FF Three Personality Types PART 8

image

Title: THREE PERSONALITY TYPES
Author: @vhyra_pabbo
Genre: Romance, drama, crime, mystery (maybe), etc.
Main Cast: Kim Myungsoo, Bae Suzy, Choi Minho
Sub Cast: Krystal jung, Park Jiyeon, Kim Jong in, Kris Wu, OC’s and etc.
Length: Chaptered

Warning: Ini adalah cerita yang saya buat murni dari pikiran saya. Cerita ini hanya fiktif belaka. kalau ada kesamaan tokoh, tempat, dan cerita itu merupakan bukan kesengajaan. Ghamsahamnida~ Bow

Happy Reading!

***

Previous Part:

Mata krystal lalu menangkap sesosok namja yang tak dikenalnya tengah berdiri agak jauh dari taman. Ia melihatnya tengah memperhatikan suzy dan myungsoo.

“Kau kenal namja itu?” Tanya krystal seraya mencolek jiyeon.

“Apa yang dilakukan namja itu huh?” Gumam jiyeon.

***PART 8***

Krystal menatap aneh namja yang nampak memperhatikan suzy dan myungsoo dengan seksama seraya menelpon seseorang.

“Kau tahu namja itu?” Tanya krystal sekali lagi karena jiyeon tak juga memberikan jawaban pada pertanyaan pertamanya tadi.

Jiyeon lantas menggeleng pelan.

“Gheurae?”

“Aku tak mengenalnya. Kheundae, aku curiga padanya”

“Cu..riga?” Tanyanya bingung. Namja itu lantas berlalu pergi setelah selesai menelpon seseorang.

“Seperti mata mata” gumam jiyeon. Krystal mengerutkan keningnya bingung. Ia lalu mengangkat bahunya tak peduli.

***

Namja tampan berambut blonde itu menyunggingkan senyumnya ke samping setelah mendengar kabar mengejutkan dari orang suruhannya. Ia lalu tertawa keras.

“Gwaenchana?” Tanya seorang namja berkulit agak gelap heran karena melihat temannya tertawa sendiri.

“Gwaenchana.. genyang.. aku sangat senang sekarang” balas namja berambut pirang itu seraya mengambil segelas air yang berada agak dekat dari tempat tidurnya.

“Waeyo?”

“Nan yeojachingu.. dia baik baik saja. Genyang, ada satu namja yang dekat dengannya. Mungkin dia kim myungsoo yang selama ini suzy katakan sebagai namjachingunya”

“Kim myungsoo? Suzy? Kau.. mengenal mereka? Jamkkemman jammkeman.. neo yeojachingu.. suzy? Bae suzy?” Tanya namja berkulit gelap itu shock. Namja berambut pirang itu mengangguk mantap.

“Aigoo! Kris-ah.. ternyata..” namja berkulit agak gelap itu mengepalkan tangannya geram. Tanpa melanjutkan ucapannya, ia lantas keluar dari ruangan serba putih itu. Bunyi hentakan pintu yang di tutup keras oleh namja itu membuat namja bernama kris itu tersentak.

“Ada apa dengannya huh?” Gumam kris tak mengerti.

Kris sudah dua hari yang lalu sembuh dari komanya setelah menjalani perawatan di rumah sakit yang berlokasi di Singapore.

Ia lantas menyuruh suruhannya untuk membuntuti suzy. Dan ternyata ia berhasil mendapatkan informasi bahwa suzy tengah mengalami gangguan mental otak akibat benturan yang cukup keras tempo hari. Kris tak bisa memaafkan dirinya sendiri kalau sampai suzy meninggal atas kecelakaan yang tak sengaja dilakukannya. Walaupun sekarang pun ia tak dapat memaafkan dirinya karena ulahnya, yeoja yang sangat dicintainya harus mengalami perubahan mental.

Dalam benaknya saat ini, ia harus membayar semuanya. Apapun caranya.

***

Myungsoo tiba tiba berhenti mendorong ayunan yang suzy naiki.

“Yak! Dorong lagi!” Protes suzy.

Myungsoo tak bergeming. Ia masih sibuk menunduk.

“Myung-ah!” Pekik suzy sembari mengerucutkan bibirnya kesal.

Jiyeon yang mengetahui sesuatu lantas berlari mengahampiri myungsoo.

“Myungsoo-ah..” panggil jiyeon takut. Krystal yang agak jauh dari mereka lantas ikut berlari menghampiri ketiga manusia itu.

“Mussheun irriya?” Tanya krystal bingung.

“Jiyeon-ah? Apa yang kau lakukan disini huh?” Mata namja itu lalu beralih kepada yeoja yang tengah duduk di ayunan sembari menatap myungsoo kesal.

“Suzy-ah..” myungsoo menjongkokkan badannya sembari berhadapan agar setara dengan suzy yang tengah terduduk.

“Kenapa kau berhenti mendorongku eoh?” Tanya suzy kesal. Baru saja ia ingin memukul myungsoo dengan boneka kelincinya namun dengan cepat myungsoo menahannnya.

“Apa.. yang terjadi denganmu eoh? Siapa yang melakukan ini eoh?!” Pancaran mata myungsoo menandakan bahwa ia sangat marah.

“Myungsoo-ah geumane! Jangan membentak suzy! Mentalnya sedang tidak baik! Kau seperti membentak anak kecil yang tak berdosa!” Cegat jiyeon.

