FF Secret Laboratory PART 1

image

Title: Secret Laboratory
Author: @vhyra_pabbo
Genre: Romance, drama, family,marriedlife, Fantasy, Friendship, Mystery (maybe), etc.
Main Cast: Kim Myungsoo, Bae Suzy, Choi Minho
Sub Cast: Park Jiyeon, Kim jong in, Krystal Jung, Yang Yeoseob, Kangjun, Park Chanyeol, Oh Sehun, Kris Wu OC’s and etc (SubCast dapat berubah sewaktu-waktu)
Length: Chaptered

Warning: Ini adalah cerita yang saya buat murni dari pikiran saya. Cerita ini hanya fiktif belaka. kalau ada kesamaan tokoh, tempat, dan cerita itu merupakan bukan kesengajaan. Ghamsahamnida~ Bow

Happy Reading!

***PART 1***

Seorang gadis cantik baru saja turun dari sebuah Hyundai putih keluaran terbaru. Ia melangkah anggun menuju sebuah gedung. Ditangannya tergenggam seikat bunga mawar putih. Selaras dengan dress putih selututnya. Mahkotanya ia biarkan tergerai dengan hiasan cantik di sisinya. Semua mata seakan tak lepas menatap keanggunan yeoja itu.

“Bae suzy, atas nama kim myungsoo” ucapnya lembut seraya menyerahkan sebuah undangan kepada recepsionis.

“Silahkan..” resepsionis itu mengarahkan suzy.

Yeoja itu tersenyum lalu bergegas berjalan menuju ruangan yang dimaksud.

***

Yeoja bernama suzy itu melemparkan pandangannya ke seluruh ruangan, mencari seseorang yang mengundangnya ke acara tersebut. Senyumnya langsung mengembang tatkala melihat seorang namja melambai ke arahnya. Ia segera berjalan menuju namja itu, lirikan mata penuh kekaguman menghiasi perjalanannya.

Suzy langsung mencium kedua pipi namja itu.

“Chukkae oppa! Selamat atas kelulusannya dan selamat karena telah menjadi mahasiswa terbaik dijurusan!” Pekiknya lembut seraya menyerahkan bunga yang dibawanya. Namja itu tersenyum simpul. Matanya menatap kagum yeojachingunya.

“Kau sangat cantik, aku tak suka namja namja memandangmu terus..” bisik namja itu seraya menarik suzy untuk duduk.

“Eotthokhae?” Suzy menggoda namja itu.

“Aku tak bisa apa apa. Karena bagaimanapun dandananmu, kau akan selalu menjadi santapan mata para namja mesum itu..”

Suzy terkikik mendengar perkataan namjachingunya. Namja itu bernama kim myungsoo. Mahasiswa jurusan kimia yang memiliki IQ luar biasa. Diumurnya yang sama dengan suzy, ia telah mendapatkan gelar profesor dan telah mendapatkan gelar sarjana kimia strata tiga. Beberapa penemuannya sangat diakui dan membuatnya makin memantapkan dirinya sebagai ahli kimia dan ilmuan di bidang sains. Memiliki wajah tampan, pintar dan mapan membuatnya dipuja puja wanita. Namun hatinya sudah terkunci oleh yeoja yang nyaris sempurna bernama bae suzy. Mahasiswa jurusan hukum yang baru saja menyelesaikan studinya dan mendapatkan gelar sarjana hukum strata satu. Seorang wanita mempesona yang di cap playgirl di kampusnya. Karena myungsoo dan suzy berbeda kampus. Myungsoo yang memiliki otak brilian berhasil masuk di universitas terbaik di seoul dengan sangat mudah. Sedangkan suzy, berhasil masuk di universitas swasta di kota tersebut. Awal mereka bertemu ketika pertemuan seluruh universitas di seoul untuk seminar pendidikan. Disanalah suzy dan myungsoo bertemu. Myungsoo yang notabenenya susah ditaklukan, namun suzy dengan mudah menaklukkannya karena menurut myungsoo, suzy memiliki pesona yang tidak dimiliki oleh yeoja manapun. Suzy dinobatkan sebagai mahasiswi tercantik seuniversitasnya oleh para wartawan kampus. Saat itu pula lah, sang arjuna pelan pelan mendekati sang primadona sampai akhirnya mereka jadian. Namun, myungsoo masih belum mengetahui sifat playgirl suzy, yang masih tertanam di dirinya.

