FF TERROR PART 7

image

Title: TERROR

Author: @vhyra_pabbo

Genre: Mystery, Romance, School Life, Sad, etc.

Main Cast: Bae Suzy, Kim Myungsoo, Choi Minho

Sub Cast: Lee Jinki, Lee Taemin, Kim Jonghyun, Kim Kibum, Park Jiyeon, Krystal Jung, Yoo Seungho, Kangjun C-clown, OC’s

Length: Chaptered

Warning: Ini adalah cerita yang saya buat murni dari pikiran saya. Cerita ini hanya fiktif belaka. kalau ada kesamaan tokoh, tempat, dan cerita itu merupakan bukan kesengajaan.
Ghamsahamnida~ Bow

Happy Reading!

***

Previous part:

Hanya sebuah amplop besar yang bertuliskan RAHASIA

‘Ah ini amplop yang waktu itu. Aku jadi penasaran apa isinya’ batin kangjun.

Tanpa basa basi lagi ia segera
membuka segel map itu. Ia sangat terkejut melihat tulisan tulisan itu.

“Gheurae..

***PART 7***

“Gheurae..” kangjun membuka lembar demi lembar kertas itu.

Di lembaran pertama bertuliskan riwayat hidup kangjun. Berisikan hal hal selama dia hidup.

Halaman kedua berisi biodata lengkap kangjun.

Seketika ia terbelalak

Orang tua kandung
Ayah: Kang Jinyeong
Ibu: Kang haneul

“Omo! Su..suzy-ah.. nan yeodongsaeng-ah” ia melepaskan genggaman kertas itu.

“Gheurae.. nan eomma, masih hidup. Kheundae.. nan appa eoddieya?” gumamnya. Ia masih tak percaya dengan hal itu. Karena selama ini krystal merahasiakan asal usulnya.

“Mata itu.. aku merasa teduh saat melihatnya. Seperti melihat eomma” ujar kangjun sambil membayangkan wajah suzy ketika ia menatap matanya kala itu.

“Akhh… jadi..selama ini..aku telah..menyiksa suzy.. akhh” ia meremas rambutnya frustasi.

“Kheundae..kenapa eomma tidak pernah mencariku eoh?” Gumamnya lagi. Pikirannya penuh dengan flashback masa lalu.

“Annyeong! Naneun kangjun-immida” ucap seorang namja berusia 7 tahun riang.

“Ah.. kau tampan sekali kangjun-ah. Bagaimana kalau kau ikut ahjussi. Kita membentuk keluarga baru bersama sama. Eotthae?” Tanya seorang namja bernama jung ah jung.

Krystal yang berdiri di sampingnya tersenyum ramah.

“Naneun jung soo jung immida. Panggil aku krystal ne? Hehe” ucapnya ramah. Kangjun tersenyum ceria.

“Ne ahjussi! Aku mau ikut denganmu!” Teriaknya riang. Krystal tertawa bahagia.

“Akhirnya aku punya seorang oppa! Asik!” Teriaknya sambil merangkul bahu kangjun yang agak tinggi darinya. Ia berjinjit untuk menyamainya. Kangjun membalas merangkul krystal dan beberapa menit kemudian mereka menjadi akrab.

***

“Appa! Itu apa?” Tanya kangjun. Umurnya telah menginjak 12 tahun. Sedangkan krystal berusia 10 tahun

“Ige.. data dirimu kangjun-ah..”

“jeongmal? Aku mau liat!”

“andwae. Nanti saja kalau umurmu sudah 17 tahun. Eotthae? Soalnya berkas berkasnya belum lengkap chagi-ah” ucap jung ah jung pelan. Ia menyentil hidung mancung kangjun lembut.

Kangjun mengangguk paham.

“Yak! Apa yang kalian bicarakan? Kelihatannya sangat seru!” Sergah krystal setelah ia tiba dari dapur membawa segelas coklat panas.

“Ige. Data diri kangjun. Aku masih mengumpulkannya satu persatu untuk ulang tahun kangjun nanti yang ke 17. Semacam surprise” ujar jung ah jung.

“Krystal-ah.. kalau appa tak sempat memberikannya. Kau yang harus memberikannya ketika kangjun berusia 17 ne?”

Krystal mengangguk.

