FF Three Personality Types PART 2

image

Title: THREE PERSONALITY TYPES
Author: @vhyra_pabbo
Genre: Romance, drama, crime, mystery (maybe), etc.
Main Cast: Kim Myungsoo, Bae Suzy, Choi Minho
Sub Cast: Krystal jung, Park Jiyeon, Kim Jong in, Kris Wu, OC’s and etc.
Length: Chaptered

Warning: Ini adalah cerita yang saya buat murni dari pikiran saya. Cerita ini hanya fiktif belaka. kalau ada kesamaan tokoh, tempat, dan cerita itu merupakan bukan kesengajaan. Ghamsahamnida~ Bow

Happy Reading!

***

Previous Part:

“Hebat sekali selama ini kau dan aku tak pernah tertangkap”

“Karena kau dan aku punya banyak kepribadian” balasnya.

“Jinjja? Bagaimana kalau suatu saat nanti kita tertangkap?” Tanya myungsoo

“Kita tak akan pernah merasakan itu”

myungsoo mendecak.

***PART 2***

Apa yang akan kau katakan ketika kau melihat seseorang yang sama dengan kepribadian yang selalu berbeda? Mungkin kau akan berkata ‘aneh?’ Atau kata lainnya dengan makna yang sama.

Itulah yang terjadi pada suzy. Yeoja itu sedari tadi melamunkan dirinya di kantin. Sembari meneguk minumannya asal. Ia masih melamun. Memikirkan hal yang tadi malam dia lihatnya.

“Apa yang akan kau lakukan huh?” Tanya pria kurus berumur 30-an itu gugup

“Wae? Kau takut?” Balas namja tampan nan dingin itu remeh

“Yak! Kau akan masuk penjara jika kau melakukan hal ini!” Ancam pria kurus itu

“Yak! Kau pikir kami takut huh?!” Bentak yeoja berambut pendek itu geram. Ia lalu melayangkan pisau itu ke arah pria itu namun pria itu menangkisnya.

“Myungsoo!”

Namja bernama myungsoo itu mengangguk lalu memegangi kedua tangan pria itu.

Syeettt..

Pipi pria itu sukses tergores. Ia meringis kesakitan.

“Kau liatlah myungsoo! Kau suka darahnya?” Tanya yeoja itu seraya tertawa pelan

“Aigoo! Gomawo jiyeon-ah” Pekik myungsoo antusias

Namja yang dipanggil jiyeon itu mengangguk senang.

Jiyeon lalu mengeluarkan jarum suntik yang berisi bius dan menyuntikkannya ke pria itu.

Beberapa detik kemudian pria itu pingsan. Myungsoo lantas meletakkan pria itu di tanah.

Jiyeon tak membuang kesempatan itu. Ia lalu membongkar isi tas pria itu lalu mengambil barang barang berharganya.

“Kau sudah memasukkan obat penghilang ingatan sementara pada biusnya?” Tanya myungsoo kemudian. Jiyeon mengangguk sembari tersenyum licik.

“Kkaja! Kau sudah puas melihat darah kan?”

“Ne ne ne! Kheundae, itu masih belum banyak”

“Ghauraeso?”

“Aku membutuhkan yeoja itu sekarang. Dia seperti darah bagiku. Aku harus selalu berada di dekatnya agar aku tak melukai orang lagi hanya karena ingin melihat darah”

Jiyeon mendecak.

“Kkaja! Nanti saja kau bertemu dengannya” jiyeon lalu memandangi myungsoo yang terdiam cukup lama seraya menunduk.

“Myung..”

“Kenapa aku bisa disini eomma? Aku mau pulang!” Ucap myungsoo dengan intonasi dan gaya bahasa seperti anak kecil.

Myungsoo mengerucutkan bibirnya. Tiba tiba saja ia merengek diantar pulang.

“Ahh.. kepribadian balita mu sudah muncul. Aku akan mengantarmu pulang bayi kecilku” ucap jiyeon pelan yang paham betul keanehan myungsoo. Ia lalu menarik tangan myungsoo yang tengah menggigit kuku kuku tangannya sendiri. Sangat menggemaskan.

Yeoja cantik itu menutup mulutnya tak percaya

Suzy sedari tadi menguping pembicaraan mereka saat ia baru saja berjalan pulang dari supermarket melewati gang itu.

