FF Three Personality Types PART 6

image

Title: THREE PERSONALITY TYPES
Author: @vhyra_pabbo
Genre: Romance, drama, crime, mystery (maybe), etc.
Main Cast: Kim Myungsoo, Bae Suzy, Choi Minho
Sub Cast: Krystal jung, Park Jiyeon, Kim Jong in, Kris Wu, OC’s and etc.
Length: Chaptered

Warning: Ini adalah cerita yang saya buat murni dari pikiran saya. Cerita ini hanya fiktif belaka. kalau ada kesamaan tokoh, tempat, dan cerita itu merupakan bukan kesengajaan. Ghamsahamnida~ Bow

Happy Reading!

***

Previous Part:

“Neo.. gwaenchana?” Krystal mengangguk mantap.

“Semuanya akan baik baik saja..” balas krystal kemudian seraya tersenyum. Senyum parau. Sakit.

Pembicaraan itu terngiang ngiang di pikiran myungsoo.

‘Eotthokhae?’

***PART 6***

Namja karismatik itu berjalan pelan menelusuri koridor rumah sakit. Sesekali berhenti, entah untuk apa ia melakukannya.

Ia lalu berhenti lagi dan membuka obat anti-depresan dan anti-psikotiknya.

“Apakah obat ini dapat menolongku?” Gumamnya.

“Obat ini saya berikan untuk mengendalikan pikiran dan kepribadianmu agar senantiasa dalam kondisi normal. Kheundaeyo, obat ini hanya bersifat sementara. Kau harus sering sering meminumnya. Ini resepnya. Datanglah setiap hari minggu untuk menjalani psikoterapi dan hipnosis”

Myungsoo lalu memasukkan obat itu kedalam tas nya.

“Sebentar lagi..” gumamnya seraya tersenyum.

***

“Annyeong krystal-ssi” sapa seorang namja tampan yang tak lain adalah kris. Namja itu lalu melirik ke arah suzy sekilas sambil menyeringai.

Krystal mendengus kesal. Sedangkan suzy hanya bisa terdiam sambil melempar pandangannya ke arah lain.

“Kau tak senang?” Tanya kris sembari berjalan menuju krystal. Ia lalu mengambil bangku dan duduk di samping suzy. Tangan suzy bergetar. Kris yang melihatnya lantas menggenggam tangan suzy yang di taruh di bawah dan tak terlihat oleh krystal. Suzy sontak menoleh ke arah namja cina itu. Kris tak membalas tatapan suzy. Ia sibuk menatap krystal.

“Kapan kau bersedia menikahiku huh?” Tanya krystal ketus tanpa peduli pertanyaan tak penting kris tadi.

“Kapanpun kau mau…chagi” kris tersenyum datar

Krystal mendecak.

“Minggu depan. Kau siapkan saja semua. Aku tak mau yang mewah, walaupun aku tau kau bahkan sanggup melakukannya lebih dari perkiraanku”

“Baiklah. Pesta yang sederhana huh? Eommaku pasti tak akan datang..” gumamnya

“Untuk apa? Ini hanya pernikahan terpaksa. Tak usah mengundang banyak orang. Kalau perlu kau adakan pernikahan tertutup”

“Baiklah. Kalau itu maumu” balasnya datar. Pegangannya makin erat di tangan suzy.

***

“Suzy-ah..” sapa minho setelah suzy duduk sendirian di kantin rumah sakit.

“Aku melihatmu sangat dekat dengan kris sampai ia menggenggam tanganmu erat” mata suzy membulat sempurna. Ia tak menyangka bahwa minho bisa melihatnya.

“An-niya.. dia adalah calon suami krystal. Gheuragu, dia harus baik denganku juga kan?” Sangkalnya.

“Kheundae, kalian terlihat seperti pasangan. Apakah kau mengenal kris luar dan dalamnya huh? Hati hati dengan namja itu atau..”

“Hajima..” sergah suzy tajam.

“M-mianhae..” minho mencoba menyentuh telapak tangan suzy namun dengan gesit suzy memindahkannya.

“Yang seharusnya aku takuti itu adalah kau! Kau penyebab semua ini! Kau yang membawa kris ke dalam kehidupan krystal sehingga berdampak juga padaku!” seru suzy ketus.

“Apa yang telah kris lakukan padamu eoh?! Akan kuhajar dia..”

