FF Sixth Spirit PART 1

image

Title: Sixth Spirit
Author: @vhyra_pabbo
Genre: Romance, Horror, Drama, Family, Fantasy, Friendship, SchoolLife, Mystery (maybe), etc.
Main Cast: Kim Myungsoo, Bae Suzy, Choi Minho
Sub Cast: Park Jiyeon, Krystal Jung, Park Chanyeol, Oh Sehun, OC’s and etc (SubCast dapat berubah sewaktu-waktu)
Length: Chaptered

Warning: Ini adalah cerita yang saya buat murni dari pikiran saya. Cerita ini hanya fiktif belaka. kalau ada kesamaan tokoh, tempat, dan cerita itu merupakan bukan kesengajaan. Ghamsahamnida~ Bow

Happy Reading!

***

Suara langkah kaki ditengah keheningan, memecah kesunyian malam. Dengan desahan tak beraturan dari si empunya langkah menemani gemuruh malam itu.

Sosok yang terlihat memakai jaket berbulu tebal dengan penghangat kuping yang menempel di kedua telinganya, jelas meyakinkan bahwa sosok itu adalah manusia.

Rambut panjang lurus kecoklatan menambah artian bahwa sosok itu adalah wanita.

Dengan rok pendek dan stocking hitam tebal melekat di kaki jenjangnya, tak lupa boots coklat yang menghangatkan telapak kakinya malam itu lalu berhenti tepat di pembelokan perempatan jalanan kota seoul yang tampak mulai ditutupi salju. Wanita itu bersembunyi di balik Rolls Royce mewah yang entah milik siapa. Yang pasti itu milik seorang miliunair yang sedang mencoba peruntungan di dalam bar tua di tengah kota seoul. Yah, mobil mewah itu terparkir tepat di depan sebuah bar sederhana. Aneh memang sebuah mobil mewah memilih bar usang penuh sarang laba laba seperti yang dilihat wanita itu saat ini.

Kembali wanita itu mendesah setelah dilihatnya orang yang mengejarnya telah hilang dari pandangannya. Mendesah lega lebih tepatnya.

“Sialan!” umpatnya kesal setelah merasakan dingin luar biasa yang merasukinya tiba tiba. Padahal, ia sudah mengenakan pakaian supertebal.

Tanpa wanita itu sadari, seorang pria dengan pakaian tebal namun tetap terlihat keren itu melewatinya. Wanita itu sontak buru buru beranjak dari mobil yang tampak akan berpindah tempat itu.

“Yak, mwoahaneungoya?” Tanya pria itu formal setelah menghentikan langkahnya tatkala merasa gerak gerik wanita itu mencurigakan.

“Ah.. aniya.. aku baru saja mau pulang. Jwosunghamnida..” wanita itu membungkuk sopan walaupun dalam hati sangat kesal setengah mati.

Pria itu hanya menatap wanita itu datar lalu bergegas beranjak masuk ke dalam mobilnya. Namun, baru selangkah, ia kembali menatap wanita itu.

“Kau mau pulang kan?”

Wanita itu mengangguk polos.

“Mau kuantar?” Tawarnya.

“Ah.. tak perlu.. rumahku satu blok lagi dari sini” tolak wanita itu halus. Pria itu mengangguk lalu segera menjulurkan tangannya ke depan.

“Choi dong ju” ucap pria itu memperkenalkan diri.

Dengan ragu suzy membalas uluran tangan pria itu.

“Bae suzy”

“Bae? Suzy?” Pria itu terlihat sangat terkejut.

Wanita bernama suzy itu mengangguk dengan wajah bingung.

“Syukurlah.. akhirnya aku menemukan orang yang dikatakan nenek itu”

“Mwo?” Masih dengan ekspresi bingung bak anak lima tahun, suzy malah memiringkan kepalanya.

“Aku mempunyai sesuatu untukmu, bae suzy..”

***

Sekitar lima menit sudah suzy memandangi sebuah kotak yang diletakkannya di atas kasur miliknya. Kotak yang diketahui isinya adalah sebuah cincin.

