FF Living Dead PART 2

image

Title: Living Dead
Author: @vhyra_pabbo
Genre: Romance, Mystery, Thriller, Psycological, Sci-fi, etc.
Main Cast: Kim Myungsoo, Bae Suzy, Choi Minho
Sub Cast: OCs and etc (Sub Cast dapat berubah sewaktu waktu)
Length: Chaptered

Warning: Ini adalah cerita yang saya buat murni dari pikiran saya. Cerita ini hanya fiktif belaka. kalau ada kesamaan tokoh, tempat, dan cerita itu merupakan bukan kesengajaan. Ghamsahamnida~ bow

Happy reading!

***Previous Part***

“Ka…u… si…apa?” Suzy menatap pria itu heran.

Tangan pria itu terulur, ada senyum simpul.

“Choi Minho. Minho. Kakak Myungsoo. Bisa dibilang Myungsoo adalah adik yang kuangkat.”

Suzy menatap tangan Minho. Heran dengan makna dari terjulurnya tangan itu.

Plak!

Ia memukulnya keras. Minho sedikit terkejut.

“Tan…da…ta…ngan…” Suzy mulai menggerakkan bibirnya membentuk sebuah lengkungan yang disebut senyuman.

Mata Myungsoo membesar melihat perubahan itu. Sementara Minho tampak terdiam. Senyumnya hilang. Ada rasa mengganjal yang ia rasakan di dadanya. Juga menggelitik perutnya.

Tanpa sadar, Minho sudah mengecup bibir Suzy.

Myungsoo terbelalak.

“HYUNG!”

***PART 2***

Myungsoo langsung menarik tangan Suzy pergi dari sana setelah memberikan tatapan tajam kepada Hyungnya yang masih terdiam.

Pikiran Minho beradu. Yang ada dibenaknya adalah kenangan kenangan tentang Suzy sebelum gadis itu debut. Kenangan yang tak seorang pun tahu. Bahkan Myungsoo.

Myungsoo mendorong Suzy masuk ke dalam kamar mandi. Di sana ia membasuh wajah Suzy paksa. Seperti hendak menghilangkan bekas ciuman Hyungnya dari bibir Suzy.

“Aku bingung denganmu… seharusnya kau tersenyum saat melihatku. Kheundae… kau malah-” Myungsoo mendesis. Perasaan kesal di dadanya semakin menjadi jadi tatkala melihat Suzy malah mendorongnya.

Gadis itu hanya menatap Myungsoo datar. Tanpa kata.

Dalam benak Myungsoo, Suzy mungkin mendorongnya karena meniru perbuatannya.

Myungsoo terdiam. Hanya menatap Suzy yang bungkam. Gadis itu terlihat sulit mengeluarkan kata kata karena perbendaharaan katanya yang masih terbatas.

“Kau seperti bayi yang baru lahir…”

“Padahal aku berharap kau mengingat semua kenanganmu… dan tetap menjadi Suzy yang dahulu.”

“Kheundae… aku paham. Orang yang sudah mati tentu saja membawa kenangan mereka bersama jiwanya, kan?”

“Aku tak terlalu mengerti dengan jiwa dan semacamnya. Aku bukan umat yang taat. Kheundae, jantung yang kuberikan padamu berhasil memompa darah ke seluruh tubuhmu. Mungkin juga, menjadikanmu seperti makhluk baru. Seperti ahli bedah yang bereksperimen dengan mayat lalu membuatnya hidup dengan penemuan alkimianya.”

Myungsoo menarik nafas panjang. Matanya tertutup. Mencoba berfikir.

“Aku baru sadar…”

“Kau bukan Suzy.” Myungsoo menatap Suzy dengan sepasang mata elangnya. Tangannya meraih wajah Suzy.

“Kau hanya peniru yang ulung yang memakai wajah Suzy sebagai hiasan.”

“Su…zy…” gadis itu bergumam.

“Ne… kau boleh menggunakan nama itu.” Myungsoo tersenyum lemah lalu berjalan pergi meninggalkan Suzy yang kebingungan.

Minho tiba tiba sudah berada di hadapan Myungsoo.

