FF JAIL PART 5

image

Title: JAIL
Author: @vhyra_pabbo
Genre: Romance, drama, family, friendship, mystery (maybe), etc.
Main Cast: Bae Suzy, Kim Myungsoo, Choi Minho
Sub Cast: Kim Jong In/Kai, Krystal jung, Lee Jieun, Kim sunggyu, Yang Yoseob, OC’s and etc (SubCast dapat berubah sewaktu-waktu)
Length: Chaptered

Warning: Ini adalah cerita yang saya buat murni dari pikiran saya. Cerita ini hanya fiktif belaka. kalau ada kesamaan tokoh, tempat, dan cerita itu merupakan bukan kesengajaan. Ghamsahamnida~ Bow

Happy Reading!

***

Previous Part:

“Mungkin suatu saat nanti aku akan memaafkanmu..” sambungnya

“Nanti..” gumam krystal

“Jadi bisakah kau bercerita kenapa kau menikahi appaku? Apa karena uang? Jabatan?” Nada ketus masih mendominasi kalimat suzy.

“Nanti..”

***PART 5***

“Nanti.. nanti kau juga akan tahu.. Jadi bisakah kau memperlakukanku dengan lebih baik lagi huh?”

Suzy hanya mendecak.

“Yak! Kenapa jalanannya mengarah ke rumahku?” Ucap suzy setelah sadar dengan kondisi jalanan.

“Rumah kim myungsoo berdekatan dengan rumah kita” sahut krystal

“Ckk.. rumah kita” gumam suzy skeptis.

Krystal tersenyum kecut.

“Jadi, apa jawabanmu dari permohonanku tadi? Apakah kau akan mengabulkannya?” Tanya krystal sebelum mereka sampai di depan rumah myungsoo.

“Molla..” mata suzy celingak celinguk memandang rumah di hadapannya. Besar dan tamannya penuh dengan bunga mawar.

‘Dasar feminim. Peliharaannya bunga mawar.. cih’ cibirnya dalam hati.

“Kau masuk saja. Aku sudah mengiriminya pesan singkat agar dia menerimamu di sini”

“Yak aku tak akan kembali ke rumah itu sampai hatiku tenang, arra? Jangan memaksaku termasuk appa” pesan suzy sebelum ia masuk ke dalam. Krystal mengangguk.

Krystal nampak melambaikan tangannya sambil terus tersenyum namun suzy malah menatapnya sinis. Ia menurunkan tangannya dan segera pergi dari tempat itu.

***

Suzy memencet bel itu sekali lagi.

“Ah.. kau. Masuklah. Maaf membuatmu menunggu” ucap myungsoo ketika ia membuka pintu dan melihat ekspresi wajah yang ditekuk dari suzy.

“Kau mau dipecat huh?!” Bentak suzy lalu masuk begitu saja ke dalam.

Myungsoo hanya tersenyum samar lalu menutup pintu itu.

“Sebenarnya kau hampir saja dipecat karena permintaanku. Kheundae, wanita rubah itu malah mengacaukannya. Jadi, aku tidak jadi mengajukan permintaanku. Kau sangat beruntung” suzy menoleh ke arah myungsoo seraya tersenyum datar.

“Kenapa kau malah ke sini?” Tantang myungsoo.

“Aku tak tau harus kemana lagi. Kau tau kan aku tak punya siapapun di dunia kecuali dua sahabat, satu namjachingu dan dua orang tua” terang suzy

“Satu sahabatku sudah meninggal. Eommaku juga sudah meninggal. Sahabatku yang satunya penghianat. Namjachinguku juga berengsek. Aku juga membenci appaku. Jadi, aku harus kemana huh?” sambungnya sambil menampilkan ekspresi santainya.

“Jadi, aku ini siapamu huh?”

“Kau boleh jadi temanku” ucap suzy tak serius.

“Kheun..”

“Di mana kamarku?” Potong suzy sambil melemparkan pandangannya ke seluruh penjuru.

