FF JAIL PART 6

image

Title: JAIL
Author: @vhyra_pabbo
Genre: Romance, drama, family, friendship, mystery (maybe), etc.
Main Cast: Bae Suzy, Kim Myungsoo, Choi Minho
Sub Cast: Kim Jong In/Kai, Krystal jung, OC’s and etc (SubCast dapat berubah sewaktu-waktu)
Length: Chaptered

Warning: Ini adalah cerita yang saya buat murni dari pikiran saya. Cerita ini hanya fiktif belaka. kalau ada kesamaan tokoh, tempat, dan cerita itu merupakan bukan kesengajaan. Ghamsahamnida~ Bow

Happy Reading!
***

Previous Part:

“Aku jadi tak tega menyiksamu..” ucapnya seraya tersenyum menyeramkan.

“Gheurae.. sebaiknya kuapakan kau.. Suzy-ssi?” Ia kembali mendongakkan wajahnya sangat dekat. Ia bisa melihat kedua bola mata coklat suzy yang indah itu. Bibirnya lalu tersungging ke samping.

***PART 6***

Kai membuka penutup mulut suzy. Bibirnya lalu tersungging ke samping.

“Yak kenapa kau menyandraku huh?! Jelaskan padaku!” Tuntut suzy emosi.

Kai lagi lagi tersenyum.

“Karena seorang bos mafia bernama bae sung moon telah berani bermain main denganku” jawabnya enteng.

Suzy bingung. Apa yang terjadi sebenarnya?

“Kau milikku.. agassi..” Kai berjongkok lalu menatap wajah di depannya itu. Kai memegang kedua pipi suzy lalu memajukan wajahnya. Suzy yang terikat tak dapat berbuat banyak. Ia meronta namun kai tak dapat ditolak lagi. Ia melumat bibir suzy lembut.

“Sialan!” Teriak suzy seraya menggoyangkan badannya setelah kai puas dengan aksinya tadi.

“Bibirmu manis. Mm..” kai menyapu bibirnya dengan jarinya.

Bruk! Suzy terjatuh karena berusaha mengguncang badannya.

“Apa yang kau lakukan huh?” Kai membelai wajah suzy.

“Brengsek!” Suzy mengumpat dengan mata yang memancarkan kemarahan. Berani beraninya namja yang tak dikenalnya ini menciumnya!

Kai lalu mengangkat suzy yang terjatuh lalu melepaskan tali yang melingkar di tubuh serta tangan dan kakinya.

“Bawa dia ke kamarku” pinta kai kepada anak buahnya.

Kai lalu bergegas keluar dari persembunyian itu menuju suatu tempat.

***

“Kau sudah menemukan tempat persembunyian kai?” Tanya tuan bae melalui ponselnya. Raut wajahnya terlihat gelisah. Kerutannya makin terlihat jelas.

“Belum bos. Kami masih melacaknya”

Bae sung moon mendesah kecewa.

“Baiklah. Kalau kau telah menemukannya kabari aku secepatnya. Dan pastikan suzy baik baik saja. Aku sangat mengenal kai. Anak itu sangat ambisius dan berbahaya” terangnya.

“Ne!”

Myungsoo mendengar percakapan itu saat ia akan masuk ke ruangan senjata milik tuan bae.

Ia tak mungkin masuk jika tuan bae masih berada di tempat itu karena tuan bae sudah melarangnya untuk turun tangan kanan karena cideranya.

Di ambilnya pistol yang ia miliki dan melihat isinya. Pelurunya tinggal satu. Ia tak mungkin menyelamatkan suzy dengan peluru nihil seperti itu. Ia sudah dipastikan kalah telak.

Myungsoo lalu bersembunyi ketika melihat tuan bae akan keluar.

Tanpa babibu lagi, myungsoo menyelinap masuk. Mengambil beberapa peluruh, satu pistol cadangan dan perlengkapan lain.

‘Tunggu aku suzy-ah..’

