FF Bannori PART 2

image

Title: Bannori
Author: @vhyra_pabbo
Genre: Romance, Mystery, Thriller, Married life, suspense, Psychology, etc.
Main Cast: Kim Myungsoo, Bae Suzy, Choi Minho
Sub Cast: Kim Jong in, Krystal Jung, Choi Jinri, OC’s and etc (SubCast dapat berubah sewaktu-waktu)
Length: Chaptered

Warning: Ini adalah cerita yang saya buat murni dari pikiran saya. Cerita ini hanya fiktif belaka. kalau ada kesamaan tokoh, tempat, dan cerita itu merupakan bukan kesengajaan. Ghamsahamnida~ Bow

Happy Reading!

***Previous Part***

Myungsoo menyuruh semuanya bubar. Ia bergegas menyusul Suzy di basement.

“Kau memang pandai mengintimidasi orang, ck.” Suzy mendecak seraya masuk ke dalam mobil. Myungsoo hanya tertawa mendengarnya. Yah, begitulah dirinya.

Tanpa mereka sadari, dalam basement itu, ada seorang pria yang menatap dua detektif itu tajam dari balik kaca mobil. Lalu ada senyum licik yang merekah dari bibirnya.

***PART 2***

“Ah… kasusnya sangat membosankan. Terlalu mudah bagiku.” Myungsoo menutup laptopnya sebagai tanda tertutupnya kasus hari itu.

Jinri sudah diproses secara hukum dan mendapatkan ganjarannya.

Sementara dalam keremangan itu, Suzy masih sibuk menekan nekan stik game. Sedang Myungsoo hanya menerawang istrinya dari jarak beberapa meter.

“Suzy, ayo kita tidur. Gamenya bisa dilanjut besok.”

“Shireo! Ini game survival pabbo! Sekali saja aku keluar, maka aku akan kalah!”

“Tinggal kau save kan?”

“Shireo! Aku sedang asyik! Tidur saja sana!”

“Suzy!” Bentakan itu keluar begitu saja.

Suzy refleks menoleh. Dan lagi lagi zombie memakannya di dalam game. Ia kalah lagi.

Level 35.

Suzy menjerit sekuat kuatnya. Ia melempar stik game wireless itu ke arah Myungsoo.

Pluk!

Tepat mengenai wajah pria malang itu.

Myungsoo hanya meringis. Matanya mengosong. Bibirnya tersenyum. Ada yang aneh dengan mimiknya.

“Suzy…” bisikannya terlalu halus. Suzy jadi merinding.

“Suzy?” Ia berbisik lagi. Ia sudah berdiri dari tempatnya. Berjalan ke arah Suzy yang mematung.

Ia benar benar takut.

‘Ini sudah sering terjadi. Ini sudah sering terjadi.’ Ia menguatkan dirinya dengan mengucapkan kalimat kalimat itu dalam hati. Berulang ulang.

“Suzy, aku punya ruang khusus untukmu.” Myungsoo mencengkram tangan Suzy. Menariknya pergi menuju ke sebuah ruangan.

Mereka melewati lorong lorong gelap.

‘Oh tidak! Jangan jangan…’ Mata Suzy membesar.

Dark room.

Begitulah papan penanda kamar itu berbunyi. Myungsoo membuatnya sebagai ruang hukuman.

Selama dua tahun ini, Suzy memang selalu membangkang. Tempat inilah yang tepat untuknya.

Dark room. Tempat dimana alat penyiksaan paling brutal ditaruh. Dulunya Myungsoo memang suka menyiksa orang. Dia melakukannya di tempat itu. Mungkin saat ini arwah mereka bergentayangan di sana.

Satu hal yang diketahui Myungsoo,

Suzy sangat takut dengan hal mistis!

“Kau tau ruangan apa ini?” Suara enteng itu berasal dari Myungsoo. Cengkramannya makin erat. Membekas.

Suzy mulai meneteskan airmata. Dia mengangguk.

“Mungkin aku akan memindahkan tempat bermainmu di sini. Kau bisa bermain game sepuasmu di sini. Kita bisa berpisah ranjang.” Myungsoo menoleh. Menatap istrinya itu dengan ekspresi tak tertebak.

Airmata Suzy merembes penuh. Ia mulai terisak.

“Uljimma…” Myungsoo menyeka airmata itu.

“Myung-myung-ah…” suara wanita itu memanggil Myungsoo manja.

“Mian…”

Lalu satu kecupan sayang menyelamatkan Suzy dari hukuman terberat.

Suzy masih mengingat bagaimana ia pernah berada di ruangan itu sekali. Hanya sekali.

Ruangan itu benar benar memiliki aura yang sangat berbeda.

Dan ingatan ingatan saat pernikahan mereka pun muncul di benaknya.

