FF HE & SHE PART 3

image

Title: HE & SHE
Author: @vhyra_pabbo
Genre: Romance, drama, School Life, etc.
Main Cast: Choi Minho, Bae Suzy, Kim Myungsoo
Sub Cast: Krystal Jung, Park Jiyeon, Kim Jong In, Kangjun, OC’s, dll
Length: Chaptered

Warning: Ini adalah cerita yang saya buat murni dari pikiran saya. Cerita ini hanya fiktif belaka. kalau ada kesamaan tokoh, tempat, dan cerita itu merupakan bukan kesengajaan. Ghamsahamnida~ Bow

Happy Reading!

***

Previous part:

Myungsoo mendorong suzy ketembok. Mereka masih asyik melakukan deep kissing.

Minho melihat semuanya. Matanya kosong. Kepalanya terasa berat.

‘Ottokhae? Siapa orang di hadapanku ini? Aku tak dapat mengingatnya. Kenapa hatiku sakit melihat mereka?’ Pertanyaan itu merajai pikiran minho. Kepalanya sangat sakit. Ia lupa semuanya.

‘Kenapa bisa?’ Ia meremas kepalanya.

‘Arggg! Kenapa hatiku sakit melihat mereka?’

***PART 3***

“Ssstt.. jiyeon-ah..” bisik suzy kepada jiyeon yang tengah asyik menerima pelajaran dari Lee Seongsaengnim.

“Hmmm?” Jiyeon tak berbalik. Ia masih asyik berkutat dengan materi materi pelajaran.

“Minho eoddie?”

Jiyeon lalu berbalik dan mengerutkan keningnya bingung.

“mwo? Aku baru sadar kalau aku tak melihatnya daritadi di kelas”

Jiyeon yang teringat sesuatu lalu menepuk jidatnya pelan.

“Oh iya aku baru ingat. Sepertinya minho tadi mengikutimu karena dia menyuruhku kembali ke kelas sendirian”

Suzy membulatkan matanya.

“Jinjja?!” Pekiknya.

“Yak bae suji! Kau mau kuhukum lagi eoh?!” teriak Lee Seongsaengnim murka.

‘Gawat!’ Batinnya. Suzy berbalik menghadap Lee seongsaengnim kikuk.

“Jwoseunghamnida seongsaengnim. Jeongmal jwoseunghamnida” balasnya sambil sedikit membungkuk sopan.

“Ne! Tapi kalau kau berbuat seperti itu lagi, aku tidak akan segan segan menghukummu seperti kemarin. ARRASOYO!”

“N-NE!” Balasnya gugup. Suzy lalu duduk kembali setelah dipersilahkan.

“Jiyeon-ah..” bisiknya lagi

“Ne.. sebentar kita cari dia. Tapi sebaiknya kau perhatikan materi lee seongsaengnim dulu. Aku takut kau akan dapat hukuman seperti waktu itu. Atau lebih parah lagi” jiyeon menggidikkan bahunya ngeri. Suzy mengangguk paham.

***

-KANTIN-

Minho eoddieseo?

Minho-ah.. kenapa kau tak masuk kelas?

kau melamun lagi? Gwaenchana?

Suzy terus mengirimi minho pesan singkat. Wajahnya sarat akan cemas.

Ia takut terjadi sesuatu pada minho.

“Eotthae? Dia membalas sms mu?” Tanya jiyeon tiba tiba yang tengah membawa banyak cemilan di tangannya.

Suzy menggeleng pasrah.

“Mungkin saja dia sakit dan dia pulang tanpa pamit. Maybe?” Terka jiyeon sambil mengunyah potato chips nya.

Suzy melamun.

‘Apa mungkin dia melihat aku dan myungsoo.. akhh.. terus kenapa kalau dia melihatnya?’ Batin suzy. Ia meremas rambutnya lalu menenggelamkan wajahnya di atas meja.

Bruukkk!

Suzy tersentak. Mejanya tiba tiba di pukul seseorang.

“Yak!” Pekiknya.

“Eotthae bae suzy? Waktumu tinggal 5 hari. Kau sudah siap huh?” Ucap krystal sinis.

