FF HE & SHE PART 6

image

Title: HE & SHE
Author: @vhyra_pabbo
Genre: Romance, drama, School Life, etc.
Main Cast: Choi Minho, Bae Suzy, Kim Myungsoo
Sub Cast: Krystal Jung, Park Jiyeon, Kim Jong In, Kangjun, OC’s, dll
Length: Chaptered

Warning: Ini adalah cerita yang saya buat murni dari pikiran saya. Cerita ini hanya fiktif belaka. kalau ada kesamaan tokoh, tempat, dan cerita itu merupakan bukan kesengajaan. Ghamsahamnida~ Bow

Happy Reading!

***

Previous part:

“Kau pikir aku akan melakukan apa eoh?!” Pekiknya. Jiyeon lalu memperagakan gaya orang ciuman.

“YAK!” pekik minho

“Yak kenapa kau yang berteriak huh? Aku tak mengganggumu menyetir dari tadi” balas jiyeon

“Aku tak suka mendengar hal hal mengenai namja gila itu” minho masih fokus menyetir

“Waeyo? Kau cemburu huh?” Jiyeon menyeringai nakal

“Ne. waeyo?” Minho menatap tajam jiyeon melalui cermin. Jiyeon terdiam. Suzy juga terdiam

‘Jadi.. dia benar benar menyukaiku?’ Batin suzy

***PART 7***

Suzy terduduk melamun di bangkunya. Semua pelajaran yang dilontarkan guru sejarahnya itu tak ada satupun yang dapat di cerna si rangking 3 di kelasnya itu. Bae suzy, ia tengah melamun. Membayangkan seperti apa jadinya jika salah satu dari ketiga namja itu dipilihnya. Apakah akan ada perpecahan diantara mereka. Entahlah. Dia saat ini tengah merancang strategi bagaimana membuat mereka berdamai jikalau suzy telah memilih salah satu dari mereka.

Sesekali pemilik nama unik itu mendesis kecewa ketika pikirannya dipenuhi perkelahian ketiga namja itu. Terlalu naif memang, tapi mungkin itu adalah kenyataan yang akan terjadi nantinya.

Minho yang sedari tadi memandang suzy mulai gelisah karena melihat sang pujaan hatinya tak nyaman dengan pikirannya sendiri.

“Suzy-ah…” bisik minho pelan

“Ne?” Suzy berbalik dengan tampang datar

“Kau mengerti pelajaran di atas?”

Suzy mengangguk polos. Padahal ia sama sekali tak mencerna mata pelajaran penghantar tidur itu.

“Gheurae..aku melihatmu daritadi gelisah terus”

“Gwaenchana..” gumamnya lalu kembali fokus dengan materi sejarah itu.

Ponsel suzy tiba tiba berdering

From: eomma

Chagi-ah.. sebentar kalau kau pulang sekolah kau langsung saja ke tempat pemotretan

To: eomma

Wae?

beberapa menit kemudian ponselnya berdering lagi

Kau datanglah. Eomma mau memasarkan produk design eomma dan kau jadi modelnya

Suzy lalu menyimpan ponselnya di sakunya

‘Jangan bilang kalau pasangan lagi’ batinnya sambil bertopang dagu.

“Gwaenchana?” Tanya minho tiba tiba. Suzy berbalik dan memandang minho dengan seksama sejenak

“Kau mau ikut denganku sebentar?”

“Kemana?”

“Ke tempat pemotretan eomma. Aku ada urusan di sana”

“Aku pasti ikut” balas minho cepat. suzy mengangguk mantap.

***

Suzy berjalan menuju parkiran bersama minho dan jiyeon. Ia berpapasan dengan myungsoo

“Myungsoo oppa..” suzy menahan tangan myungsoo yang ingin masuk ke mobilnya

“Wae?” Balasnya datar

“Kenapa kau daritadi mengacuhkanku eoh? Apa kau mencoba menyerah?” Tanya suzy tegas

“Aku hanya berlatih menghadapi kenyataan jika nanti kau tak memilihku” lirihnya. Suzy mendecak

“Ckk..Apa ini myungsoo yang kukenal eoh? Si pesimis?” Ujar suzy sinis

“Nan arra suzy-ah.. kau..masih menyukai hyung ku kan?” Ucapnya parau. Seperti tak ada energi untuk melakukan sesuatu

“Yak! Andwae..”