“Yak apa maksudmu berkata seperti itu kepada Suzy huh?!” Ujarnya tak terima. Meski Suzy tak memperlihatkan mimik yang pasti, sangat terlihat jelas dari auranya yang berubah sedih.

“Penemuan yang gagal. Dia sama sekali bukan Suzy. Bahkan dia tak mengenal siapa dirinya.”

“Yak Myungsoo! Kau sakit huh?! Kenapa kau tak coba bertanggung jawab dengan apa yang telah kau lakukan huh?! Kau tak melihat berita di luar sana?! Baru baru ini, di TV, berita tentang menghilangnya ibu Suzy beredar! Dan aku yakin itu semua ulahmu! Lalu apa yang akan kau lakukan sekarang?!” Minho mencengkram bahu Myungsoo. Menahannya agar tak berbuat seenaknya.

“Aku akan memberikannya baju yang kubelikan.” Myungsoo tersenyum sinis seraya menghempaskan kedua cengkraman Minho.

“Lalu?” Minho masih bersikeras.

“Makan malam.”

Minho mendesah. Sikap Myungsoo benar benar kekanak kanakan. Percuma saja jika ia mencoba melontarkan beberapa pertanyaan lagi.

***

Mereka kini berada di ruang makan. Beberapa makanan tersaji. Selain pandai berbisnis, Minho juga jago dalam hal masak memasak. Dialah yang selama ini mencukupkan gizi adik angkatnya itu. Jika Minho keluar kota, Myungsoo terpaksa makan dengan mengandalkan pemesanan online.

“Suzy, ini adalah nasi. Makanan pokok orang kebanyakan.” Kata Minho berusaha mengajari Suzy yang hanya memandang makanan di hadapannya datar.

“Na…si…”

Myungsoo hampir meledakkan tawanya.

Suzy lalu mengambil segumpal nasi dengan tangannya dan langsung memasukkan benda itu ke mulutnya yang sontak membuat kedua pria itu menyemburkan makanannya.

“Yak Suzy! Pakai sendok!” Jerit Minho setengah oktaf.

“Masshita…” Suzy lagi lagi melemparkan senyumnya kepada Minho.

Myungsoo memicing melihat Suzy terlihat hanya tersenyum jika melihat Minho. Apa yang sebenarnya terjadi? Apakah Minho sudah mengajarnya untuk tersenyum hanya untuknya?

“Yak Hyung.”

“Ne?”

“Sewaktu kau di kamar mandi, saat kau melihat Suzy-ehm-begitu, kau sempat mengajarinya, huh?”

Minho tertawa pelan. Tanpa jawaban.

“Yak Hyung! Kau curang!” Myungsoo menggertak meja kesal.

“Hyung…” panggil Suzy.

Minho tertawa pelan.

“Bukan, Suzy. Panggil aku op-pa. Ne?”

Suzy lagi lagi tersenyum.

Wajah Myungsoo memerah kesal. Seperti bocah yang kehilangan permen. Ia juga ingin melihat senyum itu di depan matanya.

“Op-pa? Huh?” Suzy memiringkan kepalanya bingung.

“Ne.” Minho mengusap kepala Suzy pelan. Gemas juga melihat tingkah polos Suzy. Yah, dia sedikit tahu tentang kehidupan malam Suzy yang ‘katanya’ sangat berbeda dengan kepribadiannya di atas panggung. Dia mendengar kabar kabari itu dari kolega bisnisnya. Minho memang sudah lama tertarik membahas Suzy karena ia tahu Myungsoo sangat tergila gila dengan gadis misterius itu. Juga, mereka pernah memiliki kenangan masa kecil. Baginya, Suzy seperti sebuah puzzle yang belum tersusun. Masih samar. Mungkin jika ia melihat dari sudut depan, ia akan menemukan Suzy yang ramah, loveable, ceria, dan bersemangat. Siapa yang tahu dengan sudut belakang? Ia sedikit penasaran dengan hal itu.

“Suzy!” Panggil Myungsoo seraya menarik tangan Suzy. Gadis itu menoleh. Senyumnya langsung menghilang.

