FF Three Personality Types PART 3

image

Title: THREE PERSONALITY TYPES
Author: @vhyra_pabbo
Genre: Romance, drama, crime, mystery (maybe), etc.
Main Cast: Kim Myungsoo, Bae Suzy, Choi Minho
Sub Cast: Krystal jung, Park Jiyeon, Kim Jong in, Kris Wu, OC’s and etc.
Length: Chaptered

Warning: Ini adalah cerita yang saya buat murni dari pikiran saya. Cerita ini hanya fiktif belaka. kalau ada kesamaan tokoh, tempat, dan cerita itu merupakan bukan kesengajaan. Ghamsahamnida~ Bow

Happy Reading!

***

Previous Part:

Tak terasa, badannya terhuyung ke depan. Myungsoo menariknya lagi untuk bergegas pergi dari tempat itu.

Minho menyusul mereka. Ia lalu menarik suzy lagi.

Tatapan myungsoo berubah sangar.

“JUGULLAE?!” pekiknya

***PART 3***

“JUGULLAE?!” pekik myungsoo geram. Minho memberanikan dirinya untuk menarik suzy namun tangannya di tahan oleh myungsoo yang menatapnya makin tajam menusuk.

Myungsoo melepaskan genggaman tangannya dari suzy. Ia lalu menghajar minho secara brutal. Namun minho tidak tinggal diam. Ia selalu ingin membalas namun serangannya selalu ditangkis oleh myungsoo.

Suzy tak berkutik. Ia kehilangan kata katanya. Ia hanya bisa membelalakkan matanya melihat minho yang tengah babak belur di tangan myungsoo.

Myungsoo hanya terluka sedikit di pipinya akibat bogem mentah yang dilayangkan minho.

Melihat minho sudah tak berdaya, myungsoo lalu menarik tangan suzy untuk segera pergi dari tempat itu.

Suzy hanya dapat memandangi minho lirih.

‘Mian..’ batin suzy dengan wajah sendu seraya menoleh ke arah minho yang nampak mengeluarkan cairan merah dari mulutnya sambil meringis kesakitan.

***

Mereka telah sampai di parkiran. Myungsoo menyerahkan satu helm yang sengaja dibawanya untuk berjaga jaga. Suzy hanya memandangi helm itu bingung.

“Kita..akan kemana huh?” Suzy mengerutkan keningnya

“Pulang” myungsoo memakai helm nya lalu menaiki motor sportnya. Ia lalu menyuruh suzy naik dengan memberinya kode.

“Kau tau rumahku?” Tanya suzy makin bingung. Ia belum berniat menaiki motor itu.

“Ani. Naiklah”

“Gheurae?” Alis suzy mengkerut

“Naiklah!” bentaknya. Suzy menurut. Ia memilih diam.

Motor itu lalu melaju dengan kecepatan tinggi. Suzy sampai harus berteriak teriak sepanjang jalan dengan genggaman erat di pinggang myungsoo. Myungsoo hanya terdiam sedari tadi, tanpa berniat membalas aungan suzy.

***

Motor itu berhenti tepat di depan sebuah rumah mewah. Myungsoo lalu membuka pagar rumah itu sendiri. Tak ada siapapun di rumah itu. Pembantu ataupun saudara. Semuanya berada di busan.

Suzy nampak takut untuk memasuki rumah itu. Ia tak melihat siapapun di sana.

Myungsoo lalu menarik suzy untuk masuk ke dalam namun suzy mematung. Ia takut.

“Yak!” Bentak myungsoo

“Kenapa kau membawaku ke sini eoh? Kau bilang kita mau pulang”

“Ne. Kita sudah pulang”

Myungsoo menarik suzy lagi.