Tiba tiba ponselnya berdering. Suzy buru buru mengambil benda persegi itu di atas meja belajarnya. Dilihatnya si penelpon sembari melirik jam weker yang duduk manis di atas meja lampunya. 00.12 KST.

Dengan malas, suzy mengangkat telepon dari orang yang dikenalnya itu.

“Ne, eomma?”

“Kenapa kau kabur dari rumah sakit huh?! Kau belum sembuh pabbo!” Pekik suara di seberang telepon cemas, membuat suzy refleks menjauhkan ponsel itu dari telinganya.

“Aku tak suka bau rumah sakit, eomma..” rengek suzy manja namun dengan ekspresi datar, malas.

“Kheundaeyo.. kau belum sembuh chagia.. dan di rumah tak ada siapapun-“

“Eomma di rumah sakit saja jaga appa ne? Jangan khawatirkan aku. Rumah kita sangat aman, eomma” Sanggah suzy cepat.

“Yak kau keras kepala sekali!”

“Sudah dulu eomma.. aku mau tidur. Annyeong. Sarangheo”

Tutt. Secepat kilat suzy memutuskan sambungan teleponnya tanpa mendengar jawaban dari eommanya dahulu.

“Eomma sangat berlebihan. Aku harus menginap di rumah sakit padahal aku sudah sembuh, hanya karena appa masih sakit. Padahal eomma tahu aku sangat tak suka bau rumah sakit” sungutnya kesal sambil menghamburkan dirinya ke atas kasur pinknya. Wajahnya tepat mendarat di depan kotak berwarna hitam itu. Kepalanya kembali ia miringkan ke kanan, tanda ia tengah bingung.

Tanpa menunggu waktu lagi, ia lalu membuka kotak itu dan langsung menyambar cincin yang sudah dilihatnya saat pria bernama choi dong ju itu memperlihatkan benda tersebut padanya.

“Enam bulan?” Gumam suzy sambil menatap cincin itu menyeluruh.

“Ini adalah cincin enam bulan”

Suzy mengingat kata kata dong ju tadi. Ia menggaris bawahi kata enam bulan.

Cincin berwarna merah darah dengan ornamen huruf latin yang menghiasi kristal hitam yang terletak di puncak cincin itu. Huruf latin yang tak bisa suzy baca.

“Cincin ini harus kau rawat selama enam bulan. Setelah itu, kau harus mewariskannya kepada orang lain”

Kembali, suzy terngiang ngiang perkataan pria itu.

“Diwariskan?” Suzy mengelus pelan cincin tersebut. Ia merasakan sensasi geli ditangannya. Tiba tiba hawa kamarnya mendingin. Padahal ia sudah menyalakan pemanas ruangan.

“Setelah enam bulan, kau harus pergi ke bar ini untuk bertanya kepada nenek yang tinggal di bar tua ini, bahwa siapakah pewaris selanjutnya. Algetsimnida?”

“Bar tua tempat nenek itu.. Bar hanya untuk kedok. Pantas saja pria kaya itu ke sana..” gumam suzy lagi. Tanpa sadar, ia menyematkan cincin itu ke dalam jari manisnya.

Tiba tiba seluruh tubuhnya meremang. Asap dengan aroma aneh tiba tiba keluar dari kristal cincin itu.

Tak selang beberapa detik, suzy kembali dikejutkan dengan sosok ganjil dihadapannya.

“AAAAAAAA!”

Suzy berteriak sekencang kencangnya. Secepat kilat ia beranjak dari kasurnya menuju pintu keluar kamarnya.

“Suzy..”

Suara itu berdengung jelas di telinga suzy. Buru buru suzy membuka gagang pintu kamarnya.

“Hajima..”

Kembali suara lain mengusik indra pendengaran suzy.

“KKAAAA!” Teriaknya lagi.

Suzy berlari histeris keluar dari kamarnya. Namun, tak sampai langkah pertama dari jajakan tangga, kakinya langsung berhenti mendadak tatkala melihat lima sosok mengerikan menghadang jalannya.

