FF The Rose (Oneshoot)

image

Title: The Rose
Author: @vhyra_pabbo
Genre: Romance, drama, etc.
Main Cast: Bae Suzy, Kim Myungsoo
Sub Cast: Choi Minho
Length: Oneshoot

Warning: Ini adalah cerita yang saya buat murni dari pikiran saya. Cerita ini hanya fiktif belaka. kalau ada kesamaan tokoh, tempat, dan cerita itu merupakan bukan kesengajaan. Ghamsahamnida~ Bow

Happy Reading!

***

Mata tajam namja berperawakan tinggi dan tampan tengah awas menatap sesosok yeoja yang nampak tengah menyanyikan sebuah lagu untuk para pengunjung bar. Yeoja  berpakaian minim itu dengan sexy nya mengeluarkan suara indahnya. Dengan tatapan menggoda ia mulai bernyanyi dengan lantang.

Namja yang sedari tadi mengawasi tingkah laku yeoja itu tiba tiba melangkah menuju yeoja itu.

Yeoja bak malaikat itu nampak tak memperdulikan namja yang sudah hampir mendekat padanya.

“Suzy-ah.. ayo pulang” ucap namja itu kepada yeoja yang ternyata bernama suzy sambil menarik tangan suzy untuk turun dari panggung.

“Oppa! Gheumane..” sergah suzy ketus seraya menghempaskan tangan myungsoo.

Namja itu terdiam mematung menatap tajam yeoja dihadapannya.

“Aku tak suka..” ucap namja itu pelan tapi menusuk. Seolah olah ada angin yang tiba tiba berhembus di bar sehingga membuat suasana menjadi dingin.

“Kka! Aku harus menyelesaikan tugasku dulu” suzy dengan lancang malah mendorong namja itu hingga hampir terjatuh ke bawah panggung.

“Jinjja..” Gumam namja itu frustasi. Namja itu lalu turun ke bawah panggung menuju kursinya. Ia nampak kembali pada posisinya semula. Memperhatikan suzy dengan seksama di tempat itu.

Suzy tersenyum penuh kemenangan ketika melihat namja itu menurut. Ia tak lagi memperdulikan tatapan aneh orang orang disekitarnya. Mereka sudah paham betul siapa namja itu.

Namja itu bernama kim myungsoo. Ia adalah pemilik sah bar ini. Dingin, ketus, aneh, dan misterius. Itulah penggambaran suzy terhadap namja terlewat tampan itu.

Suzy adalah yeoja yang sangat mencintai musik. Bernyanyi adalah salah satu cara menghibur dirinya. Ia tak melanjutkan kuliahnya di Universitas karena masalah biaya. Jadi, ia memutuskan untuk bekerja. Menjadi penyanyi di sebuah bar ternama di kawasan gangnam.

Suzy sangat terkenal akan kecantikan dan suaranya yang sangat merdu. Bahkan ia dijuluki sebagai malaikat yang turun ke bumi hanya untuk bernyanyi.

Myungsoo yang terkenal arrogant itu seketika lumpuh dihadapan suzy.

Ketika ia melihat suzy pertama kali di dalam bar itu. Mendengarnya bernyanyi.

Saat salju turun dengan lembut di tanah seoul. Di dalam lorong yang sempit menuju rumah mungil milik yeoja itu. Sangat berkesan. Bagi seorang myungsoo, namun tidak bagi yeoja itu.

Saat itu myungsoo berniat mengikuti suzy sampai ke rumahnya. Namun saat ia tiba di gang, suzy dihadang oleh para pria tua yang nampaknya adalah pengunjung setia bar myungsoo.

Dengan keberanian penuh, myungsoo berusaha bersikap santai dengan mengiming imingi pria pria itu dengan suzy.

“Kau mau yeoja ini?” Tanya myungsoo kepada ketiga pria yang nampak mabuk. Umurnya dapat dikatakan seumur dengan Ayah suzy.

