FF Secret Laboratory PART 5

image

Title: Secret Laboratory
Author: @vhyra_pabbo
Genre: Romance, drama, family,marriedlife, Fantasy, Friendship, Mystery (maybe), etc.
Main Cast: Kim Myungsoo, Bae Suzy, Choi Minho
Sub Cast: Park Jiyeon, Kim jong in, Krystal Jung, Yang Yeoseob, Kangjun, Park Chanyeol, Oh Sehun, Kris Wu OC’s and etc (SubCast dapat berubah sewaktu-waktu)
Length: Chaptered

Warning: Ini adalah cerita yang saya buat murni dari pikiran saya. Cerita ini hanya fiktif belaka. kalau ada kesamaan tokoh, tempat, dan cerita itu merupakan bukan kesengajaan. Ghamsahamnida~ Bow

Happy Reading!

***

Previous Part:

Suzy sontak mengangkat wajahnya yang masih dibasahi airmata. Wajahnya menatap nanar pria dihadapannya karena sehabis menangis.

“Jeoneun.. kangjun immida..” pria itu menjulurkan tangannya hendak bersalaman. Ia tersenyum ramah.

“Nu..guseyo?”

***PART 5***

“Nu..guseyo?”

Pria bernama kangjun itu hanya tersenyum lalu menurunkan tangannya kikuk karena suzy tak juga membalas uluran tangannya.

“Aku melihatmu menangis, waeyo?” Tanyanya sok akrab seraya duduk di samping suzy. Yeoja itu menepi takut dengan tatapan penuh curiga.

“Waeyo? Nugu? Kenapa kau hanya terus berbicara dan berbicara tanpa berniat menjawab pertanyaanku huh?” Ujar suzy kesal.

Pria itu lagi lagi tersenyum.

“Aku kenal dengan kim myungsoo” ujarnya tanpa menoleh ke arah suzy, hanya menatap pepohonan rindang di depannya. Suzy meniup poninya kesal.

“Kalau begitu jawab pertanyaanku, kau itu siapanya myungsoo? Asalmu dari mana? Dan apa yang kau lakukan di sini?” Tanyanya dengan kekesalan yang memuncak.

“Tak penting. Aku ke sini hanya untuk menemuinya” pria bernama kangjun itu beranjak dari tempat duduknya lalu melangkah pergi dari taman itu. Tatapan mata suzy mengikuti arah pria tersebut, ia kesal setengah mati. Namun tak berselang semenit, pria itu kembali berbalik dan menghampiri suzy.

“Tunjukkan aku dimana rumahmu” ucapnya sambil menarik tangan suzy.

“Yak! Kau mau apa eoh?!” Suzy menepis tangan kangjun.

“Aku mau bertemu dengan myungsoo, suamimu”

Karena tak mau berdebat lagi, akhirnya suzy mau mengantarkan pria dengan mata indah itu. Ia berpikir, pria itu tak memiliki tampang mesum sama sekali, apalagi mau berniat jahat padanya. Matanya menunjukkan kalau ia serius mengenal myungsoo.

***

Pria itu menatap kagum rumah yang berdiri di hadapannya.

“Oh yah.. aku lupa kalau myungsoo sedang ada pertemuan. Kau tunggu saja sampai dia pulang” suzy mempersilahkan kangjun duduk di kursi ruang tamunya. Tak lupa segelas kopi menemaninya menunggu myungsoo.

Kangjun mengambil cangkir yang ada di meja lalu meresapinya. Matanya menatap intens ke arah suzy yang tampak gelisah.

“Kau habis terjatuh?” Tanyanya setelah menaruh gelasnya di meja.

“Ne? Ah.. ne” jawabnya asal, tak mau memperpanjang masalah. Bahaya, Kalau kangjun sampai tahu bahwa myungsoo lah yang membuat semua luka itu. Bisa bisa, suaminya dilaporkan ke aparat yang berwajib.

Kangjun hanya mengangguk namun ia tak lantas langsung mempercayainya. Karena ia tahu sebabnya.

