FF HE & SHE PART 4

image

Title: HE & SHE
Author: @vhyra_pabbo
Genre: Romance, drama, School Life, etc.
Main Cast: Choi Minho, Bae Suzy, Kim Myungsoo
Sub Cast: Krystal Jung, Park Jiyeon, Kim Jong In, Kangjun, OC’s, dll
Length: Chaptered

Warning: Ini adalah cerita yang saya buat murni dari pikiran saya. Cerita ini hanya fiktif belaka. kalau ada kesamaan tokoh, tempat, dan cerita itu merupakan bukan kesengajaan. Ghamsahamnida~ Bow

Happy Reading!

***

Previous part:

Drrrtt..

Ponselnya bergetar. Ia lalu membaca pesan dari pengirim tak dikenal itu

Suzy-ah.. I’m comeback for you. Tunggu aku

♥ur love

‘Siapa ini?’

***PART 4***

Suzy menikmati makanannya di kantin. Mejanya dipenuhi oleh makanan.

Ia memperhatikan minho yang hanya memandang makanannya tanpa memakannya.

“Krystal!” Pekik suzy kemudian.

“Apa lagi huh?” Sahutnya sinis.

“Kau bungkus makanan makanan ini dan kau bawa ke kelasku. Sebentar lagi bel” ujar suzy santai.

Krystal meniup poninya kesal.

‘Hancurlah harga diriku’ rutuk krystal kesal.

Suzy lalu mengajak minho dan jiyeon untuk kembali ke kelas. Diliatnya myungsoo tengah memandanginya tajam.

‘Sebenarnya apa mau namja itu eoh?’ Batinnya lalu segera beranjak dari tempatnya.

***

“Kau masih marah padaku?” Tanya suzy ketika melihat minho tak mau melihatnya sedari tadi.

“Untuk apa aku marah padamu eoh?” Minho masih asyik berkutat dengan buku dan pulpennya. Sesekali ia memperhatikan papan tulis, enggan menatap suzy.

Suzy mengepalkan tangannya.

“Kau tak usah belajar. kau sudah pintar” suzy mengambil buku dan pulpen minho gemas.

Minho lalu menoleh dan menatap suzy tajam.

“Jangan ganggu aku. Jebal..” ucapnya penuh penekanan. Sontak suzy mengembalikan peralatan minho itu, lalu membuka bukunya salah tingkah.

‘Kenapa dia? Biasanya kalau aku mengganggunya ia hanya tersenyum atau paling tidak ia tak seperti tadi’ batin suzy heran. Ia lalu melirik minho. Diliatnya minho masih sibuk dengan mata pelajaran di papan tulis.

‘Menyebalkan!’ Suzy masih memperhatikan minho sambil bertopang dagu menghadap samping. Minho yang menyadari suzy tengah memperhatikannya lantas berbalik.

“Yaa apa yang kau lakukan?” Tanyanya gugup.

“Memperhatikanmu”

“Waeyo?”

“Apa tidak boleh? Selama ini kau selalu memperhatikanku tapi aku tidak marah” ucap suzy pelan.

Minho memandang suzy sebentar lalu kembali berkutat dengan ilmu pengetahuan yang disampaikan seongsaengnim di atas.

“Ckk..”

Suzy mendecak kesal.

‘Minho menyebalkan!’ Pekiknya dalam hati.

***

‘Baiklah kalau itu maumu. Aku akan mengacuhkanmu juga!’ Batin suzy ketika melihat minho hanya diam terus sambil menyetir. Bahkan sekarang malah suzy yang selalu memperhatikan minho.

Jiyeon hanya bersikap acuh-tak-acuh dengan kedua sahabatnya yang aneh itu. Ia tak mencoba membuat mereka berbaikan karena menurutnya,

masalah mereka harus mereka selesaikan sendiri agar tak banyak yang terlibat

Itu mungkin prinsip yang aneh. Dan mungkin hanya jiyeon yang memiliki prinsip aneh itu. Karena jiyeon memang aneh.

***

Mobil silver itu sampai di depan sebuah rumah bak istana. Suzy lalu membuka pintu mobil dan segera masuk ke dalam. Minho tak mengatakan apa apa. Ia juga tak menatap suzy yang membanting pintu mobil kencang.

Setelah suzy masuk ke dalam, mobil itu lalu meninggalkan rumah suzy.

***

Chagi-ah.. aku sudah dalam perjalanan ke seoul

Suzy membaca pesan itu ketika ia tengah berbaring di kamarnya.

