FF Bannori PART 3

image

Title: Bannori
Author: @vhyra_pabbo
Genre: Romance, Mystery, Thriller, Married life, suspense, Psychology, etc.
Main Cast: Kim Myungsoo, Bae Suzy, Choi Minho
Sub Cast: Kim Jong in, Krystal Jung, Choi Jinri, Oh Sehun, OC’s and etc (SubCast dapat berubah sewaktu-waktu)
Length: Chaptered

Warning: Ini adalah cerita yang saya buat murni dari pikiran saya. Cerita ini hanya fiktif belaka. kalau ada kesamaan tokoh, tempat, dan cerita itu merupakan bukan kesengajaan. Ghamsahamnida~ Bow

Happy Reading!

***Previous Part***

“Suzy…” Myungsoo menggenggam tangan Suzy.

“Sepertinya liburannya akan kita tunda. Ada banyak masalah di sini.” Ia mengecup telapak tangan porselen itu damai dan menjatuhkan kepalanya di kasur.

***PART 3***

Keadaan Suzy mulai membaik setelah menjalani banyak terapi. Ia mulai menyentuh makanan yang di sediakan Myungsoo. Biasanya dia hanya makan makanan dari rumah sakit. Sangat membosankan rasanya hanya mengkonsumsi bubur selama dua minggu.

“Su-” Myungsoo terperangah melihat Suzy yang duduk di kursi roda—Myungsoo baru saja dari supermarket—Wanita itu menghadap ke jendela dan ada beberapa kulit pisang yang berjatuhan di lantai.

Wanita itu sudah menghabiskan semua persediaan pisang Myungsoo. Bahkan nori yang Myungsoo bawa tak disentuh sedikitpun.

“Suzy, kau…”” Myungsoo menghentikan ucapannya begitu melihat Suzy menoleh. Airmatanya mengalir dengan mulut penuh.

Myungsoo langsung menarik wanita itu ke pelukannya. Menepuk nepuk pundaknya pelan. Mengusap kepalanya.

“Akhirnya, kau menunjukkan ekspresi lagi…” senyum Myungsoo mengembang. Dadanya terasa ringan sekarang.

“Aku merindukanmu…” gumam pria itu.

“Myung…”

“Hmm?”

“Aku mau pulang.”

“Ne. Dilaksanakan!” Myungsoo melepaskan pelukan itu. Di tatapnya wajah istrinya yang polos itu. Semakin cantik dan menawan. Auranya terpancar hebat. Ia bisa melihatnya.

Myungsoo tersenyum. Lalu dalam sapuan kecil, ia memberikan satu ciuman kepada bibir Suzy yang belepotan.

Mata Suzy perlahan membesar. Ia tak memberontak. Ada senyum sekilas. Dadanya seperti hanya berisi udara. Sejuk dan damai.

Myungsoo memberikan satu kerlingan nakal setelah ciuman itu berakhir.

Suster yang baru saja datang, dengan cepat keluar lagi tatkala melihat adegan tadi.

Tawa Myungsoo meledak melihat ekspresi suster itu.

“Yak… diam…” suara Suzy masih lemah. Mungkin karena ia hanya menghabiskan waktunya di tempat tidur dengan selang infus.

“Yak chagi, kau tidak melihat ekspresi suster tadi? Wajahnya memerah! Huahahaa!” Myungsoo masih tertawa terbahak bahak.

Suasana ramai itu langsung berhenti begitu Suzy menyumpal mulut Myungsoo dengan satu jarinya. Menyuruhnya diam.

“Hush… ini rumah sakit…” Suzy tersenyum.

Myungsoo berhenti. Kini tak ada lagi suara yang terdengar di ruangan itu.

***

Myungsoo menggendong Suzy menuju kasur. Mereka sudah berada di rumah.

Myungsoo menidurkan Suzy dan menyelimutinya.

“Tidur saja dulu. Aku yang akan menyiapkan makan malam.”

“Myung…”

“Hmm?”

“Gomawo.”

Myungsoo hanya tersenyum melihat mimik Suzy yang tidak biasa. Terlihat bahwa Suzy benar benar berterima kasih atas apa yang sudah dilakukannya.

