap myungsoo pelan.

“Wae? Kau mau suzy mati huh?” Ancam key

“Terserah kau hyung.. aku akan melindunginya darimu. kalau kau membununya itu berarti membunuhku juga” tajam myungsoo.

“Yaa.. kau juga seharusnya dendam kepadanya. Karena dia, eomma mati mengenaskan” ujar key menekankan setiap katanya.

“ANDWAE! ITU TAKDIR HYUNG! ITU SUDAH TAKDIR! KAU RELAKAN SAJA EOMMA!” teriak myungsoo emosi.

“YAK! APA YANG KAU KATAKAN HUH?”

“DENGAR HYUNG! AKU BERSEDIA MENARUH KERTAS DARAH ITU. AKU BERSEDIA MENARUH BONEKA ITU. AKU JUGA BERSEDIA MENARUH KERTAS USANG ITU DI BAWAH LACINYA. SEKARANG SUDAH CUKUP! AKU TAK MAU LAGI! AKU TAK AKAN TERPENGARUH LAGI DENGAN ANCAMANMU HYUNG!” teriak myungsoo. Emosinya meletup letup. Ia terengah engah kehabisan nafas. Key terdiam.

“AKU AKAN MENJAGANYA DARIMU ATAU DARI SIAPAPUN ITU!” Bentak myungsoo lagi lalu keluar dari rumah.

Myungsoo menghapus airmatanya lalu menekan nomor key.

“Yeobo..”

“tidak usah basa basi hyung. Sekarang beritahu aku di mana kau membawa suzy” potong myungsoo berusaha tenang.

“Apa maksudmu?”

“Yak! KAU MEMBAWA SUZY KEMANA HYUNG?” bentak myungsoo.

“Yak! Apa yang kau bicarakan? aku tak mengerti. Apa maksudmu aku membawa suzy?”

“Gotjimal.. jangan pura pura polos hyung. Beritahu aku!”

“Yak! Aku tau kau membenciku karena aku mau balas dendam padanya. Kheundae, sekarang aku sudah sadar myungsoo-ah. Aku sadar kalau aku tak boleh merusak kebahagiaan adikku sendiri. Cukup eomma” ujar key panjang lebar. Myungsoo tersentak. Ia merasa sangat terpukul. Ia kembali menangis.

“Mian..” myungsoo lalu memutuskan teleponnya. Ia menghapus airmatanya lalu kembali mencari suzy.

***

“Yak lepaskan aku! Kau siapa?” Bentak suzy. Ia tengah berada di dalam mobil. Tangan dan kakinya di ikat. Ponselnya sedari tadi bergetar terus.

“Kau tak perlu tahu kami. Kau hanya perlu berdoa gadis manis. Hahaha” sahut seorang namja berperawakan seperti penjahat kepada temannya yang tak jauh berbeda dengannya.

“Aku akan dibawa kemana huh?”

“Ke taman surga. Hahahaha” jawab kedua orang namja itu seraya tertawa puas. Suzy mendengus kesal. Ia kelihatan pasrah.

“Cha.. kita sampai” ucap penjahat itu. Penjahat yang satunya menggendong suzy masuk ke dalam rumah.

“Kita istirahat saja dulu hyung. Besok baru kita selesaikan”

“Ne. Mmm gadis manis.. kau tidak takut kalau kami tinggal kan? Hahaha” suzy membuang mukanya.

Bruk! pintu terkunci.

Suzy melempar ponselnya ke lantai lalu menekan nomor myungsoo menggunakan kakinya yang terikat dengan susah payah.

Maaf..pulsa anda tidak mencukupi untuk melakukan panggilan ini

“Sial!” Umpatnya. Ia pasrah sekarang. Ia lalu mengalihkan pandangannya ke langit langit.

“Eomma.. appa.. myungsoo oppa.. jiyeon-ah.. minho oppa.. saranghaeo..” ucapnya lirih.

Drrtt..drrtt..

Suzy menoleh

Ponselnya bergetar

“Syukurlah” ucapnya girang. Ia berusaha menekan tombol tersambung menggunakan kakinya lalu me-loadspaker ponselnya.

“Yeoboseyo suzy-ah..”

“minho oppa!” pekik suzy.

