FF FANATIC PART 7

image

Title: FANATIC
Author: @vhyra_pabbo
Genre: Romance, drama, family, etc.
Main Cast: Kim Myungsoo, Bae Suzy, Choi Minho
Sub Cast: Jung Soojung, Park Jiyeon, Kim Jong In, Yoo Seungho, Choi Sulli, OC’s, etc.
Length: Chaptered

Warning: Ini adalah cerita yang saya buat murni dari pikiran saya. Cerita ini hanya fiktif belaka. kalau ada kesamaan tokoh, tempat, dan cerita itu merupakan bukan kesengajaan. Ghamsahamnida~ Bow

Happy Reading!

***

Previous Part:

“Akhiri saja semuanya..” gumamnya pelan.

Suzy berjalan lunglai menuju dapur. Ia melihat ada beberapa pisau tajam terpajang di sana.

Ia lalu mengambilnya satu.

“Eottokhae?” Isaknya

***PART 7***

Namja bermata belo itu telah sampai di depan rumah suzy. Ia melihat ada banyak wartawan yang mengelilingi pagar suzy. Ia berpikir akan sulit untuk menerobos pencari berita itu.

Ia lantas memarkirkan mobilnya itu di tempat yang agak jauh dari rumah suzy.

Namja bernama minho itu lalu berjalan pelan menuju kerumunan itu. Setelah hampir mencapai gerbang, langkahnya tiba tiba terhenti. Wartawan wartawan itu menyadari kehadirannya. Padahal ia sudah menyamar semaksimal mungkin.

Lampu blaz kamera kembali menyoroti minho. Ia tak tahu harus berbuat apa lagi. Ia lalu berusaha berlari dan menerobos para awak media itu. Namun, langkahnya terhenti tatkala lengannya di tahan oleh seseorang.

“Tunggu! Kau choi minho kan?”

Minho termenung. Ia lalu menghempaskan tangan wartawan itu lalu segera berlari menuju gerbang.

“SUZY-AH!!!” teriaknya. Ia membuka gerbang itu paksa. Para wartawan yang ingin masuk terpaksa harus menunggu di luar gerbang lagi karena sang manajer langsung menutup pintu itu cepat.

“SUZY-AH!” panggilnya sembari mengetuk ngetuk pintu keras.

“SUZY-AH! BUKA PINTUNYA! SUZY-AH!” minho makin menggedor gedorkan pintunya.

Suzy yang tengah melamun memandangi pisau tajam itu sembari terisak sontak tersadar. Ia mendengar suara minho berteriak.

Ia lalu menggeleng kuat.

“KKA!” pekiknya. Ia lalu mengambil benda pecah belah dan melemparnya sehingga serpihannya menyembur ke segalah arah dan menciptakan bunyi yang sangat keras.

“SUZY-AH JANGAN BERBUAT MACAM MACAM!” minho lalu memasang kuda kuda berniat mendobrak pintu itu.

Suzy lalu membuang pisau itu ke sembarang arah. Ia jatuh terduduk sembari terisak. Ia meremas rambutnya kuat.

“AAAAAA” pekiknya. Nampak ia sudah tak tahan dengan hidupnya. Ia sedang dalam keadaan tidak baik.

“SUZY-AH!” teriak minho lagi. Ia masih terus mencoba mendobrak pintu itu.

Para wartawan itu tak menyia nyiakan kesempatan. Kamera SLR mereka senantiasa mengabadikan tindakan minho. Sang manajer hanya bisa berusaha agar wartawan itu tak sampai masuk ke dalam.

“Minho-ssi. Ini kuncinya” teriak manajer itu tiba tiba. Minho yang baru tersadar lalu menepuk jidatnya pelan. Ia baru sadar bahwa manajernya juga memiliki kunci rumah suzy.

Ia lantas menghampiri manajer itu dan mengambil kuncinya.

Saat ia berjalan menuju manager itu, matanya tak sengaja menangkap sesosok namja yang sangat dikenalnya.