Seminggu setelah acara kelulusan myungsoo, mereka berencana untuk melangsungkan pernikahan. Semua pacar pacar termasuk yang telah menjadi mantan suzy sangat kecewa ,bahkan ada yang sampai bunuh diri. Namun, suzy tak bisa memungkiri, bahwa ia sangat nyaman di dekat myungsoo. Siapa yang akan menolak namja yang nyaris sempurna sepertinya?

***

Suzy merengkuh wajah myungsoo. Bibirnya melumat bibir namja yang sudah resmi menjadi suaminya itu. Jantung myungsoo tak bisa terkontrol, ia melepas ciuman mereka secara mendadak. Ia menarik nafasnya lalu membuangnya. Mencoba mengatur nafas yang mengatur jantungnya. Namun, suzy kembali mengambil wajah myungsoo. Kembali melanjutkan ciuman mereka yang tertunda. Sorak sorai para tamu yang datang menjadi backsound ciuman penyatuan cinta mereka.

***

“Chukkae suzy-ah! Kalian sangat serasi.. yang satu primadona kampus, yang satu si jenius kampus. Aku iri!” Pekik jiyeon sambil menggandeng seorang namja di sampingnya. Suzy tersenyum.

“Kapan kalian akan menyusulku huh?” Bisik suzy jail.

“Entahlah.. minho oppa tak pernah membicarakannya..”

Suzy tertawa. Matanya teralih ke arah minho yang menatapnya tajam. Suzy berusaha tersenyum seceria mungkin.

“Krystal eoddie?” Mata suzy menyapu seluruh area. Mencari sahabatnya yang bernama krystal itu.

“Katanya dia datang terlambat karena habis dimangsa oleh suaminya semalam..” bisiknya seraya tertawa pelan. Suzy ikut tertawa. Sementara myungsoo dan minho saling tatap menatap tajam.

‘Ini mantan suzy yang katanya tak bisa ia lupakan itu..’ batin myungsoo kesal. Suzy sebenarnya tak pernah menceritakan tentang minho yang merupakan mantan pacarnya kepada siapapun. Bahkan kepada sahabat sahabatnya. Karena, saat mereka berpacaran, minho juga menjalin hubungan dengan jiyeon yang notabenenya adalah sahabat suzy, dan suzy pun masih berhubungan dengan myungsoo. Suzy memilih mengakhiri hubungan mereka karena lelah menyakiti sahabatnya dan pacarnya—myungsoo. Ia merasa perlu dihukum karena sifat playgirlnya.

Namun, myungsoo yang mendapatkan desas desus tentang sifat suzy yang playgirl lantas mencari tahu. Ia sempat tak percaya ketika menemukan suzy tengah bermesraan dengan minho. Ia memilih memendamnya, menutupi kebusukan suzy. Jadi, ia bertekad merubah suzy. Ia harus merubah sifatnya yang tak juga hilang itu. Dengan eksperiment eksperiment yang telah dibuatnya dalam buku rahasia yang ditulisnya sendiri.

***

“Krystal!” Pekik suzy ketika melihat sahabatnya menghampirinya dengan kotak kado yang sangat besar ditangannya, menutupi wajah cantiknya. Suami krystal pun membawa kotak yang sama besarnya.

“Aigoo! Ige mwoya?!” Pekik suzy surprise.

“Mian aku terlambat, ne?” Krystal mengeluarkan puppy eyes yang sangat suzy benci, jika krystal melakukannya.

“Yak gheumane!” Suzy memukul punggung krystal pelan. Krystal terkekeh.

“Ige..” krystal menyerahkan kotak itu, suzy menaruhnya di tempat khusus.

“Gomawo kalian semua datang!” Suzy memeluk kedua sahabatnya itu sayang.

Sedangkan myungsoo memeluk akrab suami krystal yang merupakan sahabat karibnya di jurusan yang sama.

