FF Secret Laboratory PART 7

image

Title: Secret Laboratory
Author: @vhyra_pabbo
Genre: Romance, drama, family,marriedlife, Fantasy, Friendship, Mystery (maybe), etc.
Main Cast: Kim Myungsoo, Bae Suzy, Choi Minho
Sub Cast: Park Jiyeon, Kim jong in, Krystal Jung, Yang Yeoseob, Kangjun, Park Chanyeol, Oh Sehun, Kris Wu OC’s and etc (SubCast dapat berubah sewaktu-waktu)
Length: Chaptered

Warning: Ini adalah cerita yang saya buat murni dari pikiran saya. Cerita ini hanya fiktif belaka. kalau ada kesamaan tokoh, tempat, dan cerita itu merupakan bukan kesengajaan. Ghamsahamnida~ Bow

Happy Reading!

***

Previous Part:

Satu..

Dua..

Tiga..

Pada hitungan ketiga ia langsung berlari ke arah pintu, namun myungsoo dengan sigap menarik tangannya.

“Kau tak bisa kemana mana lagi! Aku benar benar sangat marah sekarang!”

***PART 7***

Suzy menatap ke arah myungsoo, memohon. Ekspresi namja itu masih tak berubah. Rahangnya terlihat mengeras dengan tatapan penuh amarah. Ditariknya suzy sehingga yeoja itu mendarat di pelukan myungsoo.

“Myung..” suzy tak melanjutkan ucapannya tatkala myungsoo mencengkram dagunya dan mengangkat wajahnya pelan sehingga tatapan mereka bertemu.

“Aku akan menghabisi namja di foto itu..” bisik myungsoo tajam.

Ting Tong!

Tiba tiba bel rumah mereka berbunyi yang sontak membuat myungsoo menghentikan aksinya. Ditariknya suzy keluar bersamanya, hendak melihat siapakah orang gila yang bertamu dini hari begini.

Jiyeon yang merasa mereka akan keluar sontak menepi dari pintu dan berlari pelan menuju guci besar di dekat kamarnya. Ia lantas bersembunyi di balik guci itu.

Suzy mensejajarkan langkahnya dengan myungsoo sembari menatap ekspresi berbeda dari namja itu. Suzy terlihat sangat ketakutan melihatnya.

Sesampainya mereka di depan pintu utama, myungsoo langsung membuka pintu itu. Seorang pria berdiri dengan tatapan datar sambil memegang sebuah ponsel touchscreen berwarna biru tua metalik. Myungsoo menatap tajam pria dihadapannya.

“Kau sudah pulang?” Tanya pria itu basa basi. Namun myungsoo malah menatapnya semakin tajam.

“Apa yang kau lakukan di rumahku di tengah malam begini huh? Apakah kalau aku belum pulang, kau ingin bermain bersama istriku huh?!” Terka myungsoo serampangan.

“Oppa..” suzy berusaha menenangkan myungsoo yang terlihat mengepalkan tangannya, bersiap siap melayangkan sejurus bogem mentah kepada si tamu.

“Santai saja. Aku hanya ingin mengembalikan ponsel jiyeon yang tertinggal di mobilku” tahan minho cepat sebelum myungsoo melampiaskan amarahnya kepada pria tak bersalah itu.

Myungsoo lalu merampas ponsel tersebut dan memilih menutup pintu. Namun, minho tiba tiba menahan pintu tersebut agar tidak jadi tertutup.

“Apa yang kau lakukan kepada suzy huh?! Kenapa wajahnya memar?!” Pekik minho yang sontak membuat myungsoo menggeram.

“Bukan urusanmu!” Bentaknya seraya mencoba menutup pintu lagi, namun minho menahannya lagi.

“Aku tahu.. pasti karena efek ramuan itu..” gumam minho refleks yang langsung membuat suzy mengerutkan keningnya.

‘Ramuan? Ramuan yang itukah?’ Tebak suzy dalam hati.

“Kau sebaiknya kembali ke asalmu, myungsoo-ssi..” tambah minho sebelum myungsoo benar benar menutup pintu tersebut.

