FF HE & SHE PART 1

image

Title: HE & SHE
Author: @vhyra_pabbo
Genre: Romance, drama, School Life, etc.
Main Cast: Choi Minho, Bae Suzy, Kim Myungsoo
Sub Cast: Krystal Jung, Park Jiyeon, Kim Jong In, Kangjun, OC’s, dll
Length: Chaptered

Warning: Ini adalah cerita yang saya buat murni dari pikiran saya. Cerita ini hanya fiktif belaka. kalau ada kesamaan tokoh, tempat, dan cerita itu merupakan bukan kesengajaan. Ghamsahamnida~ Bow

Happy Reading!

***

Terik. Itu yang tergambarkan dalam suasana kota Seoul yang tengah menghadapi musim panas.

Seorang yeoja tengah menghapus peluhnya beberapa kali. Ia tak henti hentinya mengeluh dan mengeluarkan sumpah serapah kepada seseorang yang telah membuatnya berada dalam bad situation seperti ini.

Yeoja itu bernama bae suzy. Dan orang di sampingnya nampak tak bergeming. Orang itu hanya memandang Suzy yang sedari tadi berkomat kamit tak jelas. Bahkan telinganya seakan tuli mendengar sumpah serapah Suzy yang ditunjukkan untuk Lee Seongsaengnim.

Ia terus memandang suzy intens. Sesekali menyeka keringat suzy dengan telapak tangannya. Ia hanya tersenyum simpul melihat suzy yang memamerkan deretan giginya ketika namja di sampingnya itu menyeka keringatnya.

“Aku sangat haus minho-ah..” ucap suzy lirih. Ia mengeluarkan aegyonya. Minho tertawa pelan.

“Jamkemman..” balasnya lalu segera berlari menuju kantin.

Setelah beberapa menit, Ia kembali dengan membawa dua kaleng softdrink.

“Ige..” ucap minho sembari menyerahkan satu kaleng minuman dingin kepada suzy.

“Gomawo chagi” balasnya setelah menerima minuman itu, dan segera meneguk minumannya. Minho hanya bisa terperangah.

‘Dia memanggilku chagi? Jinjja?! Omo! Mimpi aku semalam’ batinnya.

“Neo wae?” Tanya suzy setelah melihat minho tak meminum softdrink nya melainkan hanya memandangnya.

Lamunan minho terbuyar. Ia lalu meneguk minumannya salah tingkah. Suzy hanya mengangkat bahu tak peduli.

Kring.. kringg..

“Kkaja! Hukuman kita sudah berakhir” ucap suzy seraya menarik tangan minho. Minho tersentak dan langsung menyeimbangkan jalannya dengan Suzy.

“Kita ke kantin saja. Aku sudah janjian dengan jiyeon di sana” kata suzy. Minho hanya mengangguk mengikuti.

***

“Bagaimana rasanya suzy-ah?” Tanya jiyeon setelah mereka berada di kantin.

“Yak tak usah kau tanya. Aku hampir mati kepanasan di sana” sahut suzy sambil mempoutkan bibirnya. Minho hanya memandang suzy yang tengah bercakap cakap dengan jiyeon.

Lagi lagi ia tak perduli dengan omongan suzy yang membahas hukuman mereka tadi. Ia hanya memandangi suzy sambil meminum jus jeruknya

“Hahahaha.. siapa suruh kau menerima sms sambil berteriak saat Lee Seongsaengnim mengajar. Guru tergalak seantero Seoul!” Ujarnya sambil tertawa terbahak bahak.

“Ne! Tertawa saja! Senang sekali melihatku menderita” seru suzy, lagi lagi ia mempoutkan bibirnya. Ia menyeruput jus nya kesal.

“Hahaha.. untung saja ada minho yang menjagamu hehehe” balas jiyeon sambil melirik ke arah minho genit lalu terkekeh geli.

