FF HE & SHE PART 7

image

Title: HE & SHE
Author: @vhyra_pabbo
Genre: Romance, drama, School Life, etc.
Main Cast: Choi Minho, Bae Suzy, Kim Myungsoo
Sub Cast: Krystal Jung, Park Jiyeon, Kim Jong In, Kangjun, OC’s, dll
Length: Chaptered

Warning: Ini adalah cerita yang saya buat murni dari pikiran saya. Cerita ini hanya fiktif belaka. kalau ada kesamaan tokoh, tempat, dan cerita itu merupakan bukan kesengajaan. Ghamsahamnida~ Bow

Happy Reading!

***

Previous part:

“Tinggalkan aku sendirian.. aku butuh waktu..” gumam myungsoo pelan lalu segera berlalu dari hadapan suzy. Suzy lantas jatuh terduduk sambil terisak di depan pigura kim jong in.

“Mian..nhae..” ucapnya terisak

***PART 7***

Minho menghampiri suzy yang terduduk lemas di depan pigura kim jong in.

Ia lalu menepuk nepuk pundak suzy lembut

“Ini bukan salahmu. Arraso?” gumam minho pelan. Suzy masih terisak namun lebih pelan.

“Jangan pernah menyalahkan dirimu sendiri atas kematian siapapun. Taemune.. semuanya sudah takdir Tuhan” gumamnya lagi. Minho lalu menarik tangan suzy untuk berdiri. Suzy menurut.

“Uljimma..” ucap minho pelan sambil menyeka air mata suzy. Suzy hanya menatap minho pilu. Airmatanya masih tak dapat terkontrol. Mutiara bening itu terus menerus keluar dari kelopak mata indahnya.

“Uljimma..” minho masih menyeka airmata suzy.

***

Tiga hari lagi waktu ujian tingkat nasional akan di adakan oleh setiap sekolah yang ada di korea selatan. Beberapa hari ini terlihat tiga sejoli itu selalu meninggalkan sekolah larut malam. Suzy, minho dan jiyeon tengah berjuang untuk mendapatkan nilai yang memuaskan pada ujian nasional nanti. Dan pastinya kelulusan merupakan hal utama dari semuanya. Meskipun minho yang notabenenya juara kelas dan suzy yang selalu mendapat peringkat 3 tak lantas membuat mereka meninggalkan pelajaran tambahan hingga pukul 08.00 malam.

Dan beberapa hari ini, kim myungsoo tak menampakkan batang hidungnya. Padahal tiga hari lagi mereka akan ujian kelulusan. Penentu masa depan mereka.

Suzy yang cemas dengan keadaan myungsoo lantas berniat menjenguk namjachingunya itu. Mungkin masih bisa dibilang begitu karena belum ada kejelasan hubungan mereka setelah kematian jong in. Myungsoo hanya berkata ia butuh waktu untuk sendirian.

“Kalian pulanglah duluan.. aku mau ke rumah seseorang dulu” ucap suzy ketika mereka sudah berada di parkiran sekolah. Jam telah menunjukkan pukul 08.05 malam.

“Shireo! Kalau terjadi sesuatu padamu bagaimana huh? Pokoknya shireo! Kau ikut pulang denganku” desak minho sambil menarik tangan suzy untuk masuk ke dalam mobil. Jiyeon mengiyakan.

“Yak! Gwaenchana.. pulanglah..” suzy menghempaskan tangan minho dan mendorong sahabat sahabatnya tersebut untuk segera masuk ke dalam mobil

“Shireo! Apa tidak bisa kau ke rumah seseorang itu besok saja huh?” Pekik minho yang menekankan kata ‘seseorang’

“Tidak bisa!” Sergahnya cepat

“Waeyo? Waeyo? Waeyo?” Tanya minho bertubi tubi

“Kau pergilah pabbo! Aku tak punya waktu besok karena sibuk mengurus persiapan ujian!” Pekik suzy sembari mendorong minho dan jiyeon untuk masuk ke dalam mobil.