“Aku sudah bilang kan, kalau aku tahu rahasia myungsoo!” Teriak minho yang terdengar samar di telinga suzy karena pintu sudah tertutup dan mereka sudah berjalan kembali menuju kamar.

“Oppa.. mianhae..” gumam suzy halus.

Myungsoo memilih diam sambil menarik suzy ke kamar. Sepertinya, emosi myungsoo sudah stabil kembali.

“Aku.. ingin.. mengatakan sesuatu..” ucap suzy yang sontak menghentikan langkah myungsoo. Ditatapnya genggamannya di tangan suzy, sangat erat, sehingga terlihat ruam kemerahan di kulit putih yeoja itu. Perlahan myungsoo mengendurkan cengkramannya.

“Mwoya?”

Suzy menghembuskan nafasnya perlahan.

“Aku.. hamil..” ucapnya lembut namun tak singkron dengan jantungnya yang seolah mencelos keluar.

Refleks, namja itu menoleh ke arah suzy, menatapnya dengan kelopak mata yang terbuka lebar.

“Jin..jja?” Ucapnya tak percaya.

Suzy mengangguk mantap seraya memperlihatkan seulas senyum manisnya, di samping wajahnya yang memerah akibat tamparan tadi.

Myungsoo melepas pelan cengkraman tangannya lalu menjalar menuju wajah suzy. Disentuhnya pipi suzy yang tampak lebam itu.

“Siapa.. yang.. melakukan ini?” ucapnya dalam. Namja itu kini mengunci tatapan suzy. Seolah melupakan kejadian barusan. Suzy tertawa pelan, enggan menjawab pertanyaan tersebut.

Perlahan, wajah myungsoo mulai mendekat menuju wajah suzy. Dikecupnya pelan tapi lama pipi yang lebam itu.

“Sarangheo.. Mianhae.. Jeongmal mianhae.. kau bisa memukulku sekarang.. sepuasmu..” bisik myungsoo yang teringat akan pesan kangjun, bahwa dirinyalah satu satunya yang telah melukai suzy.

Airmata suzy yang tak terbendung lagi, akhirnya lolos. Walaupun tanpa isakan. Hanya airmata lega. Karena akhirnya penderitaannya akibat perubahan sikap myungsoo mereda, walaupun ia tak yakin akan menghilang selamanya.

Myungsoo lalu menyentuh dagu istrinya itu dan mengangkatnya. Detik kemudian, bibirnya sudah menyapu milik suzy lembut.

Jiyeon yang menyaksikan hal itu hanya bisa mendesis namun dengan sejuta pertanyaan di benaknya. Apa yang sebenarnya terjadi? Apa maksud dari perkataan minho?

***

Pagi itu masih seperti pagi yang biasanya. Suzy yang sudah terbangun mendapati suaminya tengah terlelap dalam bunga tidur di sampingnya. Sekilas, sebuah senyum terukir di bibir yeoja itu. Ditatapnya kedua lengannya yang memar akibat cengkraman myungsoo semalam. Tangannya lalu naik ke atas pipinya yang ditampar semalam, dapat dirasakannya sebuah plester membalut memar tersebut. Yeoja itu tersenyum lagi.

Pikirannya lalu memunculkan memori ketika minho bertamu semalam. Otaknya menyimpan sebuah kata kunci dari perkataan namja itu. Ramuan. Ramuan yang membuat sifat myungsoo berubah ubah. Ia menganalisa, bahwa sifat myungsoo berubah ketika namja itu sangat marah. Ia menduga bahwa ramuan yang dicurinya di lab, merupakan ramuan yang dimaksud minho.

Suzy beranjak dari tempat tidur dan langsung berlari menuju kopernya yang terletak di samping lemari. Ia tampak berpikir sejenak sembari mengalihkan tatapannya ke arah myungsoo yang terlihat masih memeluk bantal. Setelah meyakinkan dirinya, perlahan, yeoja itu membuka tas koper tersebut. Ditatapnya sebentar botol ramuan yang masih tersimpan rapi di dalam koper yang kosong itu.

