FF Three Personality Types PART 5

image

Title: THREE PERSONALITY TYPES
Author: @vhyra_pabbo
Genre: Romance, drama, crime, mystery (maybe), etc.
Main Cast: Kim Myungsoo, Bae Suzy, Choi Minho
Sub Cast: Krystal jung, Park Jiyeon, Kim Jong in, Kris Wu, OC’s and etc.
Length: Chaptered

Warning: Ini adalah cerita yang saya buat murni dari pikiran saya. Cerita ini hanya fiktif belaka. kalau ada kesamaan tokoh, tempat, dan cerita itu merupakan bukan kesengajaan. Ghamsahamnida~ Bow

Happy Reading!

***

Previous Part:

Krystal menatap dua garis merah di alat tes kehamilan itu dengan perasaan campur aduk. Keringatnya mengucur sangat deras. Air matanya bahkan sudah kering dan tak sanggup mengeluarkan cairan beningnya lagi. Ia jatuh terduduk di lantai ubin itu dengan perasaan hancur.

“Eotthokhae?” Gumamnya lirih seraya menjatuhkan alat tes itu.

***PART 5***

Dengan tangan yang gemetar krystal mencoba menekan beberapa digit di ponselnya.

Tutt.. tersambung.

“Yeoboseyo?” Tanya si penerima telepon

Krystal terdiam.

“Yeoboseyo? Krystal-ah.. bicaralah.. neo gwaenchana?” Tanya suzy heran.

Krystal lalu mematikan sambungannya. Ia meremas bajunya kemudian membuang ponselnya ke sembarang arah.

“Eomma eotthokkhae..?” Gumamnya. Ia sesungguhnya sangat ingin menangis tapi malah meraung raung.

“Eomma!!” Teriaknya seperti orang gila.

“Eomma!!”

“Eomm..mma..” akhirnya airmatanya keluar. Ia sendirian di rumah itu. Eommanya baru dua hari yang lalu berangkat ke Taiwan karena pasaran produknya dilaksanakan di sana dan berlangsung satu minggu. Appa krystal sudah lama meninggal akibat sakit diabetes melitus yang dideritanya. Sedangkan pembantunya memilih cuti karena masalah keluarganya di kampung.

Krystal sukses mengacak ngacak kamarnya.

“Eottokhae?! Eotthokhae?!” Lirihnya seraya terduduk di pinggir tempat tidur.

Dipikirannya lalu muncul sesosok namja yang telah membuatnya seperti ini.

“KRIS!” Teriaknya semenah menah. Ia lalu mencari ponselnya yang telah dibuangnya tadi. Setelah menemukannya, terlihat ada beberapa missed call dari suzy dan satu pesan singkat dari suzy juga.

Gwaenchana? Terjadi sesuatu? Jangan sampai kau bertindak bodoh! Arra?! Tunggu aku, aku akan segera kesana

Krystal tertawa pelan. Ia lalu menekan beberapa digit.

“Yeobo..”

“Yak kris-ssi! Aku akan membunuhmu seperti kataku malam itu!”

Namja bernama kris itu tertawa renyah.

“Wae?” Balasnya enteng.

“Aku hamil! Yak akan kubunuh kau!” Pekik krystal brutal. Airmatanya lagi lagi lolos.

“Hamil? Bagaimana bisa?”

“Sialan! Namja sialan! Siapa yang menyuruhmu mengajakku ke bar itu lalu mengajakku minum dan membuat lomba minum huh?! Kenapa kau malah meniduriku namja keparat!?”

“Kau juga menikmatinya kan? Gherom wae?”

“Yak saat itu aku mabuk! Kau harus bertanggung jawab atau kubunuh kau!”

“Shireo!”

“Yak!! Sialan kau! @¥&-+###&&***#+@%)@*”

Namja itu tertawa lagi.

“Kejar saja aku sampai di Cina. Aku akan berangkat sebentar malam. See ya..” ejeknya.