Suzy memandang krystal malas. Ia lalu mengeluarkan ponselnya dan melemparnya ke atas meja.

“Ige mwoya?” Tanya krystal bingung.

Suzy lalu memutar recordernya malas.

Bae suzy! Aku menyukaimu! Maukah kau menjadi yeojachinguku eoh?

Krystal terperangah. Ia menutup mulutnya tak percaya.

Jiyeon memandang krystal sinis.

“Eotthae krystal-ssi? Kapan kau bersedia jadi pembantu ku eoh?” Tanya suzy sambil tersenyum sinis.

Krystal mengembalikan ponsel suzy sambil menahan malunya.

Ia lalu pergi begitu saja.

“Krystal-ssi! Kau mau kemana eoh? Hahaha” jiyeon tertawa keras.

“Dia pasti sangat malu hahaha” jiyeon tertawa besar sembari memegang perutnya. Terlihat ia sangat puas melihat ekspresi krystal.

Suzy hanya tersenyum. Ia merasa ada yang hilang kalau minho tidak ada di sini.

‘Minho-ah gwaenchana?’

Mata suzy lalu teralih ke arah seorang namja yang tengah duduk sendiri sambil menikmati makanannya.

Namja itu sedari tadi memperhatikan suzy.

Bahkan ia tak segan segan menatap suzy sembari mengunyah makanannya

‘Kim myungsoo..’ lirihnya

***

Suzy terlihat cemas sambil mondar mandir tak jelas di parkiran. Sesekali ia memperhatikan orang orang yang menuju parkiran.

Ia tengah menunggu minho. Barangkali minho tengah pingsan atau tertidur sampai lupa waktu. Itu yang ada dipikiran suzy.

Suzy berkali kali menghubungi dan mengirimi minho pesan singkat namun tak ada jawaban dan teleponnya pun tak diangkat.

“Suzy-ah! Lebih baik kita pulang saja! Mungkin dia sudah ada di rumahmu” seru jiyeon yang telah berada di dalam mobil.

Suzy mengangguk pasrah lalu segera masuk ke dalam mobil.

***

“Oppa! Kenapa kau menerima suzy jadi pacarmu huh? Apakah kau tak ingat janjimu dengan hyung mu?” Pekik krystal.

Myungsoo sontak menjauhkan ponselnya dari telinganya karena pekikan yang memekik itu.

“Yak! Tak usah berteriak!”

“Kheundae oppa! Kau sudah membuatku jadi pembantu! Aku akan memberitahu hal ini pada hyung mu!”

“Yak! Jugullae!”

“pokoknya aku tak mau tahu! Aku akan melaporkannya!”

Tutt..

“Yak! Krystal-ah!” Pekik myungsoo tak terima.

Ia meremas rambutnya frustasi dan melempar ponselnya ke sembarang arah.

‘Jangan sampai dia memberitahu hyung. Akhhh.. eottokhae?’ Batinnya.

***

“Minho-ah!” Teriak suzy. Ia sudah berada di rumahnya.

“Minho oppa!” Teriaknya lagi.

Suaranya menggema di dalam rumah yang sangat luas itu.

Suzy mencari minho di kamar yang di tempati minho.

Ia memperhatikan sekeliling.

‘Aigoo! Baju bajunya kemana? Apakah dia sudah pulang ke rumahnya?’

Suzy tengah celingak celinguk memperhatikan isi kamar minho.

“Minho nappeun! Pulang ke rumahnya tak pamit padaku!” Suzy menyandarkan kepalanya di tembok.

‘Kenapa dia tiba tiba pulang eoh? Eommaku kan belum pulang dari Australia’ pikirnya.

“Akhh minho nappeun!” Suzy lalu berlari keluar dari kamar minho menuju kamarnya.

Ia menghamburkan tubuhnya di spring bed king size miliknya.

Ia menggeleng kepalanya beberapa kali.

“NAPPEUN!!!” teriaknya kemudian.

***

For: Minho pabbo

Yak pabbo! Besok giliranmu menjemput kami. Jangan terlambat ne? ^^

Suzy menunggu minho membalasnya namun setelah setengah jam, namja itu tak juga membalasnya.

