FF JAIL PART 7

image

Title: JAIL
Author: @vhyra_pabbo
Genre: Romance, drama, family, friendship, mystery (maybe), etc.
Main Cast: Bae Suzy, Kim Myungsoo, Choi Minho
Sub Cast: Kim Jong In/Kai, Krystal jung, Lee jieun, Yang yoseob, OC’s and etc (SubCast dapat berubah sewaktu-waktu)
Length: Chaptered

Warning: Ini adalah cerita yang saya buat murni dari pikiran saya. Cerita ini hanya fiktif belaka. kalau ada kesamaan tokoh, tempat, dan cerita itu merupakan bukan kesengajaan. Ghamsahamnida~ Bow

Happy Reading!

***

Previous Part:

“Yak suzy-ah!” Teriak minho di depan pintu rumah myungsoo. Keadaannya seperti teler dengan wajah pucat. Sepertinya dia sangat membutuhkan ‘obat’ itu.

“SUZY!” minho menggebrak gebrak pintu tanpa mau memencet bel.

“SUZY-AH! KELUARLAH!”

***PART 7***

Suzy berjalan santai menuju rumah myungsoo yang jaraknya hanya beberapa meter dari rumahnya. Sesekali ia bersenandung riang. Yah, sekarang ia sudah merasa hidup kembali. Kehidupan sempurnanya telah kembali. Setidaknya begitu menurutnya. Walaupun ia masih menjalani hari hari beratnya sebagai seorang anak mafia. Mungkin karena namja itu. Mungkin.

Langkah suzy tiba tiba terhenti. Pupil matanya membesar tatkala melihat seorang namja yang sangat dikenalnya tengah berdiri di depan pintu rumah myungsoo sambil terus menggedor gedor tidak jelas. Pasti myungsoo masih berada di kantor ayahnya, pikirnya.

Suzy memundurkan langkahnya perlahan seakan tahu maksud kedatangan namja itu—minho.

Suzy lalu berbalik dan hendak berlari sekuat tenaga. Ia bahkan melewati rumahnya. Ia merasa ketakutan. Seandainya myungsoo ada di sini. Sudah pasti, dia akan melindunginya.

Suzy masih berlari tanpa arah dan tak begitu memperdulikan sekelilingnya. Tanpa sadar suzy malah menabrak orang yang membuatnya jatuh tersungkur.

“M-mianhae..” suzy meminta maaf tanpa melihat orang yang ditabraknya seraya membungkukkan kepalanya. Ia lalu bangkit dan berniat pergi dari tempat itu.

“Tunggu!”

Panggilan itu membuat suzy menghentikan langkahnya. Ia tak asing dengan suara ini. Ia lalu berbalik untuk memastikan pendengarannya tak salah.

Matanya membulat seketika.

“Jieun-ah?” Gumamnya. Yeoja yang dipanggil jieun itu tersenyum ramah.

“Ne. Urrimmani suzy-ah.. Bangapta..” ucap jieun lembut, masih mempertahankan senyumannya.

Suzy ikut tersenyum. Ia segera menghamburkan tubuhnya di pelukan jieun.

“Senang bertemu denganmu lagi, eonnie..” bisik suzy senang.

Jieun tersentak. Ia agak ganjal mendengar suzy memanggilnya ‘eonnie’. Padahal sewaktu di penjara, suzy selalu memaksanya agar memanggilnya eonnie walaupun jieun lah yang tertua.

“Eonnie?” Ejek jieun setelah tautan mereka terlepas.

Suzy tertawa kecil. Lalu tawa kecilnya itu berubah jadi tawa lepas yang cukup mengorek kuping.

“Kau banyak berubah suzy-ah..” gumam jieun. Suzy sontak menjitak kepala jieun.

“Panggil aku eonnie!” Pekik suzy mantap.

“Neeee eonnieeee..” sahut jieun mengejek. Suzy mendecak.

“Kkaja! Aku traktir makan” ajak jieun kemudian lalu menarik suzy. Suzy lagi lagi tersenyum.

“Kau harus bercerita padaku” ucap suzy.

“Kau juga” balas jieun tak mau kalah. Mereka lalu tertawa bersama sepanjang perjalanan menuju kedai.