Krystal bungkam. Hanya ada suara tangis.

“Oh ya, nama anaknya jangan pakai margaku yah”

“Nappeun.. SIAPA YANG MENYURUHMU KEPARAT!?” Nafasnya naik turun.

Tutt..

Krystal mencoba menghubungi namja itu lagi namun suara operatorlah yang menjawab panggilannya. Krystal lantas melempar ponselnya frustasi.

“SIALAN!” teriaknya.

Tiba tiba suara bel pagar membuat krystal harus menengok si tamu.

“Suzy..” gumamnya.

“KRYSTAL-AH!” teriak suzy seraya menekan nekan bel pagar.

“KRYSTAL! JANGAN BERBUAT NEKAT! JEBAL.. BUKA PINTUNYA!”

Krystal baru saja ingin membuka pintu itu namun tiba tiba ia menggeleng kuat.

Ia lalu berlari menuju gudang. Ia tengah mencari tali tambang yang cukup kuat menahan tubuhnya.

“KRYSTAL-AH! KRYSTAL!” suara teriakan suzy masih saja menusuk gendang telinga krystal.

Setelah sampai di gudang, ia tak juga menemukan tali atau semacamnya. Terpaksa ia memutar otak.

“KRYSTAL!” Lagi lagi suzy berteriak seperti orang kesurupan. Ia tak henti hentinya meneriaki nama krystal. Mungkin pita suaranya akan rusak jika ia masih melanjutkannya juga.

“mian suzy-ah..” gumamnya seraya menangis. Ia lalu berlari menuju dapur.

Krystal masih sibuk mencari benda tajam itu di laci maupun di lemari. Alat itu lantas ia temukan di bak cuci piring.

Suara teriakan suzy yang menggema mengiringi detik detik permainan krystal dengan benda tajam itu. Ia menutup matanya perlahan. Pisau itu masih di tangan. Belum beraktivitas.

***

Myungsoo-ah! Dowajuseyo! Kau hapal rumah krystal kan? Kau ke rumahnya ppalli!

Suzy baru saja mengirimkan pesan singkat kepada namja itu. Ia seolah tak peduli dengan kepribadian myungsoo yang muncul sekarang.

Sesekali suzy mengecek ponselnya yang tak juga berdering. Desahan gelisah itu makin terasa tatkala satu menit berlalu namun tak juga ada balasannya.

Ia berniat menelponnya.

“Angkat.. ayo..angkat..” gumam suzy tak sabar.

Nomor yang anda tuju sedang sibuk

“Sial..” suzy lalu mencari nomor minho di kontak. Ia sebenarnya ragu, namun ia tak tahu siapa lagi yang harus dia hubungi. Ia kalut dan takut terjadi apa apa dengan sahabatnya.

“Yeoboseyo?”

“Minho-ah! Dowajuseyo! Kau ke rumah krystal ppali!”

“Wae?”

“Sepertinya ia ingin melakukan sesuatu yang…”

“Ne. Aku akan segera kesana” potong minho yang seakan tahu kalimat selanjutnya.

Tutt..

Suzy belum bisa bernafas lega sekarang. Krystal belum juga menampakkan batang hidungnya.

“KRYSTAL-AH! KRYSTAL!”

“KRYSTAL-AH!”

***

Suara klakson mobil membuat suzy yang tengah berjongkok di depan pagar seketika tersentak.

“Minho-ah..” gumam suzy seraya tersenyum. Namja itu lalu keluar dari mobil.

“Kenapa tak memanggilku dari tadi eoh?!” Pekik minho geram. Suzy tak membalas. Ia sibuk menangis.

Minho lalu mengeluarkan beberapa kunci dari sakunya dan membuka pintu pagar itu cepat.

Minho lalu menarik suzy untuk memasuki rumah itu.

“Kau..pu..”

“Ne. Eommanya yang memberiku kunci itu untuk berjaga jaga katanya. Ia juga belum tahu kalau aku dan krystal sudah putus” sela minho. Suzy hanya mengangguk paham.

