FF Three Personality Types PART 7

image

Title: THREE PERSONALITY TYPES
Author: @vhyra_pabbo
Genre: Romance, drama, crime, mystery (maybe), etc.
Main Cast: Kim Myungsoo, Bae Suzy, Choi Minho
Sub Cast: Krystal jung, Park Jiyeon, Kim Jong in, Kris Wu, OC’s and etc.
Length: Chaptered

Warning: Ini adalah cerita yang saya buat murni dari pikiran saya. Cerita ini hanya fiktif belaka. kalau ada kesamaan tokoh, tempat, dan cerita itu merupakan bukan kesengajaan. Ghamsahamnida~ Bow

Happy Reading!

***

Previous Part:

Ponselnya tiba tiba bergetar yang ditaruhnya di atas meja. Layar monitornya menyala dan memunculkan nama namja itu.

Myungsoo

‘Gawat!’ Pekiknya dalam hati.

***PART 7***

“Eotthae? Animasshita?” Tanya kris ketika melihat wajah gugup suzy yang menyantap makanan hasil eksperimennya.

“A-aniya. Noumu mashita!” seru suzy seraya tersenyum kaku. Dalam hati, sebenarnya ia ingin berteriak untuk segera pulang. Bukan karena makanannya. Dia benar benar suka masakan buatan kris. Karenanya, dia jadi suka kari. Tapi, dalam benaknya kini terbayang wajah myungsoo yang sangar tengah marah membabi buta. Ia tak ingin itu terjadi. Ia ingin pulang.

“Oppa..” panggil suzy kemudian.

Kris yang sedari tadi menatap wajah suzy sambil menikmati makanannya seketika tersentak. Ia menaikkan alisnya.

“Aku mau ke toilet dulu ne?” Kris mengangguk.

Suzy lalu beranjak dari kursinya lalu bergegas menuju toilet yang dimaksud.

Kris memicingkan matanya memandang kepergian suzy.

Suzy. At Bonggun apartement

Kris mengirimkan nomor itu ke salah satu kontak yang ada di ponselnya seraya tersenyum simpul.

***

“Eoddie? Kenapa kau belum kembali? Apa terjadi sesuatu? Gwaenchana?” Tanya myungsoo bertubi tubi ketika suzy menjawab teleponnya.

“Mianhae.. aku lagi sibuk mencari bahan makanan yang agak jauh. Supermarket dekat rumahmu tertutup” tutur suzy bohong.

“Jeongmal? Aku baru saja ke sana. Gheuraegu, aku tak melihatmu di sana” nafas suzy tiba tiba tercekat ketika mendengar penuturan myungsoo barusan.

“jinjja? Ohhaha mungkin baru di buka setelah aku melewatinya” Balasnya berusaha rileks

“Jeongmal? aku berbohong ketika aku mengatakan padamu bahwa aku baru saja ke supermarket itu” suzy menggigit bibir bawahnya takut.

“Ah~Oppa.. kau pintar berbohong seka..”

“Ne. Kheundae, sepertinya kau lebih pintar dariku” potong myungsoo dengan penuh penekanan di nada bicaranya.

“Maksud oppa?” Suzy mulai berpikir yang tidak tidak.

“Aku tidak baru saja ke supermarket mencarimu. Kheundae, aku mengikutimu sejak kau keluar dari rumahku” tangan suzy gemetar memegang ponselnya.

E-eoddie?” Tanya suzy gugup.

“Sejak awal aku tak mungkin membiarkanmu pergi sendirian..”

“Eoddie?!” Pekik suzy tak sabar karena myungsoo mengacuhkan pertanyaannya.

“Di depan pintu kamar 501. Apartemen bonggun” terang myungsoo. Suzy memijit pelipisnya yang tiba tiba berdenyut. Rasanya dia ingin pingsan dalam waktu yang cukup lama dan setelah bangun, myungsoo kembali normal dan dia bisa kembali ke dalam kehidupannya yang damai.

“Wae? Kenapa kau mengikutiku huh?” Suzy berusaha tenang.

“Karena myungsoo tak bisa jauh dari suzy.. walaupun sedetik”

Tutt..

Suzy mematikan teleponnya.

Semua otot persendiannya seakan lemas.