Ia baru saja turun dari mobil pinjaman jong in yang belum dikembalikannya sejak ia meminjamnya ke gwangju.

Tanpa basa basi lagi, namja yang dikenalnya bernama myungsoo itu berlari menerobos para wartawan itu. Ia tak peduli akan teriakan wartawan tentangnya. Ia bahkan menjatuhkan beberapa wartawan yang mencoba menahannya.

Minho masih memandang lurus ke arah namja itu.

“Minho-ssi ppali! Ini kuncinya!” Suara sang manajer membuyarkan lamunannya. Ia lalu segera berlari kembali menuju manajer itu.

“BUKA PINTU PAGARNYA!” teriak myungsoo kemudian

para wartawan memandang aneh sang manajer karena ia membiarkan sepupu suzy di luar.

Manajer itu sadar akan tatapan itu sontak membuka gerbang itu cepat.

Myungsoo sukses masuk dan tanpa babibu lagi merampas kunci itu dari tangan manajer itu.

Minho membulatkan matanya karena merasa di dahului. Ia lalu menyeimbangkan jalannya dengan myungsoo.

“Yak apa yang kau lakukan di sini huh?” Tanya minho bingung

“Waeyo? Apa tak boleh kalau sepupu suzy datang ke rumahnya? Seharusnya aku yang bertanya padamu” balasnya sinis sambil terus berjalan cepat

“Tsk. Aku tau kau bukanlah sepupunya gheurae gotjimallagu” decak minho kesal.

Myungsoo memilih diam. Pikirannya sedang kalut. Ia takut terjadi sesuatu pada suzy.

Myungsoo memutar knop pintu itu cepat dan segera masuk ke dalamnya. Ia memandangi rumah suzy yang sangat berantakan. Banyak serpihan kaca di sana sini. Pikirannya lalu menyuruhnya menuju dapur.

Minho hanya mengekori myungsoo ke sana kemari.

Sesampainya di dapur. Mereka tak melihat siapapun di sana. Mereka hanya melihat berbagai peralatan dapur yang pecah. Myungsoo juga melihat pisau tajam terlempar ke arah meja makan. Ia lantas meremas kepalanya frustasi

“Kemana dia?” Gumamnya.

Minho menatap keadaan dapur itu tak percaya. Ia lalu berlari menuju kamar suzy meninggalkan myungsoo yang masih asyik memandangi dapur itu.

“Suzy-ah..” panggil minho lembut

Ia lalu memeriksa kamar suzy yang serba pink itu.

“Suzy-ah..” matanya awas ke segala penjuru kamar.

“Suzy-ah..”

***

Langkah myungsoo terhenti ketika ia mendengar sebuah tangisan di kamar mandi umum di lantai bawah.

Ia memutar knop pintu itu perlahan

Pintu itu sukses terbuka.

Matanya terbelalak. Ia melihat suzy tengah berendam di dalam bathup sembari menangis.

Myungsoo berlari ke arah suzy yang sudah hampir tenggelam itu. Ia mematikan laju airnya.

Wajah suzy pucat pasi walaupun ia masih sadar. Ia menggigil kedinginan.

“YAK APA YANG KAU LAKUKAN EOH?!” pekik myungsoo marah.

Suzy masih menangis. Myungsoo lalu menarik suzy ke dalam pelukannya.

“Mian.. aku tak bisa menjagamu” ucapnya pelan.

Suzy mendesis kedinginan.

“Kumohon.. jangan pernah melakukan hal bodoh seperti ini lagi.. Arra?” ucap myungsoo takut.

“Kalau saja kau menggunakan pisau itu. Maka kau..” myungsoo menggeleng kuat.

Ia lalu mengangkat suzy ala bridal dan berjalan cepat menuju mobilnya.

***

Minho masih berada di lantai dua. Ia masih menelusuri semua kamar yang ada di dalamnya.

“Suzy-ah..”

Matanya lalu menangkap selembar kertas di atas lantai dekat ranjang yerin.