Mata suzy berkaca kaca.

“Krys.tal! Dia nappeun!” Suzy lantas membuka cincin yang diberikan myungsoo tadi dan membuangnya kesembarang arah. Yeoja itu lalu berlari meninggalkan tempat itu. Krystal ikut menyusul suzy.

“Suzy-ah!” Panggil myungsoo frustasi.

“Yak! Myungsoo-ah!” Tahan jiyeon sebelum myungsoo berlari mengejar suzy.

“Wae?” Jawabnya lemah sembari berusaha melepaskan genggaman jiyeon.

“Kau harus memperlakukannya seperti anak kecil. Jangan perlakukan dia seperti yeoja dewasa, arra?”

Myungsoo tak menjawab apapun. Ia lantas berlari meninggalkan jiyeon di taman itu. Sendirian.

***

Aku sudah berada di seoul. Kau pulanglah sendiri

Kris tertawa pelan membaca deretan kata yang dibacanya dari nomor ponsel namja bernama Jong in. Sahabatnya.

Ia bingung atas sikap jong in setelah ia memberitahukan nama yeojachingunya kemarin. Namja itu mendadak menjauhinya.

“Yeoboseyo?”

“Yak! Ada apa denganmu eoh? Apa aku berbuat salah? Setidaknya kau pamit denganku secara langsung. Apa kau sebegitu sibuknya eoh?” Sembur kris melalui sambungan telepon tersebut.

“Ani. Aku hanya lelah menjagamu. Sekarang kau sudah sehat, jagalah dirimu sendiri” Ada nada ketus di jawaban jong in.

“Yak jong in-ah! Neo!” Bentak kris emosi.

“Kau bukan anak kecil lagi. Jangan terlalu manja” ucap jong in dengan penuh penekanan pada kata ‘manja’

“Jong in-ssi!” Kali ini kris berteriak.

Jong in hanya mendecak. Kris lantas membuang ponselnya emosi.

“Sahabat macam apa kau!” Bentaknya pada ponselnya yang beterainya nampak berhambur keluar dari body ponselnya.

***

Jong in berjalan pelan ke dalam gang menuju rumah suzy. Walaupun ada jalan lain yang dapat di lewati mobil, namun ia memilih jalan itu dengan berjalan kaki. Barangkali ia bisa bertemu dengan yeoja itu lagi. Yeoja yang telah ia nodai tanpa sengaja. Ia berniat membalas semua hutangnya pada yeoja itu.

“Eoddie?” Gumamnya. Ia tak melihat siapapun di sana. Ada desahan nafas kecewa yang terdengar dari bibir namja karismatik itu.

“Kim jong in? Urrimmani..” Sapa seseorang ketika jong in ingin melangkahkan kakinya menuju ujung gang tersebut.

Namja itu membalikkan badannya ke arah sumber suara itu.

“Myungsoo? Apa yang kau lakukan di sini huh?” Tanyanya bingung melihat myungsoo yang nampak tak seperti biasanya.

“Aku ingin ke rumah suzy” myungsoo lalu berjalan mendahului jong in.

“Tunggu!” Myungsoo sontak menghentikan langkahnya.

“Apa yang akan kau lakukan di rumah suzy huh? Ckk..” tanya jong in dengan nada ketus

“Bukan urusanmu” myungsoo lalu berjalan meninggalkan jong in yang mendecakkan lidahnya kesal.

“Aku masih ingat saat kau memukulku karena bae suzy. Aku juga ingat perkataanmu bahwa kau mengenal jiyeon” lagi lagi langkah myungsoo terhenti

“Aku baru baru ini bertemu dengannya setelah sekian lama. Di gang ini. Ia nampak sangat berbeda. Apa jangan jangan dia adalah yeojachingumu? Gheurae, suzy?” sambung jong in.

“Apa maksudmu eoh?” Myungsoo membalikkan badannya berhadapan dengan jong in.

“Mwo? Kau lupa? Ah! Atau kau berpura pura lupa. Apa obsesi sebenarmu terhadap suzy eoh?!” Bentak jong in di akhir kalimatnya.

“Aku tak mengenal jiyeon. Aku tak pernah menghajarmu karena suzy. Mungkin yang melakukannya adalah kepribadianku yang lain” ungkap myungsoo terang terangan.

“Yak gotjimmallagu!” Pekik jong in.

“Aku benar benar tidak pernah melakukannya” jawabnya datar.sekarang myungsoo benar benar meninggalkan jong in sendirian di gang itu.

“Kepribadian? Apa maksudnya eoh? Dasar namja aneh. Err pesaingku semakin banyak saja” gumam namja itu kesal.

***

“Ah! rupanya kau. Masuklah..” ucap krystal ketika melihat si pemencet bel adalah kim myungsoo.

“Aku hanya ingin menjenguk suzy. Kabarnya, dia sedang sakit mental yah?” Ucapnya formal. Krystal sempat melongo beberapa detik melihat sikap myungsoo yang normal.

‘Sepertinya ia tengah dalam kondisi normal’ batin krystal.

“Ne. Dia sedang tertidur di kamarnya” balasnya kaku

“Uh kau yang menjaganya sekarang huh?” Tanya myungsoo lagi.

Krystal mengangguk pelan.

“Mana orang tuanya?”

“Eommanya sedang tidur dan appanya sedang keluar. Kau ingin aku memanggil..”