***

“Dulu bahkan aku mendengar dari bibirmu bahwa penjara lebih baik daripada rumahmu. Dan sekarang aku melihatmu sangat bahagia. Hmm.. aku jadi penasaran..” ucap jieun

“Aku akan cerita setelah ramen ini habis” suzy melahap ramennya dengan rakus.

Jieun tersenyum. Ia lalu terkikik melihat mangkuk kedua suzy sudah kosong lagi.

“Masih mau tambah?” Tanya jieun dengan nada mengejek.

“Boleh asal kau yang bayar”

Jieun lalu menggebrak meja. Pura pura marah.

“Cukup tuan putri. Aku tak punya uang lagi. Aku baru saja keluar dari penjara” terangnya sangat jelas dengan nada cukup pelan. Suzy mencibir.

“Arrasso..” suzy lalu meneguk minumannya tak kalah rakus.

“Ehem.. aku sudah bebas dan aku..” jieun tampak ragu ragu mengatakan maksudnya. Ia sudah mencari suzy dari kemarin dan inilah saat yang tepat untuk mengatakannya.

Suzy membuat ekspresi tak sabar.

“Aku.. butuh.. bantuanmu..” jieun menunduk. Ia tak tahu apakah ini akan berhasil.

Suzy hanya tersenyum. Entah apa maksud dari senyuman itu.

“Mwoya?” Balas suzy.

“Neo arra? selama di penjara aku menantikan seseorang untuk menjengukku?”

“Mwo? Menunggu.. seseorang?” Ulang suzy.

“Ne. Aku menantikan orang itu. Kheundae.. sampai aku keluarpun ia tak juga menemuiku” terang jieun lirih.

“Kau sudah tahukan kalau aku masuk penjara karena menipu?”

Suzy mengangguk.

“Aku menipu untuk orang itu” jelasnya dengan mimik serius.

Suzy tertegun. Kenapa yeoja ini begitu nekat mempertaruhkan harga diri dan masa depannya hanya karena namja itu? Apakah ini yang disebut cinta?

Suzy menggeleng. Mencoba mengusir kalimat itu dari pikirannya.

“Kenapa.. kau..”

“Karena dia adalah suamiku” potong jieun.

Mata suzy membelalak tak percaya. Bocah ini sudah menikah?!!!

“Kau sudah.. menikah?!” Pekik suzy tak percaya.

“Ne. Aku masuk penjara sehari setelah pernikahanku” ekspresi jieun berubah murung. Ekspresi penuh masalahnya tak sesuai dengan wajahnya yang cute.

Suzy tak dapat berkata apa apa. Itu bahkan lebih buruk dari tragedinya. Mungkin.

Jieun lalu menunduk. Berusaha menyembunyikan bulir bulir kristal bening yang sebentar lagi akan keluar dengan bebasnya.

“Aku butuh bantuanmu.. suzy-ah..” suaranya bergetar. Suzy lalu mengangkat wajah imut jieun. Ia menatap matanya yang kini basah.

“Kau harus bercerita dulu apa masalah sebenarnya..”

Jieun mengangguk lalu menghapus kasar airmatanya. Ia begitu karena tak dapat membendung lagi perasaannya. Ia bahkan lupa bercerita perincian masalahnya.

“Namanya yang yeosob. Aku menipu untuk membantu membebaskan hutangnya dari mafia bernama kim jong in” jelasnya.

“Kim.jong in?” Gumam suzy.

“Aku tau suzy-ah.. kalau ayahmu adalah seorang mafia. Dan aku sangat senang setelah tahu bahwa ayahmu adalah mafia waktu di penjara itu. Makanya aku sangat berharap banyak kepada ayahmu untuk menolong suamiku” ucapnya penuh harap.

Suzy bingung. Sebenarnya kenapa suaminya ditahan mafia bernama ‘kim jong in’ itu? Dan kenapa jieun harus menipu?

“Kenapa kau menipu?” Tuntutnya.

“Saat itu suamiku terikat kontrak dengan kim jong in untuk meminjam uang kepadanya. Uang itu ia gunakan untuk acara pernikahan dan cincin pernikahan kami” jieun menghela nafasnya.

