FF Secret Laboratory PART 3

image

Title: Secret Laboratory
Author: @vhyra_pabbo
Genre: Romance, drama, family,marriedlife, Fantasy, Friendship, Mystery (maybe), etc.
Main Cast: Kim Myungsoo, Bae Suzy, Choi Minho
Sub Cast: Park Jiyeon, Kim jong in, Krystal Jung, Yang Yeoseob, Kangjun, Park Chanyeol, Oh Sehun, Kris Wu OC’s and etc (SubCast dapat berubah sewaktu-waktu)
Length: Chaptered

Warning: Ini adalah cerita yang saya buat murni dari pikiran saya. Cerita ini hanya fiktif belaka. kalau ada kesamaan tokoh, tempat, dan cerita itu merupakan bukan kesengajaan. Ghamsahamnida~ Bow

Happy Reading!

***

Previous Part:

“Ne. Tuan kris adalah bagian dari kita juga. Kalian berdua akan bekerja sama dengannya karena aku akan menyerahkan rumah sakit Geonganghan milikku yang ada di seoul untuk kalian berdua dan kalian akan bekerja sama dengan kris uisanim dalam bidang pengobatan. Kris uisanim baru menyelesaikan penelitiannya di China dan akan segera menempati posisi dokter di rumah sakit itu. Kuharap kalian bisa bekerja sama.. karena orang tua kris adalah sahabatku..” tutur tuan bae.

Tangan myungsoo mengepal kuat.

‘SIAL!’

***PART 3***

Myungsoo menatap langit langit kamarnya dalam diam. Suzy di sampingnya sudah tampak terlelap namun namja itu masih terjaga. Pikirannya penuh.

Kepalanya lalu menoleh ke arah suzy. Menatap wajah menawan yang tengah terlelap dalam bunga tidurnya itu. Tangan suzy memeluk leher suaminya. Hawa nafas suzy menerpa wajah myungsoo dengan lembut. Namja itu tersenyum sebentar lalu memindahkan lengan suzy dari lehernya. Suzy sedikit menggeliat ketika myungsoo menggeser tangannya dari leher namja itu.

Myungsoo lalu bangkit dari ranjang dengan berhati hati agar suzy tidak terbangun. Kakinya lantas melangkah menuju laboratoriumnya.

***

Seberkas cahaya nan hangat itu menyilaukan pendangan wanita cantik berbalut lingerie itu. Sesekali tangannya mengucek kedua matanya pelan hendak mengusir kantuknya pagi itu. Setelah itu, mulutnya menguap lebar disertai suara khasnya. Matanya lalu melirik ke samping.

Lagi. Kebiasaan suaminya yang selalu membuatnya kesal. Pria itu menghilang lagi.

“Yeobo?!” Panggil suzy sambil beranjak menuju dapur tanpa mengganti pakaiannya.

Aroma masakan langsung menusuk indra penciuman suzy begitu ia sampai di ruang makan.

‘Myungsoo yang memasak ini? Huh kebiasaan!’ Timpal suzy dalam hati. Padahal seharusnya dirinyalah yang memasak untuk myungsoo.

“Myungsoo!” Panggil suzy sekali lagi. Ia lalu melanjutkan langkahnya menuju laboratorium.

Kepalanya menggeleng kesal melihat kunci password yang terpasang di pintu lab itu. Tangannya yang tak sabar lantas menggebrak gebrak pintu baja berlapis titanium itu.

“Oppa!” Panggil suzy sekali lagi.

Tiba tiba pintu lab itu terbuka bersama dengan munculnya myungsoo di balik pintu tersebut.

“Mwo?” Tanya myungsoo datar dengan dua buah botol kimia ditangannya. Ia mengenakan jas putih dan kacamata khususnya.

“Ayo sarapan! Setelah itu kita ke rumah sakit” ajak suzy sembari menatap ke arah botol botol kimia itu.

“Ne. Aku akan menyusul”

“Ige mwoya?” Suzy menunjuk botol itu. Myungsoo sontak menjauhkan botol itu dari tangan suzy.

“Ini.. obat penenang untuk pasien rumah sakit jiwa. Kau saja yang ke rumah sakit. Aku harus membuat obat penenang untuk rumah sakit dulu. Ini perintah dokter dokter rumah sakit di sana”

Suzy mengangguk.