“Aniya..” potong myungsoo kikuk. Pembicaraan yang sangat kaku. Pikirnya.

“Aku mau melihat suzy ne?” Krystal mengangguk lalu bergegas mengantarkan myungsoo ke dalam kamar suzy.

“Aku tinggal ne?” Ucap krystal parau setelah mengantar myungsoo ke tempat tersebut. Myungsoo lantas mengangguk pasti.

***

“Jiyeon-ah.. apakah kau sudah tak tinggal di rumah myungsoo lagi huh?” Tanya krystal melalui sambungan telepon.

“Ne. Kheundae, aku sering melihatnya bolak balik rumah sakit untuk melakukan terapis. Sepertinya kepribadiannya sudah agak terkendali” nada bicara jiyeon seperti kecewa.

“Gheurae, kau tak akan bisa berteman dengannya lagi?”

“Ne” ada suara isakan yang terdengar di telinga krystal.

“Gwaenchana?”

“Ne. Jangan khawatir..”

“Ne. Aku tutup ne?”

Tutt..

Krystal menghembuskan nafasnya berat.

‘Apakah myungsoo masih menyukaiku?’ Batinnya.

Tingtong!

Krystal langsung tersadar tatkala suara bel berbunyi lagi.

Kedua kaki krystal melangkah pelan menuju pintu berwarna cokelat keemasan itu.

Dibukanya gagang pintu tersebut.

Cklek!

Krystal tersentak. Ia seperti melihat hantu.

“Oppa?” Ucap krystal kaget karena ia tak mengangka akan melihat namja itu lagi. Mantan namjachingunya sewaktu SMA.

“Apa yang kau lakukan di sini huh?” Tanya namja itu bingung.

“Masuklah.. akan kujelaskan”

***

“Suzy-ah..” panggil myungsoo lembut sembari menatap wajah malaikat suzy saat menutup matanya damai.

“Dia masih tidur. Sebaiknya kau pulang saja” ucap krystal tiba tiba. Ia datang bersama jong in.

“Ne” balas myungsoo datar seraya beranjak dari tempat duduknya.

“Kenapa kau sangat menurut padaku?” tahan krystal cepat ketika myungsoo hampir saja keluar dari ambang pintu.

“Aku hanya tak ingin mengganggu ketentraman seseorang. Kalau kau merasa tak nyaman, maka aku akan pergi” jawabnya kaku

“Aku juga menyuruhmu menjaga suzy tempo hari, apa sekarang kau mencoba untuk menurutinya huh?” Nada krystal meninggi.

“Amadoyo..” singkatnya. Ia lalu melepaskan genggaman tangan krystal terhadapanya dengan hati hati.

Krystal mendecak. Ia lantas berlari menyusul myungsoo yang sudah berjalan menuju pintu utama rumah tersebut.

***

Namja berambut kecoklatan itu menatap intens yeoja yang tengah terlelap damai di hadapannya. Bulu mata lentiknya menyatu dengan kelopak matanya membuat wajahnya semakin menggemaskan.

Kim jong in lalu menduduki kursi yang baru saja myungsoo singgahi.

Matanya tak lepas memandangi yeoja cantik itu seraya mengusap pelan rambut kecoklatan yeoja tersebut.

“Na. Kris.. minho hyung.. myungsoo..” gumam jong in parau. Ia tengah menyebut nama namja yang tengah berada di pihak suzy. Menyukai suzy mungkin.

“Kau adalah yeoja yang..” badan suzy menggeliat seketika membuat jong in menghentikan gumamannya.

Mata yeoja itu terbuka perlahan demi perlahan.

Jong in mulai menghentikan kegiatan mengusap rambut suzy dan lantas memajukan wajahnya agar suzy melihat wajahnya dengan jelas.

“Nu..gu?” Tanya suzy polos dengan mata yang masih tak konsisten terbuka itu.

“Kau lupa? Kim jong in. Mantan krystal. Orang yang pernah menyatakan cintanya padamu. Orang yang pernah kau sukai sewaktu SMA. Cinta pertama seorang bae suzy” tutur jong in sambil terus mengembangkan senyuman tulusnya.

“Oh.. aku agak lupa” jong in tertawa pelan melihat tingkah kekanak kanakan suzy. Tangannya lalu mengusap gemas pucuk kepala suzy.

“Nan arrayo.. aku harap kau cepat sembuh..” suzy mengembangkan senyumannya.

“Nan jhoayo.. neo.. jeongmal jhoa..” ucap suzy kemudian.

“Jinjja? Gheurae, apa yang akan kita lakukan sekarang huh?”

“Aku ingin makan. Nan baeguppa..” suzy mengelus perutnya manja.

“Kkaja! Aku akan membuatkanmu makanan” suzy beranjak dari tempat tidurnya mengikuti arah jalan jong in. Ia lantas menyematkan tangannya di antara jari jari tangan jong in.

Jong in menatap genggaman itu dengan senyum yang terus tersungging.

“Nan jhoa..” ucap suzy sekali lagi seraya mengeluarkan eye smile andalannya.

***

“Namja nappeun! Apa yang kau lakukan di sini huh?” Ucap suzy marah ketika melihat namja yang di judge nya jahat karena telah membentaknya tempo hari.

Wajah myungsoo menampakkan ekspresi bingung.

