FF Answers (Sequel of She’s a thief)

image

Title: Answers (Sequel of She’s a thief)
Author: @vhyra_pabbo
Genre: Romance, drama, friendship.
Main Cast: Bae Suzy, Kim Myungsoo
Sub Cast: Choi minho, Park Jiyeon, Kim Sunggyu, OC’s.
Length: Oneshoot

Warning: Ini adalah cerita yang saya buat murni dari pikiran saya. Cerita ini hanya fiktif belaka. kalau ada kesamaan tokoh, tempat, dan cerita itu merupakan bukan kesengajaan. Ghamsahamnida~ Bow

Happy Reading!

***

5 months later..

Suzy berlari sempoyongan menuju rumahnya, seakan diburu sesuatu.

Langkahnya terhenti tatkala melihat rumah mungil yang sudah bertahun tahun ia tempati sudah rata dengan tanah.

Badannya seketika melemas.
Tiba tiba ia teringat dengan jiyeon—sahabat pantinya—yang tak juga muncul. Biasanya yeoja manja itu tak betah jika jauh jauh dari rumah mereka. Rumah yang mereka dapatkan dari cara tak halal dan memang tak berijin resmi.

“Jiyeon!” Panggil suzy. Mungkin ia tengah berada di lokasi proyek perumahan itu.

Tiba tiba si pemilik nama muncul menepuk pundak suzy.

“Yak kau mengagetkanku!” Pekik suzy. Yang diteriaki tak bergeming. Sangat jelas terlihat ia tengah bersedih.

Wajah suzy samar samar mulai sendu.

“Gwaenchana.. aku punya hadiah bagus untuk mengembalikan senyummu lagi..”

Jiyeon mengangkat wajahnya.

“Mwoya?” Tanyanya lemah.

“Ige..” suzy menyerahkan sebuah buku yang menampakkan sebuah desain rumah di salah satu halamannya.

“Ige..mwoya?”

“Ini desain rumah kita nanti.. pembangunannya sudah sepuluh persen” sahut suzy antusias.

Mata jiyeon sontak memicing.

“Darimana kau dapat uang sebanyak itu? Kerjamu kan hanya seorang pegawai di perusahaan sunggyu oppa..”

Suzy membulatkan matanya.

“Kau mengetahui nama bos ku?!” Pekik suzy.

“Ne. Aku mencari tau siapa bos pabbo yang mau menerimamu, dan ternyata.. orang yang sangat dekat dengan kita”

“Jamkemman jamkemman.. sangat dekat dengan kita? Kita?!” Tanya suzy tak percaya.

Jiyeon memutar bola matanya malas. Tangannya lalu menjitak kepala suzy gemas.

“Sampai kapan penyakit pelupa jangka pendekmu itu bersemayan di dirimu eoh? Sepertinya penyakitmu sudah kronis atau bahkan sudah mencapai level alzheimer..”

“Yak jangan bertele tele! Cepat jelaskan!” Potong suzy.

“Kau ingat namja yang pernah mengatakan cintanya padamu huh?”

“Aniya.. waeyo?”

“Sunggyu oppa lah orangnya. Dau tahun yang lalu dia pernah menyatakan cintanya padamu dan kau menolaknya. Kalian dipertemukan saat kau ketahuan mencuri dan kau bersembunyi di mobil sunggyu oppa..” jelas jiyeon dengan satu tarikan nafas.

“Aku..”

Jiyeon menggeleng kesal.

“Kau sendiri yang menceritakannya padaku dengan penuh semangat tapi kau malah menolaknya.. pabbo!”

Suzy yang tengah berfikir langsung terlonjak setelah mengingat namja bernama sunggyu itu.

“Ne. Aku sekarang ingat.. itu kejadian dua tahun lalu, sudah sangat lama. aku menolaknya karena.. ia mau membatalkan kontrak kerjanya di perancis jika aku menerimanya karena ia tak mau meninggalkanku..”

“Kenapa ia tak membawamu saja ke perancis huh?”