“Hajima! Sebaiknya kau jangan ikut campur dengan masalahku!” Suzy beranjak dari kursinya.

“Neo.. kkaba..” ucap suzy sebelum berjalan pergi dari tempat itu.

Minho meremas rambutnya frustasi. Punggung minho lalu ditepuk oleh seseorang.

“Annyeong.. sepupuku yang tampan” sapa namja itu sambil tersenyum penuh kemenangan. Rupanya ia mendengar adegan tadi. Minho hanya memutar bola matanya kesal.

***

“Kenapa namja vampir itu sudah sangat jarang datang ke lorong ini..” gumam yeoja berambut pendek itu kecewa. Ia selalu menunggu myungsoo yang notebenenya penyuka darah. Yeoja berambut pendek dan berpakaian gotik itu sudah tau bahwa myungsoo memiliki dua kepribadian lain dari normalnya. Sehingga ketika kepribadian misterius itu muncul, yeoja itu jadi tak kesepian lagi karena mereka selalu menyempatkan bertemu di lorong itu. Entah itu untuk bercanda ria atau berburu mangsa. Karena yeoja bernama jiyeon itu adalah seorang perampok lorong, yang bahkan sampai sekarang tak pernah tertangkap. Mereka selalu punya taktik.

Tiba tiba lamunan jiyeon terbuyar akibat suara langkah kaki. Ia lalu sembunyi di balik semak semak dan bersiap siap menodong si pejalan kaki itu.

“Serahkan milikmu!” Ancam jiyeon dengan wajah tertutup topeng. Namja itu tertawa remeh.

“Kau pasti seorang yeoja..” ucap namja itu tak takut.

“Gherom wae?” Pisau itu masih melingkar di leher namja itu

“Cih.. aku tak akan menyakiti wanita. Kheundae..”

“Serahkan barangmu atau kubunuh kau! Aku tak segan segan!” Potong jiyeon

Namja itu lagi lagi tertawa.

“Ne. Ne” balas namja itu santai. Ia lalu menyerahkan barang miliknya.

Baru saja jiyeon ingin melumpuhkan orang itu dan membiusnya namun namja itu langsung mencegatnya. Namja itu lalu membuka topeng jiyeon. Matanya membelalak seketika.

“Park jiyeon?!” Pekiknya tak percaya.

“Urrimmani..” ucap jiyeon seraya tersenyum licik seakan sadar dengan namja yang sedang dirampoknya itu.

“Ke..ke..kenapa..” namja itu kaget sehingga tak dapat melanjutkan kata katanya.

***

Kau datanglah ke apartement ku. Nan jeongmal bogosippo

Suzy mendecakkan lidahnya ketika membaca deretan kata yang membuatnya muak itu. Tapi dia tak bisa menolak, atau semuanya akan tambah kacau.

Yeoja cantik itu lalu bersiap siap mengambil handuknya lalu bergegas berkutat dengan shower dan alat mandi.

***

Suzy kaget mendadak ketika membuka pintu rumahnya dan dikejutkan dengan kemunculan seorang namja yang tak diundang.

“M-Myungsoo-ssi? Waeyo?”

Namja itu tak bergeming. Ia masih menatap intens suzy. Suzy lalu mengibaskan tangannya di depan wajah myungsoo.

“Gwaenchana?” Tanya suzy namun myungsoo masih tak bereaksi.

“Mianhae.. kheundae, aku sangat buru buru. Nanti kau hubungi aku. Sebaiknya kau ke rumah sakit menjenguk krystal, minho tak bisa karena ada keperluan. Aku juga ada urusan mendadak. Aku baru saja ingin memberitahumu kheundae kau..”

Pelukan myungsoo yang tiba tiba, membuat suzy terperangah. Terdiam.

“Jangan pergi.. aku membutuhkanmu..” gumam myungsoo sambil menutup matanya.

“Myungsoo-ah.. kau..”

“Jangan pergi..”

Ponsel suzy berdering. Suzy melepaskan tautan pelukan itu.Baru saja ia ingin mengangkatnya namun dengan cepat myungsoo merebutnya.

“Yak!” Pekik suzy tak terima.

Mata myungsoo menatap tajam nama si penelpon. Kris nappeun.

“Siapa namja ini?” Tanya myungsoo tak sabar.

“Di..di..dia..”

“Siapa namja ini?!” Teriaknya yang sontak membuat suzy tersentak kaget.