“Suzy-ah.. kemana saja kau ini. Pesanku tak pernah kau balas. Telponku tak pernah kau-“

“OPPA TOLONG AKU!” Teriak suzy menyela ucapan minho.

“Mwo? Gwaenchana?” minho memanik.

“TOLONG AKU MINHO-AH! AKU DICULIK!” teriaknya lagi sambil terisak.

“Kau dimana sekarang?!” Tanya minho panik.

“AKU.. TAK TAU!”

“Ciri cirinya saja.. cepat!”

“Dekat gunung. Mungkin sekitar hutan guryong. OPPA TOLONG AKU SEKARANG!” teriaknya lagi.

Titt..

telponnya mati. Ponselnya di injak oleh penjahat itu

“Apa yang kau lakukan eoh?” Ucapnya remeh. Suzy kaget dan ketakutan.

“Kau mau eksekusimu di percepat eoh?” Tanya namja yang satunya lagi.

“Ani. Mianhe..” suzy menangis.

“Menangislah. Menangislah karena mungkin besok kau tak akan bisa menangis lagi. Hahaha” kedua namja itu meninggalkan ruangan itu sambil tertawa.

‘Aku sudah tak punya harapan lagi’ batinnya sembari memandang ponselnya yang hancur. Tak lama kemudian, ia menangis terisak.

***

“Jiyeon-ah bantu aku!” Seru myungsoo ngos-ngosan karena berlari mencari jiyeon di taman. Jiyeon tengah bersama seungho.

“Wae gheurae? Meoshun iriya?” Tanya jiyeon yang mendapat anggukan dari seungho.

“Hosh..hosh.. bae suzy hilang lagi!” Pekiknya dengan nafas yang masih memburu.

“Tenangkanlah pikiranmu dulu. Aku akan ke mimbar mengumumkan ini” ucap jiyeon lalu berlari ke dalam gedung. Seungho mencoba menenangkan myungsoo.

Myungsoo terlihat melirik jam tangannya beberapa kali dengan wajah kalut.

“tenanglah kawan. Dia pasti ditemukan” ucap seungho sambil mengusap punggung myungsoo.

“Bagaimana aku bisa tenang kalau dia hilang sudah dua kali! Dan lagi, ini sudah jam 12. Aku tak bisa kalau begini” ujarnya panik.

***

-RUANG PESTA-

“HARAP PERHATIANNYA!” teriak jiyeon. Semua mata lalu tertuju padanya.

“BAE SUZY.. HILANG LAGI. DIMOHON BANTUAN DAN KERJASAMANYA. GHAMSAHAMNIDA” ucapnya singkat lalu bergegas turun dari mimbar. Semua berbisik bisik dan memandang jiyeon aneh.

“Mungkin saja dia hanya cari sensasi guys” ujar krystal santai. Semua tampak berpikir.

“Lanjutkan saja pestanya. Ayo bersulang!” Teriak krystal sambil mengangkat segelas wine. Menyakitkan, yang lain malah menimpali. Mata jiyeon membulat sempurna.

“MWO?! YAK! TEMAN KALIAN DALAM BAHAYA DAN KALIAN DENGAN ENAKNYA BERPESTA DI SINI HUH?” pekik jiyeon kesal namun tak ada yang menggubrisnya. Ia lalu memberitahukannya pada park seongsaengnim namun lagi lagi tak digubris karena park seongsaengnim sudah sangat mabuk. Bicaranya ngawur. Terpaksa jiyeon meninggalkannya dan kembali ke taman.

“Eottokhae? Tak ada yang menghiraukanku!” Pekik jiyeon dengan mata berkaca kaca.

“Yak! Wae?!” Pekik myungsoo.

“Semua sudah mabuk” ucap jiyeon pasrah.

“Kalau begitu tunggu apalagi. Kita cari sendiri” usul myungsoo. Jiyeon nampak berpikir.

“Dengan menggunakan gaun ini?” Tanyanya tak percaya.

“Yak! Kita ke villa dulu baru kita mencari suzy pabbo!” seungho menjitak kepala jiyeon. Jiyeon mengerucutkan bibirnya.

“Kkaja!” Seru myungsoo.