“Eommanya tak suka padaku dan menyuruhku menjauhinya demi karir sunggyu. Katanya aku hanya mau menikmati harta sunggyu oppa..” ucapnya parau.

Jiyeon menepuk pundak suzy pelan. Mencoba menenangkan sahabatnya.

“Aku heran.. kenapa ia tak menyapaku setelah sekian lama? Apakah dia sudah lupa padaku?”

“Aniya.. dia sudah menikah dan dia tak mau mengusik hubunganmu dengan myungsoo..”

“Ne. Maksudku waktu pertama kali bertemu. Waktu aku dan myungsoo belum berpacaran..”

“Dia sudah dijodohkan saat itu..”

“Yak kenapa kau sangat up to date dengan keadaan sunggyu oppa huh?” Mata suzy memicing.

Jiyeon menggeleng seraya menggoyangkan kedua tangannya.

“Aniya! Aniya! Aku hanya menyukai minho oppa.. ups..” jiyeon sontak menutup mulutnya. Ia keceplosan.

Suzy tertawa lepas.

“Sebentar lagi akan ada pasangan baru nih..” gumam suzy jail. Jiyeon bungkam dengan bibir mengerucut.

***

“Aku sudah memberitahu jiyeon..” lapor suzy pada namjachingunya—myungsoo.

Myungsoo terlonjak. Matanya kini menatap lurus yeoja di sampingnya.

“Kenapa secepat itu huh? Aku kira akan menjadi surprise”

“Aku tak tega melihatnya bersedih terus..” suzy memperlihatkan aegyonya. Sungguh! Ia muak melakukan aegyo itu.

Myungsoo tersenyum.

“Terserah kau sajalah..” myungsoo mencubit pipi suzy lalu kembali fokus ke depan file file pentingnya. Mereka kini fokus pada pekerjaan masing masing.

Namun pikiran suzy kemana mana.

“Kau pencuri..”

Myungsoo memajukan wajahnya lagi seraya memegang kedua pipi suzy.

Cup~~~

“Kau berhasil mencuri hatiku..suzy-ssi.. kau tak boleh kulepaskan! Tak akan.. Sekarang kau telah memiliki hatiku maka kau harus mendapatkan hukuman karena telah mencurinya..” bisik myungsoo setelah selesai mencium suzy.

Mata suzy membulat.

“Mwo?!”

Tanpa aba aba myungsoo langsung melumat bibir suzy lagi. Dan kali ini suzy terdiam. Karena terbawa suasana suzy malah membalas perlakuan myungsoo.

‘Apakah aku bisa mencintai namja ini?’ Batin suzy.

‘Pasti! Kau harus mencintaiku! Kau harus dihukum karena telah mencuri hatiku!’ Myungsoo membatin seolah olah membalas pertanyaan dalam benak suzy.

“Yak! Apa yang kalian lakukan?!”

Teriakan seseorang membuat kedua insan yang tengah dimabuk asmara itu sontak melepaskan tautan mereka dan menoleh ke arah sumber suara.

“Kajangnim?” Gumam mereka berdua kompak.

Myungsoo menjauh dari suzy. Sedangkan, suzy hanya menunduk karena merasa sangat malu.

Sunggyu memasang ekspresi tak percaya. Mimiknya lalu berubah serius.

“Jwosunghamnida kalau aku mengganggu..”

“Aniya!” Lagi lagi suzy dan myungsoo menyahut kompak.

“Ah.. aku hanya ingin menyerahkan ini pada kalian”

Sunggyu tampak menyerahkan dua buah undangan berwarna merah marun itu kepada suzy dan myungsoo.

“Kalian harus datang yah.. aku.. juga akan menanti undangan kalian..” ucap sunggyu setengah parau. Tanpa menunggu jawaban, sunggyu langsung saja melesat dari hadapan mereka dengan hati hancur. Siapa sangka ia masih memiliki rasa cinta itu kepada suzy, namun sekarang, ia akan mencoba memulai masa depannya dengan calon pengantinnya. Pasti ia akan terbiasa. Pasti.

