FF Three Personality Types PART 1

image

Title: THREE PERSONALITY TYPES
Author: @vhyra_pabbo
Genre: Romance, drama, crime, mystery (maybe), etc.
Main Cast: Kim Myungsoo, Bae Suzy, Choi Minho
Sub Cast: Krystal jung, Park Jiyeon, Kim Jong in, Kris Wu, OC’s and etc.
Length: Chaptered

Warning: Ini adalah cerita yang saya buat murni dari pikiran saya. Cerita ini hanya fiktif belaka. kalau ada kesamaan tokoh, tempat, dan cerita itu merupakan bukan kesengajaan. Ghamsahamnida~ Bow

Happy Reading!

***

What’s your name?”

“My name is bae su ji. You can call me suzy”

“Sit down, please”

Yeoja bernama suzy itu membungkuk sopan lalu kembali duduk di tempatnya.

“Otthae? Gwaenchana?” Bisik krystal setelah melihat suzy nampak mengeluarkan keringat dingin saat perkenalan diri di depan dosen bahasa inggris

Suzy mengangguk ragu

“Jeongmal?”

Suzy lalu mengangguk mantap

“Assa.. gheurae.. kkaja, kita keluar dari kelas yang membosankan ini” ajaknya

Suzy nampak menimang nimang perkataan krystal barusan.

Yeoja berambut kecoklatan dan bermata rusa itu dulunya adalah seorang murid yang terkenal nakal di sekolahnya. Ia telah berteman dengan suzy sejak masih SMP hingga sekarang mereka ditakdirkan satu kampus di fakultas seni dan design.

Mereka berdua adalah dua sejoli yang memiliki sifat yang hampir mirip. Bahkan saat di bangku sekolah, mereka kerap di namai The Twin from The Hell.

Meskipun nama yang disandangnya terkesan nakal, namun tak lantas membuat mereka kehilangan keahlian masing masing. Suzy yang sangat pandai melukis dan krystal yang sangat jago dalam hal mendesign properti. Mereka juga sangat terkenal oleh para namja semasa SMA nya karena kecantikan alami oleh keduanya yang tak tersentuh oleh meja operasi yang umumnya dilakukan oleh remaja remaja korea.

Mungkin nama itu masih melekat dalam diri dua sejoli yang dikenal nakal dan sering berbuat onar di sekolahnya dulu.

Bahkan saat hari pertama masuk kuliah, mereka sudah berniat bolos.

“Wae? Kau tak mau keluar dari kelas english ini? Bukannya kau suka melukis? Kenapa harus ada kelas english di fakultas seni dan design ini? Pabbo..” rutuk krystal jengah

“Aku takut dengan namja itu.. Dia menatapku terus seolah melarangku untuk keluar sebelum kelas usai” balas suzy pelan seraya menunjuk ke arah namja berpakaian hitam hitam yang tengah menatapnya intens.

Krystal lalu menoleh ke arah namja yang ditunjuk suzy. Ia tersentak seketika.

“Jangan tunjuk namja itu!” Pekik krystal pelan sembari menarik tangan suzy agar tak menunjuk namja itu terang terangan

“Wae?” Tanyanya heran

“Neo arra? Dia satu sekolah dengan kita dulu” bisiknya dengan gaya seolah tak memperdulikan tatapan membunuh namja itu

Suzy membulatkan matanya tak percaya. Karena selama ini ia belum pernah melihat namja beraura dingin menusuk seperti itu.

“Nugu?”

Krystal menghela nafasnya perlahan

“Namanya kim myungsoo. Namja itu seperti bayanganmu” ungkapnya berbisik

Suzy semakin bingung dengan ucapan yang terkesan mistis dari krystal.

“Maksudmu?”

Krystal lagi lagi menghela nafasnya

“Mian.. aku baru memberitahukanmu. Aku hanya tak mau itu membebanimu. kheundae, kau yang bertanya maka aku akan menjelaskannya..”

“Yak ppalli katakan! Jangan bertele tele begitu!” pekik suzy tanpa sadar. Sang dosen yang merasa terganggu lalu berdehem pelan

“Jwoseunghamnida..” ucap suzy pelan seakan mengejek walaupun suaranya tak didengar oleh dosen itu

“Namja itu.. sangat aneh..” bisiknya

Suzy mengerutkan keningnya

“Aneh? Gherom wae?”