“Ne. Lagian kita adalah pemilik rumah sakit itu, jadi kita tak perlu setiap hari ke lokasi, kan?”

Myungsoo hanya tersenyum.

“Gheurae, Aku tunggu di ruang makan, ne?”

Giliran myungsoo yang mengangguk. Setelah suzy menghilang dari hadapannya. Ia buru buru membawa botol botol itu ke kamarnya hendak ia masukkan ke dalam tasnya agar ia bisa menggunakannya di luar rumah.

***

Suara mobil yang suzy kendarai terdengar menjauh dari jangkauan indra pendengaran myungsoo. Namja itu buru buru mengambil tasnya yang berisi ramuan dan penawarnya. Dibukanya satu botol ramuan yang semalam dibuatnya dan meminumnya seperempat. Dalam sekejap, tubuhnya berubah menjadi sosok yang berbeda. Ia lalu berlari ke arah cermin yang terpasang di meja rias. Bibirnya tersungging sebuah senyuman tatkala melihat wajahnya dicermin. Ia sangat puas dengan ramuan perubah itu karena 100% sukses merubahnya tanpa sedikitpun cacat. Ia mengakui kejeniusannya sekarang. Ia lantas mengganti bajunya dengan pakaian yang tak pernah suzy lihat agar tak terlalu mencurigakan.

Setelah selesai, ia lalu mengambil tas tersebut, menjinjingnya lalu segera melesat dari rumah itu menuju suatu tempat.

***

Mobil putih itu terparkir dengan leluasa di tanah luas rumah sakit berlabel Geonganghan Hospital itu. Detik kemudian, si pemilik hyundai itu keluar dengan anggun. Kakinya lalu melangkah menuju suatu ruangan.

Sesampainya di sana, tangannya melambai ke arah seorang pria dengan pakaian putih putihnya. Cipika cipiki mewarnai perjumpaan mereka.

“Apa yang kau lakukan sepagi ini?” Tanya pria berjas putih itu dengan senyuman yang terukir di wajahnya. Ia senang suzy datang sendirian.

“Aku ingin memantau rumah sakit ini..” balasnya sambil mengikuti arah jalan pria itu.

“Kau mau ke mana eoh?” Suzy mencoba menyeimbangkan laju langkah pria itu.

“Ada pasien yang gawat karena keracunan makanan katanya”

Suzy hanya membalasnya dengan anggukan.

Langkah mereka terhenti setelah sampai diruang inap berlabel VVIP itu. Tangan pria itu memutar gagang pintu pelan lalu kakinya melangkah masuk ke dalam tanpa sungkan diikuti oleh suzy di belakangnya.

Mata suzy langsung membulat begitu melihat pasien yang terbaring lemah di atas ranjang putih itu.

“Jong in?” Gumam suzy tanpa sadar. Krystal yang berada di samping ranjang pria bernama jong in itu menoleh ke arah pintu. Matanya membelalak melihat kedatangan suzy.

“Kenapa kau.. bisa tau?” Tanya krystal langsung. Suzy lantas menghampiri krystal dan menariknya keluar.

“Ini rumah sakit pemberian appa ku. Aku ke sini memantaunya. Ngomong ngomong, kenapa kau tak memberitahuku kalau suamimu keracunan eoh?” Ucap suzy setelah mereka berada di luar ruangan.

Krystal tampak berpikir sejenak.

“Aku.. baru mau memberitahukanmu. Kheundae, kau sudah datang” krystal terkekeh pelan. Ekspresi wajahnya seperti menyembunyikan sesuatu.

“Krystal jung? Apakah kau sedang menyembunyikan sesuatu eoh? Ingat.. aku ini sahabatmu. Dan aku tau kau ini seperti apa”

Krystal menunduk. Entahlah.. ia sepertinya tak siap menceritakan apapun. Kepalanya lalu terangkat. Berusaha memasang wajah seceria mungkin.

“Gwaenchana..” krystal menepuk bahu suzy sambil tertawa renyah.

Suzy terdiam sambil menatap curiga ke arah krystal. Suara derap langkah dari ujung koridor membuat kepala kedua wanita itu menoleh ke arahnya. Dari ujung sana, terlihat seorang namja tampan dengan tubuhnya yang tinggi semampai tengah berjalan ke arah mereka. Mata kedua wanita itu membulat tak percaya. Apa yang dilakukan namja itu di sana?