“Aku sangat iri dengan myungsoo. Kehidupannya sangat sempurna..” ujar kangjun setelah beberapa lama menghening.

‘Jeongmal? Sepertinya tidak, kalau saja myungsoo tak melakukan kekerasan padaku’ pikirnya sarkatis.

“Ah.. tentu saja” jawabnya asal. Tak sesuai dengan isi hatinya tadi.

“Tak sia sia-” kangjun menghentikan ucapannya. Sepertinya ia hampir saja mengatakan sesuatu hal yang penting.

“Mwo?”

“Ah.. aniya.. maksudku, tak sia sia dia hidup” kangjun terkekeh pelan. Suzy memicingkan matanya. Ada yang aneh dengan pria ini.

“Aku ke dalam dulu, ne?” pamit suzy. Kangjun mengangguk. Pandangannya kini teralih ke arah interior rumah itu. Yah, ia sangat mengangumi interior dan segala isi dari rumah tersebut. Ia lalu beranjak dari tempat duduknya menuju sebuah ruangan. Kakinya lalu berhenti di depan sebuah laboratorium yang di depannya tertulis sebuah peringatan bahwa tak satupun yang boleh memasuki ruangan pribadinya itu.

Kangjun tersenyum lalu segera beranjak kembali ke tempat duduknya.

***

Suzy menatap kangjun yang tengah tertidur di sofa ruang tamunya, mungkin karena terlalu lama menunggu. Hari pun sudah sore, namun myungsoo belum juga kembali.

Suzy terus memandangi pria itu, sampai tak sadar bergumam.

“Tampan juga..” suzy tersenyum menatap namja itu dengan jarak yang sangat dekat.

Suara pagar yang terbuka membuat suzy terlonjak. Kangjun lantas membuka matanya lebar. Sebenarnya ia tidak tidur, hanya menutup matanya. Ia segera bangun dan memperbaiki posisi duduknya. Suzy pun ikut duduk bersebrangan dengan kangjun dan memperbaiki posisinya.

Menit kemudian, seorang pria tampan muncul dengan tas yang bertengger di badannya.

“Eo, ada tamu?” Gumam myungsoo yang membuat suzy dan kangjun menoleh ke arahnya.

“Yeobo.. katanya dia mengenalmu” sembur suzy langsung. Myungsoo malah mengerutkan keningnya, bingung.

“Nugu?” Myungsoo melemparkan pandangannya ke arah pria yang tengah melambai sambil tersenyum ke arahnya.

“Jeoneun.. kangjun immida” ucapnya memperkenalkan diri.

“Nugu?” Lagi, myungsoo mengulang pertanyaannya. Ia lalu ikut duduk di samping suzy.

“Kita bicara di luar saja” ajak kangjun sambil beranjak dari kursi. Myungsoo menatap istrinya sejenak, lalu segera mengikuti langkah kangjun. Suzy makin menatap curiga ke arah kangjun, karena sepertinya myungsoo tak mengenali pria itu. Suzy berjalan pelan mengikuti mereka, hendak menguping pembicaraan mereka. Memang sedikit tak sopan, tapi apa boleh buat, suzy sudah terlanjur penasaran.

“Bagaimana kalau kita berbicara di lab mu saja. Sepertinya istrimu menguping pembicaraan kita”

Suzy tersentak setelah mendengar ucapan kangjun yang ternyata mengetahui niatnya.

Myungsoo lantas tak langsung mempercayai pria yang sama sekali tak dikenalinya itu. Namun, setelah kangjun membisikinya sesuatu, myungsoo langsung mengangguk,mengiyakan mereka berbicara privasi di dalam lab.

***

Kangjun menatap kagum isi lab myungsoo. Ramuan warna warni menghiasi rak rak besi di sudut sana. Tak lupa dengan aroma khas lab yang menusuk indra penciumannya.

“Kau hebat sekali..” gumam kangjun dengan mata berbinar binar.

Myungsoo hanya menatapnya bingung.