“Nugu? Ah! Kau pemilik bar yang freak itu kan? Apa kau juga mengincar yeoja ini huh?” Tanya salah satu pria yang agak gemuk. Perutnya agak membuncit.

“Ne. Aku menginginkannya” jawab myungsoo santai. Suzy terperangah mendengar ucapan lancang dari bibir myungsoo. Ia rasanya ingin menampar namja di sampingnya itu.

Pria pria itu tertawa remeh.

“Anak manis.. aku tahu kalau kau tak menyukai wanita. Kheundae-“

BUKKKK!

Pria yang tak sempat melanjutkan kata katanya itu seketika terkapar. Walaupun mereka bertiga, mereka tak mungkin bisa mengalahkan myungsoo yang sadar 100% tanpa ada embel embel alkohol.

Tanpa memperdulikan myungsoo yang asyik bertarung, suzy malah berlari meninggalkan myungsoo sendirian.

Setelah berhasil mengalahkan ketiga pria hidung belang itu, myungsoo lalu berjalan santai menuju ujung gang.

Disana ia melihat ada satu rumah yang sudah dipastikan adalah milik yeoja itu.

Namja itu berdiri di depan pintu lama tanpa berniat mengetuk.

Setelah beberapa lama, pintu berwarna cokelat itu lalu terbuka perlahan. Menampilkan wajah ayu sang yeoja.

“Yak! Apa yang kau lakukan di depan rumahku eoh?” Tanya suzy dengan nada ketus seperti biasa.

“Waeyo? Kenapa kau tak berterima kasih padaku gheuraegu kau malah pergi begitu saja huh?” Myungsoo membalas sinis suzy. Yeoja itu mendecak kesal.

“Gomawo, tuan yang terhormat” ucap suzy sarkatis. Ia lalu berjalan melewati myungsoo yang masih setia berdiri di depan pintu yang sudah suzy kunci.

“Eoddieya?” Teriak myungsoo ketika suzy sudah berjalan agak jauh. Namun suzy tak menanggapinya dan terus saja berjalan.

Myungsoo mendesah kecewa lalu bergegas berlari menuju suzy.

“Kau tinggallah bersamaku. Rumahmu itu sebentar lagi terkubur oleh salju” myungsoo merapatkan jaketnya. Udara malam itu amat sangat dingin. Ditambah lagi dengan turunnya salju.

“Eoddie?” Tanya suzy tak bersahabat.

“Di apartementku”

“Kenapa aku harus tinggal denganmu eoh?” Suzy masih mengeluarkan kalimat tak bersahabat.

Myungsoo terdiam. Ia juga tak paham mengapa ia sampai begitu nekat mendekati yeoja ini dan bahkan menyuruhnya untuk tetap tinggal.

“Tak bisa menjawab? Cih..” suzy tertawa remeh.

Sampailah ia di sebuah toko retail. Ia berniat membeli bahan makanan.

Myungsoo masih terus mengikuti suzy.

“Kau pulanglah” desak suzy kesal.

“Kau dipecat” ucap myungsoo tiba tiba. Ia lalu berjalan meninggalkan suzy yang nampak tak percaya dengan penggalan kalimat menyakitkan itu.

“Yak! Tuan! Tunggu!” Suzy tak jadi membeli apapun. Ia berniat menyusul myungsoo.

“Jangan pecat saya!” Suzy membuat langkah myungsoo terhenti dengan menahan tangannya.

Myungsoo menatap genggaman tangan suzy itu intens. Ia merasa hangat.

“Chogiyo” suzy mencolek lengan myungsoo karena merasa diacuhkan

“Ah kau bilang apa tadi?” Tanya myungsoo setelah tersadar.

“Jangan pecat saya! Jebal..” ucap suzy dengan nada memohon

“Kenapa aku harus tidak memecatmu huh?”