***

Suzy memandang sekelilingnya takut. Ruangan itu ber cat merah-hitam. Sangat menyeramkan

Suzy turun dari ranjang ukuran king size itu dengan hati hati. Dipandanginya pigura yang terpajang di atas meja lampu hias. Terlihat si empunya kamar—kai—tengah tersenyum dengan seorang wanita parubaya. Suzy meyakini bahwa wanita itu adalah eomma kai. Suzy tersenyum menatap foto itu. Sangat mencerminkan seorang namja yang berbakti. Bukan namja yang sangar bak mafia.

“Kenapa namja ini masih menyimpan foto seperti ini? Apakah ia tak malu dengan profesinya yang sangar itu?” Gumam suzy.

Suzy tiba tiba tersentak dan tak sengaja menjatuhkan pigura itu ketika seseorang membuka pintu.

“Yak! Apa yang kau lakukan pada foto itu?!” Pekik kai seraya menghampiri suzy yang terlihat ketakutan.

Mata suzy membulat ketika namja itu tiba tiba memeluknya.

“Kenapa kau menjatuhkannya huh?” Gumam kai lembut. Suzy kehilangan kata katanya. Apa yang akan namja ini lakukan padanya?

Kai lalu melepaskan pelukannya. Ditatapnya wajah ayu di depan matanya.

“Kau mau menikah denganku?” Tanya kai kemudian. Suzy masih terpaku.

“Shireo..” suzy mendorong kai pelan.

“Waeyo?”

“Aku tak menyukaimu”

Suzy berjalan melewati kai lalu berlari menuju pintu namun kai lebih cepat. Ia lalu menutup pintu itu cepat.

“Mau kemana?” Tanya kai sarkasme.

“Lepaskan.aku!” Bentak suzy dengan memenggal kedua katanya. Ia berhasil mengumpulkan keberaniannya.

Kai mendecak.

“Sebelumnya kau harus menderita dulu. Aku tak suka dengan orang yang tidak menepati janjinya” ancam kai.

Oke. Suzy mulai ketakutan.

Kai menarik suzy dan mendorongnya ke kasur.

“Yak kau mau apa eoh?!” Pekik suzy. Kai mulai menindih suzy.

“Aku ingin melihat wajah tuan bae marah melihat putrinya yang..” kai membelai wajah suzy dengan tatapan nakal.

“Dowaju-”

Kai membungkam mulut suzy dengan bibirnya. Suzy memberontak. Tanpa sadar airmatanya menetes. Ia ingin berteriak namun tak bisa. Ia sudah meronta namun kekuatan kai lebih kuat.

***

Myungsoo berjalan sesuai dengan titik merah di ponselnya. Ia mencoba melacak suzy dengan alat pelacak yang sudah dipasangnya di kantong suzy sewaktu di mobil tadi tanpa sepengetahuan suzy. Ia merasa setelah melihat segorombolan orang menghadangnya, pasti akan membahayakan mereka dan ia harus mengantisipasi keadaan jika suzy di culik atau sebagainya.

Sayangnya, ia tak memberitahu tuan bae tentang pelacak itu karena ia dilarang untuk terjun langsung. Diberi kesempatan bicara pun tidak. Jadi, myungsoo memutuskan mencari suzy sendiri. Dan berjaga jaga dengan siap siaga menghubungi kawanannya untuk menolongnya jika terjadi sesuatu yang tak diinginkan.

Titik merah itu sudah tampak dekat dengan posisi suzy. Ia berjalan dengan mata awas menuju suatu ruangan. Langkahnya lalu terhenti setelah melihat penjaga dengan tampang garang menjaga di salah satu pintu yang myungsoo yakini tempat suzy di sekap.

Myungsoo mengeluarkan kain yang sudah di olesi obat bius. Ia tak mungkin memakai pistol karena akan mengundang yang lainnya.

Myungsoo berjalan perlahan lahan. Posisi yang sangat menguntungkan bagi myungsoo, penjaga itu membelakangi myungsoo.

Hap!

Kena!

Myungsoo berhasil melumpuhkan penjaga itu. Diletakkannya penjaga itu di sisi yang tak diliat siapapun.

Myungsoo mencoba menarik gagang pintu itu namun sia sia. Pintunya dikunci.

Sesuai persiapan, myungsoo membawa alat menyerupai kunci. Bukan mafia namanya jika tak memiliki alat seperti itu.

Srett..