“Kau harus tersenyum kepada siapapun yang menurutmu pantas. Jangan menuruti perintah orang ini, ne?” Katanya tegas. Minho tampak menahan tawa.

Suzy mengangguk ragu. Ia seperti mencoba memberikan kode kepada Minho tentang kebenaran pernyataan Myungsoo barusan.

“Dia bohong, Suzy. Jangan percaya perkataan pria yang suka mengenakan jas lab kemana mana ini.” Jawabnya menantang.

Mereka kini saling tatap. Myungsoo yang sorot matanya penuh kekesalan dan Minho yang menampilkan rasa kepuasan karena telah mengerjai adiknya yang ‘gila’ itu.

“Oppa! Nasi!” Suara itu meleburkan perseteruan mereka. Masing masing malah menatap Suzy yang mengangkat mangkuknya minta tambahan nasi.

“Nasi sangat enak!” Suzy tersenyum lembut kepada kedua pria itu yang sontak membuat mereka terdiam.

Hening.

“Oppa! Nasi!”

***

Rumah itu di desain hanya memiliki dua kamar tidur. Dua kamar tidur yang sangat luas. Banyak barang dan pernak pernik lainnya.

Dan di sana, di ruangan yang penuh dengan koleksi berbau Suzy, gadis itu merebahkan dirinya. Di atas kasur Myungsoo yang seprainya bergambar wajah cantik Suzy.

Myungsoo membiarkan Suzy tidur di atas kasurnya, sedangkan dia tidur di bawah dengan beralaskan dipan. Dia enggan sekamar dengan Hyung nya karena ingin menjaga Suzy.

“Oppa!”

“Hmm?”

“Sangat nyaman.” Matanya terpejam.

Myungsoo tersenyum seraya mengusap pelan rambut Suzy. Dia mencoba membuat gadis itu terlelap dengan sapuan pelannya.

“Oppa…”

“Hmm?”

“Aku melihat wajahku dimana mana.”

“Itu memang wajahmu.”

“Apa artinya?”

“Aku sangat mengidolakanmu.”

“Apa maksudnya?”

“Aku mencintaimu.”

“Hmmm… apa artinya?”

Myungsoo terdiam. Suzy terdiam.

Myungsoo mengecup kening Suzy. Merapihkan selimut dan memaksa Suzy terlelap meski gadis itu tampak masih ingin berceloteh lebih banyak.

“Oppa…”

“Hmmm?”

“Apa artinya?”

Myungsoo tak menjawab. Pikirannya kemana mana.

Hening.

***

Perubahan terjadi pada Suzy setelah beberapa hari. Suaranya mulai lancar. Tak terbata bata lagi. Semua butuh penyesuaian. Ia mulai mempelajari beberapa kata baru. Entah melalui Minho, Myungsoo, atau dari bacaan bacaan dan TV yang ditontonnya.

Suzy menatap Myungsoo yang sedang mengerjakan eksperimen barunya. Suzy kembali teringat dengan perkataan ‘Aku mencintaimu’ Myungsoo semalam bersama kaitannya dengan acara TV yang ditontonnya barusan. Menurut drama itu, setelah si pria mengucapkan kalimat itu, mereka berciuman.

Suzy bingung, mengapa setelah mengatakan itu Myungsoo tak melakukan apapun? Dia benar benar penasaran.

“Oppa.”

“Hmmm?” Myungsoo menghentikan aksinya menuangkan cairan kimia ke gelas ukur dan fokus ke Suzy yang mengenakan dress one piece putih yang dibelikan Myungsoo kemarin.

“Apa yang oppa lakukan?”

Myungsoo tersenyum.

“Hanya beraksi dengan zat zat kimia.”

“Aku mencintaimu.”

Deg!

Myungsoo terkesiap. Pergerakannya seketika terhenti. Mendengar tiga kata yang tak pernah ia terima dari seorangpun tentu akan membuatnya shock hebat.

Lalu wajah Suzy mendekat hingga mencapai jarak terdekat. Hidung mereka bersentuhan. Bibir Suzy sudah mendarat di bibirnya. Mengatupnya rapat.