“Kau sangat beruntung myungsoo-ah..” bisik kim jong in seraya menepuk bahu myungsoo bangga. Myungsoo memasang senyuman tak kalah bangganya.

“Sebenarnya aku pernah berpacaran dengan suzy, tapi dia memutuskanku karena dirimu. Benar benar namja yang beruntung..”

Sebuah jitakan cukup keras mendarat di atas pucuk kepala jong in. Myungsoo menatapnya marah. Ia baru mengetahui ini. Tapi toh, ia bisa cukup lega, karena dirinyalah yang akhirnya memenangkan hati suzy.

“Kita bukan sahabat lagi” ucap myungsoo pura pura marah.

“Yak, kau bisa bercanda juga?!” Pekik jong in seraya tertawa melihat bibir myungsoo yang dipoutkan. Sangat lucu dan langka baginya.

“Ngomong ngomong.. ada namja jurusan hukum yang bunuh diri kemarin..” bisik jong in kepada myungsoo, mulai serius.

“Apa hubungannya denganku huh?”

“Dia adalah mantan pacar suzy”

Myungsoo tersentak. Ditatapnya jong in tak percaya.

“Dia bunuh diri setelah menerima undangan pernikahan dari suzy”

Jleb!

Myungsoo menelan salivanya gugup.

“Ghe-gheurae?” Tanya myungsoo gugup.

“Kata desas desus yang kudengar, dia akan mengentayangi suami suzy. Neo..” jong in menunjuk myungsoo tepat di dadanya, berusaha menakut nakuti namja itu.

Myungsoo bergidik ngeri tapi segera ia tepis. Ia tak takut dengan hal semacam itu.

“Silahkan saja..”

Jong in menyeringai.

“Kau takut yah? Wah.. tak kusangka profesor terkenal kita takut dengan hal seperti itu..”

Sebuah jitakan kembali mendarat di pucuk kepala jong in. Namja itu mengusap kepalanya sambil meringis.

“Aku tidak takut!”

Suzy, krystal, jiyeon dan minho sontak menatap myungsoo heran. Namja ini bisa berteriak!

***

Suzy memandangi wajahnya di cermin. Ia tersenyum puas melihat wajah polosnya yang tetap cantik dipantulan itu, setelah ia mengahapus make up habis pesta karaoke semalam. Matanya lalu melirik suaminya yang tampak sibuk mencari cari sesuatu di dalam kopernya. Mereka baru saja pindah rumah, tempat yang kedua orang tua mereka berikan sebagai hadiah pernikahan.

“Apa yang kau cari?” Suzy membalikkan badannya menghadap myungsoo.

“Sebuah buku” fokusnya pada tasnya.

“Mau aku bantu?” Suzy menghampiri suaminya, mendekapnya dari belakang. Myungsoo tersenyum.

“Ini bisa membantu?”

Myungsoo berdehem sembari mencari buku yang dimaksud.

“Ah.. ini..” myungsoo tersenyum puas setelah menemukan buku dengan ketebalan minimun. Berisi berbagai macam ramuan, eksperiment, bahan sains dan sebagainya yang ia buat sendiri. Di dalamnya juga terdapat sebuah peta rahasia, menuju pulau terlarang.

“Ige mwoya?” Suzy hendak mengambil buku tersebut namun dengan cepat myungsoo menariknya. Ia tampak gugup.

“Bukan apa apa” sergahnya sambil berusaha menyembunyikan buku itu dari penglihatan istrinya.

“Yak! Tuan kim! Kenapa bermain rahasia padaku eoh?” Suzy mulai menggoda Myungsoo sambil berupaya membunuh rasa penasarannya terhadap buku itu.

“Kau juga selama ini memiliki banyak rahasia kan, nyonya kim?” Myungsoo menantang tanpa takut.

Suzy menyeringai. Ia langsung mendorong suaminya ke atas ranjang dan mulai mendekatinya, menggerayangi suaminya itu.

“Neo..” suzy tersenyum jail.

***

Kilauan cahaya yang menyengat pagi, membuat wanita cantik itu membuka matanya perlahan. Selimut yang membungkus tubuh polosnya membuatnya enggan beranjak dari tempat tersebut.