“Di atas”

“Gomawo” ucap suzy sambil menepuk pipi myungsoo pelan lalu segera melesat ke lantai dua.

“Pilihlah sesukamu!” Teriak myungsoo.

“Ne!”

***

Suzy termenung seraya menatap langit langit kamarnya. Ia merasa menjadi manusia terbodoh dan terkejam di dunia. Bagaimana tidak, ia bisa sangat santai menghadapi semua kekacauan yang terjadi dalam ruang lingkupnya. Oke, suzy mungkin bisa bernafas lega karena ia telah dipenjara selama satu bulan karena permintaannya untuk dituntut oleh ayahnya atas kasus pembunuhan eommanya. Tapi, yang ia ingingkan bukan satu bulan, tapi dua tahun dan ternyata ayahnya malah mengganti kasusnya menjadi narkoba. Hal itu membuat suzy kesal setengah mati kepada ayahnya. Terutama pada krystal yang mengajukan pencabutan terhadap hukuman itu karena alasan yang tidak masuk akal baginya. Ini tidak adil baginya. Maunya, ia dihukum setimpal atas apa yang diperbuatnya, tapi ayahnya malah menggagalkan segalanya.

Termasuk beberapa kejadian sebelum suzy di penjara. Ia sempat depresi dan selalu mencoba bunuh diri lagi dan lagi. Sampai krystal harus menjaganya setiap saat. Dan alternatifnya adalah memasukkan suzy penjara seperti kemauannya. Tapi, kenapa hanya satu bulan? Apakah hal itu akan membuat suzy mengulang hal bodoh itu lagi? Yah, suzy tengah memikirkan jalan keluar terbaik.

Haruskah ia berbuat kriminal lagi agar ia bisa kembali ke penjara itu? Atau haruskah ia melakukan percobaan bunuh diri untuk kesekian kalinya?

Suzy meremas rambutnya kuat. Ia lalu tertawa renyah.

“Sebaiknya aku tidur saja. Aku akan memulai semuanya besok. Yah, besok..” gumamnya.

***

“Kau sudah bangun?” Tanya myungsoo setengah terkejut karena mendapati suzy sudah duduk manis di meja makan sambil menikmati secangkir teh hangat buatannya sendiri.

“Aku tidak bisa tidur” suzy kembali meresap teh hijaunya.

Myungsoo berjalan menghampiri meja itu dan memilih duduk berhadapan dengan suzy.

“Apa yang akan kau lakukan setelah ini?” Sembur myungsoo dengan mata yang mulai terbuka lebar.

“Mengacaukan hari seseorang”

“Ng?” Alis sebelah myungsoo terangakat.

Suzy terdiam kemudian berdiri dari tempatnya.

“Aku pergi dulu tuan kim” ucapnya lalu segera melesat dari tempat itu.

Myungsoo tersenyum simpul memandangi punggung suzy yang semakin menjauh.

Ponselnya lalu berdering tanda pesan singkat masuk.

From: Krystal

Kau awasi suzy. Jangan sampai dia berbuat macam macam. Arra?!

Myungsoo menekan tulisan reply pada ponsel touchscreen nya.

Baiklah.

***

Suzy berjalan seraya terus memotret pemandangan yang dirasanya bagus.

Myungsoo yang tengah mengikutinya secara diam diam hanya tersenyum melihat tingkah laku yeoja itu. Pikirannya salah, ia kira suzy akan mengacaukan hari ayahnya ataupun yang berkaitan dengan ayahnya. Tapi, ternyata ia hanya ingin bersenang senang dengan kameranya.

Langkah myungsoo terhenti tatkala melihat suzy nampak memasuki sebuah tempat rahasia.

“Itukan..” myungsoo membelalakkan matanya melihat suzy tengah bercengkrama ria dengan seseorang yang diyakininya adalah orang yang telah membunuh jiyeon.