Dibukanya pintu secara perlahan dengan pistol yang siap mengarah ke depan.

***

“Kai menarik paksa baju suzy. Yeoja itu masih meronta dan dengan mata yang terus mengeluarkan air mata.

‘Tuhan! Tolong aku! Kumohon!’ Batin suzy.

Kai mengikat kedua tangan suzy. Oh betapa tersiksanya suzy!

Kai sudah melepas bajunya. Tinggal melepas celananya. Sedangkan Suzy masih mengenakan baju dalamnya.

“Angkat tangan!” Teriak myungsoo yang sontak membuat kai berhenti melakukan kegiatan buka celananya. Ia lalu mengangkat satu tangannya. Suzy mendongak. Matanya yang sembab lantas membentuk sebuah eyesmile cantik.

‘Thanks God!’ Pekik suzy dalam hati.

“Oppa!” Teriak suzy tanpa sadar. Apakah tadi ia berkata ‘oppa’?

Myungsoo melihat suzy tak lagi mengenakan pakaiannya. Ia menggeram.

“Sialan kau kai!”

Doar!

Myungsoo menembak tembok di hadapannya. Ia emosi.

Kai tersenyum. Ia terlihat bergumam. Ternyata ia tengah berbicara pada speaker yang di sangkutkan di jam tangannya.

Myungsoo seolah mengetahui bahwa kai tengah memanggil anak buahnya. Bukan myungsoo namanya kalau tidak mempersiapkan segalanya. Ia juga memanggil kawanannya yang sudah siap di sekitar lokasi ini.

“Kenapa bukan satu lawan satu?” Ucap myungsoo masih mengarahkan pistol itu pada kai. Lalu berjalan menuju kai yang masih membelakanginya.

“Satu lawan satu?” Gumam kai.

“Yak jauhkan dirimu dari suzy!” Pekik myungsoo. Pistolnya telah menempel tepat di kepala kai.

“Suzy-ah.. pakai bajumu!” Pinta myungsoo.

Suzy lalu menggigit ikatan ditangannya dan berusaha membukanya. Sementara myungsoo masih menyergap kai yang terlihat tak berkutik.

Suzy sudah memakai pakaiannya. Walaupun robek di sana sini. Ia bergegas beranjak lalu berdiri di samping myungsoo.

Myungsoo yang melihat pakaian suzy yang semerawut lalu membuka jaketnya.

“Pakai ini..” pinta myungsoo dengan nada lembut. Suzy mengambil jaket itu lalu memakainya.

“Gomawo.. kalau kau tak datang tepat waktu.. maka aku..” lirih suzy. Ia menghapus kasar airmatanya. Myungsoo tersenyum.

“Aku tak akan memaafkan diriku suzy-ah jika itu sampai terjadi..” balas myungsoo. Suzy tersenyum. Belum pernah ia merasa sangat dilindungi seperti ini. Bahkan minho tak pernah melakukan itu. Yah, hanya namja di sampingnya ini. Kim myungsoo.

Sekarang ia merasa hidupnya berharga. Yah, lagi lagi karena namja ini.

Padahal, tadinya ia sangat takut. Tak pernah ia merasa setakut tadi.

Tanpa sadar, suzy memeluk lengan myungsoo di sampingnya sembari menutup matanya. Suzy tersenyum damai.

‘Gomawo..’ batin suzy.

Myungsoo terpaku menerima aksi itu namun segera tersadar. Ia lalu menelpon kawanannya agar segera ke tempat tersebut.

***

“Ghamsahamnida myungsoo-ssi! Kalau bukan karena usahamu. Mungkin kami tak akan menemukan suzy dalam keadaan..” tuan bae mengepalkan tangannya. Ia membayangkan keadaan suzy jika saja terlambat.

“Ne. Nado tuan!” balas myungsoo tegas.

“Aku jadi tak ragu untuk menjadikanmu pengawal tetap suzy. Kau bisa kan?” Titah tuan bae penuh harap. Sebelumnya, myungsoo sudah ditugaskan untuk menjaga suzy sementara.

“Ne. Tentu saja” jawabnya antusias. Myungsoo tersenyum.