“Yeobo..”

Suzy kontan menutup koper tersebut setelah mendengar sahutan myungsoo. Namja itu sudah bangun rupanya.

“Ne?” Sahut suzy gugup seraya membalikkan badannya menutupi koper tersebut.

Myungsoo yang sudah bangkit dari perbaringannya hanya mengerjapkan matanya tanpa rasa curiga.

“Apa yang kau lakukan di sana?” Tanyanya setelah pandangannya mulai normal.

“Aku.. sedang mencari lipstik ku yang terjatuh” asalnya. Myungsoo memicing lalu detik kemudian tersenyum nakal.

“Kau ingin menggodaku huh?” Ucap myungsoo dengan tatapan nakalnya sambil beranjak dari ranjang lalu berjalan menghampiri suzy.

Suzy mendesah lega.

“Aniya.. aku.. hanya ingin terlihat cantik saat pagi hari..” tantangnya menggoda.

Myungsoo mendesis sambil menyipitkan matanya genit.

“Kau tak perlu tampil cantik dengan lipstik dan alat make up itu.. kau sudah sangat.. WAH dengan semua ini. Kau hanya perlu.. em..” myungsoo tampak berpura pura berpikir sambil menepuk nepuk pelan bibirnya. Suzy menggeleng pelan. Myungsoo saat pagi hari ternyata sangat yadong dibandingkan dengan myungsoo malam hari yang sangat menyeramkan.

Suzy lalu mendekatkan wajahnya ke wajah myungsoo, secepat kilat, sebuah kecupan singkat mendarat di bibir namja itu.

“Eotthae?”

“Kurang” tanggap myungsoo seraya memanyunkan bibirnya.

“Aku lapar” suzy lalu bersiap siap berjalan meninggalkan myungsoo namun rupanya namja itu tak membiarkan istrinya lolos begitu saja tanpa mendapatkan apa yang diinginkannya.

“Kau menggodaku lagi huh?” Tanya myungsoo sambil tersenyum menggoda.

Suzy menggeleng pasrah.

“Baiklah.. tapi jangan lama lama ne? Aku ada janji dengan seseorang”

Myungsoo mengangguk penuh semangat, detik kemudian, ia sudah menarik suzy dan menghamburkannya ke atas ranjang seolah melupakan masalah foto foto semalam.

***

“Aku perlu bicara” ucap jiyeon ketika ia dan minho tengah berada di sebuah cafe di daerah gangnam. Minho masih meresapi kopi esspresso nya santai sambil mengangguk mendengarkan ucapan jiyeon yang terlihat serius.

“Semalam kau berkata soal ramuan. Apa maksud oppa huh? Apakah kau tahu mengapa myungsoo yang notabenenya sangat mencintai suzy dan tak akan membiarkan suzy terluka malah berprilaku sebaliknya? Semalam aku mendengar jeritan suzy ketika myungsoo menamparnya. Bahkan suzy menangis dibuatnya” ungkapnya.

Minho menatap jiyeon sejenak, terlihat sedang berpikir, menimang nimang.

“Aku akan memberitahumu dengan satu syarat” jawab minho kemudian.

“Ne. Asalkan syaratnya bukan tentang hubungan kita” jiyeon mengangguk, serius.

“Kau sudah tahukan kalau aku pernah menjalin hubungan dengan suzy”

Mimik wajah jiyeon langsung berubah jengah.

“Aku baru tahu” balasnya datar. Namun dalam hatinya ia sangat kesal.

“Gotjimmal. Kau pikir aku tak melihatmu mengintip di dekat toilet saat ulang tahun park si yeon huh? Dan gosip mengenai suzy berpacaran denganku itu aku yang menyebarkannya. Kheundae, tenang saja, aku sudah tak memiliki hubungan lagi dengannya..” Ucapnya sarkasme.

Jiyeon sedikit tersentak namun berusaha tetap stay calm.