‘Eottokhae?’ Batinnya. Myungsoo sudah menunggu di luar. Kris atau siapapun yang bersama suzy di dalam akan habis sebentar lagi.

***

“Gwaenchana?” Tanya kris ketika melihat wajah pucat suzy ketika selesai berkutat dengan toilet.

“Oppa..”

“Ne?”

“Kau sebaiknya sembunyi..” ucap suzy pelan.

“Wae?” Kris mengerutkan keningnya.

“Sebaiknya kau sembunyi..” suzy mengabaikan pertanyaan kris. Seolah olah telinganya tuli.

“Nan kkayo..” suzy berbalik meninggalkan kris namun ketika sampai di depan pintu, kris malah memeluk suzy dari belakang yang membuat suzy harus menghentikan langkahnya.

“Waeyo? Kenapa buru buru sekali huh? Aku adalah namjachingumu. Kau lupa?”

“Kau sebaiknya bersembunyi. Setelah aku keluar, kau harus menutup pintumu cepat” lagi lagi suzy mengabaikan perkataan kris.

“Cium aku dulu..” ucap kris manja sambil melepaskan tautan peluknya dan membalikkan badan suzy agar menghadap ke arahnya.

Suzy mengepalkan tangannya. Ia merasakan ponselnya lagi lagi bergetar.

Ting.. tong..

Kris lalu memencet tombol yang ada di layar monitor untuk melihat si pemencet bel namun suzy cepat cepat menutup monitor itu dengan badannya.

“Waeyo suzy-ah?” Tanya kris curiga.

“Andawe. andwae” suzy menggeleng kuat.

Kris mendekatkan dirinya ke arah suzy sampai tak ada jarak di antara mereka.

Kris membelai wajah suzy lembut. Suzy hanya bisa pasrah. Ia tak ingin siapapun terluka karenanya. Ia tahu myungsoo tak segan segan bertindak brutal karena sudah banyak namja yang sampai berdarah darah karena namja itu ingin mendekati suzy. Itu baru mendekati, bagaimana dengan kris yang sudah resmi menjadi namjachingu suzy?

Oh tidak! Suzy tak mau myungsoo menjadi seorang kriminal karena membunuh seorang namja kaya raya seperti kris. Lebih baik myungsoo menjadi namja normal, yang tak memiliki perasaan apa apa dengan suzy. Itu mungkin lebih baik bagi suzy.

Kris lalu mendekatkan wajahnya ke wajah suzy dan mulai melumat bibir suzy perlahan. Suzy hanya menutup matanya pasrah. Entah mengapa matanya malah basah. Ia menangis.

Kris lalu melepaskan tautan itu. Ia lantas menyeka air mata suzy.

“Waeyo?” Tanya kris bingung.

“Kau.. bersembunyilah..” ucap suzy parau.

“Ne. Kalau itu maumu. Aku tak akan bertanya kenapa. Kau pulanglah..” kris sekali lagi mengecup sekilas bibir suzy dan bergegas menuju kamarnya untuk bersembunyi. Menurutnya, itu adalah hal konyol yang ia lakukan seumur hidupnya. Ia selalu merasa aman, lantas mengapa ia harus bersembunyi? Itu karena suzy.

Suzy menarik nafasnya. Ia juga menyeka air matanya sampai tak terlihat seperti habis menangis.

Ia lalu membuka pintu itu.

Matanya membelalak ketika melihat minho terkapar tak berdaya di depan pintu apartemen itu.

“Minho?!” Pekik suzy tak percaya.

‘Jadi.. yang memencet bel tadi.. minho oppa?’ Batin suzy. Ia lalu berjongkok untuk melihat keadaan minho yang agak parah. Walapun minho nampak masih sadar.

Suzy menoleh ke kiri dan ke kanan. Ia tak melihat myungsoo dimanapun.

Suzy lalu kembali masuk ke apartement kris.

“Oppa! Dowajuseyo! Keluarlah! Selamatkan temanku!” Teriak suzy seraya mencari kris di kamarnya. Kris lalu keluar dalam keadaan panik.

“Waeyo?!”

Airmata suzy lagi lagi mengalir deras.

“Dowajuseyo.. temanku.. terkapar.. di luar sana..” ucapnya terbata bata. Kris lalu menarik suzy keluar.

Mata kris juga membelalak ketika melihat kondisi namja itu.