Surat pernyataan

Murid bernama Bae Yerin telah dikeluarkan dari sekolah karena telah diketahui beberapa kali terlibat pengeroyokan massal terhadap murid bernama Jung Soojung

‘Gheurae.. yerin dikeluarkan? Jangan sampai suzy mengetahui ini’ batinnya. Ia lalu keluar dari kamar itu menuju ke kamar selanjutnya.

***

“Dowajuseyo! Buka pintu gerbang ini!” Pekik myungsoo. Para wartawan bingung melihat Bae Suzy tengah di gendong oleh myungsoo dalam keadaan basah kuyup.

Kamera mereka lalu dengan sigap menangkap momen itu.

Mata myungsoo menyiratkan kemarahan. Ia tak segan segan mendorong wartawan yang mencoba menghalanginya.

“YAK BERI AKU JALAN!” teriaknya kemudian. Manusia manusia pencari berita itu sontak memberikan jalan untuk myungsoo namun dengan kamera yang siap memotret keadaan suzy.

Myungsoo lalu berlari sembari menenteng suzy menuju mobilnya.

Ia lalu meng gas mobilnya meninggalkan tempat itu.

***

“Tolong dia uisanim!” Seru myungsoo setelah ia bertemu seorang dokter yang melintas di koridor rumah sakit.

Dokter itu membulatkan matanya tak percaya. Ia seperti tak asing dengan yeoja yang tengah di gendong myungsoo itu.

“Bae Suzy?” Gumam dokter itu takjub.

“Ppali uisanim! Tolong dia!” Desak myungsoo tak sabar

Dokter itu tersentak. Ia mengangguk lalu menyuruh myungsoo untuk mengikutinya.

***

“Suzy-ah..” gumam myungsoo pelan. Suzy membuka matanya perlahan

“Pabbo” sembur myungsoo marah

“Neo pabbo” balas suzy lemas

“Waeyo? Waeyo waeyo?” Myungsoo tak melepas genggaman tangannya kepada suzy

“Kenapa kau tak membiarkan aku mati saja huh?”

“Yak jangan katakan itu!” Bentaknya

“Setelah keluar dari rumah sakit ini.. aku akan segera menghadapi kenyataan yang sesungguhnya. Apa yang akan kulakukan selanjutnya eoh? Neo arra? Beritahu aku..” ujarnya. Lagi lagi ia terisak. Myungsoo makin mempererat genggaman tangannya.

“Aku akan berada di belakangmu. Menjagamu. Melindungimu”

“Hanya itu? Tak bisakah kau mengembalikannya seperti semula? Sebelum aku mengenalmu. Sebelum aku menghadapi kekacauan ini?”

Myungsoo terdiam

“Waeyo? Jawab aku!” Desaknya

“Kau mulailah dari awal. Kau bi..”

“Shireo! Kau tahu kehidupan di korea tidak semudah yang kau bayangkan. Diluar sana sangat banyak yang mengakhiri hidupnya karena masalah seperti ini” suzy mengambil nafas panjang

“Jangan pernah menyuruhku memulai lagi. Mereka tak akan pernah menerimaku lagi. Neo arra?!” Tangis suzy pecah.

“Aku lebih baik mati saja!”

“Yak!” Pekik myungsoo tak terima.

“Kalau kau mati, aku juga akan mati” ancamnya

Suzy membulatkan matanya tak percaya

“Mati saja! Ayo kita mati sama sama!” Tantang suzy

Wajah myungsoo terlihat kesal.

“Jugullae? Jinjja?” Tanya myungsoo pelan tak bertenaga

“Ne”

“Lepas infusmu!”

Wajah suzy terlihat bingung

“Kau ingin mati kan? Lepas infusmu! Aku akan mengajakmu ke suatu tempat”

“Yak!” Pekik suzy kemudian

“Kau tak mau melepasnya? Waeyo?”

Suzy terlihat ketakutan. Ia menggigit bibir bawahnya takut.

