FF JAIL PART 2

image

Title: JAIL
Author: @vhyra_pabbo
Genre: Romance, drama, family, friendship, mystery (maybe), etc.
Main Cast: Bae Suzy, Kim Myungsoo, Choi Minho
Sub Cast: Krystal jung, Lee Jieun, Park Jiyeon, Kim sunggyu, Yang Yoseob,ย OC’s and etc (SubCast dapat berubah sewaktu-waktu)
Length: Chaptered

Warning: Ini adalah cerita yang saya buat murni dari pikiran saya. Cerita ini hanya fiktif belaka. kalau ada kesamaan tokoh, tempat, dan cerita itu merupakan bukan kesengajaan. Ghamsahamnida~ Bow

Happy Reading!

***

Previous Part:

“Ayo kuantar pulang. Nampaknya kau tak bisa menyetir” tawar yeoja itu. Namja yang sudah teler itu hanya dapat pasrah.

“Kkaja”

***PART 2***

Suzy termenung dengan posisi menyandar di dinding sel penjara yang ia tapaki. Padahal jam sudah menunjukkan pukul tiga pagi. Pikirannya penuh dengan kejadian kejadian sebelum ia berada di balik jeruji besi itu sehingga matanya tak juga menunjukkan gejala ngantuknya.

Ia lalu melirik jieun yang nampak pulas dengan mimpinya. Ia mengulum senyum tulus. Entah mengapa sekarang ia malah menyukai yeoja itu. Karena kehidupannya menjadi serasa hidup. Karena kebawelan yeoja itulah membuatnya tak bosan hidup mendekam di penjara itu. Ia juga merasa seperti mendapatkan seorang teman yang tulus.

Senyumannya seketika meredup. Ia kembali mengingat sesuatu.

“Eomma!” Pekik suzy tak kuasa menahan keterkejutannya. Ia melihat eommanya terkulai lemah di atas ubin yang dingin itu dengan tubuh penuh darah.

“Eomma..” lirih suzy. Ia tak mampu berteriak lagi. Batin dan fisiknya goyah. Ditatapnya wajah ayu wanita parubaya itu sekali lagi. Nampak wanita itu sudah menutup matanya. Suzy lalu ambruk ke lantai. Ternyata ia tak sekuat yang orang orang pikirkan.

“Eomma..” suzy menenggelamkan wajahnya di atas lututnya sambil terisak pelan. Jieun terlihat menggeliat karena merasa terganggu oleh isakan suzy. Namun suzy tak peduli dan tetap melanjutkan luapan perasaannya.

Wanita itu yang selalu mencegah suzy melakukan percobaan bunuh diri. Setelah eommanya tiada, suzy masih giat melakukan percobaan bunuh diri. Namun hadir seseorang lain yang mencegahnya melakukan aksi keji tersebut. Suzy belum ditakdirkan mati untuk sekarang. Walaupun ia sangat membenci hidupnya.

Sikapnya selama ini adalah bentuk pemberontakan. Tetapi semua hanyalah sia sia.

“Suzy-ssi.. ahh ani. suzy-ah..” panggil seseorang dengan suara yang sangat pelan. Suzy terlonjak dari posisinya. Ia sontak menghapus kasar airmatanya yang masih mengalir. Ia bersiap siap membaringkan badannya namun suara seseorang yang memanggilnya tadi mulai terdengar lagi.

Suzy lalu membatalkan niatnya dan segera menoleh ke arah sumber suara itu.

“Ayo ikut aku” ajak orang itu. Suzy nampak ragu menerimanya. Namja itu lalu membuka kunci jeruji dengan hati hati.

“Yak.. ikut aku suzy-ah..” desaknya. Suzy masih terdiam di tempat dengan ekspresi bingungnya. Namja yang terlihat tak sabar itu lantas masuk dan langsung menarik suzy untuk mengikutinya. Suzy tak memberontak. Ia sepertinya penasaran dengan sesuatu yang akan namja itu tunjukkan padanya.

‘Apakah dia mencoba membawaku kabur eoh?’ Batin suzy seraya berjalan mengikuti tarikan namja itu.