Yah, setelah suzy memberitahukan nama orang yang membunuh jiyeon, myungsoo tak tinggal diam dan berusaha mencari data namja itu dan ia berhasil mendapatkannya. Foto dan riwayat namja itu. Termasuk hubungan namja itu dengan anak bosnya—Suzy.

“Apa yang akan dilakukan yeoja itu?” Gumamnya sambil berusaha sembunyi dari penglihatan mereka.

Ia melihat suzy tengah mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya lalu memberikannya kepada orang itu. Orang itu tersenyum sumringah. Namun, suzy langsung mengambil kembali barang itu lalu membuangnya ke sungai dekat tempat rahasia tersebut.

Suzy tersenyum licik lalu berniat pergi dari tempat itu namun namja yang terlihat marah besar itu malah menahan tangan suzy dan mencengkramnya erat.

Myungsoo ingin keluar namun setelah melihat suzy tertawa ia langsung membatalkan niatnya.

Namja itu lalu menarik suzy masuk ke tempat rahasia itu dan myungsoo ikut melangkah ke arah ruangan tersebut. Ia sangat penasaran dengan barang yang dibuang suzy sampai membuat namja itu marah.

***

Myungsoo melihat plastik yang dibuang suzy tadi sudah hanyut dibawah arus. Rasa penasarannya kini makin akut. Ia lalu mencoba masuk ke dalam. Ia merasa perlu tau apa yang akan namja itu lakukan pada suzy.

“Mwo?” Ucap suzy enteng saat minho menariknya masuk. Sangat jelas ekspresi murka minho.

“Kenapa kau membuangnya? Hei aku sudah membelinya dan kau malah membuangnya?!” Pekiknya. Ia menahan tangannya untuk tidak memukul suzy. Bagaimanapun juga suzy adalah yeoja yang dicintainya. Ia memang tidak bisa menahan diri jika menyangkut ‘barang itu’. Tapi, hal ini beda karena suzy yang membuat kekacauan ini.

“Gheurae? Bukankah seharusnya kau sembuh?! Apakah aku harus memanggil petugas rehabilitasi agar kau bisa sembuh huh?! Kau tak mau juga kan aku melakukan itu?! Jadi apa maumu huh?!” Bentak suzy tak kalah dari intonasi minho tadi.

“Bukan begitu suzy-ah..” suara minho melunak.

“Jadi apa?!” Suzy mendorong minho hingga terhuyung ke belakang.

Minho bungkam seraya mengalihkan pandangannya dari suzy.

“Aku.. aku yang memperkenalkanmu dengan barang itu.. maka.. aku juga yang akan menyembuhkanmu” ucap suzy pelan.

Minho berdiri. Ditatapnya suzy tajam.

“Aku sakau.. sakau suzy-ah!” Pekiknya. Ia lalu mendorong suzy ke tembok. Mata suzy membulat seketika.

“Yak minho oppa..” ucap suzy takut.

“Kalau begitu.. kau harus menjadi barang itu..” ucap minho kemudian. Tanpa mendengar jawaban suzy, ia serta merta melumat bibir suzy. Suzy tertegun. Ia tak membalas ataupun memberontak.

Buggggh!

Minho jatuh tersungkur.

Myungsoo berhasil mengenai pipi minho dengan serangan bogem mentahnya. Ekspresinya terlihat marah.

“Myungsoo? Yak apa yang kau lakukan di sini huh?!” Pekik suzy seraya menatap tajam myungsoo.

Minho berdiri hendak memukul myungsoo namun suzy dengan cepat menahan tangan minho.

“Dia adalah orang yang mengenal jiyeon” terang suzy. Minho menatap namja itu tajam. Ia lalu mengambil kerah myungsoo.

“Jadi kau ke sini untuk membalas huh?”

Myungsoo menepis tangan minho dari kerahnya.

“Ani. Aku kesini untuk melindungi suzy dari orang berbahaya sepertimu. Kau itu sakau. Kau bisa saja berbuat hal diluar nalarmu terhadap suzy” jelasnya. Ada nada tak suka dikalimatnya.

