FF Something (OneShoot)

image

Title: Something
Author: @vhyra_pabbo
Genre: Romance, drama, friendship, mysteri, crime, etc
Main Cast: Bae Suzy, Kim Myungsoo, choi minho
Sub Cast: Lee Taemin, Choi sulli, Kang jiyong, kim soyeon, krystal jung, Kim jong in, OC’s and etc.
Length: Oneshoot

Warning: Ini adalah cerita yang saya buat murni dari pikiran saya. Cerita ini hanya fiktif belaka. kalau ada kesamaan tokoh, tempat, dan cerita itu merupakan bukan kesengajaan. Ghamsahamnida~ Bow

Happy Reading!

***

“aku akan liburan ke pulau jeju minggu depan” info suzy kepada sahabat sahabatnya ketika mereka tengah berkumpul di sebuah kantin sekolah.

“Terus?” Sahut jiyong bingung, masih fokus dengan makanannya.

“Kalian mau ikut?” Ajak suzy antusias.

Sulli, jiyong, krystal dan soyeon yang tengah asyik dengan burgernya sontak menatap ke arah suzy yang menatap mereka dengan tatapan menunggu jawaban. Mereka berempat saling pandang lalu tersenyum nakal.

“Waeyo suzy-ah? Wae?” Krystal membuka suara kali ini dengan tatapan penuh curiga dan yang lain menimpali dengan anggukan.

Suzy menggeleng pasrah.

“Minho oppa mengajakku ke sana. Kheundae.. aku takut kalau hanya berdua, makanya aku mengajak kalian. Eotthae?” Jelas suzy pada akhirnya.

“Hanya berdua?!” Pekik jiyong yang langsung terdiam setelah suzy menyumpal mulutnya dengan bakpao. Ia tersedak. Soyeon yang duduk berdekatan dengan jiyong lalu menyodorkan minumannya kepada jiyong.

“Ajaklah namjachingu kalian juga” usul suzy kemudian.

“Memangnya, kita akan menginap dimana?” Kali ini sulli membuka suara.

“Di villa keluarga minho. Entahlah.. aku juga belum pernah ke sana”

“Kalau begitu aku tidak ikut” tolak soyeon.

“Waeyo?” Wajah suzy dan krystal terlihat bingung.

“Aku tak punya namjachingu. Bagaimana bisa aku ke sana dengan kalian yang masing masing memiliki pasangan. Aku pasti akan jadi kacang rebus yang tidak enak” timpal soyeon kecewa. Krystal lalu merangkul bahu soyeon.

“Aku yang akan menjadi pasanganmu soyeon-ah..” bisik krystal halus dengan ekpsresi menggoda. Krystal memang suka menggoda sahabat sahabatnya dengan candaan walaupun ia terkenal dengan julukan ice princess nya di sekolah, tapi ketika bersama sahabat sahabatnya, julukan itu tak ada artinya.

Soyeon mendorong pelan krystal dengan tatapan jijik.

“Ihh dasar tak normal!” Ejek soyeon. Krystal sontak tertawa keras diikuti oleh ketiga sahabatnya—suzy,jiyeong dan sulli—juga tertawa melihat ekspresi kesal soyeon.

“Aku serius. Jong in oppa tidak ikut karena ia akan ke daegu minggu depan untuk menemani hyungnya” ujar krystal dengan nada serius setelah aksi tawa-tertawanya tadi.

Soyeon terlihat berpikir lalu kemudian mengangguk pasrah.

“Baiklah aku ikut”

***

“Barang barangnya sudah lengkap?” Tanya suzy ketika mereka berada di dalam kamar suzy tengah menge-pack barang barang yang akan mereka bawa.

“Sepertinya..” jiyong nampak berpikir sejenak. Suzy menunggu dengan sabar.

“Taemin oppa belum di pack” sahut jiyong asal sambil menyengir. Suzy mencibir lalu meneruskan mengepak barang barangnya.

“Suzy-ah ppalliya! Para namja sudah datang!” Teriak krystal dari luar rumah suzy.

“Ne tunggu!” Ia mengambil tas dan barang barang lainnya lalu bergegas menyusul keluar bersama jiyong.

Minho yang melihat suzy lalu menghampiri yeojachingunya itu dan langsung memeluknya erat.

“Bogoshippo..” gumamnya. Suzy tersenyum.

“Oppa.. tas ku berat” dumel suzy.