“Huh? Kheundae, saat itu aku mendengarmu mengatakan ‘aku cinta padamu suzy-ah'” Jiyeon terlihat salah tingkah sambil memperagakan gaya bicara minho saat itu. Minho menatap tajam ke dalam mata jiyeon yang membuat yeoja itu semakin hanyut dan salah tingkah.

“Makanya.. kau harus merebutku dari suzy..” ucap minho yang terlihat seperti menggoda. Jiyeon mendengus kesal ketika membayangkan kejadian itu, tepatnya ia sangat kesal kepada suzy.

“Lanjutkan..” balas jiyeon emosi.

‘Saat itu aku memang sungguh sungguh mengatakan hal itu kepada suzy, pabbo..’ batin minho.

“Saat aku berhubungan dengan suzy, aku mendapatinya tengah berhubungan juga dengan myungsoo. Aku sangat marah sehingga aku membuntuti pria bernama myungsoo itu. Ketika seminar pendidikan, aku diundang oleh temanku dengan iming iming bahwa myungsoo juga ikut dalam seminar itu” minho menarik nafasnya sebelum akhirnya melanjutkan ucapannya.

“Saat itu, aku sangat marah dan dengan bantuan temanku, aku berhasil menyelinap masuk ke dalam ruangan istirahat si pembuat acara yang myungsoo juga terlibat di dalamnya. Aku pergi mencari loker myungsoo dan.. tebak.. apa yang aku temukan..”

Jiyeon yang tampak serius lantas menggeleng. Ia sangat penasaran dengan apa yang telah ditemukan minho di loker pria seperti myungsoo.

“Aku.. menemukan sebuah buku. Aku melihat isinya.. dan.. aku tertawa. Wae? Karena.. aku melihat dia menulis sesuatu tentang pulau terlarang yang katanya menyimpan suatu ramuan ajaib. Aku bahkan melihat petanya. Awalnya.. aku hanya menertawakan hal itu. Kheundae, setelah aku melihat langsung..”

“Tunggu, tunggu. Oppa melihat apa huh?” Potong jiyeon dengan alis mengerut. Minho menyeringai sambil mengambil cangkir kopinya dan meneguknya agak lama.

“Oppa..” gumam jiyeon manja, gemas melihat tingkah minho yang semakin membuatnya penasaran. Minho tertawa jail lalu kembali menaruh cangkir tersebut dan melanjutkan ceritanya.

“Aku pernah melihat orang lain berubah menjadi myungsoo setelah dia meminum suatu ramuan. Aku yakin orang itu adalah myungsoo yang menyamar jadi orang lain lalu merubah dirinya kembali menjadi myungsoo” tebaknya dengan seringai licik yang menghiasi bibir seksinya.

Jiyeon membekap mulutnya pelan, hendak tertawa namun ditahannya.

“Waeyo?” Tanya minho kesal karena sepertinya jiyeon menertawakan penuturannya barusan. Jiyeon yang tak bisa mengontrol diri, akhirnya meledakkan tawanya saat itu juga.

“Yah sudah kalau kau tak mau percaya, aku masih punya lanjutannya-”

“Mwohae?” Tawa jiyeon mereda seiring rasa penasarannya yang muncul kembali akibat minho yang mulai berasumsi lagi.

“Sudahlah.. kau pasti berpikir ini lelucon” minho kembali meresap kopinya yang tinggal seteguk.

“Aniya.. aniya.. ayo ceritakan oppa..” bujuknya seraya menahan tawanya. Minho terlihat berpura pura berpikir lalu mengangguk cuek.

“Kau tahu mengapa sifat myungsoo yang semula baik menjadi kasar seperti itu huh?”

Jiyeon menggeleng antusias.

“Itu karena efek dari ramuan yang diminum myungsoo” ucap minho bangga.

“Dari..mana oppa tahu huh?”

“Saat aku melihat wujud orang lain itu berubah menjadi myungsoo dan aku langsung mengambil kesimpulan bahwa itu adalah myungsoo, saat itu pulalah aku jadi teringat dengan buku yang pernah aku lihat itu. Aku berusaha mengingat ngingat peta yang pernah aku lihat dan sebagai seseorang lulusan dari jurusan hukum, aku sudah pasti mengingat dengan tepat detail peta itu dengan mudah, karena ingatanku sangat luar biasa..”

