FF Secret Laboratory PART 2

image

Title: Secret Laboratory
Author: @vhyra_pabbo
Genre: Romance, drama, family,marriedlife, Fantasy, Friendship, Mystery (maybe), etc.
Main Cast: Kim Myungsoo, Bae Suzy, Choi Minho
Sub Cast: Park Jiyeon, Kim jong in, Krystal Jung, Yang Yeoseob, Kangjun, Park Chanyeol, Oh Sehun, Kris Wu OC’s and etc (SubCast dapat berubah sewaktu-waktu)
Length: Chaptered

Warning: Ini adalah cerita yang saya buat murni dari pikiran saya. Cerita ini hanya fiktif belaka. kalau ada kesamaan tokoh, tempat, dan cerita itu merupakan bukan kesengajaan. Ghamsahamnida~ Bow

Happy Reading!

***

Previous Part:

“Aku lakukan semua ini.. untukmu.. yeobo.. jadi, tak perlu kau menanyakan hal itu, eoh?” myungsoo menyeringai.

“Mwo? Untukku?” Suzy menunjuk dirinya sendiri seraya berekspresi bingung.

***PART 2***

“Ne” balasnya singkat sambil memapah barang barangnya itu ke dalam laboratorium yang baru akan dibangunnya. Mimik wajah suzy masih menampilkan ekspresi bingungnya. Ia lalu mengangkat bahu tak peduli.

“Ini ramuan apa?” Tunjuk suzy ketika melihat sebuah botol kimia dengan warna aneh yang tampak sudah berkurang seperempat. Myungsoo hanya membalasnya dengan senyuman. Diambilnya botol itu lalu dibawanya ke ruangan yang sebentar lagi akan menjadi laboratorium pribadinya.

Ia menatap botol itu sambil membayangkan peristiwa semalam. Membayangkan ekspresi suzy menggoda pria di bar itu. Membayangkan ekspresi ketakutan suzy ketika melihat bayangan melintas. Yah, semua itu karena ulahnya. Ia berhasil membuat ramuan bayangan itu ketika ia berada di pulau terlarang. Ia sengaja membuatnya untuk memberikan kejutan pertama bagi istrinya. Menguji kejeniusannya dalam meramu bahan bahan ajaib itu dan ternyata berhasil. Ramuan itu membuatnya tak terlihat kapanpun ia mau. Ia juga sudah membuat penawarnya. Namun, sepertinya ia tak akan memakai ramuan itu lagi. Mungkin nanti. Karena ia akan membuat ramuan yang lebih mencenangkan lagi. Ramuan yang diinginkannya selama ini.

Myungsoo hendak membuang ramuan itu namun segera diurungkannya. Mungkin ramuan ini akan berguna. Pikirnya. Ia kembali meletakkan ramuan itu ke atas meja yang ada di sana. Matanya kini memandang ke seluruh ruangan itu. Sepertinya ia membutuhkan banyak peralatan untuk mengisi laboratoriumnya itu.

“Temani aku ke toko peralatan ne?” Ajak myungsoo setelah selesai memindahkan semua barangnya.

“Untuk apa?” Mata suzy fokus menatap layar tv.

“Untuk laboratorium baruku, yeobo..” myungsoo mengusap pucuk kepala suzy lembut.

“Kenapa tak suruh tukang saja?” Ucapnya malas.

“Aku harus memilih barang barangku sendiri” myungsoo menatap suzy, memohon.

“Oh! Baiklah..” desahnya. Suzy tak mau membantah lagi. Ia segera bersiap diri. Padahal ia sedang ingin bersantai pagi itu sambil menonton kartun kesukaannya.

***

Myungsoo dan suzy terlihat menikmati makan siang mereka di salah satu kafe yang ada di seoul setelah selesai berbelanja peralatan untuk keperluan laboratorium myungsoo. Untung mereka tak perlu susah susah membawa barang tersebut karena memakai jasa pengantar barang sekaligus tukang untuk mendekor ulang ruangan tersebut.

Tiba tiba dari pintu masuk, muncul seorang namja yang tak asing bagi suzy yang sontak membuatnya tersedak.

“Wae?” Tanya myungsoo seraya memberikan suzy minuman.

“Gwaenchana..”

Suzy berusaha menunduk agar pria itu tak mengenalinya. Namun, karena kecantikan suzy yang menonjol di sana, tak lantas membuat aksi sembunyinya berhasil.