Mata suzy membelalak. Nafasnya tercekat. Lidahnya keluh. Bahkan kakinya terasa berat.

“Suzy.. kau sekarang adalah tuan kami..” ucap ke lima sosok itu kompak.

“M..m..m..mwo?” Dengan susah payah suzy membalas perkataan sosok aneh itu, masih dengan posisi tadi.

“Namaku Nam gyu ra. Salam kenal suzy eonnie..” ucap sosok anak perempuan berumur tujuh tahun dengan rambut hitam pekat sebahu yang ditutupi dengan topi bundar berpita, sangat cantik. Wajahnya penuh luka sayatan dan tangan kanan yang terputus. Terlihat sobekan daging yang membuat siapapun mual dibuatnya. Namun, bocah itu tetap tersenyum ke arah suzy dengan kondisi mengenaskan seperti itu.

Suzy tampak mulai terbiasa. Ia memejamkan matanya sejenak dan menarik nafasnya dalam dalam lalu membuangnya perlahan.

“Cincin ini berisi sesuatu yang akan membuatmu terkejut. Lima. yah.. ada lima”

Suzy mengingat kalimat ganjil yang diucapkan dong ju. Yah, ia baru menyadari bahwa hal mengejutkan itu adalah lima sosok hantu dengan kondisi memprihatinkan.

Suzy membuka matanya. Sosok pria dengan wajah tampan namun dengan usus terburai itu melambaikan tangannya ke arah suzy seraya tersenyum ramah.

“Jounoun.. Oh sehun immida.. Bangawayo, suzy-ah..”

Suzy berusaha membalas lambaian pria tampan itu. Ia menghela nafas lega. Akhirnya ada sosok yang wajahnya masih utuh dan tampan pula.

“Annyeong sehun-ah..” suzy memaksakan diri tersenyum di tengah ketakutannya.

“Go ha ra immida..” sosok berkacamata hitam dengan wajah rusak parah ikut melambai ke arah suzy. Suzy menaksir bahwa umur wanita ini sebaya dengan ibunya.

“Annyeong.. ahjumma..” suzy membungkuk sopan walaupun pada makhluk tak kasat mata.

Tiba tiba sebuah rabaan halus menerpa pundaknya. Sesosok wanita yang sebaya dengannya mengelus pundaknya, memberikan efek merinding di area itu.

“Nu..nu..nu..nu..guseyo?” Tanya suzy terbata bata tanpa berniat berbalik.

“Namanya krystal jung. Dialah ketua dari kelompok cincin enam bulan sampai saat ini” jawab sehun.

Sosok yang dipanggil krystal itu menggangguk dengan ekspresi dingin sambil memindahkan dirinya tepat dihadapan suzy. Namun, suzy sama sekali tidak terkejut. Sosok krystal begitu cantik. Tak ada cacat di tubuhnya ataupun di wajahnya. Pakaiannya pun bersih dan sangat cantik dengan dress putih selutut. Kontras dengan sosok lainnya yang terlihat mengerikan. Pengecualian untuk sehun yang wajahnya masih utuh.

“Noumu yeppo..” puji suzy tulus. Krystal mengangkat sedikit bibirnya.

“Gomawo” balasnya berterima kasih. Telunjuk krystal lalu menunjuk seorang nenek nenek renta dengan mata kosong dan rambut memutih yang berantakan menutupi wajah keriputnya. Sepertinya nenek itulah yang paling senior diantara mereka. Tapi kenapa harus krystal yang menjadi ketua? Apakah karena namanya yang sesuai dengan cincin berkristal itu atau karena hal lain?

“Namanya nenek Do. Do ha na” terang krystal datar.

Suzy mengangguk mengerti. Ia menarik nafasnya lalu segera mengangguk lagi. Ia mencoba menguatkan dirinya untuk berbaur dengan roh roh itu.