“Atau kau ingin mengiris nadimu? Kau butuh pisau?” Tanya myungsoo tajam. Ia menatap sangar wajah suzy yang terlihat kaget dengan perubahan sikap myungsoo

“Kau mencoba menakutiku eoh?!” Pekiknya

“Ani. Aku serius” wajah myungsoo nampak serius seperti ucapannya

“Ayo kita mati sama sama biar semua masalah selesai. Kita bisa bersatu tanpa ada satupun yang dapat menghalangi. Itukan yang kau mau? Mati huh?”

“Neo.. waeyo?”

Myungsoo lalu menundukkan kepalanya. Ia tengah menangis dan ia tak mau suzy melihatnya.

Suzy bingung dengan sikap myungsoo yang tiba tiba merunduk dan terdiam.

“Gwaenchana?”

Hening. Tak ada reaksi apa apa dari myungsoo

“Myungsoo-ah..”

Myungsoo mengangkat wajahnya. Ia lalu mendongakkan wajahnya ke wajah suzy

“Saranghaeo..” gumamnya.

Nafas myungsoo menerpa lembut wajah suzy. Mata suzy membelalak.

Cup~

“Saranghaeo.. Bae suzy”

Mata suzy membulat. Myungsoo barusan telah mencium bibirnya singkat.

Entah mengapa jantung suzy seolah mencelos keluar. Ia tak pernah merasakan rasa itu sebelumnya bahkan saat ia bertemu myungsoo dan saat saat bersama myungsoo. Ia hanya menganggap bahwa myungsoo adalah fans yang patut dihargai pengorbanannya. Tapi sekarang, penafsiran itu sudah berbeda.

Entah mengapa, ciuman singkat itu begitu berarti.

“Ayo kita mati. Bersama sama.. aku sudah siap..melakukan hal bodoh itu.. bersamamu..” ucap myungsoo pelan sembari menatap manik mata suzy sendu

“Aniya!” Sergah suzy cepat

Myungsoo mengedip ngedipkan matanya tak percaya

“Shireo!” Pekiknya lagi

“Wae?”

“Nan..”

Myungsoo mengembangkan senyumannya.

“Tak usah kau jawab. Aku sudah sangat senang kau sudah sadar” myungsoo lalu mengecup telapak tangan suzy lembut. Ia bahkan menutup matanya mencoba meresapi setiap momennya.

Suzy menatap tingkah myungsoo gugup. Ia lantas menarik tangannya kasar.

“Yak! Apa kau namjachinguku eoh?” Pekik suzy

Myungsoo tersenyum sambil membelai rambut suzy pelan.

“Akan segera” ucapnya kemudian

“Tunggu saja”

***

“Kajangnim.. suzy tak ada di dalam” ucap minho ngos-ngosan karena kecapaian berlari kesana kemari

Manajer itu menggaruk garuk tengkuknya yang tak gatal

“Dia sudah dibawa oleh sepupunya. Mianhae.. aku tidak sempat memberitahumu karena wartawan wartawan itu” ucapnya setelah ia selesai berurusan dengan para awak media. Mereka sudah membubarkan diri karena suzy sudah tak berada di lokasi lagi.

Minho mengepalkan tangannya

‘Aku keduluan lagi. Sial’ umpatnya dalam hati.

***

“Kau sekarang bisa apa huh?” Soojung mendorong kepala yerin dengan telunjuknya. Yerin menatap soojung tajam

‘Awas kau’ batinnya

“Kau ingin lapor dengan siapa huh? Tak akan ada yang percaya denganmu lagi. Arra!” Soojung berteriak tepat di telinga yerin. Yerin menghembuskan nafasnya geram.

“Mana teman temanmu sekarang yerin-ssi yang terhormat?” Ucap soojung sarkasme

Ia tertawa pelan melihat kondisi yerin yang berantakan akibat ulahnya. Walaupun tak separah dirinya dulu.

“Kasian sekali nasib keluarga Bae” ucap soojung sembari membelai wajah yerin. Yerin tak bisa berbuat apa apa. Kedua tangannya telah dipegang oleh kedua pesuruh soojung.

Plakkk!!