“C-Calon suami krystal” jawab suzy gugup

“Krystal? Kenapa dia menelponmu eoh?!” Oktaf myungsoo meninggi

“Dia hanya ingin bertanya soal krystal. Tak lebih..”

Myungsoo yang tak percaya lantas mengangkat telepon itu yang sukses membuat suzy tak berkutik.

“YAK! JANGAN PERNAH MENGHUBUNGI YEOJACHINGU KU LAGI! ARRA?!” Myungsoo lalu mematikan sambungannya dan langsung membuka baterai ponsel suzy.

Suzy hanya dapat menutup mulutnya shock. Entah apa yang akan terjadi karena perbuatan menyebalkan myungsoo itu.

“Kenapa kau seenaknya padaku eoh?!” Pekik suzy tak tahan. Myungsoo terdiam namun menatap suzy dengan tajam menusuk.

“Pergi dari hidupku! Aku sangat membencimu! Membenci kepribadianmu ini! Aku membenci semua yang ada padamu!” Bentak suzy tanpa sadar sembari mendorong dorong myungsoo pelan. Kristal bening itu sukses tumpah ruah lagi.

“Waeyo? Itu hanya masalah sepele. Kenapa kau malah..”

“Sepele?! Apa kau tau apa yang akan terjadi setelah tindakan sepele mu itu eoh?!” Sela suzy emosi.

“Uljimma..” myungsoo mencoba menghapus airmata suzy namun dengan cepat ditepis olehnya.

“KKA!” Usirnya sambil mendorong kasar myungsoo dengan airmata yang masih menggenang. Myungsoo lantas menangkap tubuh suzy lalu mendekapnya dalam pelukannya.

“Shireo! Kau adalah yeojachinguku. Yeoja ku selamanya. Aku tak bisa tanpa melihatmu..”

Suzy makin terisak mendengar kalimat itu. Ia terisak dipelukan namja itu.

‘Aku tak mau jika perasaanku makin dalam padamu myungsoo-ah. Karena aku tahu kalau kepribadianmu itu hanya sementara. Aku melihatmu ke psikiater waktu itu. Dan tak akan lama lagi kau akan sembuh. Cepat atau lambat’ batin suzy. Entah ia seakan takut kehilangan myungsoo yang sekarang. Walau di bibirnya berkata lain. Ia ingin melupakan namja di hadapannya ini. Ia tak mau sakit sendiri.

***

Hening. Suasana di dalam mobil itu bagaikan tak ada kehidupan. Suzy sibuk memandang jauh ke luar sedangkan myungsoo tengah fokus menyetir.

“Gwaenchana?” Myungsoo membuka pembicaraan setelah lama membisu.

Suzy hanya berdehem pelan. Ia marah, takut, dan gelisah. Disamping kepribadian gila myungsoo yang menyuruhnya terus di sisinya dengan mengancam akan melukai banyak orang. Disisi lain, sang namjachingu kris menyuruh suzy ke apartementnya. Walaupun sebenarnya myungsoo juga adalah namjachingu suzy, namun dalam segi spesifik yakni kepribadian aneh itu. Apakah ia masih bisa disebut selingkuh jika kedua hubungan myungsoo-suzy-kris adalah sebuah paksaan? Walaupun sebenarnya suzy sudah mulai menyukai namja aneh itu. Namun, ia takut. Sangat takut kehilangan kepribadian aneh namja itu. Myungsoo akan berubah menjadi namja normal yang bahkan tak tertarik dengan suzy.

“Berikan ponselku” pinta suzy kemudian.

Myungsoo memberikan ponsel itu kepada suzy. Namun ketika suzy ingin mengambilnya, dengan cepat myungsoo menarik tangannya kembali.

“Mwoya?!” Pekik suzy tak terima

Myungsoo menyunggingkan bibirnya ke samping.

“Shi.reo” ucap myungsoo dengan penuh penekanan

“Jebal.. ijinkan aku meminta izin dengan eommaku. Tadi aku belum pamit sebelum aku berniat bermalam di rumahmu”

“Aku tak melihat eommamu”

Suzy memutar otak.

“Di..dia memang sedang ke luar kota, gheurae aku harus menelponnya terlebih dahulu ne?” Ujar suzy berusaha meyakinkan myungsoo dengan sedikit kebohongan kecil yang terselip. Padahal eommanya sudah mempercayakan putrinya kepada myungsoo pada waktu itu.

