FF JAIL PART 3

image

Title: JAIL
Author: @vhyra_pabbo
Genre: Romance, drama, family, friendship, mystery (maybe), etc.
Main Cast: Bae Suzy, Kim Myungsoo, Choi Minho
Sub Cast: Krystal jung, Lee Jieun, Park Jiyeon, Kim sunggyu, Yang Yoseob, OC’s and etc (SubCast dapat berubah sewaktu-waktu)
Length: Chaptered

Warning: Ini adalah cerita yang saya buat murni dari pikiran saya. Cerita ini hanya fiktif belaka. kalau ada kesamaan tokoh, tempat, dan cerita itu merupakan bukan kesengajaan. Ghamsahamnida~ Bow

Happy Reading!

***

Previous Part:

“Lepaskan!” Desak suzy sambil meronta ronta.

“Kau masih sakit!” Bentak myungsoo emosi. Suzy lantas menatap namja dihadapannya itu tajam. Myungsoo balas menatap suzy. Bibir dan wajah suzy masih nampak pucat dan ia terlihat masih lemah.

“Le.pas.kan” ucap suzy penuh penekanan.

***PART 3***

“Le.pas.kan!” Ucap suzy penuh penekanan

“Kau masih sakit suzy-ah!” Bentaknya lagi dengan oktaf yang lebih tinggi seraya menatap manik mata suzy tajam.

“Jebal myungsoo-ssi..” ucap suzy lemah. Badannya tiba tiba terhuyung ke depan membuatnya jatuh ke pelukan myungsoo.

Badan myungsoo menegang beberapa detik sampai ia sadar bahwa suzy pingsan. Ia lalu membawa suzy kembali masuk ke kamarnya.

***

Mata namja itu menatap sendu yeoja dihadapannya. Badan myungsoo langsung tersentak ketika mata yeoja itu mulai terbuka perlahan lahan.

“Myungsoo-ssi.. kukira kau tak mengenal yeoja ini tapi semalaman kau menjaganya. Apa kau menyukainya?” Goda suster klinik itu sembari menyiapkan alat alatnya. Myungsoo memilih diam. Yeoja dihadapannya kini telah sadar setelah semalaman tertidur pulas di ranjang putih itu.

Mata suzy kini terbuka sempurnah walaupun masih terlihat wajahnya yang kuyu karena sakit.

Suzy memberi kode ke arah myungsoo agar mendekat ke arahnya. Myungsoo menurut.

“Bisakah kau menolongku?” Bisik suzy lemah.

“Mwo guyeo?”

Suzy menghembuskan nafasnya sejenak. Deru nafas suzy membuat myungsoo menjauhkan wajahnya.

“Waeyo?” Ucap suzy lemah.

“A-aniya..” myungsoo kembali mendekatkan wajahnya.

“Bisakah kau mengambil celana tahanan yang kukenakan semalam?” Ucap suzy dengan nada memohon. Myungsoo mengangguk lalu bergegas bangkit dari kursinya dan berjalan keluar. Belum sempat ia sampai di ambang pintu, namja itu kembali berhenti.

“Li na-ssi.. jaga yeoja ini dulu ne? Aku keluar sebentar” pesan myungsoo. Suster ini mengangguk seraya tersenyum menggoda.

“Gomapta” myungsoo lalu hilang di balik pintu itu.

Suzy tersenyum. Senyum yang tulus. Matanya lalu memandang langit langit yang hanya dihiasi lampu TL berwarna putih yang menyilaukan matanya. Tangannya lalu terangkat ke atas, berusaha menutup silauan cahaya itu.

Ia melihat seseorang di dekat lampu itu tengah meneriakinya. Yah, itu angan angannya tapi terasa sangat nyata.

***

Myungsoo celingak celinguk membongkar pakaian kotor yang belum di cuci. Dia tengah mencari celana suzy berdasarkan aroma khas suzy yang menurutnya sangat sexy itu.

Pakaian pakaian itu berserakan di mana mana.

‘Oh damn!’ Gerutunya dalam hati. Ia tak menemukan celana yang ia cari. Ia lalu berlari ke arah tempat pencucian baju dan menghampiri si pencuci baju yang merupakan tahanan dalam penjara itu. Yah, mereka memiliki jadwal untuk mencuci dan itu sudah resiko seorang napi wanita di korea.