Skakmat. Suzy diam terpaku. Ia juga sempat melontarkan kalimat yang hampir mirip itu kepada myungsoo. Dan sekarang myungsoo membalikkan keadaan

“Taemune.. suaraku sangat merdu. Banyak yang menyukai suaraku. Kau pasti akan menyesal jika memecatku” akhirnya kata kata paling narsis yang baru kali ini suzy ucapkan itu keluar setelah beberapa menit saling terdiam.

“Mereka sebenarnya lebih menikmati kemolekan tubuhmu daripada suaramu” tegas myungsoo.

Suzy terperangah. Ia tak dapat berkata apa apa lagi.

“Kau tinggallah di rumahku. Aku akan menjagamu di sana. Sepertinya kau lebih aman jika bersamaku. Tenang saja orang tuaku tidak tinggal denganku. Mereka sudah.. meninggal” jelas myungsoo.

“Waeyo?”

“Kecelakaan” singkatnya

“Kau.. tak menyukaiku kan? Apakah kau sudah tak menyukai pria lagi?” Tanya suzy ragu.

“Apa kau percaya dengan gosip itu eoh?” Myungsoo balik bertanya.

“Molla”

Myungsoo tertawa renyah.

“Kau pikir aku tak pernah memperhatikanmu eoh? Hitung berapa tahun sudah kau bekerja di bar ku?”

Suzy nampak berpikir.

“Tiga tahun? Wae?”

“Selama itu namja bernama kim myungsoo mengawasi yeoja idola para ahjussi ahjussi di bar ku. Bae suzy” terangnya.

Badan suzy mendadak terasa kaku.

“Kau selama ini selalu merasa aman kan? Wae?” Lagi lagi myungsoo bertanya hal yang sudah diketahuinya.

Suzy menggeleng.

“Karena selama ini aku selalu menjagamu diam diam. Kheundae, sepertinya sudah cukup. Kau harus ikut denganku sekarang. Aku lelah bersembunyi terus” myungsoo menarik tangan suzy lembut, namun suzy menahannya.

“Kau.. namja normal kan?” Tanya suzy takut diikuti dengan tawa pelan myungsoo.

“Apakah karena tak pernah ada satupun yeoja yang kudekati kau malah berkesimpulan seperti itu eoh?”

“Semua orang berkata begitu tentangmu”

“Sial..” gumam myungsoo.

“Hanya satu yeoja yang selama ini memikatku. Dan itu kau. Tak ada satupun yeoja yang menarikku ke dalam pesonanya sedalam kau. Arra?”

“Gheurae?”

Myungsoo langsung menarik tangan suzy menuju mobilnya.

“Tak ada penolakan. Kau tinggal bersamaku. Kau yeojachinguku. Kau milikku”

Suzy nampak pasrah mengikuti arah jalan myungsoo. Sepertinya ia harus terbiasa.

***

Suzy bernyanyi dengan penuh penghayatan. Myungsoo sedari tadi menekuk wajahnya memperhatikan para pria pria dengan tampang mesum memperhatikan tubuh suzy yang sangat menggoda. Ia rasanya ingin menarik suzy dari atas panggung. Namun ia juga tak bisa menolak hobi suzy yang sangat senang bernyanyi dan ditonton banyak orang.

Semua pengunjung bar memberikan tepuk tangan yang meriah untuk suzy. Yeoja itu tersenyum seraya membungkukkan badannya. Ia lalu berjalan anggun ke belakang panggung.

Setibanya di sana, myungsoo telah menanti dengan ribuan kata kata yang menurut suzy tak penting.

‘Selalu saja begitu’ batin suzy kesal.

“Lain kali kau harus mengenakan gaun yang tertutup. Tak usah menanggapi pria yang mencoba mengajakmu bicara. Kau tak boleh menatap pengunjung dengan tatapan menggoda seperti itu”

Suzy menutup kupingnya yang mulai panas. Suzy mengejek ucapan myungsoo dengan meniru gaya bicara myungsoo.

“Yak! Aku namjachingumu!” Pekik myungsoo dengan nada tinggi, namun ada sedikit tak tega dalam nadanya.