***

Suzy menatap kagum pemandangan yang terhampar dihadapannya. Sebuah taman bunga mawar terpajang bebas di tempat tersebut.

“Aku tak tahu akan ada yang seperti ini di penjara” ucap suzy yang masih menatap kagum hamparan bunga bunga itu.

“Ini tersembunyi dan yang membuatnya adalah seseorang yang pernah berada di sini” jelas namja itu. Ia lalu menarik suzy untuk duduk di bangku yang tersedia di taman itu.

“Kim.myungsoo” ucap suzy seraya membaca papan nama namja yang masih mengenakan seragam sipir itu. Namja yang dipanggil kim myungsoo itu sontak tertawa pelan menanggapi ucapan suzy.

“Apa tujuanmu memperlihatkan taman ini eoh?” Tanya suzy curiga.

“Hanya ingin membuatmu nyaman di penjara ini sampai dua tahun yang akan datang” jawabnya sambil memandang jauh ke arah bunga bunga itu.

“Waeyo?”

“Karena sudah tugasku”

“Kau mengenalku eoh?” Suzy makin penasaran dengan namja itu.

“Ne” singkatnya tanpa menatap wajah suzy.

“Sampai sejauh mana?” Tantang suzy lagi. Suzy masih menatap namja di sampingnya itu. Sedangkan myungsoo masih melemparkan pandangannya pada bunga bunga itu.

“Semuanya”

“Ckk.. sebutkan semuanya” decak suzy.

“Namamu bae suzy. Anak dari bae sung moon dan kim hana. Eommamu meninggal karena dibunuh. Appamu..”

“Gheumane!” Sanggah suzy cepat. Myungsoo sontak tertawa pelan.

“Apakah kau tahu siapa yang membunuh eommaku eoh?” Tanya suzy sambil menatap namja di sampingnya tajam. Myungsoo tertawa pelan lagi.

“Wae? Kenapa kau memotong ucapanku eoh? Tadinya aku ingin mengatakan semuanya” Tantang myungsoo. Kali ini matanya menatap wajah suzy lekat. Suzy terdiam cukup lama.

“Aku.. tak tahu siapa kau. Aku bahkan baru mengetahui namamu beberapa menit yang lalu. Kheundae, kenapa bisa kau begitu tahu banyak tentangku eoh?” Suzy mulai membuka suara.

“Apakah semuanya harus kukatakan tanpa jeda?” Myungsoo balik bertanya membuat suzy tertegun.

“Cukup! Aku tak mau mendengar apapun lagi. Aku mau hidup nyaman di sini tanpa beban apapun. Oh ya.. Aku berhutang padamu. Gomawo sudah menunjukkan ini. Kim myungsoo. Kita akan berurusan nanti setelah aku keluar. Aku akan membayarmu impas” suzy beranjak dari bangku itu dan mulai melangkah meninggalkan myungsoo namun dengan sigap myungsoo mencegatnya.

“Aku memegang kunci sel mu. Apakah kau mau masuk atau malah kabur huh?” Cegat myungsoo. Suzy memutar bola matanya kesal.

“Ayo antar aku ke sel ku kembali. Tuan pemegang kunci” cibir suzy yang dibalas myungsoo dengan senyuman khasnya.

***

Yeoja berpakaian rapi ala kantoran itu berjalan pelan menuju kamar seseorang dengan ekspresi cemas.

“Apa yang kau lakukan di sini? Kenapa kau tak berangkat kerja?” Tanya namja yang tengah berbaring di kasur itu lemah.

“Aku dengar dari bibi Lee bahwa kau muntah pagi ini? Gwaenchana?” Yeoja itu mencoba menyentuh kening namja tersebut namun ditepisnya pelan.

“Gwaenchana.. kau berangkatlah. Nanti bos killer mu itu memarahimu”

“Ah.. ne. Aku hanya ingin menyuruhmu lagi untuk segera menemui suzy. Walaupun dia tak mau menemuiku, kita berdua akan menjenguknya nanti gheuragu, kau jangan terlalu banyak minum, arra?” pesan yeoja itu. Namja itu terdiam.