“Agassi.. kau melihat celana basah di tempat baju kotor itu?” Tanya myungsoo kepada salah satu napi yang bertugas. Sebenarnya ada banyak napi yang mencuci tapi sejauh ini belum ada yang menemukannya.

“Ohh.. ne. Aku baru saja menjemurnya” jawab wanita itu santai lalu kembali melanjutkan kegiatannya.

“Oh.. gomapta” ucap myungsoo buru buru lalu bergegas mencari celana itu di antara banyaknya celana yang di jemur di tali tersebut.

‘Tunggu! Kenapa aku harus melakukan ini? Ada apa dengan celana itu?’ Batinnya. Langkahnya terhenti.

Ia berniat kembali ke klinik itu untuk meminta penjelasan namun segera ditepisnya. Ia tak mau ikut campur. Tapi, bagaimana cara menandai celana yang telah dicuci? Sedangkan myungsoo tak mengetahui ciri ciri khusus celana yang suzy kenakan.

Myungsoo terdiam sejenak. Tanpa pikir panjang ia lalu menarik semua celana celana basah yang telah di jemur itu dan memasukkannya ke dalam baskom yang cukup besar. Semua napi menatap myungsoo aneh sekaligus kesal karena myungsoo telah mengacaukan pekerjaan mereka.

“Kembali bekerja!” Pintah myungsoo tegas. Ia lalu melesat dari tempat itu menuju klinik sambil membawa baskom hijau toska itu. Setelah myungsoo menghilang, terdengar umpatan umpatan kasar dari bibir napi napi itu.

“Apa yang dilakukannya?!” Dan blablabla lainnya.

***

Mata suzy membulat ketika myungsoo menaruh sebuah baskom ke atas lantai dengan nafas yang tersengal sengal.

“Mianhae.. aku tak tahu.. celana mana saja yang kau kenakan, makanya.. aku membawa ini semua. Ini masih basah” ekspresi wajah myungsoo terlihat lucu. Suzy menahan tawanya.

“Gomawo myungsoo-ssi..” ucap suzy kemudian.

Ia lalu bangkit dari kasurnya dibantu oleh myungsoo. Ia berjongkok menelusuri setiap kantong dari celana celana itu.

Dapat!

Suzy mengambil kertas yang sudah basah dan agak hancur itu dengan hati hati.

“Aigoo..” lirihnya. Kening myungsoo mengerut menatap ekspresi yeoja dihadapannya.

“Gwaenchana?” Tanya myungsoo.

“Kertasnya basah..” suzy menutup wajahnya kesal.

Myungsoo lalu mengambil kertas itu dan membukanya perlahan. Tulisannya agak luntur dan sulit dibaca.

Matanya sontak membulat setelah menangkap satu kata yang tak asing baginya.

‘Jiyeon?’ Batinnya.

‘Ini pasti jiyeon yang lain’ tegasnya dalam hati. Namun hati kecilnya menggelitik ingin tahu tentang suzy dan ‘jiyeon’ itu.

“Suzy-ah..” suara myungsoo membuat suzy mengangkat wajahnya.

“Kau kenal jiyeon? Apa surat ini dari jiyeon?” Tanya myungsoo

“Ne. Dia sahabatku. Ini surat peninggalannya. Untukku.. gheuraegu.. aku belum sempat membacanya”

‘pabbo!’ Rutuk suzy. Untuk apa ia menceritakan masa lalunya kepada namja yang baru saja dikenalnya.

“Namanya park jiyeon?” Tanya myungsoo lagi.

“Waeyo? Kukira kau tahu segalanya tentangku” ucapnya sarkatis. Oh suzy! Seharusnya kau berterima kasih kepada namja ini, bukan waktunya bersarkatis ria. Pikirnya.

“Mi-mian..” gumam suzy kemudian. Ia lalu bangkit dari jongkoknya dan segera berjalan keluar dari klinik itu.

“Tunggu!” Langkah suzy terhenti.

“Kau mau kemana eoh?” Myungsoo menarik suzy kembali masuk. Suzy menurut dan hanya menatap kosong ke depan.

Myungsoo menyuruh suzy kembali ke kasurnya dan menyibakkan selimut itu hingga menutupi tubuh suzy.

“Aku tidak tahu jiyeon yang kau maksud, kheundae.. aku juga mengenal seseorang bernama jiyeon” gumam myungsoo, kemudian ia melangkah keluar dari kamar serba putih itu.

Telinga suzy masih berfungsi dengan baik. Ia mendengar penuturan tadi.