“chann.. ige brangkas untukmu. Jangan sampai kangjun tau sebelum hari H nya hahaha” canda jung ah jung. Kangjun mengerucutkan bibirnya.
Krystal tertawa terbahak bahak.

‘Ah..jjinjja.. aku sampai melupakan kado ini. Kheundae..krystal pasti sengaja menyembunyikan identitasku agar misi nya berjalan sukses’ pikirnya. Kangjun membereskan kertas kertas itu.

Ia berniat menemui eommanya besok.

Ia lalu menelpon seseorang yang akan mengangkatkan barang barangnya di apartemen barunya. Dan semua kenangan krystal dan orang tua angkatnya ia biarkan dalam kardus itu. Ia berniat melelangnya dan memberikan hasilnya pada panti asuhannya dulu.

Ia bergegas keluar dari apartement itu.

“Annyeonghi..eomma..appa.. Krystal..” gumamnya lirih.

***

Sudah lebih 2 jam suzy, eomma, minho, myungsoo, jiyeon dan seungho mengalami ketegangan.

Di ruangan UGD itu, appa suzy menjalani rangkaian pengobatan diakibatkan kondisi appanya yang drop tadi pagi.

Mereka buru buru ke rumah sakit setelah tahu kondisi appa suzy semakin parah. Mereka menunggu dengan harap harap cemas. Terutama suzy dan eommanya yang sedari tadi menangis.

“Sabarlah suzy-ah.. dia pasti sembuh” ucap myungsoo pelan. Ia tengah memeluk suzy.

Minho sedari tadi terus memperhatikan adegan mereka. Sesekali ia memutuskan tautan pelukan myungsoo dan menggantinya dengan dirinya.

Namun myungsoo tak mau kalah. Ia terus menerus merebut suzy dari minho. Suzy bagaikan barang yang dipindah pindahkan seenak jidatnya.

“Cukup! Biarkan aku bersama myungsoo oppa, minho-ah..” sergah suzy pelan. Ia masih terisak. Minho menghentikan aksinya. Ia terdiam dan hanya mampu melihat adegan melankolis suzy di bahu myungsoo.

Ia mengepalkan tangannya.

‘Bagaimana kalau myungsoo mati? Apakah kau akan berpaling padaku suzy-ah?’ Batinnya.

Ia masih menatap kedua insan itu intens.

“Suzy-ah.. mari kuantar kau ke kantin. Pasti kau belum makan dari tadi pagi” sembur minho sambil melepaskan suzy dari pelukan myungsoo dengan hati hati.

Suzy tak menolak. Ia mengikuti minho yang mengajaknya.

Myungsoo tersentak dan membulatkan matanya.

“Yak! Kau melupakanku eoh?” Pekiknya pada minho.

“Yaa.. kau sendiri yang tak mau ikut” balas minho cepat.

“Jjinjja? Kapan aku berkata seperti itu!” pekiknya tak terima.

“Tadi kau hanya diam saja saat aku membawa suzy”

“yak! Cukup! Kalian berdua ikut saja! Tak usah bertengkar begini!” Teriak suzy dengan mata sembab.

“Jiyeon-ah..seungho-ah..aku ke kantin dulu yah” teriaknya dari kejauhan. Jiyeon hanya mengangguk. Jiyeon lebih memilih menemani eomma suzy dan menghiburnya.

Suzy berjalan di depan mereka berdua. Myungsoo dan minho saling menatap tajam.

Suzy lalu menghentikan langkahnya dan berbalik

“Yak! Kalian mau makan atau mau saling pandang memandang huh?!” serunya.

Sontak kedua namja itu berjalan ke arah suzy yang sudah agak jauh. Dengan kompak mereka menggandeng tangan suzy. Myungsoo sebelah kanan dan minho sebelah kiri.

“Yak! Aishh..” desah suzy pasrah. Mereka lalu berjalan beriringan menuju kantin.

***

-KANTIN RUMAH SAKIT-

Suzy hanya menatap mangkuk ramennya. Sesekali mengaduk ngaduknya asal. Myungsoo dan minho hanya menatap suzy. Mereka juga belum menyentuh ramen mereka.

Myungsoo yang tidak tahan langsung merebut ramen suzy. Suzy terlonjak kaget.

“Kalau kau tak mau. Untukku saja” sela myungsoo cepat.

“Yak!” Seru suzy.