Myungsoo menoleh ke arah suzy sejenak sembari memicingkan matanya curiga. Suzy yang terlihat gugup dipandangi seperti itu lantas membuang wajahnya kesal.

“Ige” myungsoo menyerahkan ponsel itu kepada suzy. Yeoja itu tersenyum penuh kemenangan.

Suzy lalu menyalakan ponselnya yang sedari tadi mati. Sms demi sms diterima yeoja berparas cantik itu.

Namja itu siapa?! Apa dia namjachingumu eoh?! Kenapa ponselmu tidak aktif?! Apa kau mencoba mempermainkanku?!

Oke kalau itu maumu. Sekarang juga aku batalkan pernikahan itu

Keringat dingin suzy mengucur saat membaca kalimat demi kalimat yang dikirimkan kris.

Ia lalu mencoba menghubungi namja itu.

Mata myungsoo yang fokus ke jalanan tak lantas lolos mengawasi tingkah laku suzy disampingnya. Telinganya sudah siap merekam baik baik pembicaraan yeoja itu.

“Yeo..boseyo?” Sapa suzy duluan dengan nada gugup karena ia tahu myungsoo mengawasinya.

“Ah! Nan yeojachinguya.. waeyo?” Jawab kris dengan nada menyindir.

Suzy menghela nafasnya berat.

“Sebentar malam akan kujelaskan semua. Kumohon jangan membatalkan pernikahan itu ne?” Bisik suzy hati hati

“Apa namja gila itu ada di sampingmu sehingga kau berbisik bisik padaku eoh?”

“Ani. Genyang..” suzy melirik ke arah myungsoo untuk memastikan ia sedang lengah atau tidak.

“Eomma..”

“Eomma?” Ulang kris bingung.

“Aku akan menginap di rumah teman. Tolong izinkan aku ne?” Ucapnya asal. Ia bisa merasakan hawa membunuh dari myungsoo.

“Apa eommamu melarangmu kemari? Kalau begitu aku yang akan kesa..”

“Ani!” Sergah suzy cepat

“Baik baik disana ne? Dia adalah teman baikku. Sangat..baik” lanjutnya. Kalimatnya makin tak nyambung.

“Yak neo wae?”

“nanti aku akan menghubungimu lagi”

“Kumohon.. jangan batalkan..” sambung suzy dengan volume yang lebih rendah dari sebelumnya.

“Yak! Neo gwaenchana?”

“Saranghaeo..” suzy mematikan hubungan teleponnya dengan kris.

“Eomma..” sambungnya dengan ponsel masih menempel di kuping kirinya.

Suzy lalu buru buru menghapus log panggilan dari kris tadi lalu mengembalikan ponsel itu kepada myungsoo.

“Pegang saja. Aku percaya padamu” ucap myungsoo dengan mata masih fokus ke depan.

Suzy mengangkat bahunya lalu kembali merilekskan dirinya dengan bersandar di jok mobil santai. Nafasnya berhembus dengan kecepatan sedikit di atas normal.

Kumohon jangan batalkan pernikahan kalian. Jebal..

Kalimat itu suzy kirim ke dalam nomor kris.

Selang beberapa detik. Ponselnya berdering lagi.

“Kenapa kau tak mengangkatnya huh?” Tanya myungsoo ketus

“Tak ada namanya” sangkalnya

“Ckk..”

Jangan menelponku dulu. Jebal..

Waeyo? Nan jeongmal bogosippo.. aku sangat ingin melihatmu saat ini. Sampaikan salam untuk eommamu. Aku akan menunggumu sebentar malam. Mau kujemput?

Tak perlu. Tunggu saja aku di apartemenmu dan aku akan menjelaskan semuanya

Ne. Aku sangat senang kau berkata saranghaeo tadi. Aku seakan lupa dengan namja yang berteriak di telepon tadi.Apa kau mulai menyukaiku? Saranghaeo.. zyzy-ah.. itu panggilan sayangku padamu ne?

Suzy tertawa pelan melihat nama panggilannya yang menurutnya aneh itu.

Ne. Terserah kau sajalah.

Mobil itu berhenti di depan rumah mewah milik myungsoo.

“Kau ingin di dalam mobil terus eoh?”

Suzy yang tersadar lalu buru buru turun dari mobil itu.

Aku tunggu kau sebentar malam. Saranghae..