Minho tertawa pelan lalu melepaskan pelukannya. Ia lalu mengambil tas suzy dan menentengnya ke mobil. Tak lupa ia menarik tangan suzy agar berjalan bersamanya. Tanpa mereka sadari, ada sepasang mata elang yang menatap tajam kedua insan itu.

***

Sepanjang perjalanan menuju villa, hanya keheningan yang mendominasi. Namun sesekali soyeon berceloteh untuk menetralkan kesunyian. Semuanya lalu larut dalam kegiatan masing masing. Minho yang asyik menyetir dengan suzy di sampingnya tengah tidur dengan jendela terbuka. Sedangkan krystal,jiyong, dan soyeon tengah asyik dengan lagu di ipod mereka masing masing. Myungsoo dan taemin duduk paling belakang bersama sulli yang tengah tertidur pulas di pundak namjachingunya—myungsoo. Untungnya, mobil yang mereka tumpangi cukup besar menampung kedelapan anak manusia itu walaupun mereka harus puas dengan tempat yang sempit.

Salah satu namja yang terus terjaga, tak henti hentinya menatap intens ke arah suzy. Meskipun yeojachingunya tengah berada di sampingnya, ia tak peduli. Ia hanya ingin terus menatap yeoja yang duduk paling depan itu—suzy. Sudah sejak lama ia menahan perasaan itu. Hanya cemburu dan sakit hati yang ia dapatkan setiap ia melihat suzy bermesraan dengan minho dan mantan mantan suzy yang lainnya. Ia rasanya ingin melenyapkan namja itu. Yah, ia begitu obsesif terhadap suzy. Dan jangan tanyakan mengapa. Karena ia juga tak tahu.

“Kita sampai!” ucap minho yang langsung membuat semuanya terlonjak.

***

“wah! Villanya besar juga. Untung kau mengajak kami, kalau tidak, kau bisa habis di tangan minho suzy-ah..” canda krystal yang langsung mendapatkan jitakan dari suzy. Minho hanya tertawa lepas melihat ekspresi cemberut krystal setelah suzy menjitaknya.

“Jadi semula kalian hanya ingin berdua? Wah dasar pasangan mesum..” timpal taemin yang langsung mendapatkan pukulan pelan di perutnya.

“Yak kau jangan berpikir macam macam pabbo!” Dengus minho seraya menyeringai.

“Yak tatapan itu! Lihatlah! Dia memang ingin berbuat mesum kalau saja kita tidak pergi!” Pekik taemin dengan ekspresi lucu seraya memegang perutnya yang tadi kena serangan yang cukup membuatnya meringis. Semuanya tertawa. Kecuali myungsoo. Namja itu memang jarang tertawa. Bahkan hal paling lucu pun belum bisa membuatnya tertawa. Hanya satu yang bisa membuatnya tersenyum. Yah, saat ia melihat suzy tertawa, saat melihat yeoja itu mengeluarkan eyesmile cantiknya.

“Kkaja!” Ajak minho kemudian.

***

“Kamar di villa ini hanya ada lima. Karena kita delapan maka satu kamar dua orang. Deal?” Saran minho.

“Bagaimana dengan satu kamar tersisa? Dan yeoja ada lima” Tanya soyeon penasaran.

“Suzy yang akan menempati kamar tersisa itu. Kalian berempat tidur berdua” jawab minho tanpa ragu. Nampak dari ekspresi suzy bahwa ia ingin protes namun segera diurungkan. Toh, ia yang mengajak maka ia harus menerima semuanya.

“Aku akan sekamar dengan taemin. Myungsoo, kau tidak apa apa sendirian kan?” Tanya minho sebelum mereka menuju kamar masing masing.

“Ne” balasnya.

“Oke. Kalian masuklah ke kamar kalian masing masing” desak minho seraya merangkul taemin menuju kamarnya. Semuanya lalu berhambur menuju kamar masing masing.

Sementara yang lain sudah memasuki kamar, suzy dan myungsoo mendapatkan kamar paling ujung. Dan sendiri.

“Kau mau kamar yang mana?” Tanya myungsoo ketika mereka hampir sampai di kamar yang hampir berdekatan. Hanya di pisahkah oleh dapur—kamar mereka berada di lantai bawah. Sedangkan tiga kamar lainnya berada di lantai atas.

Tanpa pikir panjang, suzy langsung menunjuk kamar di sebelah kiri.