“Ambil ini!” Sergah minho cepat sambil memberikan ramen miliknya. Suzy hanya menatapnya sebentar lalu segera melahap ramen itu. Ia mulai terisak.

Minho tersenyum puas karena suzy mau makan sekarang.

Myungsoo lalu menghentikan aksi mengunyahnya dan memilih menatap suzy sendu.

Ia membelai puncak kepala suzy lembut. Minho tidak tinggal diam. Ia membelai punggung suzy lembut

“Yak! Kalian kenapa eoh? Sedari tadi hanya membuatku emosi!” Pekik suzy yang langsung menghentikan makannya.

Kedua namja itu terdiam. Minho mengambil ramen myungsoo dan melahapnya cepat. Sementara myungsoo melanjutkan makannya. Suasana menjadi hening seketika.

***

“Yak! Kau sengaja mencari perhatian suzy huh?” Tajam myungsoo pada minho.

“Ne. wae gheurae?” Balas minho menantang.

Mereka tengah berada di belakang taman rumah sakit. Sedangkan suzy kembali menanti appanya di UGD.

“Yak aku namjachingunya suzy dan kau cuma temannya tidak lebih! Apa hak mu terhadapnya hah?!” Pekik myungsoo kesal.

“Tidak masalah kau siapanya suzy. Yang terpenting sekarang adalah aku akan merebutnya dari siapapun itu karena dia milikku sejak awal. Neo arra!” Teriaknya.

“Ckk.. pede sekali kau! Walaupun kau yang bertemu dengannya 10 tahun yang lalu tapi hatinya tidak memilihmu jadi kau sebaiknya menyerah!” Decak myungsoo kesal. Minho mengepalkan tangannya.

Bugghh!

“ini untuk kejadian di cafe itu”

Buggghh!

“dan ini karena kau meremehkanku!” pekik minho.

Myungsoo jatuh tersungkur karena minho melayangkan pukulannya tepat di perut dan wajah myungsoo.

“Sial..” Gumam myungsoo kesal.

Minho berdiri meninggalkannya. Namun, myungsoo buru buru berdiri dan menghajarnya secara membabi buta.

“YAK TUAN TUAN HENTIKAN!” sergah seorang suster yang kebetulan lewat. Myungsoo masih menghajar minho yang sudah babak belur

“HENTIKAN!” Teriaknya lagi.

Myungsoo menghentikan aksinya

“Cih.. mana kekuatanmu itu minho-ssi. Dasar payah!” Decak myungsoo seraya tertawa puas, minho hanya meringis

‘Awas saja kau MYUNGSOO!’

Myungsoo lalu pergi dari tempat itu.

“Tuan gwaenchana? Saya bantu ke ruangan dokter untuk mengobati luka luka anda, ne?”

“ne. Ghamsahamnida” minho berjalan pincang dibantu oleh suster itu.

***PART 7***

“Minho eoddie?” Tanya suzy heran.

“Molla!” Jawab myungsoo ketus.

“Yak! Jinjja!”

Mereka masih menunggu appa suzy. Dokter lalu keluar dari ruang UGD.

“Eotthae uisanim?” Sembur eomma suzy, suzy ikut terperanjat dari duduknya.

“Baik. Dia sudah keluar dari masa kritisnya. Sebaiknya anda menjaga jantungnya. Jangan sampai ia mendengar hal hal yang membuatnya kaget. Algetsimnida?” Ujar dokter itu. Eomma suzy mengangguk paham.

“Kalian boleh menjenguknya besok setelah ia dipindahkan ke ruang ICU. Nan kkagusipsumnida” ujar dokter itu lalu segera berlalu dari tempat itu.

Suzy dan yang lain bisa bernafas lega sekarang.

“Gheurae.. kita pulang saja dulu. Besok kita kesini lagi” uj eomma suzy lembut. Yang lain mengangguk.

Minho yang melihat dari jauh juga ikut tersenyum. Ia tak bisa menemui suzy dengan keadaan babak belur seperti itu.

***PART 7***

“Suzy-ah.. lebih baik besok kau ke sekolah saja. 2 hari lagi ujian akhir sekolah. Eomma takut kau tak lulus. Nanti setelah kau pulang dari sekolah, kau bisa ke rumah sakit lagi ne?” Ucap eomma suzy. Suzy mengangguk lalu segera masuk ke kamarnya.

