FF Sixth Spirit PART 3

image

Title: Sixth Spirit
Author: @vhyra_pabbo
Genre: Romance, Horror, Drama, Family, Fantasy, Friendship, SchoolLife, Mystery (maybe), etc.
Main Cast: Kim Myungsoo, Bae Suzy, Choi Minho
Sub Cast: Park Jiyeon, Krystal Jung, Park Chanyeol, Oh Sehun, Lee Jieun, OC’s and etc (SubCast dapat berubah sewaktu-waktu)
Length: Chaptered

Warning: Ini adalah cerita yang saya buat murni dari pikiran saya. Cerita ini hanya fiktif belaka. kalau ada kesamaan tokoh, tempat, dan cerita itu merupakan bukan kesengajaan. Ghamsahamnida~ Bow

Happy Reading!

***

Previous Part:

“Baiklah.. Karena tak ada roh lain yang suzy lihat selain kau, maka.. kau resmi menjadi roh keenam. Jadi.. suzy-ssi.. tugas keduamu adalah.. mengabulkan semua permintaan kim myungsoo” ujar krystal.

Suzy melotot sewot. Sementara myungsoo menyunggingkan seulas senyum.

***PART 3***

Pagi pagi benar, suzy berangkat ke sekolah dengan menaiki bus. Ditemani myungsoo yang hanya tampak olehnya, mereka duduk di kursi paling sudut bus.

Permintaan pertama myungsoo adalah: suzy harus menolak diantar jemput oleh minho.

Karena suzy tak tega menolak, maka suzy lebih baik berangkat dini hari agar tak bertemu minho.

Seperti hari hari sebelumnya, pagi itu udara kota seoul sangat dingin. Ditambah benda halus dingin yang menutupi kota dengan warna putih gemerlapnya, makin memperparah suhu pagi itu. Sesekali dara cantik itu merapatkan jaket dan syal yang dikenakannya.

“Dingin?” Tanya myungsoo yang sedari tadi menatap wajah cemberut suzy.

“Aniya. Aku kepanasan” sahut suzy ketus.

“Aku kan tak menyuruhmu berangkat pagi pagi begini. Lihatlah.. betapa sepinya bis ini. Mengerikan sekali..” komentarnya. Suzy berdesis melayangkan ekor matanya yang menajam ke arah myungsoo.

“Yang seharusnya mengerikan itu adalah kau.. kim myungsoo..” ucap suzy seolah mengutuk adanya myungsoo di dalam hidupnya. Myungsoo menoleh, menatap sejenak rupa wanita yang sedang duduk di sampingnya itu. Menatapnya dalam dalam. Tak lama kemudian suzy dikagetkan dengan sentuhan hangat yang terasa mendekap tubuhnya. Yah, ia tak menyangka pelukan myungsoo terasa begitu hangat. Walaupun sedikit meremang di beberapa bagian. Wajah suzy menegang saat myungsoo semakin memeluknya erat. Ia tak menyangka, roh myungsoo tak tembus kali ini. Mungkin myungsoo memeluknya dengan perasaan. Mungkin.

Pancaran mata suzy berubah sendu. Diliriknya supir bus yang juga melihat tingkah anehnya sedari tadi. Tapi suzy tak peduli.

“Myung..”

Tanpa melepaskan pelukannya, myungsoo berdehem membalas panggilan suzy.

“Kenapa tubuhmu hangat?”

Myungsoo tertawa pelan sebelum akhirnya menjawabnya dengan dua buah kata.

“Nado molla”

Suzy berdehem pelan. Ia lalu mengeluarkan sebuah cincin dari sakunya lalu disematkan ke jari tengahnya.

Lima roh tiba tiba muncul bersama asap dan aroma khas seperti biasa. Suzy sempat melirik ke arah supir bis yang mendadak memegang tengkuk, merinding. Myungsoo tersentak lalu dengan cepat melepaskan pelukan itu.

“Aku penasaran.. apakah aku harus mengabulkan semua permintaan myungsoo sampai enam bulan berakhir?” Tanya suzy pada krystal.

“Pokoknya, kau harus menyelesaikan semua misimu selama enam bulan. Kalau tidak.. maka.. ada sebuah sanksi yang akan kau dapatkan dan jika permintaan sudah terbersit dihati myungsoo, maka permintaan itu harus diajukan dan tak boleh dibatalkan” jelas krystal serius.