Myungsoo tertegun. Matanya terbuka menatap Suzy yang menutup matanya. Tampak menikmati ciuman itu.

Kenapa?

“Ap-” Myungsoo merengkuh wajah Suzy. Mimiknya kebingungan. Sepasang mata elangnya memaksanya menyeleksi setiap inci wajah gadis cantik itu.

“Kau belajar darimana?”

“Benda tabung di ruang yang banyak kursinya.” Suzy tersenyum polos. Memamerkan deretan giginya. Dan gigi kelincinya yang membuatnya semakin imut.

Myungsoo tertawa pelan. Ia tak percaya dengan apa yang didengarnya. Ekspresinya berada di antara kaget dan tak percaya. Juga masih berusaha menyeimbangkan jantungnya yang berdetak lebih hebat dari sebelumnya. Dalam benaknya, ia menyangkal segala kemungkinan kemungkinan gila.

“Kau tau apa arti dari kalimat yang kau ucapkan barusan huh?”

Suzy menggeleng.

“Mungkin semacam adat.” Jawabnya polos.

Myungsoo menahan tawanya. Ia tiba tiba mendapatkan ide.

“Ne. Itu adalah adat. Kau harus melakukannya setiap 3 jam sekali.”

Suzy langsung mengangguk tanpa bantahan. Lalu seketika memeluk Myungsoo erat.

“Aku mempelajari ini setelah mereka melakukan itu.”

Myungsoo lagi lagi menahan tawanya.

“Ne. Lakukan semuanya setiap 3 jam sekali. Arra?”

Suzy mengangguk bak anak kecil tanpa dosa. Sementara Myungsoo masih berkutat dengan pikirannga seraya mengusap pelan punggung Suzy.

***

Minho terlonjak begitu Suzy mengatakan kalimat ‘Aku mencintaimu’ lalu menciumnya. Dan bahkan memeluknya!

“Apa yang terjadi?! Myungsoo di mana sekarang?” Tanyanya heran.

“Katanya pergi sebentar. Padahal sudah waktunya melakukan adat.” Suzy cemberut.

“Adat?”

“Ne. Yang tadi.”

Glek!

Pikiran Minho beradu. Dia berasumsi bahwa Myungsoo pasti mengajarkan Suzy sesuatu yang mesum. Dasar professor mesum!

“Yak! Myungsoo dasar!” Minho mengusap wajahnya pelan. Tapi setelah dipikir kembali, ia juga diuntungkan dengan sikap mesumnya itu. Dia juga dapat jatahnya.

“Oppa!” Suzy berlari menghampiri Myungsoo setelah melihat pria itu muncul di ambang pintu dengan beberapa plastic bag di tangan.

“Aku mencintaimu!” Suzy mengecup bibir Myungsoo dan memeluknya.

Wajah Myungsoo memerah. Ekspresi mesum itu terlihat jelas sekali. Rasa senang membuncah. Meluap luap.

Mata Minho memicing melihat benda yang Myungsoo bawa. Terlihat mencurigakan. Plastik transparan itu menampilkan beberapa DVD dengan gambar vulgar R-18+.

Minho seketika terkesiap.

“Yak! Apa yang akan kau lakukan dengan kaset kaset porno itu?!” Pikiran Minho mulai menjurus ke hal yang tidak tidak. Pasti Myungsoo berniat mengajari Suzy sesuatu yang lebih mesum lagi. Dasar raja mesum!

“Ah!” Myungsoo memperlihatkan beberapa seri video bintang porno kenamaan Jepang. Ada sekitar 10 pcs. Dengan bangga ia menjelaskan satu persatu isi dan makna CD itu.

“Seri kelima, Saori Hara. Dia-”

“Yak cukup! Kau gila huh?! Kau mau mengajari Suzy yang tidak tidak?!”

Myungsoo mengangguk mantap. Suzy yang melihat tingkah Myungsoo turut mengangguk.

Minho menggeleng frustasi. Mereka benar benar tak bisa diharapkan dan ditinggal sendiri.