“Sering sekali aku melihatnya mengikutimu kemanapun kau pergi. Gheuraegu, kau tak sadar dia mengikutimu. Baru sekaranglah ia menunjukkan dirinya dihadapanmu”

Suzy menutup mulutnya tak percaya. Ia lalu melirik ke arah namja itu yang masih saja menatapnya.

“Wae?” Tanya suzy takut

“Molla.. dan sekarang dia akan mengikutimu lagi, karena akhirnya kita sekampus dengannya” ucapnya santai

Ekspresi wajah suzy berubah sendu.

“Kenapa dia melakukan hal itu? Apa dia memang penguntit? Apa dia tak punya kerjaan lain? Apa dia adalah fans ku?”

Krystal menjitak kepala suzy saat bergumam pada kalimat narsis terakhir tadi.

“Kau memang cantik. Kheundae, neo pabbo! Dia pasti adalah seorang psikopat yang menjual organ organ manusia. Mungkin, dia membutuhkan transplantasi hati berdarah AB. Darah AB kan sangat langka” giliran suzy yang menjitak kepala krystal

“Yak! Jangan berpikir macam macam! Aku jadi takut!” Pekiknya lagi

Dosen itu berdehem lagi. Ia lalu berdiri menghampiri kedua yeoja cantik itu dengan tatapan sangar

Get out of my class!” Pekiknya seraya menggebrak kedua meja yeoja itu.

Suzy dan krystal membungkuk sopan lalu bergegas keluar dari ruangan itu.

Sesampainya di luar, dua sejoli itu saling pandang sejenak. Mereka lalu tertawa terbahak bahak. Mereka malah kegirangan karena akhirnya mereka tak usah mengendap ngendap keluar.

Mata suzy lalu menangkap sosok namja itu lagi. Suzy menghentikan tawanya dan seketika membulatkan matanya menatap namja yang tengah menatapnya di sudut tangga itu. Namja itu terdiam di sana sambil menatap suzy.

“Kau harus hati hati suzy-ah..” bisik krystal takut.

***

“Kkaja! Kita ke kantin!” Ajak krystal kepada suzy ketika mata kuliah seni sudah berakhir hari ini.

Suzy tak bergeming. Ia masih takut bergerak dari tempatnya mengingat namja misterius itu masih betah duduk di bangkunya. Namja itu seolah menunggu suzy keluar duluan.

“Suzy-ah.. kkaja..” bisik krystal yang nampak takut berlama lama di ruangan itu bersama myungsoo

“Kita langsung pulang saja ne?” Balas suzy gugup

Krystal mengangguk mantap.

Ditatapnya myungsoo sejenak. Kedua yeoja itu lalu segera melesat dari tempat itu.

Lagi lagi, namja itu berjalan mengikuti bae suzy.

***

“Ppalli!” Teriak suzy ketika mereka telah sampai di basement tempat parkir.

“Kau yang menyetir! Aku sedang tak enak badan” suzy melemparkan kunci mobil itu kepada krystal

“Aku.. belum terlalu mahir suzy-ah..” krystal kembali melempar kunci itu kepada suzy

“Gwaenchana.. kau pelan pelan saja. Ppalli!” Suzy berteriak. Ia melihat namja itu telah muncul di parkiran.

Tanpa basa basi lagi, krystal merebut kunci itu lalu masuk ke dalamnya.

“Ppalli!” Pekik suzy

“Sabar..” krystal menghembuskan nafasnya

“Kalahkan phobiamu itu. Ppali!” Pekik suzy lagi.

Krystal memutar kedua bola matanya kesal

“Kalau saja bukan karena kau tak enak badan, aku tak akan pernah mau melakukannya” cibirnya. Suzy lantas memeletkan lidahnya.

“Ppalli! Namja itu semakin dekat” suzy menggigit bawah bibirnya gemas

Mobil itu lalu berjalan meninggalkan tempat itu dengan perlahan.

“Bae suzy..” gumam namja itu seraya tertawa pelan.