Mimik wajah suzy seketika berubah takut. Rasa takut yang setahun ini membayanginya mendadak muncul, merasukinya, memperingatkannya.

“Apa sanksi itu?” Celetuk myungsoo yang sadar akan wajah ketakutan suzy.

“Tak ada satupun yang tahu karena setiap sanksi mungkin berbeda beda” jawab krystal.

Glek!

Suzy menelan salivanya takut. Bayang bayang itu terasa dihadapannya sekarang.

“Kalian membuatnya takut dengan sanksi itu!” Seru myungsoo tak suka dengan cara main cincin itu.

“Aku juga pernah takut dengan sanksi itu, myungsoo-ssi..” balas krystal datar.

“Apa maksudmu huh?”

“Kau tafsirkan saja sendiri. Kami pergi dulu” krystal tersenyum samar hingga perlahan menghilang bersama keempat roh lainnya. Seperti biasa, myungsoo menatap salah satu roh yang selama ini ia terka terka. Roh itu pun selalu tersenyum padanya. Sebuah senyum penuh makna.

“Yak!” Bentak myungsoo emosi.

Bus itu berhenti tepat saat halte depan sekolah suzy terlihat.

“Kkaja..” suzy berdiri dari kursi lalu berjalan lunglai keluar dari bus. Myungsoo mengikutinya dengan perasaan campur aduk.

***

Suzy melemparkan pandangannya ke seluruh penjuru kelas. Hanya ada tiga-empat murid yang terpampang jelas di sana. Suzy melirik arlojinya, 06.05 tepat. Suzy menghela nafas berat lalu kemudian beranjak masuk ke dalam kelas.

Suzy lalu duduk di bangku miliknya dan mulai merogoh tasnya. Mengambil ponsel berwarna pinknya lalu sibuk mengecek inbox yang masuk.

From: minho
Aku akan menjemputmu. Aku membawakanmu makanan^^

Suzy lagi lagi menghela nafas. Ditaruhnya benda persegi itu ke dalam tasnya kembali. Berpura pura tak membaca pesan singkat tadi mungkin bisa menjadi alasan untuk menghindari pertanyaan pertanyaan minho sebentar.

Karena tak memiliki kegiatan yang berarti pagi buta itu, suzy memilih melabuhkan dirinya di kantin, sarapan pagi mungkin kegiatan yang tepat.

Suzy menggigit roti yang dibelinya dengan tatapan datar, kosong. Myungsoo sedari tadi diam namun tetap memperhatikan suzy. Ia enggan mengatakan sepatah kata pun. Ia tahu, suzy dalam mood yang tidak baik. Namun, setelah myungsoo sadar, bahwa pikiran suzy tengah kosong, tak pelak membuatnya lengah. Saatnya untuk memiliki tubuh suzy dengan merasukinya.

Syup!

Tatapan mata suzy mulai berubah setelah roh myungsoo masuk ke dalam tubuhnya. Sebuah senyum tersungging dibibir merah delimanya.

“Kali ini aku tak akan gagal lagi..”

Setelah sarapan yang dimakannya habis, suzy segera beranjak pergi menuju suatu tempat.

***

Krystal keluar dari cincin yang masih dikenakan suzy. Ia menatap gusar ke arah wanita itu. Ia tahu, myungsoo saat ini merasuki tubuh suzy.

“Yak! Kau jangan membuang buang waktu suzy! Kau harus segera menyelesaikan permintaanmu, agar misi ketiga suzy bisa terlaksana!” Bentak krystal sambil menyilangkan kedua tangannya dengan wajah ketus khas krystal.

“Aku akan menggunakan tubuh suzy untuk melakukan semua permintaanku, arrasso?” Suzy ikut menyilangkan kedua tangannya. Krystal mendecakkan lidahnya kesal.

“Terserah kau. Tapi kalau ada apa apa dengannya, jangan pernah meminta bantuanku!” Krystal tiba tiba menghilang.

Dari arah belakang, salah satu roh yang turut keluar dari cincin itu, membisiki sesuatu kepada suzy yang sedang dirasuki oleh roh myungsoo. Lebih tepatnya ia sedang berbicara kepada myungsoo.