Mereka lalu berjalan menuju dapur. Terlihat seorang yeoja tergeletak tak berdaya dengan darah berceceran. Terdapat bekas irisan di tangan kirinya.

“KRYSTAL!” pekik kedua insan itu kompak.

***

“Oppa.. ige” ucap seorang yeoja kecil seraya menyerahkan sebuah ponsel putih kepada Oppanya.

“Ah.. sedari tadi aku mencari ini myungeun-ah..” namja itu mencubit kecil hidung adiknya itu gemas.

“Aku mendengarnya berdering terus. Tertera nama suzy chagi disana. Apa itu yeojachingu oppa huh?” Myungeun mengerucutkan bibirnya.

Myungsoo mengerutkan keningnya bingung.

‘Sejak kapan aku memiliki nomor suzy? Suzy chagi? Apa jangan jangan kepribadian yang menyeramkan itu yang menjadi dalang peristiwa itu’ pikirnya

Ia melihat ada beberapa missed call dari si empunya nama itu. Ia juga melihat pesan singkat yang sukses membuatnya membelalakkan matanya.

“Oppa.. mau kemana?” Cegah myungeun. Ia baru saja bertemu dengan Oppanya setelah beberapa hari tak bertemu. Mereka tengah berada di Busan. Tepatnya di rumah bibi dan paman myungsoo karena appanya malah membawa myungeun ke sana dan tak mau mengurusinya.

“Mianhae myungeun-ah.. oppa mau kembali ke seoul dulu, arra? Nanti oppa kembali lagi ne?” Mata myungeun nampak berkaca kaca.

“Oppa.. nan jeongmal bogosippo… apa karena yeojachingu itu huh?” Airmatanya sukses keluar.

Myungsoo lalu berlutut mensejajarkan tingginya dengan adik perempuannya itu. Ia lalu menyeka airmata myungeun.

“Oppa akan kembali nanti.. oppa akan selalu menemuimu disini.. arra?” Ucapnya lembut. Akhirnya myungeun mengangguk walau pada awalnya terlihat anggukan ragu dari ekspresinya.

“Oppa kkayo..”

***
Mobil yang dikendarai myungsoo melaju dengan kecepatan tinggi. Ia memang lebih menyukai mengendarai motor namun saat bepergian jauh, tentu saja ia tak mau menganggurkan mobil mewahnya itu.

Sambil menyetir, myungsoo tak segan segan menelpon nomor yang menghubunginya sedari tadi, bae suzy.

“Yeoboseyo?” Sapa suzy dengan campuran isakannya.

“Krystal gwaenchana? Kenapa kau menangis huh?” Tanyanya panik.

“Krystal.. mencoba bunuh diri” suaranya bergetar

“Mwo?! Sekarang kau berada di mana?” Tanyanya makin panik

“Byeongwon. International Hospital of Seoul”

“Ne. Aku akan segera kesana”

Myungsoo mengakhiri panggilannya.

‘Kenapa dia berbuat nekat seperti itu huh?’ Batinnya.

***

Kedua insan itu memasuki kamar krystal dirawat. Mereka melihat krystal menutup matanya dengan selang infus yang bertengger di tangannya. Kata dokter yang menanganinya, jika semenit saja ia tak segera dibawa maka nyawanya tak akan tertolong lagi.

“Krystal-ah.. kenapa kau berbuat nekat seperti itu eoh?” Suzy menggenggam erat tangan sahabatnya itu. Airmatanya masih juga menetes.

Mata krystal lalu terbuka perlahan. Keadaannya masih terlihat lemah.

Ia lalu membalas genggaman suzy.

“Mian..” ucap krystal lemah.

Melihat itu, minho lantas keluar dari ruangan itu.

“Aku tak akan bertanya kenapa kau melakukannya lagi. Kheundae, kumohon jangan berbuat itu lagi ne?” Ujar suzy

Krystal lalu melepaskan genggamannya dari suzy lalu menerawang ke depan.

