FF Voodoo Doll (Oneshoot)

image

Title: Voodoo Doll
Author: @vhyra_pabbo
Genre: Romance, School Life, crime, fantasy, etc.
Main Cast: Kim Myungsoo, Bae suzy, Kris Wu
Sub Cast: Choi Minho, Jung Soo Jung aka Krystal, Park Chanyeol, OC’s and etc.
Length: Oneshoot

Warning: Ini adalah cerita yang saya buat murni dari pikiran saya. Cerita ini hanya fiktif belaka. kalau ada kesamaan tokoh, tempat, dan cerita itu merupakan bukan kesengajaan. Ghamsahamnida~ Bow

Happy Reading!

***

Kris berpura – pura menghapus peluhnya sambil tersenyum menatap keempat manusia utuh di depannya. Dua wanita. Dua pria. Mereka masih tertidur pulas di dalam tabung, hanya memakai selimut sutra putih. Ada satu hal yang membuatnya tersenyum lebar tatkala melihat manusia buatannya tampak sempurna.

“Akan kunamakan kau Bae.. Suzy..” gumamnya seraya menjentikkan telunjuknya di dagu.

“Nama yang indah untuk wanita yang indah..”

Senyum Kris mengembang tatkala mengeluarkan empat boneka voodoo dari kotak di depannya. Benda untuk mengendalikan keempat manusia ciptaannya. Nasib mereka berempat berada di tangan Kris sekarang.

Kris lalu menaruh keempat boneka itu di atas meja. Membuatnya terduduk rapi. Ada tanda di mana si voodoo berhubungan dengan si manusia. Yah, sehelai rambut yang berada di atas kepala boneka voodoo itu.

Kris lalu menjatuhkan salah satu voodoo yang sontak membuat salah satu manusia di dalam tabung tiba tiba menghilang entah kemana. Lalu ia serentak menjatuhkan ketiga boneka lainnya. Tiga yang tersisa turut menghilang.

“Sekarang saatnya kalian beraksi..”

***

“SUZY!”

Suzy berbalik begitu namanya dipanggil. Ia melambai lalu berjalan menghampiri si pemanggil. Soojung. Jung Soojung.

“Kkaja!” Soojung menarik Suzy masuk ke dalam sekolah. Perbincangan seru mendominasi perjalanan mereka menuju kelas di sisi dekat taman.

Kedua insan itu tiba – tiba berhenti begitu guru sejarah mereka berada di depan, menghalangi jalan mereka.

“Suzy? Soojung?” gumamnya dengan mimik tak percaya.

Suzy dan Soojung saling pandang dalam kebingungan.

“Ada apa.. seong.. saeng.. nim?” Tanya Suzy dengan kening mengerut, agak ragu bahwa pria di depannya adalah salah satu guru di sekolah ini. Yah, mereka adalah murid baru di Santa High School.

Baru saja si guru hendak membuka mulut, tiba – tiba seorang pria datang dari belakang. Menarik kerah si guru dan menumpahkan sebuah bogem mentah. Guru itu tersungkur.

“Cuih!” Dengas pemuda itu.

Si guru tak melawan, malah tersenyum simpul menatap pemuda yang menatapnya tajam bagai silet.

“Ada apa Minho-ah?” Dengan enteng si guru malah menyerbunya dengan pertanyaan. Tak peduli darah segar yang mengalir di hidung dan pinggir bibirnya.

Minho, dengan mimik berubah seratus delapan puluh derajat, kebingungan, segera melepaskan tangannya dari kerah si guru. Ia membungkuk sopan dan langsung melengos pergi.

Suzy dan Soojung tampak kebingungan melihat tingkah Minho yang brutal kepada guru, lalu tiba tiba seperti lupa ingatan, terkejut dan pergi begitu saja.

“Gwaenchanayo?” Suzy menarik tangan si guru agar segera berdiri. Menatapnya panik. Pinggir bibirnya remuk. Ouch! Suzy meringis.

“Gwaenchana.. kalian segera masuk ke dalam kelas.” Pintah si guru.

“Ne seongsaengnim..” Suzy dan Soojung membungkuk sopan lalu segera berjalan pergi. Pria bernama Myungsoo itu hanya tersenyum lalu mendecak. Ia tahu ulah siapa ini.

Myungsoo merogoh sakunya lalu mencari nama ‘profesor gila’ di dalam kontaknya.