***

Sesampainya di dalam rumah itu, tanpa sungkan suzy langsung merebahkan dirinya di sofa. Sedangkan myungsoo langsung menuju dapur.

Suzy lalu mengambil remote lalu menyalakan TV. Tak ada acara menarik. Suzy lalu bangkit dari sofanya dan berniat menelusuri rumah myungsoo. Kakinya lalu melangkah ke lantai dua.

Sesampainya di sana, suzy sesegera mungkin memasuki kamar myungsoo yang tidak terkunci itu. Ia tak lagi kaget melihat puluhan foto dirinya di tempel acak di dinding. Suzy hanya dapat tersenyum simpul.

‘Dia belum juga melepaskan foto ini. Padahal ia juga punya kepribadian normal’ batin suzy seraya memandangi foto dirinya. Ia tak menyangka bahwa foto natural tanpa setting itu bisa begitu sangat cantik di potret oleh myungsoo.

Matanya lalu menangkap beberapa botol obat yang tergeletak di lantai samping tempat tidur. Suzy lantas berjongkok untuk meneliti obat apa itu.

Anti-depresan medicine” ejanya.

Anti-psikotik medicine” lanjutnya

‘Ini adalah obat psikotik. Berarti berhubungan dengan kepribadian myungsoo?’ Batinnya seraya mengambil satu biji dari masing masing obat yang ada dan mengantonginya. Ia berniat membawanya ke toko obat dan menanyakan ketidaktahuannya.

Tiba tiba punggung suzy terasa berat. Myungsoo memeluknya dari belakang.

“Apa yang kau lakukan di sini huh?” Tanya myungsoo tanpa curiga sembari menutup matanya. Pertanyaan itu hanya sekedar basa basi.

“Ak-aku hanya ingin mengunjungi kamarmu ini. Sudah lama aku tak ke sini kan?” Balasnya gugup

“Terserah. Bap mogo. Aku sudah menyediakan bubur tulang sapi untukmu”

“Bubur tulang sapi lagi?” Suzy mengerucutkan bibirnya.

“Ne. Hanya itu yang bisa aku masak”

Myungsoo lalu melepaskan tautan itu dan membalikkan tubuh suzy agar berhadapan dengannya.

Ia tersenyum menatap mata suzy lalu turun ke bibir suzy yang tak tersenyum itu namun tampak sangat manis.

“Apa kita pernah berciuman?” Tanya myungsoo kemudian.

Suzy menelan salivanya gugup

“Nan baeguppa..” suzy mengelus elus perutnya manja

“Kau mencoba mengalihkan pembicaraan huh?” Tanya myungsoo to the point

“A-aniya.. genyang, aku memang sangat lapar”

Myungsoo lalu menarik suzy menuju ruang TV.

“Nanti kita bicarakan ucapanku tadi. Lain kali kau tak akan lolos” gumam myungsoo. Suzy tertawa pelan mendengar gumaman memaksa itu.

‘Apakah obat itu akan mengembalikanmu ke myungsoo yang normal huh? Kenapa ia malah menaruhnya di bawah, bukan di tempat obat atau tempat yang lebih layak huh? Gheuragu, obatnya masih penuh. Apakah dia belum meminumnya?’ Pertanyaan pertanyaan itu memenuhi pikirannya.

***

Sambil menikmati makanannya, suzy sesekali melirik arlojinya. Ia punya janji dengan kris yang tak mungkin ditunda lagi. Otaknya kini berkeliaran segelintir ide untuk mengelabui myungsoo.

“Myungsoo-ah..” panggil suzy manja setelah mengakhiri makannya.

“Hmm?” Myungsoo sibuk menatap layar TV dengan pandangan datar. Padahal yang ditontonnya adalah acara lawakan.

“Aku mau membeli bahan makanan, karena aku melihat kulkasmu sudah kosong. Gheuragu, aku akan memasak sesuatu untukmu. Eotthae?” Ucap suzy manja

Myungsoo menghentikan aktivitasnya. Ditatapnya suzy yang tengah berada di sampingnya intens dan cukup lama. Suzy membalas menatapnya namun dengan ekspresi memohon.

“Ayo kita pergi sama sama. Aku tak mungkin membiarkanmu keluar sendirian malam begini”

‘Sial!’ Rutuk suzy dalam hati.

“Tak perlu! Apakah kau tak malu berbelanja di supermarket? Kau adalah seorang namja”

“Ani. Aku akan melakukan apapun untuk yeojaku. Apapun” balasnya penuh penekanan.