“Aku ingin menjadikanmu milikku.”

“Ayo kita menukar cincin.”

“Dan bersumpah di hadapan pendeta.”

Tak ada yang hadir di pernikahan itu.

Bahkan orang tua Myungsoo.

Dan orang tua Suzy.

Hanya ada pendeta, mereka berdua dan empat orang saksi. Krystal dan tiga sisanya yang entah siapa. Dia tak mengenalnya.

Setelah pernikahan, Suzy mencoba menghubungi orang tuanya, tapi menurut informasi, orang tuanya sudah pindah. Dan saat itulah ia sadar, orang tuanya tak pernah menyetujuinya menikah dengan Myungsoo. Karena Myungsoo mengancam mereka.

Lalu,

Kemana perginya orang tua Myungsoo?

***

Suzy terbangun dan mendapati Myungsoo masih menutup matanya. Pria itu hanya pakai kolor. Dan dia hanya memakai lingerie.

Suzy bergegas beranjak dan masuk ke kamar mandi.

Mereka tak pernah melakukan morning kiss.

Myungsoo memang aneh.

Saat suzy selesai melakukan acara paginya, ponselnya berbunyi.

Ia menariknya dari genggaman Myungsoo dan mengecek.

Matanya membulat tak percaya setelah melihat apa yang ada di sana.

Hai, kalian masih mengingatku?

Aku selalu mengingat kalian.

Bahkan aku hanya hidup untuk mengingat kalian.

Aku tak akan pernah melupakan kalian.

Terutama padanya.

Suzy terbelalak.

‘Myungsoo tak boleh melihatnya.’

Ia segera menghapus sms itu dan mematikan ponselnya. Takut kalau kalau si pengirim itu menelpon dan malah Myungsoo yang mengangkatnya.

Myungsoo tampak membuka matanya perlahan. Tepat di depannya, Suzy berdiri dengan ekspresi yang mencurigakan.

“Suzy? Kau sudah bangun. Tumben sekali.” Pria itu mengucek matanya dan segera beranjak.

Rambutnya berantakan. Tubuhnya terekspos.

“Myungsoo-ah, kau mandi dulu sana. Aku akan mengecek emailmu. Mungkin ada panggilan job.” Ucap Suzy gugup.

Myungsoo tersenyum. Mengangguk dan beranjak menuju kamar mandi.

Tangan Suzy gemetar menekan mouse di depannya. Pikirannya benar benar terbagi.

Ada pesan masuk di email Myungsoo.

From: anon@yahoo.com
To: kim.myungsoo@yahoo.com

Hai, kuharap kau membacanya.

Aku selalu mengingat kalian.

Kuharap kau juga mengingatku.

Suzy tercekat.

Ia buru buru menghapus pesan itu. Tapi pesan yang dikirim ada banyak dan bernada sama.

Dengan keringat dingin yang mengucur, Suzy menekan tombol delete dengan kekuatan penuh.

Jangan sampai Myungsoo melihatnya!

Suzy tersenyum begitu pesan terakhir terhapus.

Wanita itu tak menyadari, Myungsoo sudah berada di belakangnya beberapa detik sebelum pesan terakhir di hapus. Ia hanya menggunakan handuk. Matanya membesar. Aura membunuhnya mulai keluar.

“Kenapa kau menghapusnya, chagi?” Nada enteng itu lagi lagi keluar. Nada yang benar benar tak bisa diprediksi.

Suzy menoleh kaku. Kim Myungsoo!

“Ka-kau su-sudah mem-membacanya?” Suzy tergagap. Keringat dinginnya mengucur sangat deras.

Aneh.

Myungsoo malah tertawa.

“Myung? Ka-kau membacanya?”

Dia lagi lagi tertawa. Tawanya aneh.

“Myung!”

“Memangnya isinya apa?” Wajahnya terlihat antusias.

Suzy menghela nafas lega.

“Aniya. Cuma spam.”

“Benarkah? Bukankah itu hanya tiga kalimat? Dan sepertinya bukan spam.”

Deg!

Suzy menelan saliva. Diam adalah aksi terakhirnya.

“Suzy, tidak ada email panggilan job?” Myungsoo mencoba menetralkan suasana.

Suzy menggeleng.

“Kalau begitu, ayo jalan jalan.” Myungsoo tersenyum riang seraya menarik tangan Suzy.

***

“Myungnyet! Katanya mau jalan jalan?! Ujung ujungnya kita ke kantor polisi! Selalu saja begitu!” Suzy cemberut setengah mati. Tak lupa mengunyah nori kesukaannya.

Myungsoo tampak menjelaskan kasus yang dihadapinya ke polisi. Tentang email teror yang diterimanya pagi ini.