“Kau harus mencobanya minho-ah..” ucap yeoja itu lagi sembari menepuk bahu namja itu. Namun namja bernama minho itu masih juga tak bergeming.

“Nan kkayo” yeoja itu berjalan meninggalkan kamar minho. Perlahan demi perlahan suara hentakan highheels yeoja itu terdengar sayup sayup lalu menghilang.

“OPPA! JIYEON!” Teriak suzy ketika melihat seorang yeoja tengah tersentak ke tepi ranjang dengan tubuh tertutup selimut.

“Suzy-ah.. ini tak seperti yang kau..”

“Mwo?! Apakah semua ini tak cukup menjelaskan semuanya huh?!” Sela suzy. Ia lalu berjalan cepat ke arah jiyeon dan langsung menjambak rambutnya brutal. Minho langsung menarik suzy dan memeluknya.

“Lepaskan brengsek!” Bentak suzy seraya memukul namja itu brutal.

Jiyeon menatap suzy takut.

“Mi..mi..mian suzy-ah.. mianhae..” ucap jiyeon dengan airmata yang mengalir begitu saja.

“Aku sudah menyukai minho oppa sudah 10 tahun dan kau yang bahkan baru mengenalnya langsung merebutnya dariku” ungkap jiyeon disela isakannya.

“Wanita jalang! Sahabat macam apa kau ini!” Suzy tak peduli dengan penuturan jiyeon dan malah mengatainya secara membabi buta. Hampir saja tangannya menjajaki wajah jiyeon kalau saja minho tak mencegahnya.

“Mianhae.. aku mencintai oppa..”

Suzy terlihat geram lalu melepaskan genggaman minho dan berlari menghampiri yeoja itu.

Plakkk!

“Wanita murahan!” Pekik suzy.

Minho lalu menarik suzy keluar dari kamar itu.

“Wanita murahan!” Teriak suzy sebelum ia keluar dari ruangan itu.

Jiyeon makin mengeraskan tangisannya.

Minho memegang kedua bahu suzy dan menatap kedua bola mata suzy intens.

“Dengar! Aku diancam suzy-ah.. dan kau tahu.. jiyeon sudah sangat banyak membantuku. Aku tak tega..”

Plakkk!

“Aku tak peduli” ucap suzy tajam. Minho langsung mendekap suzy.

Suzy menangis.ย  Airmata yang tadi ditahannya seketika tumpah ruah. Ia tak melepaskan pelukan itu. Sepertinya ia butuh dorongan sekarang.

“Waeyo? Kenapa kedua sahabatku malah melakukan hal ini padaku eoh?” Ucap suzy disela isakannya yang makin mengeras.

Myungsoo tak memberikan jawaban. Hanya mencoba menenangkan suzy dengan menepuk pelan punggungnya.

“Waeyo? Kenapa aku tak juga menyusul eomma eoh? Kenapa selalu gagal eoh?” Tangisnya.

“Gheumane.. jangan pernah mengatakan itu lagi..”

***

“Suzy-ah.. jiyeon.. meninggal..” ungkap minho dengan nafas yang memburu. Sepertinya ia habis berlari dari rumah duka menuju rumah suzy yang jaraknya hanya 20 meter dari rumah jiyeon ke rumah suzy. Suzy sempat menerima pesan singkat dari minho namun ia menyangkalnya.

Suzy sontak tertawa renyah.

“Gotjimmal!” Bentak suzy tak percaya.

“Aku serius suzy-ah.. Dia bunuh diri setelah kejadian semalam itu. Ige..” minho menyerahkan secarik kertas kepada suzy. Nampaknya itu adalah surat yang jiyeon tulis sebelum bunuh diri.

Suzy menatap tajam kertas itu dan membuangnya kasar. Ia lalu berlari keluar dari rumahnya menuju rumah jiyeon. Bahkan suzy tak mengenakan alas kaki. Pikirannya kalut.

Minho langsung menyusul suzy.

Sesampainya di rumah duka. Suzy langsung melabrak krystal yang nampak duduk di samping dekat abu jiyeon dengan mengenakan baju khas kematian.