***

Srreeett…

Suara decitan ban mobil yang bergesek dengan jalanan aspal itu seketika menggema di jalanan ramai itu.

Krystal me-rem mati mobil itu. Ia tak sadar bahwa di depannya ada pengendara motor yang mencoba mendahuluinya dan pada saat berbelok, pengendara itu malah berada di depannya yang menyebabkan krystal yang notabenenya belum mahir mengendarai mobil lantas melakukan rem mendadak.

Untung saja pengendara itu hanya jatuh biasa. Tak ada luka yang berat. Hanya lecet di sikut dan di beberapa bagian motor sport nya.

Krystal menelan salivanya gugup.
Pengendara yang ternyata namja itu mengetuk ngetuk kaca mobilnya.

“Eotthae suzy-ah?” Mata krystal berkaca kaca

“Kita turun saja dan selesaikan”

Kedua yeoja itu lalu turun dari mobilnya.

“Jwoseunghamnida..” ucap krystal seraya membungkuk

Namja itu lalu membuka helm nya.

Suara suzy dan krystal tiba tiba tercekat.

“Waeyo? Kalau kalian tak bisa mengendarai mobil, lebih baik kalian naik kendaraan umum saja!” Bentaknya

“Dia berbicara..” gumam krystal bingung

“Yak myungsoo-ssi! Kau yang salah! Seharusnya kau tak melambungi kendaraan kami” entah keberanian dari mana suzy malah membentak namja itu.

“Darimana kau tau namaku?” Tanyanya heran

Suzy mendecak. Krystal nampak bingung dengan perubahan sikap myungsoo. Ia terkesan cerewet sekarang.

“Kau yang selama ini berpura pura menjadi namja misterius dan membututiku eoh? Kim myungsoo dari SMA paran yang sangat terobsesi dengan bae suzy huh?” Tantangnya.

Myungsoo tertawa pelan.

“Mwo? Sangat terobsesi dengan bae suzy? Bae suzy nugu?”

Suzy mengerutkan keningnya. Ia lalu melirik ke arah krystal meminta penjelasan atas penuturannya mengenai kim myungsoo.

“Molla” krystal memberikan bahasa isyarat mulut pada suzy

“Mian.. kalau aku sudah salah. Aku akan mengganti semua kerugianmu” suzy lalu mengeluarkan dompet berwarna pink nya.

“Tak perlu!” Sergah myungsoo. Ia lalu berjalan menuju motornya dan melajukan motornya pergi dari lokasi itu.

Badan suzy melemas. Ia lalu menutup wajahnya malu.

“Dia bahkan tak mengenal bae suzy..” gumam suzy malu

Krystal masih tak mengerti dengan sikap myungsoo barusan. Selama ini ia tak pernah melihatnya berbicara sepanjang itu. Apalagi bercakap dengan orang.

‘Pasti ada sesuatu di dalam diri namja itu’ batin krystal

“Yak kkaja! Kau telah membuatku malu! Pabbo!” pekik suzy sambil menjitak kepala krystal yang langsung membuyarkan lamunannya.

***

“Suzy-ah! Krystal-ah!” Panggil seseorang dari kejauhan. Suzy memicingkan matanya melihat namja yang memanggilnya itu.

“Omo! Minho oppa!” Pekik krystal seraya berlari menuju namja itu. Suzy lalu menyusul krystal dengan langkah malas.

“Oppa! Apa yang kau lakukan di sini huh?” Tanya krystal heran melihat namjachingu nya ada di kampusnya.

“Surprise!” Pekik namja itu

Suzy dan krystal saling pandang bingung

“Aku juga sekampus dengan kalian. Aku ambil sastra korea”

“Yak oppa! Kenapa tak berkata sejak awal!” Pekik krystal pura pura marah

“Aku hanya ingin membuat kejutan” balasnya seraya menatap suzy intens. Suzy berusaha bersikap cuek dengan prilaku namja yang dihapalnya itu. Namja itu selalu memperhatikannya. Padahal minho adalah namjachingu krystal sejak SMA. Entah apa maksud dari tatapannya itu.

Krystal lalu memeluk namjachingunya itu sayang.