Suzy yang terlihat geram lalu melempar ponselnya asal.

“Minho nappeun! Menyebalkan!” rutuknya. Ia menghela nafas berat.

“Kenapa kau tak membalas smsku? Tak mengangkat teleponku eoh? Apa kau mencoba membalasku eoh?” Suzy berbicara pada boneka kataknya.

“Dasar katak nappeun!” Suzy memukul mukul boneka katak itu.

Drrrtt..

Suzy terlonjak senang karena mendengar bunyi ponselnya. Diambilnya ponsel itu tanpa melihat nama pengirimnya

“Yeoboseyo min..”

“min? Nugu?” Sela penelpon itu.

“ehemm.. mianhae.. nuguseyo?” Suzy memukul kepalanya pelan.

“Ige myungsoo”

suzy menutup mulutnya. Hampir saja ia berteriak.

“Suzy-ah? Kau masih di sana?”

“n-ne.. waeyo? Kenapa kau menelpon?”

“Hahaha.. apakah aku tak boleh menelpon yeojachinguku?” Myungsoo tertawa pelan.

“Yeojachingu? Jadi.. kau serius?” Suzy mengerutkan keningnya.

“Tidak juga. Hanya saja… kau mau kalau krystal curiga kalau aku memutuskanmu begitu saja?” Sangkalnya.

suzy terdiam.

“Jadi.. untuk sementara.. kau maukan menjadi yeojachinguku?”

Suzy terdiam lagi. Pikirannya berisi tentang minho sekarang.

Ia lalu menutup teleponnya sepihak.

‘Ada apa denganku ini?’ Tanyanya dalam hati.

Ponselnya terus bergetar namun tak dihiraukannya.

***

Suzy sedari tadi mondar mandir di depan pagarnya untuk menunggu minho menjemputnyam

‘lama sekali mr.frog itu’ suzy melihat arlojinya beberapa kali.

Ia lalu mengecek ponselnya.

12 missed calls dari myungsoo
2 sms dari jiyeon

Ia lalu membaca sms dari jiyeon.

Jemput aku yah. Minho sedang sakit kata hyung nya

Suzy-ah! Kau dimana? Ppalli jemput aku! Kita sudah terlambat:p

Suzy tersenyum hambar.

‘Jadi minho sakit’ batinnya

Ia lalu masuk kembali ke dalam rumahnya untuk mengambil mobil.

***

Suzy tengah berjalan berdua dengan jiyeon.

Tiba tiba seseorang merangkulnya.

Sontak suzy menoleh ke arah orang itu.

“Myungsoo oppa..”

“Ne. Kau kenapa memutuskan teleponku tadi malam huh?! Kau bosan hidup?!” Pekiknya pelan.

Jiyeon yang merasa dirinya seperti obat nyamuk lalu mempercepat langkagnya. Ia bermaksud membiarkan kedua insan itu dengan dunia mereka.

“Aku duluan yah!” Ucap jiyeon.

Suzy ingin membalas ‘tunggu aku’ namun myungsoo tak membiarkannya.

Myungsoo mempererat rangkulannya dan membekap mulut suzy lembut.

“Yak!” Pekiknya.

“Tak usah khawatir. Kita kan sudah berpacaran” balas myungsoo santai.

Suzy hanya dapat pasrah di rangkulan myungsoo. Para murid yang melihatnya lantas memandang mereka kagum.

‘Benar benar pasangan yang serasi’ begitulah gumaman murid murid yang melihatnya walaupun tidak sedikit yang iri dengan mereka berdua.

***

“Annyeong chagia” Ucap myungsoo begitu mereka telah sampai di kelas suzy. Suzy tersenyum hambar lalu beranjak masuk ke dalam kelasnya ,namun myungsoo kembali menariknya cepat.

Ia lalu mencium kening suzy lembut dan agak lama.

Myungsoo meresapi tiap detiknya.

‘Apakah aku bisa seperti ini terus eoh?’ batin myungsoo.

Suzy menatap myungsoo aneh.