“Hyung?!” Pekik kris.

“Hyung?” Ulang suzy bingung.

Kris lalu membantu membangkitkan badan minho dan menyanggahnya dengan tubuhnya. Kris lalu segera berjalan menuju mobil diikuti oleh suzy yang mengekorinya dengan panik. Suzy sempat melihat myungsoo di parkiran. Myungsoo memandang tajam suzy. Ia seakan tahu, bahwa yang membuat minho seperti itu adalah karena perbuatan myungsoo.

Myungsoo hampir saja sampai di hadapan suzy kalau saja kris tak cepat cepat melajukan mobilnya.

Myungsoo mengepalkan tangannya. Ia tengah naik pitam.

Namja itu lalu berniat menemui temannya. Park jiyeon. Ia sangat butuh hiburan. Segumpal darah mungkin.

***

“Kenapa minho bisa ke apartementmu?” Tanya suzy heran. Mereka tengah berada di koridor rumah sakit sambil terduduk berdua bersama kris di bangku putih gading itu.

“Aku mengiriminya pesan singkat.. hanya ingin membuatnya cemburu. Tak taunya ia benar benar datang ke sini” jawab kris parau.

“Maksud oppa?”

“Aku dan minho adalah saudara sepupu. Aku tahu kalau minho menyukaimu. Makanya kita sedang bersaing sekarang” kris tertawa pelan.

Suzy menghembuskan nafasnya lirih.

“Aku sudah memberitahunya bahwa kita sudah resmi pacaran agar ia berhenti mengejarmu. Kheundae, ia masih tak berhenti juga. Makanya aku ingin membuatnya jera”

Suzy mengangguk paham. Ia sebenarnya juga tak ingin diganggu oleh namja itu.

Suzy lalu mengajak kris masuk ke dalam ruangan minho ketika dokter keluar dari kamar itu.

“Gwaenchana?” Tanya suzy cemas sembari memperhatikan perban yang melilit luka luka minho.

“Kalian yang berlebihan. Ini hanya luka kecil” jawabnya sok tangguh. Kris mendecak.

“Sepertinya tadi aku melihatmu tak berdaya” sindir kris secara halus. Giliran minho yang mendecak.

“Siapa yang melakulan ini padamu huh?” Tanya suzy kemudian.

“Myungsoo” singkatnya datar.

‘Myungsoo?’ Batin kris

“Apa yang dilakukannya huh? Kenapa dia menghajarmu?” Tanyanya lagi.

“Aku hanya ingin memencet bel. Gheuraegu, tiba tiba myungsoo datang dan langsung menghajarku. Aku tak sempat melawan karena ia terus terusan menghajarku bertubi tubi hingga aku tergeletak di bawah”

Minho mengambil nafas panjang.

“Sepertinya dia sangat marah. Matanya memancarkan aura membunuh. Ia sempat mengeluarkan pisau lipatnya, kheundae.. dia langsung memasukkannya kembali ketika ia melihatku tak berdaya lagi” terangnya. Suzy sukses membelalakkan matanya seraya menutup mulutnya tak percaya.

‘Sebegitu menyeramkannya kah kepribadian myungsoo itu?’ Batin suzy takut.

“Mianhae.. kumohon jangan laporkan ini ke polisi..” ucap suzy memohon.

“Aku mengerti kepribadiannya itu. Kheundae, dia harus di beri pelajaran”

“Andwae! Jebal..” suzy jatuh bersimpuh di hadapan minho. Ia tengah memohon.

“Suzy-ah..” minho berusaha membuat suzy bangkit namun suzy tetap bersikeras. Kris lalu maju dan menghempaskan tangan minho.

“Jauhkan tanganmu itu!” Pekik kris obsesif.

“Siapa namja itu suzy-ah? Apakah dia namja yang mengaku sebagai namjachingu mu itu eoh?!” Tanya kris tak sabar.

“Namjachingu?!” Pekik minho kaget.

“Ne” Jawab suzy datar seraya menunduk. Ia kehabisan daya untuk melawan.

Wajah kris memerah. Ia lalu menarik tangan suzy paksa meninggalkan minho yang nampak tak bisa berjalan karena tulang punggungnya ada yang retak.

Minho hanya dapat menghela nafas panjang.

