FF TOD (Oneshoot)

image

Title: TOD [Truth or Dare]
Author: @vhyra_pabbo
Genre: Romance, School Life, fantasy, etc.
Main Cast: Kim Myungsoo, Bae suzy
Sub Cast: Choi Minho, Kris Wu, Park Jiyeon, Krystal Jung, OC’s and etc.
Length: Oneshoot

Warning: Ini adalah cerita yang saya buat murni dari pikiran saya. Cerita ini hanya fiktif belaka. kalau ada kesamaan tokoh, tempat, dan cerita itu merupakan bukan kesengajaan. Ghamsahamnida~ Bow

Happy Reading!

***

Tangan kekar seorang namja tampak mengambil sebuah botol perak dengan tutup kayu yang disumpal di atas lubang botol. Aneh. Ada yang aneh dengan botol itu. Bukan karena warnanya yang terlihat tak biasa. Namun, karena sensasi saat memegangnya terasa mengguncang.

Ombak yang berdesir ke pesisir membuat kakinya tersibak air asin bening kebiruan. Tanpa pikir panjang, ia bergegas melangkah masuk kembali ke villa sambil membawa botol berukuran sedang itu.

“Kris! Kau mau ke mana eoh?!” Seru minho ketika melihat sahabatnya itu terlihat terburu buru masuk ke dalam villa, sementara yang lainnya masih asyik bermain di pantai dengan papan catur di atas pasir putih. Myungsoo dan minho lalu kembali fokus ke arah pion pion mereka setelah melihat kris tak merespon panggilan minho. Sementara suzy, krystal, dan jiyeon tengah asyik berfoto ria dengan panorama alam pulau jeju. Sesekali berpose di dekat saung saung yang berdiri tegak di sana.

Skak mat!” Seru myungsoo datar. Dalam hati ia cukup puas bisa mengalahkan minho yang notabenenya sangat ahli dalam bermain catur.

“Jinjja? Seorang myungsoo mengalahkanku? Aish..” umpatnya sedikit frustasi. Ia lalu membongkar bidak bidak yang berdiri di atas papan catur.

“Aku tak mau main lagi. Kita lebih baik bergabung dengan wanita wanita cantik di sana” tunjuk minho ke arah tiga wanita yang masih asyik dengan kamera canon ukuran sedang.

Myungsoo mendesis.

“Bilang saja kalau kau takut kalah untuk yang kedua kalinya..” gumam myungsoo kesal sembari menoleh ke arah barat. Di sanalah tempat ketiga wanita cantik itu bermain. Namun, namja itu hanya fokus pada satu titik. Yah, yeoja dengan rambut panjang kecoklatan yang tergerai indah di bawah sinar matahari sore, dengan dress putih di atas lutut tanpa lengan, memamerkan kaki jenjangnya yang indah.

“Suzy!” Panggil minho kepada yeoja yang tiga puluh detik yang lalu membuat myungsoo terbius. Yeoja itu menoleh dan seketika tersenyum lebar setelah melihat siapa yang memanggilnya.

“Ne?!” Suzy berlari menuju tempat minho tanpa sedikitpun melirik ke arah myungsoo yang sedari tadi menatapnya intens.

Myungsoo sontak tersadar dari pengaruh pesona suzy setelah melihat yeoja itu memilin bibir minho. Refleks, myungsoo langsung menoleh ke arah lain, enggan melihat adegan romantis yang menurutnya menyesakkan itu.

“Ada apa oppa menyuruhku ke sini?” Tanya suzy setelah melepaskan ciuman mereka.

Myungsoo segera beranjak begitu kedua insan itu mulai bermesraan lebih intim lagi. Dengan sesak yang mengesalkan, ia masuk ke dalam villa tanpa pamit, muak dengan romantisme menjijikan dari kedua insan yang tengah dimabuk asmara itu.

Dari kejauhan, krystal tampak mengepalkan tangannya kuat melihat minho mengapit tubuh suzy dengan tangannya yang bermain di wajah yeoja itu. Mulut mereka berkomat kamit. Sesekali tawa menyeruak dari sana, membuat wanita dengan ekspresi dingin itu makin kesal. Tanpa pikir panjang, ia bergegas masuk ke dalam villa tanpa mengajak jiyeon yang masih terbengong bengong menatap layar kamera yang menampilkan foto dirinya dan krystal. Tak ada yang salah dengan foto itu. Hanya saja, ekspresi krystal tampak menyeramkan dengan lirikan mata yang tak menatap kamera, melainkan ke arah suzy dan minho yang terlihat bermesraan.