Jiyeon tampak berpura pura menguap tanda bahwa ia jengah mendengar kenarsisan namjachingunya itu, namun minho tampak tak peduli dan tetap melanjutkan penuturannya.

“Aku lalu mendatangi pulau terlarang itu. Di sana aku bertemu dengan seorang anak muda bernama yang yoseob, katanya.. dia adalah cucu dari seorang kakek bernama kangjun. Entahlah.. aku tak peduli. Lalu, aku bertanya padanya tentang ramuan ramuan yang ada di sana. Dia pun dengan polosnya menjawab semua ramuan yang ia ketahui, namun dia melarangku untuk mengambil satu ramuan yang katanya berbahaya, yang jika diminum lebih dari sekali akan menimbulkan dampak buruk. Ramuan itulah yang myungsoo ambil dari pulau tersebut. Dan aku sangat yakin bahwa ramuan perubah itulah yang myungsoo ambil” minho melirik ke atas sambil tertawa licik. Ia sedang membayangkan sesuatu yang jahat.

Kening jiyeon sukses mengerut. Sepertinya ia mulai percaya dengan cerita minho.

“Kenapa oppa menceritakan ini padaku huh?” Tanya jiyeon akhirnya.

Minho lalu mengambil kedua telapak tangan jiyeon dan menatapnya serius.

“Kau mencintaiku kan?”

Jiyeon mengerjapkan matanya.

“Tentu saja oppa..” jiyeon seperti terhipnotis oleh bualan dan senyum palsu minho.

“Aku ingin kau melakukan sesuatu”

“Gugeo mwoya?”

Minho mengeluarkan senyum mautnya sebelum mengatakan maksud sesungguhnya.

***

Suzy menatap datar ke arah myungsoo yang kini melambaikan tangannya ketika mobil hitam itu akan meninggalkan halaman. Pikiran suzy kini penuh dengan masalah masalah.

Terutama masalah perubahan myungsoo yang mendadak dan tampaknya pria itu melupakan kejadian foto semalam. Namun, suzy masih belum bisa melupakan bahwa myungsoo bermesraan dengan wanita lain di Jepang. Bahkan, suzy sempat berpikir untuk membalas myungsoo namun, karena masalah sifat myungsoo dan masalah penyakitnya, ia jadi ragu untuk melakukan pembalasan. Ia berpikir untuk diam saja. Untung saja, sebelum myungsoo menyadari, suzy dengan cepat menyingkirkan foto foto tersebut.

Yeoja itu lalu masuk ke dalam rumahnya setelah mobil myungsoo menghilang dari jangkauan matanya.

Sesampainya di dalam kamar, ia langsung menyambar ponselnya setelah mendengar dering yang cukup nyaring.

“Yeoboseyo?”

“Katanya kau ingin memeriksa penyakitmu untuk pertimbangan operasi” Tutur si penelpon.

“Aku membatalkannya karena ada sesuatu hal yang harus aku kerjakan”

“Perlu bantuan?”

Hening. Suzy terlihat berpikir sejenak sebelum akhirnya mengatakan permohonannya.

“Kau mau membantuku mencari tahu tentang foto foto myungsoo dengan gadis jepang itu? Maksudku.. kau bisa membantuku mencari tahu hal yang sebenarnya terjadi huh? Apakah itu benar atau.. hanya jebakan. Karena.. aku tak yakin myungsoo melakukan itu padaku..”

Kris terdiam sejenak sebelum akhirnya menjawab permohonan suzy.

“Baiklah.. aku akan membantumu”

“Gomawo..” ucap suzy tulus. Si penelpon yang merupakan kris itu mengangguk walaupun suzy tak melihatnya.

Setelah perbincangan mereka selesai, suzy buru buru beranjak dan berjalan menuju koper berwarna pink itu. Dibukanya benda berbentuk kotak tersebut dan mengambil sebuah botol berisi ramuan yang masih tak diketahuinya.