Dua dering berlalu hingga dering keempat. Tutt. Tersambung.

“Yak! Kau sedang memulai perang huh?” Sembur Myungsoo sarkastik.

Pria di seberang telepon hanya mendecak.

“Yak Kris Wu!” Bentak Myungsoo kemudian, karena orang yang ditelponnya tak merespon apapun.

“Ne. Mereka adalah keempat bidak bidakku. Mereka baru saja dilepas. Tak tahu apa apa. Yang mereka tahu, hanya identitas mereka yang sebagai anak panti asuhan. Bersekolah di Santa High School. Kelas dua.”

Myungsoo menggeram.

“YAK! KAU PROFESOR BRENGSEK! BERANI BERANINYA MEMBUAT SESEORANG-“

“Memangnya kenapa?!” Tantang Kris yang mulai kesal dengan pria yang juga dianggapnya brengsek itu. Yah, mereka saling menganggap ‘brengsek’.

Baru saja Myungsoo hendak melawan, Kris sudah membungkamnya dengan sebuah kalimat menyesakkan.

“Kau sudah melihat wanita cantik bernama Suzy?” Kris tertawa renyah lalu memutuskan sambungan begitu saja.

Myungsoo berteriak histeris di depan ponselnya.

“YAK KAU BIADAPPPPP!”

***

Myungsoo berpura – pura berjalan menuju kantin. Dimana banyak murid berlalu lalang. Memesan makanan, bercanda ria dan tempat mengobrol santai.

Myungsoo tersenyum melihat gadis yang duduk di kursi, dekat jendela, bersama ketiga teman lainnya. Ia mengenalnya. Ada Soojung, Minho dan Chanyeol. Mereka bertiga tertawa seakan dunia ini baik baik saja. Seakan dunia yang busuk ini seindah masa kecil mereka yang tak tahu apa apa. Hanya bermain.

Tak sengaja mata Suzy menangkap Myungsoo yang tersenyum menatapnya. Suzy sontak salah tingkah dan memilih membuang muka. Yah, baru sehari di sekolah ini, Suzy sudah banyak mendengar cerita tentang guru bernama Myungsoo itu. Banyak siswi siswi yang mengidolakannya. Muda, cerdas, dan tampan. Guru paling keren seantero Santa High School. Bisik bisikan para murid yeoja tentang si guru yang dianggap pernah memiliki masa lalu yang kelam itu membuat Suzy sedikit penasaran. Tentang pertanyaan demi pertanyaan yang menggelayuti otaknya. Tapi Suzy enggan mengetahui masa lalu apa itu. Suzy hanya penasaran, mengapa guru itu mengetahui namanya, nama Soojung, dan Minho. Padahal mereka adalah murid baru. Suzy mencoba berfikir positif. Yah, mungkin Myungsoo mengetahuinya dari absen siswa atau dari pemberitahuan guru tentang empat murid baru yang disekolahkan hari ini. Mungkin saja.

***

Myungsoo memutar stir. Penampakan panti asuhan yang cukup besar langsung menyapa matanya. Yah, Myungsoo mengikuti bis jemputan panti asuhan Fu Yiang Wu.

Mata Myungsoo melebar. Ia tahu panti asuhan ini. Panti asuhan milik ayah Kris. Fu Yiang Wu.

Mata Myungsoo makin membelalak tatkala melihat Suzy mengecup bibir pria di depannya. Kris Wu.

Myungsoo mengepal.

Ia jadi penasaran dengan cara Kris menggerakkan boneka bonekanya.

Mata Myungsoo memanas tatkala Kris menoleh ke arahnya. Melemparkan sebuah senyum kemenangan. Suzy dipelukannya. Kris Wu dengan pakaian laboratoriumnya.

Myungsoo tak sengaja melirik boneka di belakang tubuh Kris, digenggam dengan tangan kiri karena tangan kanannya tengah memeluk tubuh Suzy yang masih berbalut seragam sekolah.

Myungsoo memicing. Apa jangan jangan Kris menggerakkannya dengan boneka itu?

Suzy membalikkan kepalanya ke arah Myungsoo. Tatapannya kosong. Seperti tak bernyawa. Seperti sebuah boneka yang digerakkan dengan sesuatu. Bukankah mata Minho juga seperti itu ketika menghajarnya tadi?

Myungsoo tersenyum. Ia harus melakukan sesuatu.