Suzy menghembuskan nafasnya kesal.

“Gwaenchana.. jebal.. aku ingin menghirup udara malam yang sejuk dengan merasa bebas. Eotthae? Jebal..” wajah suzy memelas.

Myungsoo terdiam cukup lama sembari menatap suzy.

Ia lalu mendekatkan wajahnya ke wajah suzy. Ditatapnya kedua bola mata suzy dengan jarak sedekat itu.

Cup~

Ia lalu melumat bibir suzy lembut. Suzy tak bisa menyembunyikan keterkejutannya. Matanya membulat namun ia tak menolak dan juga tak membalasnya. Suzy hanya diam. Membiarkan myungsoo menciumnya.

“Akhirnya aku menciummu juga” ucap myungsoo setelah melepaskan tautan itu seraya tersenyum.

Suzy menatap datar myungsoo. Namun siapa sangka, jantungnya malah berdegup kencang.

“Pergilah.. ige” myungsoo menyerahkan kartu kreditnya kepada suzy.

“Belilah apapun yang kau suka. Aku tagih janjimu bahwa kau akan memasakkan aku sesuatu”

Suzy masih tak bergeming. Matanya masih fokus menatap myungsoo.

Air matanya tiba tiba mengalir begitu saja. Myungsoo mengerutkan keningnya bingung.

“W-wae?” Tanya myungsoo sembari menyeka air mata suzy.

“Sarang..haeo..” gumam suzy tanpa sadar. Myungsoo mengembangkan senyumannya.

“Pergilah.. gheuraegu buatkan aku makanan yang enak”

Tanpa menolak kesempatan, suzy lalu berjalan keluar dari rumah itu dengan perasaannya yang aneh itu.

‘apakah.. sudah sedalam itu? Apa yang telah aku katakan tadi huh’ Batinnya seraya memukul mukul kepalanya pelan.

Sesampainya di jalan raya, ia berdiri dengan cemas dan pikiran yang penuh dengan pertanyaan. Sebelumnya ia melewati apotik dan singgah sebentar untuk menanyakan perihal obat itu.

“Ini obat apa dan untuk apa?” Tanya suzy sembari menyerahkan dua butir obat yang berbeda itu.

“Jammkemmaneyo..” ucap pemilik apotik itu. Suzy mengangguk paham.

Selang beberapa menit, pemilik apotik itu datang dengan membawa obat itu.

“Ini adalah obat anti-depresan dan anti-psikotik. Biasanya untuk mengendalikan emosi dan psikis pasien untuk sementara dan biasanya.. di peruntukkan untuk pasien yang memiliki kepribadian ganda” terangnya.

Suzy melamun.

‘Jadi benar. Myungsoo sudah memulai penyembuhan. Syu..kurlah..’ batinnya. Ada sedikit rasa tak rela.

“Ghamsahamnida ahjumma..”

Ia lalu berjongkok di pinggir jalan sambil menunggu taxi yang lewat.

“Aku takut.. myungsoo-ah.. jangan berubah.. jebal..” isaknya sembari menutup wajahnya.

***

Jiyeon bersandar di dinding lorong itu. Menatap lurus ke depan namun pikirannya melayang.

Kemarin, ia baru saja bertemu dengan namja itu lagi. Namja yang sudah merenggut harga diri dan kehormatannya sebagai wanita.

“Park jiyeon?!” Pekiknya tak percaya.

“Urrimmani..” ucap jiyeon seraya tersenyum licik seakan sadar dengan namja yang sedang dirampoknya itu.

“Ke..ke..kenapa..” namja itu kaget sehingga tak dapat melanjutkan kata katanya.

“Wae? Kau kaget melihat penampilanku huh?”

Namja itu bungkam. Ia shock bukan main.

“Kau ingin bertanya kemana rambut panjang indahku itu eoh? Kemana wajah innocentku itu eoh? kemana tatapan lugu seorang park jiyeon dulu eoh? kemana perginya semua itu eoh?!” Bentaknya. Jiyeon lalu membuang barang yang ingin diperasnya itu. Sebenarnya ia hanya ingin membuat namja itu takut. Jiyeon lalu berjalan meninggalkan namja itu.

“Kau mau kemana jiyeon-ssi?” Namja itu mencegat jiyeon pergi

“Lepaskan! Kenapa kau tak mati saja huh?”