Minho memang sengaja menemani suzy di hukum di lapangan. Ia beralasan kepada Lee Seongsaengnim, bahwa dirinyalah yang membuat suzy berteriak. Maka dari itu, mereka berdua dihukum berdiri di lapangan sampai bel istirahat berbunyi.

“Ne. Gomawo minho-ah” ucap suzy malas. Minho hanya mengangguk pelan.

Pandangan suzy lalu teralih ke arah seorang namja yang baru saja masuk ke kantin.

Namja itu memesan ramyun dan segelas jus jeruk, lalu menghampiri salah satu bangku yang kosong.

Namja itu mengunyah makanannya dengan damai walaupun sekelilingnya tengah berbisik bisik dan memandanginya.

Ada yang memandang kagum yang didominasi oleh yeoja namun adapula yang memandangnya dengki, tentu saja oleh kalangan namja namja.

Suzy yang sedari tadi tak melepas pandangannya dari namja itu, seketika terbuyar tatkala tangan minho menyentil hidungnya

“Yaaa minho-ah!” Pekiknya tak terima.

“Jangan melamun. Nanti kau kesambet” balasnya acuh-tak-acuh

“Yaaa aku tidak melamun. Aku hanya memandang myungsoo oppa” sergahnya cepat. Minho hanya terdiam sambil memasukkan beberapa potong kentang goreng ke dalam mulut. Sengaja tak menanggapi ucapan suzy.

“Suzy-ah.. ini saat yang tepat untuk PDKT dengan ice prince itu” bisik jiyeon pelan. Suzy mengangguk siap tempur.

Minho hanya memandang lirih. Ia mendengar ucapan jiyeon dan suzy. Ia juga tau kalau suzy tengah mengejar ice prince itu.

Namun ia tak bisa berbuat apa apa. Ia hanya seorang sahabat yang diberi ultimatum oleh nyonya Bae untuk menjaga suzy. Karena nyonya bae sangat mengenal Minho dan keluarganya.

Semua anggota keluarga minho merupakan seorang Bodyguard.

Karena Nyonya bae merupakan orang tua tunggal dan sangat sibuk mengurusi perusahaan besar, maka ia membayar minho untuk menjaga putri satu satunya.

Minho bersedia melakukannya tapi dengan satu syarat.

Ia tak mau dibayar

Karena ia sudah sangat mengenal keluarga Bae. Dan lagi, ia mencintai orang yang harus dijaganya. Jadi tak ada alasan untuk dibayar.

Suzy terlihat menghampiri meja namja itu. Ia berjalan bak model.
Para namja hanya memandang iri ice prince itu. Bagaimana tidak, namja itu tengah di hampiri oleh seorang Bae Suzy.

Almost perfect. Mungkin itu penggambaran mereka untuk seorang Bae Suzy. Cantik bak dewi, pintar—rangking 3 di kelasnya setelah Minho dan Cho Kyuhyun—kaya raya, seorang model, dan populer. Belum lagi eommanya yang seorang public figure yakni seorang designer. Tidak hanya itu, eommanya juga mewarisi perusahaan pertambangan milik suaminya. Jadilah bae suzy menjadi yeoja dengan sebutan ‘almost perfect’.

Karena mungkin orang tuanya yang tak lengkap maka ia belum dikatakan ‘perfect’ , tapi gelar itu sudah sangat melekat pada diri suzy sehingga banyak yang iri dengannya. Termasuk Drama Queen bernama krystal jung. Yeoja itu seringkali menantang suzy ini dan itu, tapi suzy selalu berhasil menyelesaikannya.

Kali ini ia menantang suzy untuk mendekati Kim Myungsoo. Namja dingin yang saat ini lagi gencar gencarnya para yeoja taklukkan. Ia diberi waktu selama satu bulan.

Syaratnya kalau ia gagal, maka suzy akan menjadi pembantu krystal selama satu bulan dan sebaliknya.

Tentu saja suzy tak mau kalah dengan Drama Queen itu.

