FF HE & SHE PART 2

image

Title: HE & SHE
Author: @vhyra_pabbo
Genre: Romance, drama, School Life, etc.
Main Cast: Choi Minho, Bae Suzy, Kim Myungsoo
Sub Cast: Krystal Jung, Park Jiyeon, Kim Jong In, Kangjun, OC’s, dll
Length: Chaptered

Warning: Ini adalah cerita yang saya buat murni dari pikiran saya. Cerita ini hanya fiktif belaka. kalau ada kesamaan tokoh, tempat, dan cerita itu merupakan bukan kesengajaan. Ghamsahamnida~ Bow

Happy Reading!

***

Previous part:

‘Eottokhae?’ Batinnya. Suzy lalu menggeleng cepat.

‘Ani ani’

“KIM MYUNGSOO! AKU AKAN MEMBALASMU! LIAT SAJA!” teriaknya sambil menunjuk nunjuk cermin.

“kau akan bertekuk lutut padaku..” gumamnya pelan.

***PART 2***

Namja berperawakan tinggi dan cool itu berjalan di koridor sambil menenteng sebuah kotak berisi tart cake. Ia menuju lokernya.

Ia memasukkan kotak itu ke dalam lokernya. Setelah selesai, ia lalu menutup pintu lokernya.

Tiba tiba di samping nya telah berdiri seorang yeoja berambut coklat panjang tengah bersandar di samping loker.

“Annyeong myungsoo oppa! Saengil chukkae hamnida!” Teriak yeoja itu.

Myungsoo memperhatikan yeoja itu dari atas sampai bawah.

‘Bae suzy lagi’ batinnya

“Ige” suzy menyerahkan sebuah kotak kecil.

Myungsoo memandang kotak itu sebentar lalu menaruhnya ke dalam loker. Ia lalu berjalan melewati suzy.

Suzy tertegun. Ia lalu berbalik.

“MYUNGSOO OPPA!” teriaknya lantang.

Myungsoo berbalik dengan tampang datar sambil memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celananya.

“SA..SA..RANGHAEO!” ucap suzy terbata bata. Matanya berkaca kaca.

Untung koridor sedang sepi. Jadi hanya sedikit yang melihat kejadian memalukan suzy.

“Ne! Nan arra!” Balasnya acuh-tak-acuh.

Suzy lalu berlari ke arah myungsoo dan memeluknya.

Myungsoo tak menolak dan malah terperangah.

“Myungsoo oppa.. nan saranghaeo. Maukah kau menjadi pacarku eoh?” Isaknya pelan.

‘Kena kau kim myungsoo’ batin suzy sambil tersenyum licik.

Myungsoo terdiam cukup lama.

Ia lalu membalas pelukan suzy.

‘Ah jinjja. Aku tak bisa menepati janjiku kalau begini’ batin myungsoo. Wajahnya kalut.

Minho yang ingin ke loker berniat mencari suzy lalu menghentikan langkahnya tatkala melihat adegan itu. Ia bersembunyi di balik dinding. Ia.lantas memegangi dadanya.

‘Sakit’ batinnya

“Suzy-ssi..” gumam myungsoo

“Hm?”

Mereka masih dalam posisi itu. Orang orang yang melihatnya memandang mereka iri.

Mereka beranggapan bahwa ice prince dan miss almost perfect itu sudah berpacaran.

“Kau sungguh sungguh menyukaiku eoh?”

“Ne” jawab suzy mantab.

“Waeyo?”

Suzy sontak terdiam. Ia tengah berfikir keras.

‘Omo! Aku kan cuma taruhan dengan krystal. Apa myungsoo oppa tau yah? Aku tak tau perasaan apa yang aku rasakan pada myungsoo oppa. Aigoo bagaimana ini?’ pertanyaan itu bergelayut di pikiran suzy.

Suzy melepaskan pelukannya.

“Eotthae? Kau menerimaku?” Tanya suzy mencoba mengalihkan pertanyaan myungsoo tadi. Ia telah siap dengan recordernya untuk merekam pernyataan myungsoo untuk diberikan kepada krystal sebagai tanda bukti.

Myungsoo memandangi suzy aneh.