“Sebenarnya, apa maksudmu mengatakan tentang ramuan perubah itu. Kau tahu sesuatu?” Tanya myungsoo to do point.

Kangjun menoleh ke arah myungsoo. Menatapnya serius.

“Kau dalam bahaya..” terangnya dengan mimik khawatir.

“Mwo? Maksudmu?” Kening myungsoo makin mengerut.

“Kau tahu kenapa sekujur tubuh dan wajah istrimu lebam?”

Myungsoo menggeleng.

“Dia tak mau memberitahuku” jawabnya polos.

“Itu karena kau yang menyakitinya”

Mata myungsoo membelalak. Ia tampak tak suka pria ini mengatakan hal itu. Myungsoo lantas mengambil kerah baju kangjun, hendak menghajar wajah pria yang sudah berbicara sembarangan itu.

“Yak! Apa maksudmu eoh?!” Pekiknya tak tahan. Kangjun tersenyum remeh lalu menghempaskan tangan myungsoo dari kerah bajunya.

“Memang kaulah yang menghajar istrimu sendiri-”

Bugh!

Sebuah bogem mentah mendarat mulus di wajah kangjun. Pria itu menyeka bibirnya yang tampak mengeluarkan sedikit darah.

“Tenanglah.. atau kau akan-”

Tangan myungsoo berhasil ditangkap oleh kangjun. Walaupun tubuh myungsoo lebih tinggi darinya, tapi kekuatannya tak bisa dianggap remeh.

“Dengarkan aku dulu!” Pekik kangjun tak tahan.

Myungsoo langsung menghentikan aksinya.

“Baiklah.. katakan” ucapnya tak sabar.

“Kau pernah mengambil ramuan di pulau terlarang kan?”

Myungsoo mengangguk.

“Apakah kau tak pernah meneliti kenapa pulau itu disebut pulau terlarang?”

“Tunggu, kenapa kau tahu hal ini?”

“Aku diberi tahu oleh seorang pria yang memberitahumu tentang ramuan itu. Seorang pria yang istrinya kau sembuhkan dengan ramuan gyogito

Myungsoo tersentak. Jangan jangan..

“Kau..”

“Ne. Aku adalah penyihir pulau itu. Aku sebenarnya sudah tua. kheundae, aku mengubah diriku menjadi seperti ini. Tampan kan?” Ucap kangjun sedikit bergurau.

“Gheurae..” nafas myungsoo naik turun. Ia sudah bisa menebak apa yang akan kangjun katakan selanjutnya.

“Kau telah mengambil ramuan perubah. Kau tahu mengapa disebut ramuan perubah huh?”

“Karena bisa merubah diriku menjadi sosok lain kan?” Jawab myungsoo seolah tak mau menjawab kenyataan lain.

“Ne. Kau benar. Kheundae, perlahan lahan.. orang yang meminum ramuan itu, akan kehilangan sifat aslinya. Orang yang meminumnya, akan menjadi.. seseorang yang bertolak belakang dari sifatnya. Dan kau sudah meminumnya lebih dari satu kali, otomatis ramuan perubah yang merubah sifatmu akan lebih cepat mengubahmu. Mengubah sifatmu menjadi orang lain. Dan.. sifat lain itu akan muncul.. ketika kau marah” terangnya.

“Kheundae.. kenapa aku tak mengingat apapun?”

Kangjun mendesah.

“Itulah efeknya. Ramuan perubah itu adalah ramuan tua yang sudah lama dikutuk di pulau itu. Kheundae, tak ada satupun dari orang pulau itu yang mengetahui dampak dari ramuan ramuan yang ada di sana. Hanya aku yang mengetahuinya. Efek dari ramuan perubah itu dapat membuatmu kehilangan sifat aslimu dan kau tak menyadarinya”

“Gheurae..” tubuh myungsoo terjatuh bersandar di dinding yang kosong, tubuhnya melemas.

“Apakah kau pernah merasa sangat marah sebelum kejadian lebam di tubuh istrimu itu huh?”