Suzy terlihat menggeliatkan badannya geli melihat prilaku krystal yang berubah drastis saat di dekat namjachingunya. Ia yang merupakan yeoja paling perkasa di sekolahnya seketika menjadi manja dan lemah di hadapan namja itu.

“Jeongmal.. kalian mau menjadikanku obat nyamuk di sini huh?” Decak suzy kesal karena merasa diacuhkan.

Krystal lalu melepaskan tautan peluk itu dan memeletkan lidahnya ke arah suzy sambil mengedipkan satu matanya. Suzy memutar bola matanya sebal.

“Aku kira kau di Universitas lain oppa. Karena saat ujian kelulusan, berkali kali aku mendatangimu dan menghubungimu kau selalu saja sibuk”

Minho hanya membalasnya dengan sebuah senyuman penuh arti.

Dari kejauhan, terlihat namja bernama myungsoo itu tengah menatap suzy intens. Lagi lagi.

Mata suzy menatap datar namja yang kemarin krystal tabrak itu.

‘Dia pasti hanya ingin membuatku geer’ batinnya kesal. Suzy lantas membalas tatapan tajam namja itu dengan tatapan menggoda. Namun namja itu tak terpengaruh sedikitpun. Matanya masih menatap lurus ke arah suzy.

‘Kau tak akan bisa menggodaku namja aneh’ batin suzy kemudian

Minho yang sedari tadi memperhatikan suzy lalu mengalihkan pandangannya ke arah pandangan suzy.

Matanya membulat seketika

‘Namja.. itu lagi..’ batinnya

“Krystal-ah…suzy-ah.
kkaja kita ke kantin” ajaknya sembari menarik kedua tangan yeoja itu.

***

“Namja itu.. kuliah di sini juga?” Tanya minho yang lagi lagi melihat myungsoo nongkrong di kantin tanpa memesan apapun.

Suzy menyeruput cappucino ice nya cuek.

“Ne. Dia bahkan sekelas dengan ku dan suzy” balas krystal seraya mencomot kentang goreng lalu memakannya santai.

Minho mengangguk paham. Ditatapnya namja bernama myungsoo itu. Bahkan namja itu tak sadar minho sedari tadi memperhatikannya. Dia hanya fokus pada satu titik. Bae suzy.

“Suzy-ah.. kau harus selalu berada didekat krystal ne? Jangan mencoba coba berpergian sendirian. Atau kau boleh memintaku untuk menemanimu” ujar minho tiba tiba. Suzy tersedak.

Krystal sontak menepuk nepuk punggung suzy pelan.

“Waeyo?” Tanya suzy kemudian setelah berhasil sembuh dari ketersedakannya.

“Namja disana itu, dia seperti bayanganmu” minho menunjuk ke arah myungsoo yang masih saja menatap suzy.

“Yak! Gotjimmal! kenapa kau dan krystal mengatakan hal yang sama? Kalian mencoba mempermainkanku kan? Mentang mentang tak pernah ada namja yang berani menembakku” suzy menekuk wajahnya

“Namja itu yang berada dibalik masalahmu itu” balas minho pelan.

“Mwo?”

“ahh..aniya..” minho menggaruk tengkuknya yang tak gatal.

“Kemarin aku baru saja berbicara panjang lebar dengannya. Gheuraegu, namja itu sangat menyebalkan”

“Kau berbicara dengannya?” kening minho mengkerut. Suzy mengangguk pasti. Ia lalu balik menatap myungsoo. Suzy menyunggingkan bibirnya ke samping.

Ia lalu menaruh telunjuknya ke jidatnya dan memiringkannya.

“Namja gila” gumam suzy tanpa suara. Namja itu tak bergeming. Ia masih dalam posisinya yang tadi. Fokus ke satu titik.

“Jinjja! Namja itu harus aku beri pelajaran” gumam suzy sembari mengepalkan tangannya kesal. Ia lalu beranjak dari duduknya.

“Aniya! Duduklah.. lebih baik kau tak berurusan saat dia menjadi seperti sekarang!” Sergah minho seraya menahan tangan suzy. Suzy makin mengerutkan keningnya.