Ia melihat namja bernama myungsoo dan rekannya itu menghadang seorang pria yang tak dikenalinya dan ia juga mendengar percakapan mereka.

Gang itu memang selalu sepi. Hanya terkadang dilewati orang untuk mempercepat langkah mereka menuju perumahan Gongyo.

“I..i..itu.. myungsoo kan?” Gumamnya shock.

“Yak! Kau melamunkan apa?” Krystal yang tiba tiba datang lantas mengangetkan suzy yang tengah ke alam lamunannya.

“Darimana saja kau?” Suzy mengalihkan pertanyaan krystal tadi. Ia tak ingin mengatakan bahwa ia semalam telah melihat hal mengejutkan yang mungkin akan membuat semua orang merasa aneh.

“Mian.. tadi aku bertemu dengan minho oppa di perbatasan kampus karena ada barang yang aku titip padanya” ujarnya panjang lebar sembari menunjukkan barangnya

“Ige mwoya?”

“Tiket konser..” bisiknya

“Kenapa harus berbisik huh?”

“Karena tiketnya sudah sold out. Aku takut kalau para yeoja mengetahuinya mereka akan brutal mendapatkannya atau bahkan mencurinya” wajah krystal nampak berseri seri memandangi tiket itu

“Apa istimewanya konser itu huh?” Suzy mencoba memanas manasi sahabatnya itu.

Ia tahu kalau krystal sangat menyukai The rudals Band yang merupakan band rokers papan atas yang ada di korea. Dan dia akan diundang di kampus sebagai pengisi acara pensi mahasiswa tingkat akhir. Dan yang punya tiketlah yang dapat masuk melihatnya di aula serbaguna yang sangat luas milik kampus itu.

“Yak!” Krystal pura pura marah seraya mengerucutkan bibirnya.

Suzy terlihat menahan tawanya

“Krystal-ssi!” Sapa seorang namja

Kedua yeoja yang sedang asyik berceloteh ria itu seketika bungkam. Mereka kaget akan kedatangan namja itu lagi. Tak terkecuali suzy yang telah melihat langsung keanehan namja itu.

“Aku membutuhkan yeoja itu sekarang. Dia seperti darah bagiku. Aku harus selalu berada di dekatnya agar aku tak melukai orang lagi hanya karena ingin melihat darah”

Kata kata paling aneh itu sontak terngiang lagi di kepala suzy. Ia mendadak ngeri melihat namja itu sekarang

“Eoh myungsoo-ssi? Waeyo?” Balas krystal kikuk. Sementara suzy nampak memperhatikan gerak gerik myungsoo. Ia seakan merasa janggal saat melihat myungsoo nampak seperti makhluk normal. Tak terobsesi dengan darah atau semacamnya.

‘Apa yeoja yang dimaksud itu krystal?’ Batin suzy. Ia bingung. Karena sejak awal, namja itu hanya memperhatikannya saja. Dan sekarang, seakan akan dunia terbalik 180 derajat.

“Krystal-ssi.. aku ingin memberikanmu ini” myungsoo menyerahkan selembar tiket konser kepada krystal. Lagi lagi namja itu mengacuhkan suzy yang berada di samping krystal.

Krystal membulatkan matanya tak percaya

“Wae..yo?” Tanyanya bingung. Ia lalu menoleh ke arah suzy bingung

“Aku sudah memesan dua. Aku akan mengajakmu. Apa boleh?” Tanyaya sopan

‘Dia sepertinya sangat normal’ batin suzy lagi.

Krystal menggaruk tengkuknya salah tingkah

“Ah.. ne..gomawo, kheundae.. aku sudah punya namjachingu dan aku sudah membeli tiketnya” akhirnya krystal memerkan tiket itu dengan leluasa

Raut wajah myungsoo nampak kecewa.

“Yah sudah.. aku akan memberikannya kepada yang la..”

“Kau berikan pada suzy saja!” Sergah krystal cepat. Suzy menoleh ke arah krystal tak percaya. Ia menatap tajam krystal yang tengah memandangnya jahil

“Ung.. kau menyukai musik rock?” Tanya myungsoo ragu. Suzy menggeleng cepat.

“Yah sudah.. aku berikan yang lain sa..”

“Tak perlu. Aku yang akan mengajak suzy. Kau jemput saja dia di taman Gongyo ne?”