“Aku hamil” singkatnya

Mata suzy membelalak seraya menutup mulutnya tak percaya. Baginya, itu adalah tamparan keras. Karena krystal adalah sahabatnya. Ia seakan mengalami penderitaan itu juga. Air mata itu tumpah lagi.

“Gheu..gheu..gheurae? Eotthokhae?” Suzy menghembuskan nafasnya berulang ulang.

“Eotthokhae?” Ulang krystal seraya menoleh ke arah suzy.

“Siapa yang..”

“Namanya Kris Wu. Dia namja yang bersamaku di kamar bar itu”

Suzy mengepalkan tangannya geram.

“Aku akan menemuinya” ucap suzy kemudian

“Sayang sekali, dia sudah berangkat ke China”

“Pabbo..” ucap suzy pelan namun tajam

“Mwo?” Krystal menatap suzy tajam menusuk

“Kenapa namja itu bisa bersamamu malam itu eoh? Apa kau menyukainya?” Tanya suzy

“Yak! Dia namja yang selalu mendekatiku dan mengantar jemputku setelah putus dengan minho”

“Apa kau semurah itu eoh?!” Pekik suzy kecewa. Krystal tersentak.

“Ak..ak..aku..” krystal bening itu menetes lagi dari pelupuk mata krystal.

“Kenapa kau dengan mudah mengencani namja lain setelah putus dengan minho huh?! Wae?!” Air mata suzy juga ikut ikutan keluar. Myungsoo yang baru saja ingin melangkahkan kakinya masuk terpaksa mengurungkan niatnya setelah mendengar kedua yeoja itu nampak tak ingin diganggu. Namja itu lalu bersandar di balik dinding kamar itu.

“Ak..aku.. hanya ingin melupakan minho. Aku tak ingin mengingatnya lagi..”

“Aku akan membuatmu dengan minho bersama lagi..”

“Percuma! Dia tak pernah mencintaiku suzy-ah!” Sela krystal

“Wae?! Karena aku?! Ani ani. Aku sudah punya namjachingu! Dia tak akan mendekatiku lagi!”

“Jinjja?! Bagaimana dengan bayi yang ada dalam rahimku eoh?! Apa dia mau menerimanya?!” Pekik krystal tak mau kalah.

Myungsoo mengepalkan tangannya mendengar ucapan tak terduga krystal barusan.

Suzy terdiam. Krystal masih menangis terisak.

“Mana.. ponselmu?” Desak suzy kemudian

“Wae?”

“Serahkan saja ponselmu”

“Ada di rumah”

“Aniya. Aku tadi menemukannya di rumahmu dan membawanya ke sini. A! Pasti minho! Aku keluar sebentar ne? Tunggu saja, sebentar lagi kau akan punya ayah dari anakmu” baru saja krystal ingin mencegah suzy namun yeoja itu dengan cepat berlari keluar dari ruangan itu.

Krystal menghembuskan nafasnya berat.

“Krystal-ssi..” krystal mendongakkan kepalanya. Matanya membelalak ketika melihat myungsoo telah berdiri di hadapannya.

“Gwaen..chana?” Krystal menggeleng kaku

“Apa kau.. mendengar semuanya?”  Giliran Myungsoo yang menggeleng

“Lalu, sampai bagian mana kau mendengarnya?” Tanyanya cemas

“Tak usah takut. Aku tak akan memberitahu siapa siapa..” krystal menghela nafas berat.

“Apa kau masih mau denganku huh?” Tanya krystal dengan mata yang berkaca kaca.

Myungsoo memilih diam. Ia tak tahu harus menjawab apa sekarang. Ia tak tahu perasaan apa yang ia rasakan dengan krystal. Mungkin hanya kagum atau bahkan cinta.

“Katanya kau menyukaiku? Apa kalimat semalam itu palsu? Kenapa kau hanya diam huh?” Krystal menutup matanya lelah.