“Baiklah. Kalau kau butuh sesuatu, panggil aku saja. Arra?” Pesan myungsoo datar sebelum ia masuk ke kamarnya. Suzy membalasnya dengan anggukan kaku.

Ia pun segera melesat ke kamarnya sendiri. Setelah gagang pintu itu dibuka, betapa kagetnya suzy ketika melihat sebuah pajangan besar berlukiskan dua orang berpakaian sepadan berumur separuh baya. Lukisan wanita sedang duduk berdampingan dengan pria berkumis yang tampak garang. Walaupun itu lukisan, suzy masih bisa menangkap arti lukisan itu. Mereka mungkin pemilik villa ini.

Suzy memundurkan langkahnya. Ada yang tidak beres.

“Myungsoo-ssi! Myungsoo-ssi!” Panggil suzy dengan nada bergetar.

Tiba tiba myungsoo muncul dengan ekspresi panik.

“Ada apa?!” Pekiknya seraya menahan tubuh suzy agar berhenti berjalan mundur.

“Bisakah kita bertukar kamar eoh?” Ucap suzy yang masih intens memandang lukisan itu.

“Waeyo?” Nada suara myungsoo mulai datar kembali.

“Aku hanya tak suka ada lukisan besar yang gambarnya manusia” terang suzy seraya menoleh ke arah myungsoo dengan mimik memelas.

“Arrasso. Aku akan membawa barang barangmu” tanpa persetujuan, myungsoo langsung saja mengambil barang suzy dan membawanya ke kamar sebelah. Suzy hanya mengekori myungsoo dengan perasaan cemas. Mengapa ia merasa ada yang tidak beres dengan rumah ini?

***

“Oppa.. lukisan besar yang ada di kamar bawah itu siapa?” Tanya suzy ketika mereka tengah bermain main di pantai. Villa milik keluarga minho memang terletak dekat pantai. Bisa dibilang panorama villa tersebut mengambil view pantai.

“Ah itu.. hanya lukisan bergambar ahbouji dan eomonie” jawabnya.

Suzy mengangguk sembari menggaruk garuk pasir.

Di kejauhan, terlihat sosok myungsoo yang duduk di atas pasir pantai sambil terus menatap ke arah suzy. Padahal sulli tengah bersandar di bahunya. Sementara yang lainnya bermain bola pantai.

“Chagi-ah.. kenapa kau mengajak yang lain juga huh?” Tanya minho yang langsung membuat suzy mengerutkan kening.

“Memangnya apa yang akan oppa lakukan kalau hanya kita berdua huh?” Suzy menatap jail ke arah minho lalu kembali bersandar di pundak minho. Minho menyentil hidung suzy gemas.

“Kau jangan berpikir macam macam..”

Suzy terkekeh. Tiba tiba jiyong datang dan menghampiri mereka.

“Kkaja! BBQ nya sudah siap!” Ajak jiyong kepada kedua sejoli itu—suzy dan minho. Mereka segera beranjak dan langsung saja berlari menyerbu BBQ yang dibuat jiyong. Semua yang tadinya bermain, seketika berkumpul mengerumuni panggangan itu.

“SERBUUUU!” pekik krystal dan soyeon kompak. Jiyong menggeleng pasrah.

Suzy tertawa lepas diikuti oleh yang lainnya. Terlihat bibir myungsoo terangkat naik.

***

Suzy merasa gelisah berada di kamar itu. Maka dari itu ia memutuskan untuk keluar sekedar mereflekskan diri. Entah mengapa hawa kamar itu terasa berbeda. Membuat bulu kuduknya meremang.

Suzy yang berjalan pelan menuju kolam ikan tiba tiba menghentikan langkahnya tatkala mendengar suara berisik dari balik pintu gudang.

Ia lalu menempelkan telinganya rapat rapat.

Cklek..cklekk..

Bulu kuduk suzy tiba tiba merinding. Ia memegang tengkuknya lalu dengan gerakan cepat segera berlari menuju kamar terdekat—kamar myungsoo.

Hosh..hosh..

Tok..tok..

Myungsoo membuka pintu kamarnya. Ia melihat suzy kini berdiri di depannya dengan mimik ketakutan. Tanpa ia sadari seulas senyum tersungging di bibirnya.

“Ada apa suzy-ssi?”

Suzy masih mengatur nafas.

“Aku.. mendengar sesuatu dalam gudang.. aku.. takut..” ucapnya terbata bata setelah berhasil menormalkan nafas memburunya.