“Shilyehae.. bolehkah aku duduk di sini?” Sapa suzy ramah kepada namja itu. Namja itu menghentikan makannya. Ia memandang suzy dari atas ke bawah.

‘Oh ternyata bae suzy’ batin namja itu.

“Ne” balasnya singkat.

“Gomawo myungsoo-ssi” balas suzy sengaja di lembut lembutkan, lalu ia duduk berhadapan dengan namja bernama myungsoo itu.

Myungsoo hanya diam sambil mengunyah makanannya.

“Myungsoo-ssi.. bolehkah aku memanggilmu myungsoo oppa?” Tanya suzy setelah beberapa lama dalam keheningan.

“huh?” Myungsoo menengadahkan wajahnya, melihat suzy dengan jarak dekat. Suzy tidak bergerak. Ia menatap kedua bola mata myungsoo dengan jarak sedekat itu.

‘Aigoo! Matanya sangat indah’ batin suzy.

“Boleh” myungsoo menjauhkan wajahnya dan kembali berseteru dengan makanannya.

Suzy tersenyum senang sambil mengunyah makanannya.

Dari kejauhan, jiyeon nampak mengangkat tangan dan berkata ‘fighting’ tanpa suara. Sedangkan minho hanya menekuk wajahnya melihat adegan tadi.

Suzy membalasnya dengan memberi kode dengan jari tangan membentuk huruf ‘OK’.

Mata suzy lalu beralih lagi menghadap myungsoo.

“Myungsoo oppa.. kenapa kau tidak melihatku? Kerjamu hanya makan saja daritadi?” Sungut suzy. Ia tak tahan myungsoo mengacuhkannya terus terusan.

“Aku ke kantin untuk makan. Bukan untuk melihatmu” balasnya tanpa melihat suzy. Ia masih fokus dengan makanannya.

‘Jleb.. Betul betul ice prince tingkat dewa’ rutuk suzy kesal.

“Ne. Nan arra. Kheundae, apa tidak bosan kalau hanya berdiam terus tanpa mengobrol?”

“Tidak”

“Ung” balas suzy canggung. Ia menggaruk tengkuknya yang tak gatal.

‘Ya Tuhan! Bagaimana aku bisa PDKT dengan namja ini kalau ucapannya saja tak bersahabat begini?’ lagi lagi suzy merutuk dalam hati.

Myungsoo terlihat telah selesai menghabisi makanannya. Ia lalu beranjak dari tempat duduknya.

“Mau ke mana?” Sergah suzy cepat.

“Kembali ke kelas” air muka suzy sontak berubah kesal.

“Pergi saja sana!” Pekiknya kesal lalu segera kembali ke meja jiyeon dan minho. Myungsoo hanya memandang suzy penuh arti lalu segera kembali ke kelas.

“Eotthae?” Sembur jiyeon cepat. Suzy menyilangkan kedua tangannya.

Failed! Myungsoo sangat menyebalkan!” serunya kesal. Ia menenggelamkan wajahnya ke atas meja. Minho lantas tersenyum simpul.

Minho lalu mengajak jiyeon dan suzy untuk kembali ke kelas, karena bel tanda masuk sudah berbunyi.

***

“Bae suzy!” Teriak seorang yeoja berambut pirang bergelombang. Yeoja itu berlari menghampiri suzy. Suzy berbalik lalu menatapnya gusar.

“Ada apa jung.soo.jung si miss drama queen?” Ucapnya malas.

“Cih.. aku kesini untuk memberitahumu bahwa waktumu tinggal 28 hari lagi”

“ckk.. nan arra” decak suzy kesal. Jiyeon menatap krystal sinis sedangkan minho hanya memasang tampang datar.

“Ckk.. bersiaplah untuk menjadi pembantuku suzy-ssi” ucap krystal sarkasme lalu segera berlalu dari tempat itu diikuti oleh ketiga sahabatnya yang patut di sebut pesuruhnya.