Matanya membulat seketika.

“Siapa orang ini?” Gumamnya.

Suzy lalu mencoba menghubungi nomor tak dikenal itu.

Rejected

Suzy mencoba menghubunginya sekali lagi.

Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau berada…

‘Sial. Nomornya tidak aktif’ umpatnya lalu melempar ponselnya kesal.

Pikirannya penuh dengan myungsoo dan minho sekarang.

Kedua namja itu telah membuat otak suzy berkerja sangat keras.

Minho yang merupakan sahabatnya sekaligus bodyguardnya malah mengacuhkannya

Dan myungsoo yang notabene adalah namjachingunya juga mengacuhkannya

Suzy lalu menghubungi myungsoo. Dia mencoba memperbaiki hubungan mereka lagi.

“Yeoboseyo..” ucap suzy pelan.

“Hmmm?”

“Kau masih marah padaku?” Tanya suzy ragu

“Ne”

‘Apa namja ini tidak bisa berbohong sedikit eoh?’ Batin suzy kesal.

“ung.. gheurae, kau mau memaafkanku eoh?”

“Ne”

Suzy menghela nafas lalu mengelus dadanya lega.

“Goma..”

“Tapi ada syaratnya” sergah myungsoo cepat.

Suzy memutar bola matanya kesal.

“Mwo guyeo?”

“Pertama kau tak boleh berpaling dariku. Kedua kau tak boleh berpaling dariku. Ketiga kau tak boleh berpaling dariku” ujar myungsoo panjang lebar.

Suzy hampir saja berteriak kencang.

“Yak!” Pekiknya tak terima.

“Mwo? Kau keberatan?” Tanya myungsoo tanpa merasa bersalah.

“Gheurae.. kau sekarang mencoba memonopoliku eoh?” Pekik suzy. Wajahnya tampak menahan amarah.

“Ani. Aku kan sudah bilang kau yang membuatku berada di perkara ini maka kau harus bertanggung jawab. Aku sudah berusaha melupakan perasaanku padamu tapi.. kau malah..”

“Chamkemman.. kau..pernah punya perasaan padaku eoh?” sela suzy sebelum myungsoo melanjutkan ucapannya.

“Ne. Kau puas!”

Suzy membulatkan matanya tak percaya. Benarkah?!

“Kapan?”

“Ceritanya panjang. Aku akan menjemputmu sebentar jam 7 malam. Bersiap siaplah. Aku akan memberitahumu semuanya”

Tutt

Suzy melepaskan ponsel itu dari telinganya. Ia bingung sekarang.

‘Jadi..’

***

Suzy yang sedang berhias diri disaat yang bersamaan tiba tiba ada yang mengetuk pintu kamarnya.

“Masuklah..” ucap suzy mengijinkan.

Seorang wanita berumur 40-an masuk dengan membawa banyak plastic bag.

“Eomma!” Pekik suzy girang ketika melihat seorang wanita di ambang pintu dari pantulan cermin.

“Chagi-ahh… bogosippo..” ucap wanita itu menghampiri suzy dan mencium pipinya sayang serta memeluknya erat.

“Kenapa tak bilang kalau ingin pulang?” Suzy mengerucutkan bibirnya, berpura pura marah.

“Eomma ingin bikin surprise. hehe..”

Suzy hanya tersenyum simpul. Ia lalu melirik paper bag yang dibawa eommanya.

“Ige mwoya?”

“Oleh oleh”

“jinjja? Ini sangat banyak!” Suzy membulatkan matanya melihat plastik plastik bermerk terkenal luar negeri itu.

“Kau berikanlah pada sahabat sahabatmu. Gheuraegu.. ige untuk minho” eomma suzy menunjuk sebuah jam antik satu pasang. Seperti jam tangan couple.

“Dua duanya?” Tanya suzy heran karena melihat satu jam khusus yeoja dan satu jam khusus namja.

“Aniya.. ige untuk minho, dan..ige untukmu” eomma menunjuk satu persatu jam couple itu.

“Kenapa harus jam couple huh?” Suzy menatap eommanya kesal.

“Eomma.. sangat menyukai anak itu. Rencananya eomma mau..”

“Cukup eomma. Aku ada janji dengan seorang namja. Aku pergi dulu. Annyeong!” Sergah suzy cepat. Eomma suzy hanya bisa melongo melihat putri semata wayangnya itu mengacuhkan ucapannya.