“Aku ingin melaporkan orang itu.”

“Bisa kulihat emailnya?”

“Suzy sudah menghapusnya. Tapi emailnya masih tersimpan rapi di trash.” Myungsoo tersenyum licik. Dikiranya Suzy bisa menyembunyikan hal itu darinya. Tidak akan bisa.

Myungsoo lalu memperlihatkan email itu.

“Ini hanya email yang menunjukkan rasa rindu seseorang. Kecuali, kalau kau pernah melakukan kesalahan di masa lalu.” Ujar sang polisi.

“Tapi kalau ini adalah email yang menunjukkan rasa rindu, kenapa orang ini malah membuat akun palsu?”

“Mungkin saja dia malu mengatakannya.”

Myungsoo mengepalkan tangannya.

“Lagipula, kalian adalah detektif. Sebaiknya kalian cari sendiri saja.”

“Yak!” Myungsoo menggebrak meja. Matanya tajam menusuk.

“Yak, aku adalah manusia. Aku butuh bantuan. Lagipula aku adalah bagian dari kepolisian. Apa salahnya aku meminta bantuan? Kau pikir aku dewa?” Nada enteng itu keluar juga.

Jleb!

“Ja-jadi, apa maumu?”

“Kalian cari orang ini dengan mengetahui tempat email ini dikirim melalui email ini. Kalian kepolisian, pasti tau caranya.” Bisiknya.

“Ba-baiklah.”

Myungsoo menyunggingkan senyum penuh kemenangan.

“Dan aku yang akan mengurus orang ini.” Myungsoo meletakkan kulit pisang itu ke atas meja kepala polisi dan segera berlalu.

Pria setengah botak itu mendesis kesal.

“Yak! Buang kulit pisangmu pabbo!”

***

“Kepolisian sudah melacak tempat email itu dikirim.” Myungsoo menarik Suzy menuju parkiran. Mereka akan melesat menuju tempat yang kepolisian katakan.

Mobil itu melesat cepat mengikuti arah GPS mobil. Seperti terburu buru. Suzy dibuatnya takut sekaligus heran. Ia seperti mengetahui lokasi yang akan mereka tuju.

“Myung, kau ingin pulang? Katanya mau jalan jalan.”

Myungsoo yang sedang tak fokus hanya berdehem pelan.

Mobil itu lalu berbelok ke arah sebuah kawasan tak asing. Mata Myungsoo makin melebar.

Ia terbelalak begitu mobil mereka berhenti tepat di depan rumahnya.

Glek!

“Ke-kenapa?” Myungsoo tergagap. Pikirannya kalut.

Jangan jangan, orang itu berada di rumahnya. Semalaman!

Dia penguntit.

“Yak, Myung! Kau kenapa?”

Myungsoo menarik rambutnya frustasi.

“Aaaah! Sialan!” Myungsoo meninju stir di depannya.

“Myung-”

Belum sempat Suzy menyelesaikan kata katanya, Myungsoo sudah mendekapnya erat.

“Suzy, apapun yang terjadi, kau jangan jauh jauh dariku. Ne?”

Suzy mengangguk ragu. Antara yakin dan tidak. Myungsoo sungguh membingungkan.

“Pokoknya kau tidak boleh jauh jauh dariku!” Suara Myungsoo meninggi.

“Gwaen-”

“Semalam, orang itu menginap di rumah kita…” Mata Myungsoo memicing. Pelukannya makin erat.

Suzy tercekat seiring ponsel Myungsoo yang berbunyi. Tanda email masuk.

Myungsoo perlahan membukanya. Jantungnya berdegup tak karuan.

Mata Myungsoo membulat tak percaya dengan apa yang dilihatnya.

Beberapa foto Suzy yang tengah tidur semalam. Dengan hanya memakai lingerie. Orang itu hanya mengambil foto Suzy. Tampak orang itu membelai rambut panjang Suzy.

“Keparat! Aku akan mencarimu!” Myungsoo menghempas ponsel itu geram. Pelukannya makin erat. Sangat erat.

“Myung! Sebenarnya ada apa?!” Suzy tak tahan lagi. Ia melepaskan pelukan itu. Menatap suaminya dengan mimik penuh tanda tanya.

Myungsoo hanya tersenyum samar. Mengusap wajahnya dan tersenyum lagi.

“Tidak ada apa apa. Sepertinya dark room akan kugunakan lagi.”

Suzy tergemap.

“Maksudmu?”

Myungsoo menggeleng. Tertawa pelan.

***

“Myung, setelah kita menyelesaikan kasus nanti. Aku ingin berlibur ke luar negeri, ne?” Tutur Suzy ketika makan malam.

Myungsoo hanya mengangguk. Sibuk dengan santapannya. Juga pikirannya yang saling beradu.