***

Myungsoo mengendap endap masuk ke dalam sebuah rumah. Rumah dengan interior unik. Suasana remang. Sedikit mistis.

Myungsoo melangkah pelan memasuki sebuah ruangan bertuliskan ‘Secret! Don’t come in!’

Myungsoo tak memperdulikan tulisan itu dan terus saja masuk. Sepertinya, pemiliknya baru saja kemari dan lupa mengunci pintu.

Myungsoo terkesiap melihat ada banyak peralatan asing yang berjejer di sekeliling ruangan. Masih dalam keremangan dan suhu yang dingin, Myungsoo melangkah menuju boneka boneka voodoo yang berada di dalam kotak kaca. Tak ada perbedaan signifikan. Hanya saja, rambut di atas kepala boneka berbeda beda. Mungkinkah itu yang membedakan penggeraknya?

Myungsoo membuka kotak dan mengambil satu boneka dengan rambut panjang bergelombang, rambutnya sangat indah. Myungsoo mengusap rambut boneka itu yang sontak membuat jantungnya berdetak hebat. Myungsoo lalu menghirup aroma rambut itu. Tiba tiba ingatan beberapa bulan silam terngiang di otaknya. Tentang cerita indah bersama seseorang. Seseorang yang berarti dalam hidupnya.

“Oppa! Bagaimana dengan undangannya? Bagus kan?”

“Oppa! Lihat! Apakah gaun yang kupilih terlihat cantik untukku?”

“Oppa! Gedungnya sudah siap!”

“Oppa! Besok adalah hari pernikahan kita!”

“Oppa! Sarangheo!”

“Oppa!!!!”

“Brengsek!!!!!!” Myungsoo meremas boneka itu hingga rambutnya rontok. Tiba tiba terdengar bunyi alarm yang memekik dalam lab itu. Myungsoo sontak menjatuhkan boneka itu dan memilih menutup kedua kupingnya. Myungsoo merasakan jantungnya seakan mencelos keluar begitu terdengar langkah seseorang yang datang yang refleks membuat Myungsoo bersembunyi di balik tabung.

Kris yang ternyata pemilik rumah itu, memicing melihat boneka duplikatnya terjatuh dengan rambut berguguran.

“Yak siapa itu?!” Teriak Kris seraya mengedarkan pandangannya. Karena tak ada yang menyahut, akhirnya Kris menyerah. Ia memungut boneka itu dan membuangnya ke tong sampah.

Myungsoo menghela nafas lega ketika melihat Kris keluar dari lab.

Tin..

Bunyi pintu terkunci.

Gawat! Pekik Myungsoo dalam hati. Kris mengunci labnya dengan password. Bagaimana ia bisa keluar?

Myungsoo tiba tiba teringat sesuatu. Ia tersenyum lalu mengambil satu boneka dengan rambut pendek. Sepertinya pria. Ia menggerakkannya seperti boneka voodoo yang seharusnya, namun tak juga bereaksi apa apa.

“Bagaimana cara menggerakkanmu?” Gumam Myungsoo.

Myungsoo meletakkan boneka itu di lantai setelah setengah jam tak ada reaksi. Ia mencoba mengingat ngingat apa yang telah Kris lakukan kepada boneka bonekanya.

Aha!

Myungsoo ingat. Saat di panti asuhan, awalnya Myungsoo melihat Kris membisikkan sesuatu kepada boneka yang dipegangnya.

‘Apakah seperti itu cara menggerakkannya?’

Myungsoo lalu mengangkat voodoo itu sampai ke depan bibirnya.

“Bukakan aku pintu lab ini.” Myungsoo menghela nafas lega. Ia hanya harus menunggu. Satu jam atau lebih, tak masalah asalkan bisa keluar dari tempat yang hanya bisa disebut ‘kulkas’ ini.

Tak lama berselang, seseorang tiba tiba datang. Myungsoo buru buru bersembunyi lagi. Takut kalau kalau orang itu adalah Kris.

Ternyata seorang pria tinggi. Myungsoo tercengang. Pria yang sangat dikenalinya.

“Selamat atas pertunanganmu! Aku berharap, pernikahan kalian akan berjalan lancar.”

“Wah! Calon pengantinmu sangat cantik! Rasanya aku ingin menggantikanmu hyung!”

“Yak! Kita adalah sahabat bukan?”