“Cih.. apa apaan dia! Dia pikir aku tak bisa menaklukkan myungsoo oppa huh?!” Sungut suzy kesal.

“sabarlah suzy-ah.. nanti kau akan menyuruh mereka menjilat ludahnya sendiri” ucap jiyeon. suzy hanya mengangguk membalas ucapan jiyeon barusan.

Mereka pun bergegas meninggalkan koridor itu menuju parkiran.

***

Di dalam mobil, suzy duduk berdampingan dengan minho, sedangkan jiyeon duduk di belakang.

Mereka memang biasa saling mengantar jemput. Kali ini giliran minho yang menggunakan mobilnya.

Suzy tengah sibuk mengutak atik ponselnya. Sesekali tertawa terkikik. Jiyeon mendengarkan lagu dari ipod nya, sedangkan minho tengah asyik menyetir. Sesekali ia melirik suzy yang terkikik dengan kening mengerut.

‘Sms apa yang diterimanya sampai tertawa seperti itu?’ Batin minho.

Suara decitan mobil keluaran terbaru itu membahana ketika berhenti tepat di depan rumah mewah bernuansa Eropa-korean.

Jiyeon lalu turun dari mobil minho.

“Besok giliran suzy. Jangan lupa jemput aku cepat yah. Jangan lama lama. Karena kalau giliranmu menjemput, kami selalu telat” ujar jiyeon panjang lebar.

“Ne ne ne miss pabbo!” Cela suzy

“Yak! Awas kau bae suji!” Pekiknya berusaha memukul suzy namun terlambat. Suzy buru buru menyuruh minho menjalankan mobilnya.

Terlihat dari spion, jiyeon berkomat kamit tak jelas. Suzy tertawa puas sambil memegangi perutnya.

Suzy lalu menghentikan tawa setelah melihat minho menatapnya.

“Yak fokus! Nanti kau menabrak!” Pekik suzy. Minho lalu tersadar dan segera memalingkan wajah.

Mobil itu lalu sampai di depan rumah berasitektur modern nan mewah.

Pintu pagarnya yang menjulang tinggi lalu terbuka. Mobil itupun masuk dengan leluasa.

Setelah memarkirkan mobil di halaman yang luas itu, minho segera keluar dari mobil dan buru buru membukakan pintu mobil untuk suzy.

“Aku bilang jangan keluar dulu! Biar aku yang membukakanmu!” Pekik minho kesal karena suzy sudah terlanjur keluar.

“Yak kau berlebihan! Aku bisa sendiri!”

Minho terdiam. Ia lalu merampas bagpack suzy dan menentengnya tanpa berniat mengembalikannya kepada si empunya tas.

“Yak! Kau berlebihan! Kemarikan tas ku minho-ah!” Teriak suzy

“Yak! Biar aku yang bawa! Ini berat” balasnya cepat. Suzy meniup poninya kesal lalu berjalan mendahului minho.

***

“Mianhae minho-ah.. aku rasa kau harus tinggal lebih lama di rumahku. Karena urusanku belum selesai di sini. Kau bisa kan?” Ucap seorang wanita berperawakan anggun dan menawan melalui sambungan telepon selular. Wajahnya mirip mirip dengan artis Kim Hye soo.

Wanita itu adalah eomma suzy. Ia tengah berada di Australia untuk mengurus cabang pertambangan yang baru di buka di sana.

“Ne ahjumma. Gwaencanayo”

“Ah.. jeongmal. Noumu ghamsahamnida minho-ah”

“Ne ahjumma”

Telepon terputus.

Suzy lalu datang tiba tiba ke ruang TV.

“Yaaa.. Siapa yang kau telpon itu eoh? Neo yeojachingu?” Tanya suzy tiba tiba seraya memasang tampang jahil.

“Aniyo. Itu eommamu” balasnya sambil tersenyum kikuk.

“Ung. Untuk apa ia menelponmu?” Suzy kini duduk di samping minho lalu mendongakkan wajahnya.