“Makanya aku menipu bos ku di toko untuk melunasi hutang yeosob segera tanpa sepengetahuannya karena resiko meminjam uang kepada mafia itu sangat besar. Aku takut.. takut kalau suamiku dalam bahaya jika hutangnya tak segera terlunasi. Kheundae.. aku ketahuan saat aku akan membayarnya” airmatanya kini menetes lagi. Ia meremas bajunya kuat dengan wajah menunduk.

Suzy tertegun.

“Makanya sampai saat ini hutang itu belum terlunasi. Dan.. aku takut terjadi sesuatu pada yeosob. Karena selama aku di penjara aku tak pernah sekalipun melihatnya menjengukku”

Suzy mencoba memegang bahu jieun. Mencoba memberikannya sedikit kekuatan agar tabah.

“Kenapa suamimu harus meminjam pada kim jong in huh?”

Jieun mengangkat wajahnya.

“Nado molla! Aku juga tak ingin pernikahan itu menjadi petaka. Itu karena salahku! Aku memaksanya menikahiku! Padahal.. uangnya belum cukup. Aku yang egois!” Tangisan jieun mengeras. Orang orang di sekililing mereka nampak risih dan adapula yang kasihan. Suzy lalu menunduk meminta maaf.

Suzy lalu menarik jieun keluar.

***

“Aku menebak.. mungkin jong in adalah teman masa lalu yeosob” terka jieun setelah agak tenang. Mereka tengah berada di taman sekarang.

“hmmm.. Coba tutup matamu” pinta suzy. Jieun menurut.

“Coba kau resapi aroma kebebasan ini..”

Jieun lagi lagi menurut. Ia merasa damai dan tenang sekarang.

“Aku akan membujuk appaku” ucap suzy kemudian. Jieun tersenyum. Masih dalam posisinya yang tadi.

“Gomawo..” bisiknya pelan. Airmatanya lagi lagi menetes.

***

“Appa!” Panggil suzy. Ia sekarang bersama jieun di sampingnya.

Bae sung moon terlihat bingung. Kenapa ada orang asing di sini?

“Ne. Mwoya?”

“Appa mengenal mafia bernama kim jong in?”

Mata ayahnya sontak membelalak.

“Kenapa.. kenapa kau menyebut nama kai lagi?”

“Mwo?!” Suzy tanpa sengaja menggebrak meja. Ayah suzy tersentak.

“Chagi-ah.. kim jong in dan kai adalah orang yang sama. Kenapa kau membahas orang itu lagi?”

Badan suzy menegang. Eottokhae?

“Chagi-ah?” Bae sung moon melambaikan tangannya di depan wajah suzy yang tengah melamun.

“Kai? Kim jong in?” Ucap suzy dengan nafas tercekat. Oh sungguh! Ia tak mau berurusan dengan namja laknat bernama kai itu lagi. Tapi kenapa?

Suzy berbalik lalu meninggalkan ruangan itu tanpa kata. Bae sung moon hanya menatap punggung suzy dengan ekspresi bingung. Sementara jieun membungkuk untuk berpamitan lalu segera menyusul suzy.

***

“Waeyo?” Jieun mencoba memegang bahu suzy.

“Aku.. tak bisa jieun-ah..” gumam suzy tanpa berani menatap yeoja di sampingnya itu.

“Wae..yo?” Badan jieun melemas. Matanya berkaca kaca lagi. Ia lalu melepaskan tangannya dari bahu suzy.

“Aku tak bisa.. Mianhae..” jawab suzy pelan.

Jieun mengangguk. Kristal bening itu sudah menggenang di pelupuk matanya. Ia lalu pergi begitu saja, meninggalkan suzy di taman itu sendirian.

Suzy lalu menutup wajahnya dengan kedua tangannya.

Walaupun ayahnya yang berurusan, toh pasti akan mencelakakan orang terdekatnya tak terkecuali dirinya.

‘Apa yang harus aku lakukan?’

***

Suzy berjalan gontai menuju rumah myungsoo dengan wajah menunduk. Entah mengapa, ia ingin myungsoo ada di sampingnya sekarang. Memeluknya. Memberikannya motivasi.