Ia lalu memegang kedua pipi suzy lama dan menatap manik mata suzy dalam.

“Ani” jawabnya lalu melepaskan tangannya dari pipi suzy.

Ia lalu berlalu dari hadapan suzy.

“OPPA!” teriak suzy namun myungsoo tak menggubrisnya. Ia terus berjalan sambil memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celananya.

‘Sial. Aku gagal lagi’ batinnya

‘Apa apaan dia?! Sikapnya selalu berubah ubah’ batin suzy lagi sambil mengepalkan tangannya.

Minho lalu keluar dari tempat persembunyiannya.

Ia lalu menuju lokernya. Mengambil sesuatu yang tak penting. Setelah itu ia membanting pintu lokernya kasar.

Suzy lalu sadar bahwa ada minho di dekatnya

“Minho-ah..” ucap suzy manja lalu menghampiri minho. Namun, minho hanya memasang tampang datar.

Ia sedang marah.

‘Rasanya ia tak pantas marah karena ia bukanlah siapa siapa suzy’ pikirnya.

“Kita ke kelas sama sama ne?” Ujar suzy manja. Ia bergelayut manja di lengan minho.

‘Omo! Aku tak dapat bernafas’ batin minho. Semangatnya sudah kembali lagi.

“Kkaja” ucap minho lalu menarik tangan suzy.

***

Kelas XII 1 dan XII 2 tengah bertanding olahraga basket. Dimana kelas suzy XII I bertanding dengan kelas krystal dan myungsoo.

Kali ini giliran tim yeoja.

Suzy, jiyeon, jisun, dan yomin yang menjadi tim kelas XII 1. Sedangkan krystal, yuna, Dara, dan sunmi menjadi tim XII 2.

23 days more bae suzy..” bisik krystal ketika suzy mendribble bola dan mencoba melewati krystal.

Just waiting!” Balas suzy. Ia sukses melewati krystal. Suzy melakukan lay up dan bola masuk ke dalam ring dengan sukses.

Skor masih dipimpin oleh XII 1 dengan 12-10.

Prrrrtt!

Bunyi pluit menandakan berakhirnya pertandingan yang dimenangkan oleh tim suzy.

Krystal melempar bola basket itu kesal.

‘Sial!’ Batinnya.

Suzy berjalan menuju bangku panjang. Di sana terlihat minho yang telah siap dengan handuk kecil dan sebotol air mineral.

Ia lalu menghapus peluh suzy dengan handuk dan memberikan suzy air minum itu.

Sedangkan jiyeon dan yang lain tengah sibuk dengan urusan mereka sendiri.

“Gomawo” suzy tersenyum cerah lalu segera meneguk air minumnya.

Minho melamun lagi.

Suzy lalu menjentikkan jarinya tepat di depan wajah minho.

Minho lalu tersadar.

“Ppalli. Sekarang giliranmu. Habisi kim myungsoo itu” ucap suzy sambil menyeringai nakal. Minho mengangguk. Ia sangat bersemangat sekarang.

Dari kejauhan, myungsoo memperhatikan adegan suzy dan minho.

Ia memandang mereka berdua intens. Ada rasa cemburu di tatapannya.

‘Apa hubungan mereka? Kenapa mereka sangat dekat eoh?’ Batinnya.

Bunyi pluit membuyarkan lamunan namja itu. Ia lalu segera ke lapangan untuk battle team dengan tim minho.

***

Minho melempar bola beberapa kali ke dalam ring dan masuk.

Minho kali ini melakukan three points. Ia lalu ber tos-an dengan teman temannya sambil tersenyum ceria.

Ia lalu melihat suzy memperhatikannya.

Lagi lagi ia melamun.

Suzy yang sadar penyakit minho kumat lantas menghampirinya di tengah lapangan.

Ia mencoba menepuk nepuk pipi minho pelan.

“Sadarlah pabbo namja..” gumam suzy

Anak anak malah menyoraki mereka berdua.

Myungsoo yang melihat adegan itu lantas menatap mereka berdua tajam.

‘Apa mereka berpacaran eoh? Sampai sampai harus bermesraan di tengah tengah lapangan seperti ini. Cihh..’ batinnya.