“Suzy-ah?” Namja itu memperhatikan yeoja yang masih berusaha menunduk itu. Karena tak bisa mengelak lagi, suzy terpaksa mengangkat wajahnya kikuk disertai senyumnya yang tak kalah kaku.

“Ne? Ah.. kris-ah..” Suzy pura pura kaget.

Ekspresi myungsoo mulai aneh, membuat suzy mendelik ngeri.

“Duduklah..” ajak myungsoo dengan senyum palsunya.

“Gomapta..” kris menduduki kursi itu berhadapan dengan myungsoo, karena hanya ada tiga kursi di sana.

“Aku yang traktir” ucap myungsoo datar.

Kris tersenyum. Senyum palsu.

“Kau siapanya?” Tanya kris memecah keheningan di antara mereka.

“Suaminya” sahutnya penuh penekanan dengan mimik seolah olah ingin menerkam. Kris hanya tertawa renyah.

“Kenapa tak mengundangku huh?” Kris melemparkan pandangannya ke arah suzy, meminta penjelasan.

“Aku sudah mengirim undangannya langsung ke China tapi sepertinya paketnya salah alamat” balasnya kaku.

Kris mengangguk paham.

“Aku akan menetap di seoul” info kris menunduk. Menatap datar makanan yang baru saja dihidangkan oleh waitress.

“Jinjja?”

Kris mengangguk.

Myungsoo berdecak pelan. Ia sudah tahu. Kris adalah salah satu mantan suzy. Ia mengetahuinya ketika mereka masih berpacaran dulu. Mungkin kris adalah pacar pertama sekaligus yang paling lama berpacaran dengannya. Ia mengetahuinya melalui omongan orang orang yang setelah diselidiki, ternyata benar adanya bahwa lagi lagi suzy berselingkuh. Hal itu tak pelak membuat myungsoo sakit hati karena ia sempat berpikir ‘apakah dirinyalah yang merebut suzy dari kris?’ Karena toh saat myungsoo mengungkapkan cintanya, mereka masih berpacaran. Myungsoo sangat terpukul saat mengetahuinya. Suzy memiliki banyak mantan sedangkan ia, tak pernah memiliki satupun mantan. Hanya suzy. Hanya suzy yang pertama dan terakhir.

“Kris-ah..”

Kris mengangkat wajahnya.

“Ne?”

“Aku minta nomor ponsel terbarumu” suzy menyerahkan ponselnya kepada kris. Mata myungsoo memanas. Suzy benar benar! Ia tak tahan lagi!

Myungsoo merampas ponsel itu dari tangan suzy kasar. Melemparnya ke lantai. Menimbulkan suara bising yang membuat semua mata memandang ke arah mereka.

“Yak!” Pekik suzy marah.

“Mwo?” Sahut myungsoo datar.

Karena keadaan yang sudah tak mengenakkan, kris memutuskan untuk pamit. Sebenarnya ia ke kafe itu untuk membelikan makanan kesukaan untuk suzy setelah sampai di seoul. Namun, sangat kebetulan ia bertemu dengan suzy di sana yang membuatnya sangat senang sekaligus sakit hati. Karena harus mendengar berita memilukan itu. Sebenarnya ia ingin membina hubungan lagi dengan suzy setelah diputuskan oleh yeoja itu sebulan yang lalu ketika ia tengah berada di China untuk urusan penelitian perkuliahannya di sana. Ia mengambil jurusan kedokteran di salah satu kampus yang ada di seoul.

***

“Yak myungsoo! Kau terlalu kekanakan!” Timpal suzy ketika mereka sudah berada di dalam mobil.

“Mwo?! Aku kekanakan?! Bukannya kau?! Kau!” Teriaknya emosi.

“Aku?! Oppa seharusnya tak melempar ponselku seenak jidat oppa! Kau tak tahu betapa banyaknya data yang ada di dalamnya huh?! Kau tak memikirkannya?!” Suzy mengeraskan suaranya.

Myungsoo sontak membanting stirnya ke pinggir jalan. Kepalanya menoleh ke arah suzy. Ditatapnya tajam manik mata istrinya itu.

“Kau benar benar bad girl..” gumam myungsoo, dadanya sesak.

Suzy tertawa remeh.

“Yak kim myungsoo! Jangan membalikkan pembicaraan!” Bentak suzy, membalas tatapan myungsoo.