“Kepribadianmu yang lain keluar saat kau bersama suzy kemarin gheuraegu kau tak sengaja membentaknya. Sebenarnya niatmu bukan membentak ghenyang kau cukup emosi dengan perubahan suzy. Sepertinya kau ingin menghajar seseorang dan itu membuat suzy takut” jelas krystal seraya berbisik.

“Mianhae, aku akan.. menghancurkan kedua kepribadian itu gheuraegu.. menjagamu sebagai myungsoo yang asli” ucap myungsoo kemudian. Dada krystal tiba tiba terasa sesak. Ia lantas memukulnya pelan tanpa harus ketahuan oleh semuanya.

“Aniya…gwaenchana.. aku lebih suka jong in oppa yang menjagaku. Aku sudah cerai denganmu. Cincinnya sudah kukembalikan bukan?” Suzy lantas memeluk lengan jong in sayang.

Tangan myungsoo mengepal. Entah mengapa hatinya seakan sakit melihat adegan yang bahkan sangat biasa itu.

“Ne. Aku pulang..” ucap myungsoo kemudian. Krystal hanya tertawa parau menyaksikan percakapan menyebalkan itu.

Suzy tersenyum penuh kemenangan. Sedangkan jong in merasa telah menyingkirkan satu pesaingnya. Hanya saja, ia merasa sedikit janggal dengan ucapan myungsoo tadi.

aku akan.. menghancurkan kedua kepribadian itu gheuraegu.. menjagamu sebagai myungsoo yang asli

Kata kata itu terngiang ngiang dibenak jong in.

‘Apa namja itu punya kepribadian ganda. Pertama, aku melihatnya sebagai namja yang sangat ambisius sejak SMA. Sekarang ia nampak seperti namja yang biasa’ tebaknya dalam hati.

***

“Gheurae, kau menyukai suzy eoh? Sejak kapan?” Desak krystal ketika melihat jong in tengah asyik dengan bahan bahan makanannya di dapur. Suzy nampak menunggu dengan sabar di ruang tv sembari menyaksikan acara kartun. Sesekali ia tertawa besar.

Eommanya sudah mempercayakan krystal untuk menjaga putri semata wayangnya karena ia tahu seluk beluk krystal. Ia juga mengetahui kondisi krystal saat ini dan tentu saja ia sangat prihatin. Ia berniat menjodohkan krystal dengan salah satu anak rekannya agar krystal tak cemas lagi akan kelahiran anaknya dan cemooan orang orang.

“Sejak pertama kali ia menginjakkan kakinya di SMA dulu. Kau ingat, aku adalah pembina MOS nya dulu” jong in tertawa pelan.

“Yak jadi kau berpacaran denganku disaat kau masih menyukai suzy eoh?!” Bentak krystal tak terima.

“Ne. Sampai sekarang” ucapnya sembari sibuk berkutat dengan panci dan wajannya. Suara hentakan alumunium dan aroma masakan menjadi satu di dapur itu.

“Ckk.. kenapa semua namja yang awalnya mendekatiku malah suka semua pada suzy eoh?” Rutuknya kesal

“Mungkin saja motif kalian mendekatiku karena suzy” gumam krystal namun dapat didengar jelas oleh jong in.

“Siapa saja namja itu?” Jong in nampak memancing krystal. Ia agak penasaran dengan namja namja itu.

“Kenapa kau ingin mengetahuinya eoh?” Tanyanya balik dengan wajah kesal. Ia muak.

“Apa nama kris ada dalam daftar?” Tanya jong in lagi.

“Kris? Kau mengenal kris huh?” Kening krystal mengerut sempurna

“Ne. Dia adalah sahabatku. Tadinya..” jong in tertawa renyah.

“Tadinya? Mussheun irriya?” Krystal mulai takut.

“Dia mendahului startku. Dia memacari yeoja yang kucintai walaupun ia tak mengetahuinya, kheundae aku tak bisa menerimanya”

“Yak apa maksudmu eoh?!” Oktaf krystal makin meninggi.

“Dia tengah berpacaran dengan bae suzy” jelas jong in yang membuat mata krystal membulat.

“Mwo?! Suzy?!” Pekiknya tak percaya.

“Gheurae, waeyo? Apa ada yang salah huh?” Jong mematikan kompornya. Nampaknya makanannya sudah matang.

“Suzy.. suzy.. suzy.. suzy..” gumam krystal. Matanya memancarkan aura yang tak mengenakkan. Ia marah. Entah pada siapa.

“Bap mogo. Aku akan menghidangkan ini. Bantu aku ne?” Krystal malah menatap mata jong in tajam.

“Semua namja..” ucap krystal penuh penekanan.

“WAEYO? WAE?” teriak krystal membabi buta. Makanan yang baru saja jong in taruh di dalam wadah di buangnya begitu saja.

“Yak krystal-ah sadarlah!” Jong in mengguncangkan tubuh krystal.

Eomma suzy yang terbangun mendengar bunyi bising di dapur lantas terbelalak ketika melihat makanan berhamburan di lantai.

“Mussheun irriya?!” Tanya eomma suzy shock.

Suzy lalu muncul di samping eommanya panik.

“Krystal. Gwaenchana? Jong in. Gwaenchana? Eomma. Gwaenchana?” Tanyanya polos.

Mata krystal basah. Ia lantas tertawa seperti orang gila.

“Suzy-ah.. aku sangat menyesal pernah mengenalmu..” gumam krystal pelan. Sangat pelan. Ia lalu berlari menerobos suzy dan nyonya bae menuju kamarnya.