Morning, yeobo..” sapa suzy pelan dengan mata masih menutup. Namun tak ada jawaban. Suzy mulai keluar dari zona nyamannya. Matanya terbuka lebar. Ia menoleh ke samping, tak ada siapapun. Ia bangkit dari kasur dan menatap sekeliling kamarnya. Lagi, tak ada siapapun.

Suzy mengangkat bahunya lalu bergegas beranjak untuk membereskan diri.

Setelah selesai, ia menyapa alat make up nya di atas meja rias. Membubuhi wajah cantiknya dengan sedikit polesan make up ,senatural mungkin. Matanya lalu menangkap selembar kertas putih berisi pesan dari myungsoo. Mata suzy sontak terbelalak.

Aku berangkat pagi ini ke suatu tempat. Mianhae, karena aku meninggalkanmu pagi pagi begini.. aku akan segera pulang, mungkin besok pagi. Saranghaeo..

Suzy menghempaskan kertas itu kesal.

“Kita baru menikah dan kau seenaknya meninggalkanku sendiri dan pergi ke tempat yang bahkan tak kuketahui. Setidaknya beritahu aku kemana kau pergi. Dasar myungsoo!” Dengusnya kesal. Ia lantas menghapus make up nya kasar. Mengambil ponselnya, menelpon sahabat sahabatnya yang bisa diajak bersenang senang hari ini.

***

“Ada apa dengan make up mu?” Jiyeon mendongakkan wajahnya. Melihat dengan jelas polesan suzy yang alakadarnya.

“Aku ingin tampil beda tanpa make up” balasnya percaya diri.

“Okey..” jiyeon tak mau berceloteh tentang make up suzy lagi.

“Mana krystal?” Suzy melemparkan pandangannya ke halamannya. Tak ada mobil krystal.

“Suaminya melarangnya keluar hari ini. Kau tahulah, jong in itu yadongnya luar biasa..”

Suzy terkikik membayangkan mantan pacarnya itu—jong in—menghabisi krystal.

“Masuklah.. aku sudah siapkan makan pagi. Setelah makan, kita berangkat. Kita akan bersenang senang hari ini..”

***

Myungsoo mengikuti jalur peta yang tergambar di buku rahasianya tersebut. Tepat di titik merah, ia memandang lurus ke depan. Terbentang sebuah pulau, terlihat menyeramkan. Menurut desas desus yang beredar, pulau itu tak bernama dan disebut sebut sebagai pulau terlarang karena berisi berbagai hal hal gaib nan mustahil yang ada di seluruh pelosok pulaunya. Namun demi mendapatkan ramuan dan bahan kimia ajaib itu, myungsoo menantang bahaya di dalamnya. Ia yang merupakan seorang profesor, ilmuan sains, berniat membuat suatu penemuan. Penemuan yang hanya bisa dibuat dengan mencampurkan ramuan dan bahan kimia yang berasal dari pulau terlarang itu, karena hanya ada satu satunya di sana.

Penemuan itu ia peruntukkan untuk mengubah sifat istrinya yang sampai sekarang tak juga berubah meski mereka sudah menikah. Selain itu, ada ramuan dan bahan kimia lainnya, yang pastinya sangat berguna.

Myungsoo lalu menyewa perahu mesin untuk mengantarkannya ke pulau tersebut. Pulau yang menyimpan banyak misteri dan sesuatu yang ajaib.

Satu jam berlalu, perahu akhirnya sampai pada tujuannya. Myungsoo memarkirkan perahunya lalu bergegas berjalan menelusuri pulau menuju hutan yang terlihat menyeramkan itu, gelap dan lebat.

Namun myungsoo masih tak gentar. Rumput dan rawa liar yang mengganggu jalannya ia tebas dengan pisau panjang yang dibawanya. Tak lupa dengan senter yang menempel di helm khususnya, menerangi perjalanan menegangkannya.

Derap langkah kaki yang terasa mengguncang, membuat myungsoo menghentikan langkahnya. Ia lantas bersembunyi dibalik semak semak. Takut kalau kalau itu adalah sekumpulan penjahat atau hal lainnya yang menakutkan.