“Yak! Maksudnya apa?” Suzy kembali terduduk di bangkunya

“Lebih baik tak usah kau tahu. Namja itu berbahaya!” Serunya dengan ekspresi serius.

“Yak! Jangan percaya dengan tampang sok coolnya itu. Dia hanya ingin membuat semua yeoja geer. Dia pikir aku akan mudah tergoda huh? Ani ani!”

“Dia tak pernah melirik yeoja manapun. Hanya kau..” bisik minho kemudian

Suzy tertawa remeh.

“Naneun bae suzy immida.. The twin from the hell. Aku tak takut dengan namja itu!” Suzy menunjuk namja itu seolah olah ingin mencengkramnya sekarang juga.

“Hajima..” sela minho sambil menurunkan tangan suzy.

Krystal hanya menatap dua insan itu datar. Ia tak berniat berurusan dengan namja bernama myungsoo itu.

“Jinjja.. sikapnya itu membuatku sangat terganggu!” Pekik suzy. Ia sengaja menaikkan volume suaranya agar myungsoo mendengarnya dan paham bahwa ia tak suka ditatap membunuh seperti itu.

Suzy kembali bangkit dari bangkunya namun tangannya ditahan oleh minho lagi.

“Hajima.. jebal..” ucap minho memohon namun pikiran suzy sudah bulat. Ia lalu menghempaskan tangan minho kasar. Minho lalu berdiri mengekori suzy.

Suzy makin mempercepat langkahnya menuju myungsoo. Myungsoo masih dalam posisinya. Fokus.

Suzy menggebrak meja namja itu sambil menatapnya remeh

“Neo! Jangan selalu menatapku seperti itu!” Myungsoo tak bergeming. Untung saja kantin itu tidak terlalu ramai sehingga suara suzy yang membahana tak mengganggu banyak orang.

“Neo! Jangan mencoba coba berurusan denganku. Arrasso!” Nada suara suzy meninggi satu oktaf.

Myungsoo masih menatap suzy intens tanpa sedikitpun berniat kabur atau melakukan hal lain.

Suzy sontak menatap namja itu heran.

“Gwaenchana?” Suzy menempelkan punggung tangannya di dahi namja itu.

Minho hampir saja mencegahnya namun di urungkan begitu melihat namja itu tak bergeming.

“Eoh.. aku bisa gila” suzy menurunkan tangannya dari dahi myungsoo. Ia lalu kembali berjalan menuju mejanya diikuti oleh minho.

Suzy menghempaskan dirinya di kursi itu frustasi.

“Eotthae?” Tanya krystal cuek.

“Namja itu gila! Bahkan saat aku melecehkannya dia tak bergeming sedikitpun. Apa dia itu makhluk dari planet lain huh? Jinjja..”

Krystal tertawa pelan

“Gwaenchana.. itu artinya dia tak berbahaya seperti perkiraanku” krystal terkekeh. Ditatapnya namja bernama myungsoo itu dalam.

‘Kenapa namja tampan itu terus terusan berprilaku aneh? aku jadi penasaran. Namja itu bahkan tak melirikku’ batin krystal.

“Kkaja! Aku tak tahan lagi dengan namja itu” suzy beranjak dari tempat duduknya. Ditatapnya namja itu sebentar dengan tatapan sinis. Mereka lalu berlalu dari kantin itu.

Lagi lagi namja itu mengikuti bae suzy.

***

“Aku pulang..” ucap myungsoo pelan. Ditatapnya rumah mewah itu nanar. Tak ada siapapun.

Ia lalu melangkahkan kakinya ke lantai dua.

‘Apakah aku memasuki rumah yang salah?’ Batinnya

“Oppa!” Teriak seorang bocah berumur 5 tahun itu manja. Dihampirinya adiknya yang sedari tadi tertidur di ranjangnya

“Kau sendirian, myungeun?”

Bocah itu mengangguk

“Oppa! Appa keluar dari rumah ini. Aku melihatnya membawa semua pakaiannya”

Myungsoo menatap lirih mata bocah naas itu.

“Kenapa dia meninggalkanmu sendirian?” Myungeun menggeleng

“Aku takut..” gumamnya seraya memeluk myungsoo

Myungsoo mengepalkan tangannya marah.