Minho mendecak lalu tertawa renyah.

“Yak jangan sok pahlawan kau! Aku tak mungkin menyakiti yeojachinguku sendiri pabbo!” Teriaknya.

“Yeojachingu? Cish.. kita sudah putus minho-ssi..” sahut suzy sarkatis.

“Kau sudah kembali menjadi yeojachinguku. Kau mau mengobatiku kan? Kau tak boleh pergi begitu saja dariku..” Gumamnya seraya tersenyum ketus. Suzy mengepalkan tangannya kuat.

“Kheundae.. kau akan membahayakan suzy kalau sampai kau tak bisa mengendalikan emosimu akibat sakau!” Sela myungsoo yang langsung menarik suzy ke sampingnya. Suzy sempat tak percaya namun ia segera sadar dari keterkejutannya.

“Yak beraninya kau!” Bentak minho yang hendak menarik suzy kembali namun myungsoo dengan kasar malah menarik suzy hingga terjatuh.

Suzy meringis pada lengannya yang ditarik myungsoo.

“Mi..mi..mianhae..” ucap myungsoo penuh penyesalan.

‘ada apa denganku ini? Kenapa aku tak suka suzy berdekatan dengan namja itu?’ Myungsoo menggeleng berusaha menepis segala hal yang mungkin terjadi saat melihat ekspresi memelas suzy saat jatuh tadi. Ia segera menarik suzy berdiri.

Minho muak melihat adegan drama ini. Ia lalu menonjok wajah myungsoo yang sedang lengah.

“Brengsek! Jauhi suzy ku!” Ancamnya.

Suzy menepi. Ia lalu berjongkok dan hanya menyaksikan kedua namja itu beradu jontos dengan ekspresi kesal dan pasrah.

“Berkelahilah sesuka kalian..” ucap suzy pelan.

Kedua namja itu berhenti. Mereka lalu menghampiri suzy yang menatap mereka marah. Myungsoo langsung menarik tangan suzy agar berdiri.

“Kita pulang” ajaknya.

“Yak kau mau bawa kemana yeojaku huh?! Seenaknya saja!” Sahut minho tak terima.

Myungsoo tak menggubris dan langsung saja menarik suzy keluar dari tempat itu.

“Biarkan aku pergi minho-ah..” ucap suzy ketika minho hendak menahan tangannya lagi. Minho menurut dan memilih mundur.

“Kau masih yeojachinguku suzy-ah!” Teriak minho setelah suzy keluar dari ruangan itu.

“HAHHHHH!” teriaknya yang membuat suaranya menggema diruangan itu.

***

“Kapan kau akan berhenti menjadi tangan kanan appaku huh?” Ucap suzy yang sontak membuat myungsoo melepaskan genggamannya.

“Molla..”

“Kau tak merasa berdosa bekerja dengan orang keji seperti appaku huh?” Tanyanya lagi.

“Molla..”

Suzy mendesis.

“Apakah tidak ada kata selain ‘molla’ huh?”

“Molla..”

“Kau sedang melamun?” Tanya suzy lagi ketika melihat tatapan datar myungsoo terhadap jalanan.

Yah, namja itu melamun. Mencoba mengerti maksud tindakannya tadi. Ia juga pernah menonjok orang karena hal yang sama. Karena jiyeon ia menonjok orang. Dan sekarang suzy. Namun ia kembali menepis pemikiran pemikiran itu. Ia menonjok minho karena ia tak mau suzy dekat dengan namja yang telah membunuh cinta pertamanya. Ia tak ingin namja itu menyakiti suzy karena ia sudah ditugaskan untuk menjaga suzy. Tapi, kenapa ia merasa tak suka ketika minho mencium suzy. Toh, nyatanya minho adalah kekasih suzy. Apa yang sebenarnya terjadi dengan dirinya?

Suara suzy yang memanggil namanya sontak membuatnya kembali ke alam nyata.

“Ne? Apa yang kau bilang tadi?” Ucap myungsoo kemudian.