“Apakah aku harus menyerah?” Gumam minho sembari memandang langit langit kamarnya yang kosong.

***

“Oppa.. aku harus memohon agar myungsoo tidak di tuntut. Kau tak tau apa apa soal myungsoo!” Teriak suzy sepanjang perjalanan kris menariknya. Kris hanya bungkam dengan mendengar teriakan melengking suzy.

Sampailah mereka di parkiran. Kris memaksa suzy masuk ke dalam mobilnya.

Dengan terpaksa suzy memasukinya. Ia juga tahu resiko yang ditanggungnya jika tak menuruti permintaan kris.

Hanya hening yang tercipta setelah mereka berdua di dalam mobil itu.

Kris terdiam sejenak seraya menghela nafasnya. Ia lalu menarik persenelingnya lalu bergegas menancap gas nya.

Mobil itu melaju di atas kecepatan normal yang membuat suzy menutup matanya takut. Ia sepertinya siap dengan apapun yang terjadi pada mobil itu.

“Suzy-ah.. saranghaeo.. kau harus percaya itu..” gumam kris sambil tertawa pelan. Kecepatan kilometer perjam nya semakin bertambah.

***

Suzy membuka matanya. Ia tak tahu ada dimana sekarang.

Putih. Putih. Hanya itu warna yang dilihatnya.

“Suzy-ah..” panggil seseorang dengan suara berat. Suzy menoleh ke arah orang yang memanggilnya itu.

“Op.pa?” Balas suzy dengan dialek yang susah diartikan. Sepertinya benturan keras itu membuat sarafnya terganggu. Bicaranya inkoheren dan otaknya bertransformasi menjadi daya anak kecil. Namun ia masih bisa mengingat orang orang yang selalu bersamanya. Karena ingatannya hanyalah ingatan anak kecil.

Namja itu menghampiri suzy sambil tersenyum.

“Beruntung kau selamat suzy-ah..” ucap namja itu sambil mengusap pelan pucuk kepala suzy. Yeoja itu hanya bisa tertawa geli.

Memory suzy lalu memunculkan kejadian satu minggu yang lalu. Wajahnya seketika murung.

Suzy masih menutup matanya takut. Kris nampak santai memainkan laju mobilnya.

“Tenanglah aku hanya bercanda..” kris tertawa terpingkal pingkal.

“Saranghae.. aku memaafkanmu. Kheundae, kalau kau sampai berhubungan lagi dengan namja itu maka..” gumam kris. Ia nampak mulai mengurangi kecepatan mobilnya. Suzy lalu membuka matanya.

Namun,

BRAAKKK!

Suzy sempat mendengar kris mengumpat. Entah karena truk gandeng yang melampauinya atau apapun itu

Itu membuatnya harus terbaring koma selama satu minggu setelah pengoperasian.

Eommanya tak pernah lepas menggenggam suzy sampai tubuhnya lemah. Dan suaminya yang baru saja tiba dari negeri paman Sam lantas memaksa istrinya untuk segera pulang. Agar ia bisa mengurus istrinya yang sakit di rumah mereka dengan embel embel minho untuk menjaga putrinya.

“Aku sangat terpukul ketika mengetahui dampak dari kecelakaan itu..”

Suzy masih terdiam. Ia malah mengingat pernikahan sabahatnya krystal yang akan di adakan hari ini. Namun tentu saja di tunda atau bahkan dibatalkan.

“Kris masih koma” terang minho sambil mengambil telapak tangan suzy lalu menggenggamnya. Suzy hanya menatap genggaman itu datar.

“Kris. oppa. Hanya. ingin bermain. main. waktu. itu. Aku. ingat..” ucap suzy seperti gaya bicara anak kecil. Minho tertawa lirih.

Tiba tiba langkah kaki membuat kedua insan itu menoleh. Ia melihat seorang yeoja berpakaian kasual masuk dengan membawa banyak kantung.

“Krys. Tal!” Pekik suzy antusias. Krystal shock mendengar gaya bicara suzy sehingga menjatuhkan bawaannya. Tadinya ia sangat senang setelah mendengar kabar bahwa suzy telah siuman.

“Suzy-ah..” gumam krystal sambil menutup mulutnya tak percaya.

Orang tua suzy lalu menyusul muncul dengan wajah berseri seri di ambang pintu.