“Yak suzy-ah! Kenapa tidak kemarin kemarin saja kau menemui seseorang itu eoh?” Tanya jiyeon yang telah berada di dalam mobil

“Dia butuh sendirian beberapa waktu ini gheuraegu.. ini sudah sangat lama. Aku takut..dia tidak lulus ujian” ungkap suzy. Yeoja itu lalu berjalan meninggalkan minho dan jiyeon yang telah berada di dalam mobil.

Minho mendecak kesal. Ia lalu bergegas turun dari mobil.

“Yak kau mau kemana eoh?” Pekik jiyeon karena minho tiba tiba keluar dari mobil

“Kau pulanglah sendirian! Aku akan menjaga suzy dari belakang!” Balas minho sambil berlari menyusul suzy yang sudah agak menjauh.

Jiyeon memutar bola matanya dan segera menancap gas mobilnya.

“Fighting!” Ucap jiyeon sambil mengepalkan tangannya ke udara ketika melewati minho yang terlihat berjalan pelan mengikuti alur jalan suzy. Minho hanya membalas dengan decakan kesal. Jiyeon lalu membalap mobilnya. Hari ini giliran jiyeon yang mengantar. Tapi ternyata ia harus pulang sendirian dikarenakan kedua sahabatnya yang keras kepala. Yang satu tak ingin diantar. Yang satu mau menjadi sok pahlawan dengan mengikuti sahabat yeojanya.

Suzy berjalan menelusuri beberapa jalan kecil. Kebetulan rumah myungsoo dari sekolah lumayan dekat jadi suzy berniat berjalan kaki daripada menunggu bus yang biasanya datang agak larut. Taxi pun sudah tak nampak. Dan jalan terakhirnya adalah jalan kaki itu.

Minho berjalan santai sambil mengikuti suzy dari belakang.

Diliatnya suzy sesekali berbicara sendiri. Menurut penafsirannya, suzy tengah merancang kata kata yang akan di katakannya pada seseorang yang akan ditemuinya nanti.

Terkadang minho tertawa pelan ketika melihat suzy memukul mukul kepalanya. Entah karena apa.

Setelah tiba di gang yang agak sempit. Suzy tiba tiba berhenti. Ia melihat banyak gerombolan namja bertampang garang. Ia lalu berbalik arah, diliatnya minho yang memandangnya aneh

“Yak minho-ah..” bisik suzy pelan

Minho tak mendengar bisikan suzy, ia memberi isyarat yang berarti ‘waeyo?’

“Dasar pabbo! Kalau mau sembunyi kenapa harus ketahuan dan tampang tanpa bersalah begitu” gumam suzy

Suzy lalu menghampiri minho yang berjarak agak jauh darinya.

Ia berlari pelan ke arah minho.

“Yak apa yang kau lakukan di sini eoh?” Tanya suzy sambil membulatkan matanya tak percaya

“Aku..ingin menjagamu. Gheurae..kenapa kau memutar arah?” Tanyanya tanpa dosa

“Guyeo.. disana banyak preman” balas suzy

“Awas!” Minho mendorong suzy ke samping karena seseorang ingin memeluknya dari belakang

“Min..minho-ah..” gumam suzy gugup. Ia kaget melihat kelima preman bertampang garang itu telah berada dihadapan mereka berdua.

“Waeyo?” Tanya preman yang memiliki tatoo di lengannya

“Kau berlarilah ke dalam gang itu dan segera ke rumah seseorang yang ingin kau temui itu. Aku akan menyusul” bisiknya.

“Kita berlari bersama sama saja” ucap suzy yang ketakutan.

“Bahaya kalau dia mengejar kita berdua. Biar aku habisi mereka dulu” sergah minho

Suzy terlihat tak rela meninggalkan minho yang terlihat tak takut menghadapi kelima namja kekar itu. Walaupun minho adalah seorang bodyguard, tapi kelima namja mabuk itu tampak lebih kuat personil daripada minho yang hanya seorang diri.

“KKA!” Pekik minho kepada suzy. Suzy lalu berlari meninggalkan minho yang nampak ingin menghadapi preman itu.

Suzy telah sampai di tengah gang itu sampai dua orang preman yang ternyata adalah kawanan si preman tadi ternyata masih menunggu temannya membawa mangsa.