Tangan suzy meremas kuat seprai putih itu.

“Ung..” desahnya lemah. Airmatanya keluar lagi. Kini ia tak mengetahui apapun tentang surat itu.

***

Myungsoo menunggu di bangku taman itu sambil menatap taman mawar dihadapannya. Kertas basah tadi dijemurnya di bawah terik matahari yang menyilaukan siang itu. Ia menunggu dan ingin tahu isi surat itu.

“Gwaenchana?” Tanya myungsoo kepada yeoja bermata lebar dihadapannya yang kini menatapnya takut.

“Tak apa.. pria tadi sudah pergi” ucap myungsoo mencoba menenangkan yeoja itu.

“Gomawo.. kheundae.. namja tadi..dia akan mencarimu..” suara yeoja itu bergetar. Myungsoo lalu mengangkat tubuh yeoja itu agar segera berdiri dari jongkoknya.

“Tak masalah.. aku akan menghadapinya” lesung pipi myungsoo muncul bersama senyum tulusnya.

“Gomawo sekali lagi.. mm..”

“Kim myungsoo. Myungsoo” myungsoo mengangkat tangannya untuk bersalaman.

“Gomawo myungsoo-ssi. Park jiyeon immida. Jiyeon-ah” jiyeon membalas salaman itu seraya tersenyum.

***

“Tuan myungsoo. Saya dari kantor polisi ingin menangkap anda karena telah melakukan pemukulan terhadap saudara wang min seok” ujar pria yang memakai seragam dan memperlihatkan kartu pengenalnya.

“Kheundae, dia telah melukai seorang yeoja. Dia memukul seorang yeoja jadi aku membelanya!” Bentak myungsoo tak terima.

“Wang min seok. Dia adalah pacar yeoja itu. Mana mungkin ia mau melukainya” balas polisi itu

“Andwae! Aku melihatnya!” Belanya lagi. Namun polisi itu tetap menyuruh rekannya untuk menangkap myungsoo.

“Nanti kita akan melihat kebenarannya tuan kim”

Myungsoo pasrah. Namun tak menutupi rasa kesalnya.

***

“Ne aku memukulnya” jawab myungsoo tajam.

“Bagaimana dengan anda tuan wang?” Mata polisi itu kini beralih ke arah seorang namja yang nampak perban di sana sini.

“Ne. Aku memukul yeoja itu kheundae, karena dia memutuskanku begitu saja..”

“Cukup! Aku tak peduli dengan alasan konyolmu. Kalian sama sama salah. Dan kalian akan kujatuhi hukuman satu minggu penjara atas tindakan pemukulan kalian. Mungkin itu akan membuat kalian jera”

Myungsoo mendengus kesal, sementara minseok melontarkan kata kata kotor setelah polisi itu keluar dari ruang sidang.

Jiyeon menunduk bersalah mendengar keputusan polisi tadi.

“Mianhae..” ujarnya lirih.

“Gwaenchana..” myungsoo mengusap pelan bahu jiyeon.

“Tuan kim. Anda harus segera ke sel anda!” Pintah sipir itu yang membuat myungsoo harus meninggalkan jiyeon yang tengah menatap kepergiannya sendu.

“Akhirnya sudah kering” gumamnya. Myungsoo mengambil kertas itu. Nampak matahari sudah menunjukkan warna kemerah merahannya di kala senja. Myungsoo bergegas kembali menemui suzy. Ia berharap senyum suzy kembali mengembang ketika mendapati kertasnya telah kering.

***

“Mana tahanan yeoja di sini?” Tanya myungsoo kepada petugas klinik.

“Dia sudah kembali ke selnya”

“Aku kan sudah menyuruhmu menjaga..” Ia ingin membentak namun segera ditahannya.

Ada desahan nafas berat yang terdengar. Tanpa mengucapkan terima kasih, ia bergegas meninggalkan klinik itu.

***

Myungsoo menghentikan langkahnya ketika sampai di sel suzy.

Dibukanya pintu sel itu dramatis. Suzy yang duduk sambil menunduk sontak mengangkat wajahnya setelah mendengar bunyi besi yang bergesekan.

“Suzy-ah.. ah.. mian.. maksud saya suzy-ssi.. ige” myungsoo menyerahkan kertas yang terlihat kusut itu.

“Ige mwoya?”

Myungsoo diam. Diambilnya kertas itu kembali, membuat kening suzy dan yang lainnya mengerut.