Malam itu Myungsoo memasang alarm anti maling. Rumahnya sangat ketat terjaga. Dia sudah memasang perangkap spesial untuk siapapun yang berani masuk ke rumahnya.

“Myungsoo, sepertinya ponselmu berbunyi.”

Tanpa basi basi, Myungsoo membukanya.

From: seoul.police@yahoo.com
To: kim.myungsoo@yahoo.com

Kalian punya kasus yang harus dipecahkan. Besok kalian ke kantor.

Kepala kepolisian.

“Kita punya kasus lagi, chagi.” Myungsoo tersenyum. Meneguk air putih setelah suapan terakhirnya berhasil melewati kerongkongan.

“Akhirnya! Yee! Setelah kasus ini selesai, akun bank kita bisa digunakan untuk jalan jalan ke luar negeri, ne?”

Myungsoo mengangguk.

“Kemana pun kau mau.”

“Bagaimana kalau ke Paris?”

“Tidak masalah.”

“Atau ke Bali?”

Myungsoo tertawa renyah.

“Terserah kau.”

Dan makan malam itu berakhir.

***

“Kasus ini sangat mengerikan.”

“Mwo?” Kening Myungsoo mengerut.

“Ini kasus pembunuhan seorang pelayan kafe. Dia ditemukan termutilasi di dapur kafe itu. Tepatnya di dalam sebuah panci sup.”

Mata mereka berdua membesar.

“Apakah mayatnya bisa diautopsi?” Tanya Myungsoo ragu.

“Ne, kita sedang dalam proses mengautopsi mayat tersebut.”

Myungsoo mengangguk.

“Suzy, ayo kita jalan jalan.”

Senyumnya perlahan mengembang. Tangannya menarik Myungsoo cepat.

“Kkaja!”

***

Suzy memutar bola matanya kesal.

“Lagi lagi rumah sakit! Bagaimana kalau kau menyebutkan kata jalan jalan itu, kita benar benar jalan jalan huh? Seperti ke mall? Shopping?”

Myungsoo tertawa renyah.

“Memangnya kau ke sini dengan cara terbang?” Myungsoo membela diri.

“Cih!” Suzy mengeluarkan semua sumpah serapahnya tepat saat mereka masuk ke ruang autopsi.

“Kami menemukan banyak keganjalan pada tubuh korban.” Kata dokter yang menangani proses autopsi.

“Apa yang terjadi?”

“Mata korban dan semua giginya hilang. Dia juga mengalami penyiksaan yang luar biasa kejam.”

Suzy membekap mulutnya tak percaya. Nori yang ada di mulutnya terjatuh. Sementara Myungsoo serius mendengarkan sang dokter.

“Dan jantungnya pun diambil.”

Suzy mulai mual.

“Gwaenchana, chagi?” Myungsoo tampak khawatir.

Suzy menggeleng.

“Aku hanya tak habis pikir dengan orang itu.”

“Kami juga menemukan sidik jari di kulit korban dan setelah kami selidiki, kami menemukan sidik jari mu.”

Jleb!

“Yak! Aku dijebak!” Myungsoo bersikeras. Sorotan matanya penuh kemurkaan.

“Ne, itu bisa terjadi. Kheundae, darimana pelaku bisa menggunakan sidik jarimu?”

Suzy mulai was was.

“Aku rasa aku sudah tahu siapa pelakunya.” Tangan Myungsoo terkepal.

“Siapa?” Tanya dokter itu.

Myungsoo hanya tersenyum dan segera menarik Suzy keluar dari sana tanpa kata.

***

Myungsoo membuka amplop data si korban saat mereka sudah berada di luar.

Myungsoo membacanya perlahan. Seperti mengenal nama itu. Suzy yang penasaran, ikut menengok kertas itu.

Matanya seketika membelalak tatkala melihat data diri korban beserta fotonya.

Nama: Krystal Jung
Pekerjaan: Pelayan Kafe

“Kryst-”

Airmata Suzy saat itu juga langsung merembes keluar. Ia menjerit sekuat tenaga. Semua yang ada disekitar melihatnya. Antara iba dan bingung. Dadanya benar benar sesak.

Suzy menangis sejadi jadinya. Ia tertekan. Ia benar benar tertekan. Jiwanya terguncang hebat. Seakan seluruh saraf sarafnya putus dengan kecepatan maksimal.

Krystal adalah sahabatnya. Sahabat satu satunya.

Myungsoo langsung mendekap Suzy erat. Mencoba menenangkannya dengan tepukan halus di punggung.

Suzy tak bisa diam. Dia masih terisak. Isakannya makin menjadi jadi.

Myungsoo lantas memutuskan membawa Suzy ke mobil dan kembali ke rumah untuk menenangkan diri.