Ekspresi suzy nampak sangat bingung. Jong in lalu menghampiri suzy dan memeluknya erat tanpa sungkan setelah eomma suzy berlalu dari dapur tersebut berniat menyusul krystal.

“Oppa.. krystal.. gwaenchana?”

Jong in mengusap pelan punggung suzy seraya mengangguk.

“Aku.. sayang krystal..” ucap suzy kemudian. Ia menatap lirih makanan yang sudah susah payah jong in buat.

***

“Gwaenchanayo?” Tanya eomma suzy setelah melihat krystal nampak menenggelamkan kepalanya di antara bantal.

Ada suara isakan yang terdengar oleh gendang telinga eomma suzy.

“Jwosunghamnida ahjumma..” ucap krystal pelan tanpa berniat untuk memperlihatkan wajahnya yang basah karena airmata.

Eomma suzy lantas menghampiri krystal dan mengusap rambutnya lembut.

“Gwaenchana.. sebaiknya kau tenangkan dirimu dulu. Ahjumma tinggal ne?” Krystal mengangguk pelan.

Wanita parubaya itu lalu bergegas meninggalkan kamar ber cat putih gading itu.

“Eotthokhae?” Gumamnya seraya terisak.

“Eotthokhae?”

“Eotthokhae?”

‘Ternyata kris juga menyukai suzy. Aku pikir ia menikahiku karena perasaannya mulai tumbuh walaupun awalnya ia malah berniat menceraikanku setelah anaknya lahir kheundae, itu bisa saja dibatalkan jika perasaan kris semakin dalam padaku. Kheundae, ternyata kris juga menyukai suzy. Gheurae, semuanya hanyalah harapan kosong..’ batinnya. Ia merasa amat sangat sakit.

Ia masih bisa memaafkan suzy saat kasus minho tempo hari. Haruskah ia membenci suzy lagi hanya karena namja. Lagi?

Yang bahkan bukan kesalahan suzy. Tetapi, krystal merasa bahwa kondisinya sekarang sudah berbeda. Dulu ia masih bisa bernafas lega karena dia belum menanggung beban memalukan. Sekarang, seperti yoyo yang naik turun. Begitulah kehidupan krystal. Menyedihkan.

***

Myungsoo berjalan santai di sepanjang koridor rumah sakit. Matanya menatap lurus ke depan. Bibirnya tersungging kesamping.

“Bagus sekali! Perkembangan terapis yang kau lakukan. Banyak perkembangan. Beberapa tahap lagi maka kepribadianmu itu sudah dapat dikendalikan” ujar pria botak yang tak lain adalah dokter dari ahli terapis myungsoo.

Langkah myungsoo tiba tiba terhenti tatkala melihat yeoja tak asing baru saja keluar dari ruang terapis bersama seorang wanita parubaya dengan anggunnya. Wajahnya terlihat berseri seri.

Ia sebenarnya sangat ingin menemui yeoja itu, namun diurungkannya ketika melihat yeoja lain keluar dari ruangan itu dengan wajah suntuk.

Myungsoo membalikkan jalannya.

“Myungsoo!” Panggil yeoja berwajah suntuk tadi. Raut wajah yeoja itu seketika berubah ceria.

Langkah myungsoo sontak terhenti. Ia memutar tubuhnya seraya menyunggingkan senyum palsunya.

“Wae?”

“Kkaja! Aku ingin mengajakmu minum. Sampai mabuk” ajak krystal sembari menarik tangan myungsoo. Myungsoo agak keberatan dengan ajakan krystal namun apa boleh buat.

Ia sempat melihat suzy menatap tajam ke arahnya.

‘Apakah dia sudah sembuh?’ Tanyanya membatin.

***

“Kenapa kau tak menjaga suzy dan kau malah mengajakku minum eoh?” Tanya myungsoo sembari memperhatikan krystal yang tengah menuangkan soju ke dalam gelas mini itu.

“Dia sudah dalam tahap pemulihan. Sepertinya dia sudah tak membutuhkanku” Jawabnya asal.

“Gheurae, dia belum sembuh benar?” Krystal mengangguk sambil menuangkan soju itu ke dalam gelas myungsoo.

“Gheumane” myungsoo menahan tangan krystal saat ia ingin meminum soju itu lagi. Itu sudah botol ke lima. Wajah krystal nampak sudah memerah dengan mata sayunya menandakan ia sudah sangat mabuk.

“Aniya!” Krystal menghempaskan tangan myungsoo kasar.

“Gheumane!” Myungsoo merampas gelas itu lalu membuangnya kasar menciptakan bunyi bising yang cukup membuat sang pemilik kedai memunculkan wajah garangnya.

Krystal terperangah sejenak lalu kemudian tertawa garing.

Tawanya seketika hilang.

“Neo arra.. hidupku saat ini sedang berada diujung tanduk” gumamnya. Ia mulai berbicara ngawur.

“Hal yang aku inginkan saat ini adalah.. mati” ucapnya lirih. Airmatanya tumpah saat itu juga dan sesekali mengahapusnya kasar. Myungsoo hanya dapat terdiam mendengar gumaman gumaman krystal.

“Aku merasa hidupku sudah tak berguna..”

“Gheumane..” tahan myungsoo.