“Masuklah.. aku akan menemanimu sampai besok” tawarnya. Suzy tampak ragu. Apa yang akan minho lakukan kalau ia tahu bahwa yeojachingunya menginap di kamar lelaki lain? Walaupun toh tak akan terjadi apa apa.

“Aku.. ke kamar minho saja-”

“Andwae! Kau di sini saja. Kamar minho ada di atas. Kau pastinya harus berjalan lagi dan melewati beberapa tempat yang mungkin akan-”

“Kheundae.. tak apa apakan?” Potong suzy. Myungsoo mengangguk mantap.

“Aku akan tidur di bawah” ucap myungsoo kemudian menutup rapat pintu dan menguncinya.

***

Suzy masih belum memejamkan matanya. Kini tatapannya terpaku pada lukisan raksasa di hadapannya. Ia sontak menutup matanya. Membaca doa doa dari alkitab yang dihafalnya. Hawanya sama dengan di kamarku. Batin suzy.

Keringatnya makin mengucur tatkala mendengar suara langkah kaki yang menuruni tangga. Itu pasti anak anak yang lainnya. Pikirnya tak mau parno.

“Myungsoo-ssi?” Gumam suzy dengan nada bergetar. Tak ada jawaban.

“Myungsoo-ssi?” Kali ini volumenya bertambah.

“Ne?”

Suzy menghela nafas lega.

“Aku takut..” gumamnya.

“Gwaenchana.. aku akan melihatmu sampai tidur agar kau tak takut lagi” kali ini myungsoo terbangun dan berniat menemani suzy. Suzy hanya mengangguk.

“Aku percaya padamu myungsoo-ssi..”

Namja itu mengangguk seraya tersenyum. Suzy seperti melihat keanehan dalam diri myungsoo. Ia menggeleng berusaha menepis segala keparnoannya.

Kini suzy bisa menutup matanya perlahan lahan. Namun baru saja matanya akan tertutup rapat, suara yang cukup gaduh memaksanya untuk membuka mata kembali.

“apa itu myungsoo-ssi?” Suzy mengalihkan wajahnya ke arah myungsoo yang masih tersenyum menatapnya.

“Tak ada apa apa. Kau tidurlah.. aku akan menjagamu” jawab myungsoo lembut.

Suzy sekarang takut. Yah, takut. Ia menelan salivanya gugup. Menghirup nafas dalam dalam lalu membuangnya perlahan lahan. Ia lagi lagi mencoba untuk menutup matanya.

Namun, lagi lagi suara gaduh itu mengusiknya.

“Myungsoo-ssi.. aku takut.. aku tak bisa tidur..” ucap suzy mulai parno.

Myungsoo tersenyum lalu menarik suzy bangun dan langsung memeluknya.

Suzy tertegun. Ada apa dengan namja ini? Kenapa? Kenapa dia..

“Sekarang kau tak takut lagi huh?” Tanya myungsoo lembut. Suzy menggeleng. Myungsoo tertawa pelan.

“Kau tahu? Aku sudah menyukaimu dari dulu. Sudah lamaaaaaa sekali. Sejak kau masih berumur lima tahun. Aku adalah tetanggamu sewaktu masih kecil. Aku menyukaimu dan berusaha agar selalu bersamamu. Bersekolah di sekolahmu. Mungkin sekarang rasa suka itu sudah memasuki stadium ekstrem yang dinamakan cinta” bisik myungsoo. Badan suzy tiba tiba menegang.

“Aku mencintaimu suzy-ssi.. dari dulu sampai sekarang. Dan.. aku tak tahu kenapa hanya kau yang bisa membuatku selalu tersenyum.. walaupun aku memiliki banyak mantan, kheundae.. tak satupun kusukai apalagi kucintai. Itu semata mata hanya pelarian saat melihatmu bahagia dengan mantan mantanmu yang lainnya dan pacarmu yang sekarang..” ungkapnya.

Oh tidak! Badan suzy meremang kini.

“Aku membenci minho. Pacarmu yang sekarang. Aku membencinya..”

Suzy melepaskan pelukannya. Ia menatap marah namja di hadapannya itu.

“Kau.. aneh..” hanya dua kata itu yang suzy ucapkan setelah penuturan panjang myungsoo.

Myungsoo lagi lagi tersenyum.

“Bolehkah aku menciummu?” Tanyanya.

Suzy benar benar muak. Ada apa dengan namja ini

“Yak!” Bentak suzy. Myungsoo lagi lagi hanya tersenyum.