Suzy dan myungsoo saling pandang sejenak. Suzy lalu mengalihkan pandangannya dan bergegas masuk kembali ke ruangannya. Sementara myungsoo mengikuti suzy dari belakang.

“Yak suzy-ssi.. apa jawabanmu? Ah ani ani.. aku tak perlu mengatakan itu kan? Kau hanya perlu menerimaku tanpa pertanyaan itu kan? Oke kau sudah resmi menjadi yeojachingu ku” ucap myungsoo obsesif namun suzy hanya membalas dengan tatapan datar.

“Jangan memutuskan seenaknya..” suzy kembali mengamati file filenya. Myungsoo tampak tak peduli dengan penolakan halus itu.

“Bagaimana dengan desain yang kubuat? Yang mana yang kau inginkan? Cepat katakan! Aku akan segera membuatkannya untukmu-“

“Diamlah! Kau berisik!” Dengus suzy kesal. Myungsoo tak pantang menyerah. Sepertinya, jatuh cinta untuk pertama kali membuatnya sedikit tidak waras, sering berteriak tidak jelas dan tersenyum tidak jelas. Sikap namja itu menjadi aneh bin ajaib.

“Yak bae suzy! Kau harus memilih sekarang atau-“

“atau apa? Apa?!” Bentak suzy. Tampak dari ekspresinya ia masih menahan malu. Ia sangat malu karena masalah tadi.

“Atau kau tak usah memilih dan tinggal saja di rumahku! Menjadi istriku!” Bentak myungsoo tak kalah hebat.

“Kau namja gila! Tak waras! Seenaknya saja melakukan sesuatu terhadapku! Aku tak mau! Tak mau!” Teriak suzy sembari beranjak dari kursinya dan mulai menantang myungsoo.
Myungsoo ikut berdiri. Ia membanting buku yang tadi diberikannya pada suzy.

“Apa maumu eoh?!” Pekik myungsoo. Seperti yang diketahui, ketika myungsoo jatuh cinta, maka ia akan menjadi orang yang aneh.

“Jangan memaksaku menerimamu! Tadi itu aku hanya terbawa suasana! Tidak lebih!”

“Yak! Kau harus menerimaku! Kau harus menerimaku!” Myungsoo menarik tangan suzy keluar dengan paksa. Suzy tampak risih melihat bisikan bisikan orang yang melihatnya ketika myungsoo terlihat mengajaknya ke sebuah ruangan. Di dalamnya terdapat microfon yang digunakan untuk menyiarkan pemberitahuan di seluruh ruangan gedung tersebut.

“Tes..tes..” myungsoo berdehem pelan seraya menatap suzy yang membalasnya dengan tatapan ‘apa-yang-akan-kau-lakukan?’

“Aku namja yang tak tahu basa basi dengan baik. Aku juga tak romantis. Jadi, hanya satu kalimat singkat yang akan aku ucapkan untuk yeoja pencuri yang ternyata sangat mahir mencuri hatiku! Suzy-ssi, sarangheo!!!!!!!!!”

Myungsoo tersenyum jail ke arah suzy yang dibalasnya dengan tatapan tak percaya.

‘Kenapa namja ini begitu nekat?’ Batin suzy.

“Aku tak peduli apapun masa lalumu! Aku sama sekali tidak peduli! Yang aku tahu.. aku..kim myungsoo.. sedang jatuh cinta dengan bae suzy..” ucap myungsoo sambil menggenggam kedua tangan suzy.

Suzy tertegun. Ia kehabisan kata kata.

“Kau masih berani menolakku huh?” Bisik myungsoo.

Suzy masih terdiam dengan seribu tanda tanya di benaknya. Kenapa,kenapa dan kenapa.

“Kkaja.. kita kembali ke ruangan..” myungsoo menarik suzy yang masih terdiam. Myungsoo memasang tampang seperti biasa ketika bertemu orang orang yang bekerja di gedung itu.