Suzy lalu teringat ucapan chanyeol bahwa kim jong in memiliki sifat yang aneh dan suka berubah ubah, persis seperti myungsoo. Ia lalu beranjak hendak mengambil ponselnya. Sepertinya, menghubungi jong in adalah hal bijak sebelum menggunakan ramuan tersebut.

“Ne, suzy-ah.. tumben kau menelponku” jawab jong in di seberang telepon yang sudah mengetahui si penelpon adalah suzy.

“Ng.. ada.. yang ingin aku tanyakan padamu” jawab suzy ragu.

“Gugeo mwohae?”

“Kau adalah teman kuliah myungsoo kan? Berarti.. kau mengetahui tentang eksperimen eksperimen aneh yang pernah myungsoo buat..”

“Kau ingin menanyakan eksperimen itu?”

“Hm.. ne..”

“Mianhae suzy-ah.. eksperimen yang telah dilakukan myungsoo itu sangat banyak, bahkan aku tak bisa melampauinya dan.. aku tidak mengingatnya”

Suzy mendesis.

“Bagaimana kalau tentang ramuan. Kau pernah membuat sebuah ramuan huh?”

“Ramuan?”

Di saat yang sama, di tempat jong in, namja itu tengah menimang nimang apakah ia akan mengatakan hal itu kepada seseorang yang notabenenya adalah istri dari sahabat karibnya, myungsoo.

“Mian.. aku tak secerdas myungsoo sehingga bisa membuat suatu ramuan” sangkalnya.

“Jin..jja? Apakah kau tak pernah berpikir mengapa krystal bisa memiliki memar bahkan luka di sekujur tubuhnya huh?” Tantangnya setelah memutar otak.

“Mwo? Krystal tidak pernah mengatakan apapun padaku. Aku.. berpikir bahwa luka itu akibat pukulan dari ayahnya karena krystal menginginkan aku dan dia bercerai. Aku juga sudah bertanya kepadanya berkali kali tapi dia hanya bungkam sambil menatapku sinis. Bahkan dia pernah meracuniku tanpa sebab dan itu membuatku sangat marah padanya. Bukankah krystal yang berusaha menyakitiku huh?”

‘Sudah kuduga.. jong in juga tak menyadari sikapnya terhadap krystal. Jadi.. Rahasia jong in berhubungan dengan rahasia myungsoo..’ pikir suzy sambil tersenyum puas.

“Kau.. harus menjawab pertanyaanku ini dengan jujur.. arra?” Ucap suzy tegas.

“Hm.. Ne. Gugeo mwohae?”

“Apakah.. kau.. mencintai krystal?” Suzy tampak berusaha memancing rasa penasarannya. Hanya satu kata dan akan menjawab pertanyaan tentang ramuan itu.

“Tentu saja! Hanya saja.. krystal yang berusaha berbuat sesuatu agar aku menceraikannya..” jawab jong in mantab.

“Tenang saja.. aku akan mengatakan sesuatu kepada krystal agar kalian bisa berbaikan lagi.. kheundae.. aku butuh dua jawaban lagi..”

“Jinjja?! Mwoya?” Terdengar nada keberatan dari seberang telepon.

“Ramuan apa yang kau minum? Dan.. kau menggunakannya untuk apa?” Tanya suzy serius. Kena kau!

“Mwo?! Pertanyaan macam apa itu? Aku sudah mengatakannya kan, kalau aku tak mengetahui apapun tentang ramuan itu..” Bantahnya bersikeras.

“Apakah kau tidak mau hubungan kalian baik kembali huh? Hanya aku yang bisa membuat kalian berbaikan lagi-“

“Ramuan perubah. Aku menggunakannya untuk berubah menjadi myungsoo setelah kita putus. Kau puas?! Sekarang kau harus menepati janjimu nona kim!” Sergah jong in emosi.

Dapat!

Suzy menahan tawanya namun setelah mendengar nama myungsoo, ia langsung tersentak. Mwo?!

“Kau berubah menjadi myungsoo?! Untuk apa?!” Tanyanya sensi. What the hell?!