“Kau tidak salah.. myungsoo-ah.. ini aku..”

Suzy refleks berbalik. Jantungnya seakan mencelos keluar. Benarkah yang didengarnya?

“Jeong.. mal?” Suzy seakan kehabisan pasokan oksigen.

“Tapi aku ingin kau kembali..”

Suzy menepuk nepuk pelan dadanya. Tanpa sadar, airmatanya keluar bersama isakan pelan dari bibir seksinya.

“Aku tak tahu.. sampai kapan.. aku akan kembali.. ke dunia.. kheundae.. kalau di sini aku bisa bahagia.. untuk apa aku kembali?” gumam suzy, dadanya sesak.

***

Suzy membuka matanya. Hal pertama yang ia lihat adalah wajah myungsoo yang sedang menatapnya penuh arti. Suzy buru buru beranjak dari bangku taman yang sedang ditidurinya.

“Kenapa aku bisa ada di sini? Dan..” suzy merasakan matanya yang pedih seperti habis menangis.

“Pedih..” suzy mengucek matanya pelan. Myungsoo masih terdiam membisu sambil memandang suzy dengan kedua bola matanya yang menyipit. Tak ada senyuman yang terpasang dibibirnya. Tak ada.

“Yak myungsoo-ssi! Jawab aku apa yang sebenarnya terjadi!” Seru suzy tak tahan. Kali ini myungsoo mengalihkan tatapannya.

“Dengan menggunakan tubuhmu.. aku memukul chanyeol sampai babak belur”

Suzy lalu melihat tangannya yang memar.

“Omo!” Suzy sangat terkejut melihat tangannya yang memerah. Bahkan makin memerah saat suhu minus seperti ini.

“Apa yang-” suzy kehabisan kata kata melihat kedua telapak tangannya.

“Aku sudah mengobati tanganmu, jadi tak akan terasa perih” myungsoo memandang jauh ke depan dengan ekspresi penuh beban.

“Bukan itu yang kumaksud myungsoo-ssi!” Oktaf suzy meninggi.

“Tenang saja, chanyeol sama sekali tak membalas pukulanku. Dia bahkan rela rela saja dihabisi olehku. Karena dia tak mungkin menyakiti seorang wanita”

“YAK NEO PABBO EOH?! BAGAIMANA DENGAN HARGA DIRIKU SEBAGAI SEORANG WANITA?! AKU MENGHAJAR CHANYEOL SAMPAI TANGANKU MEMAR?! MUSTAHIL SEORANG BAE SUZY MELAKUKANNYA!” Teriak suzy membabi buta. Wajahnya memanas dan nafasnya naik turun.

Myungsoo enggan berkata apa apa lagi. Ia hanya mampu terdiam untuk saat ini.

“Bagaimana dengan guru? Apakah kau tak memikirkan bahwa ada guru yang akan menghukumku, mempermalukanku eoh?!”

Kepala myungsoo tertunduk.

“Aish jinjja! Kalau aku bisa menghajarmu, maka aku akan membunuhmu dengan tanganku! Aku akan membunuhmu dua kali..” Ucap suzy tajam. Matanya tampak berkaca kaca.

Myungsoo menoleh tajam ke arah suzy. Secepat kilat matanya menyendu.

“Aku memang dulunya adalah orang yang brengsek. Aku bahkan tak tahu hukuman guru. Aku bahkan hidup lebih hina dari ini. Dan.. kau bilang ingin membunuhku dua kali kan? Kau datanglah ke rumah sakit tempat ayahmu di rawat. Dan kau masuklah ke dalam ICU yang pernah aku tunjukkan padamu. Lalu.. kau bunuhlah orang itu..” ucap myungsoo dengan ekpresi yang sangat serius.

Suzy terhenyak. Apa maksud pria ini?

“Myung..”

“Mianhae.. aku hanya ingin membantumu mengabulkan permintaanku. Karena.. permintaan keduaku adalah..
menghajar park chanyeol..” myungsoo berdiri dari kursi lalu secepat kilat menghilang dari pandangan suzy.

Perlahan lahan, airmata mulai membasahi kelopak matanya lagi. Suzy membekap mulutnya yang mulai mengeluarkan isakan.