“Gotjimmal..” suzy lalu meninggalkan myungsoo yang terbengong sendirian. Myungsoo memandang suzy lirih.

‘Apa dia mencoba menyerah eoh?’ Batin suzy kesal.

Minho dan jiyeon telah berada di dalam mobil dan melihat adegan cek cok myungsoo dan suzy. Minho tersenyum simpul

‘Apa mereka bertengkar huh?’ Batin minho

Suzy lalu membuka pintu mobil itu dan menutupnya keras.

“Neo wae?” Tanya jiyeon

“Gwaenchana..” Jiyeon mengangkat bahunya tak peduli. suzy menyandarkan punggungnya di jok mobil itu. Ia mendesah pasrah.

‘Sulit. Sangat sulit memutuskan’ batinnya.

***

Suzy dan minho berjalan memasuki gedung bertingkat itu.

Mereka lalu memasuki lift dan menekan angka lima di tombolnya.

Setelah sampai, mereka lalu menuju tempat pemotretan yang berlokasi di lantai lima itu.

“Eomma..” ucap suzy pelan

“Chagia.. yah sudah. Kau ke ruang make up saja dan ganti pakaian mu dengan pakaian musim panas ini. Ini design pakaian terbaru eomma musim ini” Suzy mengangguk lalu bergegas menuju ruangan yang dimaksud eommanya itu. Minho hanya mengekori suzy masuk.

***

“Annyeong suzy-ah..” sapa seseorang bersuara khas namja itu. Suzy yang tengah dirias di depan cermin sontak berbalik

“Jong in? Bikin apa kau di sini?”

“Naneun? Aku akan jadi model prianya” balasnya sambil tersenyum simpul

“Jinjja? Aigoo..” suzy mendesah kecewa

“Wae? Kau tak suka?” Air muka jong in berubah murka

“Aniya.. gwaenchana..” lirihnya

Jong in lalu mengalihkan pandangannya ke arah minho. Ia tersenyum remeh ke arah minho

“Nuguseyo?” Tanyanya kepada minho

‘Ini namja di pigura itu kan?’ batin jong in

“Choi minho” sahut minho datar

“Kau siapanya suzy?” Tanya jong in sinis

“Suzy chinhada.. mungkin..” balasnya ketus

“Mungkin?” Tanya jong in heran

“Kau tanya saja padanya” balas minho makin ketus. Wajahnya memanas setiap melihat namja bernama jong in itu.

“Suzy-ah.. apa hubunganmu dengan namja bermata besar ini?”

Minho mengepalkan tangannya

‘Berani beraninya dia bicara seperti itu tentangku. Brengsek’ batinnya. Ia menahan nafsunya untuk memukul namja yang telah menculik suzy tempo hari.

“Dia adalah sahabatku. Waeyo?” Suzy masih sibuk berias diri

“Kenapa dia berkata mungkin?” Jong in memandang tajam minho. Minho lantas membalas tatapan elangnya itu

“Mungkin?” Suzy berbalik melihat minho untuk meminta penjelasan atas ucapannya barusan

“Mungkin saja kau menganggapku cuma teman bukan sahabat. Itu maksudku” balas minho salah tingkah. Ia sebenarnya ingin mengatakan

Mungkin bukan sahabat kheundae lebih dari itu

Tapi ditahannya. Cukup kata sarangheo waktu di kamar suzy tadi pagi yang mewakili perasaannya. Ia terlalu gugup dan canggung jika berada di sisi suzy. Menciumnya tadi pagi pun merupakan ketidaksadarannya. Dan itu hal paling berani yang ia lakukan pada suzy selama ini. Ia sangat bahagia saat itu.