Mata myungsoo membelalak melihat pemandangan di hadapannya. Seseorang dengan kudanya, tengah menyebarkan beberapa bibit di daerah tersebut. Entah untuk maksud apa. Myungsoo memberanikan dirinya keluar, menyapa makhluk yang dari luar tampak normal itu.

“Annyeong!” Sapa myungsoo seraya melambaikan tangannya, ekspresinya terlihat gugup.

Makhluk itu menatapnya tajam selama lebih semenit.

“Kau.. manusia?”

‘Dia paham bahasaku?’ Batin myungsoo tak percaya.

“Jheonoun, kim myungsoo immida. Aku sedang mencari ramuan ramuan yang ada di sini untuk penemuanku”

Mata makhluk itu melebar.

“Kim myungsoo? Profesor muda terkenal itu kah?”

Myungsoo mengangguk.

“Naiklah di kudaku. Aku akan mengantarmu ke suatu tempat”

Awalnya myungsoo terlihat ragu, namun setelah melihat mimik meyakinkan dari makhluk itu, akhirnya ia menurut juga.

***

Myungsoo menatap lirih seorang wanita tua yang tengah terbaring lemah di ranjangnya.

“Dia menderita penyakit aneh. Kami sebenarnya memiliki ramuan penyembuh bernama gyogyito yang ada di rumah seorang penyihir di pulau ini dan juga tumbuh di perkebunan kami. Tapi, tak ada satupun dari kami yang mengetahui cara menggunakannya. Kata penyihir itu, hanya dirinya dan seorang profesor yang menangani hal hal kimia yang bisa membuat ramuan itu dengan campuran ramuan di pulau ini. Namamu langsung terkenal di pulau ini, tapi kami hanya bisa pasrah agar salah satu penemu mau mencari ramuan rahasia di pulau ini dan akhirnya kau datang” terangnya panjang lebar.

Myungsoo mengerutkan keningnya.

“Kalian ini makhluk apa?” Tanya myungsoo sekecil mungkin tak melukai perasaannya.

“Kami adalah manusia. Manusia yang tak mengenal peradaban modern. Karena itulah kami terperangkap dalam hutan terlarang yang merupakan legenda hungaria yang biasa terdengar. Hanya ada satu penyihir di pulau ini. Dia adalah seorang pria berdarah hungaria korea”

“Dan.. untuk apa kau menabur benih di tempat tadi?”

Orang itu tertawa pelan.

“Itulah perkebunan kami. Kami menanam benih tanaman yang bisa membuat sayur dan buah”

“Darimana semua asal ramuan ramuan ajaib itu?”

“Dari penyihir hungaria itu. Dia yang menghidupkan peradaban kami. Walaupun, kami pun tak tahu cara mengelolah ramuan itu. Terkadang penyihir itu yang membuatnya sendiri tapi ia terlalu mengisolasi diri dari kami sehingga kami kesulitan untuk meramu ramuan itu. Hanya sekali setahun kami bisa menemuinya untuk meramu ramuan yang ada di pulau ini. Makanya dia mengusulkan seorang ahli kimia untuk meramu bahan bahan kimia kami menjadi sebuah ramuan”

Myungsoo mengangguk paham. Ternyata ada hal seperti ini.

“Jadi, bisakah kau membuatkan kami obat penyembuh dengan ramuan ini?” Namja itu menyerahkan sebuah batok kelapa berisi air ramuan gyogyito berwarna hijau kehitaman.

Myungsoo mengangguk lalu mengeluarkan peralatan yang dibawanya. Meneliti kadar dari ramuan itu dan membuatnya netral bersama bahan bahan kimia lainnya. Ia mencampur kedua bahan tadi setelah berbagai pertimbangan yang ia lakukan selama satu jam.

“Ige..” myungsoo menyerahkan obat yang selesai ia buat.

Namja berjangkut tebal itu menyuruh istrinya meminum obat tersebut. Setelah beberapa detik, wajah wanita itu terlihat segar kembali.

“Aku sembuh!” Pekiknya sembari memeluk suaminya.