‘Ternyata myungsoo mau mempermudahku. Yah, aku tahu.. semua permintaannya harus dikabulkan dan tidak boleh dibatalkan kalau sudah terbersit di dalam hati. Dan kalau tidak.. maka akan ada sanksi. Kalau saja aku sendiri yang menghajar chanyeol, maka aku akan menolaknya dan mungkin.. aku akan mendapatkan sanksi..’ batin suzy.

Suzy memukul mukul dadanya pelan.

“Myungsoo-ssi.. eoddiseo? Tubuhku dingin..”

Tiba tiba, seseorang mendekap leher suzy dari belakang. Cukup menghangatkan area itu.

“Myungsoo-ssi? Kaukah itu?” Suzy menghapus kasar airmatanya dan lambat laun ekspresinya berubah lega.

“Myungsoo? Nugu?” Pria itu tersenyum penuh arti.

Badan suzy sontak menegang. Yah, ia mengenal suara ini.

“Oppa..”

***

“Gomawo”

“Anieyo..” minho tersenyum simpul sambil menggandeng tangan suzy yang sudah dibalut perban. Awalnya myungsoo hanya mengolesinya dengan salep, namun minho bersikeras untuk membalutnya dengan perban.

Suzy berjalan berdampingan dengan minho di koridor sekolah setelah keluar dari ruangan berpapankan kepala sekolah. Pikirannya penuh. Bahkan batang hidung kim myungsoo tak tampak lagi sejak kejadian di taman sekolah tadi membuatnya sedikit merasa bersalah karena sudah membentaknya.

Setelah pulang, suzy diminta untuk ke ruangan kepala sekolah karena kasus pemukulan chanyeol olehnya. Untung saja ada minho yang membelanya, yang siap menanggung beban hukumannya. Sang guardian angle nya.

“Aku akan menemanimu. Sehari saja tak disisiku, kejadian ini sudah terjadi” ucap minho memecah kesunyian sore itu.

Suzy terdiam. Entah mengapa ia merindukan sosok kim myungsoo disisinya.

“Kita akan kemana?” Tanya minho kemudian.

Langkah suzy terhenti setelah pikirannya memunculkan sebuah tempat yang harus ia kunjungi.

“Kau pulang saja. Aku.. ingin ke suatu tempat” suzy hendak melangkah meninggalkan minho, namun tarikan penuh nafsu dari pria itu membuatnya terhenti.

“Kau tak mendengarku?! Aku akan menemanimu! Kau bisa celaka jika sehari saja aku tak mendampingimu. Aku adalah guardian angle mu, ingat? Kau selalu menyebutku begitu..” lambat laun suara minho merendah.

Enam bulan yang lalu

“Jeoneun, choi minho immida. Bangaeupseumnida..” minho membungkukkan badannya sopan.

“Choi minho adalah murid pindahan dari Las Vegas” terang Lee seongsaengnim.

Suzy tersenyum memperhatikan wajah tampan murid baru itu.

“Silahkan duduk di bangku yang kosong” pintah lee seongsaengnim. Minho mengangguk lalu segera berjalan menuju bangku yang dimaksudkan. Ia memilih duduk di depan suzy. Minho sempat melemparkan sebuah senyuman kepada suzy.

Suzy menahan tawanya.

“Bae suji..” bisik suzy percaya diri seraya memperkenalkan diri. Minho mengangguk menahan tawanya.

“Teman?”

“Ne. Kau bisa memanggilku suzy..”

Suzy tersadar dari nostalgianya. Ia memilih melepaskan tangan minho dan mulai berjalan.

“Mianhae.. ada yang harus aku selesaikan..” setelah tangan minho terlepas, suzy mulai berlari pelan.

Minho menatap punggung suzy penuh arti.

Lima bulan yang lalu, setelah mereka akrab..

“Aku menyukai anak kelas 3.iv, park jiyeon” ucap minho sembari menyedot minumannya.

“Jeongmal?” Suzy menggigit rotinya rakus setelah mendengar pengakuan itu.

“Ne. Dia cantik”

“Jeongmal?” Suzy mendecak dengan mulut penuh.

“Jadi, siapa yang kau sukai?” Minho tampak memancing suzy.

Suzy menarik matanya ke atas, berfikir keras.