Suzy terlihat mengeluarkan keringat dingin. Ia pucat. Ia berusaha agar kehadirannya tidak di lihat oleh kedua namja mabuk itu.

Suzy berjalan pelan. Keringatnya masih mengucur

‘Lari atau berjalan?’ Pikirnya

‘Dia mabuk. Lebih baik aku segera berlari’

Suzy lalu berlari namun tangannya di tahan oleh salah satu namja yang ternyata menyadarinya sedari tadi

“Lepaskan!” Pekik suzy. Matanya berkaca kaca. Namja yang satunya menahan badan suzy dari belakang.

“Kumohon! Lepaskan!” Teriak suzy histeris

Buggghh!

Buggggh!

Bogem mentah itu sukses mengenai wajah kedua preman itu

“Apa yang kau lakukan pada yeojachingu ku eoh?!” Pekik namja yang memukul preman itu murka.

“Mianhae myungsoo hyung!” Ucap kedua preman itu sambil menunduk beberapa kali lalu bergegas pergi dari tempat itu.

“Myungsoo-ah..” ucap suzy pelan

Air mata suzy sukses keluar dari pelupuk matanya

Myungsoo membuka jaket tebal yang dikenakannya lalu memakaikannya di tubuh suzy. Suzy masih memakai seragam yang tipis dan terbuka.

“Kalau kau keluar malam, kau harus menggunakan jaket tebal” gumam myungsoo sambil merapikan jaket yang ia kenakan di badan suzy.

Suzy hanya menatap wajah myungsoo intens.

“Waeyo?” Gumam suzy pelan.

Myungsoo menatap manik mata suzy dalam tanpa berniat membalas pertanyaan menggantung suzy.

“Waeyo kau tak pernah ke sekolah dan tak pernah menemuiku eoh?” Pekik suzy kemudian

“Nan arra kalau aku salah atas hyung mu gheuraegu aku sudah berusaha menjauhimu beberapa hari ini” sambungnya. Suzy lalu mengambil nafasnya

“Kheundae, aku tak akan membiarkanmu tak lulus ujian gara gara kau berniat menjauhiku!”

“Mianhae karena aku, kau..” suzy membulatkan matanya. Ucapnnya terhenti. Bibirnya terkatup rapat karena myungsoo tiba tiba menciumnya. Hanya ciuman yang berselang 30 detik. Ciuman yang hangat.

Suzy memandang kedua mata myungsoo sendu, sedangkan myungsoo memandang suzy tajam.

“Aku..tak ada alasan untuk menjauhimu..” ucap myungsoo pelan sambil membelai wajah suzy. Suzy terpaku. Ia masih memandang mata myungsoo. Myungsoo lalu menarik suzy ke dalam pelukannya.

Minho. Dia melihat semuanya. Kondisinya sangat memprihatinkan. Wajahnya babak belur karena harus menghadapi kelima namja kekar itu namun ia berhasil melumpuhkan semuanya. Dan hasilnya ia babak belur. Sudut bibirnya memar parah. Salah satu matanya bengkak dan memar. Beberapa memar di pelipis dan di pipinya. Tangannya juga memar mengeluarkan darah.

Ia mengepalkan tangannya dan segera berlalu dari tempat itu. Walaupun itu satu satunya gang yang dapat dilewati untuk menuju rumah myungsoo agar cepat sampai. Minho memilih pulang ke rumahnya dengan berjalan kaki dan sesekali berlari. Padahal wajahnya sudah tak karuan penuh luka.

Walaupun begitu, syndromnya tak keluar ia sangat bersyukur. Biasanya jika melihat sesuatu yang mengagetkan, syndromnya akan kambuh.

***

Mobil itu berhenti di depan sebuah rumah mewah. Sang pemilik mobil lalu membukakan pintu mobil si empunya rumah.

“Kau istirahatlah..” gumam myungsoo. Suzy mengangguk. Suzy lalu segera masuk ke dalam rumahnya.

Myungsoo memandang suzy yang telah masuk lirih.

