FF Secret Laboratory PART 6

image

Title: Secret Laboratory
Author: @vhyra_pabbo
Genre: Romance, drama, family,marriedlife, Fantasy, Friendship, Mystery (maybe), etc.
Main Cast: Kim Myungsoo, Bae Suzy, Choi Minho
Sub Cast: Park Jiyeon, Kim jong in, Krystal Jung, Yang Yeoseob, Kangjun, Park Chanyeol, Oh Sehun, Kris Wu OC’s and etc (SubCast dapat berubah sewaktu-waktu)
Length: Chaptered

Warning: Ini adalah cerita yang saya buat murni dari pikiran saya. Cerita ini hanya fiktif belaka. kalau ada kesamaan tokoh, tempat, dan cerita itu merupakan bukan kesengajaan. Ghamsahamnida~ Bow

Happy Reading!

***

Previous Part:

“Sarangheo.. bae suzy..” minho tersenyum licik. Suzy mendecak lalu menghempaskan tangan nakal minho.

“Sialan..” gumam suzy kesal.

Jiyeon. Wanita itu terpaku melihat adegan tersebut. Adegan yang sukses menyayat nyayat hatinya. Tangannya mengepal kuat.

Ternyata gosip itu benar! Gosip bahwa kalian pernah memiliki hubungan! Bahkan saat aku dan minho berpacaran!

Awas kau bae suzy!

***PART 6***

Hari ini kau ada waktu? Kau bilang ingin bertemu denganku.

Suzy mengucek matanya pelan seraya memicingkan matanya menatap layar monitor ponselnya. Mulutnya menguap lagi setelah beberapa detik yang lalu tak hentinya menguap lebar. Suzy lalu menaruh ponsel itu di sampingnya sebentar lalu merebahkan dirinya sejenak. Sekedar mengusir ngantuk yang masih menyerangnya pagi itu. Yah, ia berpesta semalam suntuk dengan krystal dan jiyeon di pesta park si yeon. Walaupun keadaan yang canggung akibat tragedi semalam. Namun, suzy yang notabenenya enggan merusak pesta, malah membiarkan krystal bebas, membatalkan acara introgasinya. Dan jiyeon.. wanita itu sepertinya melupakan hal semalam. Mereka berdua pun masih setia dengan guling dan selimut mereka. Yah, seperti pesan myungsoo, krystal dan jiyeon harus menginap di rumahnya selama tiga hari, sampai myungsoo pulang.

Nada dering ponsel suzy berbunyi lagi yang sontak membuatnya kembali bangkit dari tidurnya, meski dalam keadaan malas. Diambilnya benda kecil persegi itu lalu di bukanya pesan yang masuk.

Jadi atau tidak?

Suzy menatap kesal ke layar ponselnya dan melemparnya ke atas ranjang. Detik kemudian, ia sudah melengos masuk ke kamar mandi.

***

Suzy melangkahkan kakinya anggun menuruni pijakan tangga satu demi satu. Telinganya sudah bisa mendengar percakapan santai di dapur. Ia melihat krystal dan jiyeon tengah mengolesi selai di atas roti mereka.

Morning..” sapa suzy pelan seraya menyebarkan senyumannya kepada kedua wanita itu.

Krystal tersenyum kikuk. Sementara jiyeon berusaha tersenyum semanis mungkin.

“Annyeong.” Sapa jiyeon pendek.

“Oh yah.. aku harus,meninggalkan kalian. Aku ada urusan sebentar. Take care yah..” ujar suzy sambil melambai ke arah jiyeon dan krystal. Mereka berdua hanya berdehem pelan menanggapi. Setelah itu, suzy segera beranjak pergi dari ruangan itu menuju parkiran mobil, hendak mengambil benda beroda empat itu.

“Kau tahu.. suamimu dan suzy pernah berpacaran” ungkap jiyeon sambil memasukkan roti yang telah jadi itu, ke dalam mulutnya.

Krystal menoleh sebentar lalu mengangkat bahu tak peduli. Ia ikut memasukkan makanan berkarbohidrat itu ke dalam mulutnya.

“Dan.. suzy juga pernah berpacaran dengan pacarku”

Krystal tiba tiba tersedak dan langsung mengambil air minum yang ada di atas meja.

“Andwae!” Jiyeon langsung merampas minuman yang ada di tangan jiyeon.