“Mwo?!” Pekik suzy seraya menghentikan langkahnya

“Kau akan tinggal denganku”

“Mwo?! Micheosseo?!” Pekiknya lagi yang sukses membuat myungsoo menutup kedua kupingnya

“Ung”

“Yak kim myungsoo! Kau pikir aku tak punya tempat tinggal huh?!” Emosi suzy meluap luap. Ia lalu menghempaskan tangan myungsoo lalu bergegas pergi meninggalkan tempat itu. Namun baru beberapa langkah, myungsoo sudah menghentikannya dengan tiba tiba memeluknya dari belakang.

“Jangan pergi..” gumam myungsoo seraya menempelkan dagunya di bahu suzy. Suzy tersentak.

“Aku tak bisa hidup tanpa melihatmu. Hanya melihatmu saja sudah cukup..”

Nafas suzy tercekat.

‘Eomma! Eotthokae?!’ Pekik suzy dalam hati.

“Kau taukan kau seperti darah bagiku. Kau mau tau mengapa?” Myungsoo mempererat pelukannya. Suzy tak membantah. Ia juga sangat penasaran mengapa myungsoo bisa menganggapnya seperti itu.

“Karena..”

Hening

“Myungsoo-ssi?” Panggil suzy heran karena myungsoo tak juga melanjutkan ucapannya.

“Myungsoo-ssi?” Suzy yang penasaran lalu melirik myungsoo yang ternyata tengah menutup matanya damai.

“Apa kau tidur?” Suzy melepaskan pelukan myungsoo lalu membalikkan badannya. Sontak tubuh myungsoo terhuyung ke depan. Tepat menindih suzy dengan masih posisi mata tertutup.

“Irreonna!” Pekik suzy setelah menaruh tubuh myungsoo ke tanah

“Bisa bisanya ia tertidur saat ia berbicara dan memeluk orang sambil berdiri” Gumam suzy. Ditatapnya wajah myungsoo yang tertidur di atas tanah ber semen itu dengan posisi terduduk.

Ia menopangkan dagunya menatap wajah tampan myungsoo. Suzy tersenyum simpul.

‘Aku tak tega meninggalkannya di luar. Aku tunggu saja sampai dia bangun’ pikir suzy

Tiba tiba mata myungsoo terbuka sempurna. Suzy tersentak lalu segera berdiri.

“Eomma..” ucap myungsoo pelan. Suzy menghentikan langkahnya lalu menoleh ke arah sumber suara itu.

“Myungsoo? Kau bilang apa tadi?”

“Eomma.. aku sangat ngantuk. Antar aku ke kamar lalu bacakan aku dongeng” ujar myungsoo seperti gaya anak kecil dan memperlihatkan puppy eyesnya.

Suzy mendecak.

‘Sok imut sekali namja ini’ batinnya.

“Yak! Berdiri kau namja aneh!” Bentak suzy

“Eomma nappeun!” Myungsoo mengerucutkan bibirnya.

Suzy tertegun. Ia seakan teringat sesuatu.

‘Kepribadian anak kecil myungsoo muncul!’ Pekik suzy dalam hati.

Ekspresi wajahnya berubah 180 derajat. Ia tersenyum ramah pada myungsoo sekarang.

“Anak baik.. kau berdiri yah..” suzy menarik tangan myungsoo untuk berdiri. Myungsoo lalu menggandeng tangan suzy manja.

“Eomma.. antar aku ke kamar” myungsoo tersenyum hangat. Suzy melamun menatap myungsoo. Ia tak pernah melihat senyum tulus seperti itu dari myungsoo.

“Eomma..” rengek myungsoo

“Ne. Kkaja” suzy terus menatap myungsoo yang masih saja memainkan tangan suzy seperti menggoyang goyangkan lengan suzy ke depan ke belakang. Tak terasa, bibirnya tersenyum lagi.

“Dimana kamar myungsoo huh?” Gumam suzy setelah sampai di lantai dua. Ia melihat ada banyak pintu. Tanpa pikir panjang, ia lalu mengecek satu persatu isi kamar itu.