“Ingat janjimu suzy-ah? Sampai kelulusan sekolah kau harus menjawab pertanyaanku tempo hari” gumamnya. Ia lalu bergegas masuk ke dalam mobilnya dan meninggalkan rumah itu.

***

“Yak! Kenapa kau babak belur eoh?” Pekik seorang namja yang tak lain adalah hyung minho, choi minsu.

“Gwaenchana..” balas minho pelan sambil terus berjalan menuju kamarnya

“Yak! Kau berkelahi huh? Waeyo?!” Pekik minsu sembari menghampiri minho. Namun ia mengabaikan hyungnya dengan tetap berjalan

“Yak! Deuleoseyo!” Pekiknya lagi

Namun minho masih tak menggubris dan tetap berjalan.

“Yak minho pabbo!”

***

“Minho-ah.. kenapa kau kembali ke rumah? Bukankah kau masih menginap di rumah suzy sampai hari jumat?” Teriak minsu sambil menggedor gedor pintu kamar minho

“KKA!” Teriak minho di dalam kamarnya.

“Yak ini masih hari kamis pabbo! Ada apa denganmu eoh?” Minsu masih berteriak di depan pintu kamar minho

“KKA!”

“Jinjja anak ini.. YAK!” Teriak minsu lagi. Minho tak menjawab. Ia sibuk menyeka luka lukanya.

“Sial!” Umpatnya ketika ia melihat mata kirinya yang bengkak parah di depan cermin.

“Apakah aku harus pake kacamata hitam? Aish jinjja!” Minho menjambak rambutnya frustasi.

Ponselnya tiba tiba berdering.

Bae suzy

Minho melihatnya sebentar lalu me-reject panggilan itu.

Ia lalu membersihkan luka lukanya. Dan mengobatinya sendiri.

“Bae suzy..” gumamnya. Ponselnya berdering lagi dengan nama yang sama

Bae suzy

Minho membiarkan ponselnya berdering.

***

“Yak! Ada apa dengan minho huh? Apa dia baik baik saja? Sejak di gang tadi aku tak melihatnya lagi? Dan dia malah me-reject teleponku? Ada apa dengannya kenapa ia tak pulang ke rumahku eoh? Aishh jinjja!” Tanyanya pada dirinya sendiri bertubi tubi. Ia lalu menghamburkan dirinya di kasur dan mencoba menerawang langit langit.

“Minho.. atau myungsoo?” Gumamnya

“Minho sangat baik gheuragu sangat gentleman. Kheundae, myungsoo juga sangat baik gheuraegu sangat gentleman. Aish..eottokhae?”

“Gheuraegu..aku masih bingung dengan perasaanku pada kedua namja itu. Jinjja!” Suzy mengacak ngacak wajahnya frustasi.

“Sepertinya aku membutuhkan uji coba debaran jantung” gumamnya kemudian.

***

“Annyeonghaseyo. Minho eoddieya oppa?” Tanya suzy kepada namja yang merupakan hyung minho ketika ia telah berada di depan pintu rumah minho. Hari ini adalah giliran suzy mengantar.

“Masuklah.. ia sedang berpakaian” ucap minsu lembut. Suzy lalu masuk. Diliatnya minho baru turun dari lantai dua menuju ruang tamu.

“Minho-ah!” Minho berbalik menghadap arah suara yang memanggilnya itu.

“Suzy-ah..” gumamnya. Suzy lantas menghampiri minho

“Gwaenchana? Kenapa kau memakai kacamata hitam?” Tanya suzy sembari memperhatikan wajah minho yang penuh luka memar.

“Gwaen..”

“aish.. kau..babak belur eoh?!” Pekik suzy setelah melihat beberapa memar yang ada di wajah minho

“Gwaencha..”

“Aish.. matamu bengkak?!” Selanya lagi sambil memekik setelah ia membuka kacamata hitam minho. Suzy mencoba menyentuh mata minho yang bengkak

“Gwaenchana..” minho menepis tangan suzy pelan. Mata suzy berkaca kaca

“Mi..mian..” ucap suzy pelan

“Gwaenchana..” ucap minho pelan. Lagi. Suzy lantas menghamburkan pelukannya ke tubuh minho.