Myungsoo tampak mengingat ngingat. Ah!

“Ne. Saat itu.. aku sangat marah dengan minho karena telah membawa istriku. Padahal saat itu.. aku sedang menyanyi untuk istriku. Aku hampir saja menghajarnya. Saat aku akan menghajarnya, tubuhku seperti di sengat..” terang myungsoo.

“Memang seperti itulah. Sebenarnya.. hanya ramuan perubah itu yang memiliki efek berbahaya. Aku tak tahu bahwa ternyata masih ada yang menanam ramuan itu. Dan kau telah meminumnya lebih dari satu kali, otomatis ramuan yang bisa merubah sifat aslimu.. sudah dimulai..” kangjun mendesah.

“Lalu.. kau datang ke sini untuk mengatakan hal itu huh?” Ucap myungsoo susah payah. Ia seakan tak punya tenaga lagi. Bagaimana nasib suzy nanti?

“Sebenarnya.. aku ingin memperingatkanmu agar kau tak menggunakan ramuan itu. Kheundae, sepertinya aku terlambat..” ungkapnya pasrah.

“Kheundae, apakah ada ramuan yang bisa membuat efek ramuan itu tidak bekerja eoh? Aku takut kalau sampai efek itu muncul, aku bisa melukai suzy atau bahkan..” myungsoo menggeleng, menutup matanya tak sanggup.

“Ada”

Myungsoo tersentak. Ia segera beranjak dari lantai. Mendesak kangjun untuk mengatakan hal itu secepatnya.

“Gugeo mwoya?” Tanyanya antusias. Kangjun tersenyum hambar.

“Kau.. harus menetap di pulau terlarang itu” terangnya.

Badan myungsoo kembali melemas. Tubuhnya terjatuh, bersandar kembali. Menit kemudian, terdengar isakan dari bibir myungsoo.

Kangjun menatap namja itu iba. Ia ikut bersandar di tembok bersama myungsoo.

“Karena aku terlalu gegabah.. ingin menyadarkan istriku.. malah.. membuat petaka ini..” ucap myungsoo pelan. Ia menutup wajahnya dengan kedua tangannya, enggan pria itu melihatnya menangis. Sangat memalukan seorang professor terkenal seperti myungsoo, menangis di depan seorang pria. Bukankah professor juga seorang manusia? Tentu saja, menangis bukanlah hal yang tabu baginya.

“Aku harus kembali. Kau datanglah jika kau ingin.. dan ingat! Kau jangan pernah lepas kontrol ataupun marah. Arrasso?” ucap kangjun sambil beranjak dari lantai.

“Mianhae karena telah menghajarmu..” ucap myungsoo serak, masih enggan mengangkat wajahnya. Kangjun mengangguk, tersenyum memaklumi. Ia lalu membuka pintu lab itu dan bergegas keluar meninggalkan myungsoo yang masih terduduk lemas di lantai, menangis.

***

Myungsoo berjalan lunglai keluar dari lab nya menuju ruang tv. Di sana terlihat, suzy duduk menghadap ruang tv, sesekali terkikik melihat kartun kesukaannya tayang.

Myungsoo langsung duduk di samping suzy. Kepalanya menoleh menatap wajah ayu istrinya itu.

Suzy yang risih lalu ikut menolehkan wajahnya ke arah myungsoo.

“Wae? Mussheun irriya? Pria tampan itu sudah pulang?” Tanya suzy jail. Myungsoo mengangguk lemah sambil tersenyum, menatap suzy intens. Suzy ikut mengunci tatapan myungsoo. Ia seakan lupa dengan apa yang telah myungsoo lakukan padanya semalam, tentang perlakuan kasarnya.

“Aigoo.. suamiku tampan sekali..” goda suzy seraya memainkan jemarinya di wajah myungsoo. Myungsoo langsung menarik suzy dalam dekapannya. Seakan tak mau melepaskan istrinya itu selamanya.

“Aku harus ke jepang besok” ungkap myungsoo dengan nada rendah, serak.