Setelah sampai di kamar yang ketiga, suzy dikagetkan dengan puluhan foto dirinya ketika masih berseragam SMA.

‘jadi, semua ucapan krystal dan minho itu benar’

Suzy lalu menarik myungsoo yang nampak masih asyik dengan jemari suzy.

“Sampai” ucap suzy kemudian. Myungsoo lalu berlari dan menghamburkan dirinya di ranjang itu. Suzy lagi lagi tersenyum melihat tingkah kekanak kanakan myungsoo.

“Eomma sudah janji untuk membacakanku cerita”

Suzy tersenyum hangat lalu bergegas mencari buku dongeng yang dapat dibaca.

“Jammkemman..” pinta suzy. Myungsoo mengangguk sembari memandangi suzy yang tengah sibuk mengutak atik lemari bukunya.

“Eomma neomu yeppo!” Teriak myungsoo lantang. Suzy hanya membalasnya dengan senyuman.

“Aku ingin menikah dengan yeoja yang mirip eomma. Pokoknya hanya yeoja yang mirip eomma..” myungsoo menggigit jari jarinya.

“Myungsoo.. tak baik menggigit jarimu seperti itu” tegas suzy sambil masih mencari buku di rak itu. Myungsoo menurut.

“Assa..” suzy mengambil buku dongeng bertema horror.

“Hanya ini yang bisa kutemukan” suzy memperlihatkan buku dengan sampul menyeramkan itu kepada myungsoo.

“Eomma.. jangan bacakan. Aku takut” myungsoo bersembunyi di dalam selimut. suzy meniup poninya kesal.

“Gheurae? Kau mau apa eoh?” Suara suzy meninggi. Ia lalu melihat jam sudah menunjukkan pukul 07.00 malam. Lagi lagi ia meniup poninya kesal.

“Eomma harus menemaniku tidur. Aku takut”

Suzy membulatkan matanya

“Mwo?! Yak! Neo micheosseo?!” Pekiknya brutal. Ia lalu berlari keluar dari kamar itu kesal.

“Eomma! Jangan pergi! Aku takut!” Myungsoo berlari keluar mengejar suzy.

“Eomma!” Myungsoo menahan lengan suzy.

“Eomma? Apakah aku eomma mu eoh?!” Bentaknya

“Ne. Aku bisa mengenalinya dari wajahnya. Neo.. nan eomma!” Balas myungsoo polos

“Jinjja.. aku akan memanggil yeoja berambut pendek itu untuk mengurusimu. Aku dengar kau memanggilnya eomma” ucap suzy skeptis. Entah setan apa yang memasukinya sehingga ia mengucapkan kalimat yang sangat aneh itu. Memangnya suzy mengenal yeoja berambut pendek itu? Tentu saja tidak. Ia hanya melihatnya sekilas.

“Dia bukan eommaku!” Sangkalnya

“Dia tidak mirip dengan eommaku” sambungnya

“Gheurae, aku mirip? Huh?”

“Ne” myungsoo lalu menyentuh kelopak mata kiri suzy.

“Matanya..” myungsoo lalu menyentuh hidung suzy

“Hidungnya..” tangannya lalu menyentuh bibir suzy

“Bibirnya..”

Suzy kehabisan kata kata

“Semuanya mirip”

“Yak! Aku masih muda!” Pekik suzy tak terima.

“Temani aku tidur. Eomma..”

Suzy hanya bisa berdehem pasrah. Ia lalu mengantar myungsoo ke kamarnya lagi.

“Kau tidurlah..” suzy dengan enggan memakaikan myungsoo selimut. Ia merasa geli.

“Selamat malam anakku” dengan berat hati suzy mengucapkan kalimat itu.

“Eomma.. saranghaeo..” gumam myungsoo lalu kemudian matanya tertutup dengan damai.

Suzy hanya duduk memandangi wajah myungsoo yang terlelap.