“Katakan kalau jiyeon belum meninggal!” Pekik suzy histeris seraya mengguncangkan tubuh krystal. Mata krystal nampak sembab. Ia tak memberikan jawaban apapun.

“Pabbo!” Rutuk suzy. Ia lalu berlari keluar dari rumah itu dengan mata berair. Ia bahkan menyambar minho yang berusaha mencegatnya.

“Jiyeon pabbo! Aku tak menyuruhmu pergi secepat ini! Kau belum menyelesaikan urusanmu denganku dan kau malah pergi begitu saja?!” teriak suzy sambil berlari pulang ke rumahnya. Ia seakan mau gila. Eommanya baru saja berpulang, dan kali ini jiyeon menyusulnya.

Minho menatap suzy pilu. Digenggamnya kertas itu dan dimasukkannya ke dalam sakunya.

Minho beranjak dari kasurnya dan bergegas mengambil handuk. Langkahnya lalu berhenti di depan kamar mandi.

***

Minho membuka lemari kaca itu. Terdapat sebuah foto seorang yeoja yang tengah tersenyum. Di sampingnya terdapat sebuah botol tempat menyimpan abu pemilik foto itu. Di samping botol itu terdapat sehelai kertas terlipat. Diambilnya kertas itu dan ditutupnya kembali lemari tersebut.

“Sepertinya suzy tak juga mengunjungimu. Kertas ini masih seperti ini dari dulu” gumam minho. Ia lalu mengantongi kertas itu dan bergegas meninggalkan tempat itu.

***

Suzy sibuk mengatur makanan untuk para napi. Sedangkan jieun sibuk merapikan piring piring.

“Suzy-ah.. apa yang kau lakukan dengan sipir namja tampan itu tadi malam huh?” Tanya jieun curiga.

Suzy menghentikan kegiatannya.

“Tunggu..tunggu.. kau melihatnya?” Tanya suzy panik. Jieun mengangguk. Suzy menyapu wajahnya pelan.

“Jangan tanyakan siapapun ne?” Bisik suzy. Jieun lagi lagi mengangguk seraya memberi kode akan mengunci mulutnya.

“Namanya kim myungsoo” Suzy lalu kembali melanjutkan kerjanya.

“Kim..myungsoo? Namanya kim myungsoo? Hwaaa kau ternyata mengenalnya..” suzy langsung membekap mulut jieun karena suara spontan jieun yang cukup besar.

“Pabbo! Semua orang juga akan tahu namanya. Kau lihat saja papan namanya. Pabbo.. itu mengapa kau malah tertangkap saat menipu karena otakmu ini sangat bodoh” cibir suzy. Jieun mengerucutkan bibirnya kesal. Matanya lalu menangkap sipir namja bernama myungsoo itu tengah memandang intens seseorang di sampingnya. Bae suzy.

Mata jieun lalu menoleh ke arah suzy yang masih sibuk.

‘Apa yang terjadi semalam?’ Batin jieun curiga.

“Tahanan 2356, Ada yang menjenguk anda” sipir wanita menghampiri suzy yang langsung terlonjak kaget karena lagi lagi ia harus menerima tamu.

Sipir itu menemani suzy sampai ke ruang besuk. Jieun hanya menatap suzy lirih. Sebenarnya ia sangat menanti seseorang untuk menjenguknya. Tapi orang itu tak juga datang.

***

“Su..zy-ah..” suara khas itu memekikkan telinga suzy di ruang kedap itu.

Mata suzy menatap sosok di balik pembatas kaca sendu.

“Mianhae.. aku baru bisa menjengukmu. Kau taukan aku takut dengan rumah tahanan ini”

Suzy masih menatap namja itu intens. Orang yang ia tunggu tunggu akhirnya datang juga.

Tiba tiba dari arah lain muncul seorang yeoja berpakaian rapi tengah menenteng sebuah plastic bag.

Ekspresi suzy seketika berubah.

“Ige..” yeoja itu memperlihatkan plastic bag yang penuh dengan mie ramen cup sembari tersenyum ceria.