“Aku juga bilangkan kalau aku masih tak paham dengan perasaanku padamu” balasnya pelan

Krystal tertawa renyah.

“Ne. Kau bilang. Gheurae, apa kau sudah paham sekarang huh?”

“Belum” singkatnya.

“Aku akan menunggu..” krystal mengembangkan senyumannya. Myungsoo membalasnya. Agak ragu.

***

“Berikan ponsel krystal padaku” suzy menengadahkan tangannya kepada minho yang tengah duduk di taman rumah sakit. Minho langsung memberikannya tanpa basa basi.

“Aku ke dalam dulu ne?” Suzy mengangguk.

Yeoja cantik itu lantas mencari nomor kris dan mencoba melacak keberadaannya dengan GPS. Untung saja kris menyalakan ponselnya.

Titik koordinat itu menunjukkan bahwa namja itu masih di Seoul.

Suzy lalu menelponnya menggunakan ponselnya.

“Yeoboseyo?” Sapa namja itu duluan

Suzy bungkam

“Yak! Yeoboseyo?!”

“Neo kris huh?” Tanya suzy to the point

“Ne. Nugu?” Balas namja itu ragu

“Jangan kemana mana aku akan segera ke sana” pinta suzy

“What the? Siapa kau menyuruhku seenaknya eoh?!” Bentaknya.

“Ikuti saja!” Balas suzy tak kalah sangar

“Shireo!”

Tutt..

“Sial!” Umpat suzy kesal.

Ia lalu berlari keluar dari rumah sakit itu dan memberhentikan taksi.

“Apartement Bonggun” ucapnya pada supir taksi yang dibalas dengan anggukan.

***

Minho melihat adegan myungsoo menyuapi krystal. Ia lantas tertawa kikuk dan segera melangkahkan kakinya masuk.

“Nampaknya kepribadian normalmu kembali. Apa kau sudah ke psikiater huh?” Tanya minho tiba tiba yang membuat myungsoo menatap minho bingung.

“Nugu?”

Minho mengangkat tangannya berniat berjabat tangan dengan myungsoo.

“Choi minho. Mantan namjachingu krystal” Myungsoo berdehem pelan.

“Mantan? Kalian sudah..”

“Ne. Lupakan saja perbincangan memuakkan ini. Lebih baik kau melanjutkan menyuapiku. Tangan kananku di infus dan tangan kiriku di perban” potong krystal kemudian.

“Mianhae..” ucap minho seraya mengambil kursi lalu mendudukinya di samping myungsoo yang sibuk menyuapi krystal.

“Aku.. yang menyuruh kris untuk mendekatimu. Kheundae, aku tak menyuruhnya menidurimu ,sumpah!” Myungsoo mengepalkan tangannya geram.

“Mwo?! Untuk apa kau menyuruhnya mendekatiku eoh?! Neo arra? Aku sampai hamil karenanya!” Emosi krystal kembali meluap luap.

Minho membulatkan matanya tak percaya.

“Kau.. hamil? Yah Tuhan..” minho meremas rambutnya.

BUGGGHH!

“Myungsoo-ssi!” Pekik krystal ketika myungsoo tiba tiba memukul wajah minho.

“Neo nappeun.. tega teganya kau berbuat seperti itu pada yeojachingumu sendiri!” Pekik myungsoo emosi

Minho menyeka sudut bibirnya.

“Aku hanya ingin dia melupakanku dengan menghadirkan namja seperti kris. Aku juga tak menyangka ternyata dia namja yang sangat brengsek. Arra?!” Ujar minho kemudian. Myungsoo mendecak.

***

Suzy memencet bel di kamar 501 itu. Ia tak sabar merutuki namja itu dengan sumpah serapah.

“Hei.. kau yeoja cantik yang menangis di bar itukan?” Tanya namja yang baru muncul di balik pintu ramah.