“Chanyeol-ah?” Gumam suzy. Sementara krystal memalingkan wajahnya.

Namja itu tersenyum sumringah ke arah suzy seraya melambaikan tangannya.

“Ah.. krystal-ssi? Kenapa kau berada di sini?” Tanya chanyeol ketika sampai di hadapan mereka.

Krystal bungkam. Hanya menatap namja di depannya itu sendu.

“Yak kau kenapa?” Tanya chanyeol lagi. Suzy lantas menoleh ke arah krystal.

“Kau kenal chanyeol? Chanyeol-ah.. kau kenal krystal?” Tanya suzy bergantian dengan pandangan menyelidik.

Namja yang dipanggil chanyeol itu mendadak gugup. Tak ada yang tahu bahwa dirinya bukanlah chanyeol yang asli melainkan myungsoo yang merubah dirinya menjadi sosok chanyeol. Dan sial baginya, ia lupa bahwa chanyeol tak mengenali krystal—setidaknya itu menurut myungsoo.

Chanyeol tertawa renyah sambil menggaruk pucuk kepalanya yang tak gatal.

“Bukankah aku adalah mantan suzy? Berarti aku pernah bertemu dengan sahabat suzy juga kan?” Asalnya. Suzy memicingkan matanya. Sementara krystal makin membulatkan matanya.

“Kheundae.. aku dan krystal bersahabat saat masuk kuliah.. sedangkan aku bertemu denganmu sewaktu SMA”

Skak mat!

Chanyeol alias myungsoo memang tak tahu menahu soal kapan suzy dan krystal bersahabat.

Karena keadaan yang semakin mencurigakan, krystal langsung menarik tangan chanyeol pergi dari tempat itu. Sedangkan suzy hanya terbengong melihat pemandangan yang baru saja dilihatnya tanpa berniat untuk mengikuti mereka. Namja itu mengikuti ajakan krystal pasrah dengan sesekali menolehkan kepalanya ke arah suzy.

‘Apa jangan jangan.. saat aku bertemu chanyeol di butiq krystal.. mereka.. sedang bertemu?’ Pikir suzy sambil terus menatap kedua insan itu menjauh dari pandangannya. Suzy lalu melangkahkan kakinya masuk kembali ke dalam kamar jong in di rawat, tanpa berniat ikut campur.

***

“Apa yang kau lakukan di sini, oppa?” Tanya krystal cemas bercampur kesal.

“Mwo?” Chanyeol benar benar tak mengerti apa yang baru saja istri sahabatnya ini katakan.

“Yak! Kemarin aku sudah mengatakannya kan? Kenapa kau berpura pura kaget seperti itu, eoh?” Krystal menyentuh kedua pipi chanyeol dengan tatapan sendu.

“Yak apa maksudmu?” Chanyeol menepis tangan krystal pelan.

Krystal terbelalak menerima perlakuan chanyeol.

“Kau.. kenapa?” Nafas krystal tercekat. Chanyeol kehilangan kesabaran. Ia sontak memegang kedua bahu krystal seraya menatapnya tajam.

“Apakah kau berselingkuh dengan chanyeol? Ah.. ani. Maksudku, kau berselingkuh denganku, eoh?” Ucapnya setengah berteriak.

Alis krystal mengerut.

“Kau.. lupa? Kau lupa kalau kita masih berpacaran saat ini huh?! Apakah kau mencoba mempermainkanku? Bukankah kau yang menyuruhku melenyapkan jong in, suamiku sendiri agar kita bisa bersama? Kheundae.. kenapa kau malah berpura pura lupa, eoh? Apakah ini lelucon?” Krystal menghempaskan tangan chanyeol kasar, Menatap skeptis namja dihadapannya itu.

“Mwo?!” Mata chanyeol membelalak.

‘Krystal mau membunuh jong in?’ Batin chanyeol alias myungsoo shock.

“Yak oppa! Aku sebenarnya takut melakukannya.. aku takut kalau jong in sampai meninggal.. walaupun aku sama sekali tak menyukainya..” lirih krystal. Airmatanya sedikit demi sedikit mulai tumpah.

“Kenapa.. kau malah menikahinya huh?!” Pekik chanyeol geram. Ia seolah lupa siapa dirinya. Ia tak peduli. Ia tak suka krystal mempermainkan perasaan jong in, sahabatnya.