***

Suzy masih menangis. Sementara Myungsoo tak henti hentinya menepuk punggung Suzy. Cara itu sangat tepat untuk menghilangkan beban di dada.

“Gwaenchana, chagi… aku akan membalas perbuatan orang ini. Tenang saja…” Bisik Myungsoo geram. Ia benar benar marah. Sangat marah.

Krystal dan Suzy sudah bersahabat sejak menginjak SMP. Mereka akhirnya berada satu SMA dan kembali meneruskan kebersamaan mereka. Setelah lulus, Suzy dan Krystal berpisah. Suzy yang dinikahi Myungsoo akhirnya pindah ke rumah Myungsoo, sedangkan Krystal pulang ke kampung halamannya. Selama ini mereka masih sering berkomunikasi lewat jejaring sosial. Mereka masing masing sering bercerita tentang hidup mereka. Suzy  pernah bercerita tentang kehidupannya yang seperti berada di neraka ketika malam pertamanya dengan Myungsoo dan Krystal yang sedang menikmati musim gugur di kampung halamannya.

Suatu hari Krystal berkata bahwa ia akan pergi ke Seoul untuk mencari kerja dan hal itu akan menjadi surprise untuk Suzy. Krystal tak mau mengatakan kapan dia akan ke sana karena ingin mengejutkan Suzy.

Tapi, baru sehari gadis itu bekerja di Seoul, dia sudah mendapatkan musibah sekeji ini.

Suzy benar benar frustasi.

Terlihat dari matanya yang kosong meski airmatanya sudah tak mengalir lagi.

Myungsoo masih memeluknya. Ia tak akan melepaskan istrinya itu sampai Suzy mau berbicara. Sudah seharian ini wanita bermata berlian itu bungkam. Matanya seolah mati.

“Suzy… aku akan membalas orang itu lebih dari yang dia lakukan kepada sahabatmu. Tenanglah dan kumohon berbicaralah padaku…” Myungsoo mengecup pucuk kepala Suzy sayang. Menghirup sedalam dalamnya aroma khas istrinya itu. Aroma favoritnya.

***

Bagaimana Myungsoo? Kau ingin mengambil kasus ini? Karena kau tak juga membalas emailku selama tiga hari. Seharusnya detektif sekelasmu bisa memecahkannya hanya dalam satu minggu atau bahkan hanya dalam hitungan hari.” Kata kepala kepolisian lewat telepon.

“Jwosungeyo, istriku sedang sakit. Aku tak mungkin meninggalkannya sendiri. Detektif Bannori adalah gabungan Myungsoo dan Suzy. Kalau Suzy tak ada, maka Detektif Bannori tidak akan ada.” Jawabnya dingin. Mereka berada di rumah sakit terdekat.

“Hmm, kalau kau tak mau mengambil kasus ini, aku bisa menyerahkannya kepada yang lain. Kudengar dengar ada detektif baru.”

Myungsoo mengepalkan tangannya.

“Dengar! meskipun kau membatalkan kasus ini, aku akan tetap mencari pelaku itu sampai dia gila dan mati perlahan! Aku akan memperlakukannya seperti binatang!” Suara ketus itu membuat kepala polisi terbatuk.

“Baiklah. Sebaiknya kau memulihkan dirimu. Aku akan tetap mempercayakan kasus ini padamu. Kheundae, untuk sementara, aku akan meminta bantuan detektif baru itu.”

“Terserah!” Myungsoo langsung menutup telepon meski si penelpon masih ingin berbicara.

Fokusnya kembali teralih ke sang istri. Myungsoo menghembuskan nafas berat saat melihat Suzy yang terbaring lemas. Keadaan Suzy sangat memprihatinkan. Ia masih tertidur meski tidak koma. Dia sudah tertidur selama tiga hari dan enggan berbicara. Dia bangun hanya ketika suster ingin mengecek keadaannya.

Dia sama sekali enggan mengeluarkan suara. Matanya benar benar kosong.

“Suzy, apa yang harus aku lakukan? Aku… aku… seperti tak punya semangat hidup.” Myungsoo menenggelamkan kepalanya. Tangannya tak lepas menggenggam erat tangan istrinya. Pisang yang ada di sana tak pernah ia sentuh. Bahkan Myungsoo membawakan beberapa plastik nori kesukaan wanita itu dan juga game favoritnya. Tapi wanita itu tak menyentuhnya sama sekali.

“Aku rindu saat kau mengataiku monyet. Aku tau filosofinya.” Ia tertawa hambar.

Myungsoo membelai wajah Suzy perlahan. Matanya sayu. Sudah tiga hari ini dia menolak untuk menutup matanya. Ia hanya tidur saat suster memeriksa Suzy, setelah itu ia minta dibangunkan lagi.