“Chanyeol-ah..” tatapan Myungsoo menghangat.

Pria bernama Chanyeol itu hanya diam. Matanya kosong. Myungsoo lalu beralih ke boneka yang dipegangnya. Ternyata itu adalah boneka Chanyeol.

Di belakang Chanyeol, Kris datang diiringi tepuk tangan sarkastik.

“Annyeong.. Myungsoo-ssi..” Kris merangkul bahu Chanyeol santai.

Myungsoo terperangah tak peracaya. Boneka ditangannya sontak terlepas. Tubuhnya kaku. Gawat!

Kris tampak mengeluarkan empat boneka dari balik jas putihnya.

“Boneka bonekaku.. hajar pria di hadapanku ini..” bisik Kris kepada empat voodoonya. Nafas myungsoo tercekat.

“YAK BRENGSEK! KENAPA KAU TAK SURUH MEREKA MEMBUNUHKU SAJA HAAH!”

“Lebih menyenangkan melihatmu tersiksa sebelum mati..” Kris tertawa remeh. Myungsoo berlari hendak menghajar Kris, namun Chanyeol langsung menahan tangannya.

“Chanyeol-ah.. lepaskan.. bukankah kita sahabat?” Ucap Myungsoo memohon. Chanyeol tampak tak peduli. Ia malah memelintir tangan Myungsoo.

Myungsoo mengerang.

“YAK KAU BRENGSEK KRIS! DASAR MANUSIA GILA!”

“Ne, aku memang gila. Karena itulah Suzy tak menyukaiku. Aku tahu Suzy tak menyukaiku karena sifap posesifku. Sifat gilaku.. kheundae.. aku sudah tergila gila dengan wanita itu..” ujar Kris tajam.

“Mwo?” Lemah. Suara Myungsoo melemah. Apa maksud Kris?

Kris melambaikan tangannya ringan lalu menghilang dari sana.

Suzy, Soojung, dan Minho lalu datang membawa balok kayu. Pandangan Myungsoo melemah. Ia pasrah. Ia hanya bisa tersenyum menyambut ketiga manusia itu. Ah.. mereka bukan manusia.

Bug!

Bug!

Bug!

Pukulan demi pukulan menyerang tubuh dan wajah Myungsoo. Sakit. Nyeri. Bukan hanya dirasakan tubuhnya. Tapi hatinya juga. Myungsoo enggan membalas. Meski mereka hanya alat. Tapi hatinya sulit melawan. Mungkin kau juga sama. Saat orang yang kau cintai malah memukulmu dengan balok kayu, kau pikir bagaimana rasanya?

***

Myungsoo memandang seorang wanita dari kejauhan. Wanita yang seharusnya sudah menjadi istrinya. Wanita berpakaian sekolah dengan pita merah di sisi rambutnya yang indah. Wanita itu..

Suzy. Wanita yang seharian ini tak lepas dari mata Myungsoo. Ia menoleh. Menatap Myungsoo penuh curiga. Suzy lalu menghampiri pria itu. Pria dengan plester di wajahnya. Pria dengan mata bengkaknya yang sayu.

“Seongsaengnim.. gwaenchana?” Suzy mendongak. Menatap luka luka myungsoo. Myungsoo tersenyum tanpa suara. Tak ada yang harus dijawab.

“Yak seongsaengnim! Kalau terluka begini lebih baik tak usah ke sekolah!” Cemasnya lalu ikut duduk di samping Myungsoo.

“Yak seongsaengnim! Setidaknya kau memjawab pertanyaanku!” Gerutu Suzy.

“Ne..” gumam Myungsoo sambil menoleh ke arah Suzy. Banyak yang menatap mereka curiga.

‘Seperti sepasang kekasih saja berdua duaan di taman! Saling tatap tatapan pula!’ Suzy mendengar umpatan itu. Tapi tak memengaruhinya sama sekali. Ia suka memperhatikan guru sejarah di sampingnya ini.

“Yak seongsaengnim! Bisakah kau menjawab lebih panjang? Kau tau? Aku seperti murid agresif yang menginginkan gurunya sendiri! Bukankah itu terlalu menjijikan?” Dumel Suzy. Myungsoo hanya tersenyum. Lagi lagi tanpa kata.

‘Seperti ini saja sudah cukup..’