Suzy menginjak kaki krystal. Krystal nampak menaham keterkejutannya.

“Ahh.. ne” myungsoo menyerahkan tiket itu lalu bergegas pergi dari kantin itu.

“YAK KRYSTAL!” Sembur suzy dengan segala kemurkaannya

Krystal hanya terkekeh geli

“Wae? Myungsoo namja yang sangat tampan. Wae?”

“Jinjja.. namja itu sangat aneh. ANEH!”

“Memang dia aneh. Awalnya aku berpikir begitu. Mungkin saja dia gugup jadi dia bersikap begitu padamu” tuturnya asal

Suzy menggeleng frustasi

“Jinjja.. kau mengetahui sesuatu yang aneh tentangnya huh?”

“Dia sering membututimu sejak SMA. Hanya itu. Lalu, kau mengetahui sesuatu huh?”

Suzy terdiam.

‘Ne. Aku tau kalau namja itu punya kelainan’ batinnya.

***

“Oppa!” Teriak krystal begitu melihat minho baru saja muncul di parkiran.

Namja itu tersenyum lalu melambaikan tangannya ke arah krystal. Namun manik matanya melirik ke arah lain. Ke arah bae suzy tepatnya. Sementara suzy memperhatikan ke arah lain. Ia menganggap tatapan namjachingu krystal itu adalah hal lumrah yang selama beberapa tahun ini ia rasakan. Ia tak peduli.

Krystal lalu menarik tangan suzy untuk menghampiri namja itu.

“Oppa! Jangan lupa sebentar malam ne?” Krystal mengerlingkan satu matanya. Minho hanya membalasnya dengan senyuman simpul.

“Bagaimana denganmu suzy-ah? Kau tak berniat pergi? Aku juga membelikanmu tiket” minho mengeluarkan satu tiket konser dan memperlihatkannya kepada suzy. Ia berniat menyerahkannya.

Krystal memicingkan matanya curiga.

“Yak oppa! Kenapa kau membelikan suzy tiket? Kau taukan suzy tak suka musik rock” krystal merebut tiket itu dari tangan minho cepat.

Minho nampak kikuk.

“Ani. Hanya saja aku tak tega meninggalkannya sendirian di rumah. Bagaimana kalau kita pergi bersama?” Usul minho

Krystal menekuk wajahnya. Ia tak ingin ada yang menganggu kencannya dengan minho.

Suzy hanya bisa menggeleng pasrah.

“Tak perlu! Suzy sudah diajak sama myungsoo oppa!” Pekik krystal

Minho membulatkan matanya.

“Andwae!” Tolak minho tegas

“Kau tak boleh menerima tawaran namja berkepribadian banyak itu! Kau bisa dalam bahaya jika kepribadian psikonya muncul!” Ceplos minho tanpa sadar. Ia lalu menutup mulutnya.

‘Apa yang baru saja aku katakan?’ Batin minho

Suzy mengkerutkan keningnya bingung

“Apa maksudmu eoh?” Tanya suzy kemudian

Minho terdiam. Krystal nampak menggaruk kepalanya yang tak gatal.

“Minho-ah”

Minho masih terdiam

“Yak minho oppa!” Pekik suzy tak sabar

“Kau tak perlu tahu. Kau cukup tahu bahwa dia berbahaya. Gherom, kau jauhi saja dia, arra?” Minho memegang kedua bahu suzy dan menatapnya lurus.

Suzy tertegun. Krystal nampak acuh. Ia sudah terbiasa dengan sikap minho ke suzy. Ia berpikir bahwa ia bersikap begitu karena suzy adalah sahabatnya.

“Ani. Aku jadi semakin penasaran dengannya jika kau tak memberitahu ku. Ah! Aku baru saja mengetahui sesuatu tentang namja itu” suzy menurunkan tangan minho dari bahunya.

Minho tersentak

“Mwo.. guyeo?” tanya minho bingung

“Bahwa namja itu punya keanehan”

“Dia tidak berbahaya. Hanya saja..” suzy nampak berpikir

“Aku melihat banyak kepribadian dalam dirinya. Apa itu benar?” Suzy menatap tajam ke dalam mata minho

Minho masih tak bergeming

“Ghaeraeso, kenapa kalau aku mengetahui tentangnya? Apa hubungannya denganmu eoh?” Tantang suzy lagi. Entah mengapa suzy sekarang malah melupakan obsesi myungsoo soal darah itu dan malah penasaran dengan kepribadiaannya.