Gosh.. krystal menyeramkan..” gumam jiyeon sambil menggeleng pelan, memaklumi.

***

Malam itu, ketiga gadis tengah asyik bercengkrama di ruang tengah sembari mencomot cemilan yang bertaburan di atas meja berlapis kaca hitam sambil sesekali tertawa terbahak bahak membahas hal lucu. Tanpa mereka sadari, ketiga namja yang masih setia berdiri di dalam dapur yang terhubung dengan ruang tengah, malah asyik memandangi ketiga gadis bening itu dengan arah dan cara pandang yang berbeda. Myungsoo yang sedang memasak ramen malah mengabaikan airnya yang mendidih dan memilih menoleh ke arah ketiga wanita ber hotpants itu, tepatnya ke arah suzy. Sementara kris fokus menatap krystal.

“Yak!” Seru minho seraya menepuk pelan pundak mereka, menyadarkan bahwa air yang myungsoo masak sudah mendidih dan alat pembuat kopi kris sudah berbunyi.

“Kau sedang menatap siapa?” Bisik minho kepada myungsoo yang terlihat mengaduk ramennya yang hampir matang.

“Opso” singkatnya sembari mengangkat panci itu menuju ruang tengah. Minho mengulum senyumnya dengan mimik ganjil. Sedangkan kris mengeluarkan kopi susu yang sudah ditatanya sedemikian rupa.

“Saatnya makan, ladies..” myungsoo menaruh panci itu di atas meja. Detik kemudian, kris muncul dengan nampan berisi enam cangkir kopi susu buatannya. Sementara minho, muncul dengan enam mangkuk berukuran sedang dan enam pasang sumpit.

“Gomawo, myungsoo oppa..” balas suzy seraya mengambil mangkuk yang ada di atas meja beserta sepasang sumpit perak. Myungsoo membalasnya dengan senyuman yang tampak biasa. Senyuman untuk semua orang. Tak ada yang spesial. Yah, karena ia merasa minho menatap tajam ke arahnya.

“Kau pintar sekali memasak” puji krystal tulus.

“Ah.. hanya mie ramen. Semua orang bisa memasaknya” bantahnya halus seraya tersenyum seperti biasa. Kali ini kris yang menatapnya tajam.

‘Ada apa dengan pria pria ini?’ Kesal myungsoo dalam hati.

Beberapa saat kemudian, ruangan itu menghening, sibuk mengunyah makanan mereka masing masing.

***

Malam itu, cuaca tiba tiba berubah aneh. Salju turun saat musim panas dan suhu yang berangsur angsur mendingin beku.

Kris yang terlihat panik lalu berlari keluar dari kamarnya.

Tok tok!

Dengan tangan gemetar sambil membawa botol perak, kris mengetuk pintu kamar myungsoo. Detik kemudian, pria yang dipanggilnya lalu muncul dihadapannya.

“Ada apa?” Tanya myungsoo sembari menguap lebar. Benar saja, jam sudah menunjukkan pukul 12 malam dan tampaknya tak ada yang merasakan perubahan cuaca malam itu.

“Ajaklah yang lainnya.. ada yang.. ingin aku katakan pada kalian..” ujar kris gugup. Kening myungsoo lantas mengerut tatkala matanya melirik sebuah benda asing di tangan kris.

“Ige mwo-“.

“Sebentar aku akan menjelaskannya. Terpenting kita harus membangunkan semuanya”

Myungsoo yang terlihat masih bingung lalu mengangguk dan bergegas menuruti kata kris.

“Kkaja!”

***

Semua mata yang ada di ruang tengah itu seketika membelalak membaca selembar kertas usang yang dibawa kris. Kertas tersebut berasal dari dalam botol perak yang ditemukan kris.

Yang membuat kris ketakutan adalah ketika ia membuka botol tersebut, tiba tiba turun salju di luar jendelanya. Namun, setelah mengecek laporan cuaca hari ini, musim salju masih beberapa bulan lagi. Kris pun nekat menelpon adiknya yang berada di seoul, dan ternyata.. di sana tak sedang turun salju. Yah, hanya di villa ini.

Peringatan!

Bagi siapa saja yang membuka botol ini maka suatu hal buruk akan menimpa mereka yang berada di sekitar botol ini. Kecuali, kalian mau melakukan permainan untuk menghilangkan kutukan dari botol ini. Hanya itulah satu satunya cara untuk menghilangkan kutukannya!