“Aku tak akan menjawab lagi. Pokoknya kau harus menepati janjimu”

Suzy terlihat mengumpat tanpa suara.

“Baiklah.. tunggu saja..” balasnya ketus.

Sambungan mereka sudah terputus. Suzy meletakkan ponselnya di atas lantai lalu kembali mengambil botol berisi ramuan itu. Ia menatapnya seraya tersenyum licik.

“Jadi.. namanya ramuan perubah huh? Dan.. ramuan ini bisa mengubah sifat seseorang juga. Apakah.. kalau aku meminumnya sekali.. sifatku tak akan berubah?” Gumamnya bermonolog sendiri sembari mengaduk aduk botol tersebut.

“Hmm.. jong in merubah dirinya menjadi myungsoo.. jadi.. tunggu-” suzy seolah teringat sesuatu yang aneh belakangan ini dan menangkap hal itu sebagai perbuatan myungsoo.

‘Jangan jangan.. myungsoo pernah berubah menjadi kris yang membuatku marah kepada namja itu. Pantas saja.. kris..’ suzy mendecak sebal sambil meremas botol kimia itu. Dia sepertinya sudah mengetahui rahasia myungsoo.

***

“Yoebo.. aku pulang!” Teriak myungsoo seraya berjalan masuk ke dalam rumah sambil menenteng sebuah boneka beruang raksasa di tangan kirinya dan sebungkus plastik yang menebarkan aroma ramen super pedas di tangan kanannya. Seperti pesanan suzy lewat telepon tadi yang meminta dibelikan boneka dan mie ramen super pedas. Ia beralasan tengah ngidam.

Suzy yang sudah setia berdiri di depan tv sambil tersenyum aneh ke arah suaminya itu lalu menghamburkan diri ke dalam pelukan suaminya tercinta.

“Wah.. kau sangat bersungguh sungguh” ucap suzy dramatis setelah melihat apa yang dibawa suaminya itu. Myungsoo memicingkan matanya. Ia bisa menangkap nada bicara suzy yang aneh.

“Gwaenchana?”

“Ganti bajumu lalu kembali lah ke sini. Aku memiliki sebuah cerita yang menarik untukmu” selanya tanpa berniat membalas pertanyaan myungsoo.

Myungsoo mengangguk sambil tersenyum lalu berjalan menuju kamar hendak mengganti bajunya. Sebelumnya, ia menaruh pesanan suzy di atas meja dan tak lupa mengecup kening istrinya itu.

Setelah beberapa lama, myungsoo muncul dengan t-shirt hitam polos dipadukan dengan celana jeans hitam.

“Kkaja!” Suzy tersenyum seraya mengajak myungsoo duduk di atas sofa ruang tv, di sampingnya.

“Dengarkan baik baik.. dengan seksama..” suzy mengulum senyumnya. Myungsoo hanya mengangguk tak sabar.

Suzy berdehem pelan sebelum akhirnya memulai ceritanya.

“Suatu hari.. ada seorang pria tampan yang sangat jenius. Karena kejeniusannya itulah.. dia bisa membuat suatu hal yang mustahil. Suatu ketika, pria jenius itu bertemu dengan seorang putri dari istana yang sangat cantik. Hampir semua pria di pelosok negeri berusaha untuk memperebutkan si putri. Namun, akhirnya putri itu jatuh hati dengan seorang pria jenius yang ternyata juga mencintainya. Akhirnya mereka menikah. Pada awalnya sang putri berpikir bahwa dia akan bahagia selamanya. Namun, ternyata dunia tak berpihak padanya. Karena ulah si pria jenius yang bisa membuat suatu ramuan yang ternyata perlahan lahan dapat mengubah hidupnya..”

Myungsoo terkesiap, tertegun. Myungsoo tak sebodoh itu untuk tidak mengerti maksud dari cerita suzy.

“Aku ingin bertanya.. apakah akhir dari cerita dari si pria jenius itu huh? Apakah pria jenius itu tidak cukup bodoh untuk mengetahui dampak dari ulahnya?” Tantang suzy dengan mata yang mulai berkaca kaca. Ditatapnya dalam pria tampan di hadapannya itu. Pria itu juga membalas tatapannya, mengunci tatapan mereka. Sepertinya suzy mencoba memancing namja itu.