Deg!

‘Suzy-ah.. jangan begini’ batin minho. Minho terdiam mematung.

Suzy yang bingung lalu mengibaskan tangannya di depan wajah minho

“minho-ah.. gwaenchana?”

“ahh.. mian. Kau tanya apa tadi?”

“Kenapa eommaku menelponmu?” Tanyanya lagi sambil bersandar di sofa. Ia mengambil remote dan menyalakan tv. Ia lalu menyeruput makanan ringan yang ada di meja.

“Dia bilang kalau aku harus bermalam di sini lagi beberapa hari karena ahjumma masih ada urusan di Australia” ujarnya sambil terus memandangi suzy.

“Eoh” suzy mengunyah makanannya sambil terus memandangi acara tv. Sedangkan, Minho masih memandangi suzy.

‘Rasanya aku ingin memandangimu setiap waktu’ batinnya.

Suzy nampak tak perduli dengan sikap minho yang terus memandanginya. Ia sudah paham betul sifat minho yang aneh bin ajaib itu. Tugasnya hanya menyadarkan minho pada saat saat tertentu, seperti pada saat menyetir tadi.

“Minho-ah.. ambilkan aku softdrink di kulkas” pintah suzy lembut. Tanpa basa basi, minho langsung menuju dapur. Mengambil dua kaleng softdrink beserta beberapa cemilan kecil.

“Kau ingin cemilan lagi?” Tanya minho setelah dari dapur membawa banyak makanan dengan tangannya.

“Aigoo.. minho chagi.. aku cuma mau softdrink. Bukan cemilan” suzy menggeleng pelan.

“Hehe mian. Aku hanya tak mau kau kelaparan” minho terkekeh kecil.

“Aigoo.. aku tak akan mati kelaparan hanya karena tak makan cemilan. Minho pabbo!” serunya pelan. Ia lalu mengambil softdrink lalu kembali berkutat dengan acara tv. Sedangkan minho kembali memandang suzy intens.

‘Ia memanggilku chagi lagi. Omo! Aku seperti terbang di udara!’ Batinnya.

***

“Suzy.. ireonna! Ppalii!” Teriak minho dari luar kamar. Suzy hanya berdehem pelan tanpa membuka matanya.

“Ppalli! Sekarang sudah jam setengah tujuh suzy-ah!” Teriaknya lagi. Ia menggedor gedor pintu kamar suzy.

“Yak! Kau berisik!” Suzy terbangun dan tergesa gesa membuka pintu. Ia siap siap memarahi sahabatnya itu.

“Kau ke ruang makan sana! Aku akan menyusul”

Minho mengangguk.

“Tunggu minho-ah!”

Minho berbalik, dan..

Plukk!

Wajahnya tertimpuk bantal.

“Hahaha siapa suruh kau berteriak teriak di depan kamarku! Wee” suzy tertawa terbahak bahak. Minho hanya tersenyum. Ia memandangi suzy lagi.

‘O’ow.. penyakit lamunnya kambuh. Aku lebih baik mandi’ batin suzy lalu segera mencelos masuk ke dalam kamar lalu menguncinya.

Minho tersadar dari lamunanya. Ia mencium aroma bantal suzy.

‘Elegant Blossoom’

‘Parfum favorite suzy’ batinnya. Ia memutar kenop pintu untuk mengembalikan bantal suzy namun terkunci. Ia lantas menuju kamarnya.

Minho menyimpan bantal itu di kamarnya. Setelah itu, ia bergegas menuju dapur.

***

Setelah setengah jam, suzy sudah siap. Ia menuju dapur. Mengambil beberapa potong roti dan melirik arlojinya.

‘07.05. Aigoo! Aku telat!’ Pekiknya dalam hati. Suzy buru buru meminum susunya dan tak lupa mengambil beberapa potong roti.