“Mian..” ucap suzy pelan. Minho terdiam.

‘Apa aku masih ada harapan suzy-ah? Apa aku harus melepaskanmu eoh? Bagaimana bisa aku melepaskanmu kalau kau terus begini padaku eoh?’ Batin minho pilu.

***

“Dasar sok pahlawan!” Cibir jiyeon ketika melihat keadaan minho. Sesekali ia memegang luka minho. Minho beberapa kali meringis ketika jiyeon melakukan itu. Dan beberapa kali pula minho mendecak sebal kepada jiyeon yang terus mengganggunya. Suzy hanya terdiam. Ia fokus membelah pikirannya menjadi dua bagian antara menyetir dan minho. Ia tengah memikirkan minho.

“Dasar sok jagoan! Aku kira kau adalah seorang bodyguard handal huh? Tapi malah babak belur. Memalukan!” Ejek jiyeon lagi sambil tertawa keras

“Yak! Mereka berlima, sedangkan aku sendiri! Kheundae, mereka semua bisa aku lumpuhkan” ucapnya bangga sambil melirik suzy.

“Cish.. jinjja?!” Pekik jiyeon remeh. Minho mendengus kesal

“DIAM!” pekik suzy kemudian.

“Apa kalian mencoba memanas manasi ku eoh?” Pekik suzy kemudian

Jiyeon dan minho seketika melongo. Mereka lalu terdiam.

“Kau.. cemburu?” Ucap minho pelan dengan wajah tanpa dosa

“A-ANIYA!” pekik suzy salah tingkah. Minho terdiam lagi.

‘Apakah dia mulai menyukaiku eoh?’ Batin minho.

***

Suzy tersenyum senang ketika ia melihat myungsoo sudah datang lagi ke sekolah. Myungsoo lalu berbalik menghadap suzy yang duduk di kantin. Suzy melemparkan senyumnya ke arah myungsoo namun myungsoo tak membalas senyuman suzy. Ia justru hanya menatap suzy intens.

Suzy lantas mengerutkan keningnya

‘Ada apa dengan myungsoo huh?’ Batinnya. Myungsoo masih menatap suzy. Suzy lalu mengunyah makanannya sambil melihat ke arah myungsoo.

‘Aneh’ pikirnya

“Bae suzy!” Pekik myungsoo tiba tiba. Semua mata tertuju pada sang empunya nama tersebut.

Suzy sontak membulatkan matanya. Myungsoo lalu menghampiri suzy.

“Jangan lupa dengan janjimu. Setelah pengumuman kelulusan” bisiknya. Seketika suzy merinding

‘Omo! Suara bisikannya sangat sexy’ batin suzy

Myungsoo berlalu begitu saja dari hadapan suzy. Suzy melongo. Makanan yang akan dimasukkan ke dalam mulutnya ia taruh kembali ke dalam mangkuknya.

“Benar benar sikap yang sangat ajaib!” Gumamnya. Minho memandang suzy aneh. Ada perasaan cemburu yang meledak ledak setiap melihat myungsoo dan suzy bertemu. Dan ia sangat penasaran dengan apa yang dibisikkan myungsoo tadi.

“Gwaenchana?” Tanya minho membuyarkan lamunan suzy

“Ne. Apa yang dikatakan myungsoo oppa tadi?” Susul jiyeon kemudian

“Gwaenchana.. hanya.. masalah politik biasa” ungkapnya salah tingkah

“Masalah politik?” Jiyeon menyipitkan matanya sambil memandang suzy curiga.

“Yak!” Pekik suzy tak terima jiyeon melakukan aksi menyebalkan itu. Jiyeon lantas mengangkat bahu tak peduli

“Apa kalian sudah merencanakan sesuatu yang serius eoh?” Tanya minho sinis

“Aniya.. lupakan sajalah minho-ah..” suzy mencoba meredam suasana yang memanas.

Minho memilih diam.