Krystal menatapnya tajam. Ia masih terbatuk batuk.

Jiyeon lalu memberikan gelasnya kepada krystal. Minuman itu langsung ia teguk sampai habis.

“Yak neo wae?!” Pekik krystal setelah tersedaknya hilang.

Jiyeon menggeleng kuat lalu segera membuang air yang ada di gelas yang dirampas tadi.

“Yak mussheun irriya? Ada apa di minuman itu jiyeon-ah?!” Desak krystal.

Jiyeon tetap menggeleng. Ia terlihat sangat shock.

Krystal memicing lalu sontak saja memegang kedua bahu jiyeon. Mengunci tatapannya.

“Apakah di minuman itu ada sesuatu yang telah kau taruh huh? Apakah itu untuk suzy? Apa itu untuk mencelakakan suzy? Apa tindakanmu itu ada hubungannya dengan hubungan suzy dan minho huh?” Tanyanya bertubi tubi dengan mimik serius. Namun jiyeon tetap saja menggeleng. Krystal mengangguk lalu kemudian melepaskan cengkramannya di bahu jiyeon.

“Aku mengerti..” krystal kembali menatap jiyeon yang masih ketakutan.

“Jangan hanya karena hal sepele membuatmu harus kehilangan sahabatmu..” ujar krystal pelan lalu segera beranjak meninggalkan jiyeon menuju kamarnya.

“Ini bukan hal sepele..” gumam jiyeon bersikeras.

***

“Apa yang terjadi?” Tanya suzy kepada dokter dihadapannya. Dokter yang sangat dikenalnya. Kris Wu.

“Besok aku akan mengantarkan visumnya. Kheundae, sejauh ini.. aku melihat ada pertumbuhan di rahimmu”

“Memangnya kau adalah dokter spesialis kandungan? Aku mau bertemu denganmu karena aku merasakan nyeri yang luar biasa pada perutku. Rasanya bukan seperti hamil..” tutur suzy dengan campuran bumbu sarkatis.

“Ne.. aku bukan dokter spesialis kandungan. Kheundae, aku adalah spesialis penyakit dalam. Jadi, aku bisa melihat apa yang ada di rahimmu setelah rongseng tadi. Kheundae, kau harus menunggu besok untuk visum yang lebih detailnya..”

Suzy mengangguk paham. Ia hendak beranjak dari tempat duduknya namun kris menahannya.

“Kau tak marah lagi denganku eoh? Aku hanya ingin tahu apa salahku sehingga kau marah waktu itu..”

Suzy menepis tangan kris seraya mendecak.

“Bahkan kau lupa dengan apa yang telah kau lakukan padaku.. aku akan memaafkanmu kalau kau bisa mengatakan apa yang telah kau lakukan padaku..” jawabnya sinis. Tanpa menunggu balasan kris, ia segera melangkah keluar dari ruangan itu.

“Yak aku akan cari tahu!” teriak kris lantang agar suzy mendengar suaranya. Pria itu tersenyum bersama hilangnya suzy dari pandangannya.

***

Suzy turun dari mobil putihnya dan memarkirnya di sisi jalanan. Seulas senyum tersungging di bibirnya tatkala melihat seorang namja yang tengah berjalan menuju sebuah butiq.

Sudah kuduga!

Suzy lalu berjalan menghampiri namja itu.

“Chanyeol-ah!” Panggil suzy seraya melambaikan tangan ke arahnya.

Ekspresi pria itu langsung berubah kaget. Bunga ditangannya terjatuh begitu saja.

“Suzy?”

Suzy tersenyum dan langsung menarik namja itu pergi dari tempat tersebut.

“Aku perlu bicara”

***

Suzy menatap tak percaya ke arah chanyeol. Tak disangka ternyata dugaannya selama ini benar. Krystal berselingkuh dengan chanyeol. Namun, suzy tak habis pikir dengan alasan krystal. Yah, karena jong in selalu melakukan kekerasan terhadapnya.

“Kheundae.. ini tak benar chanyeol-ah.. kau.. harus berbicara secara jantan padanya” tutur suzy lembut dengan emosi yang cukup stabil.

“Aku tidak bisa!” Bentak chanyeol.

“Wae?” Tantang suzy.

Chanyeol terdiam.

“Jong in itu aneh. Kadang kadang dia jahat dan kadang pula sangat baik. Geurae.. aku tak mengerti dengannya. Bagaimana aku bisa berbicara baik baik padanya kalau sifatnya tak tertebak?” ujar chanyeol.