“Sebentar..” bisiknya lalu beranjak dari tempat itu. Suzy hanya menatap kepergian namja itu datar walaupun hatinya penuh dengan pertanyaan.

***

Mata myungsoo membelalak setelah membaca isi surat itu. Tangannya bergetar.

‘Jadi, dia adalah jiyeon..’ batinnya shock sehingga ia menjatuhkan kertas itu. Badannya melemas seketika. Ia menutup matanya. Mencoba menahan bulir bulir bening itu namun ia terlalu lemah. Ia tak kuat menahannya.

‘Jiyeon.. sudah.. meninggal..’ ucapnya dalam hati. Entah mengapa dadanya tiba tiba sangat sakit. Ia merasa sangat bodoh karena tak mengetahui bahwa suzy—anak bosnya adalah sahabat jiyeon. Cinta pertamanya. Yeoja yang berhasil merebut hatinya. Pantas saja selama ini ia mencari keberadaan yeoja itu namun tak ditemukannya dan bodohnya ia baru mengetahui setelah beberapa bulan kematian jiyeon.

“Ta-da!” Pekik jiyeon surprise. Myungsoo menatap kagum hamparan mawar mawar yang terpajang indah itu.

“Bagaimana.. bisa?” Gumamnya.

“Aku membuatkannya untukmu. Kebetulan, aku mempunyai paman yang bertugas di penjara ini dan aku memintanya untuk menyuruhmu ke sini dulu. Diam diam..” bisiknya lalu tertawa pelan setelah mengucapkan kata ‘diam diam’

Myungsoo menyunggingkan senyuman tulusnya. Namun ia kembali berfikir, untuk apa yeoja ini susah susah membuatkannya taman mawar ini? Myungsoo tak terlalu suka mawar dan toh dia hanya satu minggu di penjara ini.

“Aku sangat menyukai mawar” ucapan jiyeon membuat pikiran pikiran tadi terhapus begitu saja. Ia jadi suka mawar.

Jiyeon lalu terkekeh pelan setelah ucapan seriusnya tadi.

“Aku hanya ingin mengunjungimu di sini. Aku tak mau mengunjungimu di ruang besuk” terang jiyeon seraya memainkan jari jarinya.

“Kau.. akan menemuiku selama satu minggu ini?”

Jiyeon mengangguk mantap. Ia lalu mengangkat tangannya.

“Gomawo atas semuanya. Mulai sekarang kita teman”

Myungsoo hanya menatap tangan jiyeon lirih. Ia tak mau hanya menjadi teman, tetapi lebih. Bolehkah?

Jiyeon yang lama menunggu lalu menurunkan tangannya kaku.

Ia tertawa renyah.

“Sampai jumpa besok” jiyeon berdiri dari duduknya dan berjalan pelan meninggalkan myungsoo yang termenung.

“Aku akan mencarimu setelah keluar nanti” gumamnya.

‘Aku ingin menikmati taman ini terus terusan. Apakah aku diperbolehkan menjadi petugas di sini nantinya eoh? Aku harap begitu’

***

“Ige” myungsoo menyerahkan kertas usang tadi kepada yeoja di sampingnya—Suzy.

“Ige mwoya?” Tanyanya datar.

“Park jiyeon. Surat dari park jiyeon” myungsoo menunduk. Ia tak kuasa menahan matanya memandang hamparan bunga dihadapannya.

Suzy mulai membuka kertas itu perlahan. Matanya teliti menelaah tiap kata bertulisan hangul itu.

Annyeong suzy-ah..
Mianhae.. aku tak bermaksud untuk menghianati persahabatan kita. Hanya saja, kau tidak tahu.. kalau aku sudah menyukai minho sejak 10 tahun yang lalu. Bahkan kita belum saling mengenal 10 tahun yang lalu kan? Kau tahu? minho adalah sahabatku. Sahabat kecil yang kusukai, hingga sekarang.
Mian karena menghianatimu. Bukan minho yang mau, aku yang memaksanya. Aku mengancam akan melaporkannya ke polisi atas pemakaian obat obatan terlarangnya selama beberapa tahun ini.
Aku jahat? Yah, aku jahat. Silahkan benci padaku. Jangan benci minho. Jangan pernah.. sekarang.. aku titip dia padamu yah? Kau mau? Aku akan pergi dari hidupmu setelah ini. Kau mau berjanji?
Tolong obati minho agar ia tak mengkonsumsi obat obatan itu lagi. Aku takut.. dia overdosis dan..