***

Suzy menatap namja di depannya intens seraya meneguk kopinya. Seketika ia lupa semua bebannya.

Kenapa perlakuan namja tadi sangat berdampak baginya?

Padahal hal itu sudah tugas namja ini.

Tapi kenapa suzy merasa namja ini mempertaruhkan nyawa demi dirinya?

Kenapa?

Pertanyaan pertanyaan itu bergelayut di pikirannya. Namja itu meresap tetes terakhir kopinya.

“Kau harus ke psikiter agar psikismu segera membaik dan tidak menjadi trauma. Arra?” Saran myungsoo. Suzy terdiam sambil terus tersenyum.

“Yak.. tak biasanya kau tersenyum seperti itu..” ucap myungsoo setelah melihat senyum yang sangat jarang suzy perlihatkan.

Suzy tersentak.

“Ne? Apa yang kau katakan?”

Myungsoo mendesah.

‘Rupanya yeoja ini melamun’ rutuknya.

“Lupakan. Besok kita ke psikiater. Arra?” Ajak myungsoo.

“N-ne” suzy berdiri dari kursinya lalu berjalan menuju kamarnya di lantai dua. Sepanjang jalan ia merutuki tampang bodohnya tadi. Myungsoo memperhatikan suzy dengan ekspresi lega.

Ia lalu memegang dadanya.

‘Apakah aku telah jatuh cinta padamu suzy-ah? Atau hanya..’

***

Kai berteriak teriak tidak jelas di kamarnya. Dibongkarnya semua barang yang ada dihadapannya. Ia kembali mengingat percakapannya dengan tuan bae kemarin.

“Aku beri kau dua pilihan” ucap tuan bae.

“Mwo guyeo?” Sahut kai malas.

“Kau pilih mengakhiri perjanjian bodoh itu atau.. kau masuk penjara atas pengajuanku terhadap komplotan mafiamu-“

“Yak aku juga bisa melaporkanmu pabbo! Kau adalah mafia narkoba tua yang sangat dicari cari. Bagaimana bisa aku-” potong kai. Namun tuan bae segera memotong ucapan kai juga.

“Yasudah.. mari kita bersama sama masuk penjara kalau begitu..”

Kai tampak berfikir.

“Neo micheosseo?! Kau mau mengorbankan semuanya huh?!” Pekiknya.

“Ne. Apa boleh buat. Ini semua demi keluargaku..”

Kai tersadar. Ia sadar betapa jahatnya ia kepada keluarganya dulu. Terutama pada eommanya. Ia kembali mengingat ketika eommanya tertembak peluru yang tak sengaja di arahkan ke kai ketika polisi menggebrak tempat persembunyian kai yang merupakan seorang mafia—sesekali ia pulang menemui ibunya. Dan saat itulah hal menyakitkan itu terjadi. Ibunya berusaha melindunginya.

Kai lalu tersadar dari lamunanya ketika suara tuan bae meracaukannya.

“Eotthae kai-ssi?”

“Ne. Aku akan membatalkan perjanjian itu..” ucapnya pelan bercampur kesal. Ia lalu bergegas pergi dari tempat itu dengan amarah yang memuncak.

‘Sialan!’ Umpatnya dalam hati.

***

Suzy menghentikan langkahnya ketika kakinya telah sampai di depan pintu sebuah rumah besar. Rumah itu milik ayahnya yang ia tinggalkan karena kesal.

Ia memencet bel tersebut dengan perasaan campur aduk.

Sreett.. pintunya terbuka menampilkan wajah kusut seorang yeoja—krystal.

Krystal langsung tersenyum tatkala melihat suzy dihadapannya dalam keadaan sehat. Yah, setelah suzy dibebaskan myungsoo dari penyekapan, krystal sangat senang namun tak dapat menemui suzy karena sudah dipastikan suzy tak mau menemuinya. Ia hanya menunggu di rumah itu. Menunggu ketidakpastian sampai kapan suzy akan berhenti membencinya.

Krystal tersentak ketika sebuah pelukan mendarat di tubuhnya. Matanya membulat. Darahnya berdesir. Suzy memeluknya!?

“Su..”

Ucapan krystal terhenti ketika mendengar tangisan pilu dari suzy.