“Kkaja! Kau yang menyetir ne” ucapnya kemudian melempar kunci mobilnya ke arah minho. Minho berhasil menangkapnya. Minho lalu memandang suzy lagi.

“Kkaja!” Suzy menarik tangan minho agar ia menghentikan lamunannya.

***

“YAK SUZY-AH! KENAPA KAU TELAT MENJEMPUTKU EOH!” Teriak jiyeon membabi buta. Suzy hanya menutup kupingnya tak peduli.

“Masuklah! Tak usah mengomel. Nanti kita tambah telat” sergah minho cepat. Suzy mengerlingkan satu matanya kepada minho. Minho kembali terpukau.

“Minho-ah sadarlah!” Pekik suzy sambil membelai wajah minho kasar.

“Ayo jalan minho-ah!” Teriak jiyeon tak sabar.

Minho lalu tersadar dan segera menancap gas nya.

***

Mobil silver itu terparkir dengan sukses di Seoul International High School itu.

Tinggal lima menit lagi waktu mereka agar tak terlambat.

Suzy buru buru merapikan seragamnya lalu keluar dari mobil dan berlari pelan. Jiyeon ikut ikutan berlari menyusul suzy, sedangkan minho hanya berjalan santai di belakang mereka berdua.

Seketika suzy berbalik. Ia berlari ke belakang dan menarik minho.

“Ppalli pabbo namja!” Pekiknya kesal.

Kini, giliran minho yang menarik suzy sambil berjalan cepat. Suzy hanya menggelengkan kepalanya, bingung dengan sikap sahabatnya ini.

‘aneh’

Begitulah penggambaran suzy terhadap minho.

***

“Suzy-ah..” bisik minho. Mereka tengah berada di dalam kelas menerima pelajaran menggambar dari Ahn seongsaengnim.

“Mwo?” Jawab suzy malas sambil memegang pensil. Ia sedang sibuk menggambar abstrak.

“Kau mau aku gambarkan?” Bisiknya lagi.

Suzy membalikkan wajahnya ke arah minho dengan ekspresi malas.

“Tak usah” suzy kembali berkutat dengan buku sketsa.

“Ahn seongsaengnim menyuruh kita menggambar objek. Bukan menggambar abstrak” racaunya lagi. Suzy berbalik malas.

“Kau mau menggambarkanku?”

Minho mengangguk pasti. Suzy lalu menyerahkan alat gambarnya kepada minho.

“Ige. Gambarlah sesukamu. Aku mau tidur saja” ucap suzy malas lalu melentangkan kepalanya di atas meja sambil memperhatikan minho yang asyik menggambar.

“Hoamss..” suzy menguap lebar. Ia lalu tertidur pulas.

***

“Ireonna suzy-ah..” bisik minho pelan. Suzy mengerjap ngerjapkan matanya.

“Hoamss..”

“ige” minho menyerahkan buku sketsa suzy tadi. Suzy sampai membulatkan matanya tak percaya.

“Kau bisa menggambar sketsa?” Tanya suzy ragu. Minho mengangguk puas.

“Wah daebak uri minho! Kau bahkan dapat menggambarku saat tidur. Wah.. aku simpan ne?” Ujar suzy antusias.

“Ne. Tapi kau kumpul dulu untuk diperiksa”

“Aish.. aku akan mengumpul gambar abstrak ini saja” suzy menunjuk gambar yang dibuatnya tadi. Minho menggeleng.

“Kau kumpul yang ini saja” minho memberikan buku sketsanya yang bergambar pemandangan sekolah. Suzy membulatkan matanya.

“Jadi kau kumpul yang mana?”

Minho lalu mengambil buku sketsa suzy.

“Aku kumpul punyamu. Kau kumpul punyaku. Gwaenchana karena tak akan di ambil” ujarnya panjang lebar. Suzy tersenyum senang.

“Ahh jinjja. Kau memang aneh” gumamnya.

***

Suzy meneguk jus jeruknya malas. Ia sedang memandangi kim myungsoo dari kejauhan. Ia melihat myungsoo tengah mengunyah makanannya dengan damai.

