FF Sixth Spirit PART 2

image

Title: Sixth Spirit
Author: @vhyra_pabbo
Genre: Romance, Horror, Drama, Family, Fantasy, Friendship, SchoolLife, Mystery (maybe), etc.
Main Cast: Kim Myungsoo, Bae Suzy, Choi Minho
Sub Cast: Park Jiyeon, Krystal Jung, Park Chanyeol, Oh Sehun, Lee Jieun, OC’s and etc (SubCast dapat berubah sewaktu-waktu)
Length: Chaptered

Warning: Ini adalah cerita yang saya buat murni dari pikiran saya. Cerita ini hanya fiktif belaka. kalau ada kesamaan tokoh, tempat, dan cerita itu merupakan bukan kesengajaan. Ghamsahamnida~ Bow

Happy Reading!

***

Previous Part:

“Bagaimana bisa aku melihatmu kemarin sebelum aku mendapatkan cincin itu huh?” Ujar suzy spontan yang lantas membuat minho semakin bingung.

Pria asing yang juga tak kasat mata itu tersenyum simpul sebelum akhirnya menjawab pertanyaan suzy.

“Karena kau adalah bae suzy..”

***PART 2***

Suzy semakin tak mengerti dengan maksud pembicaraan myungsoo lantas memilih diam. Minho pun tampak mulai menegang melihat suzy berbicara sendiri.

“Suzy-ah..” ucapan minho membuat suzy tersentak. Ia lalu menarik tangan minho untuk bergegas meninggalkan tempat itu.

“Yak bae suzy! Kau tak akan bisa lari! Kau dalam pengawasanku sekarang!” Pesan myungsoo setelah melihat suzy enggan bertemu dengannya lagi.

Suzy sontak berhenti sejenak dan berbalik. Namun, pria itu sudah menghilang dari sana. Matanya menatap sekeliling dan ia tak menemukan apapun.

“Sebenarnya kau berbicara pada siapa huh?” Tanya minho dengan kebingungan yang memuncak.

“Opso. Kkaja..” jawab suzy seraya menarik tangan minho untuk beranjak dari sana. Mata minho memicing, curiga.

***

Suzy bergegas pulang setelah merasa hari sudah semakin larut. Dengan ditemani minho, suzy berjalan menelusuri koridor rumah sakit yang sudah sepi. Benar saja, jam dinding yang terpajang di dinding koridor sudah menunjukkan pukul 10 malam. Jam besuk pun sudah ditutup.

Namun, krystal tiba tiba muncul dihadapan suzy yang sontak membuatnya berteriak pelan, terkejut. Minho lantas menoleh, menatap aneh ke arah suzy.

“Waeyo?” Tanya minho.

“Gwaenchana.. kkaja..” suzy mengajak minho untuk kembali berjalan namun ekspresi kesal krystal membuat suzy turut merasakan sesuatu yang ganjal.

“Mwo?” Dengan tetap berjalan, suzy menggerakkan bibirnya tanpa suara agar tak terlihat aneh di mata minho.

“Kim myungsoo..” sahut krystal.

“Wae?”

“Dia menunggumu di rumah..”

***

Langkah perlangkah suzy lakukan dengan pelan dan penuh awas. Entah mengapa ia merasakan aura mistis saat melihat rumahnya.

“Dia menunggumu di rumah..”

Kata itu terus terngiang ngiang dibenaknya. Sampailah suzy di depan tangga, pelan pelan suzy menginjak pijakan tangga satu persatu. Namun, saat berada di tengah tengah, sosok tampan sudah berdiri di hadapannya yang refleks membuat suzy terkejut. Keseimbangannya goyah sehingga ia terpelanting ke belakang.

Bruk!

Tubuh suzy mendarat mulus di atas lantai. Ia meringis merasakan nyeri di punggungnya karena bagian itulah yang mendarat terlebih dahulu.

“Mianhae!” Pekik sosok yang membuat suzy kaget itu. Mimiknya memelas, kasihan.

Suzy menatap gusar ke arah sosok itu. Ia kesal setengah mati.