“Ternyata dia normal..”

Myungsoo mendengar bisikan bisikan itu. Telinganya mulai panas namun tetap tak dihiraukannya.

“Myungsoo-ssi..” ucapan suzy membuat myungsoo menghentikan langkahnya.

“Ne?”

“Aku.. akan.. mencoba..” balas suzy seraya tersenyum. Myungsoo ikut tersenyum. Mereka lalu melanjutkan perjalanan lagi. Suzy membalas genggaman myungsoo dengan tatapan lega.

‘Ternyata namja ini tak main main’ batin suzy.

Lamunan suzy terbuyar tatkala ponselnya berbunyi. Nama minho tertera di layar ponselnya.

“Yeoboseyo?”

“aku ingin bertemu. Setelah kau pulang kerja ne?”

“Arrasso.”

Klik.

Suzy menatap ponselnya sebentar bergantian menatap myungsoo. Ia memasukkannya ke dalam tas lalu kembali ke pekerjaannya.

‘Myungsoo jangan sampai tau.’ Batin suzy cemas.

***

“Ada apa?” Tanya suzy tanpa basa basi sembari menyeruput ice tea nya.

“Sebelumnya aku ingin berterima kasih padamu..”

“Ne.. cheonmaneyo.. aku juga ingin meminta maaf atas sikap myungsoo waktu itu.” suzy tersenyum tulus.

“Ah.. kau lupakan saja. Aku jadi tak enak karena kau yang terus meminta maaf” minho menggaruk tengkuknya.

“Gwaenchana.. nanti aku yang akan membuat namja pabbo itu meminta maaf padamu”

“Ah tak perlu!” Sanggah minho tak enak.

Suzy tersenyum jail.

“Harus!”

Myungsoo tertawa pelan.

“Ngomong ngomong, Ada apa memanggilku ke sini?” Tanya suzy kemudian.

“Ngg.. Aku mau memberikan sesuatu”

Mimik wajah suzy berubah penasaran.

-Sehari setelah myungsoo dan suzy berpacaran-

“Suzy-ah.. aku menyukai jiyeon.. maukah kau menyomblangkanku dengannya?”

“Mwo?! Mwo?!” Pekik suzy tak percaya.

“Aku menyukai jiyeon”

Rahang suzy mengeras. Ia tak bisa percaya ini. Ia bahkan mengira minho menyukainya. Dan.. ia sedikit memiliki perasaan itu. Yah, hanya sedikit. Karena ia merasa sangat tersanjung atas semua pertolongan minho selama ini.

Ia lalu memukul dadanya. Ia mencoba meyakinkan hatinya bahwa ia hanya sebatas kagum. Ia hanya ingin berterima kasih. Yah, ia ingin hatinya berkata seperti itu.

Suzy masih tak menjawab. Hanya menatap ice teanya yang mulai mencair.

“Eotthae suzy-ah?”

“Ne?” Suzy tersadar.

“Eotthae? Kau ingin membantuku?”

“Tentu saja!” Suzy menampilkan senyum palsunya.

“Kheundae.. kau harus tau.. aku pernah menyukaimu. Sangat suka.. kheundae.. sunggyu hyung terlihat menyukaimu makanya aku memilih mundur dan ternyata kita dipertemukan lagi. Dan.. Perasaanku tetap sama. Tapi, ternyata aku terlambat” minho mendesah kecewa lalu tersenyum.

Suzy sedikit kecewa. Tapi toh, dia sudah punya myungsoo yang harus ia cintai. Perasaannya bahkan sudah mulai terasa sedikit demi sedikit.

“Makanya.. tolong comblangkan aku kepada jiyeon.. agar..” minho menggeleng kuat. Ia harus melepaskan suzy dan mencintai jiyeon bukan karena agar ia bisa dekat terus dengan suzy, namun karena benar benar cinta.

“Agar.. aku bisa selalu dekat denganmu..” bodoh! Kenapa minho mengatakan yang sebenarnya?