‘Benar benar namja yang sulit ditebak’ batinnya.

***

“Eh.. kau suzy kan?” Tanya seorang namja berperawakan tinggi tegap dan tampan.

“Ne minsu oppa. Aku mencari minho” balasnya.

Namja bernama Choi Minsu itu nampak memikirkan sesuatu.

“Dia tidak ada di sini”

“Mwo? Waeyo? Eoddie?” Suzy mengeraskan suaranya.

“Kau datanglah ke Byongwon of seoul. Dia dirawat disana”

Suzy membelalakkan matanya tak percaya.

“Dia sakit apa?”

“Dia tidak sakit. Hanya melakukan terapi delirium” ungkapnya.

“Jadi, syndromnya kambuh?”

namja itu mengangguk.

“Oppa tak menjaganya?”

“Ia tak mengenalku. Jadi lebih baik aku tinggalkan saja anak nakal itu sampai terapinya selesai” ujarnya.

“Kalau begitu, aku segera kesana ne? Gomawo oppa” ucap suzy.

Minsu mengangguk pasti. Suzy lalu buru buru meng gas mobilnya menuju tempat tersebut.

***

Suzy menapaki lantai putih dengan kilat porselen di atasnya. Ia berjalan dengan hati hati.

Ia lalu mengintip ruangan minho di rawat. Suzy melihat minho tengah duduk sambil melamun.

Tak banyak alat alat dokter yang berada di kamarnya. karena ia hanya melakukan terapi delirium.

Suzy berjalan pelan menghampiri minho yang tengah melihat kakinya sendiri.

“Minho-ah..” panggil suzy pelan.

Minho tak bergeming. Ia masih dalam posisi itu.

Suzy lalu menghampiri minho lebih dekat lagi dan menepuk pelan bahu minho.

“Minho pabbo!” Serunya.

Minho lalu berbalik. Wajahnya terlihat bingung dan cemas.

“Siapa kau?” Ucapnya pelan. Ia menggigit jari jarinya seperti anak kecil.

‘Jadi.. kau lupa padaku eoh?’ Batin suzy. Ia lalu menaiki ranjang minho.

“Katanya kau tak akan melupakanku. Kheundae.. kenapa kau bisa lupa padaku eoh?” Mata suzy berkaca kaca. Ia lalu membelai wajah minho lembut.

Minho menatap suzy bingung. Ia juga membalas membelai wajah suzy lembut.

“Sepertinya aku pernah mengenalmu” ucap minho pelan. Cara bicaranya seperti anak kecil.

‘Kheundae.. efeknya seperti ini yah’ batin suzy. Ia berusaha menahan tangisnya.

“Gangguan fungsi atau metabolisme otak secara umum atau karena keracunan yang menghambat metabolisme otak menyebabkan timbulnya keluhan utama berupa penurunan kesadaran, sehingga penderita tidak mampu mengenal orang dan berkomunikasi dengan baik, bicaranya inkoheren, bingung, cemas, gelisah dan panik”

“Aku sudah tau kalau aku menderita Demensia delirium dari dulu. Itu bukan penyakit yang mematikan. Tenanglah..”

“Makanya jangan heran jika aku terus memperhatikanmu”

“Itu karena aku ingin merekammu dengan baik di otakku”

“agar saat aku lupa.. aku masih bisa mengenalimu”

Suzy mengingat perkataan itu. Beberapa titik ristal bening akhirnya lolos keluar dari pelupuk matanya. Ia lalu mengalihkan pandangannya dari minho.

“Kau menangis?” Tanya minho yang merasakan tangannya dijatuhi air. Ia masih menyentuh wajah suzy.

“Ani”

“Kheundae.. kenapa tanganku basah?” Minho menatap suzy heran.

Suzy lalu terisak dan langsung menghamburkan dirinya ke dalam pelukan minho. Suzy terisak pelan.

Minho melamun sejenak, kemudian membalas pelukan suzy. Minho tersenyum simpul.

‘Rasanya sangat damai berada di pelukan yeoja ini’ batin minho

“Cepatlah sembuh. Kau harus terapi dengan giat” ucap suzy pelan masih terisak.