Minho masih menghening.

“Bagaimana kalau aku menyelidiki sendiri? Huh?”

“Andwae!” Sergah minho

“Waeyo?”

“Namja itu yang selama ini mengancam bahkan melukai semua namja yang berusaha mendekatimu. Tak terkecuali..”

“Mwo? Wae?” Tanya suzy penasaran. Krystal mengkerutkan keningnya. Ia tengah berpikir keras dengan ucapan minho yang terakhir tadi.

Minho lagi lagi terdiam. Matanya lalu menangkap sosok namja itu lagi. Ia tengah berdiri agak jauh di belakang suzy.

“Minho-ah, marebwa..” ucapan suzy membuyarkan tatapannya pada myungsoo. Ia lalu kembali menatap suzy.

“Kkaja!” Minho menarik suzy untuk bergegas masuk ke dalam kampus. Krystal membulatkan matanya tak percaya. Ia terbengong melihat namjachingunya malah menarik suzy, bukan dirinya.

“Oppa!” Panggil krystal manja sembari berlari menyusul kedua insan itu.

‘Apa yang akan dilakukan namja itu terhadap suzy huh?’ Batin myungsoo sambil berjalan mengikuti kemana suzy pergi.

***

“Yak marebwa..” suzy menghempaskan tangan minho. Mereka sudah berada di belakang kampus yang sangat jarang dilalui oleh mahasiswa ataupun yang lainnya.

“Neo arra.. selama ini namja itu yang selalu melukai namja namja yang berusaha mendekatimu waktu SMA”

Raut wajah suzy nampak bingung

“karena itu kau merasa tak pernah ada yang berani mendekatimu apalagi menembakmu karena saat mereka melakukan hal itu, namja bernama myungsoo itu akan..” minho menarik nafasnya dalam dalam

“Akan apa eoh?”

“Menghajarnya sampai berdarah”

Suzy menutup mulutnya tak percaya

“Kenapa..tak ada satupun..yang melapor huh?” Suzy sangat kaget mendengar penuturan minho barusan sampai membuatnya terbata bata.

“Entah ancaman apa yang namja gila itu lakukan. Gheurae, kumohon jauhi dia!” Minho memegang kedua bahu suzy lagi.

Suzy tak dapat berkata apa apa. Ia bingung dan takut sekarang.

“Namja itu.. dia punya banyak kepribadian. Kheundae, kepribadian yang paling menakutkan adalah ketika ia menjadi manusia yang terobsesi melihat darah”

Badan suzy bergetar

“Ap..apa.. hubungannya.. denganku eoh?”

“Kau seperti darah baginya”

Suzy menggeleng kuat. Ia tak bisa menyembunyikan rasa takutnya sekarang. Ia sangat takut.

“Wae..yo?” Lirihnya

“ghauraegu, neo arra? Waktu pertama kali aku bertemu denganmu di kelas satu, saat itulah seorang choi minho mulai merasakan cinta”

Suzy menoleh cepat ke arah minho. Ia bingung dengan ucapan minho sekarang

“Aku jatuh cinta pertama kali dengan seorang yeoja nakal bernama bae suzy” ungkapnya seraya mengapit tubuh suzy dengan kedua tangannya ke dinding

Nafas suzy tercekat.

“M..mwo?”

“Kheundae, karena seorang namja bernama kim myungsoo yang membuatku bahkan hampir mati babak belur. Aku bahkan trauma untuk mendekatimu”

“Kenapa.. kau..” suzy kehilangan kata katanya. Ia sungguh tak percaya dengan ungkapan minho barusan.

“Kau bertanya kenapa aku tak melapor polisi?”

Suzy mengangguk

“Aku bahkan tak sanggup melapor setelah sesuatu yang dia lakukan”

“Mwo.. guyeo?”

“Dia sepertinya berniat melukaimu setelah ia melukaiku. Apa aku akan percaya?”

Suzy menghela nafasnya beberapa kali. Ia tak menyangka harus berurusan dengan namja gila seperti myungsoo.

“Neo arra? Aku menembak krystal hanya agar aku bisa selalu di dekatmu. Hanya itu. Sesungguhnya aku tidak memiliki perasaan apapun padanya..”