Suzy mengambil ponsel barunya dan mengecek beberapa pesan yang masuk.

From: myungpa saranghae~
kau istirahatlah. Besok aku akan menjemputmu

Besok aku sekolah oppa. Oppa juga oke

Ne. jjalcha. Saranghae

Suzy tersenyum

Ia tak berniat membalasnya lagi. Ia sangat lelah.

Ia lalu memejamkan matanya perlahan.

***PART 7***

Seoul international high school akan mengadakan ujian akhir penentu kelulusan mereka.

Keributan terjadi dalam kelas suzy.

Ada yang meminum obat penghilang rasa gugup. Ada yang mencoba mengecek ulang contekannya dan masih banyak lagi.

Jiyeon nampak menghembuskan nafasnya berulang ulang. Sedangkan suzy mencoba menghapalkan barisan huruf yang diyakininya akan masuk dalam ujian.

Sangat kontras dengan kelas myungsoo yang muridnya nampak tenang. Malah sepertinya banyak yang tak sabar menunggu soal datang.

Suara decitan pintu merajai ruangan itu.

Seketika hening.

Pengawas lalu membagikan kertas kertas itu. Semua nampak terdiam ketika melihat soalnya.

Ada yang mendengus kesal. Sesekali mengumpat dan mengeluarkan sumpah serapah.

“JANGAN ADA YANG CURANG! ARRASSOYO?” teriak pengawas itu.

“Ne!!”

Setelah satu setengah jam..

Kring..kringgg…

“Kumpulkan kertas kalian dan silahkan pulang!”

Jiyeon nampak linglung. Ia mengode suzy.

“Nomor 10 suzy-ah..” bisiknya. Suzy mendongakkan kertasnya ke arah jiyeon.

“ehemm..kumpulkan kertas kalian! Waktu sudah habis!”

“Ne seongsaengnim!” Ujar mereka berdua.

Jiyeon berjalan lemas mengumpulkan kertasnya.

***

-KANTIN SEKOLAH-

“Aigoo suzy-ah.. ujiannya sangat sulit! Aku tak percaya diri akan lulus. Huahh jinjja!” Pekik jiyeon.
Suzy mengelus punggung jiyeon pelan mencoba menenangkannya.

“Bagaimana ujianmu?” Tanya myungsoo tiba tiba. Ia datang bersama seungho.

“Sepertinya aku akan lulus. Hahaha” canda suzy.

“Cih.. pede sekali” decak Myungsoo sambil tersenyum. Suzy menggembungkan pipinya kesal. Myungsoo terkikik.

Drrtt..

Ponsel suzy bergetar menandakan pesan masuk

From: eomma
Appamu sudah siuman. Dia sudah bisa pulang. Kau kesinilah antar appamu pulang. Dia sangat merindukanmu

“Jeongmal! Arggg yeahh!” Pekik suzy senang. Semua yang ada di kantin memandang suzy aneh.

Myungsoo lalu menutup mulut suzy lembut.

“Diamlah. Suaramu membuat telinga semua orang sakit” bisiknya pelan. Suzy mengangguk seperti anak kecil

***PART 7***

Ruangan itu sesak dengan kedatangan suzy, myungsoo, jiyeon dan seungho.

Eomma suzy bisa tersenyum cerah sekarang. Yang ada hanya tangisan bahagia karena appa suzy sudah mulai membaik.
Walaupun ia mengalami struk ringan. Jadi ia hanya bisa berbicara terbata bata.

“Suzy-ah.. bagaimana kalau kita liburan ke pulau jeju untuk merayakan selesainya ujian akhir. Eotthae?” Usul jiyeon. Yang lain menimpali

“Ne. Aku setuju. Bagaimana kalau besok?” Sahut myungsoo.

Semua mengangguk.

“Aku ajak minho oppa. Ne?” Celetuk suzy.

“Andwae!” Sergah myungsoo cepat.

“Oppa! Jebal..” ucap suzy memohon.

“Waeyo? Kenapa kau ingin mengajaknya huh?” Tanya myungsoo kesal.

“Dia kan sahabatku juga. Dia juga harus bersenang senang. Mungkin selama di korea, minho belum pernah jalan jalan ke pulau jeju. Mungkin ini kesempatan yang baik” ujar suzy panjang lebar.

Myungsoo mendengus kesal.