Yaitu, melakukan permainan TRUTH OR DARE (TOD). Caranya: kalian harus duduk melingkar. Letakkan botol ini di tengah tengah kalian, lalu putarlah.

Ingat!

Kalian tak akan bisa keluar dari situasi buruk, jika kalian belum menyelesaikan permainan ini.

“Yak oppa! Apa yang telah kau lakukan huh?!” Pekik krystal takut. Suzy lalu mengambil tangan jiyeon dan krystal, hendak menghangatkan tubuh mereka yang terasa beku karena suhu yang dinginnya tak biasa.

“Baiklah.. kita akan memainkan permainan ini. Bukankah TOD adalah permainan yang biasa kita mainkan huh?” Celetuk myungsoo mantap. Kris dan minho kompak mengangguk.

“Tapi sebelumnya, kita harus mengenakan pakaian tebal dulu” saran minho.

“Aku tak membawa pakaian tebal karena aku mengira, ini adalah liburan musim panas kita” sela suzy cemas. Minho lalu membelai puncak kepala suzy lembut.

“Kita memakai selimut kamar”

Semuanya mengangguk setuju.

Setelah membungkus tubuh mereka dengan selimut, kris yang membuka botol lalu mulai memutar botol itu. Semua mimik wajah mereka tampak harap harap cemas menanti berhentinya botol tersebut.

Sebuah tulisan tiba tiba tertulis di sisi botol.

TRUTH. Tunjuklah seseorang yang kau pilih untuk TRUTH.

Ujung botol itu berhenti tepat menunjuk krystal.

Krystal menelan salivanya gugup. Matanya terlihat melirik minho.

“Minho..”

Semua terlihat bertanya tanya,pertanyaan macam apakah yang akan diberikan krystal kepada minho.

“Apakah kau menyukaiku?” Tanya krystal gugup. Sedikit tak peduli dengan tatapan suzy yang tajam. Yah, minho adalah namjachingu suzy.

Semua berhasil dibuatnya tersentak. Kris pun terlihat menatap tajam ke arah minho, menunggu jawaban jujur pria bermata bulat itu.

Minho menggaruk tengkuknya salah tingkah. Tak menyangka krystal akan bertanya hal seperti itu.

“Mianhae krystal-ah.. aku tidak menyukaimu” jawab minho tak enak hati. Sebuah senyum langsung tersungging di bibir suzy.

“Sudah jelaskan? Sekarang putarlah lagi” ucap suzy sarkastis. Krystal menghela nafas lalu segera memutar botol itu. Rasa sakit di dadanya menyeruak membuatnya sangat ingin menangis. Namun, ia enggan memperlihatkan kesedihannya di hadapan teman temannya dan hanya bisa menunduk.

DARE. Tunjuklah seseorang yang kau pilih untuk DARE.

Botol itu tepat menunjuk minho.

Terlihat ia melirik ke arah myungsoo.

“Myungsoo” ucap minho. Tiba tiba muncul tulisan lain di sisi botol perak itu.

DARE. CIUMLAH WANITA/PRIA YANG KAU CINTAI

“Mwo?!” Pekik minho tak percaya karena ternyata tantangan DARE diberikan oleh botol itu sendiri.

“Bukan aku yang memberi tantangan?!” Sela minho tak rela.

“Sepertinya.. saat option dare, maka.. tantangan akan diberikan oleh botol ini. Sedangkan saat option truth, orang yang ditunjuklah yang memberikan pertanyaan kepada yang ditunjuknya” terka jiyeon. Minho tampak mengepalkan tangan menahan amarah. Sementara myungsoo malah tersenyum simpul. Ia menoleh ke samping. Tepat, seorang wanita yang dicintainya tengah menatapnya heran. Tanpa aba aba, myungsoo langsung melabuhkan bibirnya di atas bibir suzy. Semua yang ada di sana seketika terperangah, tak percaya. Ternyata wanita yang dicintai myungsoo adalah bae suzy! Tak terkecuali minho, namja itu menggeram. Belum sempat myungsoo menyelesaikan ciumannya, minho secepat kilat menarik kerah baju myungsoo hendak menghajarnya. Namun, belum sempat tangannya mengenai wajah myungsoo, minho sudah lebih dahulu menghilang dari sana. Semuanya semakin terbelalak melihat dengan mata kepala mereka, minho tersedot masuk ke dalam botol.

“ANDWAE!” Jerit krystal. Tangisnya pecah saat itu juga. Suzy segera tersadar dari keterkejutannya tatkala melihat minho menghilang dengan cepat.