“Kau terus menjawab ‘molla’ saat aku bertanya. Dasar..” dengusnya kesal.

“Ung..”  tak ada kata lagi yang bisa ia ucapkan. Ia beku saat melihat wajah di sampingnya itu. Ada apa dengannya?

***

“Hei myungsoo!” Panggil suzy ketika melihat myungsoo tengah bersiap siap berangkat lagi setelah mengantar suzy pulang.

“Ne?”

“Aku ikut”

“M-mwo?! Apa yang akan kau lakukan di sana?”

“Waeyo? Apakah aku tak boleh ke kantor appaku sendiri huh?” Suzy balik bertanya.

“Y-yah sudah.. terserah kau” myungsoo mengangkat bahunya gugup.

Suzy tertawa kecil.

“Kenapa kau terlihat gugup ketika melihatku huh?” Goda suzy sambil mendongakkan wajahnya ke arah myungsoo.

“Kkaja!” Myungsoo lantas berjalan meninggalkan suzy yang sedang memasang tampang jahilnya.

Suzy ikut menyusul myungsoo ke dalam mobil.

“Kau kenapa?” Tanya suzy ketika telah masuk ke dalam mobil.

Myungsoo tak menjawab. Ia lalu menarik persenelingnya dan mulai menjalankan mobilnya.

Suzy tertawa lagi.

“Santai saja myungsoo-ssi. Aku hanya bosan. Aku tak akan mengacau lagi hari ini” ucap suzy kemudian tanpa menatap namja disampingnya.

“Rupanya sikapmu mulai berubah sejak kau keluar dari penjara itu. Kau tidak pernah lagi melakukan upaya bunuh diri dan melakukan kenakalan lainnya” myungsoo tersenyum.

“Lelah juga rasanya.. walaupun.. aku sangat membenci hidupku..” ungkapnya.

“Terlahir sebagai anak mafia.. yang setiap saat dalam keadaan bahaya.. bersembunyi.. menipu..” sambungnya pelan. Myungsoo menyimak. Ia paham betul kehidupan seorang mafia yang harus selalu menyamar dan menyembunyikan identitas.

“Keluargaku memang penjahat..” suzy tertawa lirih.

“Neo arra? Aku takut.. takut..” suzy menutup matanya. Ia tengah berusaha menahan bulir bulir bening itu tumpah ruah.

Myungsoo tiba tiba me-rem mendadak mobilnya. Suzy tersentak. Matanya membulat menatap segerombol manusia berpakaian hitam hitam tengah menghadang mobil mereka. Mereka lalu mengetuk ngetuk kaca mobil myungsoo.

“Keluar!” Desaknya.

“Kau di sini saja. Biar aku yang menghadapi mereka. Aku tau siapa mereka” ucap myungsoo mencoba menenangkan suzy. Myungsoo lalu keluar dan mencoba berbicara kepada mereka.

“Ada urusan apa lagi?” Tanya myungsoo ketus kepada salah satu namja yang nampak seperti bos di kelompok itu.

“Aku dengar putri si tua bangka itu telah bebas dan sekarang kau bersamanya. Benarkan?” Tanyanya tak ramah.

“Terus kau mau apa huh?”

“Aku akan mengambilnya seperti perjanjiannya padaku beberapa tahun lalu”

“Mwo?! Janji apa eoh?!” myungsoo panik. Jangan sampai namja ini mengambil suzy.

“Dulu.. aku pernah bekerja sama dengannya dan membantunya. Tua bangka itu tidak sadar telah menandatangani kertas yang berisi perjanjian bahwa aku akan menikahi teman putrinya setelah ia lulus sekolah. Tapi ia membatalkan janjinya”

“Mwo?!”

“Aku sudah mengincar krystal untuk dijadikan istriku. Tapi aku dengar dengar dia tak mau karena aku seorang mafia. Aku heran kenapa ia malah menikahi tua bangka yang jelas jelas seorang mafia dan juga tua. Dasar bodoh! Dia pikir bisa membodohiku dengan pernikahan bohongan itu huh?!”