“Yak seongsaengnim!” Bibir Suzy mengerucut. Myungsoo tertawa tanpa mengalihkan tatapannya.

“Kau tahu?” Myungsoo akhirnya membuka cerita.

Suzy menggeleng. Mulai antusias menunggu kalimat selanjutnya.

“Kau mirip dengan calon istriku..”

Suzy tertegun.

“Dia sudah tiada..”

Suzy menyendu. Ada sesuatu yang menggelitik hatinya.

“Seongsaengnim..” Suzy mengambil tangan myungsoo dan mengelusnya lembut. Mencoba memberikan setitik kekuatan.

Mimik Myungsoo berubah. Tak sadar wajahnya mendekat ke wajah Suzy.

“Apa yang-”

Klik!

Klik!

Klik!

Ciuman mereka tersimpan di dalam ponsel para murid.

***

“Maafkan aku Myungsoo-ssi.. aku tak bisa lagi mempertahankanmu. Kasusmu sudah terlalu banyak. Dan ini..” kepala sekolah berbadan gemuk itu menggeleng tak percaya.

“Kau mencium muridmu sendiri! Tidak bisa dimaafkan.. aku akan mencari guru baru. Silahkan keluar..” ujar kepala sekolah antara tegas dan halus.

Myungsoo membungkuk tanpa penyesalan lalu keluar dengan kepala tegak. Ia tersenyum. Ia sama sekali tak menyesal melakukan itu.

Ia tak menyadari, Suzy sedari tadi menatapnya, mendengar kicauan tadi. Kini Suzy menatap kepergiannya dengan tatapan berat.

“Seongsaengnim!”

Teriakan itu membuat Myungsoo berhenti dan menoleh. Dari jarak lima meter, Suzy berdiri dengan seragam sekolahnya. Melambai ringan sambil tersenyum lemah.

“Tidak usah merasa bersalah.. Naneun gwaenchana.. Aku akan melupakan semuanya.. Aku tahu semua itu terjadi hanya karena aku mirip dengan kekasihmu kan?”

Myungsoo tersenyum pahit. Tak mengatakan apa apa.

“Gheurae-”

“Nan kka..” potong Myungsoo lalu pergi begitu saja. Suzy tak mencegahnya lagi.

“Yak.. kenapa aku merasa mengenalmu?” gumam Suzy lemah.

***

Di sebuah padang luas yang ditumbuhi oleh nisan nisan salib, di sana hujan turun sangat deras. Di sana pula terlihat Myungsoo duduk di samping sebuah makam. Makam yang bertuliskan nama ‘Bae Suzy’.

Airmatanya tertutupi oleh hujan yang membasahi tanah kering. Bau tanah menusuk mengingatkan akan semua kenangan kenangan kala itu. Ia menangis dalam hujan agar tak ada yang mengetahuinya. Bahwa pria tangguh ini telah melalui pahit manis hidup. Sangat pahit hingga sulit ditelan. Tapi ia berhasil. Toh, sampai saat ini ia masih bertahan hidup. Meski awalnya ingin menyerah. Karena perkataan orang yang dicintainyalah yang membuatnya bertahan.

‘Hiduplah untukku..’ ucap si pemilik nisan kala itu.

“Suzy..” isakan Myungsoo tak bisa membohongi.

Pengantin wanita berjalan dengan anggun menuju altar. Si pengantin pria menunggu tak sabar sembari mengulurkan tangannya.

Belum sempat si pengantin wanita menggapai tangan calon suaminya, suara tembakan yang sangat keras mendadak menghentikan momen berharga mereka. Suara histeris dan tangis dimana mana. Darah dan korban sudah menjadi satu dalam tragedi berdarah itu.

Suzy. Wanita itu terbaring di antara tangga kecil, menanti maut menjemput. Darah mengalir dari perutnya. Menodai gaun indahnya. Gaun putih itu telah berubah warna. Myungsoo di atas altar membelalak tak percaya melihat calon istrinya terkapar tak berdaya. Airmatanya menyeruak begitu saja. Tubuhnya begitu lemas dan kaku hingga hanya bisa terdiam dan bersimpuh.

Doar!

Sekali lagi tembakan terdengar memekik dalam acara sakral itu. Menghempaskan sebuah timah panas ke kepala sahabatnya, Park Chanyeol.

Doar!

Doar!

Doar!

Satu persatu orang terkasihnya pergi bersama tembakan yang membahana itu.