‘Boleh juga. Aku akan membuatnya sadar bahwa suzy hanya menganggapnya sahabat. Aku bisa membuatnya cemburu di sana haha’

“Ne. Terserah kau sajalah” ucap myungsoo pasrah.

“Yeyyy!!” Pekik suzy. Jiyeon menimpali. Mereka ber-tos ria.

***PART 7***

Welcome to jeju!” Sorak jiyeon riang.

Myungsoo menggandeng tangan suzy masuk ke dalam villa, yang lain ikut masuk. Minho hanya memandangi mereka geram.

‘Sial!’

“Minho-ah.. ayo masuk” ucap taemin membuyarkan lamunan minho. Tanpa basa basi lagi, minho langsung melesat masuk ke dalam villa.

“Ige” suzy memberikan selembar kertas kepada yang lainnya.

“Ige mwoya?” Tanya jiyeon heran.

“Kupon makan. Aku dapat dari eomma”

“Jinjja.. wow daebak. Inikan restauran yang sangat mahal di pulau jeju. Ahh jinjja!” pekik jiyeon senang. Seungho hanya menggeleng ringan.

Myungsoo lalu menarik tangan suzy ke pantai. Villa yang mereka pesan terletak di dekat pantai.

Minho hanya mengikuti mereka dari belakang.

Myungsoo dan suzy berhenti di pinggir pantai. Suzy menyandarkan kepalanya di bahu myungsoo.

“sial!” Umpat minho pelan.

Minho masih berada agak jauh dari mereka. Ia mengeluarkan pistolnya dan mengelus elus pistol itu.

Dari kajauhan, minho melihat myungsoo mendekatkan wajahnya pada wajah suzy.

Mereka lalu berciuman.

Wajah minho memanas, rahangnya mengeras. Ia mematik pistolnya dan siap siap mengeker kepala myungsoo.

“Minho-ah..jangan..” sergah taemin pelan. Taemin mengambil pistol itu dari tangan minho dengan hati hati.

“Yak! Biarkan aku membunuhnya!” Pekik minho pelan. Ia masih memandangi suzy dan myungsoo yang semakin memperdalam ciumannya.

“Aniyo. Kau mau suzy membencimu huh?” Minho mengumpat kesal. Ia mencengkram pasir lalu membuangnya asal.

“Akh.. sial!” Teriak nya keras.
Myungsoo dan suzy yang tengah asyik berciuman kemudian menoleh.

Minho masih belum pergi. Ia masih menatap tajam kedua orang yang tengah memandangnya aneh itu.

Myungsoo terlihat membisiki suzy. Lalu mereka menjauh dari tempat itu.

Minho mendengus kesal.

“MYUNGSOO BRENGSEK! KAU HARUS MATI!”

“Sstt.. kau diamlah. Kau bisa ketahuan” ucap taemin.

“Taemin-ah.. kau taukan..tak sulit bagiku melenyapkan satu tikus. Dan gelar itu masih melekat padaku” minho menyeringai licik.

“Jadi apa yang akan kau lakukan untuk myungsoo huh?”

“Membunuhnya” ucapnya singkat. Ia lalu merebut pistolnya dari tangan taemin dan bergegas pergi.

“Yak! Kau mau kemana?”

“Menenangkan diri!”

***PART 7***

“Yeoboseyo?”

“Brengsek!”

“Yak! Apa yang kau katakan huh? Nuguseyo?” Teriak myungsoo.

Ia tengah berada agak jauh dari villa tapi masih dalam kawasan pantai.

“Brengsek!”

“kau yang brengsek!” Pekik myungsoo lalu menutup teleponnya sepihak.

“Waeyo?” Tanya suzy heran

“Kau tau nomor ini?” Suzy mengerjap dan langsung menggeleng begitu melihat nomor tak dikenal di layar monitor ponsel myungsoo.

“Aishh.. namja pabbo!” Pekiknya kesal.

“Tak usah kau pikirkan. Bagaimana kalau kita ke restauran ini ne?” suzy menunjukkan kupon gratis tadi. Myungsoo mengangguk.

“Kkaja”

***PART 7***

“Asik.. double date bersama minho dan taemin oppa. Ahh jinjja suzy-ah.. Eommamu sangat baik. Bahkan dia menyediakan tempat khusus bagi kita di restaurant mahal ini” pekik jiyeon tak percaya.