“Kenapa kau muncul dihadapanku tiba tiba huh?! Kim.Myung.Soo” Ketusnya dengan menjagal nama myungsoo menjadi tiga bagian seraya berusaha berdiri. Myungsoo tampaknya sangat ingin membantu suzy berdiri, namun apa daya, ia tak bisa menyentuhnya secuil pun. Kalaupun myungsoo bisa, suzy hanya akan merasakan geli seperti merinding.

Dengan menahan nyeri, suzy berjalan melangkah tangga pertangga. Myungsoo mengikutinya dengan mimik penuh penyesalan.

Sesampainya dikamar, suzy berhenti tatkala melihat myungsoo ikut masuk ke dalam kamarnya.

“Yak! Mwoahaneungoya?!” Bentak suzy.

“Wae?” Balas myungsoo dengan tampang polos.

“Ini kamar yeoja, pabbo!” Suzy mendorong myungsoo namun sia sia, tangannya menembus tubuh myungsoo. Hampir saja ia terhuyung ke depan.

“Tenanglah suzy-ah..”

“Suzy-ah? Tch..” suzy berjalan kasar ke tempat tidurnya. Kepulan asap lalu muncul dari cincin yang ia kenakan. Krystal dan kawan kawan muncul dihadapan suzy dengan mimik antusias.

“Ingat.. misi pertamamu adalah menemukan roh keenam” ujar krystal. Suzy tampak luluh. Ia mengalihkan tatapannya ke arah myungsoo yang bersandar acuh di pintu kamarnya yang tertutup. Namun, pria itu seakan mengunci diri suzy di dalam bayang bayang kornea matanya.

Suzy bergidik. Benarkah ia harus bersama pria aneh itu selama enam bulan?

“Aku sangat bahagia saat ini..” gumam myungsoo, masih menatap suzy. Seolah olah di tempat itu hanya ada dirinya dan suzy. Menit kemudian, tatapannya teralih ke arah kelima sosok yang berdiri dihadapan suzy setelah tersadar dari pesona memabukkan tadi. Ia tersentak. Matanya membulat.

“Myungsoo-ssi!” Panggil suzy. Myungsoo masih membeku menatap ke lima roh yang juga balas menatapnya. Tidak. Myungsoo tidak terkejut dengan kelima roh itu. Yah, hanya satu roh yang membuat urat matanya tak hentinya melotot. Ia sedang memastikan sesuatu.

“Yak myungsoo-ssi!” Volume suzy meninggi. Myungsoo tersadar. Ia buru buru menghampiri suzy.

“Ne?” Myungsoo terlihat berusaha rileks. Keempat roh itu menatapnya curiga, kecuali satu roh yang menyunggingkan seulas senyuman penuh arti.

“Sekarang.. kau adalah bagian dari kami” ujar suzy mantab. Secepat kilat myungsoo mengganti ekpresinya. Ia tersenyum lalu mengangguk.

“Oppa tampan sekali!” Celetuk gyura yang langsung mendapatkan sentilan dari sehun. Hara tertawa lepas, Krystal tersenyum tipis, dan nenek do hanya diam.

“Gomawo.. suzy-ah..” lagi, myungsoo mengunci suzy.

“Sesuai janjiku, besok aku akan mengerjai park chanyeol” kata sehun kemudian.

“Chanyeol nugu?” Tanya myungsoo.

“Dia adalah pria brengsek yang telah menghianati suzy. Aku akan membalasnya besok” sahut sehun membara. Tangan myungsoo mengepal. Park chanyeol huh?

“Ne sehun-ah, gomapta. Sekarang, kalian masuklah ke dalam cincin. Besok kita akan menjalankan misi kedua” suzy tersenyum tulus. Tanpa aba aba, semua roh menghilang bersama asap dan aroma khas yang tertinggal di dalam ruangan.

Suzy melepaskan cincin itu dan menaruhnya di atas meja lampu tidurnya. Setelahnya, ia menghempaskan tubuhnya ke atas kasur. Matanya memandang langit langit kamarnya dengan semburat kegelisahan yang tampak di wajahnya. Entah mengapa, ia seperti merasakan sesuatu yang buruk akan terjadi. Semenjak kejadian setahun yang lalu itu, ia selalu merasakan hal aneh yang terus mengikutinya. Sesuatu yang mengganjal hatinya.