Tiba tiba badannya terhuyung ke belakang akibat tarikan kuat seseorang. Suzy lalu melihat wajah orang itu. Ia siap memaki orang itu. Namun..

“Yak SUZY-AH!” Bentak orang itu. Namja yang nampak mabuk dengan lingkaran hitam di bawah matanya menandakan orang ini dalam keadaan tidak beres. Suzy nampak ketakutan dan berusaha melepaskan cengkraman itu.

“AKU MENCARIMU SEHARIAN PABBO!” Bentaknya lagi. Suzy tersentak takut.

“Min..minho-ah.. lepaskan..” lirihnya.

“SHIREO! AKU BUTUH OBAT ITU SUZY-AH!”

“Aku tak punya” ia berusaha mengumpulkan keberaniannya. Ia bisa saja memukul namja dihadapannya ini namun ia tak bisa jika keadaannya dalam setengah sadar. Namja itu bisa bisa mencelakainya karena orang dalam pengaruh alkohol dan teler seperti minho tak akan melihat siapapun yang dihadapinya. Walaupun yeoja yang dicintai sekalipun. Ia pasti akan kalah dari benda haram itu.

“MWO?! KAU PASTI PUNYA BANYAK! AYAHMU ADALAH MAFIA NARKOBA PABBO!”

“CUKUP!” pekik suzy. Ia lelah mendengar bentakan menusuk dari minho.

Minho lalu menarik tangan suzy untuk pergi dari tempat itu namun suzy membangkang.

“JUGULLAE?!” Bentak minho lagi

“Lepaskan.. jebal..” suzy meronta. Karena keadaan minho yang tak sadar, badannya tiba tiba terhuyung ke depan lalu terjatuh begitu saja.

Suzy panik.

“Dowajuseyo!” Teriak suzy seraya berlari menuju pintu rumah myungsoo dan mengetuknya brutal.

“Myungsoo-ah! Myungsoo!”

Myungsoo yang baru saja pulang dari rumah suzy yang berjarak sangat dekat dengan rumahnya sontak berlari ke arah suzy yang histeris mengetuk pintunya. Bahkan minho yang terbaring di jalanan pun tak dilihatnya.

“Mussheun irriya?!” Myungsoo mengguncang kedua bahu suzy.

Mata yeoja itu basah. Senyumnya meredup.

Tubuh myungsoo tiba tiba menegang. Sebuah pelukan mendarat di tubuhnya.

“Apa.. yang..”

“Dowajuseyo.. minho.. jieun.. minho..” suzy kalut. Artikulasinya menjadi tak jelas.

“Ada apa suzy-ah? Ada apa?!” Myungsoo ikut ikutan panik.

Suzy lalu melepas pelukannya lalu menarik myungsoo menuju minho.

“Tolong dia..” lirihnya.

“Aigoo!” Tanpa pikir panjang lagi, myungsoo langsung memapah minho untuk segera dilarikan ke rumah sakit.

***

Suzy menangkupkan kedua tangannya. Ia sedang memanjatkan doanya.

Myungsoo yang fokus menyetir, sesekali melirik ke arah suzy. Ada rasa cemburu yang mengusiknya.

‘Kenapa suzy harus se khawatir itu? Apakah suzy masih mencintai namja itu?’ Batin myungsoo.

“Suzy-ah.. apa maksudmu mengatakan nama jieun?” Myungsoo membuka suara.

Suzy terdiam. Enggan menjawab apapun. Myungsoo mencoba mengerti dengan ikutan membungkam mulutnya. Ia tahu suzy sedang terguncang.

***

Suzy dan myungsoo tengah berada di kursi tunggu.

Myungsoo tersentak pelan ketika suzy menyandarkan kepalanya di bahu myungsoo.

“Aku rasa.. aku akan mendapat masalah lagi myungsoo-ah..” gumam suzy lirih dengan isakan yang mengiringinya.

Myungsoo menoleh. Mencoba melihat wajah ceria yang kini murung lagi.

“Apa yang terjadi?”

“Aku akan mendapatkan masalah lagi..” suzy tak menjawab apapun. Ia hanya berujar dan berujar. Ia mengabaikan pertanyaan myungsoo.

Myungsoo tak tahan lagi.