Suzy membelalakkan matanya setelah membaca surat itu. Ia menggeleng kuat.

“Gwaenchana?”

“Ini.. bukan tulisan jiyeon..” ucapnya lemas. Airmatanya tiba tiba menetes begitu saja.

“Jiyeon-ah.. aku lihat tugasmu ne?” Bujuk suzy dengan sikap dimanja-manjakan. Jiyeon tersenyum jahil lalu memberikan buku jingganya itu kepada suzy. Wajah suzy berbinar binar seketika namun setelah membuka lembaran buku itu, bibirnya kembali manyun.

“Yak! Tulisanmu tidak dapat kubaca!” Pekik suzy sembari mengerucut bibirnya kesal.

Jiyeon tertawa keras. Krystal disampingnya hanya tersenyum simpul melihat tingkah kedua sahabatnya itu. Ia lalu melempar bukunya kepada suzy.

“Liat tugasku saja. Kheundae, kau harus meneraktirku sebentar” ucap krystal sambil menahan tawanya. Suzy kembali mengerucutkan bibirnya.

“Kau menyuruh minho mengerjakan tugasmu lagi eoh?” Tanya suzy setelah melihat isi dari buku krystal dan melihat tulisan yang terpampang di atas kertas putih itu. Krystal lalu beranjak dari duduknya.

“Tidak apa apa kan? Untung sekali bersahabat dengan suzy yang punya namhachingu tampan dan pintar” ujar krystal

Suzy siap siap memburu krystal yang nampak telah siap berlari itu.

“Oppa jahat! Giliran aku menyuruhnya ia tak mau!” Suzy pura pura marah. Krystal hanya menjulurkan lidahnya.

“Sepertinya oppa menyukaiku” goda krystal

“Awas kau krystal!” Pekik suzy.

“Aniya.. aniya!” Suzy masih menggeleng kuat.

“Gwaenchana?” Myungsoo memegang kedua bahu suzy mencoba menenangkan suzy yang histeris.

“Aku butuh ponsel” gumam suzy. Myungsoo lalu mengeluarkan smartphone touchscreen dari sakunya dan menyerahkannya kepada suzy.

Suzy mulai menekan digit angka yang dihafalnya. Dengan gemetar suzy mengangkat ponsel itu hingga ke daun telinganya.

Terdengar suara menguap lebar dari seberang telepon.

“Yeoboseyo?” Sapa orang itu dengan nada malas.

“Oppa..” ucap suzy lirih.

“Wae? Nuguseyo?”

“Gwaenchana? Apa kau sudah mencuci tanganmu sebelum kau menulis surat itu?” Bibir suzy bergetar mengucapkan kalimat itu.

Myungsoo mengerutkan keningnya bingung dengan ucapan suzy dan isi surat itu.

“Nu..gu?” Tanya orang itu dengan nada takut.

“Minho..oppa.. kau pasti belum mencucinya kan? Bercaknya masih tertempel jelas di kertas yang kau berikan” ucapan suzy menegaskan seolah olah ia tak peduli dengan pertanyaan minho dan hanya ingin tahu jawaban namja itu.

Nafas minho tercekat. Terdengar nafas yang naik turun diseberang telepon.

“Aku bingung.. apa maksud oppa memberikan tulisan tangan oppa sendiri huh?”

Tutt. Minho mematikan sambungannya sepihak. Suzy tertawa renyah. Ia lalu mengembalikan ponsel itu kepada myungsoo. Setelah itu, ia beranjak dari duduknya dan bergegas kembali ke selnya.

Myungsoo mengekori suzy karena tak berani bertanya apapun untuk saat ini.

***

Minho melempar ponselnya ke sembarang arah. Mata yang tadinya ngantuk, kini terbuka lebar setelah mendengar penuturan suzy tadi.

“Pabbo! Pabbo! Pabbo!” Teriaknya seraya memukul kepalanya berkali kali.

“HAAAAA!” Teriaknya sekali lagi.

“Aku pikir, suzy tak akan meneliti surat itu mendetail dan cukup menuruti pesan terakhir jiyeon. Kheundae, aku salah.. aku salah!” Pekiknya seakan mau gila.

“Oppa? Masuklah..” ajak jiyeon. Minho menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Ia terlihat ragu melangkah masuk ke dalam.