Suzy menarik nafasnya dalam dalam. Wajahnya memerah karena amarah yang memuncak.

“KAU HARUS TANGGUNG JAWAB ATAU KULAPORKAN KAU KE POLISI!” teriak suzy dengan energi maksimalnya. Kris sontak membungkam mulut suzy dan menariknya masuk ke dalam apartemennya.

“Yak!” Pekik suzy tak terima setelah berada di dalam apartement mewah itu.

“Kau mau minum apa huh?” Tawar kris tanpa memperdulikan teriakan suzy.

“KAU HARUS BERTANGGUNG JAWAB!” lagi lagi suzy berteriak.

“Ne. Ne. Tapi kau jangan berteriak lagi ne?” Balas kris lembut. Suzy menyeringai.

“Jinjja?” Tanya suzy curiga

Kris mengangguk mantap.

“Walaupun sepertinya aku belum pernah menidurimu. Aku akan bertanggung jawab” ucapnya setelah menuangkan wine ke dalam gelasnya dan gelas suzy.

“Mwo?! Yak bukan aku. Kheundae, krystal. Krystal jung”

Wajah kris berubah kecewa.

“Shireo!” Tolaknya

“Wae? Krystal sangat cantik. Apa yang kurang huh?!”

“Eommaku tak akan setuju karena eomma krystal adalah saingan eommaku di dunia bisnis di Cina dan Taiwan”

“Lalu kenapa kau menidurinya huh?!” Emosi suzy naik lagi

“Hanya untuk bersenang senang” singkatnya sembari meminum wine nya dan mengedipkan satu matanya ke suzy. Suzy mendecak sebal.

“Sudah berapa yeoja yang sudah kau nodai huh? Dasar namja keparat..”

“Aku baru mencoba krystal” kris tertawa pelan.

“Aku akan melaporkanmu ke polisi..” gumam suzy kemudian berjalan menuju pintu keluar.

“Aku punya tawaran!” cegat kris cepat yang sukses menghentikan langkah suzy.

“Mwo guyeo?”

“Kita kenalan dulu. Kris immida. Neo?”

“Bae suzy. Gheurae, apa tawaranmu?”

***

“Mana suzy?” Tanya krystal setelah kedua namja itu saling diam.

“Dia di taman. Aku ke sana dulu ne?” Ucap minho kemudian.

“Oppa! Hajima..” ucap krystal parau

“W-wae?”

“Suzy sudah punya namjachingu. Apa kau sakit hati? Aku harap begitu” Ucap krystal sarkatis. minho lantas tertawa.

“Jinjja? Nugu? Siapa namja yang paling berani bertaruh nyawa dengan namja penyuka darah itu eoh? Aku rasa namja yang paling berani sejauh ini hanya aku”

Kening krystal mengkerut sempurna.

“Namja penyuka darah? Apa maksud oppa?”

‘Apa namja penyuka darah itu kepribadianku yang lain? Seperti kata uisanim’ pikir myungsoo

“Dia” dengan frontal minho malah menunjuk myungsoo yang tengah kebingungan.

“Myungsoo?”

Minho mengangguk.

“Yak! Apa kau mendekatiku karena ingin darahku eoh?!” Pekik krystal takut yang sukses membuat myungsoo menggeleng kuat.

“Aku.. tak mengerti.. kata uisanim aku memiliki dua kepribadian lain selain ini” ujarnya. Krystal lantas menutup mulutnya tak percaya. Ia tengah speechless.

***

“Aku ingin kau menjadi yeojachinguku dan hanya aku yang bisa memutuskanmu. Aku akan menikahi krystal lalu bercerai dengannya. Aku rasa eommaku akan setuju jika aku menceraikannya. Eotthae?” Kris mengeluarkan evil smirknya.

Suzy meremas ujung bajunya dan terdiam cukup lama. Dipikirannya memunculkan periode panjang tentang keputusannya kelak. Ia tak mau mengambil resiko.