“Op..pa..” nafas suzy tercekat. Myungsoo langsung menarik suzy ke dalam dekapannya.

“Apa yang sebenarnya terjadi huh?!” Kris menjambak rambutnya frustasi. Namun, di sisi lain, ia cukup senang karena orang yang dicintai krystal sudah menghilang.

“Sepertinya.. siapapun yang mengganggu permainan ini, maka akan disedot masuk ke dalam botol sebagai tumbal. Jadi.. minho.. sudah.. mati..” jiyeon menunduk mengakhiri penuturannya.

“ANDWAE!” Lagi lagi krystal menjerit. Kris yang berada di sampingnya, langsung memeluk gadis itu. Menenangkan gadis yang disukainya. Sedangkan jiyeon hanya bisa menatap lirih ke arah kris. Yah, ia sudah lama memendam perasaannya kepada pria itu.

“Ini semua gara gara kau oppa! Kau mengambil botol ini dan membukanya!” Teriak krystal seraya memukul mukul dada kris dalam isakan membabi buta. Sementara suzy masih terlihat shock melihat kekasihnya mati begitu saja, tanpa jasad.

“Yak semuanya! Kita harus melanjutkan permainan ini atau.. kita semua akan mati membeku dalam rumah ini!” sergah jiyeon kemudian setelah melihat semuanya asyik dengan dunia mereka.

Suzy, myungsoo, kris dan krystal sontak menghentikan kegiatan mereka dan memilih fokus pada permainan. Terlihat wajah lelah dari mimik suzy.

“Oppa..” gumam suzy serak bersama uap yang keluar dari mulutnya karena suhu yang semakin minus. Myungsoo lalu mengambil tangan suzy dan menggenggamnya erat.

“Sabarlah suzy-ah.. semuanya akan segera berakhir..” ucap myungsoo. Namja itu mulai memutar botol tersebut. Semua terlihat tak punya daya melanjutkan permainan itu lagi.

TRUTH. Tunjuklah seseorang yang kau pilih untuk TRUTH.

Kali ini giliran jiyeon.

Jiyeon tampak menatap satu persatu teman temannya. Lalu manik matanya berhenti tepat dihadapan kris.

“Kris oppa. Siapa yang.. kau sukai di sini?” Tanya jiyeon serius.

“Krystal” jawabnya singkat tanpa berniat basa basi. Terlihat ia sangat percaya diri menjawabnya. Ia tak mungkin berbohong karena hal itu akan membuatnya tersedot ke dalam botol.

Krystal mendecak yang ikut membuat jiyeon naik darah.

“Mwoya?! Krystal?!” Pekik jiyeon tak percaya.

“Apakah oppa tak tahu bahwa selama ini yang selalu mengirim surat penyemangat di loker oppa itu adalah aku! Bukan krystal!” Tambah jiyeon.

Kris hanya bisa tersenyum tanpa kata. Ia bahkan mengira semua surat surat yang memotivasinya itu berasal dari krystal. Ternyata dari seseorang yang tak terduga. Seseorang yang merupakan sahabatnya dari awal. Sayang, ia sudah terlanjur menyukai krystal dan tak ada yang bisa membatalkannya.

“Sebaiknya kita lanjutkan saja permainannya. Agar kita semua selamat. Siapa yang peduli kalian suka pada siapa?! Yang penting kita selamat!” sergah suzy tajam, menusuk. Semuanya sukses tercengang dengan penuturan tak peduli suzy. Yah, siapapun akan mengerti keadaan suzy yang kacau saat namja yang dicintainya mati tanpa jasad yang ditinggalkan. Setidaknya ada tempat yang bisa dikunjungi saat mereka yang dikasihi pergi dari dunia ini. Tempat untuk mengirimkan doa dan keluh kesah. Dan sekarang, suzy tak tahu harus kemana untuk mengunjungi makam minho.

Botol itu mulai berputar kembali.

Tiga.

Dua.

Satu.

DARE. Tunjuklah seseorang yang kau pilih untuk DARE.

Botol itu menunjuk kris. Dengan enteng kris menunjuk jiyeon. Karena menurutnya, eksekusi dare sangat tepat diberikan kepada wanita berhati lembut seperti jiyeon.

“Jiyeon”

Bunuhlah dua temanmu yang kau benci.

Semua terbelalak melihat tantangan yang keluar dari sisi botol. Tak terkecuali jiyeon. Ia ikut membelalak. Nafasnya seakan diujung batang tenggoroknya.