“Kau tunggulah di sini. Aku akan mengantarmu kepada appa. Oke”

Lagi lagi myungeun menggeleng kuat. Ia menolak di asuh oleh appanya.

“Wae? Oppa tidak yakin bisa menjagamu dengan baik”

“aku mau sama oppa saja”

“Dasar anak keras kepala.. kalau oppa tidak menjadi oppa.. apa yang akan kau lakukan huh?”

Myungeun menggigit bibir bawahnya takut.

Myungsoo lalu membereskan pakaian dan barang barang myungeun ke dalam koper. Ia lalu menggendong adiknya itu menuju mobil.

Myungeun menangis terisak di dalam mobil itu.

“Diamlah.. nanti sekali sekali oppa akan menjengukmu di sana. Arra?”

Mobil itu lalu melaju menuju busan. Tempat appanya lahir dan besar.

Eomma myungsoo meninggal waktu melahirkan myungeun.

Appanya sangat terpukul saat melihat wajah myungeun yang bahkan sangat mirip dengan istrinya. Ia juga tak menyukai myungsoo. Ia merasa anak laki lakinya itu tidak waras.

Kerap kali myungsoo hampir menikamnya karena obsesi anehnya terhadap darah. Dan kadang kadang myungsoo juga berubah menjadi namja yang baik seperti sekarang. Ia bahkan tak mengerti dengan perkembangan myungsoo. Ia hanya takut saat anaknya itu berubah menjadi aneh dan tak segan segan menghabisi nyawa appanya.

***

“Kenapa kau membawa anak itu ke sini huh?” Pekik appa myungsoo geram

“Kau urusi dia. Aku tak yakin bisa mengurusinya” balas myungsoo

“Kau urusi saja anak sial ini. Aku yang akan menanggung biaya hidupnya. Hanya saja aku tak mau melihat wajahnya itu!” Bentaknya

“Urusi dia, ahbouji!” Pekik myungsoo tak sabar. Lelaki itu tersentak. Ia takut akan tatapan membunuh myungsoo.

“Ne ne. Gherom, neo kka! Hubungi saja aku jika kau ingin aku meneransferkanmu uang”

Myungsoo mengangguk lalu bergegas pergi.

myungeun lalu menghampiri myungsoo yang sudah berada di luar.

“Kunjungi aku oppa eoh?” Myungsoo mengangguk pasti. Ia lalu memeluk adik tercintanya itu sayang.

“Nan kkayo..” ucapnya. Mata myungeun nampak berkaca kaca.

Myungsoo lalu masuk ke dalam mobilnya tanpa mengucapkan kata kata apapun terhadap appanya.

“Oppa..” myungeun memburu mobil myungsoo namun dicegat oleh appanya

“Yak.. kau ikut appa sekarang. Aku akan membawamu ke saudaraku. Aku tak sanggup jika terus terusan melihat tampangmu itu” lelaki paru baya itu menarik tangan myungeun kasar.

***

Suzy dan krystal berjalan pelan menuju kelas sampai sebuah tangan menahan tangan krystal.

“Kau yang menabrakku tempo hari kan?” Tanya namja yang tak lain adalah myungsoo.

Suzy tersentak kaget.

‘Apa sekarang dia mengincar krystal?’ Batin suzy.

Krystal menatap namja itu lekat lekat. Seperti ada yang berbeda dengan myungsoo. Myungsoo yang lalu terkesan misterius dan hanya menatap suzy saja. Sekarang ia malah mengacuhkan suzy yang malah menatapnya heran.

Suzy lalu mengembangkan senyumannya.

‘Akhirnya dia paham juga saat aku membentaknya. Ternyata dia namja yang sangat penakut. Cih..’ batin suzy lagi

“Ne?” Tanya krystal bingung dengan kelakuan berbeda myungsoo terhadapnya.

“Siapa namamu?”

Krystal terlihat salah tingkah. Suzy bahkan di acuhkan. Seolah olah ia adalah angin lalu yang berhembus begitu saja. Suzy dengan sabar menunggu kedua insan itu berbincang bincang.