“Yak! Wanita ini masih polos! Jebal jangan nodai dengan pemikiran pemikiran kotormu itu! Apakah selama ini otakmu sudah rusak karena tak pernah bercinta huh?!” Bentaknya kesal.

Myungsoo lagi lagi mengangguk dengan ekspresi tak berdosa disusul Suzy yang juga ikutan mengangguk.

“Yak!” Minho mendesah pasrah. Sekarang yang bisa ia lakukan adalah menghancurkan aset porno itu dan melenyapkannya selama lamanya. Myungsoo harus dalam pengawasannya. Dia tak mau Suzy sampai melakukan sesuatu yang ‘aneh’. Terlebih lagi, Minho pernah mengidolakan Bae Suzy saat gadis itu memulai debut pertamanya. Lebih dahulu dari Myungsoo. Hanya saja Myungsoo tak tahu bahwa Minho juga diam diam mengidolakan Suzy. Ia benar benar senang saat Myungsoo menghidupkan Suzy kembali.

Lagi, ada sesuatu yang ia cari dari Suzy.

Minho membawa Suzy ke kamarnya. Sementara Myungsoo merengek rengek di luar. Memaksa dan bersumpah serapah karena Minho tega memisahkannya dari Suzy.

Minho mengabaikan rintihan rintihan kekanak kanakan Myungsoo itu dan fokus menatap wajah gadis di hadapannya dalam.

Kenangan kenangan itu kembali tumbuh. Kenangan yang tak akan Suzy ingat kembali. Suzy adalah makhluk baru sekarang. Dia tak bisa menghentikan itu.

“Kau tidur di sini, ne? Aku tak akan membiarkan Myungsoo berbuat mesum padamu.”

Suzy mengangguk pelan. Tersenyum.

Minho mengecup kening Suzy. Menuntunnya menuju kasur dan menyelimuti tubuh gadis itu dengan selimut berwarna biru tua.

“Aku tak melihat wajahku di sini.” Kata Suzy polos seraya melemparkan matanya ke sekeliling ruangan.

Minho terdiam. Yah, dia memang berupaya agar Myungsoo tak tahu bahwa ia juga mengidolakan Bae Suzy dengan tak memperlihatkan tanda tanda itu. Myungsoo benar benar tak tahu, bahwa ia bahkan lebih ‘gila’ dari Myungsoo.

Siapa lagi yang sering membuka situs forum online hanya untuk mengetahui berita terupdet Bae Suzy? Yah, dia. Ia juga tak lupa mengunjungi tempat pengkremasian. Tempat yang membuatnya shock setengah mati setelah mengetahui mayat gadis itu hilang. Tentu saja, ia sudah menduga bahwa Myungsoo pelakunya. Adiknya yang suka bereksperimen. Yah, Myungsoo pasti akan melakukannya. Ia ingat betul dengan perkataan Myungsoo. Kalimat yang membuat bulu kuduknya berdiri.

“Suzy adalah wanita yang membuatku terbebas. Kalau dia pergi, aku akan mengikutinya kemanapun. Meski ia ke neraka sekali pun.”

“Suzy… aku akan membuat kenangan baru denganmu. Di sini.”

Suzy mengerjap ngerjap. Bingung dengan yang Minho katakan.

“Kheundae… aku tak akan bisa melupakan apa yang terjadi di masa lampau. Bahkan saat ini…” Minho  menarik tubuh Suzy lembut dan merebahkan kepala Suzy di punggungnya.

“Saat kau menangis, aku sering melakukan ini.” Minho mengusap pelan helaian demi helaian rambut Suzy lalu dalam sesaat ia malah menarik rambut Suzy kasar hingga membuat gadis itu meringis.

“Saat kau kesakitan, aku sering melakukan ini.” Minho mengecup kepala Suzy.

“Dan saat kau meminta pertolongan, aku selalu ada di sana.” Pandangan mereka bertemu.

“Tapi kau malah meninggalkanku…”

“Dan berkencan dengan banyak pria.”

“Aku tak tahu, apa yang akan terjadi jika Myungsoo sampai tahu, kalau aku menyiksamu sebelum malam itu. Malam sebelum kau beraksi di atas panggung…”

Deg!