Suzy tersentak. Jong in dan myungsoo merupakan lulusan dari jurusan yang sama, jurusan kimia. Apakah semua pria jurusan kimia seperti itu? Pikir suzy.

“Sifatnya selalu berubah ubah..” suzy menggumam, bermonolog sendiri. Pikirannya kini penuh dengan dugaan dugaan.

“Apakah jawabanku sudah jelas eoh?” Suara chanyeol langsung membuyarkan pikiran suzy.

“Aku akan mengantarkanmu kembali ke butiq..” ujar suzy yang masih memikirkan hal aneh tentang jong in dan myungsoo di benaknya. Ia lalu memutar persenelingnya dan segera memutar balik mobilnya kembali ke butiq.

***

Myungsoo menekan satu digit angka panggilan cepat di ponselnya. Sudah beberapa kali ia melakukan hal itu sejak satu jam yang lalu, namun nomor yang dihubunginya selalu tak mengangkatnya. Hal itu justru membuat pria tampan itu semakin dilanda kecemasan.

Kembali ia melakukan hal itu lagi, namun hal sama masih terjadi. Ia lalu mencoba tenang dengan pikiran pikiran positif yang berusaha ia penuhi di dalam benaknya. Barangkali masalah jaringan. Barangkali baterei ponsel suzy habis dan bla bla lainnya.

Myungsoo lantas melempar ponselnya emosi. Benda itu mendarat mulus di atas spring bed bersprei putih itu. Tubuhnya lalu direbahkan di atas kasur empuk tersebut. Ia mendesah dan masih berusaha menahan kemarahannya. Yah, dia sudah tak tahan lagi. Ia sangat merindukan istrinya. Karena jadwalnya yang padat, membuatnya tak sempat menghubungi suzy, dan sekarang, saat dia sedang free, ponsel suzy malah tak bisa dihubungi. Sial!

Tiba tiba kamarnya diketuk oleh seseorang. Sontak, myungsoo bangkit dari kasurnya dan langsung menghampiri pintu tersebut.

Sore wa daredesu ka?—Siapa itu?” Teriaknya lantang mengingat dirinya tengah berada di jepang.

***

Suzy termenung menatap layar tv di depannya. Pikirannya kemana mana. Sedari kemarin, myungsoo belum juga menghubunginya dan juga tak bisa dihubungi. Perasaan kesal, marah, rindu, dan cemburu seketika itu juga bercampur jadi satu.

Belum lagi, Krystal dipaksa pulang oleh suaminya, sedangkan jiyeon sedang keluar bersama minho. Jadilah kebosanan melandanya malam itu.

Tangannya lalu memaksanya menghubungi seseorang.

“Yeoboseyo? Bisakah kau ke rumahku?”

***

Suzy dan kris tengah asyik memainkan monopoli. Sesekali suzy tertawa lebar melihat kekalahan pria itu. Bahkan ia melupakan rasa kesalnya dengan kris demi mengusir kebosanannya. Yah, hanya untuk hari ini dan jangan lupa, ia belum bisa memaafkan namja itu. Untungnya, malam ini bukan jadwal kris di rumah sakit.

Ditengah sengitnya permainan,Tiba tiba, pintu rumahnya terbuka. Wajah lusuh jiyeon membuat suzy langsung menghampiri wanita yang tampak kelelahan itu.

“Gwaenchana?” Sembur suzy.

Jiyeon menggeleng tanpa membalas tatapan suzy. Dia langsung melangkah meninggalkan suzy menuju lantai dua.

“Kalau kau butuh sesuatu, panggil aku ne?!” Ujar suzy. Jiyeon tak menggubris. Suzy lalu kembali ke tempatnya bersama kris, hendak melanjutkan permainan mereka. Wanita itu kembali mengocok dadunya.

“Besok visumnya keluar?” Tanya suzy sambil memindahkan bidaknya di atas papan monopoli tersebut.

“Yeah aku dapat uang!” Pekik suzy kemudian. Kris tersenyum simpul. Kelihatannya ia sangat senang melihat wanita itu bahagia di sisinya. Walaupun hanya karena permainan tersebut.

“Ne. Besok aku akan mengirimkannya langsung” giliran kris yang memindahkan bidaknya setelah selesai melempar dadu.