“Mwo?” Gumamnya sangat pelan seperti kehabisan nafas. Tiba tiba sebilah pisau tajam mengilap muncul di hadapan jiyeon.

“Aniya! ANIYA!” Jerit jiyeon dengan airmata yang mulai merembes dari pelupuk matanya. Pandangannya mulai kabur menatap keempat temannya.

“Krystal.. aku membencimu.. karena.. kau adalah wanita yang disukai kris. Dan.. suzy.. aku membencimu.. karena.. aku iri.. kau sangat populer..” lirih jiyeon sambil menunduk. Ia menangis dalam kesakitannya harus membunuh orang yang dibencinya. Yah, walaupun tak sepenuhnya membenci orang yang disebut. Krystal dan suzy sukses terbelalak. Sedangkan, myungsoo dan kris tak kalah terkejutnya.

“Kheundae..” jiyeon menghela nafas berat.

“Mian..”

Blush!

Sosok jiyeon yang berlumuran darah ikut tersedot masuk ke dalam botol. Jiyeon memilih menusuk perutnya sendiri dengan pisau itu yang otomatis menganggu permainan karena jiyeon tak melakukan tantangan dari botol perak.

“JIYEON!” Jerit suzy dan krystal. Kris menunduk. Tak ada yang menyadari, namja itu malah menangis. Suzy tak kalah histeris. Ia lantas menghampiri kris lalu menamparnya brutal. Seakan menuduh kesalahan fatal yang telah dilakukan namja itu. Yah, karena telah membawa botol terkutuk itu.

“KEMBALIKAN MINHO! KEMBALIKAN JIYEON!” Teriak suzy sembari memukul mukul tubuh kris. Namja itu terlihat pasrah dipukuli suzy.

Krystal yang ambruk di atas lantai sontak membuat kris mendorong suzy ke samping, hendak melihat keadaan krystal. Dengan sigap myungsoo menangkap tubuh suzy yang hampir terhuyung jatuh ke lantai.

“Sialan kau kris..” geram myungsoo. Dilihatnya suzy yang ikut pingsan di dalam dekapannya.

“Bagaimana ini?! Krystal pingsan!” Seru kris panik.

“Suzy juga pingsan brengsek!” umpat myungsoo kesal.

“Apakah kita harus melanjutkan permainan ini?” Tanya kris makin panik.

“Tidak perlu”

“Mwo?!”

“Lenyaplah!” Teriak myungsoo sembari mengangkat botol perak itu lalu melemparnya ke arah kris.

Blush!

Secepat kilat, kris dan krystal tersedot masuk ke dalam botol.

“Sepertinya rencanaku gagal.. chagi-ah..” gumam myungsoo, menatap cemas wajah suzy.

“Mianhae.. karena membuatmu pingsan.. chagi-ah..”

Bibir myungsoo lalu melumat bibir suzy lembut. Walaupun yeoja itu masih pingsan.

Cuaca pun kembali seperti semula. Suhu yang dingin kembali normal seperti musim panas sedia kala. Namun, ada satu yang tak kembali. Yah, minho, jiyeon, kris, dan krystal tak akan kembali lagi. Mereka sudah tersedot masuk ke dalam botol dan menjadi tumbal botol kutukan itu.

“Aku sudah memberikanmu empat tumbal. Maka aku bisa menjadi manusia dan.. membuat suzy hidup bersamaku..” ucap myungsoo yang sontak membuat botol itu menghilang entah kemana.

***

“Jangan cabut nyawa wanita ini!” Sergah myungsoo tatkala melihat malaikat pencabut nyawa hendak menarik ruh seorang wanita yang terbaring lemas di atas ranjang putih dengan aroma obat obatan di sekelilingnya. Tak lupa peralatan kedokteran yang melilit tubuhnya semakin meyakinkan bahwa wanita itu dalam keadaan diambang kematian setelah kecelakaan yang membuatnya koma selama satu minggu. Dan ini saatnya sang pencabut nyawa mengambil ruh wanita itu.

“Mwo?!”

“Aku adalah malaikat penjaganya. Saat itu ayah suzy menemukan sebuah botol perak dan mengeluarkanku dari sana. Maka hanya ayah suzy yang bisa melihatku dan ia pun menyuruhku untuk selalu menjaga suzy. Namun.. aku gagal menjaganya dan malah membuatnya kecelakaan. Ayah suzy lalu mengutukku dan menyuruhku pergi. Dan.. setelah lama mengikuti suzy sebagai malaikat yang tak terlihat olehnya.. ternyata.. aku mencintai wanita ini. Aku ingin hidup sebagai manusia dan menikahinya. Apapun caranya.. tolong.. jangan cabut nyawanya..” myungsoo memohon dengan sangat.