“Ng.. krystal-ssi.. bolehkah aku bertanya sesuatu?” Akhirnya suzy membuka suara tanpa ada getar di nada bicaranya. Tampaknya ia mulai terbiasa. Apalagi ada oh sehun yang membuatnya sedikit lebih nyaman dengan kelima makhluk astral itu.

“Boleh” balas krystal pendek.

“Kenapa bukan nenek Do yang menjadi ketua?”

Krystal mendecak kesal. Kelihatannya ia tak suka suzy menanyakan hal itu. Seolah meragukan dirinya.

“Kau cukup menjaga cincin itu dan menerima tugasmu sebagai tuan kami yang baru. Setidaknya untuk enam bulan ke depan. Arrasso?” jawab krystal ketus.

“Kenapa kau tak mau menjawabnya?” Suzy memicingkan matanya lalu tak lupa memiringkan sedikit kepalanya ke arah kanan.

“Kau cerewet sekali. Tuan choi dong ju saja tak secerewet kau” umpat krystal kesal.

“Yak!” Seru suzy tak terima.

“Karena krystal eonnie adalah-”

“Diam gyu ra!” Krystal memotong ucapan gyu ra yang hampir menjawab pertanyaan suzy. Bocah itu memanyunkan bibirnya sambil terus berkomat kamit tak jelas. Bukannya krystal tak mau mengatakannya, hanya saja belum saatnya.

“Nanti kau juga akan tahu. Kheundae.. belum saatnya..” ujar krystal pelan namun tegas.

Suzy mendesis seraya menatap krystal tajam dengan matanya yang menyipit.

“Apa yang akan terjadi jika aku melepaskan cincin ini dan membuangnya?” Tanya suzy lagi.

“Nado molla. Karena tuan dong ju belum pernah melakukan hal itu” jawab krystal sekenanya. Seringai licik langsung menghiasi wajah suzy.

“Kalian masuklah ke dalam cincin. Aku mau tidur dulu” pinta suzy kemudian.

“Tapi besok.. kau harus menjalankan misimu. Arra?”

Suzy hanya mengangguk membalas ucapan krystal.

Detik kemudian, ke lima sosok itu kembali berubah menjadi asap putih dan beraroma khas seperti tadi. Mereka lalu melesat masuk kembali ke dalam cincin.

Setelah semua sosok itu benar benar masuk ke dalam cincin, secepat kilat suzy melepaskan cincin itu dan menaruhya kembali ke dalam kotaknya. Dengan kesal, ia melempar kotak itu masuk ke dalam keranjang sampah.

Bye bye..” suzy tersenyum licik seraya melambai kecil ke arah tong sampah. Ia lalu merebahkan dirinya di atas kasur empuk miliknya.

“Selamat tidur.. Have a nice dream..

***

Suzy terbangun dengan keringat dingin yang membasahi sekujur tubuhnya. Semalam, ia bermimpi didatangi oleh ke lima sosok itu. Namun, sosok mereka bertambah mengerikan di mimpi suzy dan seolah menghantui bahkan seperti nyata.

Diliriknya jam weker yang tergeletak di atas meja lampu tidurnya. Masih pukul 04.35 pagi. Dengan nafas yang masih terengah engah, ia beranjak dari tempat tidurnya menuju tong sampah yang berdiri bebas di sudut dekat meja belajarnya. Diambilnya kotak berwarna hitam yang sempat dibuangnya itu.

“Lebih baik aku menyelesaikan misi enam bulan ini daripada harus dihantui seumur hidup oleh kalian di dalam mimpi.. walaupun aku tak tahu mengapa nenek di bar tua itu memilihku sebagai pewaris selanjutnya.. walaupun aku tak tahu misi apa yang akan aku jalani..” gumam suzy seraya menatap kotak cincin itu. Ia lalu membuka kotaknya dan secepat kilat memakai cincin tersebut di jemari manisnya. Seulas senyum hampa dan pasrah tersungging di bibirnya.

“Baiklah.. hanya enam bulan, kan?”

***

Tap.. Tap.. Tap..