“Kau istriku.. kau harus patuh kepadaku!”

Suzy mendesis.

“Kau suami yang menyebalkan! Kau tak pernah seperti ini sewaktu kita berpacaran dulu. Ternyata inilah myungsoo yang sesungguhnya..” ucap suzy sarkatis.

Myungsoo mengepalkan tangannya. Berusaha menahan nafsunya untuk tidak mengatakan semua keburukan suzy terhadapnya. Tentang perselingkuhan suzy yang terlewat batas.

Myungsoo memilih diam sekarang. Tangannya memutar perseneling dengan kasar. Ia menginjak pedal gas, kembali ke jalan.

“Yak myungsoo! Kau kehabisan kata kata huh?!” Suzy masih menantang namun myungsoo tetap diam sambil menatap jalanan di depannya.

Suzy menghembuskan nafasnya kesal.

“Turunkan aku di sini” pintah suzy kemudian. Namun myungsoo tak peduli.

“Turunkan aku!” Pekik suzy. Suzy mengambil stir mobil myungsoo.

“Suzy-ah!” Pekik myungsoo yang sontak mengerem mendadak mobilnya.

“Kau kenapa huh?!” Pekik myungsoo setelah mobilnya menepi lagi ke sisi jalanan.

Suzy bungkam. Ia hendak membuka pintu mobil namun myungsoo menahannya.

“Biar aku yang keluar” tahan myungsoo. Suzy terdiam di dalam mobil. Matanya menatap lirih suaminya yang sudah berada di luar, terlihat memberhentikan taksi.

Suzy lalu mengambil alih stir. Ia lantas membelokkan mobilnya menuju suatu tempat, yang pasti bukan rumah mereka.

***

Suzy tertidur di atas sofa bar dalam keadaan mabuk berat. Seseorang yang sedari tadi memperhatikannya lalu berjalan menghampirinya, memapah wanita itu. Memasukkannya ke dalam mobil.

Ditatapnya sekali lagi wajah yang tampak berantakan itu.

“Mianhae..” gumamnya sambil mengusap pelan wajah wanita itu.

Di jalanan, terlihat seseorang dengan babak belur di wajahnya, meneriaki mobil myungsoo karena ia berhasil membuat babak belur namja yang mencoba membawa istrinya ke kamar saat suzy tengah teler.

Tanpa pikir panjang, mobil itu langsung melesat, meninggalkan bar tersebut.

***

Myungsoo memandangi laboratoriumnya yang sudah selesai. Dipintunya terpasang kode yang hanya dirinyalah yang tahu. Bahkan suzy tak boleh tahu isi laboratorium itu.

Myungsoo melangkah memasuki ruangan tersebut dengan pakaian khususnya. Ia sudah siap membuat ramuan tersebut.

***

Cahaya matahari memaksanya untuk segera beranjak dari benda empuk itu. Suzy lantas membuka matanya perlahan. Matanya langsung terbuka lebar tatkala melihat seorang namja yang dikenalnya tengah berdiri dihadapannya, menatapnya dengan senyuman yang mengembang di wajah cute nya.

“Oh..sehun?” Suzy mengucek matanya, memastikan apakah ia tak salah lihat. Namun, setelah membuka matanya kembali, sosok itu telah hilang. Ia lalu melemparkan pandangannya ke seluruh ruangan ber cat putih tersebut. Ini adalah kamarnya bersama myungsoo. Lalu.. sosok tadi?

“Yeobo!” Panggil suzy sambil berjalan menuju dapur.

Myungsoo menghembuskan nafasnya lega. Sedari tadi, ia bersembunyi di balik meja besar yang ada di dalam kamar tersebut karena wujudnya yang berbeda. Wujudnya berubah menjadi namja yang disebut suzy tadi. Menjadi oh sehun!
Oh sehun adalah mantan suzy yang bunuh diri itu. Semalaman, myungsoo mencoba membuat ramuan perubah bentuk menyerupai orang yang diinginkannya sesuai dengan pencampuran ramuan tersebut. Ia tak menyangka akan berubah menjadi oh sehun! Untung saja ia telah membuat penawarnya. Ia hanya perlu mengambilnya di dalam laboratorium. Dengan langka seribu, secepatnya myungsoo memanfaatkan keadaan untuk berlari menuju laboratorium. Mengambil penawar dari efek ramuan percobaannya.