“Oppa..” panggil suzy manja. Myungsoo langsung menghentikan pidato panjangnya. Suzy mendekatkan wajahnya ke wajah myungsoo seraya memegang tengkuk myungsoo.

Cup~

Suzy mengecup singkat bibir myungsoo.

Namja itu tertawa pelan. Ia lalu mulai memegang punggung suzy dan mulai memperdalam ciumannya. Ia melumat bibir suzy lembut.

‘Akhirnya oppa berhenti berceloteh juga’ ucap suzy dalam hati. Ia seakan paham betul dengan sifat myungsoo. Ia hanya bisa diam jika suzy memberikannya sebuah ciuman singkat yang hangat. Namun myungsoo bisa melakukan lebih. Seperti deep kisseu mungkin.

***

“Irreona..” desak myungsoo kepada suzy datar ketika matahari sudah nampak sampai ke ubun ubun.

“Irreonna..” myungsoo menepuk pelan lengan suzy yang tengah tidur menyamping.

“Ini hari minggu oppa.. jangan ganggu..” gumam suzy yang masih tak juga membuka kelopak matanya.

Myungsoo tersenyum simpul memperhatikan yeoja berparas ayu itu masih setia dengan bantal dan selimutnya.

Myungsoo lalu membaringkan dirinya di samping suzy. Ia menerawang langit langit sambil tersenyum sendiri.

Suzy yang masih memunggungi myungsoo lantas berbalik. Wajah myungsoo bisa merasakan hawa nafas suzy. Mata yeoja itu masih tertutup sempurna dengan desahan nafas yang menerpa pipi myungsoo.

Namja itu membalikkan wajahnya menghadap ke wajah suzy. Bisa ia rasakan desahan nafas yang menerpa wajahnya. Lagi lagi namja itu tersenyum simpul.

Tangannya menjalar ke pucuk kepala suzy dan mulai mengusapnya pelan secara terus menerus.

My rose..” gumam myungsoo parau. Tangannya masih sibuk mengusap usap helaian rambut suzy.

“Oppa..” gumam suzy. Matanya masih tertutup namun bibirnya tersungging sebuah senyuman manis.

Myungsoo menghentikan kegiatannya. Ia lalu beranjak dari tempatnya berbaring, namun dengan cekatan suzy malah menarik myungsoo kembali berbaring di sampingnya.

Mata suzy terbuka sempurna. Ia tersenyum cerah memperhatikan setiap inci wajah namja tampan yang nampak menatap suzy intens.

Cup~

Morning kiss..” ucap suzy pelan. Yeoja itu bangkit dari kasur dan bergegas menuju toilet.

Myungsoo tertawa pelan. Ia lalu beranjak dari kasur berwarna pastel itu menuju dapur.

***

“Aku dengar dengar, bar mu mengalami kemerosotan pengunjung. Waeyo?” Tanya seorang namja berperawakan tinggi dengan mata bulatnya yang besar.

“Molla” myungsoo dengan santainya mengambil segelas minuman beralkohol lalu meneguknya sekali teguk. Tangannya lalu menyeka sudut bibirnya yang meninggalkan sedikit bekas basah.

Namja yang memulai pembicaraan itu lalu tertawa renyah dan mulai meneguk minumannya juga.

Sunday Pukul 9.15 malam. Di bar milik myungsoo. Namja bermata besar itu sengaja mem booking bar mewah milik myungsoo. Entah untuk apa dia melakukannya.

“Katanya karena kau telah menghajar pelanggan setiamu hingga babak belur dua hari yang lalu. Waeyo?” Tanyanya lagi.

Myungsoo mengepalkan tangannya kesal.

“Karena mereka berani macam macam dengan yeojachinguku” ucapnya tajam.

“Kejadian beberapa bulan yang lalu juga seperti itu gheuraegu satu tahun yang lalu juga. Kau terlalu ceroboh sehingga membuatmu hampir bangkrut”

Telinga myungsoo memanas mendengar ocehan tak penting namja dihadapannya ini. Wajahnya mulai mengeras.