Dokter tiba tiba masuk. Suzy refleks melepaskan pelukannya.

“Kau siapanya, agassi?” Tanya dokter itu

“Sahabatnya”

“Dia bisa mengingatmu?”

“Ani. Apakah setelah terapi, syndromnya bisa hilang?” Tanya suzy penasaran sedangkan minho hanya memandang kedua orang itu bingung.

“Aniya. Terapi ini hanya untuk mengembalikannya seperti semula. Tapi tidak menghilangkan syndromnya. Karena ini syndrom, bukan penyakit jadi akan sulit untuk sembuh”

“Kheundae.. masih ada harapan untuk menghilangkan syndromnya kan uisanim?” Tanyanya harap harap cemas.

“Mungkin. Selalu ada kemungkinan. Kau taukan, delirium syndrom ini akan kambuh kapan saja, kheundae.. saat kambuh, kau bawalah dia kesini untuk menjalankan terapi”

Suzy mengangguk.

“Baiklah.. saya mau memeriksa kesehatannya dulu apakah dia sudah siap menjalankan terapi” ujar dokter itu. Suzy lalu beranjak dari ranjang minho namun minho malah menahannya.

“Kau mau kemana chagi?” Ucapnya polos.

‘Chagi?’ suzy tertawa pelan.

“Kau diperiksa dulu ne? Nanti aku akan di sini lagi” suzy mengikuti gaya bicara minho.

‘Minho sangat menggemaskan!’ batinnya lalu segera beranjak dan duduk di atas kursi. Ia memperhatikan minho yang sedang diperiksa.

Minho memperhatikan suzy dengan seksama. Ia tak melepas pandangannya dari yeoja itu sedetik pun.

‘Sepertinya aku tak ingin melepaskan pandanganku darinya’ batin minho

Suzy hanya tersenyum simpul melihat minho memandanginya intens.

‘Aku rasa penyakit lamun minho tak akan pernah hilang. Hahaha’ batinnya.

***

Suzy menunggu minho yang tengah menjalani terapi delirium syndrom.

Sesekali ia berusaha mengintip ke jendela yang tertutup tirai itu.
Suzy sudah tidak sabar memukul dan memarahi katak jantan itu lagi. Ia sangat rindu dengan namja itu.

Beberapa kali ponsel suzy berdering namun tak digubrisnya. Padahal yang menelponnya adalah myungsoo. Namjachingunya. Namjachingu palsu lebih tepatnya.

Setelah beberapa lama, dokter itu lalu keluar dari ruangan terapi.

“Eotthae uisanim?” Sembur suzy tak sabar.

Dokter itu tersenyum ramah.

“Terapinya berhasil”

“Jeongmal?”

Dokter itu mengangguk.

“Omo ghamsahamnida uisanim!” suzy menjabat tangan dokter itu beberapa kali.

“Kheundae, seperti yang saya katakan. Syndromnya tidak akan hilang. Hanya saja terapi ini dapat membuatnya normal kembali” ujarnya. Suzy mengangguk mantap.

“Dia akan di bawa ke kamarnya.Kau sebaiknya ke sana saja. coba kau tanya tanya sesuatu padanya”

Suzy mengangguk. Ia lalu berjalan menuju kamar minho.

***

“Minho chagi..” ucap suzy lembut. Minho yang sedang melamun lalu berbalik menghadap suzy.

“Suzy-ah..” ia terperangah.

“Gwaenchana?” Suzy lalu naik ke atas ranjang minho. Minho lalu membulatkan matanya.

“N-ne” balasnya gugup.

‘Omo! Dia memanggilku chagi? Lagi?’ Batin minho.

“Kenapa delirium mu bisa kambuh pabbo?” Suzy memukul lengan minho pelan lalu menatap minho sendu

“Karena aku telah melihat adegan memuakkan” kalimat itu keluar dari bibir minho spontan dengan nada sinis. Matanya lalu menatap suzy tajam. Padahal tadi ia sudah melupakan kejadian yang membuat syndromnya kambuh.

“Memuakkan? Adegan apa itu?” Tanya suzy gugup.