“Mianhae..” ucap suzy pelan. Masih memeluk krystal erat.

“Su..zy..” krystal terpana. Ia tak pernah merasa sebahagia ini. Kenapa suzy bisa berubah?

“Mianhae.. aku tak tau kau begini karena keluargaku..” ucap suzy terisak. Ia melupakan harga diri yang selama ini ia junjung tinggi. Ia mengaku salah kali ini.

“Kau sudah.. tau?”

“Ne. Walaupun.. kau yang meminta appaku berpura pura.. itu semua juga karena aku membawamu ke dalam kehidupanku yang kelam kan?”

“Suzy-ah.. jangan..”

“Aniya! Itu memang salahku.. seandainya kita tidak bersahabat, mungkin saja kai tak akan mengenalimu..”

“Tak apa suzy-ah..” krystal mengelus punggung suzy lembut. Ia tersenyum lega. Akhirnya semuanya terbongkar juga.

“Aniya! seandainya kau memberitahuku.. maka aku akan memperlakukanmu dengan baik..” sesal suzy.

“Ini karena permintaan ayahmu.
Karena ia tak mau kau semakin menyalahkan dirimu atas semua ini. Yah, walaupun itu menyakitiku. Tak apa.. aku akan menahannya selama beberapa tahun sampai kau lupa kesalahanmu pada eommamu dan semuanya..” ungkap krystal. Suzy makin mengeraskan tangisnya.

“Kenapa kau sebodoh itu mau menuruti permintaan appaku?” Ucapnya disela isakan.

“Karena tuan bae telah menuruti permintaanku agar dia menikahiku pura pura, maka sudah sepantasnya aku melakukannya kan? Toh, aku juga tak mau melihatmu hidup dengan penuh rasa bersalah..”

“Kheundae..”

“Sudahlah.. lupakan..” desak krystal.

Hening beberapa saat.

“Go..ma..wo.. krystal-ah..” ucap suzy terbata bata. Ia tak tahu harus membantah apa lagi.

“Nado..” krystal tersenyum tulus.

‘Syukurlah.. hal yang kutakutkan saat suzy tahu sebenarnya, tak terjadi..’

***

“Jadi kau akan kembali ke rumah?” Tanya krystal antusias.

“Ne. Kheundae.. aku..” suzy tak enak jika tak pulang ke rumah. Tapi, ia masih tak mau meninggalkan rumah myungsoo. Ia pasti akan merindukan namja itu.

“Waeyo? Kau tak mau berpisah dari myung-”

Suzy dengan cepat menyumpal mulut krystal dengan tangannya.

“Yak!” Pekik suzy pura pura marah. Krystal lalu tertawa. Tertawa lepas.

Suzy tersenyum.

‘kau benar..’

***

“Yak suzy-ah!” Teriak minho di depan pintu rumah myungsoo. Keadaannya seperti teler dengan wajah pucat. Sepertinya dia sangat membutuhkan ‘obat’ itu.

“SUZY!” minho menggebrak gebrak pintu tanpa mau memencet bel.

“SUZY-AH! KELUARLAH!”

***TBC***

Annyeong readerdul! Aku kembali lagi dengan ff abal abal nan super lama tak update ini *plak

Kritik dan saran sangat diterima but no bashing!

Dimohon untuk RCL yah!

Sarangheo~BOW!

81 thoughts on “FF JAIL PART 6

  1. ya ampun itu minho😀 kasian dianya itu kasih lah obat thor dia.. mati ntar.. tapi obat tolak angin aja. barang kali bisa sembuh telernya😀

  2. yeay..myungsoo jjang..suzy kan jadi tersepona gitu..
    suzy kena virus cinta kayanya deh..hahaa
    syukurlah akhirnya suzy n krystal baikan..kasihan keduanya klo lama2 musuhannya…
    minho sakau yak?? ko nyarinya suzy? emng dia ga bisa nyari obat itu sendiri ya?

  3. Kirain actionnya bkln 1 part :)…
    Myungzy dh sling suka,,, udh gk dha slh pham lg diantra Zy-Krys..
    Minho overdose ya….

    Next…

Tinggalkan Balasan Anda, Dear

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s