“Yak.. kau adalah sahabatku dan akan selalu menjadi sahabatku” sergah suzy cepat

Jong in tersenyum puas mendengar pernyataan suzy dan minho. Sedangkan minho, ia hanya bisa tersenyum hambar.

Suzy terlihat telah selesai dengan urusan per modeannya

“Kkaja!” Suzy menarik tangan minho untuk keluar dari ruangan itu menuju ruang pemotretan. Jong in hanya bisa melongo

‘Kenapa bukan aku yang ditariknya?’ Batinnya. Ia lantas menyusul suzy.

***

“Mendekat dan saling memandang yah” ucap sang photograper kepada suzy dan jong in.

“Pandangannya harus penuh rasa sayang. Anggaplah kalian couple” ucap photografer itu lagi. Suzy dan jong in melakukannya dengan profesional.

Wajah minho makin memanas memandangi adegan keduanya yang sangat dekat.

“Minho-ah..” ucap eomma suzy tiba tiba sambil menepuk pundak namja itu

“Ne ahjumma?” Minho tersadar dari lamunannya

“Kau mau jadi model berikutnya?” Tanya eomma suzy ramah. Minho terperangah beberapa detik

“Jin..jja?” Ucap minho tak percaya. Wanita itu mengangguk sambil tersenyum memperlihatkan eyesmile yang mirip dengan milik suzy

“Ghamsahamnida ahjumma” minho menyalami wanita itu beberapa kali

“Cha.. kau ke ruang make up sekarang” Sahut eomma suzy kemudian. Minho tersenyum simpul

‘Liat saja kau jong in!’ Batinnya.

***

“Kalian berpelukan dan saling pandang… yah.. yah.. seperti itu” photographer itu mencoba mengarahkan minho dan suzy. Minho terlihat kewalahan karena baru pertama kali ia menjadi model. Eomma suzy hanya menggeleng sambil tertawa pelan. Sementara jong in, ia memandang kedua makhluk bernyawa itu tajam bak mata elang. Seakan ingin menerkam si mangsa yang berada di sisi yeoja yang di pujanya.

“Kau peluk aku seperti ini” bisik suzy sembari merapatkan pelukannya ke arah minho. Tak ada jarak diantara mereka. Minho sukses memeluk suzy. Suzy tersenyum

“Kau tatap aku penuh cinta. Jangan tatapan gugup begitu” suzy mengarahkan minho lagi.
Minho mencoba menahan gugupnya. Ia mencoba meresapi keberadaan suzy di sampingnya.

Minho menatap suzy penuh cinta dan sebaliknya.

Klik!

Kamera DSLR itu sukses menyimpan gambar mereka berdua. Ada beberapa adegan yang berhasil tersimpan dengan mulus.

“Yah.. sesi terakhir untuk hari ini. Satu kali lagi yah” ucap photograper itu lantang

Suzy berdiri di depan minho sambil membalikkan wajahnya di depan wajah minho. Sedangkan minho melingkarkan pergelangan tangannya ke pinggang suzy.

Klik!

Foto itu tesimpan. Namun, selang beberapa detik setelah foto itu tersimpan. Minho malah mendekatkan wajahnya ke arah suzy dan mencium bibir suzy lama sampai kamera selesai memotret adegan itu. Suzy mencoba menahan keterkejutannya

Klik!

Foto penuh kejutan itu sukses tersimpan di memory kamera si photograper.

“Adegan yang sangat natural” puji sang photografer puas

Eomma suzy hanya bisa membulatkan matanya tak percaya. Tak ada adegan si namja harus mencium si yeoja. Eomma suzy lalu tersenyum simpul

‘Aku harap mereka memiliki perasaan satu sama lain’ batinnya. Sementara jong in makin naik darah. Rahangnya mengeras dan tangannya makin gatal. Ingin rasanya ia membuat babak belur namja yang membuatnya seperti namja termenyedihkan di dunia. Ia ingin sekali segera memukul namja bernama minho hingga tak berdaya namun ia mengurungkan niatnya. Ia mencoba profesional.