“Namja? Anak itu.. jinjja!” Wanita itu menggeleng pelan lalu segera membereskan benda benda yang dibawanya.

Ia lalu menatap jam antik itu sambil tersenyum.

‘Aku harap mereka bisa bersama’ batinnya.

***

Suzy menggosok gosokkan kedua tangannya. Udara malam ini sangat dingin walaupun sedang musim panas.

Sesekali yeoja berparas unik itu melihat arlojinya. Ia tengah berada di luar pagar rumahnya.

Suzy tak mau menunggu di dalam karena ia tak mau mendengar apa apa soal minho dari mulut eommanya lagi. Ia sedang kesal dengan namja katak itu.

Suzy lalu mengecek ponselnya. Tiba tiba mobil sebuah merah marun sukses terparkir tepat di hadapan suzy.

Seorang namja berpakaian kasual lalu keluar dari mobil import jerman itu.

“Yak kenapa kau diluar?” Semburnya. Ia langsung memeluk suzy erat. Suzy terdiam.

“Diluar sangat dingin pabbo!” Pekik myungsoo kemudian.

“Kkaja!” Suzy melepaskan pelukannya lalu menarik myungsoo masuk ke dalam mobil.

“Yak! Gwaenchana?” Myungsoo menahan tarikannya. Ia menarik suzy menghadapnya. Ia memegang pipi suzy yang memerah karena dingin.

“Kenapa kau menunggu di luar eoh?!” Pekiknya.

“Gwaenchana.. kkaja!” Desak suzy.

“Jawab aku dulu!” Seru myungsoo bersikeras.

“kalau kau tak mau pergi yah sudah aku masuk” suzy hendak melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam rumahnya namun myungsoo dengan cepat menahannya.

“Kkaja!”

‘Dasar myungsoo! Hal tak penting saja harus dibahas rumit begini’ rutuk suzy kesal.

***

Mobil itu berhenti di sebuah kafe yang terletak tak jauh dari rumah jiyeon.

Park’s Coffee

Tulisan itu menyala di atas, penanda nama kafe itu.

“Ini kan kafe jiyeon”

“Terus kenapa? Lebih enak kita bicara disini sambil minum kopi buatan tuan park”

suzy hanya memutar bola matanya, enggan meneruskan pembicaraan tak penting ini.

“Terserah kau sajalah” ucap suzy malas. Mereka lalu memasuki kafe itu.

‘Selalu saja sensi kalau ditanya sesuatu. Dasar myungsoo oppa!’

***

“Cappucino satu dan moccacino satu” ucap myungsoo kepada pelayan yang memakai seragam ala american.

“Gheurae..apa yang ingin kau jelaskan padaku” tuntut suzy tak sabar setelah pelayan itu selesai mencatat pesanan mereka.

“Kau kenal dengan Kim Jong In?” Tanyanya serius. Ia menatap manik mata suzy langsung.

“Kim..jong in?” Suzy nampak berpikir sejenak.

“Ini pesanannya mr and miss” ucap pelayan itu seraya menaruh kedua cangkir tersebut tepat di hadapan myungsoo dan suzy.

Thanks” ucap myungsoo sambil tersenyum ramah.

Suzy lalu menjentikkan jarinya setelah berhasil mengingat namja bernama kim jong in itu.

“A! Aku tau. Waeyo?” Tanyanya polos.

“Dia adalah.. hyung ku”

Suzy sukses membulatkan matanya lebar.

“MWO?!” pekiknya.

Untung saja kafe itu belum terlalu ramai. Karena biasanya ramai saat di atas jam 9. Orang orang akan sibuk meneguk kopinya sambil menyibukkan diri dengan laptop dan file file penting mereka.

“Ne. Kau taukan.. dia pernah menyukaimu..ah.. ani.. dia mencintaimu” ungkap myungsoo.

“Sebenarnya..aku pernah berpacaran dengannya”

“Ne. Nan arra” myungsoo mengepalkan tangannya jengah.

“Hyung! Gwaenchana?” Tanya seorang bocah berumur 7 tahun kepada seorang namja berumur 10 tahun

“Gwaenchana myungsoo-ah..” balas namja itu.

“Kheundae.. kenapa hyung kelihatan kecapaian sekali?” Tanyanya polos.

“Gwaenchana..” ucapnya pelan. Namun, seketika tubuhnya ambruk.

“Jong in hyung!” Teriak myungsoo panik.

-Rumah sakit-

“Bagaimana keadaan anakku uisanim?” Tanya seorang wanita paruh baya yang merupakan eomma myungsoo dan jong in.