Jung Soo Jung. Choi Minho dan ayahnya. Mereka terkena peluru itu.

Myungsoo berharap ia pun merasakan sakitnya tertembak. Kalau perlu ia mati sekalian. Ia ingin berkumpul bersama mereka. Bersama sahabat sahabatnya. Bersama kekasihnya. Namun.. Tuhan tak mengizinkan.

Myungsoo langsung pingsan saat itu dan ketika sadar.. ia sudah berada di rumah sakit. Ia ingat semuanya. Ia ingat bagaimana cara Suzy mati. Ia ingat bagaimana peluru itu menembus jantung orang terkasihnya. Ia ingat..

Myungsoo tak menangis lagi. Airmatanya kering. Ia hanya terbengong sepanjang hari. Makan apa adanya. Berbicara seperlunya. Seperti itu terus selama beberapa bulan. Sampai seorang teman datang kepadanya. Seorang kawan lama bernama Kris Wu. Kawan lamanya dari China. Seorang professor gila. Ia mengatakan sesuatu yang tak masuk akal. Tentang pembuatan manusia utuh dengan pengendalian menggunakan sebuah benda. Myungsoo hanya menganggapnya omong kosong.

Saat itu yang membuatnya tegar hanya perkataan singkat dari Suzy.

“Hiduplah untukku..”

“Teruslah hidup..”

“Meski aku sudah tiada nanti..”

“Keinginan terbesarku adalah.. tak pernah melihatmu mati.. jadi kau tau apa artinya itu?”

“Jangan mati dihadapanku..”

“Dan.. jangan pernah mati karenaku..”

Hanya itu yang bisa Myungsoo lakukan. Terus hidup..

“Suzy..”

“Setelah memasuki lab professor gila itu..”

“Membuatku sadar bahwa..”

“Kau..”

“Kau adalah..”

“Istri dari professor gila itu..”

“Sebelum kau mengenalku..”

“Sebelum kita bertemu..”

“Dia sudah lebih dulu memilikimu..”

“Bersanding bersamamu di plaminan..”

“Tapi..”

“Tak sampai beberapa hari..”

“Kau memutuskan pernikahan kalian sepihak..”

“Meminta bercerai..”

“Dan kau pun kabur..”

“Karena profesor gila itu tidak mau melepaskanmu..”

“Makanya..”

“Dia membalas dendam dengan membunuhmu..”

“Agar aku tak bisa memilikimu..”

“Begitupun dengan orang lain..”

“Tak siapapun..”

“Dan ia menyiksaku dengan membunuh semua orang yang kusayangi..”

“Lalu membiarkanku tetap hidup..”

“Agar aku selalu merasa tersiksa..”

“Lalu dia membuatmu kembali..

“Sebagai boneka yang bisa dikontrol..”

“Agar kau tidak kabur lagi darinya..”

“Agar kau bisa menyiksaku..”

Ada jeda panjang saat Myungsoo menghela nafas.

“Kau tahu?”

“Meski aku tetap hidup..”

“Tapi rasanya seperti mati..”

Myungsoo lalu berbaring di samping makam Suzy. Hujan menerpa wajahnya. Ia tak peduli.

***

Myungsoo membuka matanya perlahan. Sepertinya tadi ia berada di pemakaman dengan pakaian basah. Tapi mengapa sepertinya ia berpindah tempat?

“Seongsaengnim? Kau sudah sadar?”

Myungsoo terlonjak. Ia terkejut mendapati Suzy sudah berada di hadapannya sekarang.

“Su..zy?”

Suzy tersenyum manis.

“Ne.. aku membuntutimu.. dan.. aku melihatmu tertidur di makam seseorang bernama..” Suzy menggigit bawah bibirnya ragu. Takut kalau ucapannya akan menyinggung Myungsoo.

“Suzy?” Sergah Myungsoo cepat.

Suzy mengangguk malu malu.

“Ini dimana?” Tanya Myungsoo kemudian.

“Di rumah Kris oppa..”

Tubuh Myungsoo mendadak kaku. Ia langsung beranjak dari sana, namun Suzy cepat menahan tangannya.

“Seongsaengnim.. aku menyukaimu..” ucap Suzy tanpa basa basi. Tatapannya penuh pengharapan.

Myungsoo terdiam sejenak sampai suara Kris mengacaukan memorinya.