Dua minggu di rumah sakit. Myungsoo terus menerus menjaga Suzy. Tak ada yang bisa menyentuhnya bahkan seekor nyamuk sekalipun. Jam tidurnya jadi terganggu karena dia hanya akan tidur jika ada suster yang menjaga Suzy. Dia pun hanya keluar kamar hanya untuk membeli makanan di supermarket yang ada di wilayah rumah sakit. Pria itu tak lupa mengganti bunga yang ada di sana setiap hari. Tak hanya itu, Myungsoo juga mencoba menghibur Suzy dengan cerita buatannya yang berlanjut setiap hari. Sekarang sudah episode ke 13 sejak Suzy masuk ke rumah sakit dan belum tamat karena Suzy sudah ingin keluar.

Saat itu, tak ada waktu untuk pria itu menerima telepon dari kepolisian. Dia mematikan ponselnya. Dia mendedikasikan waktu dua minggunya untuk melayani Suzy semampunya.

Sisi Myungsoo yang lain.

Airmata Suzy tiba tiba mengalir setelah Myungsoo meninggalkannya ke dapur.

Suzy masih mengingat Krystal. Tak mungkin ia bisa lupa.

Tapi kali ini, ia menangis untuk Myungsoo.

Meski saat itu Suzy hanya tidur, ia seringkali mendapati Myungsoo menangis malam malam. Pria itu menenggelamkan wajahnya di kasur dan menangis. Meski tak terlalu kentara, tapi Suzy bisa merasakannya.

“Myungsoo… aku… mungkin… aku beruntung memilikimu…” Suzy menutup wajahnya. Mencoba menahan isak tangisnya.

***

-Di rumah-

“Myungsoo…”

“Hmm?” Myungsoo berhenti menyuapi Suzy, menatap gadis itu penuh tanda tanya.

“Kau tak lupa membawa game ku kan?”

Tawa Myungsoo langsung menyembur. Dikiranya ada sesuatu yang penting. Ternyata…

“Ne. Ada di kardus. Sekarang makan… aaa…” Suzy tersenyum seraya menerima suapan terakhir itu.

“Masakanmu tidak enak.”

“Tapi habis juga.”

“Yak aku terpaksa! Kalau tidak, mungkin aku akan dimasukkan ke dark room. Hiiii!” Suzy merinding sendiri.

Tiba tiba Myungsoo mengingat sesuatu.

“Suzy, kau minum ini dan tidur ne? Aku ada urusan sebentar.” Myungsoo menyerahkan segelas air putih dan sleep pil

Suzy mengangguk. Segera memenuhi perintah Myungsoo.

Pria itu membereskan kasur dan menidurkan Suzy.

Setelah itu, ia buru buru pergi ke ruang rahasianya. Dark room.

Ia telah sampai, kakinya berhenti melangkah begitu mencapai pintu. Ada password yang harus dimasukkan sebelum memasuki ruangan itu.

Cklek!

Pintu terbuka.

Pandangan yang biasa baginya, tapi tidak untuk orang awam.

Ia masuk dan menelusuri bagian bagiannya. Ada bau busuk yang tercium. Lalu matanya tak sengaja melihat ada sesuatu yang tak pernah ia taruh di ruangan itu.

Matanya membesar.

Di atas nampan, ada beberapa butir gigi orang dewasa, satu buah jantung, dan dua bola mata yang sudah membusuk.

Jantungnya benar benar terpacu.

Bagaimana bisa?

Dia memasang password di pintunya.

Bagaimana bisa?!

“Kami menemukan banyak keganjalan pada tubuh korban.”

“Apa yang terjadi?”

“Mata korban dan semua giginya hilang. Dia juga mengalami penyiksaan yang luar biasa kejam.”

“Dan jantungnya pun diambil.”

Tanpa berkata apa apa, dia mengambil sarung tangan karet, lalu membereskan benda benda itu. Menaruhnya ke plastik untuk penelitian.

“Apa maksud dari semua ini huh?” Gumamnya sembari berjalan menuju kamar.

***

Myungsoo membuka laptop saat Suzy sudah tidur. Membuka galeri. Ada yang harus dia pastikan. Dilihatnya foto foto yang ada disana.

Hanya ada foto Suzy.

Foto Suzy waktu bulan madu setahun yang lalu di Jeju. Foto Suzy waktu tidur.
Foto Suzy waktu mandi.

Myungsoo tersenyum lalu membuat folder baru untuk foto foto vulgar itu. Ia menyembunyikan foto itu dengan fitur hide photo.

Jarinya kembali men scroll ke bawah.

Foto Suzy waktu di Jepang delapan bulan yang lalu. Foto Suzy saat SMA. Foto Suzy dengan Krystal.

Foto Suzy dengan seseorang.