“Krystal jung?! Nyonya krystal?!” Tanya myungsoo memastikan hal yang sudah pasti.

“Ne. Krystal jung. Tapi akhirnya aku tidak jadi menikahinya karena tua bangka itu malah menikahinya. Jadi dia membatalkan semuanya”

“Mwo?! Jadi apa maksudmu kesini huh?!” Tanyanya waspada. Jangan sampai ia mengambil suzy. Lagi lagi ia membatin hal yang ia takutkan.

Namja itu tertawa renyah.

“Aku ingin menculik anaknya dan membuat tua bangka itu menyesal telah membatalkan perjanjian. Biar dia merasakan akibatnya jika melanggar perjanjian. Dia kira aku tak tau huh?! Krystal hanya pura pura menikah agar terbebas dari pernikahan ini. Pendeta palsu.. Status palsu..” terangnya muak.

Myungsoo mundur. Ia siap dengan ancang ancangnya.

“Sebaiknya kau serahkan yeoja itu agar tak ada yang terluka” ucapnya enteng.

“Aku membawa senjata” sambungnya.

Keringat dingin mengucur dari pelipis myungsop.

‘Eotthokhae? Yah Tuhan apa yang harus kulakukan? Aku tak mungkin menyerahkan suzy!’

Ia bersiap mengeluarkan pistol dari kantongnya.

“Minggirlah.. Kai..” myungsoo langsung mengarahkan pistolnya ke arah namja itu.

Namja yang dipanggil kai itu hanya tertawa lalu mundur selangkah. Ia nampak memberi kode kepada anak buahnya agar membuat myungsoo tak bergerak. Semua ‘orang orang’ kai mengarahkan pistolnya ke arah myungsoo.

“Jatuhkan senjatamu myungsoo-ssi!” Ucap kai enteng lalu tertawa penuh kemenangan.

Myungsoo tak berkutik. Pandangannya lalu teralih ke arah suzy yang melihatnya dengan ekspresi cemas. Ia lalu menjatuhkan senjatanya.

“Kau bodoh atau apa huh? Beraninya mengarahkan senjata itu kepadaku dengan anak buahku yang berada di sekililingku. Pabbo!” Ucapnya sarkatis. Tanpa menunggu lama lagi, kai langsung menghampiri mobil myungsoo dan membuka pintunya. Ia melihat ekspresi bingung suzy.

“Aku tak menyangka bahwa putri tua bangka itu akan secantik ini.. kalau saja kau tak terisolasi dulu.. pasti sudah dari dulu kuincar” ucapnya lalu menarik suzy paksa.

“Yak apa yang kau lakukan huh?!” Suzy meronta. Pandangannya lalu beralih ke arah myungsoo yang bersimpuh seraya menatapnya lirih.

“Yak myungsoo! Kau harus membantuku!” Pekik suzy marah.

Kai lagi lagi tertawa.

“Jangan menambah runyam masalah suzy-ssi. Atau namja itu akan mati” kai mengeluarkan pistolnya. Suzy merebut pistol itu lalu membuangnya serampangan.

“Nuguneo?!” Pekik suzy.

Kai nampak menahan amarahnya. Ia lalu menyeret suzy agar masuk ke mobilnya. Dengan susah payah kai melakukannya.

Setelah mereka masuk, semua anak buahnya juga ikut masuk.

Doarrrr!!

Terdengar suara tembakan yang sontak membuat suzy berteriak histeris.

“YAK APA YANG KAU LAKUKAN PADANYA HUH?!” suzy meronta ronta. Kai tak menggubris. Hanya tersenyum simpul sambil mengeratkan suzy kepelukannya.

“Tenang saja. Namja itu tidak akan mati”

“Sialan kau!” Suzy memukul namja di sampingnya itu secara membabi buta dan mobil itu melesat meninggalkan myungsoo yang terkapar dengan luka di lengannya.