“Bukankah oppa sudah tahu? Apa yang terjadi denganmu eoh?!” Krystal menghapus kasar airmatanya.

Chanyeol tersentak. Ia mengutuk apa yang baru saja dilakukannya.

“Baiklah.. aku.. ingin mendengarnya sekali lagi.. kenapa kau ingin bersamaku?” chanyeol kembali memegang kedua bahu krystal, menatap matanya tajam.

“Karena.. kita saling cinta kan? Karena perjodohan itu.. akhirnya kita berpisah.. jadi, kau menyuruhku untuk membunuh suamiku agar kita bisa bersama.. kheundae.. aku tak bisa melakukan tindakan kriminal itu.. aku tak tahu harus melakukan apa..” terangnya disela isakannya. Badan chanyeol membeku setelah mendengar penuturan memilukan itu. Kasihan jong in..

“Kita.. sebaiknya berpisah saja.. aku tak bisa merebut istri orang..” ucap chanyeol kemudian berlalu meninggalkan krystal dengan seribu pertanyaan dalam benaknya.

“Yak park chanyeol!” Teriak krystal sambil berlari menghampiri pria itu. Matanya membulat seketika setelah sebuah tubuh merengkuh tubuhnya. Memberikannya sebuah pelukan.

“Kenapa kau mau melepaskanku, eoh?” Isaknya.

“Kau.. harus berusaha mencintai suamimu.. jangan melakukan hal itu lagi.. dan.. jangan temui aku lagi..” chanyeol melepas paksa dekapan krystal. Tanpa babibu lagi, ia melanjutkan langkahnya. Meninggalkan tempat itu.

Krystal terperangah. Membeku. Kakinya melemas bersama dirinya yang jatuh terduduk di ubin yang dingin itu.

***

Rencananya untuk mengerjai suzy harus gagal hari itu karena sebuah berita memilukan yang baru saja di dengarnya.

Ia menjajaki dirinya di atas bangku taman yang tampak sepi. Tangannya mengambil sebuah botol kimia. Dibukanya lalu diminumnya ramuan penawar yang langsung membuatnya kembali seperti semula. Tanpa ia sadari, seseorang melihatnya melakukan perubahan tersebut. Awalnya ia tak percaya dengan apa yang dilihatnya tapi begitu menyadari pria seperti apa myungsoo itu, Seulas senyuman langsung tersungging dari bibir pengintip tersebut.

***

Krystal berjalan gontai menuju kamar jong in dirawat. Langkahnya langsung terhenti di ambang pintu tatkala melihat Suzy menyuapi jong in yang ternyata sudah sadar. Ia tersenyum lirih melihat pemandangan yang jarang ia berikan kepada suaminya. Kalaupun ia harus menuruti kemauan suaminya, ia melakukannya dengan keterpaksaan karena tuntutan kedua orang tua mereka. Ia harus menunjukkan senyum palsunya kepada orang orang seolah olah mereka adalah pasangan yang sangat berbahagia. Nyatanya, kim jong in adalah pria yang ringan tangan. Tak segan segan memukulnya. Dan lagi, ia juga tak memiliki perasaan apapun pada pria itu. Krystal pun masih memiliki hubungan dengan chanyeol. Pria yang menjadi pacarnya belakangan ini. Bahkan suzy tak mengetahui bahwa mereka pernah berpacaran, bahkan sampai sekarang.

Chanyeol menyuruh krystal untuk meracuni namja itu agar mereka bisa bersama karena, chanyeol lelah mendengar desahan gelisah dari bibir krystal yang selalu mengeluh akibat disakiti oleh suaminya.

“Suzy-ah.. kris uisanim eoddie?” Krystal akhirnya melangkahkan kakinya masuk.

“Ah.. dia sedang mengambil obat.. kau kemana saja eoh?” Suzy menyerahkan mangkuk bubur itu kepada krystal. Membiarkan wanita itu menyuapi suaminya sendiri. Krystal mengambil mangkuk itu kaku. Mereka lalu bertukar posisi.

Suzy tersenyum.

“Menurut visum, ditemukan racun tikus dalam jumlah sedikit di urinnya. Sepertinya dia tak sengaja menelan racun tikus itu atau..”