“Lalu terjatuh.”

“Kau mungkin mengalami infeksi organ dalam karena sikap kerasku padamu. Tapi aku tak bermaksud membunuhmu.”

“Hanya saja kau terlalu berusaha tampil malam itu tapi kau tak tahu, mereka tak tahu kau telah mengalami banyak penderitaan dariku.”

Suzy menatap Minho datar. Entah apa yang ada dalam benaknya. Sulit diprediksi.

“Lalu kau muncul kembali…” Minho mengusap wajah Suzy dengan tatapan mengerikan.

“Aku sangat senang… kau kembali dengan kondisi seperti ini.”

“Aku masih membutuhkanmu. Ada sesuatu yang kucari darimu.”

“Su-” kata kata Minho terhenti begitu Suzy mengecup dadanya. Perasaan aneh tiba tiba merasuki pria itu. Dia terdiam kaku.

“Sepertinya dada oppa sakit.” Suzy tersenyum.

Yah, Suzy yang sekarang tanpa ingatan berarti. Hanya seorang peniru. Dia tak mungkin bisa menggali informasi dari tubuh tak bermemori itu.

“Myungsoo benar… kau mungkin hanya boneka.”

Sementara di tempat lain, Myungsoo terlihat menggeram setelah mendengar semua perkataan Minho melalui penyadap yang sengaja ia pasang di kamar Minho. Minho mungkin pintar memasang alat peredam suara, tapi Myungsoo lebih cerdik.

“Jadi kau pelakunya, Hyung?” Myungsoo tersenyum aneh.

“Baiklah.”

“Ini perang!” Katanya seraya mengepalkan tangannya kuat.

***

“Mungkin agak aneh mengatakannya, kheundae, jantung yang aku berikan ke Suzy adalah jantung ibunya. Menurut pendapat beberapa ahli, pengguna jantung mungkin akan lama kelamaan mengingat sesuatu yang pernah dialami oleh si pemilik jantung.”

“Singkatnya, Suzy mungkin akan bertingkah seperti eommanya suatu saat nanti. Atau bahkan mengingat beberapa kenangan yang pernah eommanya alami.”

Myungsoo berbicara pada cermin di ruang labnya.

Hari ini dia sendirian. Minho pergi karena urusan bisnis. Sementara Suzy berada di taman belakang mengurus bunga bunga. Katanya, dia harus menyiram mereka setiap hari sesuai kebutuhan setiap masing masing bunga. Dia bertingkah aneh lagi setelah menonton acara berkebun ria.

Myungsoo terdiam. Dia masih mengingat perkataan perkataan mengerikan yang dilontarkan Minho semalam. Benar benar pria yang pandai berpura pura.

“Tch!”

Tiba tiba satu kata kunci merasuki otaknya!

“Yak Myungsoo! Kau memborong semua ini?!” Pekik Minho tatkala melihat rumah mereka dipenuhi dengan pernak pernik Suzy.

Myungsoo mengangguk sembari mengatur barang barangnya.

“Yak! Tabungan kita! Kau apakan tabungan kita!” Minho tak kalah shock setelah melihat buku tabungan yang hanya tersisa 300 dollar.

“Aku menukarnya dengan semua benda berharga ini.” Jawabnya tanpa rasa bersalah.

“Yak Myungsoo! Kau tahu? Kalau kau ingin melakukan eksperimen, kau membutuhkan bahan bahan. Dan bahan bahan yang kau butuhkan itu tidak murah!” Bentaknya kesal.

“Kau pikir kita bisa hidup hanya dengan 300 dollar?!”

“Kau jual saja penemuanku.” Katanya enteng.

“Ne. Penemuan konyolmu yang gagal!”

Itu bukan gagal. Hanya saja belum waktunya berhasil.” Myungsoo bersiul ria.

“Yak pabbo! Kau bahkan membutuhkan sepuluh pack minuman berenergi?! Apakah kau seorang olahragawan huh?! Hanya karena minuman itu gadis ini iklankan, kau malah memborong semuanya! Apakah kau sudah gila?!” Omelnya begitu melihat setumpuk minuman energi bergambar wajah Suzy.