“Ghamsahamnida myungsoo-ssi!” Ucap pria berjangkut itu penuh sukacita. Myungsoo hanya tersenyum.

“Kau mau bahan bahan kimia dari pulau ini kan? Mari ikut aku. Aku akan mengantarkanmu ke perkebunan ramuan kami”

Seulas senyum lega terukir di bibirnya. Akhirnya..

***

Suzy asyik berbincang bincang dengan seorang namja. Terkadang ia tertawa dibuatnya. Minuman beralkohol menemani perbincangan mereka malam itu di sebuah bar ternama. Sementara jiyeon asyik menggerakkan tubuhnya di lantai dansa dalam keadaan mabuk.

Namja itu terlihat mengajak suzy ke dalam kamar namun suzy menolaknya halus dengan memperlihatkan cincin pernikahan yang tersemat di jari manisnya. Namun, pria itu masih saja mengajaknya. Suzy lantas tersenyum kecil.

“Suamiku bernama kim myungsoo. Seorang profesor dan ilmuan muda yang terkenal di seoul. Kau pasti mengenalnya kan?” ungkapnya yang langsung membuat pria itu kikuk. Pria itu langsung beralasan ke toilet. Suzy tampak menahan tawanya.

‘Kau tak ada apa apanya dibanding suamiku..’ batin suzy remeh. Kakinya lalu melangkah menghampiri jiyeon.

“Kkaja! Kita pulang.. sudah cukup bersenang senangnya. Hari ini kau bermalam di rumahku..” ajak suzy seraya melirik jam yang bertengger di pergelangan tangannya, telah menunjukkan pukul dua pagi. Ia menarik jiyeon keluar dari bar itu. Tiba tiba pikirannya memunculkan wajah suaminya. Perasaan bersalah langsung saja merasuki benaknya. Hampir saja ia menghianati myungsoo kalau saja ia tak bisa mengendalikan nafsunya. Ia memilih pulang karena sangat banyak godaan di bar itu.

***

Jalanan melengang. Suzy menyetir mobilnya dengan mata yang sudah sayu, ia mengantuk. Tiba tiba seseorang melintas di jalanan yang sangat sepi yang sontak membuat suzy menginjak pedal remnya mendadak.

Matanya menerawang keluar. Tak ada siapapun. Ia panik. Siapa yang melintas tadi?

Tengkuk suzy meremang. Tanpa pikir panjang. Ia langsung melajukan mobilnya pergi dari tempat itu.

Setibanya di rumah, matanya menangkap mobil myungsoo yang sudah terparkir di halaman. Suzy menarik nafasnya lalu membuangnya perlahan. Apa yang akan myungsoo lakukan padanya kalau ia ketahuan pergi ke bar sampai jam begini? Oh ia tak bisa membayangkan!

“Jiyeon-ah.. irreonna..” suzy memukul pelan lengan jiyeon, karena yeoja itu masih terlelap.

“Jiyeon-ah.. kalau kau tak bangun, kau akan tidur di sini”

Jiyeon langsung membuka matanya. Ia tersenyum kecil. Suzy memutar bola matanya kesal.

“Kkaja!”

***

Suzy melangkah pelan masuk ke dalam rumahnya. Highheels yang tadi dikenakan, ia lepas dan menentengnya. Matanya awas kalau kalau myungsoo sudah berada di hadapannya, memasang ekspresi menakutkan khasnya. Jiyeon mengikuti gaya suzy. Ia juga tak kalah takutnya kepada pria cerdas itu.

Lampu ruang tamu seketika menyala, membuat kedua yeoja itu menelan salivanya gugup.

“Yeobo..” suzy memasang senyuman mautnya. Sementara jiyeon memasang senyum kikuknya. Seorang namja menatap tajam ke arah salah satu yeoja tercantik di sana, bae suzy.

“Kau sudah pulang?” Tanya suzy basa basi seraya menghampiri suaminya itu hendak menghamburkan pelukan rindunya, namun myungsoo menahannya.

“Aku marah”

Senyum suzy meredup. Jiyeon bergegas menuju kamar tamu. Enggan mengganggu perang yang akan segera dimulai oleh sepasang pengantin baru itu.