Suzy menggeleng. Enggan berlama lama dalam kenestapaan akibat perasaan tak tentunya itu. Ia perlahan memejamkan matanya hendak mengusir rasa kantuk yang baru saja merasuki. Suzy menguap perlahan dan detik kemudian, mimpi menyapanya.

“Yeppo..” myungsoo muncul entah darimana. Padahal suzy sedang tidak memakai cincin itu. Myungsoo mengulum senyumnya melihat gerak gerik lucu suzy yang terlihat sudah pulas.

“Ternyata seorang wanita cantik. Kau.. akan menjadi milikku..” gumam myungsoo seraya merasuki tubuh suzy yang sudah jatuh ke dalam bunga tidur.

***

Pancaran mata suzy menajam saat matanya terbuka pagi itu. Ia beranjak dan menghampiri cermin yang ada di sana. Suzy tersenyum bangga.

“Selamat pagi, bae suzy..” ucapnya. Diliriknya cincin yang ada di atas meja.

“Hari ini kau bebas. Aku mau melakukan sesuatu dulu” suzy menaruh cincin itu di dalam laci lalu segera bergegas ke kamar mandi.

***

Saat akan mengunci pintu pagar, sebuah hyundai berhenti tepat di depan rumahnya.

Suzy memicingkan matanya. Seorang pria yang tak lain adalah minho, keluar dengan pakaian seragam yang sama dengan miliknya.

‘Apakah pria ini adalah chanyeol?’ Batin suzy.

“Annyeong suzy! Ayo berangkat” ajak minho seraya mempersilahkan suzy masuk ke dalam mobilnya.

“Chanyeol?” Tanya suzy.

“Huh? Chanyeol?” Sisi kelopak mata minho mengkerut.

‘Tampaknya dia bukan chanyeol’

Suzy melengos masuk tanpa kata. Minho menggeleng, menapik kecurigaannya. Ia ikut masuk ke dalam mobil lewat pintu penyetir.

***

“Sebenarnya apa hubunganmu denganku huh?” Tanya suzy setelah mobil itu melesat pergi.

Minho tertawa renyah. Ia tak menyangka suzy akan menanyakan hal itu.

“Wae?” Minho sedikit tak fokus ke jalanan.

“Hanya bertanya. Aku hanya heran saja. Mengapa kau mengantar jemput seseorang yang tak memiliki hubungan apapun denganmu? Bukankah itu mengartikan bahwa kita memiliki hubungan?” Ujar suzy sarkastik.

Minho mendesah pelan tanpa berniat membalas perkataan suzy.

“Jawablah” desak suzy seraya menoleh dengan seringai licik.

“Apakah salah kalau aku mengantarmu ke sekolah?” Jawab minho berusaha setenang mungkin.

“Jebal..”

Minho menoleh sebentar sembari fokus ke depan. Ia merasakan gaya dan nada bicara suzy berubah. Kecurigaannya kini tambah memuncak.

“Jebal.. jauhi aku.. aku sama sekali tak menyukaimu..” lagi lagi suzy mengeluarkan nada tajam menusuk itu. Refleks minho membanting stirnya ke sisi jalan.

Ia menoleh lalu menatap curiga ke arah suzy.

“Kenapa kau tiba tiba mengatakan hal itu? Apakah.. kau sedang dirasuki huh?” Minho melirik ke arah jari jemari suzy. Ia sedikit terkejut ketika tak menemukan benda yang dicarinya di sana.

‘Padahal kemarin ia memakainya dan.. kenapa roh bisa merasuki suzy saat cincinya dilepas? Apakah ada roh lain?’ Pikir minho.

“Dirasuki? Jangan bercanda..” suzy tertawa garing

“Keluarlah, jebal..” pintah minho sambil menahan amarah. Sangat jelas ia mengetahui sesuatu.

“Mwo? Bukan itu jawaban yang aku minta-”

“Keluarlah! Siapapun kau, kumohon tinggalkan tubuh suzy. Kau mungkin tak tahu, tapi aku juga pernah mengalami situasi ini! Arrasso!” Suara minho meninggi.

Suzy mendecak.

“Semakin tak jelas saja kau..” umpat suzy.

Plak!

Tangan kekar minho mendarat mulus di pipi kanan suzy. Wanita itu terhenyak. Shock.