Setelah selesai meminumnya, ia kembali menjadi myungsoo. Myungsoo dengan tatapan menghanyutkan.

Kembali ia menuliskan resep itu dibukunya. Menuliskan efek dari campuran itu dan bahan penawarnya. Ia tersenyum puas setelah mengetahui campuran ramuan agar bisa menyerupai Oh Sehun secara keseluruhan, kecuali sifatnya. Sifatnya tetaplah sifat si pengguna ramuan itu sendiri. Efek ramuan itu sendiri bertahan selama dua hari dengan pengecualian ramuan penawar yang bisa merubahnya kembali kapan saja.

Ia menutup kembali bukunya. Ia sudah siap membuat ramuan perubah dengan wujud lainnya. Yang pasti menyerupai mantan mantan suzy. Ia sudah merencanakan hal itu.

Kakinya lalu melangkah keluar dari laboratorium. Ia tersentak ketika suzy sudah berdiri di depan pintu lab nya. Menatapnya penuh curiga.

Mata suzy memicing. Baju yang tadi dikenakan oh sehun sangat persis dengan baju yang myungsoo kenakan!

Suzy menggeleng kuat. Mencoba meyakinkan dirinya bahwa tadi hanyalah halusinasi akibat perasaan bersalahnya kepada namja bernama Oh Sehun itu.

“Ayo sarapan! Sepertinya kau sudah membuatnya..” ajak suzy, seolah melupakan hal yang terjadi kemarin. Pertengkaran hebat di awal pernikahan mereka. Ayolah.. bukankah itu wajar?

Suzy lalu menggandeng tangan myungsoo sambil tersenyum ke arah suaminya.

“Mianhae..” bisik suzy yang dibalas dengan seulas senyuman dari myungsoo.

***

Ketika suzy asyik mengunyah makanannya, tiba tiba ponselnya berdering. Nama appa tertera di layar monitornya.

“Yeoboseyo?”

“Suzy-ah.. hari ini appa mengadakan pertemuan keluarga di restauran lussuoso. Jam tujuh malam kau harus sudah berada di sana, ne?

“Memangnya untuk apa eoh?”

“Yak! Itu rahasia pabbo!”

Suzy terkekeh mendengar candaan ayahnya.

“Baiklah..”

Tutt. Telepon terputus.

“Yeobo.. appa mengadakan perjamuan makan malam untuk pertemuan keluarga. Sepertinya untuk membicarakan bisnis” ujar suzy sambil mengaduk makanannya.

“Ne. Sepertinya.. karena kau tak juga mendapatkan pekerjaan setelah lulus” sahut myungsoo mencoba menggoda suzy yang kerjanya hanya bersenang senang.

“Bukannya kau juga begitu huh?” Sindir suzy seraya bedecak.

“Yak! Aku ini adalah seorang ilmuwan. Uangku akan mengalir lancar tanpa pekerjaan karena penemuanku yang akan menghasilkan pundi pundi dan akupun tak seperti kau yang hanya bersenang senang”

Suzy mengangkat bahu. Ia sudah cukup jengah bertengkar dengan myungsoo kemarin. Sudah cukup. Hari ini ia mau bersenang senang. Benar apa yang dikatakan myungsoo. Suzy hanya hidup untuk bersenang senang. Jangan ditiru sifat suzy yang ini.

“Setelah ini temani aku ke butiq krystal ne? Aku mau mencari gaun untuk sebentar malam”

Myungsoo mengangguk. Masih mengunyah sendokan terakhirnya. Bahaya! Pasti banyak mantan suzy di luar sana berkeliaran yang kapan saja bisa ditemuinya. Apalagi pria bernama kris!. Myungsoo berteriak dalam hati.

***

“Krystal!” Pekik suzy setelah melihat sahabatnya itu di sebuah butiq. Tepatnya pemilik butiq itu.

“Mau beli apa nyonya kim?” Tawar krystal sembari melemparkan tatapannya ke arah myungsoo dan suzy bergantian.

“Gaun malam yang cantik”

Krystal permisi sebentar hendak mengambilkan baju yang suzy maksud. Selang beberapa detik krystal muncul dengan sebuah gaun yang terlihat sangat indah.

“Ige?”

Mata suzy berbinar binar.

“Daebak! Aku beli yang ini!”

Krystal tersenyum.