“Apakah anda fans saya? Kenapa anda sangat up to date dengan kehidupan pribadi saya huh?” Balas myungsoo sarkatis. Ia benci namja dihadapannya itu. Sangat benci.

Namja itu lalu tertawa renyah. Lagi lagi.

“Aku dengar dengar, yeoja penyanyi di bar ini sudah banyak yang menawarnya kan?”

Myungsoo sontak menghentakkan mejanya marah. Matanya memancarkan aura kesal bercampur aduk.

“Kalau bukan karena kau telah mem booking bar ini, aku juga tak akan melayani kekurang ajaran tuan!” Bentak myungsoo kesal.

“Panggil saya minho. Choi minho. Saya sebenarnya pelanggan setia di bar ini” namja bernama minho berkata seolah olah ia tak perlu membalas bentakan myungsoo.

“Minho? Ah! Namja kaya raya pemilik hotel bintang lima itu kan? Apa yang anda lakukan di bar saya huh?” Lagi lagi myungsoo bersakatis ria. Ia sudah muak dengan namja ini.

Seringkali myungsoo melihat tatapan jahil dari namja bernama minho itu ketika melihat suzy, dan ia sangat tak suka itu.

“Aku ingin melihat penyanyi itu bernyanyi sesuai permintaanku”

Myungsoo mengepalkan tangannya.

“Bar ditutup. Silahkan anda pulang” myungsoo hendak meninggalkan minho sendirian.

“Yak! Aku sudah membayar. Kau mau aku laporkan ke polisi atas ketidaknyamanan dalam pelayanan huh?!” Teriakan minho membuat myungsoo menghentikan langkahnya.

“Jwoseunghamnida, aku tak mengijinkan yeojachinguku bernyanyi pada hari minggu. Gheurae, anda mau penyanyi yang lain huh?” Rasanya myungsoo ingin menembak mati namja menyebalkan ini.

“Ani ani. Aku mau bae suzy” tegas minho diselingi senyum ganjilnya.

“Tidak bisa. Aku sudah melarangnya brkerja di hari minggu” tolak myungsoo dengan halus yang dipaksakan.

Ia juga tak mungkin melawan minho yang notabene nya berkuasa di bidang ekonomi. Ia pasti akan kalah. Minho memiliki banyak cara untuk mendapatkan apa yang dia mau yang pastinya akan berdampak pada suzy. Ia hanya harus bersabar sedikit.

“Yak!” Minho memukul meja keras. Ekspresi santainya seketika hilang.

Tiba tiba suzy muncul dengan gaun hitam yang cukup terbuka.

“Oppa.. biar aku menyanyi saja. Daripada kau dituntut oleh namja itu” bisik suzy pelan seraya tersenyum.

Myungsoo terlihat tak setuju. Namun kecupan di pipinya membuatnya harus mengangguk ragu, walaupun masih setengah hati. Ia lalu meninggalkan ruangan itu menuju ruangan lain karena permintaan minho. Lagi lagi ia menurut.

“Aku mau kau menyanyikan lagu winter child untukku. Hari ini adalah hari ulang tahunku” pinta minho lembut.

Suzy mengangguk paham lalu segera memulai mengeluarkan suaranya.

Minho tersenyum secara terus menerus sepanjang lagu yang suzy nyanyikan.

Happy birthday to you…” suzy mengakhiri nyayiannya yang disambut dengan tepukan tangan terharu dari minho. Namja itu lalu berjalan menuju suzy yang nampak bingung.

Minho tersenyum nakal dan menghempaskan tubuh suzy di dinding.

“Yak! Kau mau apa eoh?!” Pekik suzy takut.

“Suaramu.. membuatku tak tahan..” minho mulai memajukan wajahnya ke wajah suzy. Suzy tentu saja memberontak. Namun bibir minho dengan sigap mengatup rapat bibir suzy.

Air mata suzy mengalir. Kedua tangannya masih ditahan oleh minho.