“Bukankah ini yang sering kau lakukan padaku dulu eoh?”

Yerin menutup rapat rapat mulutnya. Ia tengah pasrah

Plakkkkk!

Soojung menurunkan tangannya.

“Bawa dia ke rumah sakit” ucap soojung kemudian berlalu dari hadapan yerin.

Yerin tak percaya akan sikap soojung. Dia menyuruh pesuruhnya untuk membawanya ke rumah sakit. Sedangkan waktu ia melakukan hal yang lebih parah, ia tak pernah sedikitpun mau menolongnya.

“Kenapa kau melakukan ini?!” Teriak yerin kemudian. Soojung lantas menghentikan langkahnya

“Kita impas” ucapnya tanpa menoleh ke arah yerin

“Waeyo?”

“Aku hanya tak ingin ada dendam di antara kita. Jadi kita impas. Aku sudah puas saat mendengar eonnie mu di terpa gosip tak mengenakkan” soojung lalu berjalan meninggalkan yerin.

***

Selamat anda diterima menjadi peserta trainee di agensi kami

Kalimat yang dikirim melalui pesan singkat itu telah dibaca oleh myungsoo ketika ia tengah menjaga suzy di rumah sakit. Ia tengah tertidur di kursi dengan kepala menempel di atas ranjang suzy sampai sebuah nada dering mengacaukan tidurnya.

Ia menatap ponselnya itu malas. Rasanya ia sudah tak bertenaga lagi untuk melanjutkan ambisinya menjadi artis. Yang terpenting sekarang adalah Suzy.

Ia menghapus pesan itu lalu kembali tertidur dengan posisi itu.

***

Namja katak itu berjalan di sepanjang koridor. Ia mencari cari kamar suzy dirawat.

Setelah ia sampai, ia tak kuasa menahan keterkejutannya melihat myungsoo tengah tertidur dengan posisi kepala di atas ranjang suzy sambil menggenggam tangan suzy

Ia lantas memberanikan dirinya untuk masuk.

Ia mengambil kursi yang terletak agak jauh dari ranjang suzy dan menaruhnya tepat di samping myungsoo.

Ia lalu menduduki kursi itu dan tertidur seperti yang myungsoo lakukan.

***

Suzy membuka matanya perlahan. Cahaya mentari masuk dari celah celah fentilasi memaksanya untuk terbangun.

Ia sempat terkaget melihat kedua namja tengah tertidur pulas sambil berhadap hadapan.

“Mesrah sekali mereka” gumam suzy pelan seraya memandangi kedua namja itu. Ia lalu bangkit dari tidurnya dan mulai beranjak dari kasurnya. Tak lupa ia melepaskan genggaman kedua namja itu perlahan.

Suzy lalu keluar dari kamar itu menuju taman. Ia hanya ingin berjalan jalan dan menghirup udara segar di pagi hari. Selama ini ia jarang sekali melakukan hal itu.

***

Myungsoo membuka matanya perlahan. Di depan matanya kini terlihat seorang namja yang tengah tertidur.

“OMO!” pekiknya seraya tersentak kaget.

Ia lalu bangkit dari kursinya dan melihat ke arah ranjang suzy. Tak ada siapapun.

‘Dia kemana?’ Batinnya.

Minho yang merasa cukup tidur lalu terbangun juga namun tak sekaget myungsoo. Karena ia sudah tahu bahwa ia memang tertidur di kasur itu bersama myungsoo dengan posisi yang sama.

Myungsoo menatap aneh minho.

“Apa yang kau lakukan di sini?” Tanya myungsoo heran sekaligus geli karena membayangkan semalaman ia tidur berhadap hadapan dengan minho. Entah apa yang terjadi, pikirnya.

“Aku tak ingin keduluan lagi denganmu. Ada yang ingin aku sampaikan padanya. Secepatnya” balasnya serius. Minho lalu berjalan keluar dari ruangan itu.

Myungsoo mengangkat bahunya tak peduli lalu bergegas menyusul minho.