Mangkuk yang krystal pegang tiba tiba terjatuh. Krystal sedikit meringis. Tangannya lalu memungut mangkuk itu dalam keheningan yang baru saja tercipta. Karena ketakutannya setelah mendengar penuturan suzy.

“Aku permisi dulu, ne?” Pamit suzy sambil melemparkan senyumannya kepada kedua insan itu. Entah mengapa suzy mulai curiga dengan sikap krystal. Pasangan suami istri itu membalasnya dengan senyuman datar sembari mengangguk.

“Keluar” pintah jong in setelah suzy menghilang dibalik pintu. Krystal segera berdiri dari kursinya. Menatap jong in sebentar lalu bergegas keluar dari ruangan itu.

Jong in mendesah kesal. Sebenarnya ia sudah tahu, siapa yang telah meracuninya.

***

“Suzy-ah!” Panggil seseorang setelah suzy keluar dari kamar mandi. Suzy lantas menoleh ke arah sumber suara itu. Hendak memastikan pendengarannya tak salah.

“Yak jiyeon-ah! Akhirnya kau datang juga!” Suzy berjalan menghampiri yeoja itu. Senyumnya mengembang tatkala melihat namja di samping jiyeon.

“Ah.. rupanya minho datang juga..” ucap suzy setelah mereka sudah berhadapan. Minho melambai kecil ke arah suzy sambil menunjukkan senyum termanisnya. Suzy hanya tertawa kecil seraya menutup mulutnya.

“Ne. Dari tadi aku bingung dimana kamar suami krystal dirawat karena, rumah sakit ini begitu luas”

Suzy mendesis.

“Apa gunanya resepsionis, eoh?” Ejeknya.

“Yak aku sudah menanyakannya tapi aku bingung tempatnya dimana. Sialnya lagi, aku juga sempat kehilangan oppa..” dengusnya kesal. Suzy terkikik.

“Kkaja! Ikut aku!”

***

“Ah.. myungsoo.. kau sudah datang rupanya..”  ujar suzy setelah sampai di kamar jong in dan melihat myungsoo sudah duduk manis di kursi yang terletak di samping jong in.

“Ne” singkatnya tanpa menoleh ke arah suzy.

Suzy mengerucutkan bibirnya kesal. Bisa bisanya ia mengacuhkanku!

“Krystal eoddie?” Tanya jiyeon yang disetujui oleh suzy.

“Dia sedang ke kamar mandi” jawab jong in mantap.

Tiba tiba yeoja yang baru saja dibicarakan sudah muncul di ambang pintu bersama seorang namja berpakaian putih di belakangnya—kris.

“Ah! Itu krystal!” Seru jong in begitu melihat istrinya masuk dengan wajah lesu. Jong in tampak memberikan kode, sebuah tatapan tajam ke arahnya.

“Yak jiyeon-ah! Kenapa kau bisa mengetahuinya huh?” Tanya krystal pura pura antusias.

“Suzy yang memberitahuku dan secepat kilat aku ke sini” balas jiyeon ceria.

“Ah..” krystal menarik nafasnya gugup ketika pandangannya bertemu dengan mata suzy yang menatapnya curiga.

“Bagaimana kalau kita ke kantin? Aku lapar..” ajak krystal kemudian.

“Jong in bagaimana?” Kali ini myungsoo yang bersuara. Enggan menoleh ke arah krystal ataupun yang lainnya. Hanya duduk menatap sahabatnya yang terbaring lemah.

“Dia sepertinya sudah membaik.. lagian, dia juga sudah sarapan tadi..” sahut krystal gugup.

Hening. Bagaimana bisa krystal bersikap seperti itu kepada suaminya sendiri?

“Kau.. yakin?” Tanya jiyeon kemudian.

“Ne”

“Kau duluan saja krystal-ah.. lagian, aku sudah sarapan tadi pagi bersama myungsoo” ujar suzy.

Krystal mengangguk kaku dengan fake smile yang menghiasi wajahnya. Ia lalu membalikkan badannya meninggalkan tempat itu. Sendirian.

Jiyeon lantas meminta izin kepada yang lainnya untuk menyusul krystal.

***

Krystal terisak mengingat kejadian pagi itu. Ketika ia memasukkan racun tikus di dalam kopi yang dibuatnya untuk jong in. Ketika namja itu menghirup kopi tersebut dan membuangnya kasar. Kalau saja namja itu menghabisi kopi itu, mungkin saja jong in tak akan tertolong.