***

-HUTAN-

“Di sini sangat menakutkan” gumam jiyeon sambil merapatkan badannya pada seungho.seungho terkikik. Mereka tengah berada di hutan dekat desa guryong. Mereka yakin suzy berada di sana. Lagi.

Mereka menyinari sebuah rumah dengan senter.

“Ini..rumah yang waktu itu kan?” Ucap jiyeon. Myungsoo mengangguk. Seungho membulatkan matanya bingung.

“Aku rasa dia tidak ada di sini. Liat saja..seperti tak berpenghuni” ucap jiyeon sinis namun myungsoo mengacuhkannya dan memilih masuk ke dalam. Jiyeon mengangguk pasrah lalu mengikuti myungsoo.
Seungho yang tak tau apa apa hanya bisa pasrah.

“Wah.. rumahnya keren! Banyak tempat rahasianya” ujar seungho takjub. Jiyeon hanya menggeleng pelan.

“Sepertinya dia memang tak ada disini” myungsoo jatuh terduduk dan membenamkan kepalanya pada kedua lututnya.

“Yak myungsoo-ah.. kau terlihat seperti anak kecil. Memalukan sekali” ujar jiyeon sambil berusaha membangkitkan myungsoo.

“Aku gagal..” gumam myungsoo. Ia menangis masih dengan posisi tadi.

“Inikah kim myungsoo yang terkenal cool itu? Mana image ice prince mu sekarang huh? Memalukan!” Kata seungho sarkatis. Jiyeon menyikut lengan seungho. Seungho membulatkan matanya tak bersalah.

“Aku memang sudah gagal”

“yah..kau sudah gagal mempertahankan gelarmu itu” tambah seungho. Jiyeon menggeleng pasrah.

“Aku gagal menjaga suzy pabbo!” seru myungsoo tetap pada posisi itu. Jiyeon yang tak tahan lalu menarik myungsoo keluar dari rumah itu. Setelah bersusah payah, akhirnya mereka nisa keluar dengan menariknya paksa. Myungsoo bangkit dari posisinya lalu menyandar pada pohon.

“Tingkahmu kekanak kanakan!” Cela jiyeon. Myungsoo tak bergeming. Matanya kosong.

“Yak! Myungsoo-ah! Sadarlah! Ayo kita cari suzy lagi! Sampai ketemu!” Pekik jiyeon kesal.

“Besok kita lanjutkan! Kkaja kita pulang. Kalian pasti sudah sangat lelah. Aku memang egois!” Ucap myungsoo lalu berjalan mendahului mereka berdua.

Jiyeon dan seungho saling bertukar pandang. Mereka menaikkan bahu bingung lalu segera menyusul myungsoo.

***

Cahaya matahari masuk dari sela sela ventilasi. Suzy terbangun dari mimpinya. Matanya bengkak dengan tangan dan kaki yang masih terikat. Ia tengah pasrah.

Suzy tersenyum.

“Selamat pagi..” ucapnya bermonolog lirih.

“Selamat pagi juga cantik” sahut seorang namja yang tidak lain adalah penjahat itu. Suzy membuang muka.

“Kau sudah siap huh?” Tanyanya dengan evil smirk. Teman yang satunya lagi baru datang dengan membawa sarapan.

“Kau ingin makan dulu apa langsung eksekusi?” Tanyaya remeh. Suzy makin membuang muka.

“Bagaimana kalau kita bermain main dulu lee?” Usulnya pada temannya yang membawa makanan.

“Bagus juga idemu. Nona jung juga bilang kita bisa melakukan apa saja sebelum dia dibunuh agar dia lebih tersiksa”

Suzy menoleh cepat.

‘Nona jung?’ Batinnya.

“Ayo kita mulai permainanya” ucap kedua namja itu.

“Pertama tama kita apakan dia, lee?” Namja itu berbalik menatap temannya yang bernama lee.

“Sini biar aku yang kerjakan. Kau makanlah dulu hyung” ucapnya lalu meletakkan nampan berisi makanan.

***

Di tempat lain, waktu yang sama

“Yoebo.. ige mwoya?” Tanya kang haneul—eomma suzy—kepada suaminya.