Jong in membeku di tempat. Ia masih memandang minho tajam.

“Oke. Kalian boleh istirahat” ucap eomma suzy kemudian

Suzy dan minho melangkahkan kakinya menuju ruang ganti namun tangan suzy tiba tiba di tarik oleh jong in

“Ikut denganku” gumamnya. Minho lalu menahan tangan jong in yang mencengkram tangan suzy

“Lepaskan cengkramanmu” ucapnya pelan

“Apa urusanmu eoh? Kau hanya sahabatnya dan tak ak..”

Bugggh!

“Apa yang kau katakan eoh?!” Pekik minho. Ia memukul wajah jong in tiba tiba.

Buggghh!

“Brengsek!” Jong in membalas perlakuan minho. Minho tidak tinggal diam, ia lalu melayangkan pukulan yang kedua namun suzy menahannya

“Sabarlah..” suzy mencoba melerai pertengkaran kedua namja itu. Seakan luluh, minho lalu menarik suzy untuk masuk ke ruang ganti

“Suzy-ah! Aku tunggu kau di luar!” Teriak jong in. Ia lalu menyeka sudut bibirnya.

‘Awas kau namja brengsek!’ Batinnya

***

“Gwaenchana?” Suzy melihat sudut bibir minho yang memar

“Gwaenchana.. ini hanya luka kecil yang amat sangat kecil” gumamnya. Namun suzy tak peduli dengan omong kosong minho, ia lantas mengambil kotak P3K yang berada di lemari obat.

Suzy lalu memegang wajah minho tiba tiba. Minho tersentak

“Aku akan mengobatinya” ucap suzy kemudian. Minho terdiam.

Suzy mengolesi luka minho dengan kapas yang telah diberi obat. Minho tak bergeming ataupun meringis. Ia fokus memandangi suzy dengan jarak sedekat itu

“Kau.. tak marah aku menciummu tadi?” Minho membuka suara

“Gwaenchana…aku tau kau itu suka terbawa suasana” suzy masih fokus mengobati luka kecil minho itu

“Cha.. selesai” ucap suzy kemudian. Ia bermaksud mengembalikan kotak itu ketempatnya namun tangan minho menariknya cepat sehingga suzy terjatuh tepat di atas minho

“Kau.. menyukaiku huh?” Tanya minho dengan posisi seperti itu

“Nan..mollayo” gumam suzy pelan

“Kalau begitu.. aku..akan mencoba membuatmu..”

Cup

Minho membulatkan matanya

“Aku hanya mencoba merasakan jantungku yang berdebar ketika aku menciummu. Kheundae.. aku tidak..” belum sempat suzy melanjutkan ucapannya minho sudah melumat bibir suzy. Suzy membalasnya.

Suzy merasakan ada yang aneh dengan minho. Dia lebih pemberani dari biasanya.

Tautan bibir mereka terlepas. Suzy menghirup oksigen dengan rakus

“Mian..aku masih..tidak mendengar jantungku bergemuruh” ucap suzy pelan. Minho terdiam. Ia lalu mencoba mencium suzy lagi namun suzy menahannya

“Semua butuh waktu” ucap suzy pelan

“Kau..tak bisa memaksakan hati seseorang untuk jatuh cinta padamu” suzy lalu bergegas keluar dari ruangan itu. Minho hanya melamun. Ia memejamkan matanya sembari membuang nafas berkali kali.

***

Suzy melemparkan pandangannya ke seluruh arah. Ia tengah mencari jong in.

“Kemana dia?” Gumam suzy sembari mengecek ponselnya.

Kita batalkan janji kita. Aku ada urusan mendadak. Mianhae..jeongmal mianhae..

Suzy membaca pesan dari si pengirim bernama kim jong in. Suzy mendengus kesal lalu segera kembali masuk untuk menemui minho dan segera pulang.