“Mianhae.. kau taukan saat itu aku sedang mabuk dan..”

“Aku tak peduli kau mabuk atau apapun. Hanya saja, kau bersikap seperti seorang pengecut. Tidak mau bertanggung jawab dan malah menghancurkan harga diriku dan keluargaku! Dasar bajingan keparat!” Bentaknya secara membabi buta.

“Kau! Harus mati kim jong in-ssi!” Jiyeon menghempaskan tangan namja bernama kim jong itu kasar.

“Mianhae.. aku tak bisa bertanggung jawab karena ada seorang yeoja yang kucintai. Dan itu bukan krystal” teriakan jong in mengiringi kepergian jiyeon. Jiyeon hanya bisa tersenyum lirih. Ia tahu bahwa mantan yeojachingu jong in, si krystal bukanlah yeoja yang jong in cintai. Tapi yeoja populer yang merupakan sahabat krystal, bae suzy. Padahal, dulunya ia memendam perasaan pada jong in, namun perasaan itu perlahan lahan pudar kemudian menghilang tanpa bekas. Yang ada hanya kebencian.

Ia yatim piatu.

Appanya meninggal setelah mendengar jiyeon diperkosa. Namja itu tak mau bertanggung jawab dan malah menyogoknya dengan uang, jantungnya tiba tiba saja berhenti berdetak. Eommanya meninggal karena kecelakaan lebih tepatnya karena tabrakan beruntun.

Teman satu satunya di dunia ini hanyalah myungsoo dengan kepribadian penyuka darah itu.

Ia sesungguhnya sangat kesepian.

Air matanya menetes. Mungkin itu adalah airmata pertama yang jatuh setelah kepergian eommanya tiga tahun yang lalu. Berapa kali ia mencoba bunuh diri dengan melompat dari atap gedung, namun myungsoo dengan kata katanya yang menusuk sukses membuat jiyeon membatalkan niatnya. Ia seakan tersadar.

Myungsoo lah yang membuatnya enjoy menghadapi hidupnya yang keras itu. Sesekali bersenang senang bersama myungsoo dengan merampok bahkan menodong orang. Myungsoo yang notabenenya senang melihat darah malah terlihat lucu di mata jiyeon.

Kata kata myungsoo yang paling mengena dihatinya adalah ketika ia berkata

“aku ingin melihat darahmu. Maka terjunlah sekarang juga agar aku bisa melihat darah segarmu”

Kalimat itulah yang sukses membuatnya bergidik ngeri dan takut melakukan percobaan bunuh diri itu. Kata kata yang sangat simple namun sukses membuatnya bertahan hingga sekarang. Ia tak pernah lagi mencoba melakukan bunuh diri, karena ia tahu bahwa hidup itu harus dihargai dan disyukuri. Sekeras dan seberat apapun itu.

Ia juga tahu tentang masalah suzy dan myungsoo. Ada rasa sakit yang selalu menyerang dadanya ketika mendengar nama itu. Lagi lagi namja yang ditaksirnya malah berpihak dengan suzy.

Ia tak ingin myungsoo menghilang dari hidupnya. Terutama dengan kepribadian yang bersahabat dengannya itu.

***

Suzy memencet bel apartement kris beberapa kali.

Setelah beberapa menit, pintu itu lalu terbuka dengan memunculkan kris yang tengah memakai celemek.

Suzy terperangah beberapa detik sampai akhirnya tersadar karena kris cepat menariknya masuk.

“Kau kaget melihatku memakai celemek huh?”

Suzy mengangguk polos.

“Aku membuatkanmu makanan” ucapnya seraya tersenyum manis. Ia lalu berjalan menuju dapur.

Tercium aroma kari daging dengan asap yang mengepul keluar.

“Namja itu.. punya berapa kepribadian eoh? Kenapa dia sangat rajin?” Gumamnya. Dipikirannya telah men judge kris hanyalah namja kaya yang seenaknya dan tak pernah mau bekerja. Kerjanya hanya menghambur hamburkan uang. Sombong dan selalu memandang rendah orang lain.

Suzy memain mainkan remote TV itu sambil menunggu kris. Selang beberapa menit, namja itu muncul dengan panci dan dua mangkok serta satu kotak sumpit besi dan sendok.

“Aku memaafkanmu. Jangan bahas apa apa lagi. Aku sudah memaafkanmu. Aku percaya padamu..”