Suzy tersenyum, membalas pelukan myungsoo, makin mempererat tautan mereka.

“Berapa lama?”

“Tiga hari.. ada acara pertemuan ilmuan di sana..”

Suzy merasakan tubuh myungsoo menghangat dan suaranya yang agak aneh.

“Kau sakit? Kalau sakit tak usah pergi-”

“Aniya.. nan gwaenchana..” sanggahnya pelan dan halus. Rasanya ia ingin menangis di pelukan istrinya. Ia ingin mengatakan perasaan bersalahnya karena telah menyakiti istri tercintanya itu.

“Sarangheo.. mianhae.. kalau aku pernah menyakitimu, ne?”

Suzy tersenyum namun perasaan aneh langsung merasuki kalbunya.

“Nado saranghae..” balasnya. Myungsoo lalu melepaskan pelukan itu.

“Kalau aku mulai berubah, kau larilah sekuat tenaga, ne? Jangan dekati aku kalau aku sedang tak baik..” pesan myungsoo sambil menatap dalam dalam kedua bola mata suzy. Suzy mengerutkan keningnya tapi ia mengangguk juga.

“Ada apa dengamu huh? Kau tampak aneh..” suzy menyentuh kening myungsoo, memeriksa apakah suaminya itu sedang sakit.

“Gwaenchana..” myungsoo mengusap lembut pucuk kepala suzy, menyuruhnya agar tak khawatir. Tapi, suzy masih merasa ada keganjalan di dalam diri myungsoo.

“Selama aku di jepang, kau jangan selalu keluar malam, jangan ke bar dan.. ajaklah sahabat sahabatmu agar kau tak kesepian, ne?” Pesannya lagi. Tangannya merengkuh wajah suzy. Suzy tersenyum, mengangguk. Tak berselang lama, myungsoo sudah melabuhkan bibirnya dimilik suzy, melumatnya lembut.

***

Suzy mengecup singkat bibir myungsoo.

“Hati hati, ne? Jangan sampai kau menggoda wanita lain di sana. Awas saja!” Ancam suzy protektif. Pria itu terkikik melihat perlakuan suzy.

“Seharusnya aku yang mengatakan itu, yeobo..” myungsoo mencubit hidung suzy gemas. Suzy mengerucutkan bibirnya.

“Yak!” Pekik suzy pelan, tak terima. Krystal dan jiyeon saling pandang, tertawa geli melihat pasangan itu.

Suara dari speaker yang memperingatkan bahwa pesawat akan segera berangkat, segera menyadarkan pasangan itu untuk bersiap. Suzy melambaikan tangannya ke arah myungsoo seraya terus mengembangkan senyumannya. Myungsoo membalas lambaian suzy. Teman teman ilmuan myungsoo yang sudah berumur ikut melambai ke arah suzy, membuat wanita itu terkikik geli.

Setelah pria itu menghilang, suzy bergegas pulang bersama krystal dan jiyeon.

***

Krystal dan jiyeon sudah di booking oleh myungsoo untuk menemani suzy selama tiga hari. Wanita wanita itu juga di suruh untuk mengawasi tingkah suzy yang notabenenya tak bisa lepas dari sifat playgirl nya.

“Sebentar malam kita akan kemana?” Tanya suzy sambil fokus menyetir.

“Aku punya undangan ulang tahun dari park si yeon. Bagaimana kalau kita pergi ke pestanya?” Usul jiyeon.

“Kheundae, aku tak punya undangannya jiyeon-ah..” sela suzy kecewa.

“Tenang saja, aku akan mengajak kalian sebagai temanku. Kalian pasti dijinkan masuk. Di sana ada banyak pemandangan segar..” bisiknya jail.

Suzy terlonjak, kegirangan.

“Jeongmal?” Pekik suzy antusias.

Krystal memutar bola matanya kesal. Sebuah jitakan mendarat mulus di kepala jiyeon.

“Kau tak ingat pesan myungsoo, huh? Dia menyuruh kita untuk tidak mengajak suzy keluar malam” sela krystal.