PLAKK!

“NEO! TEGA SEKALI KAU PADA KRYSTAL!” Bentak suzy keras. Ia baru saja menampar pipi namja itu.

Minho tertawa pelan.

Ia lalu memiringkan dan mendekatkan wajahnya ke arah suzy. Ia berniat mencium suzy.

“OPPA!” teriak seorang yeoja yang tak lain adalah krystal. Airmata yeoja itu sukses mengalir. Ia tak menyangka bahwa ia baru saja mendengarkan hal paling menyakitkan dalam hidupnya.

Suzy dan minho sontak berbalik. Minho terlihat kikuk. Sedangkan suzy, ia bingung harus berbuat apa sekarang.

“Jangan..salah..” suzy mencoba menjelaskan apa yang terjadi namun krystal nampak tak peduli. Ia langsung saja pergi dari tempat itu dengan matanya yang basah.

“KRYSTAL!” pekik suzy frustasi

Ia meremas rambutnya dan memandang sinis minho yang nampak tak bergeming ketika melihat krystal menangis.

“Nappeun..” gumam suzy pelan. Ia lalu berlari menyusul krystal.

“AAAAAA! SIAL!” minho meremas rambutnya frustasi.

“Annyeong..” sapa seorang namja tiba tiba muncul dari balik dinding

“Neo?” Minho nampak waspada dengan namja itu. Ia sangat jarang berbicara. Bahkan saat myungsoo menghajarnya dulu, ia hanya mengucapkan tiga kata jauhi. Bae. Suzy. Hanya tiga kata itu yang myungsoo ucapkan padanya selama ini.

“Aku mendengar semuanya” ucapnya

“Yak kau mau apa?!” Bentak minho

“Ternyata kau menyukai bae suzy”

“Ani. Aku bahkan mencintainya!” tantangnya

Myungsoo mendecak. Ia lalu mengeluarkan pisau lipatnya

“Aku sangat ingin melihat darah sekarang. Eotthae?” Myungsoo membuka lipatan pisau itu.

“Sejak kapan kau akan menjadi bayangan suzy terus eoh?!” Minho mengacuhkan ucapan myungsoo dan malah menghujaminya dengan pertanyaan yang selama ini berkeliaran di otaknya.

“Sampai kim myungsoo tak terobsesi melihat darah lagi”

“YAK SAMPAI KAPAN?!” bentaknya. Kesabarannya sudah sampai di ubun ubun.

“Selamanya”

Minho menutup matanya kesal. Kalau saja ia membawa pistol, sudah dia bunuh namja itu dari tadi.

“Aku masih bingung. Sebenarnya, kepribadian aslimu yang mana eoh?” Minho sengaja mengulur waktu agar pisau itu tak di gunakannya.

“Kepribadian? Apa aku punya kepribadian lain selain ini?” Myungsoo menyimpan kembali pisau lipatnya. Ia lalu berjalan meninggalkan minho. Ia sudah tak berniat melukai minho. Ia hanya ingin menemui suzy yang menjadi obsesinya selama ini.

“Yak namja aneh!” Teriak minho setelah melihat myungsoo sudah agak jauh dari tempatnya berdiri. Myungsoo mengacuhkan panggilan itu. Ia lebih memilih mencari suzy.

Minho lalu berjalan mengikuti alur jalan myungsoo yang terlihat sudah tak kelihatan.

***

Yeoja berambut pirang itu menangis sesenggukan di dalam toilet. Sesekali ia meracau dan mengatakan sumpah serapah yang jika di filmkan pasti akan mendapatkan banyak sensor.

Suzy menunggu di luar, karena krystal mengunci kamar mandi yang dia masukinya.

“Krystal-ah.. uljimma..” pintah suzy halus seraya mengetuk ngetuk pintu itu.

Namun tangisan krystal tak juga mereda.

“Yak.. memalukan sekali kalau sampai ada yang tahu bahwa krystal yang selama ini sangat tangguh ternyata hanyalah gadis yang sangat lemah” sindirnya

Suara tangis itu berhenti. Tinggal suara sesenggukan yang mendominasi ruangan itu.

“Krystal-ah..”

“KKA!” Teriak krystal

“Krystal-ah..”

“KKA! AKU TAK INGIN MELIHATMU! KKA!”