“Suzy…”

Ponselnya tiba tiba berdering. Ada email masuk.

From: anon@yahoo.com
To: kim.myungsoo@yahoo.com

Ada apa dengan istrimu? Dia sakit? Salah siapa?

Mata Myungsoo berkilat murka. Ia mencengkram benda persegi itu. Lalu dengan cepat, ia menuliskan kalimatnya.

Hei tuan! Aku akan menemukanmu! Aku tau kau berada di rumah sakit ini. Aku tahu, kau berada di sini!

Tak ada balasan.

Myungsoo tersenyum miring.

Ia melangkah kaluar dari kamar. Memanggil suster untuk menjaga Suzy sebentar.

Dan ia pergi ke tempat orang itu berada.

***

Kepolisian sudah memberikan alat pelacak itu kepada Myungsoo dan dia berhasil mengetahui keberadaan si pengirim.

Dia berada tepat di rumah sakit itu.

Myungsoo berjalan. Menelusuri koridor rumah sakit. Ia mencari ke semua tempat dan dia belum melihat tanda tanda mencurigakan dari seseorang yang ada di sana.

Saat Myungsoo menoleh ke arah barat, tak sengaja ia menangkap seseorang yang sangat mencurigakan. Dia mengenakan penutup mulut, kacamata dan topi. Postur tubuhnya seperti pria.

Myungsoo tersenyum dan berjalan pelan ke arah pria itu. Lalu pria misterius itu menoleh ke arah Myungsoo. Mata mereka bertemu.

Pria itu langsung berlari dari sana. Terlihat sengaja membuat dirinya dilihat Myungsoo. Aksi kejar mengejar itu tak terelakkan.

Myungsoo sempat melayangkan beberapa tembakan ke arah pria itu namun nihil. Dia berhasil menghindar.

Pria itu berlari sampai ke parkiran. Ia mengambil mobil dan menancap gas sekencang mungkin.

Myungsoo tak tinggal diam. Dia ikut menancap mobilnya mengikuti arah mobil itu pergi.

Acara kejar mengejar itu terus berlanjut. Myungsoo tetap melemparkan peluru ke arah mobil itu dan tetap saja meleset.

Myungsoo membanting stirnya saat pembelokan. Pria misterius itu menghilang di sana.

Myungsoo berhenti. Ia keluar dari mobil dengan pistol mengacung.

“Aku tak akan membunuhmu di sini! Tenang saja!” Myungsoo menatap sekelilingnya. Area kosong.

“Karena aku tak akan puas kalau kau hanya mati begitu saja!” Bibirnya tersungging sebuah smirk.

“Aku akan membuatmu merasakan neraka sebelum kau ke neraka!”

“Bukankah itu cukup menarik huh?”

Myungsoo tetap bermonolog. Tak ada yang menjawabnya.

Myungsoo mendesis. Mengecek arlojinya sejenak.

“Suzy…”

Ia bergegas kembali ke mobil  dan menancapkan gas ke rumah sakit. Ia tak bisa meninggalkan Suzy lama lama.

***

Saat ia berada di kamar, ia melihat pria asing duduk di tempatnya. Myungsoo memberang.

“Yak! Apa yang kau lakukan di tempat dudukku?!” Volumenya meninggi. Pistolnya teracung tepat di kepala pria itu.

Pria itu refleks mengangkat tangannya. Ia menoleh dan melemparkan senyum ramah.

“Annyeong! Namaku Choi Minho, dan aku adalah detektif baru itu. Kupikir kepala kepolisian sudah memberitahumu.”

Myungsoo perlahan melunak. Ia menurunkan pistolnya. Tapi matanya masih menajam setajam serigala.

“Apa yang kau lakukan di tempat dudukku?” Suaranya masih ketus.

“Eh, aku kesini untuk menjenguk teman yang akan satu tim denganku.”

“Satu tim? Cih. Bannori hanya memiliki dua orang. Tiga orang sangat berlebihan.” Myungsoo mendecak. Menatap remeh detektif baru itu.

Minho tampak kikuk.

“Aku, aku hanya detektif yang akan bekerja sama dengan detektif Bannori. Aku bukan ingin menjadi bagian dari kalian. Itu saja.”

“Hah? Bannori selalu bekerja berdua. Bahkan untuk kasus serumit apapun.”

“Ta-”

“Lebih baik kau urus dirimu sendiri dan aku akan mengurus kasus ini bersama Suzy saja. Kalau bisa, kita beradu kecepatan. Siapa yang akan menemukan pelakunya terlebih dahulu. Huh?”

“Mwo?! Aku tidak bisa menerimanya. Aku pasti kalah. Kalian adalah profesional. Aku… hanyalah fans kalian.”