“Masuklah.. eomma dan appaku sedang keluar kota. Aku sendirian” terang jiyeon kemudian. Minho bernafas lega. Kakinya lalu melangkah masuk.

“Duduklah.. aku akan mengambilkanmu minuman” jiyeon berjalan menuju dapur yang dekat dengan ruang tamu.

“Jiyeon-ah.. mianhae.. kita harus putus. Aku.. hanya mencintai suzy”

Ucapan minho membuat tangan jiyeon berhenti ketika ditemukannya minuman dingin dari dalam kulkasnya. Ia memasukkan kembali minuman itu.

“Pulanglah..” pintah jiyeon lemah sambil berjalan meninggalkan dapur menuju kamarnya. Minho tak menurut. Ia berjalan mengikuti jiyeon.

“Yak! Aku bilang kau pulang saja!” Bentak jiyeon ketika ia telah berada di kamarnya.

“Mianhae.. kumohon.. ancamanmu.. kumohon.. kau jangan memberitahu siapapun termasuk polisi kalau aku pengguna narkoba, ne?” Ucap minho memohon.

“Mianhae.. kheundae, kau sudah membatalkan janjimu maka aku juga bisa membatalkan janjiku!” Teriaknya seraya tersenyum licik.

“Yak park jiyeon! Kau tak peduli dengan sahabatmu suzy huh? Apakah bentakannya semalam tidak juga membuatmu berhenti?!” Bentak minho.

“Aku sudah berhenti. Kita sudah putus. Kheundae, Kau harus dipenjara karena kau salah! Kau akan membusuk di penjara!” jiyeon tertawa pelan. Tawa yang cukup menyeramkan.

“Neo! Yak! Kau tidak waras! Kau punya bukti huh?!”

“Ne! Kau akan di visum sebagai bukti!”

Jiyeon lalu mengambil sesuatu dalam lacinya. Ia mengarahkan gunting itu kepada minho.

“Jangan mendekat! Atau kau kubunuh! Keluar dari kamarku!” Pekik jiyeon.

Minho membalikkan badannya. Ia berjalan keluar dari kamar itu. Jiyeon menghela nafas lega. Namun tak berselang beberapa menit. Minho muncul dengan pisau dapur di tangannya.

“Mianhae.. kau yang membuatku seperti ini..”

Craaaattt!

Darah segar mengalir dari perut jiyeon. Yeoja itu jatuh tersungkur dengan mata yang melotot.

Minho membuka sarung tangannya dan bergegas mengambil kertas. Ia nampak menulis sesuatu.

Setelah itu, ia mengatur posisi agar seolah olah jiyeon bunuh diri. Semua jejak ia hilangkan.

Dua lembar surat itu ia letakkan di atas meja seraya tersenyum penuh kemenangan. Satu lembar untuk orang tua jiyeon dan yang kedua untuk suzy. Tanpa ia sadari, terdapat bercak darah yang sangat kecil pada kertas yang akan diberikan pada suzy.

***

Suzy menenggelamkan kepalanya di atas lututnya. Tidak ada yang tahu saat ini ia tengah menangis. Semuanya sudah tertidur pulas. Sedangkan suzy masih asyik dengan pikirannya.

Ia kembali mengingat ketika minho menyerahkan surat itu dengan entengnya dan ternyata.. semua pesan itu bullshit.

Ia tak habis pikir, mengapa minho tega melakukan itu pada sahabatnya sendiri? Apa karena pengaruh obat obatan itu? Atau karena alasan lain? Suzy masih tak percaya bahwa kasus ini tidak sampai ke meja hijau dan bahkan ditulis dalam catatan kematiannya bahwa jiyeon mati bunuh diri. Suzy tak tahu, mengapa keluarga jiyeon tak meneliti kasus ini baik baik dan malah merelakan putrinya bersimbah darah di rumahnya sendiri tanpa adanya pihak yang dicurigai.

Ia merutuki dirinya yang begitu mencintai minho. Bahkan sampai saat ini.

Ia bodoh. Tapi, apa yang harus ia lakukan?

***

3 minggu kemudian..

Suara gaduh sipir membuka pintu tahanan itu membuat mata suzy terbuka pelan.

“Tahanan 2356. Segera bereskan barang barang anda!” pintah sipir wanita itu tegas. Padahal ini masih pagi buta.

Suzy kembali mengucek matanya pelan. Apakah ia bermimpi? Pikirnya.