“Kenapa menangis?” Jiyeon menduduki kursi di samping krystal lalu menepuk bahu yeoja itu. Krystal langsung menghapus kasar airmatanya.

“Mwoya..” krystal terkekeh pelan.

“Kau kenapa huh? Ada masalah?” Tangan jiyeon mengusap lembut pundak sahabatnya itu.

“Aniya..” krystal memasang senyum palsunya lagi.

“Yak aku tau kau ini seperti apa! Jangan membohongiku!” Seru jiyeon pura pura marah.

Krystal tersenyum. Hanya tersenyum. Menandakan bahwa hal itu belum bisa ia ceritakan pada siapapun dan ia yakin, jiyeon pasti paham maksudnya.

***

Suzy bersenandung kecil sambil menyetir mobilnya sendirian karena myungsoo juga membawa mobil maka mereka tak pulang bersama. Namun hatinya sedikit kesal setelah diacuhkan oleh myungsoo sewaktu di rumah sakit, ia berniat pulang larut. Suzy segera memutar mobilnya kembali hendak menuju sebuah bar. Ia butuh sedikit hiburan akibat kepenatan hari ini dan untuk memberikan myungsoo pelajaran.

Namun, tanpa ia sadari, mobil hitam milik myungsoo mengikutinya dari belakang.

“Mau kemana lagi wanita itu eoh?” Timpal myungsoo kesal sambil memutar stirnya mengikuti jalur mobil putih itu.

Setelah beberapa menit berlalu, mobil itu berhenti di sebuah bar langganan suzy.

Myungsoo memutar bola matanya kesal setelah melihat tempat seperti apa yang istrinya datangi itu. Tanpa pikir panjang, ia mengambil botolnya lalu meneguknya. Dalam sekejap mata, dirinya sudah berubah menjadi orang lain lagi. Menjadi seorang namja tampan dengan tinggi yang menjulang. Dilihatnya wajahnya sekali lagi di spion mobilnya. Perfect. Ia tersenyum sebentar lalu bergegas turun dari mobilnya.

***

Myungsoo menatap kesal ke arah wanita yang tengah memesan segelas minuman beralkohol kepada seorang bartender itu. Bagaimana tidak, suzy tampak menggoda bartender yang tak bersalah itu.

“Suzy!” Panggil myungsoo begitu telah sampai di hadapan suzy. Ia melabuhkan dirinya duduk di samping suzy.

“Kris oppa?” Ucap suzy setengah kaget.

“Apa yang kau lakukan di sini huh? Mana suamimu?” Myungsoo yang berubah menjadi kris ini terlihat memesan segelas minuman juga.

“Aku mau mabuk..” suzy terkekeh.

“Kau tak khawatir dengan suamimu eoh?” Kris menghabiskan minuman yang telah terhidang itu hanya sekali teguk.

“Kenapa kau bertanya seperti itu eoh? Apa urusanmu dengan suamiku?” Suzy ikut meneguk alkohol yang sudah dipesannya.

“Aku hanya kasian padanya.. karena sikap istrinya yang seperti wanita murahan.. Padahal kau sangat berkelas.. aku penasaran.. apa yang membuatmu seperti ini eoh?”

Suzy tertawa remeh.

“Cih..” decak suzy kesal tanpa berniat menjawab pertanyaan itu.

“Sebaiknya kau pulang.. disini banyak pria mesum yang setiap saat bisa memangsamu..” kris hendak menarik tangan suzy namun suzy menahannya.

“Kau masih menyukaiku kan? Apakah kau salah satu pria mesum itu?” Tampaknya suzy sudah mulai mabuk. Ditariknya kris menuju lantai dansa.

Kris hanya menggeleng pasrah. Suzy mulai menggoyangkan tubuh sexy nya.

“Kalau aku masih mencintaimu.. apakah kau mau meninggalkan suamimu eoh?” Ucap kris sambil berteriak karena dentuman musik yang sangat kencang.

Suzy yang sudah mabuk hanya mengangguk ngangguk menikmati lagu yang menggema di sana. Tangannya mulai mengalung di leher kris. Kris lantas menatap intens ke arah wajah suzy. Bagaimana kalau namja yang dipeluknya adalah kris yang asli?. Myungsoo pasti sudah menghajar pria tak bersalah itu.