“Suzy-ah! Syukurlah!” Pekik eomma suzy senang. Appa suzy hanya tersenyum gembira melihat anaknya nampak sudah sehat itu.

“Eom. Ma! Ap. Pa!” Pekik suzy. Mereka berdua bereaksi sama dengan krystal.

“Omo! Uri suzy! Gwaenchana?” Eommanya memeluk suzy sayang. Appanya lalu bergegas keluar untuk bertanya kepada dokter prihal gangguan mental anaknya.

Minho menarik nafasnya. Ia lalu bergegas keluar untuk menenangkan pikirannya.

***

Myungsoo terbaring lemah di kasurnya. Obat anti-depresan dan anti-psikotiknya sudah habis. Ia sudah satu kali melakukan terapi. Hasilnya cukup memuaskan karena beberapa hari ini keadaannya masih normal. Namun, saat ini ia tengah menjadi kepribadian lain. Menjadi myungsoo yang seperti anak kecil. Anak kecil yang sedang demam.

Jiyeon lalu datang membawa alat kompres.

Jiyeon lalu mengompres myungsoo dengan perasaan senang. Ia bagaikan seorang yeojachingu yang sedang merawat namjachingunya.

“Aku mau eomma!” Pekik myungsoo seraya melemparkan ember itu.

“Aku eommamu myung-ah..” ucap jiyeon lembut.

Myungsoo memperhatikan wajah jiyeon dengan seksama.

“Aniya! Eommaku sangat cantik. Rambutnya panjang dan senyumannya sangat indah. Ia juga memiliki eyesmile” tuturnya. Jiyeon tersentak seketika.

“Kau mau dia?” Tanya jiyeon parau yang dibalas dengan anggukan mantap dari myungsoo.

Jiyeon lalu mengambil ponsel myungsoo dan berniat menghubungi nomor kontak suzy.

Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif

Ia mencobanya sekali lagi namun hasilnya sama saja.

“Eotthokhae?” Dengan wajah murung jiyeon memberitahu myungsoo prihal ketidakmampuannya menghadirkan suzy.

“Nanti kalau kau sembuh, aku akan mengajakmu menemui eommamu. Kheundae, kau harus di kompres dulu. Eotthae?” Myungsoo akhirnya menurut.

***

“Katanya, kris akan di berangkatkan ke luar negri. Karena, nampaknya ia masih juga belum siuman” tutur minho kepada krystal.

“Eotthokae?” Mata krystal berkaca kaca.

“Kau harus menunggu untuk pernikahanmu”

“Sampai kapan huh?” Airmatanya sukses lolos dari pelupuk matanya.

“Nan molla”

Krystal mengangguk lalu menghapus air matanya. Ia mengembangkan paksa senyumannya kepada minho. Ia lalu berlari menuju kamar suzy dan meninggalkan minho yang masih terdiam di tempat.

Hari ini suzy sudah bisa keluar dari rumah sakit. Disusul dengan kepergian kris keluar negri.

“Suzy-ah. Aku membelikanmu ini. Tada!” Krystal mengeluarkan boneka kelinci yang disembunyikannya dari balik punggungnya.

“Krys.tal! Go.mawo! Sarangheo!” Pekik suzy sambil berlari mengambil boneka itu dan memeluknya erat. Krystal tersenyum simpul. Ia bersyukur karna terapis otak dan saraf suzy selama beberapa hari ini memberikan hasil yang baik. Suzy agak sudah lancar dalam berbahasa. Namun sikap dan mentalnya masih kekanak kanakkan. Ia diwajibkan selalu terapis sekali seminggu.

Pikiran krystal lalu memunculkan masalahnya. Masalah janinnya yang semakin membesar. Wajahnya lagi lagi murung.

***

Sudah beberapa hari ini jiyeon menginap di rumah myungsoo karena alasan kepribadian myungsoo yang masih belum berubah.

“Yak! Kau sudah janji akan mengajakku ke eomma!” Pekik myungsoo ketika jiyeon menyiapkan sarapan pagi untuk mereka.

“Sebentar ne? Setelah kau mandi” myungsoo mengangguk paham. Namja itu lalu mengunyah rotinya lahap.