“Cepat bereskan!” Sekali lagi sipir itu memerintah. Suzy terlonjak dan langsung membereskan barang barangnya.

“Anda dibebaskan” ucap sipir itu setelah mereka sudah keluar dari sel.

“MWO?!” Mata suzy membulat.

‘Ada apa ini?’

***TBC***

Saya tidak akan bahas kenapa ff ini berabad abad tidak update. Kalian pasti taulah.. *ehem *nunjuk wanita plastik bekas sunlight*

Dan saya tidak tahu, apakah ff ini bakal ada yang baca setelah berabad abad tidak update, saya juga tidak tahu. Saya harap ada yang menunggu *wink ala ivankov*

Eits.. alasan suzy dipenjara masih belum diketahui. Apakah ada yg nyoba nebak? Jangan salah kaprah yah, muehehe *songong lu fir* Kekeke.. nanti akan saya beritahukan next partnya sajalah. Dan.. suzy udah bebas. Why??? Nah loh😄 *emang ada yang baca?*

Mian karena ff ini mengandung cerita yang agak tidak masuk akal, tapi dimasuk masukin aje yehXD

RCL Ne?

Mian atas semua kesalahan dalam ff ini.

Bow

83 thoughts on “FF JAIL PART 3

  1. terharu bacanya waktu flashback masa lalu suzy.. kayaknya menyenagkan gitu bersama pacarnya dan sahabatnya.. tapi sekarang??? kayaknya jiyeon dulu anak yang baik ya, kok sekarang jadi nappeun gitu.. trus juga krystal kok bisa nikah sama appanya suzy?
    critanya bener deh.. selalu bikin penasaran..

  2. Aigoo.. mian bru koment di part 3 thor.. Aigoo aigoo.. makin keungkap neh misterinya… suzy pacar minho.. minho selingkuhan jiyeon.. jiyeon suka ama minho.. myungsoo cinta ama jiyeon… krystal nikah ama bpak.a suzy kah? nan molla.. heoll.. suzy ma myungsoo blum ada kontak hati… *cie bahasa.a😀

  3. Seriusan… si minho jahat banget… ampe ngebunuh jiyeon…
    Masih penasaran sama si krystallll…..
    Trus suzy kok udah dibebasin ajaaa????? Kenapaaaaa…

    Makin penasaran sama lanjutannyaaa….
    Aku baca yaaa.. hihihi
    Keep writing and fighting

  4. Ternyata minho yang bunuh jiyeon….dan jiyeon itu cinta pertama nya myung…trus krystal jadi eomma tiri nya suzy……. pantas aja suzy pengen bunuh diri…. kenapa lagi suzy mesti dibebas kan mending dia di penjara aja sma myung😢

  5. wah.. minto eh minho maksudnya😀 daebak dia😀
    akhirnya yang sakit jiwa minho😀
    akhirnya akhirnya akhirnya…
    mai bebi jadi orang lugu. mungkin..
    suzy masuk penjara karna pitonah kan thor? iyain aja lah thor sekali-kali biar aku seneng gak ketipu lagi cem jieun yang ampe masuk penjara gitu😀

  6. minho serem amat sih..dia bunuh orang sampe ngga ada jejak gitu,omona?? minho psyko!! jadi jiyeon cinta pertamanya myungsoo tooohh
    lho ko suzy dah bebas aja..siapa yg bebasin dia??

  7. Suzy teliti jga (Y) untungnuya dia menenali tulosan tangan sahabatnya dan minho.. Astaga ternyata minho yg membunuh jiyeon? Dia jga pengguna narkoba😮

  8. Minho jhat bnget nggak nyangka klo dia pmbnhnya dn trnyata myung suka sma jiyeon skrng suzy dbebaskan bknya masa hkmannya 2 thun kra” siapa yg mmbebskan suzy yah

    atmi.agustiawati

  9. Kompliknya bener2 banyak dan rumit
    Tuh krystal ngapain nikah sama appanya suzy
    Kan gak lucu anak sama ibu umurnya sama
    Ffnya ngubek2 emosi banget thor
    Daebak

  10. Jiyeon n Minho sma2 jhat,,,, krain cmn Jiyeon krna trllu mncntai Minho,,,
    Myung msh ska kah m Jiyeon.. Suzy kluar pnjara kok bsa bknnya 2 thn ya,,,
    next🙂

Tinggalkan Balasan Anda, Dear

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s