“Yak! Bersikap anggunlah layaknya wanita” sergah suzy. Jiyeon hanya memeletkan lidahnya lalu tertawa.

Enjoy the food” ucap pelayan itu ramah.

Excuse me. I’m ordering a glass of wine, please!” pinta jiyeon kepada pelayan itu.

“Yak jiyeon-ah.. kenapa kau memesan wine huh?” Sergah seungho cepat.

“Aku ingin minum. Kitakan sudah lulus SMA”

“yak! Pengumuman saja belum!” Sela seungho.

Suzy menggeleng pelan lalu membisiki pelayan itu. Pelayan itu mengangguk paham dan segera berlalu.

“Yak! Suzy-ah..aku belum memesan wine!” pekik jiyeon kesal.

“Tenanglah..aku sudah memesannya”

“Ahh jinjja.. gomawo suzy-ah” jiyeon lalu memeluk suzy.

“Lepaskan. Ihhh..” sela suzy cepat.

Tak berselang lama, pelayan itu datang dengan membawa 6 gelas dan beberapa botol wine.

Thanks again” ucap suzy.

You’re welcome. Enjoy here” balas pelayan itu. Suzy mengangguk.

“Mari kita bersulang!” Teriak jiyeon sembari mengangkat gelasnya. Yang lain menimpali.

Time to party!”

***PART 7***

Mata myungsoo masih awas memandangi minho yang sedari tadi tak menyentuh lagi gelasnya. Minho hanya sekali meminumnya. Myungsoo sudah dua gelas. Sedangkan yang lainnya sudah mabuk.

Jiyeon nampak tertidur di samping seungho. Seungho pun begitu. Sedangkan suzy tertidur di punggung myungsoo. Taemin tertidur di kursi.

Minho lalu menatap balik myungsoo. Myungsoo masih belum bergeming.

Setelah lama menghening, myungsoo membuka suara.

“apa rencanamu minho-ssi?” Myungsoo menopang dagunya di meja.

“Wae? Kenapa kau bertanya seperti itu?” Minho ikut ikutan bertopang dagu.

“Ani. Hanya saja..sikapmu mencurigakan”

“Jeongmal? Kenapa kau suka berburuk sangka padaku huh?”

‘Skak mat’

“Ani. Kau kan menyukai suzy. Aku hanya takut kau berbuat macam macam padanya”

“Ani. Aku tidak menyukainya” sergah minho cepat.

“Yak! Jadi ucapanmu yang di rumah sakit itu hanya bercanda huh?”

“Ani”

“yak kau ini sebenarnya bicara apa huh?” Pekik myungsoo seraya memukul meja. Suzy menggeliat. Ia nampak terganggu dengan suara itu, namun detik kemudian tertidur kembali.

“Aku tak menyukainya. kheundae aku mencintainya” ucap minho dalam lalu berjalan menghampiri suzy dan berniat membawanya. Namun tangannya dicegat oleh myungsoo.

“Apa yang mau kau lakukan eoh?!”

“Aku mau mengangkatnya ke mobil. Kau pikir aku akan berbuat macam macam padanya? Jangan gila kau!”

“Biar aku saja” minho hanya diam. Dia membiarkan myungsoo mengangkat suzy.

‘Lakukanlah sekarang! Tapi nanti tidak akan lagi’ batinnya. Ia mengeluarkan evil smirk nya lalu membangunkan yang lain.

***PART 7***

“Annyeonghaseyo. Ini rumah bae suzy?” Tanya seorang namja kepada pembantu rumah suzy.

“Ne. Anda cari siapa?”

“Kang haneul”

“masuklah. Chamkemmaniyo” ucap pembantu itu. Namja itu mengangguk.

Ia mengedarkan pandangannya ke segala arah.

“Mewah..” gumamnya.

Selang beberapa menit, seorang wanita paruh baya dengan style mewah datang dari lantai atas.

“Shilyehamnida.. nuguseyo?” Ucap kang haneul sopan. Ia lalu duduk di sofa sambil menyilangkan kakinya.

“Ghamsahamnida” ucap kangjun pada pembantu yang menghidangkan minuman untuknya.

“Ige” namja itu menyerahkan sebuah amplop besar.

Kang haneul nampak serius meneliti kertas kertas itu. Seketika matanya membelalak.