“Apa yang kau lakukan di sini huh?” Suzy bertanya sinis kepada yeoja itu.

“Menjenguk anakku tercinta..” jawab yeoja itu tulus.

“Yak krystal-ssi! Jangan harap aku akan memanggilmu eomma! Neo.eomma.aniya!” Teriak suzy dari mic yang tersedia di ruangan itu yang otomatis di dengar dari speaker luar.

Badan yeoja yang dipanggil krystal itu bergetar. Nafasnya naik turun dan matanya berkaca kaca.

“Suzy-ah.. kau jangan berbuat seperti itu..”

“Gwaenchana..” krystal memotong ucapan minho.

“Pergi kau! Kau tak akan bisa menyogokku dengan ramen itu wanita murahan!” Suzy menatap tajam krystal yang nampak menahan tangisannya.

“Suzy-ah! Jaga ucapanmu!” Sanggah minho marah.

“Gwaenchana..” lagi lagi krystal memotong ucapan minho.

“Suzy-ah.. kau sudah terlalu jauh berubah..” ucap minho dengan ekspresi yang sulit diartikan.

Suzy mendecak.

Minho menatap suzy sebentar lalu membalikkan badannya dan berjalan menjauh dari tempat itu.

Suzy nampak ingin menahannya tapi sia sia saja.

Krystal lalu meletakkan plastik itu di lantai.

“Annyeong..” krystal menundukkan kepalanya lalu bergegas meninggalkan ruangan itu. Tanpa sadar airmata yang tadinya tertampung, akhirnya lolos juga. Krystal lalu berlari menjauh dari tempat itu.

Suzy. Ia masih menatap bayangannya di pantulan kaca pembatas itu. Ia lalu jatuh terduduk seraya menghembuskan nafas berat.

“Nappeun..” rutuknya.

***

“Seseorang meninggalkan plastic bag ini dan secarik kertas di ruangan besuk. Apakah ini untukmu karena hanya kau yang menerima tamu hari ini” ujar sipir itu sembari menyerahkan barang itu beserta surat tersebut.

Suzy lalu mengambilnya dengan ragu. Sipir itu lalu menyuruh suzy untuk kembali ke sel karena semua tugas sudah beres.

Dengan diantar penjaga, suzy berjalan pelan menuju sel nya dengan menenteng barang barang itu.

***

Suzy menghempaskan badannya di dinding seraya menghela nafas berat.

“Aku serius suzy-ah.. Dia bunuh diri setelah kejadian semalam itu. Ige..” minho menyerahkan secarik kertas kepada suzy. Nampaknya itu adalah surat yang jiyeon tulis sebelum bunuh diri.

Suzy menatap tajam kertas itu dan membuangnya kasar. Ia lalu berlari keluar dari rumahnya menuju rumah jiyeon.

Digenggamnya kertas itu lalu dimasukkannya ke dalam kantung celananya. Ia masih tak berniat membukanya.

Matanya lalu menatap plastik bag dihadapannya intens.

“Yak mwo guyeo?” Tanya salah satu tahanan di sel itu.

Suzy masih diam menatapi barang itu.

“Yak! Aku bertanya padamu!” Teriak wanita itu geram.

Suzy lalu mendorong plastic bag itu hingga sampai di hadapan wanita itu. Wanita itu sontak mengerutkan keningnya bingung.

“Ambillah kalau kau mau” ucap suzy datar. Ia lalu membaringkan dirinya di lantai tanpa menutup matanya. Ia tengah memandang langit langit.

Wanita itu nampak memeriksa isi dari plastic bag itu. Ia setengah kaget setelah melihat ramen cup yang cukup banyak.

“Apakah kau menyuruhku memakan ini semua di penjara? Bagaimana bisa huh?” Tanya wanita itu bingung. Wanita itu adalah wanita yang kemarin lalu menjambak suzy.

Suzy tak menjawab apapun.

Wanita itu terlihat kesal lalu mendorong kembali plastik itu hingga sampai di samping suzy yang tengah berbaring. Plastik itu berhenti tepat menyentuh lengannya. Suzy tak bergeming.