***

“Liat yeoja itu. Tatapannya sangat lembut ke arah bunga bunga yang sedang mekar itu” seru minho kemudian setelah melihat suzy tengah menghirup udara dari bunga bunga itu sembari menutup matanya damai.

“Ne. Aku tak menyangka ia bisa sekuat itu menghadapi semuanya walaupun pada awalnya ia ingin menyerah” balas myungsoo sambil menatap suzy dari kejauhan. Ia tersenyum simpul mengamatinya.

Namja namja itu hanya mengawasi suzy dari jauh. Mereka ingin memberi suzy ketenangan dulu sampai ia benar benar pulih dari stressnya.

“Kau ingin minum kopi?” Tawar minho kemudian

Myungsoo tersenyum.

“Kkaja! Aku punya cafe kopi yang enak di sekitar sini” balasnya.

Namja namja itu lalu bergegas berlalu dari jangkauan suzy menuju kafe yang dimaksud.

“Suster! Tolong kau awasi yeoja cantik di sana ne?” Seru myungsoo kepada suster yang merawat suzy sambil menunjuk ke arah suzy. Suster itu mengangguk setuju.

“Kkaja!”

***

“Karir suzy sudah hancur. Apa yang harus aku perbuat agar ia kembali bangkit huh?” Ucapan myungsoo mengawali pembicaraan kedua namja tampan itu.

Minho menyeduh kopinya lama.

“Aku yang akan membereskan semuanya. Seperti kataku tadi, aku ingin mengatakan sesuatu padanya. Secepatnya” balasnya setelah meneguk esspresso nya

“Ohh ayolah.. aku tak ingin bertanya apa itu. Kheundae, aku sangat penasaran” myungsoo mencoba merileks kan pikirannya dengan meneguk cappucino nya.

“Berhubungan denganmu” singkatnya

Myungsoo menelan salivanya gugup

‘Jangan bilang kalau ini menyangkut hal itu’

Myungsoo berdehem pelan

“Lebih baik aku yang mengurus semuanya. Aku akan mengurusi suzy dan adiknya dengan baik. Tenang saja, dia akan..”

“Kau tak tahu apa apa tentang suzy. Dia suka kemewahan. Apakah mau dia ikut denganmu? Ke rumah kumuhmu?” Sergah minho cepat

Wajah myungsoo memanas

“Akan kuusahakan yang terbaik untuknya. Kheundae, tidak sekarang. Gheurae, biar aku yang mengurusnya”

“Tidak perlu. Biar aku yang mengurusnya. Tenang saja, dia akan bahagia bersamaku”

“Shireo! SHIREO!” Myungsoo membanting cangkir itu keras sehingga terjatuh ke lantai dan menimbulkam bunyi yang mengganggu para pengunjung. Myungsoo nampak acuh dengan pandangan orang orang terhadapnya.

“Chogiyo, Tuan. Anda harus mengganti cangkir ini” sela sang pelayan sopan. Ia agak takut dengan sikap myungsoo yang brutal

“Akan kuganti. Tenang saja” balasnya tajam. Pelayan itu membungkuk sopan lalu segera berlalu dari hadapan myungsoo

“Gheurae, sampai dimana pembicaraan kita tadi?” Tanya myungsoo sarkatis

Minho mendecak sebal.

Ponsel myungsoo berdering. Ia lalu mengambil ponselnya dan mengecek si pengirim pesan singkat itu

From: Soojung

Oppa.. aku diterima di MK entertainment. Otthae neo?

To: Soojung

Ani

Myungsoo belum mengirimnya. Ia lalu menghapus pesan itu

To: Soojung

Ne

Myungsoo menyimpan ponselnya lalu kembali menghadakan wajahnya ke arah minho

“Aku yang akan mengurus suzy. Dia akan segera hidup mewah seperti yang ia inginkan” Myungsoo menopang kedua tangannya di dagu.