Myungsoo lalu menghampiri minho yang nampaknya sudah sadar karena suzy sudah kembali ke tempat duduknya.

“Apa yang kau lakukan eoh? lawan aku” myungsoo mendribble bolanya.

Ia melirik suzy yang tengah duduk di pinggir lapangan. Mata suzy tengah menatap minho intens.

‘Apa apaan bae suzy itu! Katanya dia menyukaiku. Kenapa dia malah memperhatikan minho huh?! Menyebalkan!’ Batinnya.

Myungsoo membuang bolanya kesal yang langsung di ambil oleh minho.

“Apa yang kau lamunkan eoh?” Tanya minho sinis setelah melihat myungsoo malah membuang bolanya.

Minho melakukan lay up. Dan masuk lagi.

Ia bertos-an lagi dengan teman se tim nya. Suzy bersorak senang.

Myungsoo hanya memandang suzy intens sehingga tak sadar kalau minho tengah memperhatikannya.

‘Jadi, sekarang myungsoo terserang penyakit yang sama denganku ketika melihat suzy eoh?’ Batin minho. Ia tertawa dalam hati.

Minho tiba tiba tersadar akan satu hal.

‘Itu berarti ia punya rasa dengan suzy. Aigoo! Ini tak boleh terjadi!’ minho menggelengkan kepalanya kuat.

***

Beberapa kali myungsoo kehilangan bola dikarenakan teriakan suzy yang menyemangati minho.

“Sial!” Umpatnya. Myungsoo tidak dapat berkonsentrasi karena teriakan suzy yang bukan untuknya.

‘Aku bisa gila!’ batin myungsoo lagi.

Lagi lagi bola ditangannya terlepas begitu saja karena suzy berteriak histeris sambil berkata ‘saranghae’ kepada minho.

Padahal niat suzy hanya untuk menyemangati minho. Tak ada maksud apa apa. Karena suzy tau kelemahan minho.

Ia harus disoraki, bukan hanya diperhatikan. Karena kalau hanya itu, maka ia akan melamun lagi. Dan mereka akan kalah.

‘Menyebalkan! Kenapa harus ada suzy eoh?!’ Batin myungsoo jengah lalu melempar bola basket itu asal.

Ia menatap suzy tajam. Padahal temannya telah mengoper bola itu kepada myungsoo, tapi ia malah menangkap dan membuangnya asal.

Suzy yang merasa diperhatikan malah bersikap tak peduli. Suzy tak mau menatap balik myungsoo.

‘Ada apa dengan myungsoo itu? Apa dia menyukaiku?’ Tanyanya dalam hati.

Teman teman dari tim myungsoo menyoraki myungsoo yang bermain buruk.

‘Sial’ batinnya.

‘Sepertinya aku terkena sihir’ batinnya lagi.

***

Bunyi pluit mengakhiri pertandingan tim namja yang dimenangkan oleh tim minho.

Myungsoo yang tersadar lalu berlari ke pinggir lapangan.

“Yak myungsoo-ah! Kenapa kau bisa kalah eoh? Aku kira kau adalah ketua tim basket. Kenapa bisa kalah dengan choi minho yang hanya anggota cadangan?!” sembur krystal sambil bertolak pinggang.

“Hmm” myungsoo meneguk minumnya kasar

“Yak! Kau dengar aku tidak?!”

“Ne ne! Kau tak usah mengajariku!” Pekiknya lalu segera berlalu dari tempatnya. Krystal membulatkan matanya tak percaya.

***

Myungsoo berjalan melewati tempat suzy berkumpul dengan tim nya.

Ia melihat suzy menghapus peluh minho.

Myungsoo lantas menatap mereka geram.

Tak sadar, ia menarik tangan suzy yang tengah sibuk menghapus peluh minho, namun minho dengan cepat menahannya.

Myungsoo menatap tajam minho sebentar.

Ia lalu berusaha melepaskan cengkraman tangan minho dari tangan suzy namun minho lebih kuat. Baca:minho seorang bodyguard. Minho masih menggengga tangan suzy erat, masih mempertahankan tangan gadis cantik itu.

“Lepaskan! Aku mau bicara dengannya.” Ucap myungsoo pelan tapi menekankan.

Suzy nampak memohon kepada minho agar ia melepaskan genggamannya.