“Hm.. pria tampan penghuni 3.iii, park chanyeol” jawabnya asal.

“Jeongmal?” Ekspresi minho terlihat kesal. Jawaban yang tak seperti ia harapkan.

“Ne. Dia tampan” suzy tersenyum puas lalu meneguk minuman minho. Ia berhasil membalas minho.

“Bagaimana kalau aku membantumu berpacaran dengannya dan kau membantuku berpacaran dengannya? Eotthae?” Usul minho kemudian. Suzy terlihat berpikir lagi sampai ia mengangguk.

“Deal..” suzy mengeluarkan senyum palsunya, begitupun dengan minho. Tak ada satupun yang hendak mengaku bahwa mereka saling menyukai saat itu.

***

Suzy berlari sempoyongan ke dalam rumah sakit. Sekedar memburu waktu agar bisa mengejar jam besuk.

Di otaknya kini mengingat ngingat ruangan ICU yang pernah ditunjuk myungsoo. Barangkali, pria itu tengah berada di sana.

Saat berada di lantai 8, ia kembali mengingat peristiwa yang di alaminya saat pertama kali berbicara langsung dengan sosok roh spesial seperti myungsoo. Suzy menepuk jidatnya pelan. Ternyata kamar ICU nya berada di lantai satu. Suzy kembali menekan angka satu pada tombol lift. Sambil menunggu, suzy bersenandung kecil. Bahkan ia tak menyadari, sosok yang kini berada di belakangnya. Sosok yang tak kasat mata.

Tin~

Pintu lift terbuka. Sosok itu mengikuti suzy yang mulai berlari lagi menuju kamar tujuannya.

“Ah ini..” suzy mengintip dari balik kaca buram pintu ruangan itu. Matanya menyipit, menerawang.

“Nugu?” Gumamnya. Ia tak melihat sosok myungsoo di sana.

Drrt.. drrtt..

Ponsel suzy berbunyi saat akan mendorong gagang pintu ruangan ICU itu. Ia mengambil ponselnya dan langsung menerimanya tanpa melihat si empunya nama.

“Yeoboseyo?”

“….”

“Mwo?” Nafas suzy tiba tiba tercekat. Suzy menjatuhkan ponselnya yang masih terhubung dengan telepon seberang. Benda itu jatuh terburai bersama tubuh suzy yang melemas. Perlahan, suzy menjatuhkan tubuhnya di atas lantai, jatuh bersimpuh di depan ruangan ICU yang entah milik siapa. Tangannya bergetar dan perlahan, airmatanya mulai mengalir.

“Appa..”

Sosok yang sedari tadi mengikuti suzy itu lama kelamaan menghilang membawa sebuah senyuman penuh arti.

“Ayah mencintaimu.. suzy-ah..”

Dengan airmata yang membanjiri wajahnya, suzy mengangkat kepalanya. Ia seperti merasakan kehadiran ayahnya di sana.

Dia bergegas beranjak, kembali berlari menuju lift dan menekan angka 8—lantai tempat kamar ayah suzy berada. Dia bahkan melupakan niatnya ke sini untuk menemui myungsoo. Ia tak mengira bahwa ayahnya akan meninggalkannya secepat ini. Rasa rasanya ia baru menikmati canda tawa ayahnya hari itu.

“Appa.. mianhae..”

***

Eomma suzy menatap rumah yang hanya beberapa kali ia kunjungi karena harus merawat suaminya di rumah sakit. Ia menghembuskan nafas berat. Suzy lalu melangkah mendahului eommanya.

“Mianhae suzy-ah.. karena selama ini eomma jarang pulang ke rumah. Dan.. mulai saat ini eomma akan terus mendampingimu di rumah ini” wanita parubaya itu berjalan di belakang suzy. Tangan suzy mengepal dengan kepala menunduk. Ia bisa merasakan kesedihan mendalam eommanya.

***

Suzy menghamburkan diri di atas ranjang miliknya setelah sampai di dalam ruang pribadinya itu. Sudah tiga hari semenjak kematian ayahnya, myungsoo tak pernah muncul lagi di hadapan suzy. Mungkinkah.. mungkinkah myungsoo bukanlah roh keenam?