Dengan susah payah myungsoo meraih ponselnya.

“Dowajuseyo tuan! Suzy diculik!” Teriaknya to do point setelah tuan kim mengangkat teleponnya.

“Mwo?! Kau dimana sekarang?!”

“Di jalan bongyeong. Tolong aku dulu. Aku tidak bisa menyetir..” jawabnya susah payah.

“Ne. Aku akan mengirim orang untuk menyelamatkanmu” terdengar nada frustasi di bicaranya.

Tutt.

Myungsoo meletakkan ponselnya. Matanya tertutup. Ia tengah berbaring dijalanan yang sepi itu.

“AAAAAHHHHH! SIAL!” teriaknya.

‘Mianhae.. suzy-ah.. aku tidak bisa melindungimu..’ lirihnya. Ia merasa sangat tidak berguna sekarang.

***

“Apa yang sebenarnya terjadi nyonya krystal?” Tanya myungsoo setelah lukanya diobati.

Krystal bungkam dan hanya menunduk.

“Jawab! Karena masalah kau! Suzy jadi terlibat!” Pekiknya. Ia tak lagi memusingkan bahwa ia tengah berhadapan dengan istri bosnya.

“Aku.. tak mau menikahi kai..” jawabnya lirih. Myungsoo masih menunggu jawabannya. Ia berjanji, setelah ia diijinkan keluar, ia akan segera menyusul untuk menyelamatkan suzy. Lagipula ia tak diijinkan untuk turun tangan karena kondisinya pasca operasi pengeluaran peluru dari lengannya.

“Aku tak mau memiliki suami seorang mafia.. aku takut.. aku ingin.. hidup biasa.. tenang dan damai..” lanjutnya.

“Gheurae?”

“Aku menyesal berteman dengan suzy! Karenanya aku harus terlibat dengan urusan appanya yang sebagai mafia! Seandainya aku tahu kalau suzy bukan orang biasa.. aku..” krystal mengepalkan tangannya.

“Ia bahkan menganggapku sebagai manusia yang paling hina karena telah menikahi ayahnya..” airmatanya tumpah.

“Padahal.. semuanya hanyalah kebohongan.. resepsi.. ijab kabul.. pendeta.. semuanya palsu..” krystal menunduk. Tak mau myungsoo melihatnya dalam keadaan kacau.

“Aku meminta tuan kim untuk berpura pura menikahiku agar kontraknya batal. Kalaupun aku menikah dengan namja lain.. ia tetap akan mengusikku dan aku juga tidak punya waktu untuk mencarinya saat itu.. makanya.. aku meminta seorang mafia yang sangat ditakuti agar aku terbebas dari pernikahan gila itu..”

“Aku tidak salah kan? Yang salah itu appa suzy dan anaknya yang tega menjerumuskanku ke dalam kehidupan kelam mereka!”

“Cukup! Cukup kau menjelek jelekkan tuan kim dan suzy! Kenapa tidak dari dulu saja kau memberitahu suzy huh?!. Kau yang bodoh mau menerima perlakuan suzy tanpa ada perlawanan. Padahal selama ini kau sangat benci padanya karena melibatkanmu, eoh? Kenapa tak kau balas saja huh?!” Balas myungsoo tak tahan.

Krystal terdiam.

“Kau tak taukan betapa menyedihkannya hidup sebagai suzy?! Ditinggal eommanya karena ulahnya sendiri. Ditinggal sahabatnya karena ulah namjachingunya sendiri. Kau tak taukan kalau dia sangat frustasi?! Kau tak taukan kalau sikapnya selama ini adalah bentuk pemberontakan? Ia lelah.. yah.. yeoja itu lelah..”

“Aku bahkan tak percaya ia masih bisa tertawa..” gumamnya pelan.

Krystal tertegun.

“Nan.. molla..” lirihnya disela isakannya. Ia malu. Malu karena telah menangis dihadapan namja ini dan malu karena tidak bisa sekuat suzy. Walaupun ia tau, suzy bahkan sudah beberapa kali berniat mengakhiri hidupnya.