“Eotthae? Aku sangat menyukaimu sejak pertama kali kita bertemu. Mungkin ini terdengar norak kheundae aku terkena love at first sight itu. Eotthokhae?” Ucapnya terlihat tulus.

“Aku bahkan belum berangkat ke Cina karena aku terus memikirkanmu. Gheuraegu, kau datang sendiri sekarang” namja itu tersenyum manis. Bukan senyum palsu.

‘Bagaimana dengan myungsoo? Walaupun kepribadian itu bukan yang asli, kheundae bisa muncul kapan saja. Eotthokhae?’ Batinnya.

“Eotthae? Aku tak sabar..”

“Kau jangan memberitahukan perjanjian ini kepada krystal, arra?” Kris mengangguk mantap.

“Kheundae, kita sudah resmi?” Kris berjalan menghampiri suzy yang terlihat ketakutan. Kris membelai wajah suzy pelan. Ia lalu menyapu bibir suzy dengan bibirnya namun bibir suzy terkatup rapat. Ia mendorong kris pelan.

“Hajima..” tolak suzy halus. Ia lalu membuka pintu itu lalu bergegas keluar.

Kris hanya bisa tersenyum. Senyum kemenangan.

***

Suzy berjalan gontai menuju kamar krystal di rawat. Pikirannya penuh. Ia seolah olah tak sanggup menampung semua pemikiran pemikiran gila itu. Tak ayal membuatnya lagi lagi harus menumpahkan cairan bening itu. Ia jatuh terduduk di koridor sembari terisak pelan.

Myungsoo yang baru saja keluar dari toilet lantas melihat suzy yang terlihat menangis. Ia lalu menghampirinya.

“Gwaenchana?” Myungsoo lantas berjongkok memandangi wajah suzy yang tertutup rambut panjangnya. Suzy tak ingin siapapun melihatnya menangis saat ini.

“Kau yeoja yang dicintai kepribadian misteriusku eoh?” Tanya myungsoo seraya tersenyum. Suzy masih enggan memperlihatkan mata sembabnya.

“Aku bingung. Mengapa myungsoo yang normal malah tak menyukaimu.. padahal kau lebih cantik dari krystal” gumamnya. Suzy mengangkat wajahnya. Terlihat matanya yang masih basah dengan wajah memerah.

Myungsoo lalu menyingkirkan sisa rambut yang menempel di wajah suzy.

“Yeppo..” myungsoo tersenyum lagi seraya menatap suzy intens.

“Kau.. tak boleh menyukaiku. Aku sudah punya namjachingu” tolak suzy lalu bergegas berdiri. Myungsoo ikut ikutan berdiri dan mengikuti suzy menuju kamar krystal dengan perasaan campur aduk.

***

“Suzy-ah! Aku menerima telepon dari kris. Dia.. mau menikahiku. Dengan syarat, dia akan menceraikanku setelah anaknya lahir” kalimat terakhir membuat wajah antusias krystal meredup seketika.

“Syukurlah. Yang penting anak itu lahir dengan ayahnya kan?” Suzy tersenyum parau

“Ne.. kheundae, apa kau menghubunginya lalu mengancamnya eoh? Apa yang kau katakan?” Tanya krystal antusias lagi seolah olah masalah di pundaknya terlepas begitu saja.

“Aku hanya mengatakan.. kau harus bertanggung jawab kalau tidak aku akan melaporkannya ke kantor polisi” tuturnya seraya tertawa.

‘Mengapa kris takut pada polisi? Dia bisa saja melakukan apa saja karena kekuasaannya’ batin krystal heran

“Jinjja? Hahaha.. ternyata namja itu sangat penakut” krystal dapat tertawa lepas sekarang. Melihat itu, suzy lantas mengembangkan senyumannya.

“Kau.. sudah memaafkanku kan?’ Tanya suzy kemudian. Krystal mengangguk pasti.