Genggaman minho terlepas.

Seketika itu juga suzy di tarik paksa oleh myungsoo masuk ke dalam sekolah.

Minho tidak tinggal diam. Ia mengikuti mereka berdua secara diam diam.

***

“Yak! Kau kenapa huh?!” Pekik suzy tak terima di tarik seperti itu. Suzy tengah bersandar di samping loker.

Saat ini koridor sekolah sangat sepi.

Myungsoo lalu menyandarkan kedua tangannya di loker untuk mengapit suzy.

Ia menatap suzy tajam.

‘Omo! Ada apa dengannya huh?’ Batin suzy. Ia tak sanggup menatap manik mata myungsoo yang menatapnya tajam.

“Siapa yang kau sukai sebenarnya huh?” Tanya myungsoo ia masih dalam posisi itu.

Deg!

‘Aigoo! Help me!’ Pekik suzy dalam hati.

Suzy berusaha keluar dari lingkaran myungsoo namun myungsoo menahannya.

“Jawab!” Pekiknya.

Mereka saling bertatapan agak lama.

Suzy lalu mulai membuka suara.

“Kau menyukaiku?” Tanya suzy dengan pedenya.

‘Pertanyaan macam apa itu bae suzy! Ini saat saat genting dimana myungsoo berubah menjadi monster! Arrrgg!’ Batin suzy.

Myungsoo masih menatap suzy.

“Sihir apa yang kau pakai huh?” Tanya myungsoo lagi.

‘Sihir? Sihir apa? Kenapa dia bertanya seperti itu eoh?’ Pekiknya dalam hati.

Ia lalu memegang dagu suzy dan memiringkan wajahnya. Myungsoo menyunggingkan bibirnya.

Wajahnya mendekat ke wajah suzy. Suzy lalu menutup matanya.

Buggghhh!

Myungsoo jatuh tersungkur ketika sebuah bogem mentah mendarat tepat di wajahnya.

“Yak minho-ah! Apa yang kau lakukan huh?” Pekik suzy. Belum sempat ia membantu myungsoo berdiri, tangannya sudah ditarik paksa oleh minho.

“Minho-ah! Lepaskan!” Suzy meronta.

Minho tak peduli oleh teriakan suzy. Rahangnya mengeras. Ia sangat marah.

Myungsoo hanya tertawa pelan. Ia masih terduduk dengan pipi lebam.

‘Ckk.. hampir saja aku melanggar janjiku’ batin myungsoo.

Myungsoo lalu menyeka sudut bibirnya yang memar.

‘Namja itu! Sudah dua kali ia memukulku. Brengsek!’

Myungsoo lalu berdiri sambil merapikan bajunya.

Ia memperhatikan punggung suzy lirih yang semakin menjauh hingga tak terlihat lagi.

‘Hyung bagaimana ini? Aku sudah jatuh terperosok semakin dalam’

‘Padahal aku sudah mencoba menjauhinya. Arrrgg sial!’ Myungsoo membanting pintu lokernya kasar. Suara dentuman pintu loker membahana di koridor yang sepi senyap itu.

***

Minho yang sadar telah menyeret suzy sampai ke belakang sekolah lalu menghentikan langkahnya.

Ia melihat suzy yang memandangnya aneh.

“pabbo namja!” Suzy menepis tangan minho.

“Neo! Jeongmal! Menyebalkan!” Pekik suzy penuh penekanan. Suzy lalu memukul punggung minho brutal.

“Hampir saja aku menang. Tapi gagal karena kau! Argg! Minho pabbo!” Pekiknya lagi.

Setelah melakukan hal itu, suzy malah berlari meninggalkan minho yang sedang melamun.

Minho lalu menampar dirinya sendiri.

‘Apakah aku bermimpi?’

***

Suzy duduk sambil menyilangkan kakinya. Ia tengah serius menonton sebuah drama.

Sesekali ia sesenggukan.

Minho duduk di atas tangga dekat ruang tv untuk memandang suzy. Ia memandangi suzy lirih.

Sudah 2 hari ini suzy selalu mengacuhkannya.

Bahkan pada saat giliran minho menjemput, suzy malah memilih memakai mobilnya sendiri.