“Aku sebenarnya tak mau menyakiti suzy, kheundae.. kalau kau tak keluar juga, maka wajah suzy akan memar.. jebal..”

“Berani sekali kau!” Suzy menggeram. Tangannya mengepal hendak melayangkan sebuah bogem mentah ke wajah minho. Seandainya. Seandainya saja dia bisa memukul minho sebagai myungsoo.

“Tak mau keluar?” Ancam minho. Sebelah bibirnya tersungging ke samping.

Tanpa pikir panjang, myungsoo bergegas meninggalkan tubuh suzy. Ia tak berniat sama sekali untuk menyakiti suzy.

Tubuh suzy yang akan terhuyung ke belakang dengan cepat ditahan oleh kedua tangan minho. Seulas senyum lega menghiasi bibirnya.

“Syukurlah.. dugaanku benar. Kalau salah.. maka aku tak akan memaafkan diriku karena telah memukulmu” minho menarik tubuh suzy ke dalam dekapannya. Suzy kini tak sadarkan diri.

Myungsoo yang kasat mata, di belakang suzy tengah memandang adegan memuakkan itu. Padahal rencananya adalah memiliki tubuh suzy seharian untuk memutuskan hubungan suzy dengan pria pria yang berusaha mendekatinya termasuk membalaskan dendam suzy kepada chanyeol. Tapi apa daya, ternyata ada seorang pria yang mengetahui keberadaannya, walaupun dirinya tak tampak oleh pria itu. Namun, satu kalimat bermakna tadi menjelaskan bahwa pria ini pernah mengalami peristiwa yang dialami suzy. Pertanyaannya adalah.. Bagaimana semua itu terjadi?

Suzy lalu menggeliat yang membuat minho sontak melonggarkan pelukannya. Mata suzy mulai terbuka perlahan.

“Kenapa..” lambat laun pupil mata suzy menangkap suasana yang asing baginya. Mata suzy sontak membelalak. Sepertinya kesadarannya sudah penuh kembali.

“Kenapa aku berada di dalam mobilmu, oppa?!” Pekik suzy sembari melepaskan pelukan minho.

‘Haruskah aku mengatakan kalau suzy telah dirasuki oleh roh?’ Batin minho.

“Kenapa pipiku terasa nyeri..” suzy menyentuh pipinya pelan seraya meringis.

‘Ah.. tidak.. tidak. Kalau aku mengatakan yang sebenarnya, maka..’

Suzy lalu memperhatikan dirinya yang sudah memakai seragam. Padahal ia merasa masih memeluk bantal malam itu.

“Apakah ini mimpi?” Gumam suzy tak percaya. Minho menggeleng.

“Kau pingsan karena belum sarapan pagi. Bukankah eommamu belum pulang dari rumah sakit huh? Dan pipimu nyeri mungkin karena kau terbentur saat jatuh dari tempat tidur. Seperti yang kau ceritakan tadi” minho berdalih. Enggan mengatakan hal yang sebenarnya terjadi. Bahwa ia mengetahui sesuatu.

Suzy mengangguk ragu. Rasa rasanya ia lupa telah melakukan hal itu semua—berpakaian, terjatuh dari ranjang, dan bahkan bertemu minho. Matanya lalu melirik ke arah telapak tangannya yang hanya ada cincin putih biasa di jari manisnya. Cincin merah darah berkristal itu tak melingkar di sana.

Myungsoo yang merasa diacuhkan, lalu menyentuh bahu suzy yang sukses membuat area itu meremang. Suzy menoleh ke samping. Wajah myungsoo menyapanya. Hampir saja ia berteriak.

Suzy menghembuskan nafasnya. Berusaha tenang.

“Ayo kita berangkat” ajak suzy kemudian. Minho mengikuti saran suzy dan mulai menggas mobilnya ke jalan raya.

Myungsoo duduk santai di sebelah suzy sambil berusaha menggenggam tangan suzy. Sensasi geli di telapak tangannya membuat suzy tak nyaman. Ia sesekali menggeliat tak tenang. Myungsoo tersenyum penuh kemenangan karena bebas menyentuh tangan suzy.

“Gwaenchana?” Minho yang ikut merasakan kegelisahan suzy lantas bersuara.

“Ne” pendeknya.