“Mianhae suzy-ah.. kau harus terlempar dan kembali ke start” ucap kris ketika bidaknya berhenti tepat di tempat bidak suzy berdiri. Suzy lantas mencibir.

“Nappeun..” gumam suzy pura pura marah. Kris tertawa pelan.

“Jangan marah.. ini hanya permainan..” suzy mengulum senyumnya mendengar kata kata itu.

“Seperti halnya dunia ini, terkadang.. kau harus berada di atas dan terkadang.. kau harus bersedia digeser oleh orang lain” lanjut pria itu sambil tersenyum dan menggeser posisi bidak suzy kembali ke start.

Suzy mengangguk sambil terus menatap wajah kris ketika pria itu berbicara. Seulas senyum tersungging di bibirnya. Jangan lagi bae suzy!

***

Suzy menguap lebar dan langsung beranjak dari tempat tidurnya menuju pintu utama. Sepertinya ia terbangun setelah mendengar seseorang memencet bel rumahnya.

Suzy melemparkan pandangannya ke seluruh arah setelah pintu tersebut ia buka, namun tak seorangpun tertangkap oleh indra penglihatannya. Suzy mendesis lalu tak sengaja matanya menangkap sebuah amplop coklat di atas lantai, tepat di depan kakinya. Suzy lalu berjongkok dan mengambil benda itu.

‘Bukankah kris akan membawanya sendiri?’ Pikirnya sambil menghamburkan dirinya di atas kursi ruang tamu. Amplop itu lalu ia buka.

Suzy langsung terbelalak ketika melihat isi amplop itu. Tubuhnya seolah dihantam ribuan beton. Sakit. Sangat sakit.

“Sialan kau myungsoo!” Pekik suzy seraya melempar kasar kumpulan foto foto itu ke atas meja.

Ia ingin menangis namun rasa amarahnya mengalahkan rasa sedihnya. Suzy hanya bisa memandangi foto foto yang tampak terhambur itu dengan tatapan keji. Sangat lama ia memandanginya sehingga menimbulkan efek flashback pada otaknya.

‘Apakah ini asli?’ Batin suzy sambil memeluk lututnya. Ia menggigit bibir bawahnya kuat. Eoh.. hatinya sangat sakit. Ingin rasanya ia menangis, namun ia tak punya tempat bersandar sekarang. Ia butuh seseorang.

Tiba tiba bel rumahnya kembali berbunyi. Dengan lemas ia melangkah menuju pintu dan membukanya.

Suzy menatap sendu pria yang tengah berdiri di hadapannya dengan mimik kecemasan yang menghiasi wajah namja itu.

“Aku membawakan hasil visummu”

Suzy hanya berdiri mematung menatap namja itu. Matanya terasa sangat perih. Tak lama kemudian setetes demi tetes airmata keluar dari kelopak matanya. Oh ia tak sanggup menahannya lagi!

Suzy langsung menghamburkan dirinya ke dalam dekapan kris. Ia terisak keras di dada bidang pria itu. Kris terdiam, mematung. Ia tak tahu harus berbuat apa.

Seorang wanita yang baru saja terbangun melangkahkan kakinya turun dari tangga. Namun tak sampai anak tangga ketiga, ia sudah berhenti tatkala melihat adegan yang sukses membuatnya terbelalak. Namun mimiknya langsung berubah. Seulas senyum langsung tersungging di bibirnya.

***

Nafas suzy langsung tercekat tatkala membaca tulisan tebal yang tertera di atas kertas visum tersebut. Tangisnya makin menjadi jadi. Matanya sangat sembab dan keadaannya berantakan. Kris lalu mendekap tubuh suzy lembut. Berusaha menguatkan wanita itu.

“Kau harus menggugurkan janin itu atau.. kau akan..” kris menggeleng. Ia tak sanggup melanjutkan ucapannya.

“Kheundae wae?! Kheundae wae?!” Pekik suzy di sela tangisnya. Kris menatap iba ke arah kumpulan foto yang berserakan di atas meja itu. Foto myungsoo dengan seorang gadis jepang yang tengah berciuman dan foto foto lainnya yang tak kalah seronok.

“Tumor itu sudah mulai membesar seiring berjalannya waktu. Dan sangat berbahaya, karena.. tumor itu tumbuh di rahimmu yang ternyata.. sudah ada janin di dalamnya..”

“Naega shireo! Shireo!” Teriaknya lagi.