“Tak ada namja yang mencintaiku dengan tulus. Opso..” krystal lagi lagi menyeka airmatanya yang semakin membanjiri kelopak matanya. Ia tak peduli dengan larangan myungsoo tadi.

“Masa kejayaan krystal sudah habis..” gumamnya lagi.

“Aku.. ingin mati saja” krystal tertawa parau mengucapkan kalimat terakhir itu.

“Gheumane!” Pekik myungsoo tak tahan.

“Neo.. kau ingin menikahiku huh?” Ucap krystal kemudian. Ia membelai wajah myungsoo pelan seraya tersenyum sendu.

“Bagaimana dengan kris?”

“Lupakan.. lupakan namja berengsek itu..” krystal menghentikan aksinya. Ia lalu beranjak dari kursinya dan memulai berjalan, walaupun dengan sempoyongan.

Myungsoo buru buru membayar bill minumannya lalu bergegas menyusul krystal.

Myungsoo berjalan dibelakang krystal. Tiba tiba muncul rasa iba di benaknya. Haruskah ia membantu krystal?

***

Kris tertawa pelan setelah mendengar kabar dari pesuruhnya.

“Bae suzy sudah nampak mengalami perubahan yang mengesankan. Terapisnya berhasil. Tinggal pemulihan sedikit lagi” ujar si pesuruh kris dengan bahasa formal.

“Aku akan kembali setelah kau sembuh..” gumamnya seraya menghempaskan tubuhnya di kasur tersebut. Senyumnya tak hentinya mengembang.

“Ahh.. bogosippo..”

***

“Saengil chukkae hamnida!” Pekik minho sambil membawa sekotak kue tart yang bertuliskan nama suzy di atasnya.

Suzy tersenyum. Hanya tersenyum memandangi kue itu.

“Tiup” ucap minho kemudian.

Suzy lantas meniup lilin itu dengan sekuat tenaganya.

“Krystal eoddie?” Tanya suzy dengan masih posisi di atas kursi roda. Hari ini ia harus melakukan terapi lagi setelah seminggu yang lalu melakukan terapi. Ia merasa seperti kehilangan seseorang. Krystal tak pernah lagi menemuinya pasca terapis minggu lalu. Myungsoo juga tak pernah dilihatnya. Hanya jong in dan minho yang sering menemuinya.

“Dia..” minho tak sanggup melanjutkan ucapannya.

“Eoddiya?” Suzy mulai takut.

“Dia..” suzy nampak harap harap cemas menanti ucapan minho.

“Dia sudah menikah” mata suzy membulat sempurna. Tersungging sebuah senyuman di bibir mungilnya.

“Chukkae.. apakah kris sudah pulang dari pengobatannya?” Tanya suzy kemudian. Perasaannya amat sangat senang mendengat kabar membahagiakan itu namun juga sedih karena ia merasa tak dianggap karena tak diundang dalam pernikahan sahabatnya itu.

Minho menggeleng.

“Lalu? Kenapa krystal tak mengundangku ke pestanya huh?” Tanya suzy heran. Jantungnya tak terkontrol lagi. Ia takut sekarang.

“Dia menikah dengan kim myungsoo gheuraegu dia tak mau kau melihat pernikahannya. Dia takut jadi tak tega padamu” tuturnya susah payah. Walaupun dalam hatinya ia amat sangat senang karena telah menyingkirkan satu pesaing terbesarnya.

Air mata suzy sukses lolos dari pelupuk matanya. Ia memukul.pelan dadanya.

“Uh..” desahnya pelan. Air matanya membanjiri wajah ayunya sekarang. Dadanya sangat sakit.

Hal terburuk itu ternyata terjadi juga. Kim myungsoo. Ia tak selamanya menjadi kim myungsoo yang misterius. Ada saatnya ia menjadi normal. Dan ia sangat takut akan perubahan itu.

“Jadi itu alasannya dia tak pernah menemuiku seminggu ini huh?” Tanya suzy parau. Ia berusaha tegar namun dalam hati kecilnya, ia tak bisa. Ia sudah jatuh hati kepada namja itu.

“Mungkin..” jawab minho tak tega. Ia ingin menghapus airmata itu namun ia ragu. Ia takut suzy menolaknya jadi sebaiknya ia memberikan privasi dulu kepada yeoja terkasihnya itu.

Suzy tertawa renyah. Ia seakan memaksakan diri untuk tertawa.

“Kau sangat bahagia mendengar kabar ini?” Tanya minho ragu.

“Itu adalah… kado terindah.. sepanjang hidup seorang bae suzy.. melihat sahabatnya bahagia.. itu sudah cukup..” tawa suzy seakan tak natural dengan kehadiran airmata yang bagaikan tsunami itu. Ia lantas terisak sembari menutup wajahnya. Ia tak kuat. Ia hanya ingin menangis terus hari ini.

Minho lalu menarik suzy ke dalam pelukannya. Ia mencoba mengusap punggung suzy pelan.

“Kita akan menemuinya besok setelah terapis pemulihanmu selesai ne?” Ucap minho kemudian. Suzy mengangguk lemah. Ia masih menangis dan menangis.

***

Namja tampan itu berjalan mencari mobil van yang telah menunggunya di depan bandara incheon airport. Fisiknya sudah nampak sangat sehat. Bibirnya lalu tersungging seulas senyuman ketika melihat foto yeoja yang nampak sudah sehat itu.