“Annyeong Myungsoo-ssi.. aku tak mengendalikannya.. silahkan dijawab..” Kris lalu menodongkan pistolnya ke arah myungsoo.

“Yak oppa! Apa yang kau lakukan?!” Pekik Suzy kepada kris.

“Wae? Bukankah kita baru saja bertemu?” Sergah myungsoo lemah.

“Apakah menyukai seseorang membutuhkan alasan?” Jawab Suzy dengan mata berkaca kaca.

“Kau juga seperti ini beberapa tahun yang lalu..” gumam Myungsoo dengan perasaan bercampur aduk.

“Mwo? Aku merasa baru hidup selama satu minggu.. kheundae wae aku merasa pernah bertemu denganmu?! Apakah aku sedang amnesia?!” Suara suzy meninggi.

“Suzy.. menyukai seseorang harus butuh alasan.. karena tanpa alasan.. kau bisa mengatakan itu kepada siapapun.. setidaknya kau mengatakan bahwa..”

Kris menggeram dengan tangan yang tampak siap melepaskan peluru dari pistolnya.

“..Aku adalah pria yang menggetarkan hatimu..” lanjut Myungsoo yang membuat Kris mematik pistolnya.

Doar!

Patung semen yang berdiri di samping Myungsoo langsung terjatuh dan hancur. Aroma semen menyeruak bersama abu dan asap yang menghidupkan suasana di sana.

“Pria yang menggetarkan hatimu? Cih..” decak Kris.

Mata Suzy berkaca kaca. Genggamannya terlepas.

Ia lalu berbalik menghadap Kris.

“Oppa.. sarangheo..”

Myungsoo berbalik tak percaya. Mengapa Suzy mengatakan itu setelah pengakuannya tadi?

Kris membulatkan matanya tak percaya tatkala Suzy melumat bibirnya.

Myungsoo yang hendak menghajar Kris langsung berhenti tatkala Suzy memberinya kode.

Kris tampak menikmatinya sampai tak sadar pistolnya terlepas dari tangannya. Suzy lalu mendorong Kris dan mengambil pistol tadi. Ia lantas mengarahkan pistol itu ke arah Kris.

“Yak Suzy-ah! Mwoahaneungoya?!” Pekik Kris yang ketakutan.

“Aku akan membunuhmu! Kaupikir aku tak tahu?! Kau yang membunuh kekasih Myungsoo seongsaengnim kan?! Dan sekarang kau mau membunuh seongsaengnim?! Jangan harap!”

Kris dan Myungsoo tercengang.

“Yak! Kau tahu?! Kau adalah kekasih Myungsoo! Kekasihnya yang sudah mati! Kekasih Myungsoo yang aku hidupkan kembali dengan menggunakan metode baru. Metode pemanggilan arwah. Dan.. aku menggunakan kecerdasanku untuk membuat manusia utuh dan mengendalikannya dengan boneka voodoo. Aku menggali makammu dan mengambil beberapa helai rambut mu dan rambut rambut manusia yang telah mati lainnya. Rambut mereka yang ingin dikendalikan. Dan aku bisa mengendalikanmu sekarang! Jika kau membunuh penciptamu.. membunuhku.. maka kau juga akan mati!”

Myungsoo tersentak. Suzy tak kalah terkejutnya.

“Kheundae.. kau adalah istriku yang malah melarikan diri bersama pria ini!”

Suzy tercengang. Tak percaya bahwa hidupnya seperti dibolak balikkan. Suzy istri Kris yang memilih Myungsoo. Sungguh memusingkan.

“Apakah aku mencintaimu saat itu? Mengapa aku bisa kabur darimu dan malah memilih pria ini?!” Bentak Suzy seraya menunjuk Myungsoo.

“Persetan dengan cinta!” Bantah Kris geram

“Yak tidak peduli kau sudah menikah atau belum.. bukankah yang terpenting adalah perasaanmu? Dimana perasaanmu sebenarnya..” sela Myungsoo.

“Cih..”

Kris lalu mengeluarkan voodoo dari sakunya. Voodoo Suzy.

“Suzy.. kau harus membunuh Myungsoo..”

Ekspresi Suzy langsung berubah drastis. Datar. Kosong.

Tubuhnya berputar ke arah Myungsoo. Dengan pistol mendongak. Siap melemparkan bertubi tubi peluru.