“Aku berikan gratis untuk pengantin baru”

“Aigoo! Jangan begitu.. kau sudah memberikanku kado waktu itu.. selusin lingerie yang lucu lucu. Aku jadi tak enak..” ucap suzy pelan ketika sampai pada kata ‘lingerie’

Krystal tertawa.

“Apakah kita bukan sahabat eoh? Ambillah! Lagian aku tak akan bangkrut” krystal memanggil pegawai di sana untuk segera membungkus gaun tersebut.

Menit kemudian, sebuah paper bag sudah berada di tangan suzy.

“Gomawo! Kau memang bisa diandalkan!” Suzy memeluk krystal erat sambil tertawa. Krystal mencubit pinggang suzy gemas. Dasar suzy!

“Annyeong!” Suzy melambaikan tangannya setelah pamit.

Ketika pintu butiq itu dibukanya, seorang pria sudah berdiri di depan mereka berdua.

“Chanyeol-ah?” Gumam suzy, kedua pupil matanya membesar. Sementara myungsoo memutar bola matanya kesal.

‘Ketakutanku terbukti kan? Pria ini pasti salah satu mantan suzy!’ Batin myungsoo dongkol setengah mati.

“Apa yang kau lakukan di sini huh?” Tanya suzy basa basi.

“Aku.. ingin membeli baju” Chanyeol menggaruk tengkuknya yang tak gatal. Matanya teralih ke arah namja di depannya. Badannya tiba tiba meremang melihat tatapan mengerikan namja itu.

“Ah.. mian.. aku masuk dulu ne?”

Suzy mengangguk. Matanya mengikuti pergerakan chanyeol. Bibirnya seketika terangkat, seulas senyum.

“Kkajja!” Myungsoo langsung menarik suzy pergi dari tempat itu sebelum kesabarannya habis.

***

“Siapa namja itu?”

“Namanya park chanyeol. Hm.. mantanku sewaktu SMA..” jawabnya enteng.

‘Bahkan saat SMA aku tak memikirkan yang namanya berpacaran. Aigoo! Istriku benar benar membuatku frustasi!’ Teriaknya dalam hati.

Park chanyeol adalah pacar kedua suzy setelah kris. Suzy, kris dan chanyeol bersekolah di SMA yang sama. Kris dan chanyeol sempat mengalami cek cok saat itu karena ulah suzy yang berpacaran dengan kedua pria yang bersahabat itu. Setelah perkelahian itu, suzy memutuskan untuk mengakhiri hubungannya dengan chanyeol dan lebih memilih kris yang merupakan pacar pertamanya sejak SMP.

“Kau sudah tak berhubungan lagi dengannya huh?” Tanya myungsoo sambil melabuhkan kedua tangannya di atas stir. Menatap intens ke jalanan.

“Ne. Sudah sangat lama.. terakhir aku bertemu dengannya saat acara kelulusan SMA. Tak kusangka kita bertemu di butiq itu.. dan.. dia semakin tampan..” suzy tertawa kecil. Myungsoo menoleh. Menatap aneh istrinya yang tampak kasmaran itu. Oh tidak! Jangan lagi!

Dibenak myungsoo kini tertanam ide untuk membuat ramuan perubah menjadi kris dan chanyeol nanti. Ia ingin membuat suzy jera. Awas kau suzy!

Myungsoo tertawa dalam hati membayangkan rencananya nanti.

“Kau tahu? Semalam aku melihat sesosok pria berdiri di depanku saat tidur. Aku kira hanya halusinasi tapi sepertinya.. tidak..” ujar myungsoo semeyakinkan mungkin.

Badan suzy seketika menegang.

‘Apakah sosok itu benar benar ada? Mungkin yang mengikutiku adalah hantu sehun!’ Batinnya takut.

“Aku.. aku.. juga sepertinya melihat sosok itu tadi pagi..” sahut suzy parau.

Myungsoo lagi lagi tertawa dalam hati.

“Jeongmal? Waeyo?” Myungsoo mendramatisir nada kalimatnya, seolah olah ia sangat takut akan sosok buatannya itu.

“Molla..” suara suzy bergetar. Ia benar benar takut.

Oh cukup cukup! Myungsoo tak tahan melihat suzy ketakutan seperti itu.

“Kemarilah..” myungsoo menaruh kepala suzy di atas bahunya sambil fokus menyetir.

“Aku takut dengan sehun, myungsoo-ah.. saat berpacaran pun aku sangat takut.. apalagi saat dia sudah menjadi roh.. aku.. takut..” gumam suzy.