Ia menarik bahunya. Suzy terlonjak kaget. Myungsoo lalu mencengkram kedua bahu suzy dan menatapnya tajam.

“Kenapa kau tak mau menjawab pertanyaanku huh?”

Suzy membalas tatapan itu dengan tatapan lirih bercampur datar.

“Aku bermasalah lagi..”

Mata suzy seketika membulat. Kenapa.. namja ini..

Myungsoo masih membungkam mulut suzy dengan bibirnya. Ia menutup matanya. Walaupun ia tengah menahan debaran jantungnya. Ia sudah pasrah dengan apa yang akan suzy lakukan setelah apa yang dilakukannya.

Suzy masih terdiam. Ia tak menolak dan tak juga membalas.

“Ehem.. jwosunghamnida..”

Suzy melepas tautan itu duluan ketika suara seseorang mengusik indera pendengarannya. Myungsoo yang menutup matanya lalu segera membukanya karena merasa tautan itu sudah terlepas.

“Eottae uisanim?” Tanya suzy seraya berdiri dari duduknya. Seperti tak terjadi apa apa. Myungsoo yang melihat ikut berdiri.

“Mari kita bicarakan di ruanganku”

Mereka berdua lalu mengikuti dokter berambut uban itu.

***

“Aku rasa pasien sudah overdosis obat obatan. Dia harus di rawat intensif. Seharusnya pasien segera di bawa ke rehabilitasi untuk pemulihan. Kalau tidak.. ia bisa meninggal, karena obat obatan itu juga sudah menyerang organ vitalnya” terang dokter tersebut.

Suzy menutup mulutnya takut.

“An..andwae..” nafasnya tercekat.

“Gomapsumnida..uisanim” ucap myungsoo lalu bergegas pamit dan menarik suzy keluar dari ruangan itu.

***

Suzy berjalan gontai menuju kamar minho. Myungsoo sedikit risih dengan sikap suzy yang sangat mengkhawatirkan minho.

“Mianhae..” myungsoo membuka suara. Ia berniat meminta maaf dengan masalah ciuman mendadak tadi.

“Kau tahu? Aku yang memperkenalkan minho obat obatan itu karena appaku adalah seorang mafia narkoba” lagi lagi suzy mengacuhkan ucapan myungsoo.

“Suzy-ah!” Bentak myungsoo. Langkah suzy terhenti.

“Kau mau aku cium lagi eoh? Kenapa terus mengacuhkan ucapanku?” Ucap myungsoo tegas seraya menatap tajam manik mata suzy. Suzy menatapnya sebentar lalu kembali jalan lagi. Myungsoo lalu menyusul.

“Kau aneh suzy-ah. Kau pandai mempermainkan hatiku” gumam myungsoo pelan namun Suzy mendengarnya.

“Aku mengenalkannya sebagai hadiah ulang tahunnya”

Myungsoo terbelalak. Apa?!. Oke, Pikirannya kini fokus ke perkataan suzy.

“Saat itu aku ingin menikmatinya bersama” suzy tertawa renyah. Myungsoo menoleh tak percaya.

“Itu adalah sebagai bentuk kekesalanku kepada appa yang dengan teganya merusak masa depanku dengan profesinya yang sebagai mafia narkoba. Sayangnya, minho tak mau membiarkanku menikmati obat itu. Jadi, dia menikmati semuanya. Hingga..” suzy mulai terisak.

“Hingga.. ia kecanduan. Aku merasa.. sangat bersalah padanya..”

Myungsoo tertegun. Ia berharap kekhawatiran suzy bukan karena rasa cintanya kepada minho. Tapi hanya karena ia harus menebus kesalahannya. Yah, ia sangat berharap seperti itu.

***

“Minho-ah.. gwaenchana?” Gumam suzy sembari mengusap pelan punggung tangan minho. Namja itu terbaring lemas dengan selang infus di tangannya.

Myungsoo muak. Ia tak suka pemandangan ini.

“Mianhae.. aku pasti akan mengembalikanmu seperti semula.. ne?”