Mata Myungsoo membelalak. Dia tak pernah menaruh foto itu di sini.

Wajah orang itu di blur.

“Siapa…” ia menaruh jarinya di bibir. Alisnya bertaut.

“Jangan jangan… orang yang melakukan ini adalah orang yang pernah bersekolah di SMA Freland.” Gumamnya.

Lalu ada satu hentakan yang membuatnya murka.

Kalau dia bisa membuka laptopnya yang sudah di pasang password—Hanya dia dan Suzy yang mengetahui password nya—berarti dia juga melihat foto Suzy waktu di kamar mandi itu!

Myungsoo menjerit frustasi. Ia mencengkram rambutnya. Seperti putus asa.

“Sial! Sial!” Ia menggebrak gebrak meja.

Suzy jadi terbangun.

“Myung… gwaenchana?”

“Ne. Tidurlah chagi.” Suaranya datar, tapi ekspresinya sangat murka. Untung Suzy tak melihat wajah merahnya itu.

Ia kembali menatap foto foto yang ada di sana. Ada satu keanehan di setiap foto liburan yang Myungsoo ambil. Di pulau Jeju, di Jepang, dan tempat tempat mereka berada setelah menikah. Ada sosok yang selalu tertangkap kamera. Sosok itu mengintip di balik benda yang bisa menyembunyikannya. Ia memakai kacamata dan masker.

“Aku akan melakukan apapun untuk menangkap orang ini. Apapun…” senyum ganjil tiba tiba menghiasi wajah yang semula putus asa itu. Tangannya terkepal.

***

“Kau lihat pria yang makan pisang di sana?” Bisik seseorang.

“Ne? Waeyo?”

“Dia adalah detektif. Katanya dia pernah menangani kasus pembunuhan dan beberapa kali membantu polisi.”

“Kudengar dengar dia tinggal sendirian di Seoul.”

“Kemana orang tuanya?”

“Molla. Tapi katanya orang tuanya sudah meninggal karena dibunuh.”

“Mwo?!”

“Yak jangan keras keras! Nanti dia mendengarnya.”

“Ne ne. Lalu?”

“Dia berhasil menangkap orangnya.”

“Mwo?! Wah luar biasa!”

“Tapi orang itu tidak masuk penjara.”

“Mwo?!”

“Dia menghilang begitu saja.”

***

Hari itu Suzy memaksa Myungsoo untuk mengurus tugasnya di kepolisian. Memecahkan kasus pembunuhan Krystal. Sementara dirinya, dipaksa berdiam diri di rumah untuk pemulihan.

Suzy sendirian.

Semua pintu di kunci. Suzy tak bisa kemana mana sekarang.

Suzy menyalakan TV. Menekan nekannya malas.

“Huh… seharusnya aku ikut saja. Bannori tanpa aku kan…” Suzy menghentikan kata katanya. Ia tertawa sendiri mengatakan kata ‘Bannori’ yang jelas jelas tak ia sukai. Ia benci orang orang menjuluki mereka detektif Bannori hanya karena kebiasaan makan mereka yang aneh.

Suzy lalu berfikir mengambil cemilan di dalam lemari. Ya, Myungsoo menepati janjinya dengan membelikanmya persediaan nori selama satu tahun. Cemilan itu menumpuk di kamar. Ada beberapa dos. Dan konsol game terbaru. Pasti mainnya lebih memuaskan dengan benda itu. Tak lupa ia mengambil sesisir pisang untuk dikonsumsi.

Setelah mencoba buah kesukaan Myungsoo itu, ia mulai merasa buah itu sangat enak. Tak heran Myungsoo menjadikannya sebagai cemilan wajib.

Suzy memutuskan mengambil semuanya dan mulai bermain.

Saat ia memilih milih kaset untuk dimainkan, tak sengaja matanya menangkap satu kaset yang dirasanya tak pernah ia beli. Mungkinkah Myungsoo yang membelinya?

“Tapi, sepertinya ini bukan kaset game.” Suzy menerawang benda persegi itu.

Untuk Suzy.

“Untukku?”

Suzy memasukkan CD itu ke DVD player. Menonton apa yang ada di dalamnya.

Pelan pelan, mulai terdengar suara berat. Seperti suara yang disamarkan. Seseorang muncul mengenakan topeng sirkus. Ia melambai ringan ke kamera dengan ekspresi ceria. Berkat topeng sirkusnya yang tersenyum lebar. Mengerikan.