Jiyeon membantah.

“Kapan lagi suzy bisa bersenang senang kalau myungsoo ada huh? Inilah saatnya..” ucapnya enteng.

“Kheundae-”

“Tak ada tapi tapi” potong jiyeon mantap. Krystal mendengus kesal. Baiklah.. resiko ditanggung sendiri!

***

“Mian aku terlambat, tadi ada masalah” ucap suzy setelah melihat mobil jemputannya datang.

“Gerom ppalli!” Seru minho seraya menampakkan dirinya di jangkauan pandangan suzy.

Suzy langsung menekuk wajahnya tatkala melihat seorang pria yang duduk di depan stir.

“Minho oppa juga ikut?” Tanya suzy dengan nada tak suka.

Jiyeon yang duduk di samping minho lantas mengangguk. Sementara minho memberikan tatapan anehnya ke arah suzy.

“Dia adalah pacarku. Tentu saja harus ikut” balasnya mantap.

Suzy tak mau berkata apa apa lagi. Mood nya sudah hancur. Ia memilih masuk ke dalam mobil dan duduk di samping krystal, bungkam seribu bahasa.

“Gwaenchana? Kau tampak pucat” ujar krystal ketika melihat wajah pucat suzy di keremangan malam.

Suzy hanya tersenyum hambar. Enggan menanggapi.

***

Jiyeon memberikan cipika cipiki kepada si pemilik pesta, park si yeon. Tak lupa sebuah kotak kado diberikannya kepada dara cantik dengan gaun silver yang sangat pas dibadannya itu.

Mata park si yeon langsung membulat tatkala melihat sosok krystal di sana.

“Eonnie?” Ucap si yeon ramah seraya melambai ke arah krystal.

Krystal yang sadar bahwa di samping wanita itu ada seorang pria yang dikenalnya tanpa sadar menumpahkan minuman yang ada di tangannya. Hampir semua mata menatap ke arahnya setelah mendengar suara bising dari gelas yang dijatuhkannya.

“Chanyeol?” Gumam krystal.

Chanyeol ingin menghampiri krystal, namun ia juga melihat suzy di sana. Langkahnya sontak saja berhenti.

“Nugu?” Tanya krystal dengan tatapan penuh amarah.

“Dia adalah adikku. Aku sering menceritakan tentangmu padanya” balas chanyeol kaku.

Suzy memandang drama mereka tak percaya. Apakah mereka ada hubungan?

“Kryst-” suzy ingin menanyakan sesuatu.

“Hanya teman..” sanggah krystal sambil tersenyum hambar. Ia lalu bergegas pergi dari tempat itu. Krystal tak mengerti mengapa chanyeol tak mengundangnya di acara ulang tahun adiknya. Ia kecewa. Apakah ia memang tak dianggap olehnya?

Suzy menatap chanyeol sejenak lalu ikut menyusul krystal. Sementara chanyeol hanya berdiri mematung, menatap punggung krystal yang semakin menjauh.

***

“Kryst-” suzy tiba tiba menghentikan langkahnya setelah merasakan perutnya terasa melilit. Kakinya lalu menghantarkannya menuju toilet. Minho yang sedari tadi mengikuti suzy, ikut berjalan menuju arah jalan suzy.

Suzy membuka tutup closed dan memuntahkan semua isi makanan yang tadi dimakannya di dalam sana. Kepalanya juga terasa pusing.

‘Ada apa denganku? Apa jangan jangan.. aku hamil?’ Batinnya.

“Suzy-ah! Bae suzy! Gwaenchana?!” Teriak seseorang dari luar yang tak lain adalah minho. Suzy mendesis lalu susah payah beranjak dan keluar.

Pintu toilet itu terbuka bersama seorang wanita cantik yang tengah pucat dengan keringat dingin yang mengucur dari pelipisnya.

“Gwaenchana?!” Pekik minho panik. Suzy tersenyum sarkatis sambil menghempaskan tangan minho dari wajahnya.