Dan sekarang, suzy menyuruh minho menjauhinya selama beberapa hari untuk menenangkan pikirannya.

Waktu suzy tinggal 19 hari dan ia masih belum bisa membuat myungsoo mengatakan bahwa ia menyukai suzy.

***

Suzy telah selesai menonton drama. Ia lalu berjalan menuju kamarnya.

Minho menopang dagunya melihat suzy melewatinya begitu saja.

“Suzy-ah..” sapa minho namun suzy terus berjalan naik ke atas.

“SUZY!” teriaknya lagi.

“Mwo? Mwo? Cishh..” sahut suzy sinis lalu berjalan acuh ke kamarnya.

Brakkkk!

Suzy membanting pintunya keras.

“ARRRGGG!” Teriak minho sambil menenggelamkan wajahnya di pegangan tangga.

***

“Suzy-ah.. kau maafkanlah si namja aneh itu. Kasihan dia” ucap jiyeon ketika melihat minho terus melamun memandang suzy lurus sambil menopang dagunya di atas meja.

“Aku tak peduli. Dia juga tidak peduli dengan harga diriku” balas suzy malas sambil mencomot kentang goreng yang dipesannya.

‘Minho kan suka kentang goreng’ batin suzy sambil melirik minho yang sedari tadi menatapnya.

‘Namja aneh. Betah sekali dia menatapku ber jam jam bahkan di kelas’

‘Ia bahkan tak memesan apa apa’ sambungnya lagi

Suzy yang tak tahan kemudian menghampiri minho.

“Yak! Sadarlah! Aku rasa kau perlu ke psikiater. Penyakitmu sudah tingkat akut!” seru suzy sembari menepuk pipi minho.

“Mianhae..” ucap minho lirih

“Ne ne. Aku maafkan” suzy memperlihatkan deretan giginya, berusaha tersenyum semenarik mungkin.

“Jinjja?” Suzy mengangguk mantap

“Sekarang kau boleh memakai mobilmu lagi menjemputku. Aku tak tahan melihatmu melamun sepanjang hari. Hahahaha” suzy tertawa terbahak bahak. Minho lalu melamun lagi. Suzy lantas menghentikan tawanya dan menggeleng pasrah.

“Aku rasa kau perlu kubawa ke psikiater..” gumam suzy.

***

“Bagaimana keadaannya uisanim?” Tanya suzy harap cemas.

“Tidak ada yang salah dengan psikisnya. Hanya saja, ia menderita Demensia Delirium syndrom

Suzy menutup mulutnya tak percaya.

“Penyakit apa itu uisanim?”

“Demensia Delirium Syndrome adalah suatu sindrom mental organik akut dengan gejala utama adanya penurunan kesadaran yang disertai dengan gangguan atensi, persepsi, orientasi, proses pikir, daya ingat, perilaku psikomotor dan siklus tidur. Jadi, delirium bukanlah penyakit” terang dokter itu.

“Efeknya?” Tanyanya lagi

“Gangguan fungsi atau metabolisme otak secara umum atau karena keracunan yang menghambat metabolisme otak menyebabkan timbulnya keluhan utama berupa
penurunan kesadaran, sehingga penderita tidak mampu mengenal orang dan berkomunikasi dengan baik, bicaranya inkoheren, bingung, cemas, gelisah dan panik”

Suzy sontak menutup mulutnya tak percaya.

“Minho-ah..” lirihnya

“Tapi tenang saja, karena faktor penyebabnya dapat diketahui dan dihilangkan.
Walaupun biasanya delirium terjadi mendadak” tambahnya.

***

‘Jadi itu alasannya mengapa minho suka sekali melamun’ batin suzy. Otaknya berisi hal hal mengenai minho. Padahal ia hanya iseng membawa minho ke psikiater dan ternyata ia malah harus mengetahui penyakit aneh minho.

“Suzy-ah gwaenchana?” Tanya minho.

“Gwaenchana..” suzy meremas jarinya tanpa melihat ke arah minho.

“Aku sudah tau kalau aku menderita Demensia delirium dari dulu. Itu bukan penyakit yang mematikan. Tenanglah..” minho mengusap bahu suzy yang terdiam.