Suzy membulatkan matanya.

“Maksudku agar aku bisa dekat dengan jiyeon..”

Buggg!

“Myung..soo?!” Pekik suzy tak percaya karena myungsoo datang tiba tiba. Apa jangan jangan myungsoo mengikutinya sedari tadi?

“Apa yang kau katakan tadi?! Kau ingin dekat dengan yeojachinguku?! Apa?!” Pekik myungsoo remeh.

“Jwosunghamnida.. aku hanya mengungkapkan isi hatiku. Kheundae.. itu dulu” minho menyapu luka lebamnya.

“Dulu? tetap saja kau mengatakan ingin menikahi temannya agar kau bisa lebih dekat dengan yeojachinguku!”

“Itu.. salah ucap.” Jawab minho berusaha menahan emosinya. Ia bukan tipikal namja penuh emosi. Ia cenderung bersikap tenang. Bahkan pinggir bibirnya memar akibat tonjokan tiba tiba itu dan ia tak membalasnya.

“Brengsek! Mana ada salah ucap!”

“Myungsoo! Kau salah paham!” Suzy lalu menarik myungsoo keluar dari restauran dengan perasaan dongkol. Sebelumnya, ia meminta maaf kepada minho terlebih dahulu.

“Aku mau memberikan ini” minho menyerahkan sebuah undangan bernuansa putih dan emas.

Suzy melihat nama choi minho dan park jiyeon yang di tulis dengan tinta emas di undangan mewah itu.

“Hwoaaaaa! Jiyeon mendahuluiku!” pekik suzy pura pura marah.

Minho tertawa lepas.

“Kau harus datang bersama kekasihmu itu, arra?”

Suzy mengangkat kedua jempolnya.

“Oke! Habis ini aku akan memukul jiyeon karena memberiku surprise seperti ini!” Suzy tertawa besar.

Dari meja lain, seorang namja menatap gadis itu—suzy—dengan tatapan tajam. Telinganya siap merekam segala hal yang mereka bicarakan.

‘Sepertinya mereka tadi membicarakanku’ batin namja itu kesal.

Ia melihat suzy meminta izin ke toilet. Ia mendesah lalu dengan cepat menyeruput minuman yang dipesannya.

Tiba tiba sebuah tangan menepuk pundaknya.

Deg! Siapa ini?

Ia menoleh kaku. Wajah manis nan ayu seorang gadis tengah tersenyum dengan tampang ‘kau-tertangkap-basah’ ke arahnya.

“Apa yang oppa lakukan di sini huh?” Tanya suzy jail.

“Aku mengawasimu! Kau puas!” Myungsoo memang tak pandai berbasa basi.

“Yak oppa! Kau tak percaya padaku eoh?!” Suzy kini duduk berhadapan dengan myungsoo.

Myungsoo membuang mukanya. Marah. Ia Sedikit marah.

Suzy lalu memanggil minho agar segera ke tempat myungsoo. Minho mengangguk sambil menahan tawa.

‘Tingkah namjachingu suzy sangat lucu!’ Batin minho.

“Karena oppa sudah berada di sini, maka saat yang tepat untuk oppa meminta maaf pada minho” desak suzy sembari mengeluarkan tatapan ‘tak tertolak’ nya.

“Mwo?! Shireo! Jangan tatap aku seperti itu!” Bentak myungsoo. Orang orang terlihat terganggu tapi myungsoo acuh. Tak mau peduli.

“Kau juga harus minta maaf dengan orang orang di sini akibat teriakanmu”

“Aku bilang jangan tatap aku seperti itu!” Suara myungsoo mengeras. Minho masih menahan tawanya.

Orang orang membentak dan menyuruh mereka berbicara di luar.

Suzy membungkuk tanda minta maaf lalu segera menarik namja namja itu keluar.

“Kau harus minta maaf myungsso-ssi!” Teriak suzy kesal.

“Sudah..sudah suzy-ah.. tak perlu” sergah minho.

“Harus!” Balas suzy mantap.