“Kau tak boleh mati. Aku pasti akan menjadi pembunuh untuk kedua kalinya karena telah membunuh orang lagi. Cukup eommaku. Jangan sampai kau lagi..” gumamnya. Tapi, myungsoo mendengar gumaman gumaman itu. Perasannya terganggu. Ia tak suka. Namun apa daya, ia hanya bisa menyaksikannya saja.

Suzy lalu membaringkan kepalanya di kasur minho sembari terus mengusap pelan punggung tangan minho.

Cukup sudah! Myungsoo muak. Ia lalu beranjak dari kursinya dan keluar begitu saja dari ruangan itu.

***

Myungsoo berteriak sepuasnya ketika ia tengah berada di taman rumah sakit. Ia muak. Entah sejak kapan perasaan itu muncul. Ia tak mengerti. Hanya saja, ia tak suka suzy sangat perhatian kepada minho atau siapapun itu.

Myungsoo lalu duduk di bangku taman dan bersandar. Ia memandang langit malam itu. Tak ada bintang. Mungkin hujan akan segera turun. Setidaknya begitulah kata orang, bahwa jika langit tanpa bintang dimalam hari pertanda hujan akan turun. Atau mungkin saja bintang bintang itu hanya bersembunyi.

Pikiran myungsoo mulai kacau. Ia mengacak rambutnya. Ia berharap hal itu dapat membuat pikirannya rilex kembali.

“Myungsoo-ah..” panggilan lembut seorang yeoja membuat myungsoo sontak menoleh.

Yeoja itu ikut duduk di samping myungsoo.

“Kau masih ingat? Saat aku masih di penjara, kau pernah memperlihatkan taman mawar yang indah di dalam penjara keji itu”

Myungsoo berdehem pelan. Ia masih mengalihkan pandangannya ke langit.

“Aku baru melihat hal itu seumur hidupku..”

Tik..tik..

Sepertinya perkiraan myungsoo tepat. Rintik rintik hujan sudah mulai turun dari langit. Myungsoo sontak menarik tangan suzy untuk segera masuk agar tidak kebasahan.

Suzy terdiam. Ia malah menahan tangan myungsoo.

“Kau ingat saat hujan turun di penjara itu huh? Saat aku kehujanan?” Ucap suzy lagi seraya menatap wajah myungsoo. Kali ini myungsoo yang terdiam.

Hujan sudah mulai deras. Namun dua sejoli itu masih betah berdiri di taman tanpa atap itu.

“Kau juga ingat saat aku sakit karena kehujanan dan kau dengan sigap membawaku ke klinik. Mencemaskanku..”

“Kenapa kau mengatakan itu?” Akhirnya myungsoo membuka suara.

Giliran suzy yang bungkam. Ia hanya mengenang masa masa itu yang menurutnya sangat menyenangkan. Walaupun di balik jeruji besi. Dan yang membuat hal itu menyenangkan karena namja di hadapannya itu. Kim myungsoo. Lagi lagi kim myungsoo.

“Waeyo?” Ulang myungsoo.

“Ah mianhae.. gara gara aku, kita kehujanan..” suzy mengalihkan pembicaraan. Ia lalu mengajak myungsoo untuk kembali ke dalam. Namun myungsoo masih bergeming dengan guyuran hujan yang semakin menjadi jadi.

“Jangan sok main drama! Ayo masuk!” Ajak suzy. Myungsoo masih menatap suzy intens.

“Kau tahu apa arti cinta?” Tanya myungsoo tiba tiba. Mimik wajahnya serius. Suzy tertegun.

‘Mwoya?’

***TBC***

Jreng jreng jreng! Akhirnya ter post juga HAHAHA. Mianhae readers karena selama ini lagi sibuk sibuknya final dan pengen refreshing jadi agak lama *nyengir kuda*

Maaf gaje yah._.v

RCL NE!

ntar lagi tamat loh! HAHAHA! *Mang knapa klo tamat?* #plak

Bow~

76 thoughts on “FF JAIL PART 7

  1. kayanya udara makin panas nih *colek myungppa*
    aigoo tuh tbc knapa nyempil dsitu..penasaran akut ini mh..
    suzy yg jujur sama perasaannya dong..jangan buat myung jadi galau gitu..
    kasihan jieun,.ngga ada yg nolongin

Tinggalkan Balasan Anda, Dear

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s