“Dia menderita anemia biasa. Dia hanya membutuhkan istirahat dan vitamin yang dapat menambah darahnya” terang dokter itu.

Sedangkan myungsoo yang berumur 7 tahun dan polos sedang mengintip di balik pintu, seketika menangis. Ia mengira hyung nya menderita penyakit parah. Ia lalu berlari tergesa gesa menuju kamar hyung nya dirawat.

“Hyung! Hyung!” Teriak myungsoo membangunkan hyungnya yang tengah tertidur.

“Wae anak nakal?” Ucap jong in pelan dan lemah.

“Kau mau meminta apa padaku? Aku akan mengabulkannya!” Serunya polos. Matanya pun bengkak.

“Yak! Kau kenapa?” Tanya jong in heran sambil bangkit dari tidurnya.

“Sebut saja apa keinginanmu! Aku akan mengabulkannya!” Mata myungsoo kecil berkaca kaca lagi.

“Kau janji akan mengabulkannya?” Myungsoo mengangguk mantap.

“Aku ingin..kau tak mengambil apa yang aku suka dan apa yang aku punya”

“hanya itu?” Tanyanya polos.

Jong in mengangguk sambil tersenyum. Dia lalu mengangkat kelingkingnya tanda janji seorang pria.

“Yaksokhae? Pria tak boleh mengingkari janjinya” ucap jong in. Myungsoo lalu mengangkat kelingkingnya juga.

“Yaksok!” Jong in hanya dapat tertawa pelan melihat tingkah lugu adiknya.

“Jadi..aku tak boleh mengambil mobil mobilan remote kontrol mu?” Tanya myungsoo setelah selesai berjanji.

“tentu saja! Itu milikku”

Myungsoo hanya dapat mengerucutkan bibirnya.

“Berjanji ternyata sulit. Aku kira sangat gampang, segampang membelikanmu permen”

Jong in hanya tersenyum simpul.

“Kau sudah berjanji. Maka kau harus menepatinya..”

“Itulah yang aku pertaruhkan suzy-ah.. aku.. mempertaruhkan persaudaraanku dan kau harus tahu.. hyung ku itu sangat ambisius dengan apa yang dicintainya”

Suzy hanya bisa terdiam dan memandang ke arah lain.

“Suzy chagi-ah.. ini partnertmu untuk gaun musim dingin” ucap seorang wanita yang tak lain adalah eomma suzy. Baca: eomma suzy seorang designer.

“Jeouneun.. kim jong in immida. Bangapta!” Ucapnya lantang. Ia mengangkat tangannya berniat menjabat tangan suzy.

“Bae suzy” suzy lalu membalas menjabat tangan jong in dengan mimik datar. Suzy memandangi namja itu dari atas sampai bawah.

‘Lumayan’ batinnya.

***

Namja dan yeoja itu saling pandang sambil berpegangan tangan.

Klik!

Foto mereka berhasil diabadikan oleh si fotografer.

Eomma suzy tersenyum puas melihat hasil foto anaknya dan namja bernama kim jong in yang merupakan model tetapnya.

“Besok kita lanjutan sesi kedua. Kalian istirahatlah..” ucap wanita berparas ayu itu.

***
Suzy dan jong in tengah bersantai di sebuah kafe ternama di lokasi yang tak jauh dari tempat pemotretan.

“Suzy-ah.. ada yang ingin aku sampaikan” ucap jong in gugup. Ia berdehem beberapa kali sedari tadi.

“Ne. Mwo guyeo?”

“Saranghaeo” ucapnya pelan dan singkat secepat angin berlalu.

Suzy sontak saja membulatkan matanya tak percaya.

“Mwo?!”

“Saranghaeo.. saranghaeo..saranghaeo..saranghaeo..saranghaeo..saranghaeo..saranghaeo..sarang-“

“cukup!” Sergah suzy cepat. Sangat terlihat jelas bahwa ia sangat terkejut dengan pengakuan mendadak jong in.

“Kau mau menerimaku?” Jong in lalu memegang tangan suzy lembut dan mempererat pegangannya.

‘Eottokhae?’ Batin suzy. Ia tengah bimbang. Ia sebenarnya tak memiliki perasaan apa apa dengan namja dihadapannya ini, hanya saja ia tak ingin melukai perasaan jong in.

“N-ne..” jawab suzy lirih pada akhirnya.