“Yak professor sialan! Kau tak bisa membunuhku!” Teriak myungsoo tak gentar.

Myungsoo tersenyum lalu mengeluarkan voodoo duplikat dari sakunya. Voodoo Suzy waktu itu. Voodoo yang rambutnya rontok, kini kembali utuh.

“Suzy.. kau harus membunuh..” Myungsoo tersenyum damai.

Kau harus tetap hidup.. Bae Suzy..

“..Aku..”

Doar!

Darah terciprat kemana mana. Myungsoo tewas di tempat.

Boneka duplikat itu penuh darah. Terjatuh ke atas lantai bersama sadarnya Suzy. Mata Suzy langsung membelalak melihat darah segar merembes dari tubuh Myungsoo. Menodai lantai putih itu. Bulir bulir airmatanya tak terelakkan lagi. Ia seperti merasakan kalimat tadi dalam hatinya. Suara itu.. Tapi mengapa sangat sakit?

Selalu saja aku berjalan sendiri
Saat kulihat sekitar, semuanya menjauh
Walau begitu, aku tetap melangkah maju
Dengan begitu aku tetap kuat

Sudah tidak ada yang kutakutkan
Itulah yang kukatakan pada diriku

Suatu hari, semua orang pasti sendirian
Mereka hanya akan hidup dalam kenangan
Dengan begitu aku dapat mencintai dan tertawa dalam kesepian
Aku akan terus berjuang
Tidak akan kutunjukan airmataku didepanmu

Sekarang giliranku berkata
‘kau harus tetap hidup’
Meski kau hanya sebuah boneka..
Tapi jiwa Suzy masih hidup di sana kan?

***END***

Annyeong!!! Sudah berabad abad hiatus akhirnya balik dengan oneshoot supergaje huahahahaha!

RCL YAHHHH!

Bow~

53 thoughts on “FF Voodoo Doll (Oneshoot)

  1. ceritanya bagus thor cuma agak bingung baca nya pertama kali baca-,- ternyata suzy tuh dulu istrinya kris-_- di tunggu yaa thor next part obbsessions part 2 nya fighting thor🙂

  2. akhirnya come back lagi,,kasian myungsoo dia yg paling menderita ditinggal keluarga&calon istrinya*T.T*
    kris bener” profesor gila,jinjja daebak,oneshoot buat mu sll ngena dihati apalagi kl sampe berpart-part*lebih ngena*ohya ditunggu juga School in Obsessions,*penasaran bgt sm kelanjutannya* pokoknya ditunggu karya-karya selanjutnya #hwaitingeonni

  3. Akh,,,,,authornim,,,,,,sedih bngt,,,,,
    Dirimu kyk’y susah bngt bkin mereka b’satu n bhagia,,,,,
    Hiks,,,,,hiks,,,,,,kasian s’x uri myungzy,,,,,
    N kris????
    Bebas begitu saja,,,,,

  4. aaaahhh…baru nemu blog ini,, kren ceritanya walaupun konfliknya rada berat…
    salam kenal author-nim,, sy reader baru…
    ijin menjelajahi blog-nya ne??

  5. Huuhhh… aku nangis bacanya thor… kata-kata terakhir myungsoo yg berkata suzy harus tetap hidup mesti hanya sebuah boneka. Huuuuuuuuuuuuuaaaaaaaahhhh… dalem banget. Bikin mewek.😦
    Kris emang psikopat. Nyebelin… kasian myungzy.😦

  6. woah,, myungsoo mati?
    berarti kris masih hidup dong, soalnya kan tadi myungsoo nyuruh suzy bunuh dirinya. Tapi myungsoo gaje juga sih, ngapain repot2 bisikin ke boneka suzy buat bunuh dia, kalo udah ada kris yg bisikin duluan.

  7. Aigoo Kris sadis bnget. Dasar nappeun.
    Hiks~ myung kasian bnget. Ditinggalin suzy dan sahabat”nya.
    Suzy trnyata istrinya kris. Trus dia melarikan diri dan hampir nikah sama myung. Nasib myung sedih bnget.

  8. Kris kejam seenaknya ngelakuin itu!!Kasian Myung ngerelain dirinya demi Suzy,tapi kan sama aja walaupun Myung udah meninggal tapi Suzy masih hidup kan gak ada artinya.Ditunggu karya selanjutnya

Tinggalkan Balasan Anda, Dear

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s