‘apakah adegan aku dan myungsoo? Memuakkan?’

“Sudahlah.. tidak penting” minho lalu membaringkan badannya di ranjang. Ia juga menarik suzy untuk berbaring di sampingnya.

“Yak minho-ah!” Pekik suzy sambil memukul dada minho pelan. Minho lalu menangkap tangan suzy yang tengah memukulnya. Ia mencengkram tangan suzy erat. Sangat erat.

Suzy tak dapat melawan. Ia hanya memperhatikan wajah minho dengan jarak sangat dekat.

Tiba tiba minho berbalik ke arah suzy. Wajah mereka menjadi sangat dekat.

“Minho-ah.. ternyata kau sangat tampan..” suzy tak memalingkan wajahnya. Sedangkan minho, ia menahan gugupnya setengah mati.

Minho lalu melepaskan genggamannya dan membalikkan badannya.

‘Aku tak boleh terlalu dekat denganmu suzy-ah. Atau aku tak akan pernah melepaskanmu’ batinnya. Ia lalu memegang dadanya. Jantungnya berdegup sangat kencang.

“Oppa..” ucap suzy manja sambil berusaha membuat minho berbalik padanya.

“Kau pulanglah. Besok aku akan menjemputmu” minho masih dalam posisi itu

“Oppa!” Desaknya

“KAU PULANGLAH!” bentak minho tanpa sadar. Suzy terlonjak kaget. Ia lalu bangkit dari ranjang minho.

“Aku pulang ne” ucapnya buru buru lalu segera berjalan keluar dari kamar itu.

‘Hah suzy-ah.. kau bisa membuatku jantungan..’ batinnya. Ia tersenyum damai.

***

“Mianhae minho-ah..aku tak sempat menjengukmu” ujar jiyeon memelas.

“Gwaenchana.. suzy sudah mewakilimu” balasnya sambil menyetir. Suzy terdiam.

‘Apakah jiyeon tau syndrom aneh minho?’ Batinnya.

“Jinjja? Yak suzy-ah.. kenapa kau tak mengajakku eoh?” Bentaknya.

“Mana sempat aku mengajakmu kalau jadwalmu sedang penuh” suzy mencibir.

“Cih.. aku bukan artis suzy-ah. Jadi bahasanya yang biasa saja” jiyeon balas mencibir suzy.

“Sudahlah.. yang penting aku sudah sehatkan?” Sergah minho cepat.

Jiyeon dan suzy sontak terenyak lalu detik kemudian tertawa terbahak bahak.

“Kalian berdua aneh” ucap minho sambil menggeleng pelan.

Drrrtt.. ponsel suzy lalu bergetar.

‘Myungsoo oppa’

“Yeoboseyo?”

“Kau dimana? Kau sudah berangkat?”

“ne. Waeyo kau menelpon sepagi ini?”

“nugu?” Bisik jiyeon

“myungsoo oppa” suzy menjauhkan ponselnya dari telinganya hendak membalas pertanyaan jiyeon.

“Ung” balas jiyeon acuh.

Minho yang mendengar nama itu sontak menaikkan kecepatan mobilnya.

“Yak minho pabbo! Pelan pelan saja!” Pekik jiyeon namun minho tak menghiraukan.

“Myungsoo oppa.. sebentar kita bicara lagi ne?”

Tutt..

“Pelankan mobilnya pabbo!” Pekik suzy kemudian. Minho lalu memelankan mobilnya.

“Neo waeyo?” Tanya suzy

“Hanya coba coba jadi pembalab. Siapa tau aku bisa mengalahkan valentino rossi” sangkalnya. Nada bicaranya seakan menyindir.

“Yak! Valentino rossi adalah pembalap motor bukan pembalap mobil pabbo!” Jiyeon menjitak kepala minho gemas.

Suzy hanya menggeleng pasrah.

‘Dasar aneh’

***

“Chagi-ah!” myungsoo melempar senyumnya kepada suzy ketika suzy, minho, dan jiyeon ingin menuju kelasnya.

Suzy yang merasa dirinya dipanggil lalu buru buru menarik tangan minho dan jiyeon untuk segera memasuki kelas.