“Makanya jangan heran jika aku terus memperhatikanmu” minho memandang ke arah lain sedangkan suzy mulai memperhatikan minho berbicara.

“Itu karena aku ingin merekammu dengan baik di otakku” minho menarik nafas

“agar saat aku lupa.. aku masih bisa mengenalimu..” sambungnya.

Mata suzy berkaca kaca

“Waeyo?” Tanya suzy lirih.

“Karena kau orang yang harus aku lindungi. Aku kan bodyguard dari seorang bae suzy hehehe” minho terkekeh kecil. Ia tengah bercanda. Padahal ia ingin mengatakan

‘aku ingin selalu mengenalimu karena kau adalah yeoja kedua yang aku cintai setelah eommaku. Hanya se simple itu’

tapi mulutnya berkata lain. Baca: eomma minho sudah meninggal.

Suzy lalu menghamburkan dirinya ke dalam dekapan minho.

“Jangan.. buat aku kegeeran..” gumam suzy pelan.

‘Yah Tuhan! Seperti ini saja sudah cukup. Tapi bolehkah aku mendapatkan lebih?’ Batin minho.

Hujan lalu menumpahkan airnya setelah sepanjang hari matahari menemani warga bumi.

Minho dan suzy yang berada di dalam mobil lalu tersadar.

“Kkaja!” Sahut minho. Suzy mengangguk kemudian.

***

“Kau sudah siap menjadi pembantuku eoh?”

Suzy memandang krystal malas.

“Shireo!” Ia menyeruput moccacino ice nya. Ia tengah berada di Park’s Coffee milik keluarga jiyeon tapi entah mengapa si drama queen itu muncul tiba tiba.

“lalu kenapa kau seperti menyerah untuk menggoda myungsoo oppa huh?”

Suzy sukses menyemburkan minumannya.

‘Menggoda? Apa krystal tau bahwa selama ini aku menggoda myungsoo untuk menerimaku? Aish memalukan sekali’ sungutnya dalam hati.

“Cish.. trik murahanmu itu tak akan mempan dengan myungsoo oppa!” Decak krystal. Ia menyilangkan kedua tangannya di dada.

‘trik murahan? Yak!’ Suzy menggebrak mejanya.

“Yak! Dengar miss drama queen menyebalkan. Aku.akan.menang.darimu.karena.aku.selama.ini.tak.pernah.kalah.darimu” pekiknya dengan menekankan tiap katanya.

“Dan kau akan jadi pembantuku lagi untuk yang kesekian kalinya” sambungnya mantab.

“Ckk.. liat saja nanti” krystal lalu mencelos keluar dari cafe bernuansa americano itu.

Jiyeon lalu menghampiri suzy.

“Mussheun iriya?”

“Monster betina itu menganggapku sudah menyerah karena sudah beberapa hari ini aku mengacuhkan myungsoo”

“terus?”

“padahal aku sedang tidak mood meladeni ice prince itu. Ia susah ditebak dan susah ditaklukkan” ujar suzy dramatis.

“Berlebihan” sergah jiyeon. Suzy tak menanggapi.

“Aku kembali bekerja ne?” Ucap jiyeon kemudian.

Suzy mengangguk mengiyakan.

‘Waktuku tinggal 9 hari lagi. Omo! Eottokhae?’ Suzy menjambak rambutnya frustasi.

***

Minho, suzy dan jiyeon berjalan beriringan menuju kelas.

Tiba tiba myungsoo sudah berada di depan menghadang mereka.

“Ikut aku” ucap myungsoo sambil menarik tangan suzy.

“Kau ke kelaslah duluan. Aku ada urusan” ucap minho kepada jiyeon. Minho lalu berlari menyusul suzy. Lagi lagi dia membuntuti mereka berdua untuk yang ketiga kalinya.

***

“Kau kenapa tak pernah menegurku eoh?” Tanya myungsoo. Suzy terdiam dan memalingkan wajahnya.

“KAU MAU MENJADI PEMBANTU KRYSTAL EOH?” Myungsoo berteriak kencang.

Suzy berbalik menatap myungsoo tak percaya.

‘Jadi.. dia sudah tau’ batin suzy. Ia memalingkan wajahnya lagi.