Myungsoo mengangguk bijak. Seperti mengejek perkataan panjang Minho barusan.

“Akh! Terserah!” Minho mengambil satu minuman berenergi itu dan meminumnya rakus.

“Yak Hyung! Kenapa kau meminumnya?!”

“Lantas? Kau ingin memajangnya?”

Myungsoo mengangguk.

“Dasar gila!” Lalu Minho berlalu begitu saja menuju kamar.

Myungsoo berjalan mengikuti Minho. Menempelkan telinganya ke dinding. Tak ada suara.

“Ah, dia memakai peredam suara. Lain kali aku akan memasang penyadap suara.” Ujarnya sambil berlalu.

Selama tiga bulan itu, tak ada hal hal berarti yang dia dengar. Kecuali satu hal yang mencurigakan. Dua hari sebelum konser Suzy, Minho terdengar marah marah pada ponselnya sendiri dan berkata tentang penyiksaan.

***

Myungsoo mendatangi kafe yang menjadi pusat pertemuan fans Suzy. Di sana masih ramai meski berita kematian Suzy sudah berlalu 2 minggu. Orang orang mungkin tak akan pernah lupa tentang kenangan mereka dengan sang idola. Gadis yang ramah dan ceria. Myungsoo yakin, ada sesuatu yang tersembunyi dibalik itu semua.

“Yak, katanya mayat Suzy belum ditemukan.”

“Mwo?! Sudah hampir dua minggu! Dasar psikopat gila! Kalau aku menemukannya akan kubalas berkali kali lipat!”

“Dan katanya, eommanya juga menghilang.”

“Mwo?!”

“Banyak yang berasumsi kalau eommanyalah yang membawa mayat anaknya sendiri.”

“Ne. Mungkin saja dia membalsem anaknya dan menjadikannya seolah olah masih hidup.”

“Ne. Aku juga pernah melihat berita itu di TV. Saking tak relanya.”

“Aku juga tak rela!”

“Ne! Aku juga!”

Myungsoo tersenyum samar mendengar pembicaraan gadis gadis itu. Dasar penggosip!

“Dan ada kabar terbaru!”

“Katanya, dokter menemukan beberapa luka lebam pada tubuh Suzy.”

“Mwo?! Kenapa dokternya baru mengungkapkannya sekarang?! Lalu bagaimana sekarang?! Apa yang akan mereka perbuat?!”

“Dokter awalnya bungkam karena eomma Suzy yang meminta jangan membeberkan apa apa tentang anaknya.”

“Kheundae, setelah eommanya juga menghilang, dispatch mulai beraksi dengan melakukan segala cara kemudian membeberkan semuanya!”

“Mwo?!”

Myungsoo menyerup kopinya kasar.

“Sudah sangat jelas…” gumamnya setelah beranjak melewati beberapa gadis gadis itu.

***

Suara ketukan keras terdengar dari ruang lab. Suaranya berasal dari kulkas mayat.

Suzy terlonjak dari kursi malasnya lalu beranjak menuju lab.

Ia tampak mencari cari sumber suara itu.

Tangannya mencapai gagang mesin pendingin lalu membukanya.

Matanya terbelalak begitu melihat pria pucat sedang berusaha keluar dari kulkas.

Pria itu tak berbusana.

Suzy melangkah mundur.

“Nugu…seyo?”

***TBC***

Annyeong annyeong! Huaah mian chingu updatenya kelamaan. Baru on soalnya. Mian karna kurang memuaskan, konfliknya belum mulai dan masih boring banget hihi.

Yosh! Komen ya yang udah baca dan silahkan di like seikhlasnya😄

Ghamsahamnida!

Bows*

23 thoughts on “FF Living Dead PART 2

  1. omo jinja nappeun trnyta minho yg udh bkin suzy mninggal, knapa dy nyiksa suzy? apa hbungan minho sma suzy?
    nugu? siapa yg bangkit itu?
    NEXT PART😀

  2. Lama banget thor. Nunggu ini sampek lumutan…
    Tapi keren…
    Hmmm jadi minho yg nglakuin semua itu. Karena diawal emang udah ada yg janggal. Knpa tiba2 suzy mati.
    Ihhh minho nappeun.
    Itu yg dikolkas siapa??? Tukang sampah kan ya???