‘Kenapa roh keenam ini bisa ada di sini saat aku tidak memakai cincin itu? Dan lagi lagi aku bisa melihatnya tanpa cincin itu. Apa spesialnya roh keenam ini?’ Batin suzy kesal.

“Suatu saat nanti.. kau akan tau yang sebenarnya. Mari kita bersenang senang saat ini..” ucap myungsoo serius. Suzy mendecak. Secepat kilat, ekspresi myungsoo berubah menjadi senyum ganjil.

***

“Tunjukkan padaku pria bernama chanyeol itu” pintah myungsoo saat suzy sudah berada di dalam kelasnya.

“Dia tidak sekelas denganku” jawab suzy pelan sambil berpura pura menelpon agar tak dianggap gila berbicara sendiri.

Myungsoo yang duduk dihadapannya, menghalanginya memandang minho yang duduk di depannya.

“Bisakah kau duduk di bawah atau di sampingku saja huh?” Dengus suzy kesal.

“Wae? Aku nyaman di sini” balas myungsoo sok dipolos poloskan.

“Aku tak bisa melihat pelajaran di depan nanti”

Myungsoo mengalah. Ia bergeser ke kiri. Tepatnya di atas meja milik lee jieun, teman sebangkunya yang tak terlalu akrab dengannya.

“Suzy-ssi, seongsaengnim sudah datang. Matikan ponselmu” tegur jieun. Suzy tersenyum tanda terima kasih karena sudah diingatkan lalu menaruh ponselnya ke dalam tas dan mulai fokus ke depan.

Sepanjang pelajaran berlangsung, suzy tak bisa fokus ke arah papan tulis karena myungsoo yang secara terus menerus menatapnya tanpa jeda, membuatnya cukup terganggu.

“Myungsoo.. keluarlah..” bisik suzy.

“Mwo? Aku tak dengar” myungsoo mendongakkan wajahnya ke arah suzy sambil tersenyum jail.

“Yak!” Bentak suzy tanpa sadar.

Semua wajah menoleh ke arahnya, tak terkecuali guru yang tengah mengajar di atas. Ia melayangkan tatapan tajam menusuknya kepada suzy.

“Ada apa bae suji-ssi?”

“A-aniya seongsaengnim!” Suzy berdiri dari bangkunya lalu membungkuk minta maaf.

“Duduklah. Lain kali jangan diulangi, algetsimnida?”

“Algetsimnida seongsaengnim!”

Suzy kembali duduk. Semua kembali ke posisi masing masing. Bibirnya mengerucut melihat myungsoo malah menertawakannya.

“Awas kau..kim myungsoo..”

Minho samar samar mendengar gumaman suzy setelah mempertajam pendengarannya.

‘Kim myungsoo? Tunggu-‘

***

Hari ini suzy memiliki jadwal extrakulikuler hunting foto. Ia bergegas menuju tempat perkumpulannya untuk hari ini, taman sekolah. Sementara minho yang memiliki urusan lain meminta ijin pulang duluan karena tak bisa menemani suzy.

Sesampainya di sana, ia melihat teman teman seperkumpulannya telah berhunting ria. Mendadak ingatannya tentang tragedi satu tahun yang lalu membuat langkahnya terhenti. Terasa berat untuk kembali ke dalam kegiatan ini.

Suzy mengangkat kamera DSLR nya, masih enggan menemui kawanannya. Myungsoo dengan cekatan berdiri di hadapan suzy seolah ingin diabadikan dalam kamera canon milik suzy. Yah, ia tahu semua itu hanya sia sia belaka.

“Kau tahu.. aku juga jago memotret” terang myungsoo seraya menatap suzy yang masih enggan menurunkan kameranya.

“Lalu?” Suzy menatap myungsoo dari balik kameranya. Sangat jelas sosok myungsoo di sana.

“Aku juga ingin memotret bersamamu suatu saat nanti..”

Suzy terhenyak. Ia menurunkan kameranya lalu kembali menatap myungsoo.

“Apa maksudmu?”

Myungsoo hanya tersenyum simpul.

“Kau masih betah di sini?”

“Ani. Ayo pulang” suzy menaruh kamera itu ke dalam tas khusus kamera, menentengnya dengan cekatan lalu segera berlalu pergi.

“Kau tak ingin menemui teman temanmu?” Cegat myungsoo.