Minho lalu melepaskan tautan bibirnya. Tangannya mulai merobek gaun suzy.

“OPPA!” Teriak suzy membabi buta. Namun tangan kekar minho langsung membekap mulut suzy.

Myungsoo mendengar teriakan suzy. Sejak awal ia memang sudah tak tenang. Ia lalu berusaha membuka pintu itu namun sialnya minho menguncinya dari dalam.

“MINHO KEPARAT! BUKA!!” teriak myungsoo sambil memukul mukul pintu itu brutal.

Tanpa pikir panjang lagi, myungsoo langsung mendobrak pintu itu. Dobrakan pertama belum berhasil. Dobrakan kedua juga masih belum berhasil. Dobrakan ketiga masih sama. Dobrakan keempat. Dobrakan kelima. Keenam. Ketujuh. Dan dobrakan ke delapan.

Bruakkkk!

Pintu itu terbuka. Mata myungsoo membelalak melihat keaadaan suzy yang berantakan. Matanya sembab. Gaunnya sobek dimana mana. Ia tengah terduduk di pinggir bar sembari memegang lututnya takut dan nampak gemetar.

Myungsoo berlari menghampiri suzy yang nampak masih terisak.

Myungsoo langsung menarik suzy dalam pelukannya.

Tangis suzy seketika pecah.

“APA YANG DILAKUKANNYA EOH?!” Myungsoo tak bisa menyembunyikan amarahnya. Ia yakin, namja bernama minho telah melakukan sesuatu. Sesuatu yang bahkan belum pernah ia lakukan pada suzy, karena ia sangat mencintai suzy.

Suzy tak menjawab. Hanya isakannya yang makin keras.

“AAAAAAAAA!” teriakan myungsoo membuat seisi bar seperti bergetar. Hatinya sakit.

***

BUGGGGHH!

BUGGHH!

BLAM!

PUKK!

BUGH!

BUGH!

Myungsoo jatuh terkapar. Suruhan minho berhasil membuatnya tak berdaya.

Kalau saja bar nya tak hampir bangkrut. Dia tak mungkin mengalami hal seperti ini. Yeojachingunya. Bae suzy. Tekanan batinnya tengah terguncang. Yeoja itu seringkali melamun sendirian di dalam kamar. Ia bahkan tak seceria dulu lagi. Ia jadi membenci musik. Ia tak mau bernyanyi lagi.

Yang bisa myungsoo lakukan adalah membuat suzy seperti dulu lagi. Ia selalu berusaha membuat suzy tersenyum, namun tampak belum menampakkan hasil yang baik. Wajahnya tetap murung. Kerjanya hanya berjalan di taman belakang rumah myungsoo dan memetik bunga mawar yang myungsoo tanam. Apartement myungsoo dijual dan kini mereka tinggal di sebuah rumah sederhana dengan taman mawar yang cukup luas. Suzy sering memetik bunga itu lalu mencabut kelopaknya hingga setangkai bunga itu menjadi kosong di pucuknya.

Beberapa kali myungsoo mencoba menghajar namja keparat itu namun hasilnya, malah dia yang babak belur. Seperti hari ini. Lagi lagi ia babak belur.

***

Myungsoo melangkahkan kakinya ke dalam rumah perlahan. Ia tak melihat suzy di dalam rumah.

“Pasti di taman belakang sedang memetik mawar” gumam myungsoo seraya tersenyum parau.

Langkahnya terhenti ketika melihat suzy benar benar tengah berada di taman belakang.

Dalam keadaan yang masih penuh luka, myungsoo mencoba menghampiri suzy yang terlihat mengelilingi taman mawar dengan sesekali memetik bunganya lalu membuangnya serampangan. Myungsoo melihat jari telunjuk dan jari manis suzy yang dibalut dengan plester obat. Sudah beberapa kali tangan yeoja itu berdarah karena memetik mawar dengan tidak berhati hati.