“Tidak boleh?” Tanya myungsoo dengan wajah polos.

Suzy benar benar ingin menampar wajah tampan myungsoo. Tapi, ia masih menghormati sahabatnya—sulli.

Ia lalu berdiri dan berniat meninggalkan myungsoo. Ia hendak membuka gagang pintu namun sayang, pintunya terkunci.

“Yak! Buka pintunya!” Desak suzy. Myungsoo hanya diam mematung.

“Kau tidurlah.. aku akan menemanimu.. menjagamu.. sampai pagi menyapa besok. Arra?”

Suzy mengepalkan tangannya geram.

“Otak mesum!” Pekik suzy. Myungsoo hanya tertawa.

“Ayo.. kau tidurlah.. aku tak akan berbuat macam macam”

Suzy akhirnya menyerah setelah mendengar suara gaduh itu lagi. Toh, myungsoo adalah namjachingu sahabatnya. Tak mungkin myungsoo akan berbuat macam macam. Terlebih lagi setelah pengakuan mendadaknya.

Suzy tak habis pikir, kenapa namja ini baru mengakuinya sekarang? Apakah dulu ia malu atau semacamnya? Coba saja namja itu mengakuinya dari dulu, mungkin suzy akan menyukainya.

Suzy kembali berbaring. Kini ia sukses menutup matanya. Oh ia sangat lelah dan mengantuk. Sepertinya penjagaan myungsoo berhasil membuatnya merasa aman. Suara lengkingan dan pekikan di luar tak lagi di dengarnya.

Myungsoo masih menatap wajah suzy dengan senyuman yang masih menghiasi wajah cool nya.

Wajahnya lalu semakin mendekat dengan wajah suzy. Semakin dekat sampai tak ada cela lagi. Myungsoo lantas melumat bibir suzy lembut. Agak lama. Sampai ia puas.

***

Suzy menguap lebar. Ia menatap sekelilingnya. Kenapa seperti berada di kamarnya yang ada di seoul?

Ia lalu bergegas bangkit dan membuka pintu. Benar! Ini adalah kamarnya.

Ia lalu berlari mencari siapapun yang ada di sana namun tak ada siapapun. Ia berusaha mengingat ngingat ketika ia pergi berlibur bersama sahabat sahabatnya di pulau jeju. Itu nyata! Ia sangat yakin.

Tiba tiba teleponnya berdering. Ia berlari cepat dan langsung mengangkatnya.

“Yeoboseyo?”

Terdengar suara isakan dari dalam telepon itu.

“Kau sudah sadar?”

“Mwo?!” Suzy masih bingung. Apa yang sebenarnya terjadi?

“Syukurlah kalau kau sudah sadar. Ppalli kau harus bersiap siap untuk pemakaman sahabat sahabatmu”

“Mwo?!!” Suzy makin tak mengerti. Eommanya pasti bercanda.

“Ppalli! Kau akan dijemput oleh supir!”

Tutt.. suzy menjatuhkan teleponnya. Apa yang terjadi sebenarnya?

***

Suzy melangkah pelan menuju rumah yang tak asing baginya. Ia mulai takut. Ia melihat tangis huru hara di setiap orang yang dilewatinya. Ada banyak orang di sini. Ia melihat ada orang tua krystal, sulli, jiyong, soyeon, dan orang tua myungsoo. Tapi ia sama sekali tak melihat orang tua minho dan taemin. Ia juga melihat jong in dengan mata yang sangat sembab. Ada apa ini? Apa yang terjadi?

Oke, ia memang tak tahu menahu soal orang tua namjachingunya—minho.

Suzy yang melihat eommanya lalu berlari menghampiri wanita itu.

“Mussheun.. irriya?” Ucap suzy takut.

Eomma suzy mengusap airmatanya. Ia mencoba menarik nafas dan berusaha setegar mungkin.

“Semua..”

Suzy menunggu kalimat selanjutnya.

“sahabat sahabatmu meninggal” sambungnya.

Deg!

Bagai ditimpa besi seribu ton dan dikontak listrik ribuan volt. Apa ini?!

“M-mwo?” Suzy shock. Ia tak mengerti. Bahkan suaranya tak dapat terdengar. Ia sangat shock.

Suzy memukul dadanya pelan. Airmatanya mengalir begitu saja. Badannya melemas lalu badannya ambruk.

***

Suzy tak dapat menahan isakan menjadi jadinya ketika mendengar cerita eommanya. Ia bahkan beberapa kali mengamuk dan berteriak tidak jelas.