Langkah kaki suzy melambat tatkala sampai di depan sebuah kelas. Yang pasti bukanlah kelas miliknya. Malangnya, ia malah melihat namjachingunya tengah bercanda mesra dengan saingannya di sekolah itu. Suzy menghela nafas pasrah lalu kemudian memberanikan dirinya masuk ke dalam kelas ber label 3ii itu.

“Annyeong chagia..” sapa suzy santai seakan tak terjadi apa apa. Pria yang dipanggil chagia oleh suzy itu sontak menjauhkan dirinya dari wanita yang merupakan saingan Suzy.

“Annyeong jiyeon-ssi.. urrimmania..” lagi, suzy kini menyapa wanita bernama jiyeon itu. Namun, jiyeon dengan cueknya langsung melengos pergi dari ruangan tersebut. Suzy tertawa renyah seraya mengikuti arah jalan jiyeon dengan ekor matanya.

“Kau sudah sembuh?” Tanya chanyeol ketika suzy memutuskan duduk di sampingnya.

“Satu minggu aku di sana dan kau hanya menjengukku sekali. Bahkan ponselmu selalu sibuk” ujar suzy dengan ekspresi menahan kesal.

“Mian chagia.. aku memang sedang sibuk mengurus keperluan basket” ekspresi chanyeol memelas.

“Basket? Atau.. park jiyeon?” Suzy mencoba menyudutkan pria tampan itu.

“Yak.. kau manja sekali.. kau kan hanya sakit demam biasa..” bela chanyeol setelah merasa tersudutkan.

Suzy terdiam menahan kesalnya. Kalau saja ada yang menaruh telur di atas kepala suzy, maka telur itu akan matang hanya dalam lima menit.

“Demam biasa katamu?” Suzy berdiri dari kursi lalu menghadapkan dirinya tepat di depan pria dengan pemilik senyum sumringah itu.

“Kita.. putus..” ucap suzy dengan dua tarikan nafas.

“Mwo?!”

Suzy tersenyum tipis lalu segera melangkah pergi dari kelas terkutuk itu. Susah payah ia datang ke kelas namjachingunya itu, tapi yang didapatnya malah penghianatan. Baru seminggu suzy tak ke sekolah, pria itu sudah melirik wanita lain. Dan yang lebih membuatnya sakit hati adalah karena wanita itu adalah park jiyeon.

Suzy berjalan tanpa tujuan, namun kakinya malah menuntunnya masuk ke dalam toilet.

Suzy menatap pantulan dirinya di cermin.

“Aku tak akan menangis..” gumam suzy mencoba kuat menahan bulir bulir airmatanya. Namun tak sampai beberapa detik setelah penuturan percaya dirinya, ternyata ia gagal mempertahankan airmata itu tetap di sana. Ia menunduk. Terisak pelan.

Tiba tiba ke lima roh itu keluar dari cincin yang dikenakannya.

“Suzy-ah.. aku akan membalas sakit hatimu” ucap sehun sambil berusaha membelai rambut suzy namun sia sia. Suzy hanya merasakan merinding di sekitar rambutnya. Suzy lalu mengangkat wajahnya dan menoleh ke arah sehun.

“Jeongmal?” Wajah suzy tampak menyedihkan dengan airmata yang membasahi wajah ayunya.

Sehun mengangguk.

“Uljimma..” ucap sehun sambil berusaha menghapus airmata suzy. Namun lagi, hanya sia sia.

Gyu ra dan Ha ra mengangguk. Sementara krystal hanya berdiri sambil bertolak pinggang dengan ekspresi dingin, dan Nenek Do masih enggan membuka suara.

“Ne. Balaskan sakit hatiku kepada pria bernama park chanyeol itu”

Sehun mengangguk mantap seraya tersenyum jail.

“Ngomong ngomong, sebenarnya apa misi yang harus aku jalani huh?” Tanya suzy setelah menghapus airmatanya.