Matanya lalu teralih pada foto foto yang tertempel bebas di dinding berwarna putih itu. Ia lalu melangkahkan kakinya menuju foto foto itu dan menyentuhnya lembut.

“Kenapa aku jadi sangat penasaran dengan kepribadianmu eoh?” Gumamnya.

“Aku jadi ingin mengetahui sesuatu..”

Suzy lalu kembali ke tempatnya. Otaknya tiba tiba memunculkan memory tadi pagi. Saat ia dan krystal masih bercanda ria satu sama lain. Ia lalu mengutak atik isi tasnya dan menemukan tiket konser yang akan diadakan malam ini.

Suzy memandangi tiket itu sendu. Ia lalu merobeknya menjadi dua dan membuangnya ke lantai.

Suzy lalu menenggelamkan kepalanya di kasur itu. Tangisnya tak pecah tapi suara isakannya masih terasa kental. Ia mengenang kembali persahabatan yang telah dijalinnya bersama krystal dari SMP.

***

Krystal berdiri seraya memandangi band rockers papan atas itu dengan mata kosong. Sesekali ia meneguk bir kalengannya datar. Tak ada siapapun yang menemaninya di konser yang menjadi impiannya itu. Entah mengapa semua dentuman nada nada rocker dari sang penyanyi malah terasa sangat mellow. Ia masih saja tak merasa itu sebagai konser yang menakjubkan padahal itu adalah kesukaannya bahkan sampai fanatik dengan band itu. Semua terasa hambar bagi yeoja cantik itu.

Tanpa ia ketahui, minho juga menonton konser itu sembari meminum bir nya hampa. Badannya babak belur tapi ia masih saja datang ke konser itu.

Krystal lalu menoleh ke samping kanan. Matanya menatap datar namja yang berada agak jauh darinya. Ia melihat namja itu penuh luka dan perban di sana sini. Ia juga melihat namja itu membawa satu plastik bir kalengan.

Krystal lalu menghampiri namja itu.

“Oppa..” panggilnya pelan

Minho tak menoleh. Ia masih saja meneguk minumannya itu asal.

“Hajima.. kau sedang terluka. Kau tak boleh minum banyak bir. Organ dalammu yang terluka akan tambah sakit”

Namun minho mengabaikannya dan tetap meneguk bir itu seraya memandang lurus ke depan.

Krystal lalu merampas kaleng bir yang hendak  minho minum dari tangannya lalu membuangnya asal.

“Hajima..”

Minho menatap krystal marah.

“Nuguseyo?” Tanya minho malas. Mata krystal berkaca kaca. Ia berusaha agar kristal bening itu tak sampai jatuh dari pelupuknya.

Krystal lalu mengangkat tangannya untuk bersalaman sambil berusaha mempertahankan senyum palsunya. Sebenarnya ia sangat ingin menangis.

“Jeoneun.. krystal jung immida..”

Minho mendecak.

“Kau tak punya harga diri eoh? Aku sudah menyakitimu terlalu banyak jadi lebih baik kau jauhi saja aku” balas minho sinis. Krystal masih tersenyum. Ia lalu menurunkan tangannya.

“Ireumeun mwoeyo?” Krystal mengacuhkan ucapan minho tadi.

“Jinjja..” gumam minho kesal. Ia lalu berjalan keluar dari gedung serbaguna itu meninggalkan krystal yang masih berdiri mematung. Air matanya tumpah. Ia tak sekuat bayangan suzy ataupun orang orang. Ia sesungguhnya rapuh.

***

Silau. Matahari menyilaukan pandangan suzy. Ia lalu melihat ke ranjang.

‘Omo! Aku tertidur di ranjang ini?’ Pekiknya dalam hati. Matanya lalu mencari sosok myungsoo yang ternyata tak terlihat di ranjang itu. Sesegera mungkin suzy mengambil tas nya lalu berlari menuju pintu keluar.

“Yak! Kau mau kemana eoh?” Langkah suzy terhenti. Ia lalu menoleh kikuk ke arah sumber suara itu.