Jieun lalu datang bersama sipir. Sipir itu membuka kunci sel dan menyuruh jieun untuk segera masuk.

Ia heran melihat barang yang berada di samping suzy.

“Ige mwoya?” Jieun memeriksa plastik itu.

“Hwoaaa… ramen!” Pekik jieun senang.

“Sudah lama aku tak mengkonsumsi makanan ini” mata jieun nampak berbinar binar. Pandangan jieun lalu beralih ke arah suzy.

“Yak! Siapa yang membawa ini? Bagaimana kita akan memakannya huh?”

Wanita yang mendengar ucapan jieun hanya mendengus kesal. Nampak ia juga ingin memakan ramen itu tetapi tak tahu caranya.

“Kau makan seperti kerupuk saja” saran suzy cuek.

“Ini ramen cup pabbo” jieun mencibir.

Suzy lalu bangkit dari perbaringannya.

“Kau benar benar ingin memakannya?” Suzy menatap jieun datar. Jieun mengangguk mantap.

“Tunggulah sampai jam 3 pagi” bisik suzy yang langsung mendapatkan jitakan lembut dari jieun.

“Yak!” Pekik suzy.

“Kau serius? Siapa yang akan membawakan air panasnya huh?” Jieun balik berbisik.

“Tunggulah.. aku juga tak yakin..” suzy lalu kembali merebahkan dirinya.

***

“Suzy-ah..” suara seseorang yang memanggil namanya sukses membuat suzy membuka matanya. Tadinya ia hanya iseng iseng menutup matanya. Nampaknya ia tengah menunggu seseorang memanggilnya seperti kemarin. Jieun nampak tertidur pulas di samping suzy.

Suzy lalu bangkit dari tidurnya. Ditengoknya orang yang memanggilnya itu.

‘Kim myungsoo lagi’ batin suzy.

“Kkaja!” Ajak myungsoo. Suzy menatap plastik di sampingnya itu ragu. Tanpa pikir panjang lagi, ia langsung mengambil plastik itu dan berjalan perlahan menuju pintu keluar.

“Kau punya air panas?” Bisik suzy pelan. Myungsoo mengangguk sambil tersenyum. Ia lalu menarik suzy ke taman itu lagi.

***

Suzy asyik menyantap mie ramennya di taman itu sembari memandangi mawar mawar dihadapannya. Namja di sampingnya juga melakukan hal yang sama.

“Malam ini sangat dingin. Sepertinya akan hujan” ucap myungsoo yang nampak sudah selesai dengan ramennya.

“Apa hari ini sampai di sini saja huh?” Suzy menoleh ke arah myungsoo dan menatapnya intens.

Myungsoo nampak salah tingkah. Serta merta ia menggaruk tengkuknya yang tak gatal.

“Kau mau kehujanan di taman ini huh? Habisi makananmu dan aku akan mengembalikanmu ke sel” ucap myungsoo gugup.

Suzy menahan tawanya. Ia kembali menyantap ramennya dengan penuh penghayatan.

***

Jieun mengerjap ngerjapkan matanya.

“Eonnie.. apakah sekarang sudah jam 3 huh?” Tanya jieun seraya menguap lebar. Namun orang yang ditanyanya tak ada di tempat. Hanya ramen cup yang sudah di seduh beserta garpu plastik yang dilihatnya.

Jieun tersenyum memandangi ramen itu.

***

“Cepatlah ganti bajumu. Aku akan menunggumu di luar” pintah myungsoo.

Suzy langsung membuka pakaian penjara itu dan menggantinya dengan pakaian penjara lainnya. Terdengar suara bersin dari suzy.

Myungsoo nampak cemas melihat wajah pucat suzy tadi.

Suzy lalu muncul dari ruangan ganti dengan wajah lesu.

“Gwaenchana? Kau sudah mengganti semua bajumu eoh? Termasuk pakaian dalammu juga huh? Kau harus mengganti semuanya agar kau tak sakit” myungsoo memegang kedua pipi suzy.

“Nan gwaenchana..” suzy menepis tangan myungsoo.