Krystal lalu beranjak dari tempatnya dan berlari keluar begitu saja. Tanpa pamit.

Myungsoo mendesah panjang. Ia menatap langit langit dengan penuh rasa bersalah.

‘Gwaenchana? Bae suzy?’

Ia gelisah. Ia tak bisa tinggal diam. Yah, ia harus ikut menyelamatkan suzy.

Myungsoo memperhatikan sekelilingnya. Tak ada penjaga.

Ia melepas infus yang melekat dibadannya.

“Sudah cukup istirahatnya.. saatnya menyelamatkan sang putri..” gumamnya lalu bergegas beranjak dari kasur.

***

“Aku tau sekarang.. kenapa tuan kim selalu melarangku bertemu dengan anaknya. Bahkan saat masih sekolah dulu aku tak pernah melihatmu secara langsung. Hanya krystal yang sering kulihat. Ternyata.. tua bangka itu takut.. aku mengambil anaknya suatu saat nanti.. karena anaknya.. sangat.. cantik” ucapnya ketika melihat wajah suzy dengan jarak yang sangat dekat. Suzy tak bisa bergerak. Seluruh badannya terikat.

“Aku jadi tak tega menyiksamu..” ucapnya seraya tersenyum menyeramkan.

“Gheurae.. sebaiknya kuapakan kau.. Suzy-ssi?” Ia kembali mendongakkan wajahnya sangat dekat. Ia bisa melihat kedua bola mata coklat suzy yang indah itu. Bibirnya lalu tersungging ke samping.

***TBC***

Mianhae kalau ceritanya makin ngaco bin absurd(?). HahahahaxD. Terserah saya saja yah readers hihihi *digampar.

Mian karena momentnya kurang *belum ada waktu yang pas soalnya. Nanti saya akan banyakin saat momentnya pas. Oke readerdul?

Mian juga karena updatenya lama dikarenakan tugas yang makin menumpuk menjelang final test *ini curhat terselubung* jadi harus diutamakan dulu. Oke sip!

Jangan lupa RCL ne? *wink.

Gomapta atas waktunya. #Bow

79 thoughts on “FF JAIL PART 5

  1. aku ngira mafianya udah bapak” eh malah kaii
    jadi lumayan simpatik kan ke kaii, lumayan berharap kai nanti suka beneran ke suzy hehe
    oh jdi gitu critanya soojung

  2. Myungsoo cpt nyelamatin suzy. Sebelum kai apa2in dia..sbnrnya aku adlh fansnya kai tapi apa blg buat aku jga fansnya myungzy..hehe

  3. trnyata krystal sma appa’a suzy nikaah bhongan, kai jngn siksa suzy mnding nikahin aja #ditabokmyungzishipper dah

  4. jd semua cuma rekayasa!!!
    kristal da tn.bae g nikah, tn.bae jg mau lindungi si kristal malah suzy yg kena getahnya,,
    myung tlong selmtkan suzy cepat,,😦

  5. Ternyata pernikahan antara soojung dengan appanya suzy itu cuma boongan??
    Yaelah kai kalo suzy gak mau sama kamu, tenang masih ada aku disini *LOL *plisss abaikan*

  6. alamakjan… ini mah makin runyam aja.. heh.. suzy memang ditakdirkan sebagai primadona ya dari tadi😀 kasihan yang lain gak dapet jatah..

  7. jadi semua cuma sandiwara doang yak.. ugh,krystal nyalahin suzy?? harusnya dia jelasin dari awal klo ngga mau di anggap hina..ya kan thor?? iya kn? iya ngga? *sambil melotot

    hehe piss thor.,bercanda,
    kasihan suzy jadi kena akibatnya begitu.. semoga kai ngga ngapa2in suzy..
    berharap prince myungsoo yg nyelamatin princess suzy😀

Tinggalkan Balasan Anda, Dear

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s