“Ne? Kau.. kim myungsoo?” Tanya suzy ragu

“Tentu saja” nampak di lehernya tergantung celemek bergambar kucing.

“Kim myungsoo yang bagaimana?” Suzy menahan tawanya ketika melihat gambar kucing imut itu bertengger di badan myungsoo.

“Myungsoo yang menyukai darah”

Suzy menelan salivanya gugup.

“Aku pulang ne?” Suzy buru buru melangkah namun teriakan menakutkan myungsoo sukses menghentikannya.

“Kau mau pergi? Pergilah.. tapi kalau kau tertangkap olehku, kau tak akan bisa kemana mana lagi” ucapnya tajam.

Suzy tersenyum kikuk lalu bergegas duduk di kursi yang berada di ruang tv.

“Aku membuatkanmu bubur” ucap myungsoo kemudian berlalu menuju dapur tanpa memperdulikan tanggapan suzy.

“Ternyata namja penyuka darah itu suka memasak juga. Aku kira makanannya adalah darah” suzy terkikik geli. Ia menertawakan candaannya sendiri.

“Kau suka darah?” Teriak namja itu dari dalam dapur. Suzy menghentikan tawanya.

‘Apa pendengarannya setajam itu eoh?’ Batinnya.

“Aniya! Aku manusia! Manusia!” Balas suzy seraya tertawa geli. Ia tahu bahwa myungsoo hanya bercanda.

Myungsoo lalu muncul lagi di ruang tv dengan membawa dua mangkuk bubur tulang sapi.

“Mogo” tawar myungsoo. Suzy hanya memandangi bubur itu lama. Myungsoo memperhatikan gerak gerik suzy yang sepertinya masih takut.

“Aku sudah menaruh racun di dalamnya” ucap myungsoo kemudian

Suzy tersentak lalu mengambil mangkuk bubur itu dan memakannya.

Myungsoo tersenyum memandangi suzy mengunyah makanannya.

“Masshita?” Tanya myungsoo setelah melihat makanan suzy hampir habis. Suzy mengangguk mantap.

“Kau juga makan” desak suzy setelah melihat bubur di piring myungsoo belum berkurang sedikit pun.

Myungsoo lalu mengambil mangkuknya lalu melahapnya habis.

Suzy tersenyum simpul.

“Lebih enak dari darah eoh?” Sindir suzy setelah meneguk minumannya.

“Kau kira aku vampir? Jangan bercanda..” myungsoo lalu meneguk minumannya rakus.

“Aku hanya senang melihat darah. Terutama melihatmu” myungsoo menunjuk suzy tepat di jidatnya.

“Yak!” Suzy menepis tangan myungsoo kasar.

“Kau sangat lezat” myungsoo menjilat bibirnya.

“Yak! Jangan menatapku seolah olah kau ingin memakanku!” Pekik suzy

“Wae..” myungsoo memegang kedua pipi suzy lembut. Suzy membulatkan matanya takut.

Wajahnya mendekat ke wajah suzy. Makin mendekat. Suzy mulai bereaksi aneh.

Tiba tiba ponselnya berdering.

‘Syukurlah..’

Suzy buru buru mengambil ponselnya lalu mengangkat telepon si penelpon. Suzy menghembuskan nafasnya ketika melihat nama yang tertera di ponselnya.

“Yeoboseyo?” Sapa suzy gugup. Nama yang tertera di ponsel tidak lain dan tidak bukan adalah eommanya.

“Yak! Kemana saja kau ini? Aku menghubungi krystal katanya kau tak berada di rumahnya. Aku menghubungi semua temanmu, kau juga tak ada di sana. Tadi pagi eomma menelponmu juga tapi kau tak angkat. Tadi malam juga. Waeyo?! Kenapa kau tak mengangkatnya? Aku kira kau diculik aigoo!” Eomma suzy berceloteh panjang lebar.