“Jeongmal?!!!” Teriaknya. Suzy mengangguk ragu.

“Yipppiiiiieeee!!! Aku sangat bahagia! Aku namja paling bahagia sedunia!” Pekik jong in sambil meloncat girang.

‘Sampai seperti itu yah?’ Batin suzy heran.

Orang orang yang merasa terganggu lalu meneriaki jong in agar berteriak di luar. Namun jong in tak peduli, ia lalu menarik suzy keluar dari cafe itu.

Di luar, salju turun dengan damai. Jong in memutar mutar tubuhnya sambil menangkap butiran butiran putih itu.

Suzy hanya tertawa pelan melihat tingkah jong in.

“Kim jong in.. kemana dia sekarang?” gumam suzy pelan. Ia lalu meneguk kopinya yang mulai mendingin.

“Dia.. sedang berobat ke luar negri” balas myungsoo pelan.

“Dia meninggalkanku setelah 3 bulan kami berpacaran. Dia hilang bak di telan bumi. Padahal..” suzy menjeda ucapannya. Ia lalu meneguk moccacinonya lama.

“Aku mulai menyukainya” lanjutnya. Myungsoo langsung tersentak. Rahangnya terlihat mengeras.

“Hyungku itu.. penyakit sesungguhnya bukanlah anemia..”

Suzy sontak berbalik menghadap myungsoo.

“Kheundae?” Tanya suzy bingung.

“Dia menderita kanker otak. Makanya ia berobat keluar negri selama hampir 3 tahun ini”

Suzy hanya mengangguk paham.

‘Jadi itu alasannya’ batinnya.

“Neo arra? Setelah kepergiannya di luar negri, aku memasuki kamarnya yang bahkan tak pernah aku masuki. Dan di dalamnya.. terdapat banyak sekali fotomu dipajang di temboknya. Bahkan di segala sudut dinding” ungkapnya. Myungsoo mengalihkan pandangannya ke arah lain.

Suzy lagi lagi membulatkan matanya tak percaya.

‘Aku jadi takut dengan kim jong in itu’ batin suzy. Ia hendak meneguk kopinya lagi, namun cangkir putih tersebut sudah kosong. Ia lalu meletakkan gelas itu di meja dengan kikuk.

***

“Suzy chagi-ah.. jangan lupa kau berikan jam itu pada minho yah” pesan eomma suzy sembari mengoles selai di atas rotinya. Suzy mengunyah rotinya sebal karena lagi lagi eommanya membahas soal minho.

‘Namja katak menyebalkan itu lagi. Dari semalam namja itu terus dibahasnya’ rutuknya kesal.

“Gheuraegu, kau pakai jam yang satunya lagi” ucap wanita itu lagi.

Suzy lalu melempar rotinya ke piring dengan kasar.

“Eomma..” lirihnya.

“Hmmmm?”

“Jangan bahas katak itu lagi”

“katak? Katak siapa?”

“Choi.minho” suzy menekankan ucapannya.

“Eoh? Katak? Yak! Jaga ucapannya mu suzy-ah!” Seru eomma suzy lembut.

“Aku benci padanya eomma! Dia mengacuhkanku dari kemarin” ucap suzy kesal.

“Hati hati suzy-ah.. benci bisa jadi cinta. Cinta bisa jadi benci”

Suzy mengerucutkan bibirnya.

“Andwae!” Pekiknya. Suzy lalu buru buru mengunyah rotinya dan menghabisi susunya.

“Nan kkayo! Jiyeon sudah ada di luar eomma” suzy mencium pipi eommanya lalu bergegas keluar menemui jiyeon yang mempunyai giliran mengantar hari ini.

***

“Ige” suzy menyerahkan sebuah plastic bag berwarna pink kepada jiyeon.

“Ige mwoya?” Tanya jiyeon sembari sibuk menyetir.

“Oleh oleh dari Australia”

“eommamu sudah pulang?” Tanya jiyeon antusias. Suzy mengangguk mantap.

“Ahh..gomawo chagi-ah..” ucap jiyeon senang yang masih fokus menyetir.

“Dan.. ige untukmu” suzy menyerahkan kotak berwarna merah itu kepada minho dengan acuh.

“Gomawo” ucapnya singkat. Minho mengintip benda itu sedikit.

‘Jam tangan antik. Wah eommanya suzy daebak. Tak salah pilih’ batinnya. Matanya lalu beralih ke arah tangan suzy. Ia melihat jam yang sama dengan miliknya. Hanya saja, jam milik suzy khusus yeoja.