Wajah suzy lalu mendekat ke arah wajah kris. Tangannya merengkuh wajah itu dengan kakinya yang sedikit berjinjit. Bibir merah suzy lalu mendarat mulus di bibir milik namja jangkung itu.

Kris alias myungsoo itu menutup matanya kecewa. Ia tak menyangka istrinya akan melakukan hal ini pada orang lain walaupun ia tahu suzy tengah mabuk. Untung saja, pria itu bukanlah kris yang asli.

Kris alias myungsoo lantas memperdalam ciuman mereka. Tangannya mencengkram bahu suzy posesif. Ia kesal setengah mati.

Setelah beberapa menit, suzy mencoba melepaskan ciuman itu namun kris alias myungsoo enggan melepasnya. Ia marah.

“Yak oppa!” Suzy mendorong kasar namja itu.

“Mwo?!” Pekik kris emosi.

“Appo..” nampaknya suzy sudah mulai merasakan nyeri di kepala dan dibibirnya. Astaga!  Bibir bawahnya berdarah akibat ciuman panas itu.

“Kau mau berselingkuh denganku eoh?” Tanya kris dengan nada skeptis setelah menyadari suzy sudah sedikit sadar dari mabuknya.

Suzy membelalakkan matanya.

‘Apa yang telah aku lakukan?!’ Pekik suzy dalam hati. Ia lalu berbalik hendak meninggalkan namja itu namun kris dengan kuat menahannya.

“Yak! Apakah kau benar benar mencintai myungsoo?! Kalau tidak.. ayo kita berselingkuh.. aku sudah memesan kamar untuk kita..”

Plak!

Suzy mengepalkan tangan yang baru saja ia labuhkan di pipi namja itu geram.

“Kau brengsek!” Timpalnya kesal.

“Kau yang brengsek! Kau memiliki suami yang menunggumu di rumah tapi kau malah di sini bersenang senang dengan seorang pria!” Teriaknya lost control. Bebannya seolah terangkat setelah mengatakan hal itu.

Suzy tercengang. Kaku.

“Apa.. yang baru saja.. kau…katakan..eoh?” Suzy seperti kehabisan nafas. Seumur hidup ia tak pernah diperlakukan seperti itu oleh seorang namja.

“Tobatlah.. bae suzy..”

“Cih.. ternyata aku salah karena masih menyukaimu.. sepertinya kau sudah tak menyukaiku lagi..” ujar suzy lirih. Matanya mulai berkaca kaca. Oh tidak! Myungsoo mulai tak tega!

“Mwo?! Kau masih memiliki perasaan pada kris?!” Pekiknya tanpa sadar. Tangannya lantas menyentuh dagu suzy, hendak melihat mata bening yang siap menjatuhkan bulir bulir bening itu. Perasaan tak tega seketika merasuki dirinya. Ia ingin memeluk istrinya itu. Menenangkannya. Tapi ia tak boleh lemah. Ia harus membuat istrinya benar benar berubah.

“Kheundae.. setelah kau mengatakan hal tadi.. rasa itu seolah lenyap..” suzy menghempaskan cengkraman tangan kris dari dagunya. Tak ada yang tahu jantung myungsoo hampir saja mencelos setelah mendengar perkataan yang keluar dari bibir suzy. Apakah ia berhasil menyingkirkan satu mantan suzy?

“Apakah kita masih bisa berteman eoh? Berteman seperti biasa..” kris menyamai langkah suzy.

“Molla” jawab suzy acuh.

Langkah suzy terhenti ketika melihat sebuah mobil yang tak asing baginya dengan plat yang persis dimiliki oleh myungsoo.

‘Gawat! Myungsoo di sini?’ Batin suzy takut. Ia lantas buru buru berjalan menuju mobilnya, mengacuhkan kris yang mencoba memburunya.

Kris alias myungsoo itu mengembangkan senyumnya setelah mobil suzy melaju pergi dari tempat itu. Iapun kembali ke mobilnya hendak menyusul suzy. Namun perasaan bersalah setelah mengatakan hal tadi membuat senyumnya meredup.

***

“Kau kemana saja eoh?” Tanya suzy begitu melihat myungsoo memasuki rumah.