“Kenapa kau begitu perhatian padaku huh?” Tanya suzy skeptis.

“Aku peduli padamu.. bae suzy..” sahut minho serius.

“Lalu.. kemarin kau mengejekku karena myungsoo habis menghajarku. Waeyo?” Suzy masih menantang dengan nada sarkatisnya. Wajah serius minho langsung berubah.

“Karena aku senang.. myungsoo melakukan suatu kesalahan. Seorang profesor hebat dengan segala kesempurnaannya.. akhirnya melakukan suatu kesalahan.. kesalahan yang akan segera mengubah hidup sempurnanya..” minho tertawa pelan.

“Geumane!” Pekik suzy.

“Apakah itu berarti.. pembalasan dendamku.. berhasil?”

Suzy meringis. Sial! Ia merasakan perutnya melilit lagi.

“Aku tahu.. aku tahu rahasia myungsoo.. aku tahu semuanya..”

“Geumane!” Pekik suzy lagi. Minho tertawa penuh kemenangan lalu mengambil wajah suzy. Mengunci tatapan mereka.

“Sarangheo.. bae suzy..” minho tersenyum licik. Suzy mendecak lalu menghempaskan tangan nakal minho.

“Sialan..” gumam suzy kesal.

Jiyeon. Wanita itu terpaku melihat adegan tersebut. Adegan yang sukses menyayat nyayat hatinya. Tangannya mengepal kuat.

Ternyata gosip itu benar! Gosip bahwa kalian pernah memiliki hubungan! Bahkan saat aku dan minho berpacaran!

Awas kau bae suzy!

***TBC***

Mian karena updatenya lama, ne. Mian juga atas semua kesalahan dan typos:D
RCL juseyo^^

/Bow/

77 thoughts on “FF Secret Laboratory PART 5

  1. jadi segala hipotesis saya salah!! eonni bener2 jjang,itu membuktikan bahwa critanya gak pasaran dan gak mudah ketebak daebak!

    kangjun itu penyihir (?) trus efek ramuan itu bisa ngrubah sifat pemakainya.. aigoo trus nanti gimana nasib hubungan zyeon sama myungpa??
    duh suzy dapat musuh baru..
    next next next

  2. Sperti.a Konflik sudah di mulai.
    Aigoo bisakah myungpa trbebas dari efek samping ramuan perubah itu?
    Jika dia tdk bisa brubah q takur suzy eonni nanti dipukulin lgi

  3. yaaahhhhh jiyeon liat. semakin bertambah aja yang benci suzy. padahal niat awal cuman mau balas dendam gara-gara kakaknya yang bunuh diri.

  4. Omonaa!! bner dugaan ku.. itu efek dri ramuan yg diminum myungppa.. kasiaann oppa ku😥.. apa suzy hamil? ihss minho bkin smua.a runyam.. ketahuan jiyeon pula’ !

  5. No no no…jiyeon pasti salah paham…knp dia marah nya sama suzy..harusnya marahnya sama minho dong…yg centil kan minho…aigo suzy…dirimu terlalu cantik jadi banyak yg suka sama suzy…hhhaaaa

  6. nah. ternyata sikap myung berubah karena ramuan yang dia buat sendiri..

    terus suzy kenapa???? 😱😱😱😱😱😱😱😱😱😱😱😱😱😱

    yah.. si jiyeoj tau perselingkuhannya. penasaran sama lanjutannyaaaa

  7. dan akan selalu ada dendam…
    suzy gak tobat-tobat juga. terbukti dengan hadirnya kangjun. kapan tobat mbak? nanti nyesel loh😀

  8. omo omo…
    jd tebakanku yg bner cuma di bagian efek samping doang ya?? author jjang,ceritanya sulit di tebak..
    aduh itu suzy kenapa? myungsoo bisa balik ke sifat aslinya lagi kan?
    ugh minho nappeun,,kn jiyeon jadi salah paham gitu n malah musuhin suzy kan?? huuuuuhhh:/

Tinggalkan Balasan Anda, Dear

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s