Eommnya bercerita bahwa, krystal, sulli, jiyong, soyeon, dan myungsoo dibunuh oleh minho dan taemin. Minho adalah sepupu taemin. Mereka memiliki gangguan psikis yang haus darah. Mereka berdua seperti psikopat. Bahkan taemin yang merupakan pacar jiyong juga tega membunuh pacarnya sendiri. Sebelumnya, minho sudah pernah membunuh kedua orang tuanya setahun yang lalu dan barulah sekarang terungkap. Minho mengubur jasad kedua orang tuanya di kamar yang terdapat lukisan kedua orang tuanya itu. Minho memiliki penyakit gangguan jiwa karena masa lalunya yang kelam. Ia seringkali disiksa orang tuanya karena ekonomi mereka yang pas pasan. Dan kini minho tumbuh menjadi namja  psikopat yang haus darah bersama dengan sepupunya yang juga memiliki sifat yang sama.

Untunglah, saat suzy akan menjadi korban selanjutnya, ia tak ditemukan oleh minho dan taemin. Entah mengapa bisa terjadi. Sepertinya suzy disembunyikan oleh makhluk tak kasat mata.

Kedua psikopat itu lalu ditahan dan dimasukkan ke dalam rumah sakit jiwa.

Kata eommanya, ada seseorang yang menelpon untuk meminta bantuan polisi sehingga mereka berhasil dibekuk.

Sekarang suzy sadar. Sewaktu suzy ketakutan dan bermaksud merilekskan diri di kolam ikan, ia mendengar suara aneh di dalam gudang. Ia sangat yakin bahwa saat itu minho sudah membunuh myungsoo. Jadi, saat ia memasuki kamar myungsoo, yang di temuinya adalah myungsoo dalam bentuk roh.

Suzy memang sudah curiga ketika melihat wajah tak biasa myungsoo—pucat dan saat ia dipeluknya, badannya terasa sangat dingin. Jadi, ia kini sadar, bahwa myungsoo mau melindunginya. Betul betul melindunginya. Ia juga yakin yang menelpon eommanya adalah roh myungsoo.

“Sekarang aku tau..” suzy masih terisak. Ia memeluk foto namja yang kini sudah bahagia di surga itu—myungsoo—dengan erat.

“Aku sekarang tau kalau kau.. berani mengungkapkan perasaanmu selama ini karena mungkin..” suzy berbicara pada foto namja tampan itu—myungsoo.

“Kau tak akan bisa lagi mengatakannya.. kan? Myungsoo.. oppa?” Suzy memeluk erat pigura itu seraya menangis keras. Matanya bahkan lebih bengkak dari disengat apapun. Oh dia sangat kacau sekarang!

Ia tahu sekarang, suara jeritan dan suara suara lainnya itu berasal dari sahabat sahabatnya yang telah dibunuh dengan sadis oleh minho dan taemin.

Oh sungguh suzy sangat kacau sekarang! Pikirannya hanya bergelayut wajah myungsoo, myungsoo dan myungsoo.

Namja itu bahkan memintanya untuk menciumnya saat itu. Seandainya ia tahu kalau myungsoo sudah meninggalkannya saat itu, ia pasti akan mencium namja itu selama yang ia bisa.

Ia merasa sangat bodoh!

Suzy memukul kepalanya. Eommanya yang tak tega melihat anaknya terus terusan bersedih lalu menghampiri suzy dan memberikannya dekapan hangat.

“Namja yang menelpon untuk meminta bantuan berkata kepada eomma bahwa.. putri eomma harus berjanji agar kuat menjalani kenyataan yang akan diterimanya. Ia juga sempat berkata bahwa ia sangat menikmati ciuman hangat dari putri eomma..” bisik wanita parubaya itu lembut.

Suzy terlonjak.

Jadi.. saat ia tertidur.. myungsoo menciumnya?

Suzy menutup matanya. Bulir bulir bening itu keluar dengan deras.

“Aku mencintai myungsoo, eomma..” gumam suzy lirih.

***END***

Mian kalau kepanjangan dan jadinya boring ._.v

RCL NE!

Bow~

55 thoughts on “FF Something (OneShoot)

  1. Gue merinding, saking cintanya ma Suji, myung berubah jadi roh cuman untuk menyelamatkan nya😢 kasihan banget sih myung😢

Tinggalkan Balasan Anda, Dear

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s