***

“Kenapa aku tak pernah melihat myungsoo akhir akhir ini huh?” Gumam krystal ketika ia tengah berada di kampus berniat mengambil cuti kuliah untuk dirinya dan suzy. Ia sempat menelusuri kampus itu untuk sekedar melepas rindu dengan suasana damai dulu.

Ia lantas tersenyum parau ketika membayangkan betapa nyamannya hidupnya dulu. Bercanda, tertawa ria, dan bersenang senang bersama sama. Kehidupannya bagaikan klise yang sangat miris sekarang.

***

Suzy berjalan di taman  dekat rumahnya bersama krystal. Suzy hanya memainkan bonekanya ceria sambil berayun ria di ayunan itu. Krystal hanya tersenyum di bangkunya memandangi tingkah suzy. Ia tengah membayangkan, jikalau ia pergi meninggalkan suzy sendirian di dunia ini. Apakah ia akan baik baik saja? Krystal nampak tak sanggup menanggung beban memalukan itu. Dihatinya terbersit keinginan untuk bunuh diri lagi.

***

“Nah..itu dia eommamu kan?” Tanya jiyeon sambil menunjuk ke arah suzy.

Myungsoo memicingkan matanya. Ia lalu mengangguk.

Myungsoo lalu turun dari mobil itu lalu bergegas menghampiri suzy.

“Eomma!” Pekik myungsoo. Ia berjongkok menghadapkan dirinya ke arah suzy.

Suzy membulatkan matanya menatap namja dihadapannya.

“Apakah kau myungsoo?” Tanya suzy polos

“Ne eomma! Bogosippo!” Myungsoo langsung menghamburkan dirinya ke dalam pelukan suzy.

“Yang aku ingat. Myungsoo adalah namja yang aneh” ucap suzy tiba tiba. Myungsoo melepaskan pelukannya.

“Eomma! Kenapa kau sepertinya berubah menjadi anak kecil huh?” Tanya myungsoo sambil memperhatikan wajah suzy.

“Aku bukan eommamu namja aneh!” Suzy memukul kepala myungsoo dengan bonekanya. Krystal hanya menggeleng pelan melihat kedua insan yang terlihat kekanak kanakan itu. Jiyeon yang merasa aneh lantas menghampiri krystal.

“Annyeong..” sapa jiyeon tiba tiba.

“Nuguseyo?” Tanya krystal heran.

“Park jiyeon immida” jiyeon mengangkat tangannya untuk bersalaman sembari tersenyum ramah.

“Krystal jung immida” krystal membalas menjabat tangan yeoja berambut pendek itu.

Jiyeon lalu di persilahkan duduk oleh krystal.

“Apa yang terjadi dengan suzy huh?” Tanya jiyeon kemudian.

“Dia habis mengalami kecelakaan. Gheuraegu, otak dan sarafnya mengalami gangguan sehingga menyebabkan kelumpuhan terhadap otaknya yang membuatnya bertingkah seperti anak kecil” terangnya. Jiyeon mengangguk paham.

“Kita seperti babysitter yang tengah mengurus bayi raksasa” ucap jiyeon. Krystal tertawa terkikik.

“Wae?” Jiyeon tertawa pelan

“Aniya..” krystal menahan tawanya.

***

“Kau mirip dengan eommaku kheundae, kau terlihat seumuran denganku” suzy mengembungkan pipinya gemas mendengar ucapan myungsoo.

“Kau harus menikah denganku! Karena aku hanya akan menikah dengan yeoja yang mirip eommaku!” desak myungsoo.

“Kau harus punya cincin kawin pabbo!” suzy memukul kepala myungsoo dengan boneka kelincinya lagi.

Cup~

Suzy membulatkan matanya.

“Yak! Namja genit!” Suzy memukul myungsoo berkali kali sampai ia puas.

“Pokoknya kau harus menikah denganku!”

“aku mau kalau cincinnya ada di jariku” suzy memamerkan jari manisnya yang kosong.

Myungsoo lalu berlari menuju jiyeon.

“Berikan aku cincinmu!” Desak myungsoo kepada jiyeon. Jiyeon dan krystal sontak saling menoleh. Tawa mereka seketika meledak.

“Yak! Berikan!” Tangan myungsoo menengadah.

Jiyeon lalu mencari sesuatu dalam tas nya. Namun krystal menahannya. Ia lalu mengeluarkan cincin yang berada di jari manisnya. Cincin dari kris.