***

Suasana hening mendominasi di dalam mobil silver itu. Suzy menjatuhkan pandangannya ke arah jalan sedangkan minho memfokuskan dirinya menyetir. Tak ada percakapan diantara mereka sedari tadi.

“Apa aku tak punya harapan?” Tanya minho kemudian

“Masih ada..” balasnya pelan

“Jinjja?” Tanya minho sarkasme

“Aku.. pernah merasa.. kalau tak ada kau itu tak menyenangkan.hari hariku sangat membosankan tanpamu. Kheundae, saat menciummu aku masih belum bisa berdebar debar” ungkapnya. Minho mengangguk paham

“Mungkin nanti..” sambungnya

“Gheuraegu..aku juga pernah merasa cemburu saat kau membantu krystal. Hanya saja, saat kau menciumku, aku masih belum berdebar debar” ungkapnya lagi. Minho tertawa pelan

“Jinjja? Selama ini aku kira hanya aku yang selalu merasa cemburu” ucap minho kemudian.

“Jinjja? Sebanyak apa kau pernah cemburu padaku?” Tantang suzy

“Tak terhitung” suzy mengangguk.

“Mungkin nanti.. aku akan merasakan debaran itu. Entah pada siapa. Kheundae.. kau berjanjilah untuk menyerah jika ternyata orang itu bukan kau” minho menggeleng cepat

“Shireo!” Pekiknya

“Wae?” Suzy mengerutkan keningnya

“Aku akan berusaha sampai debaranmu itu hanya untukku”

Suzy terdiam. Ia teringat ucapan myungsoo tempo hari

“Dengar aku suzy-ah! Siapa sebenarnya yang kau sukai eoh?”

“Aku..choi minho..atau kim jong in?”

“aku akan memberi kau waktu sampai pengumuman kelulusan nanti. Kau harus menjawab pertanyaanku ini”

‘Eottokhae? Ini sangat membingungkan! Aku merasa aneh jika di dekat kim myungsoo, aku merasa nyaman di dekat choi minho, dan aku merasa menjadi seorang putri di dekat kim jong in. Eotthokae?’ Batinnya.

***

Kim myungsoo sedari tadi mondar mandir tak jelas di atas lantai putih porselen itu. Di depannya terdapat tulisan berwarna merah UGD.

Namja berpakaian putih putih itu lalu keluar dari ruangan itu

“Bagaimana keadaan hyungku uisanim?” Tanyanya panik

“Sebaiknya anda membawanya kembali ke luar negri. Kankernya sangat cepat berkembang. Pengobatannya belum maksimal dan dia sudah menghentikannya itu dapat membahayakan nyawanya” ujar dokter itu. Myungsoo mengepalkan tangannya

“Saya permisi dulu” dokter itu berlalu dari hadapan myungsoo

Myungsoo jatuh terduduk. Badannya seketika lemas

‘Hyung sangat keras kepala. Kalau saja krystal tak memberitahukannya bahwa aku memacari suzy pasti ia tak akan menghentikan pengobatannya dan kabur ke sini menemui suzy. Ini semua salahku’ batinnya. Ia meremas rambutnya frustasi.

***

From: myungpa

Aku jemput kau jam 7

Suzy membaca pesan itu ketika ia sedang menikmati sup iga buatan minho. Minho sengaja memasakkannya untuk suzy.

Minho memperhatikan suzy yang tengah menyantap iga nya. Mereka hanya berdua di meja makan itu karena eomma suzy masih ada keperluan untuk mempromosikan hasil designnya.

Minho memperhatikan wajah suzy yang bingung ketika ia membaca sebuah pesan dari ponselnya

‘Apa dari jong in?’ Terkanya dalam hati

Suzy lalu menyudahi makannya dan bergegas menuju kamarnya.

Selang beberapa lama, suzy lalu keluar dari kamarnya dan minho berada di luar menunggunya langsung menyuguhinya dengan pertanyaan

“Mau kemana?” Tanya minho yang bingung melihat suzy berpakaian rapi seperti ingin keluar

“Aku ada keperluan sebentar” balasnya buru buru

“Aku an..”