“Kang..kang..kangjun-ah…” ucapnya lirih.

“ne. urianibomnida eomma..” ucapnya berusaha santai. Tapi sebenarnya ia sangat ingin memeluk eommanya itu.

Kang haneul menelan ludahnya berat.

“Mianhae..kangjun-ah. Eomma.. telah membuangmu” ucapnya terisak.

“Waeyo!?” Bentaknya. Matanya berkaca kaca. Namun ia menahannya. Ia berprinsip tidak akan menangis lagi setelah kematian krystal.

Kang haneul bersujud di depan kangjun.

“Kangjun-ah.. mianhae..”

“Kenapa eomma tega padaku eoh?”

“Aku ingin bayi kita berjenis kelamin perempuan” ujar kang jinyeong sembari mengelus ngelus perut istrinya yang sudah membesar.

“Kheundae, kalau bayinya laki laki? Waeyo? Apa yang akan kau lakukan?”

“Kau tau? Eommaku sangat menginginkan bayi perempuan dan aku sangat menyayangi eommaku”

“kheundae jinyeong-ah.. apa yang akan kau lakukan kalau anak kita laki laki huh?” Tanya kang haneul was was.

“Kita tukar saja. Kita beli bayi perempuan di panti asuhan dan kita taruh bayi laki laki itu di depan panti. Eotthae?”

“yak! Kau tega sekali! Aku tak setuju!” Sergah haneul cepat.

“Kheundae.. nan eomma sangat menginginkan anak perempuan karena ia tak pernah merasakan memiliki anak ataupun cucu perempuan. Jebal..” ucapnya memohon.

“Yak! Aku tidak setuju!” Pekik haneul lalu segera berlalu dari hadapan suaminya

“Haneul-ah jebal..” jinyeong bersujud di hadapan haneul.

“Andwae!!” Teriaknya bersikeras.

“Kau taukan bagaimana eomma? Dia akan membencimu nanti kalau dia tau anakmu perempuan dan dia juga akan membenci anakmu”

“Aku tak peduli eomma mu setuju atau tidak! Aku akan mengurusinya sendiri!” Mata haneul berkaca kaca

“Yak mianhae.. aku tak bermaksud. Aku hanya takut eomma kecewa” ucapnya pelan.

“Kangjun-ah.. eomma mati matian mempertahankanmu setelah eomma tau bahwa bayi eomma adalah laki laki. Kheundae, mertua eomma belum tau” isaknya.

“Kheundae wae?!”

Suara tangis bayi merajai rumah sakit bersalin itu. Di dalam sebuah UGD, haneul menghela nafas setelah melahirkan anaknya setengah jam lalu. Ia memberontak, karena anaknya langsung dibawa kabur oleh suaminya begitu lahir.

“Mana bayiku jinyeong-ah? Bayiku laki laki!” pekik haneul frustasi. Jinyeong menyumpal mulut haneul dengan tangannya.

“Ikuti saja permainanku atau bayimu itu akan mati. Kau tenang saja, dia sudah kuserahkan pada panti asuhan yang terbaik. Nanti kau bisa menjenguknya kapanpun kau mau. Asal kau tak memberitahu identitasmu ne? mianhae yeobo” Bisik jinyeong.

Ia lalu tersenyum sambil menyerahkan bayi perempuan yang diadopsinya jauh jauh hari.

Fisiknya hampir sama dengan bayi baru lahir. Haneul menangis. Bukan menangis haru, namun menangis duka.

Mertuanya sangat senang karena memiliki cucu perempuan seperti yang diidam idamkannya selama ini. Ia terus menerus menyanjung haneul karena berhasil melahirkan bayi perempuan yang sehat dan cantik.

Setelah 5 bulan, kang jinyeong mengalami kecelakaan pesawat bersama anak dan orang tuanya.

Kang haneul tidak ikut dengan alasan ingin menjenguk eommanya yang sakit keras.

Namun, alasan terbesarnya adalah ingin bertemu lagi dengan kangjun di panti asuhan itu.

Ia lalu menikah lagi dengan bae sunjae, pewaris tunggal kekayaan bae’s group family. Perusahaan terbesar se Asia. Yang memiliki cabang di mana mana. Kang haneul juga merupakan teman bae sunjae sewaktu SMA. Namun, setelah mengetahui haneul akan menikah, bae sunjae mulai menjauh. Dia tak tau apa apa soal kangjun. Yang dia tau, haneul mempunyai seorang anak perempuan yang telah meninggal.