“Bersenang senang” sahutnya acuh dan langsung berjalan menuju dapur.

“Kemana?”

“Kenapa kau begitu ingin tahu? Bukankah kau juga habis pergi bersenang senang?” Jawabnya sedikit ketus sambil mengambil gelas di lemari.

“Kau.. tak marah kan?” Tanya suzy sedikit takut dengan sikap acuh myungsoo.

“Ani. Untuk apa?” myungsoo mengambil minuman dari kulkas, menuangkannya ke dalam gelas yang diambilnya lalu meneguknya rakus.

“Kau habis mabuk, eoh?” Tanya suzy lagi.

“Ne” myungsoo menaruh gelasnya ke atas meja lalu melemparkan pandangannya ke arah suzy. Datar.

Suzy menahan kesalnya.

“Kau menyebalkan..” gumam suzy pelan.

“Jangan lupa obati bibirmu yang luka itu” myungsoo menunjuk bibir bawah suzy yang tampak memar.

Suzy terbelalak kaget dengan ekspresi kesalnya yang semakin menjadi jadi. Tangannya tanpa sengaja menyentuh bibirnya yang luka.

“Ba-baiklah..” suzy lalu melangkah ke lantai atas tanpa niat menoleh. Ia berpikir bahwa myungsoo melihatnya berciuman dengan kris yang membuat pria itu marah sehingga mengacuhkannya.

Myungsoo terkikik pelan. Kena kau bae suzy!

***TBC***

Mian karena ceritanya semakin ngawur saja-_- hahaha.. mian juga kalo updatenya lama, habis sibuknya gak ketulungan. Belom lagi mood yang gak bisa diprediksi yang menjadi kendala utama dari keterlambatan ff ini-_- hiks #inicurhatabis

Sorry for typos, mistakes, etc.

Dimohon kesediaannya untuk memberikan komentar baik berubah kritik, saran dan apa aja deh yang penting ga bash aja:D

jangan lupa RCL ne?

Bow~

88 thoughts on “FF Secret Laboratory PART 3

  1. Suzy masih cinta juga sama Kris? Terus perasaan dia Myungsoo sebenernya gimana? Aigoo tetap semangat ya Myungsoo, buat Suzy berubah kkkk
    Apa jangan2 Suzy jadi bad girl gitu ada alasan tersendiri??

  2. kekekekeke. myung ada” saja.
    untuk aja yg di cium suzy itu myungsoo.
    tpi kog suzy gak merasakan itu myungsoo. wlwpun wajahnya berubah tpi kan hatinya tetap bisa mengenalnya -_-

  3. apakah suzy benar-benar mencintai myungsoo ??…
    jadi takut suzy sma kriss (andweee)😦
    penasaran lanjutannya …
    ok next deh … 🙂

  4. niatnya myungsoo mau ngerjain suzy dg brubah jadi chanyeol eee malah dia tau rahasia temenya…
    aigoo zyeon kamu masih suka ya sama kriss oppa, poor myungpa hiks😥
    huwaaa siapa yang ngintip myungpa waktu makek ramuan itu ya???

    next next next

  5. Aigoo muungpa makin jail .
    Dia trlihat sperti penyihir dripda profesor karna bisa berubah wajah sesuka hati.a kekekeke
    yg mlihat myung mminum ramuan penawar ditaman sypa? Minho kah? Lalu apa yg akan dilakukan.a stelah mngetahui hal itu

  6. Yey myung oppa jjang!! biar kapok si suzy tuh.. aduhh pusing bngtt sma tingkah.a suzy.. ckckck..
    kira² yg ngeliat myungppa itu siapa? kris kah? jiyeon kah? atau siapa??

  7. What suzy eon masi suka ma kriss?
    Trus myungpa
    myung jgn perna menyerah untuk ngeruba suzy eon?

    Knpa eon bad girl bangat?
    Jdi kesal sendiri?
    Lanjut bca part berikut yach eon

  8. siapa yg ngliat myung berubah ya?? feeling ku sih minho yg liat..
    aku fikir rumah tangganya krystal baik2 aja..eh taunya???
    ugh kenapa suzy jd bad girl gitu ya?? wah myungppa harus extra sabar tuh ngadepinnya..semoga dia berhasil ngerubah sifat suzy

Tinggalkan Balasan Anda, Dear

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s