“Tak usah mengantarku” sergahnya cepat lalu segera keluar dari rumah itu

Minho membuntuti sampai ke luar dari pintu pagar. Ia mengintip. Diliatnya suzy seperti sedang menunggu seseorang.

‘Jong in kah?’ Terkanya lagi

Mobil bergaya Eropa itu berhenti di depan suzy. Sang namja keluar dari mobil itu. Ia membukakan pintu untuk sang yeoja. Ia lalu bergegas masuk kembali ke mobilnya dan menancap gas nya cepat.

‘Kim myungsoo’ batinnya

***

“Suzy-ah.. kau bisa membantuku?” Ucap myungsoo membuka pembicaraan. Mereka tengah berada di Orange Cafe yang menyajikan makanan dan minuman yang bahannya selalu di beri jeruk atau orange.

Suzy dan myungsoo hanya memesan papermint Ice tea orange caramel. Mereka tak mood untuk memesan makanan.

“Membantumu apa?” Tanyanya sembari menyeruput minumannya

“Bantu aku membujuk hyung ku agar dia mau kembali keluar negri untuk melanjutkan pengobatannya yang tertunda. Jebal..” ucap myungsoo memohon. Ia sama sekali tak menyentuh minumannya sedari tadi. Wajahnya kalut dan terlihat sangat kelelahan

“Gheurae.. dia..belum sembuh?” Oktaf suzy meninggi dua nada. Myungsoo mengangguk

“Karena ambisinya, ia ke sini untuk menemuimu karena ia tau kalau aku menjadikanmu yeojachingu ku” lirihnya

“Tsk..jinjja! Pabbo saram!” Pekiknya. Suzy menyedot minumannya rakus

“Gheurae.. kumohon.. kau bujuklah dia agar segera kembali keluar negri. Aku takut.. kesehatannya memburuk” Suzy mengambil tangan myungsoo dan menggenggamnya erat.

“Ne. Aku akan membantumu” myungsoo tersenyum. Semangatnya sudah kembali lagi. Rasanya ia ingin menumpahkan cairan yang telah menampung di kantung matanya tapi ia tak berani. Ia seorang namja. Pantang menangis kecuali untuk suatu hal.

***

Suzy memasuki ruangan bernuansa putih itu. Disana berbaring seorang namja yang terkulai lemas tapi ia masih bisa berbicara dan membuka matanya.

Sangat banyak peralatan kedokteran yang membantunya. Tidak seperti saat suzy memasuki kamar minho waktu ia juga masuk rumah sakit.

“Suzy-ah.. mian..aku membatalkan janjiku waktu itu” ucapnya pelan

“Gwaenchana.. kalau saja aku tau kondisimu..aku akan..”

“kau tak usah mengasihaniku” sergahnya cepat. Ia lantas mengambil tangan suzy dan menggenggamnya erat. Setelah itu ia mencium tangan suzy lama. Ia meresapi tiap detiknya.

Sementara myungsoo yang mengintip dibalik pintu lantas mengepalkan tangannya

‘Eottokhae?’ Batinnya

“Jong in-ah..” ucap suzy lembut

“Hmm?” Jong in masih mencium tangan suzy sambil menutup matanya damai

“Kau..sebaiknya kembali melanjutkan pengobatanmu di luar negri ne?” Ucap suzy hati hati

“Shireo” gumamnya

“Waeyo?”

“Aku..tak ingin melepaskanmu” balasnya parau

“Kheundae.. keadaanmu akan semakin parah kalau ka..”

“Shireo” tolaknya

Suzy lalu memutar otaknya. Mencari akal agar si namja keras kepala ini mau menuruti permintaannya

Aha!

“Begini saja. Aku akan mengabulkan tiga permintaanmu. Kheundae..kau harus kembali berobat ke luar negri. Eotthae?” Bujuknya

“Aku hanya punya satu permintaan”

“Mwo guyeo?” Tanya suzy gugup

“Menikahlah denganku..”