“Antar aku ke sel. Hari sudah pagi. Aku takut ada yang melihatku keluar sel” suzy berjalan melewati myungsoo yang hanya bisa terperangah. Ia menatap suzy yang semakin menjauh dengan tatapan yang sulit diartikan.

***

“Gomawo..” ucap wanita satu sel suzy.

“Untuk?” Tanya suzy bingung.

“Ramen itu. Aku tak tau kau merebusnya dengan apa. kheundae, aku sangat berterima kasih. Belum pernah ada yang memberiku hal seperti ini di penjara” ungkap wanita itu tulus.

Suzy tersenyum kecil. Ia lalu membaringkan badannya di samping jieun yang masih tertidur dengan mangkuk ramen kosong di dekatnya.

***

“Kapan kau akan memutuskan untuk membiarkan suzy bebas?” Tanya krystal kepada pria parubaya yang tengah sibuk dengan file file penting di ruangan pribadinya.

Pria itu memperhatikan krystal dari atas ke bawah.

“Kau tampak cantik” puji pria itu.

Krystal hanya berdehem pelan lalu menunduk tanda hormat dan bergegas meninggalkan ruangan itu tanpa jawaban dari pertanyaannya.

Krystal berjalan angkuh melewati semua pegawai yang nampak menunduk hormat padanya.

Ia tersenyum pahit.

***

“Eonnie.. gwaenchana?” Tanya jieun panik setelah melihat suzy menggigil dengan wajah pucat dan mata tertutup.

Tak ada suara dari suzy. Jieun buru buru menempelkan tangannya di kening suzy.

“Omo! Eonnie kau sakit!” Pekik jieun tambah panik. Tahanan yang lainnya memandang iba suzy.

“Gwaenchana?” Tanya wanita bernama cho ra, wanita yang pernah menjambak rambut suzy dan yang tadi subuh berterima kasih karena suzy telah memberinya ramen.

“Panggil penjaga, ahjumma!” Teriak jieun kepada cho ra.

Cho ra nampak kesal karena jieun memanggilnya ahjumma tapi ia mencoba bersabar. Ia bergegas berteriak memanggil penjaga.

“Ada yang sakit! Penjaga!” Teriak cho ra dengan menempel di jeruji besi itu.

Sipir datang dengan cepat dan langsung membuka jeruji tersebut.

“Panggil myungsoo!” Pintah sipir wanita yang agak gemuk. Sipir yang lain mengangguk. Karena tak ada sipir namja di area itu yang datang, maka ia harus memanggil namja terdekat yakni myungsoo.

Setelah beberapa menit, myungsoo datang dengan tergesa gesa dan ekspresi cemas.

Ia langsung mengangkat suzy ala bridal dan berjalan cepat menuju klinik terdekat yang ada di penjara itu.

“Bertahanlah..” gumam myungsoo takut. Padahal suzy nampaknya tidak terlalu parah. Hanya demam biasa.

Suzy lalu membuka matanya lemah.

“Apa..yang..kau..lakukan huh?” Tanya suzy terbata bata dan dengan nada lemah.

“Kita akan segera sampai” balas myungsoo.

Tibalah mereka di klinik dyoungmun. Myungsoo dengan sigap memutar ke bawah gagang pintu itu dan membukanya dengan kakinya cepat.

“Rawat yeoja ini!” Perintah myungsoo tegas. Dibaringkannya suzy di atas kasur bersprei putih itu.

“Myungsoo-ssi.. kau mengenal tahanan ini?” Tanya suster yang memeriksa suzy heran karena melihat wajah penuh kecemasan myungsoo. Ditambah lagi myungsoo masih saja menunggui suzy di klinik itu.

“Ani. Aniya..” sangkalnya seraya menatap intens ke arah suzy yang terlelap.

“Sepertinya dia mengalami demam karena pakaian dalamnya basah” jelas suster itu.

Myungsoo mengepalkan tangannya geram. Padahal myungsoo sudah menyuruh suzy untuk mengganti semua pakaiannya setelah kehujanan semalam.