Mata Suzy memicing. Dia seperti mengenal backround tempat orang itu shooting.

Orang itu memperlihatkan semua barang barang yang ada di sana.

Mata Suzy membelalak begitu kamera itu mengarah ke seseorang yang kedua tangannya tengah terborgol. Wajahnya sudah babak belur.

“Kryst…” Suzy membekap mulutnya. Airmatanya mengalir begitu saja. Dadanya seperti dijatuhi beban berat. Lagi lagi.

Ia menahan isakannya.

“Kryst..”

Kamera itu menyorot seluruh tubuh Krystal yang tampak berdarah darah. Tampak melemah. Matanya sayu. Tapi dia masih hidup.

‘Krystal-ssi… bisakah kau menyapa Suzy di kamera?’ Kata orang itu.

Krystal menggeleng keras. Airmatanya mengalir. Bercampur bersama darahnya.

‘Kalau kau tak mengatakannya… maka aku akan-‘

‘Su…zy…’

‘Bagus!’ Orang itu mengusap usap kepala Krystal dengan keras.

Krystal meringis. Tampak sangat kesakitan.

Orang itu lalu mengambil beberapa alat alat tajam. Krystal dibuatnya menjerit kencang.

‘Andwae!!! Cukup!!! Cukup!!! Jebaaal!!!’ Airmatanya merembes keluar. Tak terkontrol.

Suzy meringis. Ia terisak kini. Matanya makin membesar begitu kepala Krystal di pukul dengan palu. Darah merembes keluar. Wanita malang itu menjerit. Nafasnya terengah engah.

Belum sampai di situ. Pria itu juga mengeluarkan gergaji listrik. Ia memotong tangan Krystal dengan benda itu.

Krystal sudah di ujung maut! Nafasnya hampir habis.

Pria itu tertawa seperti kesetanan.

Suzy menjerit kencang begitu pria itu mencongkel gigi Krystal satu persatu.

Suzy melempar konsol game yang ada di dekatnya ke arah TV dengan sekuat tenaga.

Bruuk!

TV itu mati seketika. Bersama lampu yang juga tiba tiba padam. Sepertinya koslet karena TV itu mengeluarkan bau hangus.

Suzy ketakutan. Ia memeluk lututnya. Ia tak bisa berjalan. Kakinya ngilu. Ia menggigil.

Ia memanggil manggil nama Myungsoo.

Ponselnya tiba tiba berdering. Ia tak bisa mengambilnya. Ia terlalu takut untuk melangkah.

“Myungsoo!!!! Oppaaa!!! Oppa!!” Suzy terisak. Tak ada yang bisa dilakukannya. Ia benar benar tak tahu harus berbuat apa.

Ia takut. Apalagi ada ruangan mengerikan di rumah ini. Ia yakin, orang itu menggunakan fasilitas Dark Room untuk menyiksa Krystal.

“Oppa!!! Oppa!!!”

Tiba tiba, pintu terbuka. Myungsoo muncul dengan ekspresi kaget.

“Gwaenchana?!” Myungsoo langsung memeluk Suzy.

Suzy menggeleng. Bungkam.

“Untung aku memasang alat untuk memantau suara yang ada di rumah ini.”

“Saat aku mendengarmu menjerit, aku langsung menelponmu dan kembali ke sini. Tapi kau tak mengangkatnya. Kau me-reject nya.”

Deg!

Jantung Suzy seperti terpacu.

Tidak mungkin dia bisa me reject panggilan Myungsoo sementara ponselnya ada di kamar?

Pikiran pikiran buruk memenuhi otaknya.

“Kau benar baik baik saja kan?!”

Suzy menggeleng.

“Aku kan sudah menolak untuk pergi tapi kau terus memaksaku! Makanya jangan membangkang!” Bentak Myungsoo dengan segala ketakutannya. Ia takut jika terjadi apa apa dengan Suzy.

Myungsoo kini sadar, listriknya mati karena ulah Suzy.

Ia segera menelpon petugas listrik untuk memperbaikinya sebelum malam.

“Ayo kita ke kamar. Tenangkan dulu pikiranmu.” Suzy menggendong Suzy ala bridal menuju kamar.

Mereka tak sadar, ada sosok misterius yang berdiri di balik kegelapan. Ia bersembunyi setelah Myungsoo datang. Menuju dark room.

***

Myungsoo mengusap pelan rambut Suzy. Wanita itu tampak sudah tenang. Matanya sangat bengkak.