‘Jam couple huh?’ Batinnya.

‘Apa suzy menyukaiku?’ Tanyanya dalam hati. Ia lalu menggeleng kuat.

‘Suzy sudah punya namjachingu. Suzy sudah punya namjachingu. Suzy sudah punya namjachingu’ batinnya berulang ulang.

‘Tapi bagaimana kalau aku merebutnya? Apa aku jahat?’ Batinnya lagi. Ia lalu menghayal sambil tersenyum tak jelas.

Suzy yang melihat ekspresi minho di kaca depan seketika merinding.

‘Apa yang dipikirkannya eoh?’ Batinnya sambil menggidikkan bahunya ngeri.

***

Tunggu aku yah chagi

Nomor ini lagi’ batin suzy. Ia lalu memasukkan ponselnya ke dalam saku. Ia mengambil peralatan menggambarnya ,karena sekarang adalah mata pelajaran menggambar dari Ahn seongsaengnim.

“Suzy-ah..” bisik minho pelan.

Suzy lalu berbalik.

“eoh? Kau tak marah lagi padaku?” Tanyanya.

“Siapa bilang aku marah padamu huh?”

“Kheundae.. kenapa dari kemarin kau mengacuhkanku terus?” Tanyanya balik.

“Aku hanya mencoba hidup tanpamu. Kheundae.. aku tak bisa” ucapnya serius.

Suzy tertawa renyah.

“Kau lucu”

“Lupakanlah..” minho lalu berbalik, berpura pura marah.

“Hehe sensi sekali kau mr.frog” ejek suzy sambil tersenyum genit.

“Yak!” Minho tersenyum simpul.

‘Akhirnya minho yang aneh kembali lagi’ batin suzy sambil membalas senyum minho.

“Kau mau aku gambarkan?” Tawar minho kemudian.

“Aniya. Nanti nilai menggambarku tidak murni lagi” sergahnya cepat.

“Gwaenchana.. aku akan bertanggung jawab kalau terjadi sesuatu” desaknya.

“Jinjja?”

Minho mengangguk. Suzy lalu menyerahkan peralatan menggambarnya.

“Aku tidur dulu. Kau bangunkan aku kalau Ahn seongsaengnim melihatku” minho mengangguk paham.

Minho lalu memulai menggambar garis wajah suzy. Ia menggambar suzy yang tertidur. Lagi.

***

“Aigoo! Gambar ini lagi. Kheundae.. kau akan mengumpul gambar ini lagi eoh?” Suzy menggeleng kecil, kagum.

“Ne. Kau kumpul punyaku. Lagi” minho menyerahkan gambar pemandangan luar sekolah. Lagi.

***

Suzy melangkahkan kakinya ke kantin bersama minho dan jiyeon. Tiba tiba seseorang memelukanya dari belakang.

Suzy lalu berbalik.

“Urimmani chagi-ah..” ucap orang itu pelan. Ia masih memeluk suzy dari belakang.

Minho membulatkan matanya. Jiyeon menutup mulutnya ,sedangkan yeoja yeoja memandang kagum sosok namja tampan itu.

Myungsoo yang tengah mencari bangku yang diduduki suzy sontak saja melihat adegan itu. Ia juga membulatkan matanya.

“Hyung?” Gumamnya tak percaya.

Namja itu lalu membalikkan badan suzy. Suzy mengerjap ngerjapkan matanya.

Cup!

Namja itu mencium bibir suzy lembut. Suzy sukses membelalakkan matanya.

Minho mengepalkan tangannya. Ia sudah siap memukul namja itu namun ditahan oleh jiyeon. Sedangkan myungsoo, ia menjatuhkan makanan yang dipegangnya. Tangannya melemas.

“HYUNG!” Pekiknya.

***TBC***

Annyeong readers! pertama tama saya ingin mengucapkan terima kasih buat reader yang udah nyempatin komen dan like di blog ini, tak terkecuali buat readers setia yang mau membaca ff yang ‘ah sudahlah’ ini. Mian yah klo ff ini sangat ‘ah sudahlah’. Sorry for typo. And Still RCL if u wanna continue this FF

Ghamsahamnida bow🙂

80 thoughts on “FF HE & SHE PART 4

  1. astaga ketiganya suka sama suzy??? tapi… eomma suzy lebih berharap sama prince frog itu ya? hm sebenernya suzy suka sama siapa?? minho kah?

Tinggalkan Balasan Anda, Dear

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s