“Kau harus mencari roh keenam. Roh keenam adalah roh yang dapat kau lihat selain kami. Jadi, jika kau menemukan roh tersebut, maka misi pertamamu selesai dan selanjutnya misi kedua yang akan kuberitahu setelah misi pertama selesai” terang krystal.

“Jadi.. aku hanya bisa melihat kalian dan roh keenam itu?”

“Ne. Kau hanya bisa melihat kami. Hanya roh yang berada di dalam cincin itu dan.. roh keenam” jawab krystal.

Suzy mengerutkan keningnya menatap krystal.

“Apa maksud dari roh keenam huh?”

***

Suzy menguap lebar sambil mengecek ponselnya sembari duduk di halte hendak menunggu bis.

From: eomma
Jangan lupa ke rumah sakit untuk menjenguk appamu. Tenang saja, eomma tak akan menyuruhmu menginap.

Suzy kembali mengarahkan pandangannya ke arah jalanan. Saat yang bersamaan, sebuah Hyundai metalic berhenti tepat di depan halte tempatnya menunggu bis. Suzy sempat merasa takut sehingga bersiap siap berlari dari tempat itu mengingat semalam seseorang yang tak dikenal mengejarnya. Namun, suara berat milik seorang pria langsung menghentikan rencana melarikan dirinya.

“Urrimania.. suzy..”

Senyum suzy mengembang seketika tatkala melihat si empunya suara.

“Minho-ah?!” Pekik suzy sambil menghamburkan dirinya ke dalam pelukan minho.

“Bogosippo..” ucap suzy antusias.

“Aku kembali tadi malam. Tadi aku ke sekolah dan ternyata kau sudah pulang. Kebetulan aku melihatmu di halte ini”

“Ah.. akhirnya guardian angel ku kembali.. ah.. senangnya..” suzy seakan tak mau melepaskan pelukan itu.

“Ne. Mewakili sekolah dalam olahraga lompat jauh membuatku ikut jauh darimu selama beberapa hari ini. Tapi tak sia sia.. aku mendapatkan medali emas untuk Busan Champion Cup dalam olahraga itu” minho memamerkan medali emas yang bertengger di lehernya.

“Wahhhh chukkae!” Seru suzy ikut bahagia. Tanpa melepaskan rangkulannya di bahu minho, suzy balik menatap tatapan intens minho seraya tersenyum simpul.

“Ngomong ngomong aku mendengar kabar bahwa kau masuk rumah sakit selama satu minggu. Benarkah?”

“Ne. Hanya demam biasa”

“Jinjja?” Minho mengunci tatapan suzy. Wanita itu tertawa pelan lalu mengangguk.

“Syukurlah..”

“Ng.. Aku.. sudah putus dengan chanyeol..” ungkap suzy kemudian.

Minho tersenyum lebar.

“Baguslah.. aku juga baru saja memutuskan jiyeon..”

“Jeongmal?!” Pupil mata suzy melebar.

“Ne. Aku mendapatinya selingkuh dengan chanyeol..”

Suzy sontak tertawa lepas.

“Dasar pasangan terkutuk!” umpat suzy sambil tak hentinya tertawa.

***

Suzy melangkah pelan bersama minho disampingnya yang tengah membawa beberapa kantung makanan berisi kudapan khas korea. Mereka masih harus menaiki lift untuk sampai ke lantai 8—kamar appa suzy dirawat akibat penyakit diabetes yang dideritanya.

Lantai 2

Lantai 3

Lantai 4

Lantai 5

Lantai 6

Lantai 7

Lantai 8

Tin~ Pintu lift terbuka.

Mata suzy langsung menangkap sesosok pria yang tak asing baginya saat pintu itu terbuka. Mata suzy membelalak seketika tatkala melihat pria tak asing  yang sedang ditatap dan menatapnya. Yah, pria yang kemarin mengejarnya telah berada di hadapannya kini.

“Ayo keluar, suzy-ah. Tunggu apa lagi?” Ajak minho ketika melihat suzy hanya diam tanpa berniat melangkah keluar dari dalam lift.