“Sebenarnya apa yang kau lihat huh?” Gumam Myungsoo sembari menatap wajah istrinya itu dari dekat. Matanya tertutup. Suzy terlihat sangat kelelahan.

“Hmm… entahlah, apakah aku harus mengatakan ini padamu. Aku baru saja dapat informasi mengejutkan dari kepolisian.” Gumam Myungsoo pada dirinya sendiri. Terus mengusap rambut Suzy sampai wanita itu benar benar terlelap.

“Detektif baru itu… sudah menemukan orang yang membunuh Krystal.”

Mata Suzy langsung terbuka lebar. Mata kaca itu menyambut Myungsoo dengan penuh tanya.

“Jeongmal? Detektif apa?”

“Ne. Namanya Minho. Dia pernah menjengukmu.” Myungsoo tersenyum. Senyum yang menyimpan sebuah rahasia.

“Kau yakin?”

“Ne. Polisi sudah menutup kasus ini.” Ekspresi Myungsoo masih terlihat menyimpan sesuatu.

Suzy perlahan tersenyum.

“Jadi kau membiarkan penjahat itu bebas di penjara? Tanpa merasakan apa yang dirasakan Krystal huh?” Suzy bersarkastik.

“Ne.” Myungsoo kehilangan kata kata. Entah mengapa, ia tak yakin dengan orang yang ditangkap Minho. Tak ada alasan baginya untuk mengambil orang itu lalu menyiksanya karena Minho lah yang menemukannya. Itu adalah mangsa Minho. Lagipula, semua bukti yang Minho tuturkan sesuai dengan orang itu. Myungsoo tak bisa berkutik.

Dalam hati, Myungsoo hanya ingin menenangkan Suzy dulu. Bukan berarti ia menyerah. Ia tetap waspada. Dan dengan ditutupnya kasus ini, dia bisa mencari penjahat sesungguhnya untuk ia balas. Setimpal.

“Myung…”

“Hmm?”

“Aku baru saja menonton video mengerikan.”

“Mwo?!”

“Video Krystal di bunuh.” Suzy tersenyum. Airmatanya keluar begitu saja. Aneh melihat senyum di antara airmata itu.

Deg!

Myungsoo seperti terpukul. Matanya berkilat marah. Dan hanya bisa mematung.

“Tempatnya di Dark Room. Aku tahu betul tempat itu. Aku…” Suzy menunduk. Ada jeda tercipta. Hening.

“Aku… pernah di kunci di sana kan?”

“Suzy…” Myungsoo mengangkat dagu Suzy. Menatap dalam dalam bola hitam pekat itu.

“Mianhe…”

“Myung.. kurasa aku belum bisa menangani kasus apapun saat ini.”

“Ne. Kita sebaiknya istirahat dulu untuk beberapa saat. Biar si anak baru yang menangani kasus selanjutnya.”

“Ne. Tidak baik berlarut lama lama dalam kesedihan. Toh, penjahatnya sudah tertangkap.”

Myungsoo terdiam. Suzy terdiam.

“Suzy…”

“Hmm?”

“Kau mau jalan jalan?” Myungsoo memecah kebisuan.

Mata Suzy membesar tanda antusias.

“Jeongmal?”

“Ne. Aku baru saja ditransfer uang oleh kepala Song Se Heol sebagai tertutupnya kasus Krystal. Meskipun bukan aku yang memecahkan, tapi kita masih menandatangani penanganan kan?”

Suzy tersenyum lalu menghamburkan pelukannya.

“Jalan jalan sungguhan kan?” Bisiknya sangsi.

“Yak!”

***

Mereka sudah mengemasi semua barang barang yang akan di bawa ke tempat tujuan. Mereka akan ke pulau Jeju. Mungkin tempat itu bisa mengembalikan momen momen indah mereka saat bulan madu setahun yang lalu. Juga untuk menenangkan pikiran Suzy. Bisa bisa otaknya cedera jika terus terusan memikirkan masalah Krystal dan kasus itu.

Semua manusia butuh istirahat. Dan itulah yang akan ia lakukan sekarang.

Mereka sudah memesan dua tiket. Suzy tampak gembira. Baru kali ini kata jalan jalan dianggap serius oleh Myungsoo. Jalan jalan yang sesungguhnya.

“Persediaan nori cukup?” Tanya Suzy meniru gaya bicara kepala kepolisian Song.

“Cukup komandan!”

“Game?”

“Dibawa komandan!”

Suzy terkikik geli. Myungsoo juga.