“Berikan pada calon istrimu” krystal menyerahkan cincin berlian itu kepada myungsoo. Myungsoo lantas membalasnya dengan mencium pipi krystal sekilas.

“Gomawo noona..” ucap myungsoo. Ia lalu bergegas menuju suzy yang terlihat mengerucutkan bibirnya karena lama menunggu.

Krystal memegang pipi bekas ciuman myungsoo sambil terus tersenyum.

“Jangan sampai kau jatuh cinta padanya. Dihatinya hanya ada satu nama” ucap jiyeon tiba tiba yang membuat krystal tersadar dari lamunannya.

“Siapa yeoja beruntung itu huh?” Krystal masih memandang intens ke arah myungsoo yang nampak memasangkan cincin itu ke jari manis suzy.

“Bae.suzy”

“Kheundae, namja itu menyukaiku di kepribadian normalnya. Dia sudah mengatakannya padaku”

Jiyeon tersenyum.

“Sepertinya kau salah..” gumam jiyeon. Krystal sontak menoleh ke arah jiyeon heran.

“Salah?” Ulang krystal heran

“Namja itu, walaupun dirinya memiliki banyak kepribadian, kheundae, dia tak akan bisa melupakan yeoja yang selama bertahun tahun ini berada di hatinya”

“Maksudmu?”

“Aku hanyalah temannya dikala bukan kepribadian aslinya yang muncul. Dua kepribadian itulah temanku. Aku seakan memahami perasaan myungsoo”

Kening krystal mengkerut.

“Bae suzy memang sangat mirip dengan eomma myungsoo. Gheuraegu, dia sangat sangat menyayangi eommanya. Saat itu ia melihat eommanya meninggal di meja operasi saat melahirkan adik perempuannya”

“Saat itulah kepribadiannya mulai terganggu. Dia jadi sangat terobsesi dengan darah karena eommanya meninggal karena kehabisan darah pada waktu itu. Dia seolah olah haus darah. Aneh kan?” Jiyeon tertawa pelan menceritakan asal usul myungsoo.

“Darimana kau tahu semuanya huh?”

“Aku pernah membawanya ke psikiater ketika kepribadian anak kecilnya muncul. Namja itu seakan ingin menjadi anak kecil lagi agar bisa memeluk eommanya lagi” terangnya lagi. Lagi lagi yeoja itu tertawa pelan.

“Gheurae, apa hubungannya dengan suzy huh?”

“Suzy sangat mirip eomma myungsoo, maka dari itu ketika ia melihat suzy. Ia melihat kehidupannya yang hilang. Eommanya..”

“Kheundae, saat normal myungsoo menyukaiku” krystal berusaha keras meyakinkan jiyeon.

“Aku rasa belum sepenuhnya. Dihatinya sebenarnya hanya ada yeoja itu” jiyeon menunjuk suzy. Nampak suzy tengah memain mainkan jemarinya yang terpasang cincin indah itu. Ia juga melihat myungsoo yang nampak intens memandangi suzy.

“Kenapa bisa seperti itu huh?” Gumam krystal tak percaya.

“Entahlah.. sebaiknya kita menyerah saja”

“Mwo?! Kita? Kau..”

“Ne”

“Sebenarnya aku tak menyukai myungsoo. Kheundae..” krystal mengambil nafas panjang.

“Aku hamil. Gheuraegu, calon suamiku tengah koma” sambungnya lirih

Jiyeon tersentak mendengar penuturan krystal. Ia seakan merasakan apa yang dirasakan krystal karena masa lalunya yang hampir mirip dengan krystal. Hanya saja ia tak hamil. Namun ia sempat melakukan hal bodoh itu. Bunuh diri lebih tepatnya.

“Gheurae, kau ingin myungsoo yang menikahimu karena ia pernah menyatakan perasaannya padamu huh?”

“Nan molla.. aku berniat mengakhiri semuanya..” balas krystal dengan nada tak yakin

“Andwae!” Cegat jiyeon

Krystal tertawa parau. Ia memilih tak menjawab. Matanya lalu menangkap myungsoo yang mengayunkan ayunan yang dinaiki suzy. Mereka nampak sangat bahagia.

“Neo arra? Ada yeoja yang lebih menyedihkan dari kau” ucap jiyeon tiba tiba yang membuat krystal menoleh ke arah jiyeon.