“Kau harus menggugurkannya!” Bentak kris yang langsung melepaskan dekapannya. Ia menatap tajam ke arah suzy. Menegaskan betapa keras kepalanya wanita di hadapannya ini. Suzy membalas tatapan itu. Tatapannya lemah, sendu.

“Shireo.. aku.. tak mungkin bisa hamil kalau.. rahim ini diangkat. Aku.. harus mempertahankan janin ini.. sebelum.. rahimku diangkat..” lirihnya.

“Dengar aku suzy-ah!” Bentak kris tak tahan.

“Kau.. masih bisa mempertahankan rahimmu lewat operasi. Kheundae.. kau tak boleh mempertahankan janin itu. Dia bisa membahayakanmu!” Kris menggunjangkan tubuh suzy.

“Aku..” suzy menunduk. Airmatanya sontak bercucuran ke bawah.

“Kau.. harus membantuku..”

“Mwoya?”

***

Myungsoo merasakan pusing yang amat sangat di kepalanya. Rasanya ia hanya meminum sedikit alkohol semalam. Yah, teman teman ilmuannya mengajaknya ke bar untuk merayakan keberhasilan penemuan mereka setelah beberapa kegiatan yang sangat melelahkan di sana. Katanya, mereka juga harus bersenang senang sebelum kembali ke seoul. Dan selanjutnya, myungsoo tak ingat lagi.

Myungsoo lalu beranjak menuju cermin besar di atas meja dekat kasurnya.

‘Kenapa ada bekas lipstik di bibirku?’

Matanya langsung membulat. Oh tidak!

Ia lalu berlari menuju kamar mandi. Diputarnya keran westafel lalu diusapnya air yang mengalir itu ke wajahnya kasar. Kembali ia menatap pantulan dirinya di cermin. Yah Tuhan apa yang terjadi?

Suara ketukan pintu membuyarkan lamunan myungsoo. Ia bergegas membuka pintu tersebut.

Di depannya kini terdapat sebuah amplop coklat. Dibukanya perlahan lahan setelah terduduk santai di sisi kasurnya. Matanya langsung terbelalak tatkala melihat foto istrinya yang tengah menangis dipelukan kris.

“Ige mwoya?! Siapa yang mengirim lelucon ini?!” Teriaknya marah. Ia kembali membuka pintu, hendak mengecek siapakah yang menaruh amplop itu di depan kamarnya. Namun hasilnya nihil.

“Bukankah suzy sudah membenci kris? Kenapa..” myungsoo menghempaskan foto itu emosi. Pikirannya kacau. Ia tak dapat berpikir jernih sekarang. Ia mengambil ponselnya dan langsung menghubungi nomor suzy.

“Yeoboseyo?” Terdengar suara serak di seberang sana.

“Gwaenchana? Kau menangis? Waeyo? Kau bersama siapa sekarang? Apa yang kau lakukan? Kenapa ponselmu tak aktif dari kemarin? Kena-“

Tutt. Suzy memutuskan sambungannya sepihak.

“Sial!” Myungsoo berteriak histeris pada ponselnya sendiri lalu melempar kasar benda kotak elektronik itu ke sembarang arah.

“Aku harus pulang!” Ucapnya ngotot. Walaupun rencana awal, mereka akan pulang besok pagi. Namun, sepertinya ia akan membeli tiket pulang malam itu juga. Ia sudah tak tahan lagi.

***

Suzy menatap datar pintu laboratorium di hadapannya. Ia jadi penasaran juga dengan isi dari laboratorium itu, setelah mengingat keanehan suaminya yang juga terjadi dengan sahabat sejurusannya, kim jong in.

Malam itu, ia baru saja mendapatkan telepon dari myungsoo, namun diputuskan begitu saja. Ia masih begitu marah dengan suaminya. Namun, ia tak mau menangis lagi. Ia harus kuat. Dan sepertinya, mengacak ngacak lab kesayangan myungsoo bisa membuatnya tenang.

Suzy lalu memasukkan tanggal lahirnya ke dalam mesin pembaca password tersebut, namun tak berhasil. Suzy yakin myungsoo tak sebodoh itu membuat password semudah itu.

Lagi, ia mencoba memasukkan tanggal lahir myungsoo. Hasilnya masih sama. Failed! Suzy memukul pelan kepalanya.