“Ne. Aku akan mengabulkan permintaanmu dengan syarat”

“Apapun itu..” myungsoo tampakbbersungguh sungguh.

“Bawalah botol perak ini ke dunia manusia. Kau harus mengorbankan empat manusia yang menjalin pertemanan denganmu dan memasukkannya ke dalam botol permintaan ini. Itulah syarat agar kau bisa menjadi manusia dan menggagalkan kematian wanita ini. Kau akan kuubah menjadi manusia sementara, untuk menjalankan misi ini”

“Jadi.. aku akan menjadi manusia?”

“Ne. Aku akan membuatmu menjadi manusia sementara. Dan wanita ini akan aku sembuhkan. Kheundeyo, kau harus ingat! Batasnya sampai musim panas berakhir. Kalau tidak, maka wanita ini akan mati karena serangan jantung”

Senyum segera terukir di bibir namja itu.

“Baiklah.. kali ini aku tak akan gagal..” ucapnya ambisius.

“Sebenarnya kau bukanlah gagal.. kheundaeyo.. tugasmu sudah selesai menjaga suzy, karena.. ajal suzy sudah sampai di sini. Tapi.. kau datang dengan permintaan ini. Maka.. aku akan mengabulkannya dengan empat tumbal..”

***

“Jonoun.. kim myungsoo immida. Bangawayo..” ucap myungsoo ketika diperintahkan oleh Lee seongsaengnim memperkenalkan diri sebagai murid baru.

Semua murid wanita menatap kagum ke arahnya. Tapi, tak pelak membuanya tertarik. Yah, hanya satu wanita yang selama ini meluluhkan hatinya. Wanita dengan bandana putih dan pita hitam yang melingkar di atas kepalanya dengan rambut kecoklatannya yang tergerai, dan tengah duduk santai di bangkunya. Bae suzy.

Tampaknya wanita itu tak begitu memperhatikannya karena ada pria yang sudah mengisi hatinya. Choi minho.

“Silahkan menempati bangku yang kosong..” ujar Lee seongsaengnim.

Myungsoo mengangguk, membungkuk sopan. Ia bergegas melangkah menuju bangku kosong yang ada di pojok. Tepatnya di samping seorang pria dengan tubuh atletis.

“Kris wu” ucap namja bernama kris itu memperkenalkan diri. Walaupun tampaknya namja itu terlihat tak bersahabat, tapi sepertinya anggapan ‘jangan menilai seseorang dari sampulnya’ itu adalah anggapan yang benar.

“Kim myungsoo”

“Annyeong myungsoo-ssi! Naneun.. park jiyeon immida!”

Tiba tiba wanita berambut lurus dengan mata kucing yang lucu memperkenalkan dirinya di hadapan myungsoo setelah guru yang tadi meninggalkan kelas karena bel istirahat berbunyi.

“Ne. Bangawayo” balas myungsoo pelan.

“Aku dan kris adalah sahabat” jelas jiyeon bersemangat.

Myungsoo hanya bisa memperlihatkan senyum tulusnya. Tanpa bermaksud apa apa.

Matanya lalu tak sengaja menangkap suzy tengah berbincang bincang dengan namja di bangku seberang. Sepertinya namja itu adalah choi minho. Namjachingu suzy. Yah, myungsoo mengetahuinya ketika dirinya masih menjadi malaikat pelindung bagi suzy.

Myungsoo memberanikan diri untuk masuk ke dalam pembicaraan suzy dan minho yang terdengar mengasyikan

“Annyeong..” sapa myungsoo kikuk. Suzy dan minho lalu mengalihkan pandangannya ke arah myungsoo.

“Annyeong” balas suzy datar. Sementara minho tampak enggan membalas sapaan itu. Myungsoo tak peduli. Toh, niatnya untuk menjadi manusia seutuhnya karena suzy.

“Kim myungsoo immida” sambungnya.

“Ne. Arrasso” balas suzy. Lagi lagi dengan nada datar.

Myungsoo lantas mengembangkan senyumannya walaupun suzy terlihat malas menyapanya. Asalkan wanita itu menjawab sapaannya. Itu sudah cukup.

***

Hari demi hari, myungsoo mulai di terima di dalam kehidupan suzy tatkala adanya pembentukan kelompok untuk tugas seni.

“Annyeong. Naneun krystal jung. Aku yakin kalian pasti sering mendengar namaku” ucap krystal dingin namun hangat.