Ia lalu menarik tangan Suzy dan masuk ke mobil setelah barang yang dibutukan tak ada yang ketinggalan.

***

“Annyeonghaseyo, tuan dan nyonya Kim.” Staff hotel itu memberi salam. Bannori cukup terkenal di kawasan itu setelah insiden kamar hotel yang berhasil Myungsoo pecahkan.

“Silahkan menuju kamar VVIP untuk tamu spesial. Tuan Oh menunggu kalian.”

“Oh? Oh pria gila yang itu ya?” Gumam Suzy.

Myungsoo hanya tertawa. Ya, dia memang gila.

Saat bulan madu setahun yang lalu, Suzy banyak mengalami pengalaman tak terlupakan di wilayah ini. Termasuk pertemuannya dengan tuan Oh. Pemilik hotel itu.

“Annyeong Suzy.” Tuan Oh mencium telapak tangan Suzy begitu sampai di kamar.

Myungsoo dibuatnya berang. Ia refleks menghempaskan tangan pria mesum itu.

“Dibanding kata ‘gila’, mungkin yang pantas adalah kata ‘mesum’.” Bisik Myungsoo pada Suzy yang langsung membuat Suzy tertawa.

“Masih ingat denganku kan? Oh Sehun.”

“Ne. Bagaimana mungkin aku melupakanmu.” Myungsoo memutar bola matanya malas.

“Ne.” Suzy tersenyum.

Tuan Oh lalu meninggalkan pasangan itu berdua.

Ceritanya cukup panjang. Suzy dan Myungsoo berbulan madu di pulau Jeju setahun lalun. Di hotel Sehun.

Ada insiden di salah satu kamar. Ada mayat. Penuh darah.

Myungsoo menyelesaikan kasus itu dengan mudah sesuai dengan bukti bukti yang ada.

Pelakunya adalah Sehun sendiri.

Kenapa dia membunuh?

Karena pria itu memiliki kelainan tidur. Dia bisa membunuh orang saat tidur. Jadi tak ada alasan untuknya ditangkap karena membunuh tanpa kesadaran.

Setelah mengetahui gangguan tidurnya, dia segera berobat ke dokter. Dia sangat berterima kasih kepada Myungsoo karena berhasil membantunya. Maka dari itu, dia tak sungkan sungkan untuk memberikan Myungsoo penginapan dan pelayanan VVIP gratis kapanpun pria itu datang ke Jeju.

***

Myungsoo dan Suzy sedang menikmati makan malam mereka. Tiba tiba Myungsoo menoleh. Ia merasa sedang diperhatikan. Matanya memicing curiga kepada pria yang membaca buku menu di samping kiri agak jauh darinya. Cukup mencurigakan.

Lalu ia menoleh lagi ke arah berlainan. Lagi lagi seseorang seperti memperhatikannya.

“Suzy…”

“Ne?”

“Ayo kita ke kamar.”

Suzy memutar bola matanya.

“Kau mau apa di kamar huh? Aku ingin ke pantai saja. Pantai di sini-”

“Ayo main game.” Myungsoo memotong ucapan Suzy.

“Hah? Seorang Kim Myungsoo menantang Bae Suzy bermain game? Kau pikir kau sedang melawan siapa huh?” Jawab Suzy skeptis.

“Aku hanya melawan Suzy kan?”

“Kau sedang menantang juara satu dalam pertandingan game online se Seoul!” Suzy mengerucut.

Myungsoo tertawa.

“Kau juara game apa? Shooting game?”

“Ne!”

“Bagaimana kalau bermain poker denganku.”

“Poker? Yak kau pikir kau sedang melawan siapa huh?”

“Suzy lagi kan?”

“Kau sedang menantang juara dua dalam permainan poker online se Seoul! Pabbo!”

“Lalu siapa juara satunya?” Tanya Myungsoo dengan bibir miring.

“Akunnya anonim.”

“Itu aku chagi…”

“Mwo?!”

“Aku selalu mengikuti game yang kau ikuti di online. Untuk memantau istriku. Aku sengaja mengalah untuk menjadikan istri tercintaku juara satu. Tapi sekali sekali memenangkan satu game untuk membuatmu kesal cukup menarik bagiku.” Myungsoo tersenyum licik.

Ekspresi Suzy tak terjelaskan. Jadi selama ini Myungsoo hanya mengalah? Dia bukanlah juara satu sebenarnya?

‘Cih!’ Suzy kesal setengah mati.