“Tidak”

***

“Myungsoo-ssi..” suzy melangkah pelan di dalam sebuah koridor rumah sakit.

“Hm?”

“Kau tahu kan kalau aku hanya punya waktu enam bulan untuk menyelesaikan misi cincin enam bulan itu?”

Myungsoo menggeleng.

“Mwo?” Langkah suzy berhenti. Ia berbalik ke arah myungsoo.

“Kau adalah roh keenam itu kan? Apakah roh keenam benar benar tak tahu apapun?”

Myungsoo menggeleng lagi. Suzy benar benar sangat suntuk dengan masalah cincin enam bulan itu. Dan yang paling membuatnya penasaran adalah karena hanya myungsoo yang dapat diterima oleh indra penglihatannya setelah ia tak memakai cincin itu. Aneh. Benar benar ada yang aneh.

“Benarkah kau adalah roh keenam itu?” Gumam suzy sambil kembali melanjutkan langkahnya. Myungsoo terdiam. Hanya mampu terdiam sambil mengikuti arah jalan suzy.

Langkah myungsoo terhenti ketika sampai di depan sebuah kamar ICU. Suzy ikut berhenti. Matanya mengikuti arah pandang myungsoo.

“Ada apa?”

“Kau lihat pria yang terbaring di sana?” Myungsoo mengarahkan telunjuknya ke dalam sebuah ruang ICU yang tertutup.

Suzy menerawang, menajamkan matanya.

“Tak bisa kulihat jelas karena kacanya buram”

“Kau tahu sampai kapan pria itu akan bangun dari komanya huh?”

Suzy mulai curiga dengan arah pembicaraan myungsoo.

“Molla”

“Pria itu sekarat. Dan dia hanya punya waktu sedikit. Dia mungkin akan bangun suatu saat nanti. Kalau saja.. keajaiban.. datang..”

“Aku.. percaya pada keajaiban..” sahut suzy percaya diri.

“Wae?”

“Karena.. aku pernah mendapatkan keajaiban.. keajaiban yang sangat indah..” kata suzy sungguh sungguh.

Myungsoo tertawa pelan.

“Ne. Karena keajaiban itu pulalah.. yang mungkin memberikan keajaiban untuk-” myungsoo menghentikan ucapannya. Wajahnya mulai terlihat aneh.

“Katanya kau ingin menjenguk ayahmu. Kkaja!” Myungsoo mulai berjalan meninggalkan suzy. Suzy memang tak sepandai itu menangkap maksud pembicaraan myungsoo, tapi ia yakin, ada sesuatu dibalik kata tadi yang mungkin menjawab semua kegelisahannya selama ini.

“Tunggu aku!”

***

“Dong ju hyung! Tak bisakah kau mengatakan padaku mengapa suzy menjadi pewarisnya?” Tanya minho ketika berada di sebuah kamar apartement milik kakak tirinya.

“Aku tak pernah tahu. Nenek itu hanya menyebutkan namanya tanpa mau memberitahukan maksudnya. Bukankah selalu begitu?” Dong ju menuangkan wine ke dalam gelas minho lalu ikut duduk berhadapan dengan adiknya itu.

“Dan ah.. aku tak menyangka kau mengenal bae suzy” lanjut dong ju.

“Tentu saja aku mengenalnya. Kau saja yang tak pernah mau masuk ke dalam kehidupan adik tirimu ini”

Dong ju mendesis seraya tersenyum muak.

“Lantas?”

“Aku hanya bingung, mengapa ada roh bernama kim myungsoo yang merasukinya, padahal ia sedang tak memakai cincin itu”

“Kim myungsoo?”

Minho mengangguk seraya mengaduk gelasnya dengan teknik agar winenya terasa makin nikmat.

“Bukankah..”

“Ne hyung. Aku jadi curiga dengan kim myungsoo yang dimaksud” Minho menenggak winenya sekali teguk.

“Bahkan suzy bisa melihatnya tanpa cincin itu. Sungguh aneh..”

Dong ju bertopang dagu, berfikir.