Suzy memundurkan langkahnya. Matanya berkaca kaca.

“Mian..” gumamnya pelan. Ia lalu berjalan keluar dari kamar mandi itu.

Betapa kagetnya suzy saat ia membuka pintu toilet itu dan di depannya telah berdiri namja yang selama ini ditakutinya sekaligus membuatnya penasaran.

Nafas suzy seakan memburu.

“N-neo?”

“Annyeong..” sapanya

Suzy terdiam. Ia lalu berlari meninggalkan myungsoo yang tetap berjalan santai mengikutinya.

“Yak jangan mengikutiku!” Pekik suzy seraya berlari menjauh dari namja itu.

“Yak kubilang jangan mengikutiku!” Langkah suzy terhenti. Matanya sirat akan kemarahan. Entah mengapa ia malah sangat membenci namja yang ada di hadapannya saat ini.

Karena namja itu mengancam minho sampai minho tak berani mengungkapkan perasaannya dan malah menyakiti sahabatnya. Dan sekarang ia harus bertengkar dengan sahabatnya. Sahabat yang bahkan tak pernah ada rasa iri ataupun cemburu sekalipun.

“Apa maksudmu sebenarnya huh?” Sembur suzy kemudian

“WAE?!” pekik suzy tak tahan. Air matanya tumpah.

Myungsoo menghapus pelan air mata suzy namun suzy menepisnya.

“YAK! APA MAKSUDMU EOH?!”

Myungsoo tak bergeming. Tatapannya masih liar seperti biasanya.

“Aku tak akan takut lagi dengan tatapan liar itu! Neo wae?! Yak!”

“Aku.. sangat terobsesi dengan darah. Aku harus melihat darah setiap saat” ungkapnya pelan seraya mencoba menghapus airmata suzy lagi namun lagi lagi suzy menepisnya

“Gherom wae?! Kenapa kau melibatkanku eoh?!” Bentak suzy lagi. Nadanya semakin meninggi.

“Karena aku melihatmu seperti darah”

Suzy mendecak.

“Mwoya?! Kau bahkan mendekati krystal dan berpura pura tak mengenaliku! Jinjja..”

“Krystal?”

“Sekarang kau malah berpura pura lupa dengan krystal. Jinjja..” kesabaran suzy sudah habis. Ia lalu berjalan meninggalkan myungsoo. Namun myungsoo tidak tinggal diam, ia lantas menyusul suzy yang sudah agak jauh darinya.

***

Suzy terduduk di kelas yang sedang tak terpakai. Ia memandang lurus ke depan.

Pikirannya memunculkan flashback flashback masa lalunya bersama krystal. Ketika mereka berhasil mengerjai guru sejarah yang menurutnya pelajaran paling membosankan di dunia. Ketika mereka berhasil mengerjai teman sekelas mereka yang terkesan cupu. Dan masih banyak lagi kenakalan kenakalan yang terjadi di masa lalu.

Dan sekarang semuanya sudah terasa berbeda bagi suzy. Namun ia sangat yakin, krystal pasti mau memaafkannya. Tetapi, tidak sekarang. Yeoja itu butuh waktu.

Tak terasa mutiara bening itu mengalir lagi dari pelupuk matanya.

Tanpa ia sadari, namja itu telah berada di belakang bangkunya. Melihatnya menangis. Lagi.

Suzy lalu menenggelamkan kepalanya di bangku itu. Ia menangis sesenggukan. Ia tak menyangka hidupnya akan serumit ini. Ia bahkan tak bisa tenang karena terus terusan di awasi oleh namja aneh itu. Dan satu lagi, ia harus mengetahui bahwa minho menyukainya.

“Uljimma” gumam namja itu pelan. Sangat pelan.

***

Minho terlihat terengah engah kecapaian. Karena sedari tadi ia mencari suzy namun ia kehilangan jejaknya.

Dilihatnya krystal baru saja keluar dari toilet dengan keadaan tidak karuan. Matanya sembab dan rambutnya agak berantakan.

Minho memandang lirih yeoja itu

“Mian..” gumamnya.

Ia lalu bergegas mencari suzy lagi.

***

Langkah namja itu terhenti ketika melewati kelas yang tengah suzy tempati merenung. Ia juga melihat myungsoo tengah duduk di belakang suzy sambil terus menatap suzy.