Ia mengembungkan pipinya. Rasa ingin mengalahkan si juara satu anon itu membangkitkan semangatnya. Dia akhirnya menerima tantangan Myungsoo.

Myungsoo tersenyum. Dalam senyum itu, ada kegelisahan yang coba ia sembunyikan. Ia pikir akan aman jika malam itu mereka di kamar saja.

“Kkaja! Yang kalah harus melakukan sesuatu kepada yang menang. Arra?”

***

“Gawat! Tersangka pembunuhan tuan Kang melarikan diri! Namanya Choi Jinri! Segera lapor ke kepala Song!”

“Dilaksanakan!”

***TBC***

Annyeong readerdul!😄 Mana minho mana minho?! *panik sendiri* *dibidibidib*😄

Part ini khusus untuk kedua insan ini dulu ya. Kita ngadem dulu. Jadi part ini ngawur abis. Part selanjutnya si kodok bakal muncul dan nampaknya akan mulai serius. Nampaknya. Hihihihi *kuntilanak*

Sorry for mistake, typos, so on.

RCL!

Bows

40 thoughts on “FF Bannori PART 3

  1. omg penasaran banget thor siapa cowok yg pengutit myungzy thor terus kok bisa tau password dark room myungzy apa jangan2 cowok itu minho thor ? ditunggu yaaa thor next partnya fighting thor🙂

  2. waduh jadi penasaran siapa kira2 yg tahu pasword darkroom dan laptop myungsoo?apakah myungsoo sendiri atau suzy?ataukah ada sosok lain yang melakukannya..dan siapa sosok yg mengintip mereka?ditunggu lanjutannya yaa..hwaiting

  3. kira” siapa pembunuh krystal? aku slalu nerka” sbnernya siapa pembunuh itu? krna smua kmungkinan bisa trjadi dsini
    NEXT PART😀

  4. Wohohoo ternyata sosok misterius itu tau letak dark room dan password nya… Kok ngeri ya, dan myungzy ga sadar kalo ada org lain selain mereka di rumah, dan minho itu detektif beneran apa cuma kedoknya detektif padahal dia yg selama ini jadi org misterius itu… Dan kenapa ga pasang cctv aja di rumah myungsoo wkwk, akhirnya suzy udh sembuh dan liburan ayee…
    Ngakak sehun ternyata punya gangguan tidur kayak gitu… Dan jinri siapa lagi? Ditunggu lanjutannya eonni🙂

  5. Penasaran penasaran siapa orang itu ? Ugh serem juga ya kalo ada psiko ngikutin kita kemana mana
    Jin ri kabur ? Trus apa dia bakalan berbuat jahat lagi ? Aigoo di tunggu next nya thor, hwaiting !!

  6. Sebernya siapA penguntitt itu.mereka mengikuti suzy dan myungso kemana aja.ruang persembunyian paling rahasia myungso juga dimasukin.pembunuh itu sadiz banget.apa itu jinri atau minho.
    Tapi apa motif penguntut itu melakukan semuanya.apa ada dendam masa lalu

  7. Siapa orang yg selalu ngikutin myungsoo ama suzy? Tau password dark room ama laptop myungsoo pula. Jinri kabur? Jangan” dia yg ngintip myungzy di jeju lagi…
    Penasaran…

  8. Eiish. ini mengerikan sekali.
    Si psychopath bisa masuk ke rumah myungzy dngan gampangnya. Padahal myungsoo memasang keamanan yg ketat.
    curiga deh sama minho. Dia muncul saat si psycho mulai menjalankan aksinya.

  9. Aahhh thor, kenapa semakin ke sini makin bikin penasaran tingkat dewa?
    Pria misterius itu siapa sebenarnya? Apa jangan-jangan Myungsoo yang bunuh Krystal? Atau malah Choi kodok? Kenapa semua terjadi di rumah MyungZy,,,?
    Adaawww, apapun itu jangan sampai Suzy celaka. Myungsoo juga
    Semoga mereka bisa hidup normal,,,
    Ngeri banget pas Krystal dibantai. Eerrhhh

  10. Daebaak blm selesai masalah sih jinri uda kabur. .
    Semoga jinri tidak ikut campur sma Sih Peneror itu
    Next di tunggu

  11. choi jinri kabur?
    pasti itu semua ada hubungannya dgn orang yg membunuh krystal.
    kalo gak salah tadi ada typo author,tapi aku lupa bagian yb mana.

    next partnya ditunggu author fighting

  12. makin penasaran. siapa sih yang neror? ada dendam ya sama bannori? tapi aku kok tetep mikir minho ya yang neror? entahlah nunggu next partnya aja^^

  13. sulli kabur…makin rumit…serem banget bayangin org yg bunuh krystal ternyata selama ini brd di drakroom…aigooo myungzy dlm bahayaaaaaaaa…!!!