“Benar benar sulit untuk berpura pura tak mengetahui cincin itu. Bahkan saat aku menemani suzy di rumah sakit, aku sempat mendengarnya berbicara sendiri. Dan aku langsung berkesimpulan bahwa itu adalah roh roh dari cincin itu setelah melihat cincin yang melingkar di jarinya. Kheundae.. suzy mengatakan.. hal yang membuatku semakin bingung”

“Tak usah kau pikirkan tentang cincin itu. Toh kita sudah terbebas kan?” Dong ju mengangkat gelasnya hendak bersulang.

Minho menggeleng.

“Mungkin.. Tidak. Kau bahkan tak mau tahu tentang sejarah penghuni cincin itu. Mungkin saja-” minho membenturkan gelasnya dengan gelas kakaknya, membalas sulangan itu dalam kebingungan.

***

“Benarkah?!” Krystal terkejut melihat myungsoo dengan bebasnya berkelana dengan suzy seharian ini.

“Sebegitu spesialnya kah roh keenam itu?” Celetuk sehun iri.

“Aku tak mau menyalahkan oppa, kheundae.. gara gara suzy eonnie tak memakai cincin itu, kita jadi gagal mengerjai si chanyeol keparat itu” kali ini gyura yang bersuara penuh semangat.

“Gyura tak boleh kasar berbicara..” pesan hara. Sementara nenek do masih enggan berkomentar.

Myungsoo memandang intens salah satu dari mereka dengan tatapan menerawang. Benarkah apa yang dilihatnya ini? Benarkah dia?

“Myungsoo! Apakah kau benar benar roh keenam?” Tanya krystal penuh selidik.

“Kalau dia bukan roh keenam lantas mengapa suzy sebagai pewaris bisa melihatnya?” Sela sehun.

“Ne. Mungkin myungsoo oppa roh spesial sehingga bisa terus bersama suzy eonnie walaupun tanpa cincin keparat itu” lagi lagi gyura mengumpat. Hara menjitak pucuk kepala gyura.

“Aku bilang jangan berbicara kasar!”

Gyura merengek manja.

“Ahjumma!” Serunya kesal.

“Diam!” Krystal sukses membuat semua bungkam.

“Bisakah kau menjawab pertanyaanku, myungsoo-ssi?”

Myungsoo menggeleng pelan.

“Molla. Kalian tafsirkan saja sendiri” acuhnya.

Krystal mendesis.

‘Kau dalam pengawasanku sekarang myungsoo-ssi. Aku sangat curiga padamu. Auramu sangat berbeda dari kami. Apakah kau benar benar roh keenam?’ batin krystal dengan mata memicing menatap myungsoo.

“Baiklah.. Karena tak ada roh lain yang suzy lihat selain kau, maka.. kau resmi menjadi roh keenam. Jadi.. suzy-ssi.. tugas keduamu adalah.. mengabulkan semua permintaan kim myungsoo” ujar krystal.

Suzy melotot sewot. Sementara myungsoo menyunggingkan seulas senyum.

***TBC***

Hahahaha..-_- sorry for typo.
Kritik dan saran aku tunggu banget agar ff abal abal binti sesat ini menjadi lebih baik lagi-_- Kalo ada yang salah tolong dikasih tau yah, biar salahnya gak keterusan hahaha😀

But, please jangan bashing!

RCL?!

Bow~

99 thoughts on “FF Sixth Spirit PART 2

  1. Yah myung sneng bgt bsa ber duaan trs sma suzy~
    Btw, itu yg d ruang icu jngn bilang si myung-_-‘
    Okesip,lanjut~

  2. Tapi kayaknya myungsoo bukan roh ke enam ya ? Tapi siapa myungsoo itu ? Dan kenapa pula di misi ketiga , suzy harus memenuhi permintaan myungsoo ?
    Dan emang apa yg terjadi setahun yg lalu ?

  3. Aku curiga myung bkan roh keenam…melainkan roh lain iyakan??
    Kjadian setahun yg lalu apaan???trus yg dilihat myung diantara kelima roh itu siapa?? Aahh smakin penasaran…

  4. wahh semakin seru aja.. penasaran kenapa myung selalu ikutin suzy, dan masih penasaran jg knp suzy bisa liat myung.. :))

  5. aiggooo…. ternyata minho tau tentang cincin itu dan pernah mengalaminnya…..
    siapa y sebenarnya myungpa…???apa pria yg koma itu myungpa???
    huaaa penasaran bingitss…

  6. minho ternyata tau semuanya. benarkah myungsoo roh ke enam? yang lg koma di ICU itu myung kan? apa hub myung dan suzy? kayax ada rahasia.