Senyumannya seakan tak putus tatkala baru saja mendengar kabar bahwa suzy tengah berangkat menuju apartement milik krystal dan myungsoo. Sepasang pengantin baru.

Ia rasanya ingin tertawa sepuas puasnya karena telah mendengar kabar sangat membahagiakan itu. Bahkan orang yang hampir mati saja akan menyunggingkan senyumannya di saat terakhir ketika mendengar berita yang cukup mengejutkan itu.

“Ke apartement dongyeon” si sopir hanya mengangguk pasti.

Kris menghela nafasnya lega.

“Suzy..” gumamnya.

***

Mata yeoja itu sembab. Kamarnya bagaikan kapal pecah korban kecelakaan pesawat.

Ia tertidur asal dikasurnya dengan tissu yang memenuhi sudut kamarnya.

Foto bersama seorang namja berpakaian hitam di hamburnya begitu saja di lantai putih porselen itu.

Baru lima hari yang lalu ia menghadiri pernikahan temannya myungsoo. Walaupun myungsoo sempat tak mengenalinya dan dengan penjelasan krystal, myungsoo seakan paham dengan teman dari kepribadian misteriusnya itu.

Walaupun dari raut wajah yeoja bernama jiyeon itu berseri seri melihat ijab kabul itu, namun hatinya sangat miris. Sakit.

Hingga saat ini ia masih saja menangis, dan sekarang ia sudah berniat melupakan namja itu. Ia sudah sangat bersyukur karena namja itu sudah bisa mengenalinya di kepribadian normalnya.

***

Suzy menarik nafas panjangnya ketika langkahnya sudah hampir sampai di apartement berlabel 326 itu. Ditangannya kini ia memegang sekotak kado yang cukup besar. Ia baru saja berbelanja hadiah di toko dan langsung membungkusnya di sana. Di dalamnya tersemat sepucuk surat berwarna pink sebagai tanda ucapan untuk sepasang pengantin baru dan yang membuatnya adalah minho.

“Suzy-ah! Tunggu!” Panggilan seorang namja membuat aksi suzy untuk memencet bel seketika terhenti. Ia lantas menoleh ke arah namja tersebut.

“Kris?” Gumam suzy dan minho secara hampir bersamaan.

Kris berlari tergopoh gopoh menuju suzy sambil mengembangkan senyumannya. Ia juga tengah menenteng sebuah kotak kado yang cukup besar.

“Urrimmani..” ucap kris dengan nafas yang masih memburu. Minho membuang wajahnya kesal.

“Ne. Urrimmani.. ”

“Gwaenchana?”

“Semuanya terjadi karena kau kan?” Ucap suzy lemah.

“Gwaen..chana?” Wajah kris berubah sendu.

“Aniya. Nan appo..” jawab suzy jujur. Terlihat ia tengah menahan tangisnya.

“Mianhae.. aku.. tak menepati janjiku untuk menikahi krystal.. mianhae..” kris berusaha menyentuh wajah suzy namun yeoja itu menepisnya cepat.

“Kita putus..” ucap suzy kemudian. Minho yang merasa dikacangi lantas memencet bel itu asal.

Pintu itu terbuka. Seseorang muncul dengan ekspresi kaget. Ia melihat kris tengah mencium suzy. Dan dengan pasrahnya suzy malah tak menolaknya. Ciuman perpisahan mungkin.

“Suzy?!” Pekik myungsoo tak percaya.

Deg! Sakit. Itu yang myungsoo rasakan saat melihat adegan itu.

Minho pun tak sadar bahwa mereka tengah berciuman. Ia lantas menarik kerah baju kris dan memukul wajahnya brutal.

Suzy tersadar. Ia kembali ke alam nyata. Dilihatnya myungsoo yang berdiri mematung sambil memandanginya marah. Ia lantas menyunggingkan sebelah bibirnya.

“Satu sama..” ucap suzy pelan. Matanya lalu menangkap kedua namja bersaudara sepupu itu tengah saling memukul satu sama lain.

“GHEUMANE!” teriak suzy kemudian sembari memisahkan para namja itu.

Krystal tiba tiba muncul dari balik pintu. Wajahnya seketika murung.

“YAK GHEUMANE!” Kali ini krystal yang berteriak. Ia mendorong suzy yang sedang berusaha memisahkan para namja itu dan menggantikannya dengan dirinya. Suzy mendecakkan lidahnya kesal.

Namja itu sontak menghentikan aksi brutalnya. Ada darah di kedua sudut bibir namja itu. Wajah mereka juga bengkak.

“Yak! Apa kalian bodoh huh?! Apa alasan kalian berkelahi di sini huh?!” Pekik krystal tak percaya.

Tak ada yang menjawab.

“Oh.. apa karena yeoja ini lagi, huh?” Krystal menunjuk tepat ke arah suzy dengan ekspresi jengah. Mata suzy sukses membulat.

“Kenapa kalian tak pernah jera huh?!”

Semua terdiam. Myungsoo yang seakan punya kesempatan lalu menarik suzy dari tempat itu menuju ke tempat yang sepi.

“Yak berhentilah berkelahi seperti namja bodoh hanya karena seorang yeoja yang bahkan tak pernah mencintai kalian!” Kedua mata namja itu sontak menatap tajam krystal.

“Sejujurnya.. aku sangat ingin menjadi seperti suzy. Kheundae, aku tak boleh begitu kan? Aku seharusnya mensyukuri apa yang telah Tuhan berikan padaku. Walaupun sangat menyakitkan menjadi seorang krystal” krystal mengambil nafas panjang.