Suzy membuka cincin yang seharian ini bersemayam di jemarinya lalu meletakkannya di samping. Suzy heran, kelima roh itu pun tak pernah memunculkan batang hidungnya selama tiga hari ini. Mungkin mereka masih punya hati untuk memberikan ketenangan bagi suzy yang tengah mengalami tiga hari kelabu dalam hidupnya. Myungsoo pun mungkin berpikir begitu.

Mata suzy mulai terpejam. Namun, terbuka lagi saat merasa tubuhnya akan dimasuki oleh sebuah roh.

“Urrimmania..” sapa myungsoo dengan tampang datar, tepat di depan wajah suzy.

Suzy tersenyum tipis lalu segera bangkit dari tidurnya.

“Apa yang akan kau lakukan?” Tanya suzy.

“Aku ingin membantumu mengabulkan permintaan ketigaku”

“Mwo guyeo?”

“Membunuh pria yang berada dalam ICU itu..” jawab myungsoo tanpa basa basi.

“Mwo?! Membunuh?! Neo micheosseo?!” Pekik suzy.

“Aniya. Kau tak usah khawatir. Pria yang terbaring lemah di sana itu adalah pria yang tak berguna. Lebih baik dia mati..” ucap myungsoo tajam.

“Yak! Tak ada manusia yang tak berguna di dunia ini! Pria itu juga berhak hidup! Aku bahkan mau menukar diriku agar ayahku hidup lagi agar eommaku kembali ceria. Dan kau malah mau merampas kehidupan orang lain?! Seperti itukah kim myungsoo yang brengsek dahulunya?! Aku bahkan mengira kau tak sehina ini..” umpat suzy.

“Gheurae.. kau benar.. kheundae.. aku sudah membuat permintaan.. kalau kau tak mengabulkannya, maka.. akan ada sanksi..”

“Aku sama sekali tak peduli..” balas suzy tajam, tanpa ada sedikitpun rasa takut.

“Aku penasaran.. apakah sanksi dari kegagalan permintaan ini huh? Bagaimana kalau sanksinya setimpal dengan permintaanku huh? Apakah kau mau mati?!” Bentak myungsoo diakhir kalimatnya.

“Aku.. juga sangat penasaran.. kheundae.. kenapa aku harus mati huh?” suzy terlihat gugup. Ia lalu mengambil cincin yang ditaruh di sampingnya sembari membalas tatapan myungsoo.

Krystal, gyura, hara, sehun, dan nenek do seketika muncul.

“Kau akan menerima sanksi setelah waktu enam bulanmu berakhir..” terang krystal. Gyura, hara, dan sehun menatap sedih ke arah suzy. Sementara nenek do tak bereaksi apapun.

“Semoga sanksinya tak berat. Enam bulan nanti.. kita tak akan bertemu lagi.. sedih rasanya tak bisa melihat suzy eonnie di beri sanksi” gyura terkikik geli memecah suasana canggung tadi. Hara menjitak kepala gyura gemas. Krystal menutup mulutnya, menahan tawa yang akan meledak bersama sehun di sampingnya yang sudah terlanjur melepaskan tawanya. Sedangkan nenek do masih enggan bersuara.

“Anak nakal..” gumam hara.

“Ahjumma!” Seru gyura sambil mempoutkan bibir mungilnya. Bibir suzy terangkat. Paling tidak, candaan mereka bisa menghilangkan sedikit kesedihan akibat kepulangan ayahnya ke pangkuan Tuhan dan bisa sedikit menutupi ketakutannya akan sanksi yang akan diterimanya nanti.

Myungsoo menatap suzy lalu bergantian menatap roh yang tiga hari yang lalu memberitahukannya sesuatu.

‘Lihatlah.. anakmu ini.. eomma.. Aku akan melakukannya pada seorang gadis..’ batin myungsoo.

“Bagaimana dengan permintaan keempatku?” Celetuk myungsoo yang sontak menghentikan canda tawa yang baru saja terjadi.

“Mwo.. guyeo?”

“Mudah saja..” myungsoo menyeringai. Suzy mendadak panik.

Wajah myungsoo mulai mendekat, mendekat dan semakin mendekat..