Suzy menjauhkan ponselnya dari kupingnya. Telinganya seakan mau meledak jika saja eommanya bertutur sekali lagi.

“Jwoseunghamnida eomma. aku menginap di rumah teman kuliah baruku”

“Aigoo.. kenapa kau tak memberitahu eomma sejak awal. Kalau saja kau memberitahuku tentu saja aku tak akan secerewet ini”

‘eomma memang cerewet’ batinnya.

Myungsoo hanya memasang tampang datar memandangi suzy bercakap dengan eommanya.

“Gheuraeyo, bolehkah aku berbicara dengan temanmu?”

“Dia sibuk eomma” sangkal suzy

“Jinjja?”

Myungsoo merebut ponsel suzy tiba tiba.

“Yak!” Suara suzy tertahan.

“Yeoboseyo ahjumma?”

Suzy menutup wajahnya pasrah.

“Nuguseyo? Neo namja?!” Nada bicara eomma suzy seperti sedang kaget.

“Je ireumeun.. kim myungsoo immida..” ujar myungsoo sopan.

“Gwaenchana? Kau tak melakukan apa apa padanya kan?”

“Ne, ahjumma”

“Kalau begitu jaga suzy baik baik ne? Awas saja kalau terjadi apa apa padanya” ancamnya

“Ne, ahjumma..”

“aku akan menjaganya seperti menjaga diriku sendiri” ucap myungsoo seraya menatap ke arah suzy yang terlihat frustasi. Suzy berfikir, ia akan habis ditangan eommanya nanti.

“Ya sudah, aku tutup ne?”

“Jammkemmanio ahjumma!” Tahan myungsoo cepat

“Ne?”

“Berjanjilah, ahjumma tidak akan memarahi suzy. Dia adalah teman baikku. Aku akan menjaganya dan tak mungkin menyakitinya, ottheo?” Usul myungsoo. Suzy mendongakkan wajahnya ke arah ponsel myungsoo. Mencoba mendengar jawaban eommanya.

“Ne, arrasso. Aku tutup ne?”

“Ne, gomapta”

Tutt..

Suzy mengusap dadanya lega.

“Kau harus membayarku” ucap myungsoo kemudian

“Yak! Kau yang membawaku ke perkara ini! Kenapa aku harus membayar huh?!” Seru suzy

“Kau mau membayar atau..”

“Ne! arrasso..” suzy mengambil dompetnya yang ditaruhnya dalam tasnya. Setelah didapatnya, ia lalu mengeluarkan beberapa lembar uang dan menyerahkannya pada myungsoo.

“Apa kurang cukup?” Suzy lalu mengambil uang lagi dari dompetnya namun tangannya dicegat oleh myungsoo.

“Kau kira membayar identik dengan uang huh?” Wajah suzy nampak bingung dengan perkataan myungsoo barusan.

“Gheu..rae?”

“Kau harus membayarnya dengan dirimu”

“Mwo?!” Pekik suzy

“Kau harus menjadi yeojachinguku. Selalu disisiku”

Suzy menggelengkan kepalanya.

“Kau tidak mau? Baiklah.. aku akan..”

“Ne. Ne. Aku mau” sela suzy. Ia telah memikirkan hal positif jika ia berpacaran dengan myungsoo. Pertama, ia jadi bisa menjelaskan kepada krystal bahwa ia tak menyukai minho dan telah memiliki namjachingu. Kedua, minho tak akan mengganggunya lagi. Ketiga, ia bisa sedikit demi sedikit mengobati rasa penasarannya terhadap myungsoo.

“Gheurae, kau harus tinggal di sini bersamaku”

Suzy terdiam. Pikirannya baru saja memunculkan ketiga kepribadian myungsoo.

‘Apa yang akan terjadi ketika kepribadian normalnya muncul? Apa dia akan seketika tak mengingatku menjadi yeojachingunya huh?’