“Fans?” Myungsoo mendecak.

“Ne. Aku sangat mengagumi Suzy. Dia adalah detektif yang hebat!”

Ekspresi Myungsoo langsung berubah.

“Mwo? Apa yang baru saja kau katakan huh?”

“Aku adalah fans Suzy.” Minho tersenyum.

Bugh!

Myungsoo berhasil mengenai wajah tampan Minho. Ada lecet di bibirnya.

“Waeyo? Kau kenapa?” Minho membela diri. Menyeka bibirnya yang mulai terasa perih.

“Suzy adalah istriku!”

“Ne. Aku tau. Lalu kenapa kau menghajarku?” Minho tampak menyembunyikan rasa kesalnya.

“Beraninya kau katakan itu di depanku!” Myungsoo mendecak.

“Bahwa aku adalah fans Suzy? Apa yang salah dengan itu?”

“Suzy bukan detektif yang hebat. Dia bahkan tidak bisa memecahkan teka teki yang dulu aku buat. Teka teki yang sangat mudah.”

Minho menelan salivanya gugup.

“Jadi apa maksudmu mengatakan hal itu? Huh?” Myungsoo menyudutkan pria itu dengan tatapan membunuhnya.

Minho kehilangan kata kata. Selama beberapa saat, keadaan canggung mencengkram kedua pria itu.

“Sebaiknya kau pergi saja. Biar aku yang mengurus kasus ini.” Myungsoo mendorong Minho dari tempat duduknya. Ia menyuruh suster untuk mengusir Minho.

Dan hening kembali meraja setelah pria berdasi itu pergi. Hanya ada Myungsoo, dan Suzy yang tertidur bak rapunzel.

“Suzy…” Myungsoo menggenggam tangan Suzy.

“Sepertinya liburannya akan kita tunda. Ada banyak masalah di sini.” Ia mengecup telapak tangan porselen itu damai dan menjatuhkan kepalanya di kasur.

***TBC***

45 thoughts on “FF Bannori PART 2

  1. Yeay first
    Siapa kira kira pria yg suka ngirim email ke myungsoo? Apa choi minho yg sekaligus fans nya suzy? Dan krystal dimutilasi, hoh pelakunya mirio kek myungsoo yg psikopat, dark room nya ngeri ya org disiksa dibunuh myung disitu, apa orang tuanya juga dibunuh di dark room ?dan beruntunglah suzy punya suami cem myungsoo, Lanjut lanjut

  2. Omo. Gila banget org yg memutilasi krystal. Ksihan suzy dia shock bgt, sahabat baiknya dibunuh secara keji.
    Iihh, siapa sih si penguntit itu ? Bkin penasaran bgt.
    Ah. Akhirnya minho muncul jga.

  3. Siapa Minho sebenarnya. Apa dia peneror itu dengan menyamar jadi agen dan fens Suzy.
    Kasian suzy yg shock karena kematian sahabat nya. Myungsoo juga kasihan dia sayang banget sama suzy. Walaupun dia punya sisi agak menakut kalau marah. Dan kadang dia kayak psikopat tapi sangat takut suzy meninggalkan nya

  4. Wah minho sdh muncul…siapa kira2 yg meneror myungsoo?dan knp saat suzy bc email itu suzy merasa takut..apa yg diketahui oleh suzy?duh jd penasaran.. ditunggu kelNjutanny?. Hwaiting

  5. penasaran siapa yang neror detektif bannori? tega banget. pertama ngira kalo minho yang neror, ternyata bukan. ya sudahlah nunggu next chapnya aja. jangan kelamaan ya eonni

  6. Semakin menarik dan always bikin penasaran. Choi kodok muncul,,, kira-kira dia jahat apa nggak yah? Apa sebenarnya dia yg dah teror MyungZy? Aigooo,,, siapa yg mau bantu jawab. Hihiii
    Btw, Krystal kasian banget tuh yeoja. Nasibnya sungguh malang. Suzy sampai sakit gitu karena krystal meninggal. Apa motif pembunuh itu sampai krystal dibunuh? Next part ditunggu

  7. Ugh serem serem memutilasi orang kaya gitu.. Nggak myung nggak si pelakunya kenapa kepribadian mereka begitu menyeramkan ? Aduh duh…
    Emang apa yang terjadi dimasa lalu ? Jadi penasaran

  8. myung bnr” nyeremin dy k suzy aja bisa kasar kya gitu apalagi k orng lain dy lebih nyeremin. myung tuh kya punya banyak kripadian, dy kadang sweet, konyol, lembut dan SEREM
    kira” siapa orng yg ngirim teror k myung sm suzy? apa minho? itu bisa aja kn?
    aigoo mkin pnasaran
    NEXT PART😀