  3. Omona, myungsoo si ilmuan mesum. 😶 Ciuman dibilang adat. Untung aja yg “itu” dapat dicegah minho. 😡
    Jadi minho dalang dibalik kematian suzy ? Parah ni, benar kata myungsoo ini namanya PERANG 😠
    Minho benar” mengerikan. Apa sih yg minho cari dari suzy ? Penasaran jga sih.
    Omo. Percobaan myungsoo yg pertama udah bangkit. Apa yg bakal terjadi ?😲
    Penasaran. Ditunggu update-annya. Fighting ✊

  4. Aku ngakak pas myungsoo ngajarin suzy kya gtu:D haha myungsoo byuntee . Ternyta minho ya yg nyiksa suzy, ksian uri suzy . Knp ya minho minho jdi kya gtu ? Dan siapa yg kluar dari kulkas.
    Aku penasaran, ditunggu next part^^

  5. penasaraan thor apa yang minho lakukan ke suzy sebelum konser hari ituuu, omoo siapa ituuu yg dibalik kulkas omoo suzy liat cowok itu naked-,- ditunggu yaa thor next partnya fighting thor🙂

  6. omo…ternyata penyebab kematian suzy mlh minho…knp minho ngelakuin itu…penasarannnn….
    myung mau ngapain tuhhhh…
    siapa yg datang ke rmh myung…lanjut thorrrr….!!!

  7. Jadi ternyata minho juga fans nya suzy, dan dulu sebelum debut udah kenal…. Apa dia juga yg nyiksa suzy sampe mati?? Dan huweee ada yg bangkiy itu ngeri banget 😂😂…. Lanjut author, ceritanya makin keren, penuh teka teki ttg sifat suzy dulu dan apa hubungannya sama minho

  8. Aish nappeun Minho,,, dy nt cmburu ya m Suzy yg dket m bnyk pria,,, jdi Minho yg psico ikhhh,,,

    haha Myungsoo bnr2 cri ksemptan,,,

    omoo Suzy liat namja yg naked😮,,,

    dtunggu nextnya HWAITING THOOOR😀

  9. huah tingkah myung lucu sekali … kekanak kanakan.
    ihh suzy gemesh deh . oppa aku mencintaimu…

    dasar minho nappeun !! bisa2nya dia yg membuat suzy meninggal . kalo suzy ingat baru tau rasa noh mungkin suzy bakalan ngga mau ketemu lagi ma minho

  10. Maaf engga komen di part 1 nya. Temanya bagus banget…suka. Banyak banget misteri yang harus dipecahkan. Next part ditunggu…

  11. Aku kira suzy mati kenapa eh ternyata karena minho toh. .eeey minho jahat. .

    lanjut ya thor tapi jangan lama2 hehe penasaran soalnya. .haha semangat ne author yang baik hati😀

  12. aku kira suzy mati kenapa eh ternyata karena minho toh. .minho jahat pisan. .

    myung jagain suzy terus ya jangan sampe otak polos nya itu dipengaruhin sama minho. .eh ralat deh udah kga polos lagi haha

  13. Gak nyangka jika minho bahkan lebih gila daripada myungsoo.bahkan dia lah yg menjadi penyebab kematian suzy.tapi hub apa yg minho-suzy miliki dulunnya.
    Apa yg akan myungsoo lakukan setelah mengetahui kebenaran tentang minho yg menyiksa suzy sehari sebelum suzy meninggal.

  14. Astga ternyata minho jga seorang psykopat ckck.. Dia jga penyebab suzy meninggal! Jadi selama ini suzy disiksa minho yah?
    Hah~ perang akan terjadi antra minho dan myungsoo sepertinya…
    Yg di ruang lab itu, namja yg menjadi percobaan pertama myungsoo kan? Dia hidup😮
    next partnya di tunggu thor…

Tinggalkan Balasan Anda, Dear

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s