“Naneun Krystal jung. Krystal-ah..” krystal menyambut salam perkenalan myungsoo

“Kim myungsoo”

“Nan arra.. kita satu sekolah waktu SMA. Aku sering melihatmu membuntuti suzy”

Wajah myungsoo berubah bingung

“Suzy?” Tanyanya

“Ne. Dia..” krystal menunjuk suzy yang nampak asyik dengan ponselnya.

“Aku tidak mengingat apapun. Rasanya aku baru bertemu dengan kalian untuk pertama kali saat kecelakaan itu”

Krystal mengerutkan keningnya bingung.

‘Apa namja ini mencoba mempermainkan ku dan suzy?’ Pikirnya

“Aku.. sudah punya namjachingu” ucap krystal kemudian yang disambut oleh gerakan canggung myungsoo.

“Kalau begitu aku masuk kelas dulu”

“Yak kelas kita ke arah sana” teriak krystal ketika myungsoo.akan memasuki kelas yang salah.

Namja itu hanya tertawa renyah lalu kembali memutar arahnya.

“Sepertinya dia namja playboy. Pertama tama dia mendekatiku lalu dia seakan lupa dengan semuanya dan mulai mendekatimu” ucap suzy santai saat mereka berjalan menuju kelas.

“Ani. Sepertinya ada yang aneh dengan auranya” gumam krystal serius yang di balas dengan gelengan cuek suzy.

“hari ini ada mata kuliah melukis eoh?” Suzy mencoba mengalihkan pembicaraan mengenai myungsoo. Ia sudah cukup jengah membahas namja aneh itu.

“Ne” singkat krystal. Ia menatap intens myungsoo yang tengah duduk agak jauh darinya. Ia melihat gerak gerik myungsoo yang seakan bingung dengan mata kuliah kali ini.

Ia juga tak mengeluarkan tatapan tajamnya ke arah suzy secara terus menerus lagi.

“Liat lukisanku! Eotthae?” Ucap suzy tiba tiba yang membuyarkan acara lamun krystal

“Daebak!” Krystal berusaha antusias padahal pikirannya tengah terbagi.

“Mana punyamu?” Suzy melirik ke arah kanvas krystal yang ternyata masih kosong.

“Yak.. jangan melamunkan namja playboy itu terus. Kau sudah punya minho”

“Yak! Aku takkan berpaling dengan minho oppa, pabbo!” Krystal menjitak kepala suzy gemas.

Suzy hanya mempoutkan bibirnya. Matanya lalu menangkap namja itu lagi. Ia tak melirik suzy. Ia masih fokus dengan kanvas dan cat warna warninya.

‘Syukurlah.. namja itu tak menatapku lagi. Dasar namja playboy’ batinnya lega. Ia lalu melanjutkan kegiatan melukisnya yang tinggal sedikit lagi selesai.

***

Minho menatap sekeliling setelah ia bersama kedua yeoja itu.

Ia tak melihat namja itu lagi. Minho lantas mengusap dadanya lega.

“Kkaja! Aku akan meneraktir kalian di kantin” ajaknya

***

Namja bermata tajam itu berjalan menuju kamarnya yang berada pada lantai dua.

Ia lalu menghempaskan tubuhnya di spring bed empuknya itu damai. Baru kali ini ia bisa istirahat dengan damai seperti itu.

Matanya lalu beralih pada puluhan foto foto yang terpajang di dinding kamarnya. Di dalamnya terdapat seorang yeoja cantik yang masih mengenakan seragam sekolah dengan berbagai ekspresi dan gaya.

Ia heran melihat foto foto itu berada di kamarnya. Ia tak sadar bahwa selama ini ada foto foto seperti itu di kamarnya.

“Bukankah ini teman krystal? Kenapa bisa foto foto ini berada di kamarku?” Gumamnya

“Apa mungkin aku telah melakukan sesuatu terhadap yeoja ini?” Gumamnya lagi

“Kau yang selama ini berpura pura menjadi namja misterius dan membututiku eoh? Kim myungsoo dari SMA paran yang sangat terobsesi dengan bae suzy huh?”

“Nan arra.. kita satu sekolah waktu SMA. Aku sering melihatmu membuntuti suzy”

“Apa maksud dari ucapan itu?” Myungsoo kembali mengingat perkataan perkataan ganjil yang diutarakan suzy dan krystal.