  7. Ternyata yg pernah ngsih cincin ke suzy itu kakaknya minho..dn siapa sbnarnya myungsoo??kenpa kyaknya minho kenal sm org bernama kim myungsoo..

  8. Tugas kedua menguntungkan Myung :v,tapi jujur aku masih ngerasa ada yang janggal sama Myung.Apa jangn2 sebenarnya dia bukan roh keenam?

  9. semakin penasaran sama myungsoo..
    trus keajaiban apa yang dimaksud myungsoo??
    trus pria yang sedang koma itu siapa???
    myungsoo kah??

    next..

  10. Pertanyaan di otak q untuk ff ini banyak banget sperti kenpa cincin 6 bulan itu harus ada? Dan kenpa pula pemilik.a harus bergiliran? Lalu apakah ada kriteria khusus yg dijadikan pewaris cincin slanjut.a? Apakah stiap orang yg mmegang cincin itu memiliki misi yg sama atau berbeda? Dan sypakah nenek yg tahu kpda sypakah cincin 6 bulan trsebut akan diwariskan? Dan mngapa myung bisa trlihat oleh suzy tnpa suzy harus memakai cincin trsebut? Apakah sbenar myung itu masih hidup ,mungkinkah orang yg dilihat myung diruang icu adalah tubuh.a myung? q jga penasaran sypakah salah 1 diantara 5 arwah cincin itu yg membuata myung terkejut melihat.a ?mungkinkan si nenek do atau justru krystal?
    Huwa molla ini smakin mmbuat q bertanya-tanya.
    Dripada smakin pusing q izin baca next part.a ya author

  11. Siapa yg dilihat Myungsoo diantara 5 roh itu ?? Knp dia selalu menatap intens salah satu roh diantara 5 roh itu ??
    Apa yg terjadi dgn Suzy setahun yg lalu ?? Knp dia tampak gelisah kalau mengingat itu ??
    Aku gk yakin Myungsoo adalah roh keenam itu, aku malah yakin org yg sekarat diruang ICU itu adalah Myungsoo .. Tpi yg aku bingungkn knp Suzy bisa melihat roh Myungsoo kalo emang bnr Myungsoo itu bukan roh keenam ??

    OKE, NEXT..
    Mau bca part selanjut’y..

  12. Wah makin penasaran aja ni, siapaorang yg icu itu, mungkinkah myungsoo? Dan kenapa cincin itu harus diwariskan? Tambah seru aja ni ceritanya

  13. Ternyata Minho tau ttg cincin itu…hmmm
    tugas ke 2 menuruti permintaan myungsoo… kkk apa kira2 permintaan dia yaa..

  14. Kayaknya ada yg aneh sama diri myungsoo…siapa sebenarnya myungsoo itu??hub dengan minho.hyungnya dan myungsoo apa ya??sepertinya mereka tahu mengenai myungsoo

  15. apa mungkin begitu? rasanya terlalu mudah ditebak. apa ini sebuah jebakan author lagi? myungsoo yang koma yang kebetulan ketemu suzy dan dinobatkan sebagai roh keenam? pengecoh? hemm.. atau benar? hemm..

  16. wah mau berasumsi tapi takut terjebak hehehe..siapa sebenernya roh keenam itu? benarkah itu myungsoo? trus dari kelima roh itu siapa yg myungsoo lihat sebenernya? dan orang yg ada di ICU itu siapa? raganya myungsoo-kah? trus kejadian apa yg terjadi setahun yang lalu? aigoo pusing ni banyak banget pertanyaan yg belum terjawab..
    suka banget kalimat akhir d part ini..suzy harus menuruti semua kemauan myungsoo?? what the?? yeeeayy berarti bkalan ada myungzy moment kkk~ mianhe author komennya kepanjangan *senyunm2 ga jelas*

  17. Gk nyaka ternyata manta pewaris cincinnya kk tiri Minho… pantesan dia tau…

    Yang druang itu apa tubuhnya Myungsoo yg koma, tragedi apa satu tahun lalu…

Tinggalkan Balasan Anda, Dear

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s