“Aku.. harus.. menginap disini? Ani ani. Aku juga punya keluarga” bantah suzy

“Kau.. tak mau?” Wajah myungsoo berubah sangar.

“Ne!” Balas suzy mantap. Ia berusaha untuk melawan ketakutannya dengan myungsoo. Ia berfikir, myungsoo tak akan berbuat macam macam padanya.

“Yah sudah. Kau boleh pulang. Kheundae, masih banyak manusia di luar sana yang darahnya lezat untuk diliat” myungsoo mengeluarkan pisau lipatnya lalu mengelus ngelus besinya.

“Pakai darahmu sendiri!” Suara suzy bergetar.

“Sudah sering. Aku tak ingin kehabisan darah”

“Ne. Ne. Aku akan tinggal di sini! Kheundae, kalau malam aku pulang ne?” Ujar suzy takut.

“Tidak boleh”

“Egois!”

“Ne”

“AAAA! Aku bisa gila! Kau bunuh saja aku biar selesai!” Suzy mencoba merebut pisau itu dari tangan myungsoo namun namja itu menahannya habis habisan.

“Yak hajimma!” Pekik myungsoo tajam. Suzy merasa tak peduli dengan pekikan lantang myungsoo.

“Hajima! Auw!” Tangan myungsoo tak sengaja terkena sayatan tajam pisau lipat itu sehingga membuat tangannya berdarah. Suzy membelalakkan matanya.

“Mi..mian..” ucap suzy pelan

Myungsoo menatap suzy tajam. Ia lalu berjalan menuju kamar mandi berniat membersihkan darahnya. Suzy mematung di tempat duduknya.

“Tak perlu meminta maaf. Aku suka melihatnya” ucap myungsoo tiba tiba setelah selesai dari kamar mandi.

“Dimana kotak P3K?” Tanya suzy tanpa memperdulikan ucapan myungsoo.

“Tak perlu! Aku bilang aku suka melihatnya”

Suzy berjalan menuju lemari obat di dekat guci raksasa. Ia sedang mencari kotak P3K dan mengacuhkan sergahan myungsoo barusan.

“YAK SUZY-AH!”

Hening beberapa saat. Suzy berhasil mendapatkan kotak itu. Ia lalu berjalan menuju myungsoo yang nampak duduk menunduk di kursi.

Tanpa pikir panjang, suzy lalu mengambil tangan myungsoo yang masih mengalir darah karena namja itu hanya membersihkannya dengan air saja.

Suzy nampak telaten mengobati tangan myungsoo. Mula mula ia membersihkannya dengan alkohol setelah itu ia memberikannya obat merah. Terakhir, ia menutupnya dengan perban. Posisi myungsoo masih menunduk.

“Assa.. selesai..”

Kepala myungsoo terangkat.

“Neo? Kenapa kau berada di rumahku eoh?” Tanya myungsoo dengan ekspresi bingung.

Suzy tersentak.

‘Dia kembali..’

“Jwoseunghamnida.. nan kkayo” suzy lalu mengambil tas nya dan bergegas keluar dari rumah itu.

Myungsoo masih bingung.

Ia lalu menjerit sakit pada tangan kirinya dan kaget melihat tangannya diperban.

“Aku rasa aku harus ke psikiater” gumamnya

***TBC***

Annyeong readers! Mian yah karena sub cast yang lainnya blum muncul. Mungkin akan muncul pada part selanjutnya. Soalnya belum ada moment yg pas *cielah hahaaha. Mian juga karna part ini ngebosenin abis. Pokoknya mian atas segala kesalahan baik penulisan maupun ide cerita. Dan mian juga kalau ada typo yg mengganggu indera penglihatan kalian. Heheu Okedeh segitu ajah. RCL yah

Gomapta ~ bow
😀

Posted from WordPress for Android

96 thoughts on “FF Three Personality Types PART 3

  1. Hahaha part ini lucu pas Myungsoo kepribadiannya jadi bayi. Aigoo😀
    Myungzy udah jadian???
    Semoga aja Krystal mau maafin Suzy. Gimanapun kan bukan salah Suzy si namja kodok itu cinta sm dia

  2. apa myungsoo nganggap suzy sbagai darah itu krn wajah suzy mirip dg eommanya myungsoo??
    kliatannya myungaoo normal suka sama suzy deh..
    next next next..