  14. penasaran. penasaran banget. sangat sangat penasaran. siapa si pria bermasker dan kacamata itu. jinri kabur. minho menangkap pelaku pembunuhan krystal. semakin membingungkan. semakin membuat tanda tanya dikepalaku membesar membesar dan semakin membesar. walaupun kata fhyra ff ini absurd tp ini keren! sangat! ff di wp ini g pernah mengecewakan.

  15. Makin seru seru dan seru 😁
    Bacanya sambil dagdigdug gitu/?
    Sebenernya siapa sih peneror itu? Ko tau password dark room nya myungsoo?
    Ditunggu kelanjutannya^^

  16. kereeeen banget…
    ada 3 org yg aku curigai
    pertama si jongin yg pas sma itu, kn dia suka sm suzy trs keluarganya dibunuh myung n kalau dianya msh hidup apa engga ya..
    kedua, minho yg kemunculannya msh misterius
    ketiga, myungsoo sendiri krna dia jelas psycho.. jgn2 dia punya kepribadian ganda jd dia gatau klo udh ngebunuh krystal..
    suka bgt ceritanya, bikin penasaran hehehee
    selalu ditunggu lanjutannya😀

  17. makin kesini makin seruuuu… ahh.. masih penasaran sama penguntit itu. ya ampun. itu jahat banget yang nyiksa kristal…. kejam dan sadis.. dan itu bang oseh.. :v ngelindurnya ngebunuh orang yak.. hahaahaa.. lanjut eonnnn

  18. aduhhh betapa seremx dark room . dan siapa pembunuh krystal ? duhhh ngeri juga ya klo pembunuh.a jga ad dirumah suzy (yg ngerejech telfon myung) kok si pembunuh tw password.a dark roon dan laptopx myung . aduh pokokx semakin seru jadi suka deh genre yg beginian

  19. ihhh siapa orang misterius itu? kenapa aku ngerasa itu jongin, jinri bisa bebas? aku langsung mikir kalau yg bebasin si minho,

  20. duhhhh…banyak banget ya masalahnya,,,
    orang yang nguntit banori, jinri yang bisa bisa nya lepas dari pernjara sama minho yang sudah menangkap pembunuh krystal

    mikir lagi nih,,,siapa yang neror banori,,hhhmmmmm,,,
    aku jadi berasa kayak detektif juga,,hhaaaa

  21. jadi benar bukan minho ya?😀 emang sotoy banget. ah penasaran siapa sih? sehun? gak mungkin. jinri? temen sekolah siapa? amnesia.. ya ampun.. oh iya anyway aku dari pertama gak ngerti banget. nori itu makanan jenis apa ya?😀

  22. penasaran banget disini banyak teka tekinya.. siapa orang misterius itu kenapa bisa dengan mudahnya tau pasword darkroom n laptopnya myung??
    pembunuhan krystal itu sadis banget yak..sebenernya kristal ngga salah kan? aku masih yakin klo itu ada kaitannya sama pembantaian kluarga kim jung ah

  23. sebenarnya siapa dalang dari kejadin itu? pembunuhan krystal terjdi di rmah mereka, tpi bagaimana bisa? yg tau paswort ruang itu kan hanya myungsoo, lalu paswort leptop itu jga. awalnya sempatbcuriga sama myungsoo, mungkin dia memiikibkepribadian ganda. tpi kayaknya ga mungkin kan? masa dia tega melakukan itu pada shbat suzy…. berarti benar kecurigaan myungsoo kalau ada orng lain di dlm rmah mereka. bih tepatnya yg berada di ruang itu (aku lupa nama ruangan itu)
    minho sdh menemukan tersangka pembunuhan krystal? kira2 siapa? apa jangan2 buktinya mengarah pda myungsoo? aku sempt mikir gitu..

  24. makin seruuuu….
    sebenarnya siapa dalang dri masalah ini???? pembunuhan krystal terjadi di rumah mereka, tp bagaimana bisa? yg tau password ruang itu kan hanya myungsoo, lalu paswort leptop itu jga.
    bikin penasaran bangettt

Tinggalkan Balasan Anda, Dear

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s