“Huft.. membosankan..” gumamnya pelan.

“Suzy-ssi!” Teriak krystal ketika melihat suzy berada di kantin bersama jiyeon dan minho. Ia lalu menghampiri suzy.

“Mwo?” Balas suzy malas.

“27 hari lagi. Remember it!” Bisiknya sembari mengeluarkan evil smirk.

“Ne ne ne. Nan arra” balas suzy malas. Krystal dan kawanannya lalu berlalu dari tempat suzy menuju meja yang di duduki kim myungsoo.

Suzy seketika membulatkan matanya.

“Yak! Apa apaan drama queen itu! Dia mau merebut myungsoo oppa dariku eoh?” Pekiknya kesal. Ia lalu beranjak dari kursi namun cepat ditahan oleh minho.

“Duduklah” ucapnya pelan. Suzy menepis tangan minho. Namun minho lebih sigap. Ia menarik tangan suzy paksa.

“Kau akan dipermalukan oleh soojung itu” suzy membulatkan matanya tak percaya dan mendecak kesal.

“Cih..” suzy kembali duduk di tempatnya. Ia meneguk jus jeruknya rakus sambil melihat ke arah myungsoo yang tersenyum senang ketika krystal membisikinya sesuatu.

Wajah suzy memanas. Ia lalu mencomot kentang goreng minho yang telah di beri saus cabai dan melemparkannya ke arah krystal.

“Uppss” suzy menutup mulutnya. Lemparan suzy meleset dan malah mengenai wajah myungsoo.

Myungsoo lalu berbalik menghadap suzy.

Ia menatap suzy tajam. Suzy menutup mulutnya.

Myungsoo lalu menghampiri suzy. Semua mata tertuju pada mereka berdua.

‘Yak apa yang akan dilakukannya eoh?’ Batin suzy. Jantungnya berdegup kencang.

Myungsoo mulai mendekat.

Suzy tersenyum kikuk.

“Mianhae myungsoo oppa..” lirih suzy pelan.

Myungsoo mempersempit jaraknya dengan suzy dan menarik suzy untuk berdiri.

Minho yang geram lalu bersiap siap menghajar myungsoo namun ditahan oleh jiyeon.

“Kau diamlah!” Bisik jiyeon. Minho menggeram seraya menatap mereka berdua tajam.

“Bae suzy!” Teriak myungsoo.

Suzy menelan ludahnya berat.

“Kau menyukaiku eoh?” Tanya myungsoo sambil menyeringai.

“A-aku..aku..”

Myungsoo mendekatkan wajahnya ke wajah suzy. Krystal membulatkan matanya. Jiyeon tersenyum senang, sedangkan minho mengepalkan tangannya geram.

Suzy lalu memejamkan matanya.

“Mianhae. Aku tak menyukaimu. Sebaiknya kau menyerah” bisik myungsoo pelan tepat di telinga suzy. Suzy membuka matanya dan membelalak.

Plakkk!

Suzy menampar pipi myungsoo keras. Semua yang melihat menutup mulutnya tak percaya.

“Neo!” Pekik suzy geram. Matanya berkaca kaca.

“Kau pikir kau siapa eoh?!” Lanjutnya lagi. Suzy lalu berlari keluar dari kantin. Jiyeon menyusul. Sedangkan minho, ia menghampiri myungsoo, dan..

Buggghh!

Bughh!

Bugggghhh!

“kau brengsek..” Gumam minho pelan lalu segera berdiri dan menyusul suzy. Myungsoo hanya tertawa pelan.

Krystal lalu membantu myungsoo berdiri. Ada darah segar yang mengalir di pinggir bibirnya.

‘Sial!’ Batinnya.

***

“Suzy-ah..gwaenchana?” Tanya jiyeon cemas seraya mengetuk pintu kamar mandi yang suzy masuki.