“Ne. Bergabunglah dalam kelompok kami. Kami kekurangan satu orang” balas suzy tak kalah hangat.

“Ne. Aku mengira kau itu sangat ketus. Ternyata kau terlihat baik hati. Walaupun sikapmu sangat dingin” timpal jiyeon asal ceplos. Myungsoo, minho, suzy dan kris hanya tertawa mendengar celetuk asal jiyeon. Dasar tak tahu situasi!

“Jinjja? Apakah aku terlihat baik hati?” krystal berkelakar mencoba mencairkan suasana. Tawa pun pecah saat itu juga.

Kris menatap sendu ke arah krystal. Ternyata anggapan bahwa krystal adalah wanita sangar bagai monster adalah bualan belaka. Ia mulai tertarik dengan wanita ini. Namun, krystal hanya menatap pria di samping suzy. Menatapnya dengan perasaan berbeda. Menatap pria dengan mata katak itu.

***

Tibalah saat liburan musim panas. Semua murid di Seoul high school tentu saja ingin berlibur. Tak terkecuali, suzy, minho, myungsoo, krystal, jiyeon dan kris yang saat ini semakin akrab karena tugas pengelompokkan itu.

“Aku bosan di rumah saat musim panas. Apalagi ayahku akan mengadakan perjalanan bisnis ke Eropa. Rumah pasti semakin sepi..” gumam suzy ketika hendak menyeruput bubble tea nya di kantin sekolah.

“Bagaimana kalau kita berlibur bersama?” Usul minho kemudian, ditimpali yang lain.

“Di pulau jeju, eotthae?” Kali ini myungsoo mengeluarkan pendapat.

“Ne. Aku setuju. Pulau jeju saat musim panas sangat indah..” sahut jiyeon sembari membayangkan suasana pantai di pulau jeju yang bergelombang berkeluk keluk.

“Ne. Dua hari lagi liburan musim panas tiba. Kalian persiapkanlah peralatan yang akan kalian bawa di sana” saran minho kemudian.

“Oke!” Sahut semuanya kompak.

***

Suzy membuka matanya. Terdengar jelas di gendang telinganya porak poranda manusia yang terlihat meneliti villa tempatnya berlibur.

Suzy lalu beranjak bangun dari atas pasir pantai. Sedari tadi, air laut menyapa kakinya.

Ia berbalik ke arah villa. Tepat di hadapannya, seorang yang tak lain adalah myungsoo menyapanya dengan raut wajah sendu.

“Mussheun irriya?” Tanya suzy yang mulai mengatur nafasnya lagi setelah mengingat permainan TRUTH OR DARE mereka semalam. Bukankah minho dan jiyeon tersedot masuk ke dalam botol? Dan ia juga tak mengerti mengapa ada banyak polisi di dalam villa beserta garis polisi yang mengitarinya.

“Polisi sedang menyelediki hilangnya mereka. Dan.. aku mengatakan bahwa mereka dibantai oleh perampok dan mayatnya di bawa ke suatu tempat agar tak ketahuan oleh polisi. Aku juga mengatakan, kita bisa selamat karena kita bersembunyi..”

“Lalu.. krystal.. kris.. eotthae?”

“Krystal dan kris.. mereka juga ikut tersedot..” jawab myungsoo lirih. Yah, sepertinya rasa kemanusiaannya mulai timbul begitu dirinya sudah menjadi manusia seutuhnya. Tetapi, kalau dia tak melakukan itu maka suzy akan mati dan dia tak bisa berubah menjadi manusia.

Suzy menunduk. Menangis sejadi jadinya. Tangannya kini menyeka airmatanya yang menyeruak lagi. Isakannya semakin keras malam itu. Myungsoo lalu menarik suzy masuk ke dalam dekapan hangatnya.

“Mereka tak akan ditemukan lagi..” gumam myungsoo.

***

Lima tahun kemudian..

Kasus hilangnya empat orang murid saat berlibur ke pulau jeju dinyatakan: di tutup. Pelaku dan korban sampai saat ini belum juga diketemukan.

Suzy mematikan tv yang baru saja dinyalakan. Kepalanya tiba tiba saja berdenyut. Ia memilin pelipisnya seraya menghela nafas berat.

“Naneun kim myungsoo”

“Kau adalah malaikat pelindung suzy kan?!” Pekik pria parubaya itu refleks yang merupakan ayah suzy.

“Mungkin hanya mirip. Mana mungkin seorang malaikat bisa terlihat oleh suzy” jawab myungsoo santai namun terdengar sopan.