Raut wajah myungsoo seketika berubah.

‘Awas kau bae suzy! Kau yang mengajak ku ke perkara ini. Maka kau harus bertanggung jawab’ batinnya.

***

“Neo wae?” Tanya jiyeon kemudian.

“Gwaenchana..” suzy menghembuskan nafasnya berulang ulang.

“Apakah karena myungsoo?” Minho membuka suara. Nada bicaranya terdengar tak bersahabat.

“Apakah kau tak menyukai myungsoo?” Suzy balik bertanya. Minho langsung salah tingkah.

“Aniya.. kau temuilah dia. Diakan namjachingu mu” ucap minho gugup sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal.

Suzy mengangguk.

“Baguslah kalau kau tak benci padanya”

Minho terdiam.

‘Aku memang tidak benci padanya. Tapi aku benci sesuatu yang ada padanya. Dia bisa memilikimu. Seandainya aku saja yang jadi taruhanmu. Mungkin saja kau bisa seketika jatuh cinta padaku’ minho menampar pipinya pelan.

***

Tangan suzy ditarik oleh seseorang ketika ia selesai keluar dari toilet.

“Yak lepaskan!”

Orang itu membawanya sampai di belakang sekolah.

“Suzy-ah..”

“Myungsoo oppa? Wae?”

“Apakah kau benar benar suka padaku? Atau.. kau hanya mempermainkanku karena kau telah menang dari krystal huh?” Ucap myungsoo sinis.

Suzy terdiam. Ia tengah memikirkan sesuatu.

“Jawab bae suzy. JAWAB!”

Suzy masih terdiam. Ia tak berani menatap mata tajam myungsoo.

“Neo arra? Aku mempertaruhkan sesuatu untuk membuatmu menang dari krystal. Dan kau… membuatku sakit hati..” myungsoo mengangkat wajah suzy. Suzy hanya menatapnya sendu.

Entah mengapa suzy tak dapat menjawab semua pertanyaan myungsoo dengan mudah.

“Suzy-ah.. kau..membuatku..jatuh terlalu dalam..” lirihnya.

“Mian..” lirih suzy takut.

“Mian?!” Bentak myungsoo tak percaya.

“Mian..aku tak mengerti apa yang kau pertaruhkan. Kalau aku tau..” suzy menjeda ucapannya.

“Maka aku tak akan menerima persetujuan krystal untuk menjadikanmu bahan taruhan” sambungnya lirih.

“Jadi kau peduli?! Selama ini aku berusaha menjauhimu! Tapi kau yang datang padaku!” Nada suara myungsoo meninggi.

“Dan sekarang! Aku tak bisa melepaskanmu lagi!” Lanjutnya. Myungsoo lalu memeluk suzy erat.

‘Apa yang dipertaruhkan myungsoo?’

‘Jadi ucapan myungsoo waktu itu serius?’ Batinnya.

***

“Krystal!” Teriak suzy lantang

“Ne tuan putri?” Balas krystal skeptis.

“Belikan aku dan sahabat sahabatku yang tercinta ini makanan” suzy menyerahkan selembar uang bernilai besar kepada krystal.

“Semua..nya?” Krystal membelalakkan matanya melihat nominal uang itu.

Suzy mengangguk mantap. Jiyeon menahan tawanya, sedangkan minho hanya memasang tampang datar.

‘Yeoja gila! Ia menyuruhku membelikannya makanan dengan uang sebanyak ini. Apa dia ingin aku kecapaian eoh? Sial’ rutuknya dalam hati.

“Mana sahabat sahabatmu itu krystal-ssi?” Tanya jiyeon sinis.

“Apa urusannya denganmu?” Balasnya. Jiyeon lalu bangkit dari tempat duduknya hendak menampar yeoja itu namun suzy segera menahannya.

“Sabarlah..” gumam suzy pelan.

“Jadi..Apa yang kau mau tuan putri?” Krystal terlihat menahan amarahnya.

Suzy lalu menyerahkan selembar list panjang.

Krystal mengambilnya kasar.