“Suzy-ah.. aku harus keluar dulu, ne?” Lapor jiyeon yang tiba tiba muncul. Suzy menoleh ke arah jiyeon lalu mengangguk sambil tersenyum. Detik kemudian, wanita itu sudah menghilang dari pandangan suzy.

Suzy lalu mencoba memasukkan tanggal pernikahan mereka.

Dan..

Right!

Suzy terlonjak kegirangan. Ia terkikik pelan.

‘Myungsoo pabbo! Semudah itukah passwordnya?’ Batinnya sambil melangkah masuk ke dalam lab tersebut. Aroma khas lab langsung menyapa indra penciuman yeoja itu.

“Apa yang akan aku hancurkan sekarang?” Ucapnya jahil. Ia terlihat sangat dendam dengan kim myungsoo.

Baby.. apa yang harus eomma lakukan?” Tanyanya pada perutnya sendiri yang langsung membuat senyumnya meredup. Ia menarik nafas panjang. Ia tak mau menangis lagi!

Mata suzy lalu menangkap sebuah botol di sudut rak. Ia memicingkan matanya. Sepertinya ia pernah melihat myungsoo memegang gelas kimia itu.

“Okey baby! Eomma akan memainkan benda di sana!” ucapnya lagi.

Ia lalu melangkah menghampiri rak tersebut dan dalam sekejap mata, gelas itu sudah berada di tangannya. Ia mengulum senyumnya. Dihirupnya aroma dari cairan itu. Tak ada baunya.

Tangannya lalu menyentuh cairan tersebut, takut kalau kalau cairan itu berbahaya.

Dan.. tidak terjadi apa apa.

‘Apakah ramuan ini aman untuk diminum?’

Suzy lalu tersenyum jail. Diambilnya gelas itu lalu segera keluar dari lab tersebut.

Setelah sampai di dalam kamarnya, gelas itu lalu ia sembunyikan di kopernya. Tempat paling aman menurutnya. Myungsoo tak akan memeriksa koper suzy kecuali kalau mereka akan berlibur.

Suzy lalu menghamburkan dirinya di kasur. Tangannya kini mengusap pelan perutnya.

My baby..” gumamnya lirih. Tak lama kemudian, terdengar suara senandung dari bibir yeoja itu. Sebuah lagu ballad yang menghanyutkan ia dendangkan sembari mengelus perut ratanya. Bahkan suara sesenggukan ikut terdengar. Sepertinya yeoja itu menangis lagi.

“Kau tak boleh mengatakan hal ini pada siapapun. Kecuali tentang aku sedang hamil.. kau boleh mengatakannya pada siapapun..” ujar suzy setelah berhasil menstabilkan dirinya yang tadi mengamuk hebat.

“Jadi.. soal tumor rahimnya..”

“Jangan katakan pada siapapun.. kau harus membantuku.. orang tua myungsoo pasti sangat bangga padaku kalau aku hamil. Aku.. sudah menjadi wanita yang sempurna..” lirihnya. Kris lalu mengenggam kedua tangan suzy.

“Kau sudah sempurna tanpa janin itu. Kumohon.. aku tak mau kehilangan..” kris menunduk. Ia tak seharusnya mengatakan bahwa ia tak mau kehilangan suzy karena rasa itu. Rasa cintanya yang tak kunjung menghilang.

“Kau tak lihat foto foto itu huh? Sepertinya myungsoo selingkuh dan seseorang menangkapnya.. jadi apa gunanya lagi aku hidup?” ucapnya tajam.

“Kau jangan salah paham dulu. Mungkin saja itu adalah jebakan.. kumohon.. kau harus.. menggugurkan janin itu.. tetaplah hidup..”

“Shireo! Aku tak akan menggugurkannya!”

‘Apakah ini karma?’ Batinnya.

***

“Mwo?!” Pekik minho tak percaya.

“Aku senang sekali ketika mengetahui suzy hamil..” ucap jiyeon berpura pura kegirangan.

Minho menutup matanya sembari menggeleng pelan.

“Myungsoo sudah mengetahui ini?”

Jiyeon menggeleng.

“Yak kemana saja kau kemarin saat kau membuat janji huh? Kau tak datang. Jadi aku pergi mengajak krystal bersenang senang..”

“Mianhae.. aku ada urusan mendadak” pikiran minho terbagi. Ia memijat pelipisnya yang tiba tiba berdenyut.