“Aku tak bisa berlama lama mengacuhkanmu” bisiknya yang sukses membuat suzy tertawa lepas. Krystal ikut ikutan tertawa terbahak bahak.

Myungsoo. Dia memperhatikan kedua yeoja cantik yang tengah bercanda itu di tempat duduknya sambil ikutan tersenyum. Ia lantas memilih keluar.

***

“Kheundae.. suzy sudah mengetahui kepribadianmu?”

“Molla..”

“Kalau begitu, Kau.. jaga suzy ne? Mian.. aku tak bisa membalas apa apa padamu. Aku tak mungkin membuat namja tanpa dosa sepertimu menyukai yeoja sepertiku. Yeoja ternoda sepertiku harus bersama namja yang sejenisku juga kan?” Myungsoo menggeleng ragu.

“lagian.. kau juga masih belum mengerti tentang perasaanmu. Mulai sekarang.. carilah jati dirimu sesungguhnya” sambung krystal.

“Neo.. gwaenchana?” Krystal mengangguk mantap.

“Semuanya akan baik baik saja..” balas krystal kemudian seraya tersenyum. Senyum parau. Sakit.

Pembicaraan itu terngiang ngiang di pikiran myungsoo.

‘Eotthokhae?’

***TBC***

Annyeong readers! Buat yang setia nungguin aku ucapin makasih ne?😀 Apalagi buat yang komen, makasiiihhhh banget, kalianlah yang ngebuat mood menulisku jadi baik😀

Mian atas part per part yang makin hari makin lama di post dan gaje. Sorry for typo. Kritik dan saran sangat diterima but no bash.

RCL ne? *maksa* heheu

Gomapta~Bow

😀

Posted from WordPress for Android

94 thoughts on “FF Three Personality Types PART 5

  1. sedihh ngeliat suzy.. dia berkorban sampai segitunya.. kasian uri suzy.. Kris nappeun, myung nappeun, minho nappeun, jong in jg nappeun, beraninya buat uri suzy menangis *gaje
    still looking after this..🙂

  2. Ternyata yg ngehamilin krystal itu kris ya..untung aja suzy berhasil ngbujuk kris supaya mau tnggung jwab mskipun suzy hrus bekorban..

  3. terharu bacanya..
    suzy sama krystal so sweet..
    duh kasian suzy.. suzy baik banget dia sampek mau nglakuin apapun demi sahabatnya..

  4. Ish kris kurang ajar banget aih..
    Bakalan di apakan yak kris sama kepribadian misterius myung kalau tau dia jadian sama suzy..

  5. Ternyata Kris ya yg melakukan itu dgn Krystal , Knp dia sampai melakukan itu ??
    Demi Krystal Suzy mau menuruti perkataan’y Kris yg menyuruh’y menjadi yeojachingu’y dgn syarat Kris mau tanggung jawab tentang kehamilan Krystal .. Huuhf terus bagaimana dgn Myungsoo ??

    Next.. Mau bca part selanjut’y

  6. hah. suzy lagi yang mesti berkorban. bisa bahaya kalo kepribadian myungsoo yang haus darah tau perjanjian antara suzy sama kris.

  7. Eiissshhhh ternyata kris wu…dasar kris..
    TApi ini gara2 minho…aduh..mi ho dangkal banget pikirannya..
    Eeaaaa..myungsoo bingung..kasian suzy..demi bantu krystal.dia rela hidupnya rumit…itulah sahabat

  8. Eiii si kris jahat bgt disini :@ pengen gue cakar” mukanya issshh😀. Mudah”an aja myungsoo yg normal mulai suka ama suzy🙂

  9. jinjja?? kris nappeun.. serakah pula,pake ngajuin syarat begitu..coba kalo ketauan sama kpribadian myung yg penyuka darah..bisa abis dia..kkk~ *evillaugh
    ayoo myung sadar dong biar kepribadian normalnya juga suka sama zyeonn,.apa sih yg kurang dari suzy coba?

Tinggalkan Balasan Anda, Dear

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s