“Ne. Hanya aku yang bisa melihat malaikat itu karena.. aku yang membebaskannya dari botol perak..” kenang ayah suzy. Ia lalu menyuruh myungsoo masuk untuk menemui suzy.

Masih teringat jelas diingatannya saat mendengar percakapan itu. Suzy awalnya hanya tertawa pelan mendengar bahwa pernah ada seorang malaikat yang menjaganya dan malaikat itu mirip dengan myungsoo. Meski begitu, ia tak bisa melupakan saat ayahnya menyebut botol perak. Benda yang membuatnya kehilangan orang orang yang dicintainya. Bahkan suzy tak tahu harus kemana menjenguk pemakaman mereka.

“Suzy! Ada tamu untukmu!” Teriak ayahnya dari ruang tamu. Suzy dengan malas berjalan ke sana.

Di sofa ruang tamu, duduk seorang pria yang selama ini menemani hari harinya. Bahkan sampai suzy memasuki jenjang perkuliahan dan lulus beberapa bulan yang lalu. Pria itu selalu menemaninya.

“Myungsoo-ah..”

***

“Mau bermain truth or dare?” Tanya myungsoo ketika mereka tengah asyik menyaksikan acara tv sembari mengunyah cemilan.

“Shireo. Aku sudah tak mau memainkannya sejak tragedi itu terjadi..” suzy menatap malas ke arah tv.

“Ayolah. Sekali saja” bujuk myungsoo memohon.

Suzy lalu menoleh ke arah myungsoo.

Truth” ucap suzy pendek.

Myungsoo tersenyum, segera memberikan pertanyaan.

“Maukah.. kau menikah denganku?” Tanya myungsoo serius seraya mengeluarkan sebuah kotak putih dari balik saku bajunya. Ia membuka kotak itu dan terlihat cincin emas murni sederhana tertancap indah di dalam kotak tersebut.

Suzy tertawa kecil dan berganti senyuman. Mengeluarkan eyesmile andalannya. Menatap intens ke dalam mata myungsoo.

“Kalau aku menjawab tidak.. apakah aku akan tersedot ke dalam kotak cincin itu?” Canda suzy sambil tertawa pelan. Myungsoo mengembangkan senyumannya. Ia sudah mengetahui jawaban suzy. Yah, walaupun suzy tak mengatakan YA, tapi kalimat itu sudah mewakili semuanya.

Disematkan cincin itu ke dalam jemari manis suzy. Tanpa basa basi lagi, ia langsung melumat bibir suzy. Bibir merah delima yang selama ini ia harapkan.

“Eit.. sekarang giliran oppa..” sergah suzy mengakhiri ciuman mereka.

Dare..” bisik myungsoo.

“Kau harus berbuat sesuatu yang mencengangkan di hari pernikahan kita..” tantang suzy menggoda.

***END***

Annyeong readers!!!!!! o(^^o)o(^^o) (o^^)o (o^^)o

*Ngakak* ide ini muncul waktu main TOD ama temen masa-_- hahaha.. *skip*

Sorry for typo n kalau ada yang gak ngerti monggo ditanyain^_^

RCL CHINGUDEUL!

DEEPBOW~

62 thoughts on “FF TOD (Oneshoot)

  1. Ahhh, kasihan mereka berempat. Tpi Myungppa ngelakuin itu juga tanpa sebab kan ? Dan lagi, wktu itu dia tidak punya hati nurani kecuali perasaannya untuk Suzy. Setelah jdi manusia seutuhnya dia bru sedikit memiliki perasaan. Tpi, smga mereka bahagia deh. Kkkk.

  2. wih ngeri banget TODnya aku pikir awalnya kaya film luar yg apa jufulnya aku lupa-_- yg main kristen stewart itu, tapi pas mereka disedot abis itu flasback ke ‘kenapa bisa bigini’ akhirnya aku mikir beda hihi

  3. biasanya permainan TOD
    di ff lain dibikin jadi romantis (ungkapin cinta),tapi di ff ini bedalah pokoknya keren ^.^

  4. Wuh… tegang thor… dari awal baca hingga akhir tegang nih hati & mata…
    keren pokoknya, mana pernah aku kepikiran alur cerita kayak gini. ini benar2 fantasy gila… keren. semangat

  5. Prett myung ngorbanin tuh 4 orang demi bersama Suji😱kasihan sih, tapi gak papalah yang penting MyungZy bahagia 🐸

Tinggalkan Balasan Anda, Dear

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s