“Suzy hamil.. suzy hamil.. senangnya. Aku juga ingin cepat cepat menikah!” Pekik jiyeon antusias sambil memberikan kode matanya pada minho.

“Kkaja kita pulang! Aku tiba tiba tak enak badan” minho beranjak dari tempat duduknya. Diteguknya wine yang dipesannya lalu segera berlalu dari tempat itu.

“Antar aku ke rumah suzy” pinta jiyeon kemudian.

***

“Sepertinya myungsoo sudah pulang” ucap jiyeon ketika melihat koper namja itu di ruang tamu. Ia lalu melirik jam tangannya. Tepat pukul 02.45 pagi. Tanpa babibu lagi, ia segera melesat ke kamarnya. Namun langkahnya langsung terhenti tatkala mendengar suzy dan myungsoo berteriak di kamar mereka. Ia lalu menempelkan telinganya rapat rapat di depan pintu kamar suzy, hendak menguping pembicaraan mereka. Sepertinya mereka bertengkar.

“Mwo?! Apa yang kau katakan?! Aku selingkuh?! Sejak kapan?! Bukannya kau?!” Myungsoo melempar selembar foto itu di depan suzy. Suzy mengambilnya lalu menatapnya tak percaya. Suzy lalu tersenyum sinis.

“Waeyo?! Memangnya kau saja yang bisa selingkuh huh?! Bagaimana rasanya myungsoo-ssi?!” Suzy membuang serampangan kertas foto itu dan membalas tatapan amukan kemarahan itu.

Plak!

Sebuah hantaman keras tepat mengenai wajah suzy yang membuat sedikit memar di sudut bibirnya.

“Lebih sakit dari itu!” Bentak myungsoo membabi buta. Suzy menatap pria itu tak percaya. Tubuhnya tiba tiba terasa kaku. Apakah myungsoo yang kasar datang lagi? Pikir suzy. Ia lalu memundurkan langkahnya perlahan lahan. Ia sedikit meringis ketika merasakan nyeri di pipi dan pinggir bibirnya.

“Kau.. bukan myungsoo..” gumamnya takut.

“Mwo?! Yak!” Myungsoo melangkah menghampiri suzy yang tampak ketakutan.

‘Apakah ini yang myungsoo katakan? Kalau ia sedang tak baik maka aku.. harus berlari menjauhinya..’ suzy mengangguk seraya menatap pintu yang masih tertutup.

Satu..

Dua..

Tiga..

Pada hitungan ketiga ia langsung berlari ke arah pintu, namun myungsoo dengan sigap menarik tangannya.

“Kau tak bisa kemana mana lagi! Aku benar benar sangat marah sekarang!”

***TBC***

Annyeong readers! Huft lama yah updatenya wkwkwk-_- sudah gitu.. ahsudahlah/yang ini ga usah dilanjutin/
Sorry for typos and mistakes of this story!
Kritik dan saran YES! BASHING NO!
Hargailah karya karya disini hihiks /ambil tissue/ dengan selalu memberikan like dan komen walaupun ceritanya rada rada gimana🙂 wokeh?!!! /mata berapi api/

RCL NE!! /CAPS JEBOL/

GHAMSA /BOW!/

88 thoughts on “FF Secret Laboratory PART 6

  1. andwae… myungpa jangan marah.. nanti gimana nasib kandungan zyeon palagi zyeon kena tumor aigoo..
    apa mungkin jong in dulunya juga minum ramuan itu ya??

    next next next

  2. hah tumor ? ada2 aja cobaannya. pasti itu minho yang kirim foto ke suzy. dan jangan bilang kalo yang kirim foto ke myungsoo itu jiyeon. kalo iya, wahhhh mereka serasi banget. pasangan yang kompak buat ngancurin hidup suzy

  3. Eottokhae…😥
    siapa yg jebak mrka? Aiisshh.. jinjja.. mrka tengkar dan myungsoo kumat.. dan suzy.. omonaa.. semakin menegangkan dan menguras emosi..

  4. ughh tegang baca part akhirnya…
    myung jangan marah,,nanti gmna nasib suzy?? aduh cobaannya datang bertubi tubi gitu thor,.
    curiga banget sama pasangan min~yeon..kayanya mereka berperan dalam rusaknya rumah tangga suzy deh..
    daebak,,author bikin aku jd baper deh

Tinggalkan Balasan Anda, Dear

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s