“Tolong kau gantikan semua pakaiannya yang basah” pintah myungsoo kemudian. Suster itu mengangguk paham.

Myungsoo lalu keluar dari ruangan itu. Langkahnya terhenti di depan pintu klinik itu. Tangannya mengepal kuat. Tiba tiba ponselnya bergetar.

Drrrtt.. Drrrrt..

Myungsoo melihat nama penelpon sejenak lalu mengangkatnya.

“Aku sudah menyuruhmu menjaga suzy! Apa yang terjadi padanya huh?! Aku mendengar laporan dari pihak lain kalau dia sakit!” bentak yeoja di seberang telepon emosi.

“Jwosunghamnida.. sajangnim..” balas myungsoo penuh penyesalan.

Terdengar decakan kesal dari dalam ponsel myungsoo. Yeoja itu lalu menutup teleponnya sepihak.

Myungsoo menurunkan ponselnya. Ia mendesah kecewa lalu menutup wajahnya.

***

Suzy membuka matanya lebar. Ia seakan mengingat sesuatu yang sangat penting.

“Pakaian tahanan yang kukenakan semalam basah dan aku menggantinya.. kertas.. surat terakhir jiyeon.. ada di celana itu.. surat jiyeon..” gumam suzy panik. Ia lalu membuka infusnya begitu saja dan segera berlari menuju ruang ganti.

“Agassi! Kau mau kemana?!” Teriak suster yang merawat suzy.

Langkah suzy tiba tiba terhenti karena myungsoo langsung menahan tangannya ketika suzy keluar dari klinik itu.

“Lepaskan!” Desak suzy sambil meronta ronta.

“Kau masih sakit!” Bentak myungsoo emosi. Suzy lantas menatap namja dihadapannya itu tajam. Myungsoo balas menatap suzy. Bibir dan wajah suzy masih nampak pucat dan ia terlihat masih lemah.

“Le.pas.kan” ucap suzy penuh penekanan.

***TBC***

Annyeong readers! Oh ya, yg masih bingung, Tanda flashbacknya pke tulisan miring yah readers^^ gak mau nulis “flashback atau flashback end” karena kurang sadap dipandang mata^^ *cielah somplak*๐Ÿ˜„ kalau by teleponenya pke tulisan miring juga tapi saat percakapan saja. Gomawo^^

Kritik dan saran sgt diterima but no bashing!

Mian atas segala kesalahan dan kekurangan dalam ff ini. DON’T FORGET TO RCL NE?

Ghamsahamnida~Bow

๐Ÿ˜€

94 thoughts on “FF JAIL PART 2

  1. omo, soo jung ada hubungan apa sma ayahnya suzy?
    myungsoo sebenernya suka gak sma suzy apa perhatiannya cuma karena udah dikasih tugas buat jaga suzy?
    siapa yg nyuruh myungsoo? soojung kah?

  2. eh? aku benar ya?๐Ÿ˜€
    tapi aku tadi mengira suzy ada konflik dengan soojung menyangkut minho, tapi tidak ku sangka ternyata… wah.. daebak!๐Ÿ˜€

  3. rada ngerti sekarang.. jadi soojung nikah sama bae sang moon ayah suzy kn? makanya dia benci sama soojung n ngga mau panggil soojung “eomma”..tapi apa alasannya msh blm tau nii..
    yeoja yg nyuruh myungsoo itu soojung ya? lanjut next part๐Ÿ˜€

  4. Apa isi dri surt jiyeon itu? Krystal itu siapa? Dia ibu tiri suzy yah? Dan myungsoo di tugaskan menhga suzy oleh siapa?

  5. Masih banyak yang belom terungkap
    Tapi yang jelas myungsoo oppa jagain suzy eony
    Harus baca part-part selanjutnya buat ngejawab semua pertanyaan readers
    Hehehe terutama aku

  6. Ff ni nt bnyak konflik yg mlibatkn bnyak cast ya….
    Pnasaran bgt m klnjutnnya n flasback’a,,, lnjut bca ya๐Ÿ™‚
    kok gk bsa comnt ya

Tinggalkan Balasan Anda, Dear

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s