Wait a minute!” Pekik krystal geram dan segera berjalan menuju counter makanan.

Seketika tawa suzy dan jiyeon pecah. Minho masih memasang tampang datar. Ia tengah memandangi suzy.

Tiba tiba myungsoo datang dan langsung duduk di samping suzy dan merangkul bahu suzy.

Myungsoo lalu mencium pipi suzy lama. Ia menutup matanya seperti meresapi ciuman itu.

“Myungsoo oppa..” ucap suzy yang merasa risih.

“Biarkanlah.. mereka sudah tau kalau kita berpacaran”

Minho mengepalkan tangannya lalu beranjak dari tempat duduknya.

Suzy melihat wajah amarah minho. Seperti cemburu.

‘Apa dia menyukaiku?’ Batin suzy.

Minho lalu berjalan menuju counter makanan. Ia lantas mengambil list itu dari tangan krystal.

Krystal sontak saja terlonjak kaget

“Wae?”

“Biar aku saja. Aku tak ada kerjaan”

Suzy yang melihatnya lalu melepaskan rangkulan myungsoo.

“Yak bae suzy!” Teriak myungsoo namun suzy tetap berjalan terus menuju kedua insan yang tampak saling beradu argumen.

Ia lalu berjalan cepat menuju tempat minho dan krystal.

“Yak minho-ah! Berikan list itu padanya!” Pekik suzy tak terima.

“Wae suzy-ah? Wae? Kau cemburu?” Sergah minho cepat.

“Yak! Aniya! Itu kan sudah tugas krystal!” Pekik suzy tak mau kalah.

“Tak ada persyaratan kan kalau krystal tak boleh dibantu?” Sela minho. Suzy lantas terdiam.

“Kau bersenang senanglah sana. Biar aku disini membantu krystal. Aku tak mau jadi obat nyamuk disana” lanjutnya.

Suzy mengepalkan tangannya.

“Pabbo..” Gumam suzy pelan namun menggema. Suzy lalu kembali ke tempatnya.

Minho hanya memandang suzy lirih. Ia melamun lagi.

Krystal lalu mengibaskan tangannya di depan wajah minho.

“Gwaenchana?”

***

Suzy kembali duduk di samping myungsoo. Namun myungsoo tak memperlakukan suzy seperti tadi. Matanya sarat akan kemarahan.

Myungsoo lalu beranjak dari kursinya menuju kursi lain.

“Mau kemana?” Tanya suzy bingung akan sikap myungsoo namun myungsoo tak segera menjawab.

“Shit!” Umpat suzy sambil memukul meja pelan.

Drrrtt..

Ponselnya tiba tiba bergetar. Ia lalu membaca pesan dari pengirim tak dikenal itu

Suzy-ah.. I’m comeback for you. Tunggu aku

♥ur love

‘Siapa ini?’

***TBC***

Annyeong readers! Pertama tama aku ingin mengucapkan ghamsahamnida untuk yang sudah komen dan like, I am so happy! Heheu and mianhae kalau ceritanya gak sesuai harapan. U know I still learn, right?

Sorry for typo and don’t forget to leave ur comment!!

RCL YAH!🙂

Ghamsahamnida~Bow

86 thoughts on “FF HE & SHE PART 3

  1. aigoo sebenarnya suzy sukanya sama siapa sih.. minho apa myungpa??
    trus yang mau comeback itu siapa
    oh I’m curious yeah..

  2. astaga cinta segi tiga tuh rumit ternyata.. tp di sini suzy kliatannya suka sama minho,apa yg dah di korbankan myungsoo ya biar dia bisa sama suzy?
    kasihan sama minho tapi juga kasian myungsoo..duh aku di pihak siapa ini? #plak
    ow ow siapa lagi itu yg sms suzy?

  3. Ternyata suzy ada rasa suka juga ni buat minho
    Nahh gimana myungsoonya
    Tapi sulit juga si milih salah satu dari mereka
    Soalnya mereka ganteng2 banget thor
    Loh kok aku yg plin plan ya
    Hehehe ceritanya makin seru

Tinggalkan Balasan Anda, Dear

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s