  9. aigoo kalo aku jadi suzy aku juga pasti akan seperti itu di saat mengetahui bahwa sahabat terdekatnya mati dgn cara yg sangat sadis.

    kenapa aku curiga sma minho ya?
    next partnya ditunggu author fighting

  10. ” aigoo kalo aku jadi suzy aku juga pasti akan seperti itu di saat mengetahui bahwa sahabat terdekatnya mati dgn cara yg sangat tragis.
    kenapa aku curiga sma minho ya?

    next partnya ditunggu author fighting

  11. ” aigoo kalo aku jadi suzy aku juga pasti akan seperti itu di saat mengetahui bahwa sahabat terdekatnya mati dgn cara yg sangat sadis.
    kenapa aku curiga sma minho ya?

  12. Aku kok curiga sma Minho!! . . .

    Kasian suzy. . . . Jdi korban.
    Myyng kejam juga sma istrinya sendiri
    Next izin baca

  13. hmmm semakin menarik n membuat penasaran…jgn2 pelakunya sengaja membunuh krystal untuk memberikan petunjuk sm myungzy,sm spt dlu waktu myung memberikan teka teki sm suzy…next

  14. dark room. tempat myung menghukum orang. mau di gunakan lg?
    siapa yg mengirim email itu. stalker bgt. sampai menginap di rumah myungzy dan mengirim teror. minho kah? si detektif baru yg ngefans (katanya) sama suzy? tp aku msh mencurigai jong in orang yg sudah lama tak di temui. mungkin mau balas dendam.

  15. Makin penasaran sma kelanjutannya
    Kenapa harus krystal yg dibunuh? Knapa juga tuh orang neror myungsoo oppa?
    Pasti kebanyakan readers ngira penerornya itu minho, tpi apa bener minho?

  16. ahh.. penasaran.. si myung beneran psycho?? aku ngakak pas baca eon.. lagi tegang2nya tiba2 ada kata kata “kolor”.. ketegangan hilang seketika.. hahbaba.. “kolor” aku jadi inget lagu dangdut.. hahha.. siapa yang nerorr?? aku kura si minho.. hahahha.. tunggu kelanjutannya lah.. kekkkeke.. semangat eon^^

  17. Makin seruu thor..
    Siapa yg ngebunuh krystal dan neror myungzy?apa minho?tapi minho kan detektif juga..
    Author jjang
    Myungzy jjang

  18. aku ngerasa semua perbuatan myungsoo, dalam arti dia punya kepribadian ganda, tapi nggak mungkin buktinya td ada orang yang di kejar, jangan” kim jongin!

  19. gak mungkin minho ya,,,,minho ada di kamar inap suzy,,,trus siapa yang dikejar myungsoo???
    kim jong in kah,,,dia balas dendam sama myungsoo karena membunuh keluarga nya,,,
    di part 1 kan cuma ngomong jong ah dan keluarganya,,,

    semakin membuat penasarannnnnn

  20. hemm… aku yakin itu minho tapi kenapa seperti bukan minho ya?😀 sotoy sih..
    sebenernya myungsoo itu punya kepribadian yang gimana sih? aneh..
    eh tadi belum ngomong anu di part sebelumnya. itu soal kulit pisang. untung gak di kepala botaknya si pak polisi😀 kalo anime udah dibuat wajah merah keluar asap dari hidung dan telinga yang berbunyi ngiiiinggg seperti air yang sudah masak dalam teko😀

  21. author daebbak…part ini sukses di buat tegang n ngeri pas baca krystal di mutilasi.. yang ngirim email itu kim jong in bukan ya? kan pas di part 1 yg d kabarkan meninggal cuma kim jong ah..
    wah kemana orang tuanya myung n suzy ya??? serem juga sama sifat myung yang kek gitu,..

  22. Semakin menarik ceritanya (Y) tpi kasian jga sama krystal😦 astaga sadis sekali….. Suzy sangat terpukul ;( dia bahkan tdak mau berbicara dengan myungsoo ;(

  23. Siapa Minho sebenarnyasihhh…
    Apa dia yang neror dengan menyamar jadi agen dan fans Suzy.
    Kasian suzy yg shock karena kematian krystal.

  24. ngeri juga punya rumah yang ada dark roomnya bikin takut aja,suka banget sama moment myungsoo dan suzy kalau lagi berantem.siapa minho sebenarnya?
    kasihan banget sama krystal #prayforkrystal 😭😭😭

  25. Minho bkn ya org misterius nt,,,
    Myung kyaknya frustasi bgt,,,
    ikkkh ngeri ngbyangin jasad’a Kyris yg dimutilasi…
    Semngat🙂

Tinggalkan Balasan Anda, Dear

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s