“Neo arra.. eomma setiap hari ke panti mu. Dan eomma juga selalu memberikanmu makanan waktu di penjara. Eomma sangat terpukul saat tau kau jadi buronan dan saat kau keluar dari penjara.  Eomma kehilangan informasimu. Eomma..eomma..”

“cukup eomma” sanggah kangjun pelan. Ia mengeluarkan kristal bening itu tapi ia menutup wajahnya.

‘Shit! Aku melanggar janjiku untuk tidak menangis’ pekiknya dalam hati.

Kangjun lalu berlari keluar dari rumah itu.

“Kangjun-ah.. kidaryoh! Anikkah!” Teriak haneul namun terlambat karena kangjun sudah tak terlihat lagi.

“Pabbo! Pabbo! Pabbo! Pabbo!” Pekiknya kesal sambil memukul mukul kepalanya kasar.

“Yak! Hentikan yeobo-ah! Akhh-” Pekik bae sunjae yang tiba tiba sudah berada di belakang haneul. Ia lalu memegang dadanya yang terasa sangat sakit. Ia mendengar semua pembicaraan mereka. Semuanya.

“Yeobo!”

***PART 7***

“Yeoboseyo eomma?”

“Chagi-ah.. neo appa..hiks hiks..” eomma suzy menjeda ucapannya cukup panjang. Ia menangis terisak di telepon

“WAEYO APPA? WAE?” pekik suzy tak sabar.

“Ia meninggal..” suzy tak bergeming. Ia sangat shock. Matanya kosong dan detik kemudian ambruk ke lantai.

“SUZY!”

-COMING SOON PART 8 (END)-

TBC

Annyeong readerdul!! Mianhae karena FF ini ternyata tidak tamat di part 7 tapi part 8. Soalnya semacam ada penyelesaian yang bakal panjang kali lebar (maybe?). Jadi part 8 merupakan penyelesaian. Kayaknya bakal shocking deh di part 8 (maybe?). Kayaknya. Kalau gak juga gak papa heheu. Mianhae juga kalau part ini ngebosenin sumpah! And sorry for typo. So, still RCL yah if you wanna continue this FF
Ghamsahamnida~Bow

105 thoughts on “FF TERROR PART 7

  1. ihhhh minhooo.. bkin takut smoga myungzy gk knp”
    huaa aq boleh mnta PWnya gk klo boleh kirim ke twitter aq @noviyan94537045
    klo gk lwat bbm 7519b77c
    klo boleh pleasee😦
    klo lwat email, email’a gk bisa di buka

  2. Omoo~ jadi kangjun ditaruh dipanti asuhan dan dituker dengan bayi perempuan appanya jahat:(
    Minho mau ngelakuin apa biar myungsoo sm suzy jauh??

    Thor boleh minta pw buat chap 8??

  3. Kasian appa nya suzy…dia pasti shock tahu masa lalu istrinya…apalagi dia baru sembuh dr serangan jantungnya…
    Hheeaaaa…masih ada minho yg halang halangin myungzy

  4. duh derita uri suzy g selesai2 baru satu kelar dateng yg lainnya!! duh kasian uri suzy cukup kuat hingga saat ini, tapi kali ini appa suzy meninggal duh gimana uri suzy masih bisa kuatkah atau malah tumbang ya? oh ya tho boleh minta pw part 8 nya ya!!

  5. aigoo,, kenapa hidup suzy jadi menyedihkan begini!! huaaa
    sempet ketawa2 diawal liat kelakuan myung am minho.. eh jadi
    berujung duka gini!!!😦

  6. aduh minho jangan jadi jahat dong…
    ya ampun jadi gitu kisahnya kangjun, miris bener..dia pasti sakit hati banget ga di inginkan sama appa kandungnya..
    suzy yg sabar ne..

  7. Ya ampuun si minho berbahaya banget nih..
    Ilang 1 musuh, terlihatlah musuh lain ckck suzy yg sabar ne.. Heh, tn.bae meninggal, suzy pasti sedih banget..
    Myung jangan menyerah untuk mempertahankan suzy,, minho sini aja sama aku kkkkkk~

Tinggalkan Balasan Anda, Dear

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s