Ia lantas meremas kepalanya.

“Mungkin aku memiliki kepribadian yang lain dan ia telah melakukan sesuatu di masa lalu” ucapnya lagi.

“Aku bingung. Kepribadian mana yang asli huh? Apa yang saat ini?”

***

“Hei manusia vampir” sapa seorang yeoja bermata besar dan ber eyeliner tebal. Gayanya seperti anak punk. Rambutnya ia biarkan sangat pendek. Ia sering mengenakan jaket kulit andalannya.

“Aku ingin melihat darah sekarang.. apa kau bisa mengiris tanganmu agar aku bisa melihat darah lezatmu itu?”

Mereka tengah berada di gang sempit dan terpencil. Begitulah biasa namja dan yeoja itu bertemu.

“Ani. Shireo. Kau cari saja orang lain” yeoja itu menghembuskan asap rokoknya ke udara

“Jinjja.. kalau saja kau bukan temanku. Sudah aku cincang cincang kau” candanya

Yeoja itu mendecak.

“Myungsoo-ah.. kau masih membuntuti yeoja itu huh?” Tanyanya

Namja yang dipanggil myungsoo itu mengangguk kuat.

“Tentu saja. Dia sangat berselera seperti darah. Auranya seperti darah” balasnya seraya mengeluarkan senyum menakutkannya.

“Kau berbahaya” yeoja itu membuang rokoknya lalu menginjaknya hingga apinya mati. Yeoja itu lalu berjalan meninggalkan myungsoo

“Jiyeon-ah.. tunggu!” Myungsoo berlari menyusul yeoja bernama jiyeon itu

“Kau mau kemana huh?” Myungsoo mensejajarkan langkahnya dengan jiyeon

“Mencari mangsa”

Myungsoo menyunggingkan bibirnya ke samping.

“Dasar pencopet!” Cibir myungsoo

“Begitulah kerjaku. Dan kau.. dasar manusia vampir gila” balasnya santai seolah olah tak takut dengan kepribadian menakutkan myungsoo.

“Aku ingin melihat darah.. jebal..” desak myungsoo tiba tiba

Jiyeon mendecak sebal.

“Kau ikutlah denganku. Aku akan mencoba beraksi dengan pisau ini” jiyeon menunjukkan pisau lipat yang sangat tajam.

“Kau sudah seperti seorang psikopat”

“Psikopat handal” balas jiyeon bangga

Myungsoo tertawa ringan.

“Hebat sekali selama ini kau dan aku tak pernah tertangkap”

“Karena kau dan aku punya banyak kepribadian” balasnya.

“Jinjja? Bagaimana kalau suatu saat nanti kita tertangkap?” Tanya myungsoo

“Kita tak akan pernah merasakan itu”

myungsoo mendecak.

***TBC***

Annyeong readers! Iam back with new ff. Ini baru part perkenalan so mian kalau konflik belum muncul.

Ini bukan genre fantasi yah hehehe. Udah pada tau belum kalau ada manusia yang memiliki kepribadian lebih dari satu? Yg bahkan gak sadar bahwa dia memiliki kepribadian ganda bahkan multi kepribadian? Nah..udah pada tau kan karakter masing2 cast?

So, RCL yah jika mau dilanjutin.

Gomapta~BOW😀

 

141 thoughts on “FF Three Personality Types PART 1

  1. benar kepribadian ganda ya.. sekilas melihat judulnya langsung nebak gitu soalnya😀
    anyway aku balik lagi thor😀 *gak nanya

  2. wow amajing😀 ups amazing ding hehe..
    jadi nambah pengetahuan..ternyata ada yg kpribadiannya sbegitu menakutkan ya??
    dan jiyeon juga termasuk kaya myungsoo??
    omona,myung ga akan nyakitin suzy kan?

  3. Suzy hati- hati
    Myungsoo oppa tu menakutkAn
    Myungsoo oppa tu berkepribadian ganda
    Sisi psycopat myungsoo oppaoppanya suka sama suzy
    Menegangkan banget

Tinggalkan Balasan Anda, Dear

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s