“Annyeong.. yeppo..” panggil myungsoo seraya tersenyum. Suzy menoleh ke arah sumber suara itu dengan wajah datar.

“Obati aku. Aku sedang terluka” ucap myungsoo manja. Ia paling senang ketika ia terluka dan dengan sigap suzy membantu mengobatinya.

Wajah datar suzy berubah panik melihat keadaan myungsoo yang bahkan lebih parah dari tiga hari yang lalu. Ia lalu berlari menghampiri myungsoo yang masih saja menyunggingkan senyumannya.

Tanpa basa basi, suzy menarik tangan myungsoo untuk segera masuk ke dalam rumah.

Suzy memaksa myungsoo untuk duduk terlebih dahulu. Myungsoo lantas tertawa pelan melihat sikap suzy.

Suzy nampak sibuk mencari kotak P3K. Setelah ia mendapatkannya, ia cepat cepat berlari menuju myungsoo yang nampak sudah berbaring di sofa, menengadahkan wajahnya ke atas langit langit. Mengkhayalkan sesuatu.

Suzy membuka kotak P3K dan mulai mengobati myungsoo. Namja itu lalu mengalihkan pandangannya ke arah suzy intens.

Tangan suzy masih sibuk bergerak mengolesi luka myungsoo dengan obat.

Tatapan myungsoo semakin dalam. Tangan suzy tiba tiba terhenti tatkala myungsoo menangkap tangan yeoja itu. Suzy terdiam.

“Nyanyikan sesuatu untukku” desak myungsoo. Suzy menggeleng kuat.

“Kau harus berbicara suzy-ah..” ucap myungsoo pelan.

Suzy lagi lagi menggeleng.

“Bicaralah.. satu kata saja. Aku ingin mendengar suara indahmu itu”

Hening beberapa saat.

“Jebal.. aku akan berhenti menemui namja keparat itu lagi. Kau tak akan melihatku terluka lagi kalau kau mau mencoba untuk berbicara..” desaknya tak gentar. Suzy nampak menghela nafas panjang.

“Sa.. sa..”

Myungsoo menanti dengan sabar

“Sa..sa..rang..”

“Sa.. rang.. heo..” ucap suzy terbata bata.

Myungsoo tersenyum.

“Cukup” potong myungsoo. Ia lalu berjalan menuju kamarnya.

“Oppa! Sarangheo.. mianhae..” ucap suzy lirih. Langkah myungsoo sontak terhenti. Ia tertawa pilu.

“Nado..” krystal bening milik myungsoo akhirnya tumpah. Entah karena ia sedih atau terlalu senang karena akhirnya suzy mau mengeluarkan suaranya.

Suzy lalu berlari menuju myungsoo dan memeluknya dari belakang.

“Oppa.. apakah kau mau menikahiku?” Tanya suzy tiba tiba. Myungsoo tersenyum.

“Ne. Mana ada namja dimuka bumi ini yang berani menolakmu suzy-ah..”

“Banyak. Kalau saja mereka tahu bahwa yeoja itu sudah tak suci lagi. Tentu saja mereka menginginkan yang suci kan?” Ucap suzy parau.

Myungsoo tertawa pelan.

Will you marry me huh?” Tanya myungsoo kemudian.

“Ne. Ne!” Jawab suzy tegas seraya tersenyum. Dadanya kini lega. Bebannya selama ini terlepas karena ternyata myungsoo masih mencintainya. Bahkan saat ia sudah menjadi yeoja ternoda.

***

“Apa yang kau lakukan di sini?” Tanya myungsoo kepada namja yang belakangan ini mengusik urusan percintaan dan bisnisnya. Mereka tengah berada di jalan dekat bar myungsoo. Kebetulan myungsoo tengah mengecek bar yang ternyata sudah di tutup itu.

“Walaupun aku tak diundang, aku ingin memberikan ini padamu” namja itu menyerahkan seberkas amplop coklat. Myungsoo yang masih bingung lantas membuka amplop itu segera.