Ekspresi myungsoo berubah murung. Sepertinya ia tak boleh menggunakan ramuan perubah menjadi sehun itu lagi. Ia takut kalau kalau suzy sampai jantungan atau hal lainnya yang lebih menakutkan.

“Mungkin.. pria itu tak suka melihatmu berselingkuh terus.. dia bunuh diri juga karena kau menghianatinya kan?” balas myungsoo sangat pelan sehingga tak didengar oleh suzy.

“Mwo?” Suzy mendongakkan wajahnya ke atas. Melihat ekspresi dingin suaminya itu. Meminta penjelasan atas suara samar yang didengarnya tadi.

“Mungkin.. ada sesuatu yang kau sembunyikan selama ini yang pria itu tak suka sehingga ia menghantuimu..” tuturnya.

‘Mungkin karena aku menghinatinya..’ suzy membatin.

“Apakah roh itu akan kembali huh? Aku lebih baik mati saja kalau terus dalam bayangan roh itu myungsoo-ah..”

“Geumane! jangan katakan itu lagi! Dia tak akan menghantuimu! Aku akan menjagamu darinya!” sanggah myungsoo dengan suara yang meninggi. Ia merasa bersalah telah mengerjai istrinya. Suzy tersenyum.

“Yaksok?”

“Ne..Yaksok..”

***

Mobil putih gading itu terparkir di depan sebuah restauran Italia setelah menempuh satu jam perjalanan.

Suzy mengangkat gaunnya anggun. Sementara myungsoo menggenggam erat tangan suzy. Takut sang singa lepas lalu memangsa namja namja tampan yang dilihatnya.

Kaki mereka melangkah dengan elegan masuk ke dalam. Sepi. Mungkin karena restauran tersebut telah di booking untuk pertemuan antar keluarga mereka.

Senyum suzy mengembang tatkala melihat orang tua mereka duduk di jejeran sofa yang tersedia di sana.

Ia menghampiri mereka dengan tetap bersikap anggun.

“Ahbouji! Eomonie!” Sapa myungsoo seraya membungkuk sopan kepada kedua orang tuanya termasuk kedua mertuanya.

“Duduklah!” Pintah tuan bae.

Suzy menghentakkan gaunnya lalu memutuskan untuk duduk di samping myungsoo dan di samping seorang pria. Mata suzy membulat sempurna ketika melihat pria itu melemparkan sebuah senyuman ke arahnya.

“Kris? Bukankah ini pertemuan keluarga huh?” Ucap suzy dalam keterkejutannya seraya melemparkan pandangannya ke arah jejeran insan insan itu bergantian.

“Ne. Tuan kris adalah bagian dari kita juga. Kalian berdua akan bekerja sama dengannya karena aku akan menyerahkan rumah sakit Geonganghan milikku yang ada di seoul untuk kalian berdua dan kalian akan bekerja sama dengan kris uisanim dalam bidang pengobatan. Kris uisanim baru menyelesaikan penelitiannya di China dan akan segera menempati posisi dokter di rumah sakit itu. Kuharap kalian bisa bekerja sama.. karena orang tua kris adalah sahabatku..” tutur tuan bae.

Tangan myungsoo mengepal kuat.

‘SIAL!’

***TBC***

*tutup muka, tarik nafas, buang, bunyi* xD
Sorry kalau ceritanya yah..begini adanyalah..
Minho mana? Yup! Pangeran kodokku akan muncul lagi di part 3 *DITIMPUK KAPAS*

Ini ff fantasi jadi apapun yang mustahil, sah sah saja hahahaha*enak banget idup lu pir! Gua timpuk lagi nih*

Mianhae atas segala kesalahan baik dalam penulisan maupun ide cerita. Sorry juga buat typo typo yang bertebaran.

KRITIK&SARAN.. YES! BASHING.. NO!

RCL NE!

BOW~

105 thoughts on “FF Secret Laboratory PART 2

  1. aigoo kasihan juga myungppa..dia harus cpet” slsein ramuannya itu kalo ngga??? bisa gaswaaaat!!!
    mantannya suzy sampe berceceran gitu😀
    di tambah lagi ada kris yg jadi partner suzy di RS,,, part ini harus banyak tarik nafas deh huft huft huft

Tinggalkan Balasan Anda, Dear

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s