Minho mengangkat bahunya.’yah sudahlah’

“Yak minho-ssi! Aku minta maaf!” Teriak myungsoo tiba tiba dengan penuh penekanan lalu setelahnya ia langsung pergi begitu saja. Suzy tersenyum senang.

“Aku pergi dulu yah minho-ah! Aku akan datang ke pernikahanmu dengan myungpabbo! Paipai!” Ucap suzy tergesa gesa seraya berlari menyusul myungsoo.

Minho membalas lambaian itu dengan senyum yang terus menghiasi wajahnya.

***

Suzy mengabadikan gambar sepasang pengantin yang tengah mengucapkan sumpah di depan altar dengan wajah sumringah. Myungsoo yang hanya duduk saja menyaksikan adegan sakral itu lalu menulis sesuatu di atas kertas yang telah ia siapkan dari rumah beserta pulpennya. Setelah selesai menulis kalimat singkat di kertas, ia lalu menaruh kertas dan pulpen itu di atas paha suzy.

Suzy yang merasakan benda menyentuh pahanya lalu menghentikan aksi potret memotret dan fokus ke arah benda tersebut.

Suzy menoleh sebentar ke arah myungsoo yang fokus melihat ke depan. Padahal pikirannya fokus kepada suzy dan jawabannya.

Suzy lalu membuka lipatan kertas itu.

Maukah kau menikah denganku?
Kalau tidak, kau boleh meninggalkanku sekarang. Kalau iya, kau harus menciumku

Suzy menoleh ke arah myungsoo yang masih fokus. Ia lalu membalas surat itu dan menyelipkannya di antara genggaman myungsoo.

Myungsoo terlihat sangat kecewa ketika melihat suzy meninggalkannya. Itu berarti suzy menolaknya.
Myungsoo lalu membuka kertas itu dengan perasaan hancur.

“MYUNGSOO-SSI!”

Myungsoo mengangkat wajahnya dan seketika matanya membulat melihat suzy sudah berada di samping pengantin—yang sudah sah itu—dengan microfon yang membuat suaranya terdengar ke segala penjuru.

“JAWABANKU ADALAH.. AKU INGIN MENIKAH DENGANMU! KEMARILAH DAN CIUM CALON ISTRIMU!” teriak suzy dengan senyuman yang terus mengembang.

Myungsoo tersenyum. Ia sangat bahagia sekaligus kagum dengan aksi nekat suzy. Ia tak menyangka bahwa suzy akan senekat itu. Jantungnya hampir saja mencelos keluar.

Ia lalu berjalan menuju suzy yang berada di depan altar, menunggunya dengan wajah sumringah seraya melirik ke kertas itu.

Dasar tak romantis! Beraninya pakai kertas! Liat saja! Kau harus mengumumkan ini!

Myungsoo tersenyum membaca kalimat itu. Kertas itu lalu ia masukkan ke dalam sakunya.

Tanpa sungkan lagi, myungsoo langsung melumat bibir suzy lembut. Suzy membalasnya dengan penuh gairah. Para tamu yang hadir memberikan tepuk tangan yang meriah dan siulan menggoda.

Jiyeon dan minho yang kaget hanya dapat tersenyum melihat kedua insan itu akhirnya segera menyusul mereka.
Jiyeon dan minho pun ikut larut dalam ciuman manis mereka. Kedua pasangan yang berbahagia di hari bahagia.

***END***

Huahaaahahaha! Jangan muntah ye baca sequel ini. Huahahahaha.

Maaf soal “typo”

RCL yah! *bawa golok*

Bow~

57 thoughts on “FF Answers (Sequel of She’s a thief)

  1. Suka banget sma ff nya 😄
    Aigo myungzy pasangan yg lucu >_<
    Waktu nyatain cinta myungsoo oppa yg ngomong pake microfon, pas jawab lamaran suzy eonni yg pake microfon
    CKckck ahh tpi ttp aja sweet 😊😍

Tinggalkan Balasan Anda, Dear

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s