“Aku ingin mencium bibir delimamu..” bisik myungsoo. Mata suzy membelalak. Tak sempat ia berkomentar, bibir myungsoo sudah mendarat tepat di bibir miliknya. Bagaimana bisa.. roh ini begitu mesum?

Kelima roh buru buru melesat masuk ke dalam cincin, enggan mengganggu permintaan si roh keenam—yang katanya.

Myungsoo masih merasakan bibir itu menempel di bibirnya. Suzy sama sekali tak menyangka, ternyata roh ini bisa menciumnya dan bahkan terasa!

‘YAK KIM MYUNGSOO! MWOAHANEUNGOYA?!’ Batin suzy. Ia bungkam. Ia tak pernah menyangka bahwa ciuman pertamanya ternyata bersama seorang roh mesum macam kim myungsoo. Chanyeol yang notabene adalah mantan pacarnya belum pernah menciumnya sekalipun. Suzy selalu menolaknya karena ia hanya ingin ciuman pertamanya itu istimewa.

Tapi.. yang terjadi malah..

***TBC***

Annyeong chingudeul! Chaaaaaaaa! beberapa hint hintnya udah jelas banget kan? Huaaahahaha😄
Tapi nanti bakal dijelasin semuanya kok. Disini masih tahap bombay cabai merica /apa ini/ jadi masih boring alias belum klimaks hahahahaha. Jadi kalau boringnya kebangetan diharap lambaikan tangan ke kamera(?)😄

Sorry for typos. Criticism and suggestion, please..

RCL!

BOW~

98 thoughts on “FF Sixth Spirit PART 3

  1. oh emaknya myungsoo ya? Myungsoo kenapa thor? Masih penasaran, Minho kok pernah ngalamin juga.
    Ternyata MinhoSuzy salg suka tapi. . . .

  2. Myung bkan roh keenam kan…..yg diruang ICU siapa??knapa myung mau mmbunuhnya??
    Trus mksud prkataan myung yg mengatakan aku akan melakukannya dngan sorang gadis itu apa???
    Udah aku tebak klo roh yg diliat myung itu eommanya kekke….
    Ciee yg first kissnya di ambl sma roh myung hjahah…..
    Suzy minho sling suka yah??? Tpi skrg suzy udh gak suka minho kan??

  3. Annyeong Eonni.. aku reader baru disini
    maaf ya baru commet di part ini #hehehe

    Aigooo si Myung ternyata mesum juga ya -__-”
    Myungsoo neo jinjja byuntae…

  4. Kasian Suzy ayahnya meninggal.Yang paling bikin sedih pas ayahnya suzy “Ayah.mencintaimu…Suzy-ah”.Jadi yang di ruang ICU itu Myung?Penasaran apa sanksi yang bakal diterima sama Suzy

  5. Myungpa modus kekekeke
    penasaran sanksi apa yg akan didapatkan suzy eonni nanti.a?
    Apa maksud dari prkataan krystal “q juga pernah merasa takut akan sanksi itu” mungkinkah sebenar.a krystal jga pernah mmegang cicncin 6 bulan dan karna ia tidak melaksnakan misi.a ia jadi dapat sanksi dan sanksi.a adalah kematian? #sokTau
    izin baca next part.a author

  6. Kemana Myungsoo pergi setelah kejadian ditaman itu ?? Knp dia menghilang tidak ada kabar ?? Dan datang2 malah minta permintaan .. Ckck
    Tpi knp setelah datang ini, Myungsoo agak beda ya ?? Tpi aku nggk tau dimana beda’y ?? hehe

    Oke. Next..
    Mau bca part selanjut’y..

  7. Nenek do ini sebenarnya siapa ya,myungsoo byeontae kkkk…jadi myung ini roh keenam kah, seru seru..ceritanya bikin dag dig dug

  8. Hmmm myung yg ada di Ruang ICu kan?tp masih teka teki knp suzy bs melihat dia.. trus siapa yg menjadi Roh ke 6???myungsoo atau bukan?

  9. omo? myung byontae..jadi roh aja udah kek gitu apalagi klo jadi namjachingunya zy eon?? waaaa molla… #tepok jidat
    .eish ada2 aja permintaannya..jadi roh itu eomma myungsoo?? wah ngga ketebak.. semoga suzy ngga dapet sanksi yg berat..

Tinggalkan Balasan Anda, Dear

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s