  3. knp aq lbih suka karakter myung yg nyeremin, dr pda yg normal, soal’a klo yg normal dy gk inget aama suzy bhaha..

  4. Geram lht kepribadian myungsoo..wkwka..mudah2an kepribadian myungpa sembuh dan slalu mengingat suzy sebagai yeoja chingunya..hehe

  5. kayaknya si myung blum nyadar ama kepribadiaannya yg lain deh..
    Bakalan gmna yah dia kalau tau dia punya 3 kepribadian?
    Pastu dia kaget bgt itu ngeliat suzy ada drumahnya..
    hehe

  6. Kepribadian Myungsoo yg normal, kalo melihat Suzy seperti org asing . Malah Myungsoo tertarik dgn Krystal bukan dgn Suzy ..
    Sedangkan kalo kepribadian Myungsoo yg suka melihat darah, Suzy bagaikan darah dan Myungsoo todak bisa berpaling untuk melihat yg lain . Sedangkan kalo kepribadian Myungsoo menjadi anak kecil, Suzy malah dianggap Myungsso eomma’y ..
    Oh ya , Apa alasan Myungsoo melihat Suzy itu seperti melihat darah karena Suzy mirip ibu’y ??

    Next.. Mau bca part selanjut’y

  7. kenapa myungsoo yang normal malah suka ama krystal,aku suka myungsoo yang nyeremin jadi banyak moment myungzy ^.^
    NEXT BACANYA

  8. hoh ternyata myungsoonya sendiri nggak sadar kalo dia berkepribadian ganda. emang butuh ke psikiater itu myungsoo.

  9. Di kepribadiannya yg normal myungsoo keliatannya tertarik ama krystal, tp dikepribadiannya yg penyuka darah itu myung malah terobsesi sama suzy. Uwaahh gimana jdinya ntar kalo suzy udh bner” menyukai myungsoo, trus kpribadian myungsoo yg normal muncul, akankah dia inget kalo suzy itu yeojachingunya? Kasian suzy😦. Ceritanya makin menarik. Baca part selanjutnya dulu ya thor🙂

  10. hahah,, aigoo q suka ff nya ini!!
    dari penulisan ama alurnya juga gak ribet jd mudah dipahami,,
    q ngebacanya bisa bereksperi sesuai am jaln ceritanya,, jd gak bosan!! keren thorr

  11. kepribadian yang seperti anak kecil itu muncul karna merindukan ibunya kan? kalo yang melihat darah itu? karna apa? atau jangan-jangan malah itu kepribadiannya yang asli dan yang normal itu muncul karna dia ingin normal?😀 ngacolah aku ini😀
    tapi yang normal kayaknya suka sama krystal deh.. jadi kalo kepribadian normal itu yang asli, nanti dia gak akan butuh suzy lagi kan? dia bakal lupa, iya kan? kecuali kalo yang normal juga mulai suka sama suzy. tiba-tiba jadi teringat kill me heal me deh😮

  12. hahha lucu banget waktu myung anggap suzy eommanya..
    omo klo myungzy jadian trus pas myung jadi normal dia bakaln lupa gitu??😮 andwe….klo suzy mulai suka bneran sama myung tpi myung malah lupa n suka sama krystal gmna?? huuu bkin galau jadinya😥

  13. Suzy yang sabar ya harus ngurusin anak kecil sama psyco
    Tapi yang normalnya suka sama krystal
    Ffnya menarik banget thor
    Jarang2 baca yang berkepribadian ganda
    Temanya baru

Tinggalkan Balasan Anda, Dear

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s