“Aku juga marah” suzy memasang mimik tak kalah bengis dari myungsoo.

“Wae?” Myungsoo menantang.

“Kau meninggalkanku sendirian. Apakah aku tak pantas bersenang senang setelah kau meninggalkanku eoh? Kau kemana saja huh? Tak menelponku. Paling tidak kau mengirimiku pesan singkat” Suzy berkacak pinggang. Menaikkan satu alisnya. Ia merasa menang. Kena kau myungsoo!

Myungsoo tercengang.

“Mianhae..” myungsoo menarik suzy ke dalam dekapannya. Kedua pupil mata suzy sontak membesar. What the? Dia tak marah?

“Aku akan lebih memahamimu” gumam myungsoo lembut.

Suzy tersenyum simpul.

“Nado.. mianhae..”

Jiyeon yang menutup kedua kupingnya, tanda ia siap mendengar caci dan maki antar suami-istri itu lantas tersenyum setelah mendengar pertengkaran mereka mereda.

‘Mereka sudah semakin dewasa..’ batin jiyeon lalu menutup kedua matanya. Ia sangat mengantuk.

***

“Ige mwoya?” Mata suzy membelalak ketika melihat tas myungsoo yang penuh dengan tempat tempat berisi sesuatu yang aneh.

“Itu untuk percobaanku di laboratorium. Aku akan membawa semua zat zat kimia ku ke laboratorium” balasnya sambil sibuk mengatur barang barangnya.

“Kita punya laboratorium? Bukankah kau biasa bereksperimen di lab kampus mu, walaupun kau sudah lulus”

“Ne. Kheundae, sekarang tidak lagi. Karena ruangan yang tak terpakai di ujung sana akan kuubah menjadi laboratoriumku” myungsoo tersenyum puas.

Suzy mengangguk mengerti.

“Aku ingin tanya, kemana saja kau sampai membawa semua bahan bahan aneh ini huh?”

Myungsoo tersenyum menatap kedua bola mata suzy.

“Aku lakukan semua ini.. untukmu.. yeobo.. jadi, tak perlu kau menanyakan hal itu, eoh?” myungsoo menyeringai.

“Mwo? Untukku?” Suzy menunjuk dirinya sendiri seraya berekspresi bingung.

***TBC***

Annyeong Readerdul! Sebelumnya, saya mau mengucapkan terima kasih atas partisipasi kalian dalam memberikan like dan comment. Membantu banget membangun mood saya
WkwkwkxD so, jangan bosen bosen untuk memberikan like dan comment, ne?😄 *oke skip curcol ini*

FF ini memiliki unsur fantasi. Semoga kalian bisa masuk ke dalam cerita ini dan Semoga kalian suka yah.kkkkkk xD

Sorry for typos!

RCL NE!

KRITIK&SARAN OK! BASHING NO!

BOW~

139 thoughts on “FF Secret Laboratory PART 1

  1. omooo…!!! thorr daebakk… aq reader bru nich thor,,, kmren smpet bca yg fanatic sihhh,,, tp ada pw.a thor piye jall???😀

  2. Huaahhh kira2 myungsoo berhasil nggak y buat ramuan yg bisa ngerubah sifat suzy. Suzy segutu parah nya y penyakit playgirl nya. Sampe ada yg bunuh diri. Jadi ngeri

  3. akhhh suzy play girl. hmm kasian juga sih kalo gitu myung nya. Lah myung mau sembuhin suzy ? sembuhin dri play girlnya ato apa? dan myung jga knp ? kok dy jga mau sembuhin dirinya ? ahh penasaran. aku sedang estafet bca nih ff. khhhh aku jdi suka baca ff yg genre ginian jadi gra2 author; pokoknya semangat buat nulisnya ya thor.

  4. 😮 semoga ramuannya berhasil sembuhin sifat suzy ya..kalo sifatnya ngga sembuh” kan kasihan myung’nya..
    omona…playgirl tingkat dewa kayanya nih kkk~ menarik thor..penasaran next partnya
    btw minho kayanya masih ga rela sama pernikahannya myungzy..

Tinggalkan Balasan Anda, Dear

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s