“Oh..itu bingkisan yang ditemukan pak jungrok di dekat pagar” ujar bae sungjae. Kening kang haneul mengerut

“Aku buka ne?” Bae sungjae hanya mengangguk.

Srett…sitt

“I..ige.. su..suzy-ah..” Ucap kang haneul terbata bata. Matanya membelalak setelah melihat foto foto seorang gadis yang di ikat, mata dan mulutnya juga disumpal. Appa suzy terlihat geram seraya mengepalkan tangannya.

“Yak! Siapa yang berani berbuat seperti ini kepada kita!” Pekiknya kesal. Ia mengambil kertas yang berada antara tumpukkan foto.

Anakmu neomu yeppo. Semoga appanya tidak menangis kalau terjadi sesuatu padanya

bae sungjae meremas kertas itu lalu melemparnya. Ia menekan beberapa digit hendak menghubungi suzy.

Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau..

“Argghhh… jjinjja..siapa yang melakukan ini huh?” Teriaknya frustasi. Kang haneul berusaha menenangkan suaminya. Tiba-tiba dada bae sungjae terasa amat sakit.

“Omo! Jantungnya kumat!” Seru kang haneul panik. Tanpa basa basi lagi ia segera membawanya ke rumah sakit.

***

Namja itu mengeluarkan sebilah pisau lipat kecil. Ia mengarahkannya pada wajah suzy. Suzy terlihat ketakutan dan pasrah. Ia mengiris pipi suzy yang baru kemarin sembuh karena disayat juga.

Syett..

lukanya terbuka lagi. Suzy meringis dan berusaha tidak menangis.

‘Aku tidak ingin menangis. Tak boleh. Aku tak lemah!’ Batinnya. Namja yang satunya hanya tertawa sambil memakan sarapannya. Penjahat yang hendak menyayat wajah suzy lagi seketika terhenti tatkala terdengar suara asing dari ambang pintu.

“Tunggu!” Teriak seseorang yang berdiri angkuh di ambang pintu. Ia lalu berjalan masuk.

“Neo..” suzy membulatkan matanya.

-COMING SOON PART 6-

TBC

Annyeong readers. Pertama tama aku mau ngucapin thanks buat readers yang udah mau membaca FF super aneh ini dan terutama bagi yang komen. Makasih banget. Kalian membuat aku semangat lanjutin FF ini. Mianhae kalau aku gak balas satu satu (walaupun sedikit yang komen) tapi aku sangat menghargai kalian. mianhae juga karena ceritanya tak sesuai harapan dan makin ngebosenin aja hahaha. Aku tau FF ini sangat jauh dari sempurna jadi kritik dan saran selalu diterima but no bash. Sorry for typos. One more I say thanks for real readers. Don’t forget to leave your comment if you wanna continue this FF. GHAMSAHAMNIDA~BOW

79 thoughts on “FF TERROR PART 5

  1. Aku kok ngakak ya pas bagian onew sama jonghyun oppa kekekeke
    Duh kan kenapa banyak banget ya dendam sih , itu siapa yang dateng minho oppa atau taemin oppa #eh

  2. Hohohohho…jadi yg kasih surat teror itu key tp nyuruh myungsooo…hei gak ketebak thor…daebak…soojung baru beraksi stlh kangjun keluar dr penjara….
    Masih penasaran dendam apa yg disimpan soojung…myungsoo ayo cepet cari suzy…semoga minho cepet nemuin suzy

  3. oh awalnya myungsoo, tapi karna key yang nyuruh. haduh perasaan banyak banget yang dendam sama keluarga suzy.

  4. aigoo jonghyun sama onew lucu marahannya hahaha
    uh pantes aja d awal myung ikut mencurigakan ternyata emang dia ikut neror suzy,.
    ah kangjun jatuh hati sama suzy huh?? eiysh krystal nappeun yeoja..
    deng deng deng siapa itu yg dateng? aduh thor kenapa kata TBC nyempil disitu… lngsung kabur ke next part😉

  5. Bener tebakan gue, kalau yang neror Suzy pasti myung, oooh dan yag bilang tunggu, pazti kpaztin,karna kalalu minho a5au myung bakal langsung dihajar, kalau krys? Gak peduli dia mah😌

Tinggalkan Balasan Anda, Dear

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s