“Gwaenchana! Sebentar lagi aku keluar!” Teriaknya serak.

“Ne” jawab jiyeon lirih sambil mengepalkan tangannya.

‘Sialan myungsoo itu! Awas kau!’ Batinnya.

“Suzy eoddie?” Tanya minho yang tengah ngos-ngosan karena berlari kemari.

Jiyeon menunjuk toilet yang dimasuki suzy.

“Suzy-ah gwaenchana?!” Teriak minho.

Pintu berlapis kayu itu lalu terbuka. Wajah suzy basah. Matanya sembab dan agak berkaca kaca.

“Gwaenchana?” Tanya minho panik. Ia tak tau harus berbuat apa.

Suzy lalu menghamburkan dirinya ke dalam pelukan minho.

Ia terisak.

“Sabarlah suzy-ah.. aku akan memberikan myungsoo pelajaran” ucap jiyeon sembari mengusap punggung suzy lembut.

“Tak perlu. Biar aku yang selesaikan” sahut suzy datar. Ia masih memeluk minho

Minho terlihat melamun lagi.

‘Aku pasti bermimpi!’ pekik minho dalam hati.

***

“Gheurae, kau ingin menyerah huh?” Ucap krystal sinis ketika mereka tengah berada di dalam toilet sekolah.

“Aniya” jawab suzy singkat.

“Gheurae?”

“aku akan menaklukkan namja dingin itu sampai titik darah penghabisan..” ucap suzy hiperbola. Krystal mendecak.

Whatever. But You just have 26 days left!” ucap krystal sambil berlalu dari hadapan suzy.

Suzy memperhatikan wajahnya di cermin.

‘Eottokhae?’ Batinnya. Suzy lalu menggeleng cepat.

‘Ani ani’

“KIM MYUNGSOO! AKU AKAN MEMBALASMU! LIAT SAJA!” teriaknya sambil menunjuk nunjuk cermin.

“kau akan bertekuk lutut padaku..” gumamnya pelan.

***TBC***

Annyeong readerdul! I am comeback with new FF.
I hope u like this FF.
And enjoy for reading it.

Sorry for typos. Mianhae juga kalau ceritanya yang agak agak gimana gitu dan konflik belum aku tampilkan karena ini semacam perkenalan tokoh dulu. And the most important..
Don’t forget to RCL if u wanna continue this FF.

Ghamsahamnida~Bow

106 thoughts on “FF HE & SHE PART 1

  1. Minho itu kl terpesona sma suzy jd patung gt ya???
    Aigoo suzy efek nya besar bgt

    Myung sekongkol ama soojung ya..

  2. minho oppa cinta banget ya sama zyeon, ih myungpa kenapa cuek sih digoda in sama yeoja secantik zyeon masa gak mempan??

  3. Fughting buat suzy. . .
    Keluarkan jurun kkecantikkanmu eon wkwkwk buat sih myung bertekuk lutut
    Next izin baca

  4. aigooo minho neomu kyeopta…apa suzy ga sadar ya sama perasaan minho? kasihan klo minho sampe sakit hati..yah walopun aq myungzy shhiper…
    uh suka sama sifat tiap castnya..suzy hwaiting ne,taklukan ice prince itu dan taklukan juga si soo jung

  5. Minho selalu jadi orang ketiga diantara myungzy couple
    Agar hubungan myungzynya lebih kuat
    Tapi kasihan juga sama minhonya
    Dia cinta sama suzy
    Suzynya gak peka
    Daebakkkk

  6. Kasihan minho.cintanya bertepuk sebelah tangan.jangan jangan krystal nyuruh myung buat nolak suzy biar suzy kalah.curiga kl ini rencana krystal

  7. Kasihan minho cinta nya bertepuk sebelah tangan.apa ini akal akalan krystal ya.kayaknya myung d suruh krystal buat nolak suzy.jangan jangan myung suka or pacar krystal

Tinggalkan Balasan Anda, Dear

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s