Ia lalu memantapkan dirinya untuk masuk.

“Suzy-ah..” suara minho membuat suzy mengangkat wajahnya.

Raut wajahnya berubah sinis menatap minho dihadapannya.

Sedangkan myungsoo masih santai duduk dengan posisinya.

“KKA!” Bentak suzy kemudian

Minho menatap myungsoo sebentar.

“Aku bilang kau jauhi namja itu! Dia sangat berbahaya!” bentak minho tiba tiba seraya menunjuk ke arah myungsoo. Myungsoo terlihat geram.

Suzy lalu menoleh ke belakang. Ia sangat terkejut melihat namja itu tengah duduk manis di sana.

“Neo?!” Pekik suzy tak percaya. Namja itu lalu berdiri dari bangkunya. Ia lalu menarik tangan suzy.

“LEPASKAN!” Teriak minho namun myungsoo mengacuhkannya. Ia tetap menarik paksa suzy yang nampak berusaha melepaskan cengkraman tangan myungsoo

“Nappeun! Lepaskan!” Desak suzy

“Kau mau aku menggantinya dengan darahmu huh?” Ucap myungsoo kepada minho tajam. Minho tersentak.

‘Aku tak boleh takut dengan namja ini’ batin minho

Tanpa basa basi lagi, minho melepaskan cengkaraman tangan myungsoo terhadap suzy namun myungsoo menariknya kembali.

“Dia milikku!” Bentak myungsoo

“Sudah lama aku menginginkannya!” Lanjutnya. Suzy bungkam. Ia sangat takut.

“Sebentar lagi kepribadianmu yang lainnya akan muncul. Apa yang akan kau lakukan ketika semuanya berubah huh?” Tanya minho skeptis

“Kepribadian apa huh?!”

“Nampaknya kau tak mengetahui bahwa kau memiliki tiga kepribadian”

Suzy membulatkan matanya tak percaya.

‘Jadi itu maksud dari perkataan minho soal kepribadian yang dimiliki myungsoo. Tiga?’ Batinnya.

Seperti flasbback, suzy membayangkan kejadian aneh saat ia bertemu myungsoo. Saat ia selalu menatapnya tajam. Saat ia bahkam mengacuhkannya dan malah mengejar krystal. Dan saat ia melihat myungsoo berlagak seperti anak kecil sewaktu ia tak sengaja mengintipnya di sebuah gang.

‘Namja yang terobsesi dengan darah, namja yang nampak normal, dan namja yang berlagak seperti anak kecil. Apa itu tiga kepribadiannya?’ Tanya suzy pada dirinya sendiri.

Tak terasa, badannya terhuyung ke depan. Myungsoo menariknya lagi untuk bergegas pergi dari tempat itu.

Minho menyusul mereka. Ia lalu menarik suzy lagi.

Tatapan myungsoo berubah sangar.

“JUGULLAE?!” pekiknya

***TBC***

Annyeong readers! Mian yah udah ngebuat kalian bingung. Hehe saya tegaskan sekali lagi yah bahwa ini bukan genre FANTASI. BUKAN FANTASI. jadi intinya bukan kisah kisah vampir atau semacamnya. Ini real kisah drama biasa.

Kalian pernah kan mendengar atau bahkan mengalaminya sendiri bahwa ada seseorang yang memiliki banyak kepribadian? Contohnya, gadis bernama Sybil
dengan 16 Kepribadian dan itu kisah nyata. Sybil bahkan gak tau kalau 16 kepribadiannya itu telah menguasai tubuhnya. Ia baru tau setelah ia ke psikiater. Membingungkan kan? Kalau di sini, ceritanya myungsoo hanya punya 3 kepribadian. Sesuai judul.

Sekali lagi mian yah, hehehe. Mian lagi atas kesalahan baik penulisan maupun ide cerita.

Hehehe, *plakk

Sekian bacot saya, RCL yah.

Gomapta~BOW

πŸ˜€

Β 

95 thoughts on “FF Three Personality Types PART 2

  1. Tiga kepribadian??Hebat..
    Jadi kepribadian Myung yg normal tertarik sama Krystal dan kepribadian Myung pshyco terobsesi sama Suzy..
    Mulai mengerti sekarang

  2. 3 kepribadian? Aigoo~
    minho tega bnget pacran sama krystal hanya supaya dia bsa terus dkat dg suzy, jadi itu sebabnya dia sering menatap suzy seperti itu?!