***

“Kita ke lotte world saja!” Pekik jiyeon antusias

“Aish.. terlalu biasa. Bagaimana kalau ke pantai saja?” Usul suzy kemudian. Jiyeon meniup poninya kesal

“Pantai? Apa tidak ada yang lebih membosankan lagi huh?” Cibir jiyeon

“Yak!” Pekik suzy tak terima

“Eotthae minho-ah? Kita sebaiknya refreshing nya kemana huh?” Tanya jiyeon bingung

Up to you” ucap minho pasrah

Ini malam minggu dimana ketiga sejoli itu tengah merencanakan lokasi yang akan dikunjungi untuk mereka refreshing sebelum menempuh ujian nasional senin nanti. Mereka berkumpul di rumah suzy. Di temani oleh beberapa cemilan khas dan beberapa kaleng bir 0% alcohol.

“Yak! Kau tak bisa diharapkan” jiyeon menggeleng pelan

Suasana hening beberapa saat

“Aha! Bagaimana kalau kalian membantu ku menjaga Park’s Coffee? Cafe kopi milik keluargaku. Eotthae?”

Minho dan suzy saling pandang

Up to you!” Pekik kedua insan itu kompak.

“Asyik! Akhirnya kita punya pengalaman jadi pengusaha hehe” jiyeon memeluk kedua sahabatnya itu sayang.

“LEPASKAN!” pekik minho dan suzy bersamaan.

***

“Silahkan dinikmati!” Ucap suzy kepada pelanggan Park’s Coffee

Tinn..

Bunyi alarm menunjukkan bahwa ada pelanggan yang datang.

Suzy menoleh ke arah pintu

‘Kim myungsoo’ batinnya

“Biar aku yang layani” ucap minho tiba tiba.

“Gwaenchana.. biar aku saja” sergah suzy cepat

“Aku saja!” Pekik minho

“Yak! Aku saja!” Balas suzy tak mau kalah

“Ehemm..” myungsoo berdehem pelan

Suzy dan minho lantas berbalik salah tingkah

“Mau pesan apa?” Ucap suzy dan minho kompak

“Yak” ucap suzy tanpa suara

“Cappucino. Dan moccacino untuk yeojachingu ku” ucap myungsoo.

“Na?” Suzy menunjuk dirinya sendiri

“Satu satunya yeoja yang pernah menjadi yeojachingu ku hanya kau” balas myungsoo sambil melirik sinis ke arah minho. Suzy lalu segera membuat kopi yang di pesan oleh myungsoo

“Aku tunggu kau di sana” ucap myungsoo sambil menunjuk tempatnya akan duduk.

***

“Suzy-ah..” ucap myungsoo pelan

“Hmmm?”

“Sebenarnya..kau punya perasaan apa padaku?” Myungsoo meneguk cappucinonya untuk pertama kali setelah hanya menghening

Suzy berdehem pelan

“Mollayo.. kheundae..aku akan menjawabnya setelah pengumuman kan?” Suzy ikut meneguk moccacinonya

“Apa aku boleh berharap kau akan memilihku?”

Suzy berdehem pelan lagi.

Minho sedaritadi memperhatikan kedua insan yang asyik berbincang bincang itu dengan mata tajam.

“Selalu ada harapan oppa” gumamnya

Myungsoo terdiam. Ia lalu meneguk kopinya lama.

Suara cangkir dan meja beradu. Myungsoo lalu bangkit dari tempat duduknya dan segera keluar dari kafe itu. Tak ada ucapan sampai jumpa atau kata basa basi lainnya.

Suzy masih terduduk di tempatnya sambil memikirkan sesuatu yang beberapa hari ini membebani pikirannya. Ia lalu meremas rambutnya.

‘Kurasa aku tau jawabannya’ batinnya

***TBC***

Annyeong readers! Part 8 udah fix bakal tamat #okesip. Mian klo part ini boring abisssss. Nanti saya usahain part 8 nya lebih baik lagi dari ini. Mian yah mian.. otak saya lagi buntu ide sekali karena something problem jadi mian mian mian *sok punya otak padahal kagak* hahaha #plakk.

Okelah RCL yah. Gomapta Bow

🙂

89 thoughts on “FF HE & SHE PART 7

Tinggalkan Balasan Anda, Dear

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s