“Kau tahu.. karena cinta.. seorang pria jenius.. bisa menjadi sangat bodoh..” jawab myungsoo dalam. Suzy menggigit bibir bawahnya.

“Bukan itu jawabannya yeobo.. aku bertanya.. apa akhir dari kisah si pria jenius itu.. huh?” Ucap suzy lagi. Walaupun ia sudah paham maksud perkataan myungsoo barusan. Myungsoo melakukan itu karena cinta.

“Molla.. biar kau sendiri yang menentukan ending dari cerita yang kau buat. Aku tak berhak mencampuri urusan dari cerita yang dibuat oleh penulisnya. Aku.. hanya seorang pendengar.. yang mungkin.. bisa memberikanmu suatu ide untuk melanjutkan ceritamu..” bisiknya lembut.

“Ide apa itu?” Tantang suzy kemudian.

“Cerita yang kau buat.. harus happy ending..” bisiknya.

***

Kris memandangi intens foto seorang wanita yang tengah tersenyum bersamanya, disampingnya sambil mendekatkan wajahnya ke arah kamera. Wanita itu mengenakan seragam sekolah khas anak SMA. Sangat cantik walaupun tanpa polesan make up.

Kris tertawa aneh lalu kembali meneguk minuman kerasnya seraya menaruh kembali foto itu di atas meja.

“Suzy-ah.. apakah kau tahu.. akulah yang menjebak suamimu.. pabbo..” gumamnya seperti orang gila, nada bicaranya tidak karuan.

“Gheurae.. apakah aku harus menyetujui untuk membantumu mencari kebenaran foto foto itu huh?” Kris tertawa skeptis. Tampaknya ia sudah sangat mabuk.

***TBC***

Akhirnya ke post juga setelah berabad abad di anggurin. Hahahaha /ketawa jahat/
Mian atas typo dan kesalahan kesalahan. Kritik dan saran sangat diterima asal ga bashing.
FF ini entar lagi tamat. Jadi tetep di pantengin aja. Semua masalah akan segera terselesaikan satu persatu /ketawa licik/ Jangan lupa komen dan like nya yuk mbak’e mas’e *^▁^**^O^*o(^^o) (o^^)o( ^)o(^ )O(∩_∩)O~@^_^@~ (Full emot)

Bow~

76 thoughts on “FF Secret Laboratory PART 7

  1. rencana apa yang dibuat minho??
    duh kriss yang awalnya baik baik saja kok ya tetnyata jahat juga, klo sudah menyangkut urusan cinta itu memang susah aigoo…
    dan semoga critanya happy ending

  2. Oalah..ternyata kris yg menjebak myungsoo. Mudah2an sprti yg d blang myungsoo.. cerita harus di akhiri dgn happy ending♥

  3. Omo suzy eonni sudah tau rahaisa.a myungpa.
    Dan trnyata kris lah yg mnjebak myungpa .apakah kris juga tau rahasi.a myungpa?

  4. hah ? kris yang jebak myungsoo. padahal kirain minho lhoh. nggak nyangka. ternyata prediksiku salah. hehehe

  5. Eishhh…aku kira mi ho yg njebak myungsoo…ternyata kris…banyak banget ya yg jahatin myungzy…ooo ternyata jong in juga pernah minum ramuan perubah…makanya sift nya jadi berubah ubah

  6. omg minho kris memang nappeun kirain minho aja -,- semoga ajaaaa myungsoo bisa sembuh aigooo kasihan liat suzy rahimnya gimana itu semoga ajaa cepat suzy obatin

  7. ugh salah lagi kan tadinya aku pikir yg jebak myung itu minho eh taunya kris?? jinjja..semua ngga bisa di percaya..ada aja kedok and kesalahannya..
    semoga semua sesuai harapan myung,..
    myungzy forever

Tinggalkan Balasan Anda, Dear

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s