  3. huwaaah keren!!!

    tuh kan minho nappeun…
    kenapa minho selalu jadi nappeun ya.. aku jadi benci sama minho huh…

    next next next..

  4. myungsoo srem jg klw kperibadian’a yg haus drah mncul.kasihan jg suzy klw kperibdian’a yg normal dia kn suaka’a krystal

  5. Wah suzy udh tau ketiga kepribadiannya myungsoo..
    Gk sabar baca part selanjutnya.. mau baca lgsg part trkhir tpi pensaran jg sama part2 lainnya.. hehe

  6. Pantesan aja Minho selalu melirik Suzy saat mereka bersama dgn Krystal . Ternyata Minho mencintai Suzy dan hanya memanfaatkan Krystal supaya dia bisa didekat Suzy ..

    3 kepribadian ?? Pantas aja kepribadian’y beda2 .. Kadang seperti org yg hrus darah, kadang seperti manusia normal, dan jga seperti anak kecil ..
    Knp bisa gitu yaa ??

    Next.. Mau bca part selanjut’y

  7. oh itu myungsoo punya kepribadian ganda yahh. punya tiga alter yang berbeda. waahhhh jangan bilang yang haus darah terobsesi sama suzy, yang normal malah suka sama krystal, dan yang satunya malah kaya balita gitu ? trus jiyeon itu siapa ?

  8. Aigoo.. myungppa mengerikan… eisshh,. gimana myungzy bsa betsatu klok myung pny 3 kepribdian gtuh.. yg satu ska suzy yg satu ska kristal yg satu kyk anak kcil…

  9. Oooooo…jadi itu kepribadian myungsoo…penggila darah…normal dan balita…wow…
    disamping tau kepribadian myungsoo…jadi tahu klo minho sarap juga deh..hhe.manfaatin krystal biar bisa deket sama suzy…kasian krystal…tapi ngeri juga ya buat suzy klo sama kepribadian myungsoo yg pecinta darah

  10. Uwaaahh jinjja makin lopelope aku sama ff ini. Kepribadian aslinya si myung yg mana sih? Pastinya yg normal lah, yaelah gue pake nanya lg. Terus gimana bisa myung punya banyak kepribadian gitu? Penasaraannn. Ceritanya bener” menarik

  11. Yadi di sini ceritanya mungsoo saki DID ya
    Ngeri banget ngabayangi myung kalok udah berubah jadi kepribadian yang terobsesi ama darah

  12. penasaran kenapaa myungsoo bisa punya 3 kepribadian gitu-,- isss gara2 minho suzy krystal jadi rentak persahabatan mereka semoga ajaa krystal nanti mau ngomong ama suzy

  13. ah elah. kesel sama minho. ternta ada keprobadian psikopat yang suka suzy.. kepribafian yang aktif tapi dia sukanya sama si krystal dan satu lagi kepribadian anak kecil.. njir :v. gak bisa bayangin myung yang tadinya sangar berubah menjadi anak kecil.. hahHh…

  14. jujur saja aku sangat ingin bertemu dengan orang yang mempunyai kepribadian ganda. tapi yang aku temui hanya orang-orang yang bermuka gandaπŸ˜€ tau maksudku kan?πŸ˜€
    menurutku minho juga aneh. kenapa dia bawa pistol? maksudnya biasanya(?)?

  15. huwaaaa jinjja? daebak !!!
    ga kebayang myung yg cool bisa berubah jadi kekanakan secara tiba tiba..kasian krystal tapi aku ko ngga rela ya ngliat kpribadian normalnya myung tertarik sama krystal?? hehhee
    efek myungzy shipper kumat *LOL

  16. Minho neppeun
    Minhonya suka sama suzy padahal dia pacaransama krystal
    Dan manfaatin krystal doang
    Myungsoonya ternyata berkepribadian ganda
    Yg nomal suka sama krystal
    Yg psyco suka sama suzy
    Yg terakhirnya anak kecil
    Hehehe

  17. Wah wah wah bner2 si minho itu,jd rusak kan prshbtan suzy krys…lucu ya pas kepribadian yg anak kecilnya haha,suzy jg kyakny gag tkut lg tuh

Tinggalkan Balasan Anda, Dear

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s