“Tak perlu. Kau tak akan bisa membuat suzy bahagia dengan penghasilanmu itu” seru minho tak terima

Seolah tak peduli. Myungsoo mengeluarkan beberapa lembar uang bernilai besar dari dompetnya dan menaruhnya di meja

“Ini untuk kopi dan cangkir yang aku pecahkan” ucapnya lalu bergegas keluar dari cafe itu

Minho mendecak lagi lalu bergegas menyusul myungsoo.

***

“Suzy-ah..” ucap myungsoo pelan ketika memasuki kamar suzy. Ia melihat suzy tengah mengunyah makananya.

Suzy berbalik sebentar lalu kembali memakan makanannya dengan lahap

“Masshita?” Tanya myungsoo sembari duduk di samping suzy

Suzy mengangguk pelan sambil terus menikmati makanannya

“Aku akan membelikanmu makanan apapun yang kau mau. Apapun. Tunggu saja” gumam myungsoo kemudian. Namun suzy mendengarnya. Ia mendengar gumaman sangat pelan dan lirih itu.

“Semuanya akan baik baik saja setelah kau keluar dari rumah sakit ini. Aku yang akan menjagamu”

Suzy menghentikan kunyahannya.

“Aku akan berhenti. Percuma saja aku melanjutkannya. Tak akan ada yang menerimaku lagi. Semuanya sudah mem-blacklist ku” ucap suzy seraya tersenyum hambar. Ia lalu menyumpitkan makanan itu dan melayangkannya di depan wajah myungsoo

“Buka mulutmu” Suzy menyumpitkan makanan itu ke dalam mulut myungsoo. Myungsoo lantas tersenyum pahit.

“Masshita!” ucapnya dengan antusias yang dibuat buat. Suzy tertawa pelan.

“Suzy-ah..” Minho berjalan menuju suzy. Ditatapnya myungsoo tajam.

“Aku akan menyelamatkanmu. Seperti janjiku dahulu. Aku akan selalu menyelamatkanmu. Kau mau? Hidup bersamaku eoh?” Desaknya langsung tanpa basa basi

Suzy tercengang. Myungsoo sontak mengambil tangan suzy dan menggenggamnya erat.

“Aku akan memberikanmu lebih daripada dunia ke artisan ini. Kau tak butuh itu. Yang kau butuhkan adalah kehidupan yang mewah dan glamor seperti impianmu kan? Bebas kemana saja yang kau inginkan. Itu yang kau mau kan?”

“Memakai pakaian mewah dan indah bak putri. Menaiki kereta kencana seperti dongeng yang sering kau ceritakan itu. Aku akan membawamu ke sana. Kau mau eoh?” Desaknya memohon. Ia lalu menghampiri suzy.

Cincin berlian itu membelalakkan mata suzy.

will you marry me?”

***TBC***

Annyeong readers! RCL ne? Ceritanya sudah mau tamat. Mian atas segala kekurangan dalam FF ini. Kritik dan saran sangat diterima but nobash.

Thanku. Gomapta.bow

😀

 

101 thoughts on “FF FANATIC PART 7

  1. manisnya waktu minho dan myungsoo berteman.. tapi sayangnya hanya sesaat
    duh suzy diperebutkan 2 namja yg kece..
    semoga suzy milihnya sama myungpa

    next next next..

  2. aaaa suzy jangan mauu, jgn mau diperlakukan kyk cewe matreee*emosi sendiri*
    aku suka jln ceritanya plus saling suka yg berbelit2 wkw jd greget sendiri, author top bgt deh (y)

  3. q salut ama pengorbanan myung oppa but suzy!! sungguh tega lo suzy nerima lamaran choi minho sekalipun dia baik!!
    tetap aja g sebanding am pengorbananya myung oppa😦🙂

  4. wuuaaaa andwe,…jangan diterima ne..jangan pkoknya jangan hehee,.
    zyeonn sama myungppa aja..biar minho oppa sama aku wkwkwkwk #dikroyok masa
    suka sama jalan ceritanya.,author jjang..myungzy jjang !!!!
    aku kira bakalan lama mode pertemanannya minho ma myungppa ternyata cuma bentar ya..

Tinggalkan Balasan Anda, Dear

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s