“Apa maumu huh?” Tanya suzy ketus bercampur takut kepada pria di hadapannya. Tangannya makin mencengkram erat pergelengan tangan minho.

Kening minho sukses mengerut.

“Mwo? Kita harus ke kamar ayahmu kan?” Ujar minho bingung.

“Bukan kau minho-ah.. kheundae.. pria di hadapanku ini”

Minho bertambah bingung tatkala melihat tak ada siapapun dihadapan mereka.

“Nugu? Tidak ada siapapun”

Suzy tersentak setelah mendengar ucapan minho. Tapi.. kenapa suzy bisa melihatnya dengan jelas? Bahkan ini kali kedua ia melihat pria itu.

Tanpa dipanggil, roh krystal tiba tiba muncul di sampingnya.

“Sepertinya dia adalah roh keenam itu..” bisik krystal yang malah membuat suzy meremang. Ia ingin berteriak namun ia tak ingin dianggap gila. Ia harus menahannya. Harus.

‘Jadi.. pria yang mengejarku kemarin bukan manusia. Tapi.. roh? Dan.. untuk apa dia mengejarku? Kalaupun dia adalah roh, kenapa semalam ia tak langsung terbang dan muncul dihadapanku? Apakah dia sengaja berlari untuk tidak menakutiku? Agar ia terlihat seperti manusia di mataku?’ Batin suzy dengan pertanyaan pertanyaan yang bertengger di dalam benaknya. Suzy tersentak.

“Ne. Kau hanya bisa melihat kami. Hanya roh yang berada di dalam cincin itu dan.. roh keenam”

‘Kalau dia adalah roh keenam, lantas mengapa aku bisa melihatnya sebelum aku diberi dan memakai cincin itu?’ Batin suzy.

Tanpa menunggu persetujuan, minho langsung menarik suzy keluar dari lift itu. Mereka jelas saja menembus tubuh pria tersebut. Namun, suzy merasakan keanehan ketika ia menembus roh pria itu. Bagaimana bisa ia bisa melihat roh selain yang ada dalam cincin itu? Dan apa maksud dengan roh keenam?

“Namaku kim myungsoo.. saat kau masuk ke dalam rumah sakit ini satu minggu yang lalu.. Saat itulah aku selalu mengawasimu..” bisik pria bernama myungsoo itu saat suzy menembusnya. Suzy langsung berbalik menatap myungsoo dengan mata membulat sempurna.

“Bagaimana bisa aku melihatmu kemarin sebelum aku mendapatkan cincin itu huh?” Ujar suzy spontan yang lantas membuat minho semakin bingung.

Pria asing yang juga tak kasat mata itu tersenyum simpul sebelum akhirnya menjawab pertanyaan suzy.

“Karena kau adalah bae suzy..”

***TBC***

Annyeong readers! Balik lagi nih dengan ff baru ngahahaha. Genrenya horror-fantasi-misteri, tapi gak horror horror amat kok. Yah, maklumlah.. saya pecinta horror story hahahaha /jan curhat lu/ sapa sini yang suka horror?! Tos yok!

Seperti biasa, ini baru part awal jadi baru tahap perkenalan dan moment myungsoo juga masih dikit. Tapi part selanjutnya bakal myungsoo moment dah.

Jan bosan bosan buat komen dan like yah walaupun ffnya membosankan huehuehue. Tapi kalau ga mau yah udah harus/ini maksa bet/

Kritik dan saran aku tunggu banget. Bashing? Go to hell please..

So, RCL NE?!!!!!!

BOW~

111 thoughts on “FF Sixth Spirit PART 1

  1. yeay genre horor..suka banget sama yg berbau bau horor gitu #bukan bau asem lho ya
    walopun kadang suka takut sendiri hahhaa.. back to story, maksud kata2 myung itu apa ya?? ko aku masih bingung..btw dsini myung jadi roh yg tampan kn thor? hihihi…lanjut next part yea coz dah penasaran banget ini😀

Tinggalkan Balasan Anda, Dear

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s