‘Jleb.. eottokhae?’ Batinnya

Myungsoo langsung masuk ke dalam ruangan itu

“Yak hyung! Berhentilah menyuruh suzy untuk menikahimu!” Bentaknya

“Apa urusannya denganmu eoh?” Balas jong in ketus

“Yak hyung! Aku.. sangat menyayangimu kheundae.. aku juga sangat membencimu”

“Waeyo?” Jong in mencoba membesarkan suaranya namun suaranya malah seperti tercekat

“Karena kau tak mau membiarkan adikmu ini mencintai seseorang yang dia cintainya”

“Kau bebas mencintai siapapun asal jangan yeoja ini!”

“Tapi satu satunya yeoja yang selama ini mengisi hatiku hanya yeoja ini hyung!” Bentaknya

“Tapi yeoja ini milikku! Dan kau tak boleh mengambil apa yang menjadi milikku”

“CUKUP!” pekik suzy

Kedua namja itu terdiam

“KAU KEMBALILAH KE LUAR NEGRI! DAN KAU! TAK ADA SATUPUN YANG AKU PILIH! KALIAN PUAS!” suzy lalu berlari keluar dari ruangan itu.

Mata kedua namja itu membelalak.

‘Aku sungguh tak berprikemanusiaan. Mianhae..’ batin suzy sambil menangis sesenggukan di taman.

***

Mata namja tampan itu sembab dari kemarin setelah kepulangan hyung nya dipangkuan Tuhan.

Eomma dan appa namja itu juga tak kalah shock mendengar kabar bahwa anak tertuanya itu pergi meninggalkan mereka.

Terlebih lagi suzy yang amat sangat merasa bersalah kepada namja yang pernah berstatus sebagai namjachingunya itu. Matanya juga sembab.

Ia mendengar kabar, bahwa setelah beberapa jam suzy meninggalkan rumah sakit, keadaan jong in makin memburuk.

Suzy sukses men cap dirinya sebagai manusia paling jahat di dunia.

Ia yang tadinya ingin membuat jong in tetap hidup dengan membuatnya kembali berobat keluar negri malah membuat tragedi yang malah menghilangkan nyawa si namja.

Diakibatkan karena emosi nya yang meledak ledak waktu itu. Kim jong in. Namja yang membuatnya merasa seperti putri, harus meninggalkannya secepat itu.

Kata dokter, psikisnya melemah dan itu berdampak sama kesehatannya.

“Mianhae.. myungsoo-ah..” ucap suzy pelan. Myungsoo tak menggubris. Ia malah meninggalkan suzy yang mencoba mengajaknya berbicara. Suzy lalu menahan tangan myungsoo. Myungsoo menghempaskan tangan suzy pelan.

“Tinggalkan aku sendirian.. aku butuh waktu..” gumam myungsoo pelan lalu segera berlalu dari hadapan suzy. Suzy lantas jatuh terduduk sambil terisak di depan pigura kim jong in.

“Mian..nhae..” ucapnya terisak

***TBC***

Annyeong readers! Mianhae kalo ceritanya semakin gaje. So, mari kita tamatkan FF ini. Jadi, mgkin FF ini tamatnya antara part 7 atau 8. Mianhae yah kalo ada salah salah kata baik dalam isi maupun kosakata. This is just a story, right?

Okedeh segitu ajah dulu bacotnya. Aku sudah siap di caci maki oleh para readers #plak mianhae yah sekali lagi. But teteup RCL yah. Kritik dan saran yang membangun sopasti diterima. Buat readers yang rajin bgt komen aku kasih 4 jempol deh buat kalian, I am so proud to you all muachh, aku bakal buat ff lagi utk kalian. Saranghaeo!!

Ghamsa bow~🙂

72 thoughts on “FF HE & SHE PART 6

Tinggalkan Balasan Anda, Dear

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s