Minho yang berada di balik dinding lalu mengepalkan tangannya.

‘Sabar. Aku tak boleh gegabah seperti waktu itu’ batinnya.

“Aku tau suzy-ah! Kau tak taukan kalau krystal itu sepupuku?” Suzy berbalik lagi

‘Mwo? hampir tiga tahun aku bersekolah di seoul international high school dan aku baru tau bahwa krystal itu sepupu myungsoo’ suzy membulatkan matanya tak percaya.

“Kau tak taukan selama tiga tahun ini aku..” myungsoo menahan ucapannya.

“Ahh.. sudahlah.. lupakan..”

“Mwo? Wae?” Tantang suzy.

“Sekarang aku akan membantumu”

“Maksudmu?” Suzy mengerutkan keningnya.

“Aku menyukaimu.. maukah kau jadi yeojachinguku?” Ucap myungsoo tiba tiba.

Suzy tak dapat berkata apa apa. Matanya membelalak.

‘Jadi, dia berpura pura menembakku sekarang?’ Terka suzy dalam hati.

“Kau tak mau merekamnya eoh?” Tanya myungsoo lagi.

Suzy lalu mengeluarkan ponselnya dan memutar recordernya.

“Ulangi”

“Bae suzy! Aku menyukaimu! Maukah kau menjadi yeojachinguku eoh?” Wajah myungsoo nampak serius. Suzy terperangah.

Belum sempat suzy menghentikan laju recordernya myungsoo sudah melumat bibir suzy. Suzy sempat kaget namun karena terbawa suasana iapun membalasnya.

Ponsel suzy terjatuh namun recordernya masih menyala.

Myungsoo memperdalam ciumannya. Suzy memegang tengkuk myungsoo.

Myungsoo mendorong suzy ketembok. Mereka masih asyik melakukan deep kissing.

Minho melihat semuanya. Matanya kosong. Kepalanya terasa berat.

‘Ottokhae? Siapa orang di hadapanku ini? Aku tak dapat mengingatnya. Kenapa hatiku sakit melihat mereka?’ Pertanyaan itu merajai pikiran minho. Kepalanya sangat sakit. Ia lupa semuanya.

‘Kenapa bisa?’ Ia meremas kepalanya.

‘Arggg! Kenapa hatiku sakit melihat mereka?’

***TBC***

Hiks hiks.. mianhae kalau alurnya aneh plus gaje huahhh.. jadi merasa bersalah nih akunya🙂 mian lain kali saya usahain lebih baik lagi #eh

Sorry for bad feel.
Mianhae.. kalau ceritanya yang membosankan I still learn. Mianhae kalau ada something yang tak mengenakkan hati🙂 Sorry for typo if there are! Noumu ghamsa yang sudah komen. And I need a critism but no bashing! I wanna be better.
I need RCL for getting an inspiration! It’s making me enthusiasm! Jeongmal!!😀

Gomapta Bow~🙂

87 thoughts on “FF HE & SHE PART 2

  1. oh my minho so sweet banget, jadi dia selqlu merhatiin zyeon supaya nanti klo hilang ingatan dia jadi mengenal zyeon duh minho kok ya ngeliat zyeon sama myungpa deep kiss..
    seneng sih jarena aku kan myungzyshippper jadi pengen ngeliatnya suzy bersatu ama myungpa tapi sedih klo keingat ama minho

  2. omo?? penyakit minho kambuh?? kasihan minho,apa dia bakal lupain suzy? kata”nya sweet banget..
    penasaran sama janji yg myungsoo buat? knapa dia sengaja ngjauhin suzy?? ah tapi akhirnya dia luluh juga,atau sbenernya dia emng suka sama suzy??

  3. Minho penyakitanya kumat, jadi Myungsoo sepupu nya Kristal.. tuh kan Suzy dah jatuh hati ke Myungso. Myungsoo mau bilang apa ya…

  4. Tamabah miris nasib minho
    Penyakitnya kambuh dan suzynya suka sama myungsoo
    Sabar aja dah buat minho
    Yang semangat ya ngejar suzynya
    Dan buat myungsoo
    Dia menyembunyikan sesuatu,bener gak si????

Tinggalkan Balasan Anda, Dear

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s