Suzy menelan salivanya. Jleb..

Aku percaya padamu

Myungsoo dan kris mengatakan hal yang sama.

“Neo arra? Aku belum pernah melakukan ini seumur hidupku. Aku belajar memasak ini juga dari resep yang kucari di google. Gheurae, kalau tak enak.. mian ne?” Ucapnya malu malu.

‘Omo omo! Apakah dia benar benar punya kepribadian ganda huh? Dengan cepatnya ekspresi nakalnya berubah menjadi begitu imut..’ batinnya.

“Ne” Suzy lalu mengambil mangkuk yang sudah terisi kari dan mencobanya sedikit.

Ponselnya tiba tiba bergetar yang ditaruhnya di atas meja. Layar monitornya menyala dan memunculkan nama namja itu.

Myungsoo

‘Gawat!’ Pekiknya dalam hati.

***TBC***

Annyeong readers! Suerr deh saya bingung karena ceritanya biasa aja tapi cast namjanya banyak dan suka suzy semua pula -_- perasaan gitu gitu ajah yah? oke lain kali saya akan buat semua namja memusuhi suzy #digampar

Mian karena lama, yah kali..gak ada yang nunggu. Hehe mianhe atas isi yang membuat kalian mual mual lalu ingin muntah *ngasih kantong kresek*

Mian karena ceritanya udah mulai ngebosenin ampe ngebuat kalian ketiduran ampe ileran ngebaca part ini *eh. Sorry for typo. Mian karena ceritanya mulai ngawur karena penyakit saya itu selalu kehilangan ide ditengah jalan. Walaupun begitu, aku masih berharap antusias kalian. Sekian curhat saya.

No bashing, yes criticisms and suggestions

Okedah, RCL ne? *nodong pisau* #peace

Gomapta ~bow

😀

Posted from WordPress for Android

96 thoughts on “FF Three Personality Types PART 6

  1. Omo omo omo!!Gawat!!Kalo seandainya Myung tau klo Suzy juga pacaran sama Kris gimana ya??Suzy diapit sama orang2 yang menakutkan

  2. si kris jg punya kepribadian ganda kah?
    jiyeon jg suka sama myung..
    Ottoke?
    nanti malah nyerangnya ke suzy lg..
    Soalnya kan cwo yg dia suka selalu suka sama suzy..
    Waduh si myung nelpon..
    Bakalan ketahuan gk yah suzy?

  3. Aku bingung sama Myungsoo, dia itu pdhl mulai melakukan pengobatan tpi knp obat’y tidak diminum’y ?? Apa ada sesuatu yg direncanakan Myungsoo ??

    Kris baik banget sama Suzy ?? Sampai belajar masak gitu buat Suzy .. Pdhl dia org’y bringas banget tpi berubah jdi manis krna cinta ..

    Suzy sekarang udah benar2 jatuh cinta sama Myungsoo .. Sampe2 dia gk nolak saat dicium Myungsoo dan jga dia malah takut kepribadian Myungsoo itu benar sembuh .. Sehingga mwmbuat’y dgn Myungsoo jauh ..

    Next.. Mau bca part selanjut’y

  4. kris beneran baik kan sama suzy ? nggak bakalan ngejahatin atau ngapa2in suzy ? makin seru. kangen sama kepribadian myungsoo yang kaya anak kecil. lucu, imut. menggemaskan gitu kayanya.

  5. Huhhh makin banyak masalah yg menimpa uri suzy. Suzy diperebutkan oleh 4 namja ganteng? Uwahh daebak tapi ttp aja hati suzy cuma buat myungsoo seorang hehe

  6. huhhh,, kenapa semua yg suka am suzy pada psiko semuanya,, myung berkepribadian ganda,minho yg ambisius,jong in yg gila dan kris yg psikopat,, hedehh😦
    keren lanjut baca ya thor..

  7. apa myungsoo dengan jiyeon saja ya?😀
    jiteon juga menyukai kepribadian misterius itu ternyata😀
    yang misterius memang paling banyak disukai😀

  8. omona?? kris atau myungsoo? bikin suzy makin galau aja tuh..
    sifat kris yg sebenernya gmna sih? dia bneran suka sama suzy atau ada maksud lainnya??
    suzy jadi harus bohong sana sini,punya dua namjachingu yg aneh semua huhuhu,…

Tinggalkan Balasan Anda, Dear

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s