“Itu hadiah pernikahanmu dariku. Mianhae.. selama ini aku-”

“Mian.. harga diriku tak bisa dibeli dengan hal semacam ini. Lebih baik kau tinggalkan kami berdua. Jangan pernah mengganggu kehidupan damai kami lagi” myungsoo kembali menyerahkan berkas yang berisi saham lalu bergegas meninggalkan namja itu.

“Aku benar benar sangat menyesal. Aku.. tak akan mengganggu kalian lagi!” Teriak namja itu.

Myungsoo berbali. Ia lalu melempar satu kotak undangan berwarna abu abu kepada namja itu dan berhasil ditangkapnya.

“Tuan choi minho.. Jangan sampai terlambat ne?” myungsoo tersenyum ramah lalu bergegas memutar badannya dan berjalan meninggalkan namja yang dipanggil minho itu.

Minho mengembangkan senyumannya.

Ia lalu memandang bar yang terdapat garis merah bertuliskan close itu sejenak. Ada rasa iba yang menyerang dadanya. Ia harus melakukan sesuatu pada bar itu. Mengembalikan kepada pemiliknya mungkin?

***

“Yak! Rotinya belum matang
chagi..” suzy memarahi bocah berumur lima tahun itu gemes ketika sang bocah ingin mengambil roti yang akan dimasukkan ke dalam oven.

Si anak hanya mengerucutkan bibirnya dan langsung berlari tanpa pamit.

Suzy hanya menggeleng pelan melihat tingkah nakal anak pertamanya itu.

“Yeobo! Jaga myungji ne? Aku sedang sibuk!” Teriak suzy dari dalam.

“Ne. Ppalli! Jam 10 pagi toko roti kita sudah buka chagi!” Jawab myungsoo seraya menggendong anak perempuannya itu menuju suzy.

Suzy mengangkat jempolnya. Myungsoo mengahampiri suzy dan mengecup singkat bibirnya. Myungji sontak menutup kedua matanya.

Kedua insan itu saling tatap lalu kemudian tertawa bersama. Mereka lalu memberikan kecupan singkat pada kedua pipi myungji. Pipi kanan oleh suzy dan kiri oleh myungsoo.

“Saranghae suzy-ah..” ucap myungsoo.

“Nado..”

“Saranghae myungji-ah..” ucap suzy dan myungsoo kompak.

***

Bae suzy. Yeoja yang kusamakan dengan sekuntum bunga rose. Indah, elok, wangi dan menggoda. Namun, Jika kau tak berhati hati menggenggamnya, maka tanganmu bisa berdarah. Tetapi, Rose bisa saja kau genggam dengan memegang setiap tangkai yang tak berdurinya dengan hati hati. Banyak orang yang menyukai keindahannya, maka kau harus menyiramnya. Memberikannya sumber kehidupan. Mempertahankannya. Menjaganya dari tangan tangan jahil yang berusaha memetik keindahannya. Memetik setiap kelopaknya.

Ketika kau telah terbiasa dengan Rose, maka ia akan terus mengeluarkan wangi semerbaknya untukmu. Jangan menggenggamnya terlalu erat, cukup kau menggenggamnya dengan hati hati, maka kau tak akan terluka.

***END***

Eotthae? RCL ne? FF ini dalam rangka partisipasi membuat FF. I knew, that was too bad huahahaha
Jangan lupa comment sebanyak banyaknya yah. Gomapta~

😀

61 thoughts on “FF The Rose (Oneshoot)

  1. Thor daebak.. ini ceritanya bkin aku cemas dan menangis… thor ceritanya bagus.. akun akan komen walaupun komen ini akan proses menunggu moderasi.. ini ff ke 3 yg aku baca

  2. si minho kodok,, pengen tak lempar batu,,di mutilasii sekalian saking jengkelnya,,
    untung myungzy bahagia,, lo gak,, wahh q akan jd heatersnya oppa kodok,, #keeesselll

Tinggalkan Balasan Anda, Dear

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s