“Choyeo. Saat namja itu berubah normal nanti, maka aku akan kembali menjadi wanita kesepian dan kotor” tuturnya.

“Kotor?”

“Aku juga pernah mengalami kejadian memalukan ketika seorang namja mabuk tak sadar memperkosaku. Namja itu adalah namja yang kusukai. Kheundae, dia malah menyukai yeoja lain” krystal dengan serius mendengarkan kisah jiyeon.

“Dulunya aku adalah yeoja yang lugu dan pemalu. Namun sekarang, kau bisa melihatnya kan?” Jiyeon tertawa lirih.

“Siapa yeoja itu?” Tanya krystal kemudian. Jiyeon lantas menunjuk suzy yang nampak ceria bermain ayunan bersama myungsoo.

Krystal hanya membalasnya dengan senyuman simpul. Entah mengapa ia menganggap sahabatnya itu seperti alkohol. Membuat semua namja seakan mabuk. Myungsoo, kris, jong in, minho dan mungkin masih banyak namja di luar sana yang bahkan mengharapkan yeoja itu.

Mata krystal lalu menangkap sesosok namja yang tak dikenalnya tengah berdiri agak jauh dari taman. Ia melihatnya tengah memperhatikan suzy dan myungsoo.

“Kau kenal namja itu?” Tanya krystal seraya mencolek jiyeon.

“Apa yang dilakukan namja itu huh?” Gumam jiyeon.

***TBC***

Annyeong readers! Apa ini?! Tadinya ideku tidak mengarah ke situ loh, lah kok malah begitu? Pas nulis eh yang ketulis malah kalimat kalimat dan paragraf paragraf itu? Aneh yah?

RCL ne?

Gomapta~bow

😀

Posted from WordPress for Android

96 thoughts on “FF Three Personality Types PART 7

  1. Ya ampuun dua-duanya jadi kayak anak kecil😄 hwaiting ne Krystal sm Jiyeon yg tadi baby sitter buat mereka..
    Itu siapa yg perhatiin myungzy?

  2. Kris modus deh… minta cium ke suzy
    Kyaaaa.. myungsso itu kalimatnya “tidak bisa jauh dari suzy walau….sedetik”
    Aishhh sosweet oppa :*

  3. Waduh suzy malah kepribadiannya jd kyk anak kecil gtu..
    Myung jg gk balik2 ke kepribadian normalnya..
    Siapa yak yg merhatiin si myungzy?

  4. Siapa org yg memperhatikan Suzy dan Myungsoo dri jauh ?? Dan knp dia mengawasi kya gitu ??

    Kesian Suzy, mental dan saraf’y terganggu pasca kecelakaan itu , tingkah’y menjadi layak’y anak kecil ..

    Haha , Lucu banget , 2 org dewasa bertemu namun dgn kepribadian layak’y anak kecil .. hehe

  5. hahahah kok malah dua2nya jadi kaya anak kecil gitu.
    lucu sih. ngeliatnya imut gitu tapi tetep pengen liat meraka normal sesuai umur.

  6. Omo…suzy kenapa jadi kayak anak kecil….tp jadi ketemu myungsoo balita…wkwkwkwkwwk
    Iya suzy bener bener candu….semua cowok2 pada suka sama suzy…tp siapa ya cowok yg nglihatin mereka??

  7. Namja? Siapa? Penasarannn weh. Aigoo gak bisa ngebayangin betapa cute nya myungzy berubah kepribadian jdi anak kecil kkk😀

  8. 😮😮😮 dan sekarang dua-duanya menjadi aneh😮
    hidup myungsoo gak jauh-jauh dari penyakit psikis ya di sini😀
    setelah itu pasti kepribadiannya tidak akan muncul lagi kan? yang anak-anak itu.. kemudian disusul yang misterius..

  9. 😮😮 woooaaah jadi kaya anak kecil semua gitu ya?? jiyeon sama krystal yang sabar aja ya ngurusin anak kecil itu hihihii
    kenapa kali ini kpribadian myung munculnya lama ya?? apa ini dah termasuk di proses penyembuhannya itu?
    siapa namja yg memperhatikan myungzy?? penasaran banget jadinya thor…

Tinggalkan Balasan Anda, Dear

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s