“Tidak dicintai dengan tulus.. hanya dipermainkan..  hamil di luar nikah.. eommaku bahkan memukulku dengan brutal saat ia mengetahui semuanya. Kheundae, sekarang ia sudah cukup tenang..” ungkap krystal. Airmatanya tak terbendung lagi.

“Jebal.. kalian adalah saudara.. haruskah kalian bertengkar hanya karena satu yeoja? Huh?”

“Aku sempat membenci yeoja itu. Kheundae, aku berpikir semua itu bukan salahnya. Lalu aku harus berbuat apa eoh?”

“Sekarang, rasanya aku sangat takut bertemu yeoja itu.. takut..”

“Yak! Seharusnya kau berterima kasih padanya! Aku mau menikahimu karena ia memaksaku dengan syarat. Dia harus menuruti keinginanku dan dia harus menjadi yeojachingu ku setelah kita bercerai nantinya. Kheundae, sepertinya Tuhan punya rencana lain. Apa rencana Tuhan selanjutnya huh?” Sergah kris tiba tiba. Ia cukup muak dengan judge krystal terhadap suzy.

Krystal lantas menutup mulutnya tak percaya.

“Su..zy..” nafasnya tercekat.

“Ia melakukan apa saja agar kau tak terluka dan hasilnya.. malah dia yang terluka..” sambung kris. Ia lalu menoleh ke samping kanan dan kiri. Ia tak melihat suzy di sana. Hanya dua buah kotak kado yang tergeletak di ubin itu.

“Suzy dan myungsoo eoddie?”

***

Myungsoo menghempaskan tubuh suzy ke dinding itu. Tak ada siapapun di sana. Hanya ada mereka.

“Yak!” Pekik suzy tak terima. Myungsoo membelai wajah suzy seraya menatap kedua matanya dalam.

Ia lantas memiringkan kepalanya dan mulai mendekatkan wajahnya ke wajah suzy.

Bibir mereka menyatu. Myungsoo lantas melumat kasar bibir suzy namun suzy dengan segala tenaganya malah mendorong myungsoo hingga terhuyung ke belakang.

“YAK IGE MWOYA?!” pekik suzy.

Nafas myungsoo naik turun.

“Neo arra.. nan jeongmal.. bogosippo..” ucap myungsoo kemudian.

Mata suzy membulat.

“Kau..”

“Aku myungsoo yang normal” sela myungsoo cepat seakan tahu maksud suzy.

“Gheurae.. kenapa kau..”

“Nan..dangsineul.. saranghaeo.. bae suzy..” ucap myungsoo tulus.

Suzy lantas tertawa renyah.

“Lalu? Kenapa kau malah menikahi krystal eoh?!” Pekik suzy dengan sekuat tenaga.

“Aku tak tega padanya. Dia berniat bunuh diri.. kheundae, aku belum menyentuhnya sedikit pun”

Suzy lagi lagi tertawa aneh.

“Lalu, kau mau apa eoh?” Ucap suzy lemah.

***TBC***

Annyeong readers! RCL ne? Sorry for all mistakes in this ff.

😀

Posted from WordPress for Android

165 thoughts on “FF Three Personality Types PART 8

  1. Sekarang Suzy dan Myungsoo ya , syukurlah ..

    Myungsoo sekarang udah nikah sama Krystal pdhl dia mencintai Suzy . Karena iba ?? Apakah tidak ada cara lain selain menikahi Krystal ?? Huuhf
    Sekarang yg tersakiti bukan cuman Krystal , tpi semua’y .. Dan itu semua penyebab’y adalah cinta .. Huuhf

  2. lah myungsoo kasian sama krystal, tapi nggak pake nikahin juga kali. nah klo udah gini gimana coba ?
    kan susah di semuanya

  3. Lah…kok myungsoo nikahin krystal…trus nyataiin suka sama suzy….esishhhh…tapi itu myungsoo yg normal kan..akhirnya e kepribadian myungsoo bener2 suka sama suzy…yehayyyy

  4. Kenapa myung malah nikahin krystal? Isshh agak gk rela sih, tp toh myung cintanya ama suzy kkkk. Penasaran bgt ama endingnyaaa, myungzy bakalan bersatu kah? Semogaaaaaa. Oya thor minta pw part endingnya ya ini email aku Lsafitri30@gmail.com🙂

  5. yaa, myungppa nikah??
    kasian suzyeonni..
    penasaran ama endingnya.

    mnta passwordnya dong author, kirim lewat fb aja ya. aku juga uda mnta lewat fb. gomawo

  6. haduh makkk kok makin runyam ya…
    kalo aku jadi krystal… aku mungkin… berpikiran sama.. bunuh diri? tapi atau mungkin mengasingkan diri di belahan dunia lain dan hidup tenang.. tanpa haus cinta. karna semua brengsek😀

  7. semua makin runyam n rumit hanya karna cinta??? *sorakin si cinta* ehhhh,,,
    wuaaa😥 myung malah nikah sama krystal *lap ingus di pojokan*
    cinta itu kn ngga bisa di paksakan n ngga bisa di tebak mau di tujukan untuk siapa.. so krystal ngga seharusnya benci sama suzy..
    *walah ngomong apa aku ni*
    kabur ah thor😀

Tinggalkan Balasan Anda, Dear

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s