FF ABNORMAL PART 1

image

Title: Abnormal
Author: @vhyra_pabbo
Genre: Romance, Mystery, Thriller, Psycological, School Life, etc.
Main Cast: Kim Myungsoo, Bae Suzy, Choi Minho, Oh Sehun, Byun Baekhyun
Sub Cast: Krystal Jung, OCs and etc (Sub Cast dapat berubah sewaktu waktu)
Length: Chaptered

Warning: Ini adalah cerita yang saya buat murni dari pikiran saya. Cerita ini hanya fiktif belaka. kalau ada kesamaan tokoh, tempat, dan cerita itu merupakan bukan kesengajaan. Ghamsahamnida~ bow

Happy reading!

***PART 1***

Banyak yang berpendapat bahwa golongan darah menentukan sifat seseorang. Seperti A yang perfeksionis, B yang cuek, O yang up-to-you, dan AB yang aneh. Banyak yang berasumsi, seseorang dengan darah AB memiliki sifat yang cenderung labil. Bahkan tak jarang mereka memiliki kepribadian ganda. Terkadang menjadi A yang perfeksionis, lalu tiba tiba berubah menjadi B yang cuek. Label bahwa manusia bergolongan darah AB adalah kelompok manusia manusia aneh bahkan sudah sangat melekat di telinga masyarakat. Misterius, aneh, gila, psycho, out-of-the-box-minded dan blablabla lainnya. Bahkan ada penelitian dari Jepang bahwa seseorang yang berdarah AB sangat sukar mendapatkan pekerjaan di Jepang karena sifat mereka yang selalu berubah ubah.

Benarkah golongan darah menentukan sifat seseorang?

Lalu bagaimana jika seseorang berada di antara makhluk abnormal berdarah non-AB?

***

Gadis berambut panjang itu menggertakkan giginya. Seperti tak sabar, kakinya terus menerus menghentak hentak pelan. Sepertinya antriannya masih cukup panjang. Hari ini sangat cerah di Gyonggi. Meski begitu, tak ada yang mampu menghalangi tujuannya untuk mendapatkan CD game terbaru dari Full of Love series. Jauh jauh ia ke Gyonggi demi CD itu. Limited Edition. Sebenarnya, CD itu juga dijual di Seoul, tempat tinggalnya. Karena suatu keadaanlah yang mendesaknya jauh jauh kemari hanya untuk obsesinya itu.

Game Otome yang dipenuhi dengan karakter karakter keren nan rupawan. Bercerita tentang Heroin yang dikelilingi oleh beberapa pria tampan. Dan tugas si pemain adalah memenangkan hati salah satu dari mereka.

Jika saja Suzy adalah gadis biasa, dia tak akan ragu untuk membeli benda persegi itu di kotanya, di Seoul.

Sayang, Suzy adalah gadis super populer. Bermain game semacam itu adalah hal yang sangat memalukan baginya, untuknya yang seperti tuan putri tanpa cacat.

Aneh mungkin. Dia sangat terobsesi dengan game yang berisi banyak pria tampan itu. Makanya, dia berani untuk bertaruh jauh ke Gyonggi agar dia tak ketahuan saat membeli CD game favoritnya itu. Tak mungkin seseorang mengenalnya di tempat ini. Mustahil. Begitu pikirnya.

“Suzy?”

Deg!

Siapa yang memanggilnya? Tak mungkin ada yang mengenalinya di tempat ini!

Suzy menoleh kaku. Matanya langsung membesar saat didapatinya pria tampan yang tak asing baginya.

“Ki…Kim Myungsoo?!” Ucapnya setengah menjerit.

Bibir pria itu melengkung bak bulan sabit. Memperlihatkan senyum terbaiknya.

“Apa yang kau lakukan di sini?” Tanyanya heran.

Deg!

Suzy menelan salivanya gugup. Benar benar diluar rencananya.

Kenapa pria ini bisa berada di tempat ini? Apakah dia juga hendak membeli game memalukan ini? Untuk apa? Apakah pria ini tak normal? Game ini kan untuk wanita!

Pikiran Suzy beradu. Entah apa yang akan Myungsoo katakan kalau ia sampai tahu bahwa Suzy adalah penggemar berat game Otome. Akankah Myungsoo menyebarkannya?

Ah tidak!

Suzy menggeleng lalu matanya terangkat. Ditatapnya wajah tampan itu dengan ragu.

“Ng… aku…aku…” Suzy menggertakkan giginya kesal. Dia seperti kehabisan akal. Dia butuh waktu sedikit lagi untuk berfikir.

“Ne?” Mimik Myungsoo seperti tak sabar.

“Ah! Hanya jalan jalan. Kulihat ada ramai ramai, jadi aku mampir. Kalau kau? Hehe.” Suzy cengengesan. Persis seperti pencuri yang ketahuan massa.

“Ahh… begitu yah? Ah, itu-”

“Ne?” Wajah pucat Suzy perlahan mereda.

“Ah itu, adikku memintaku membelikan CD game yang baru saja keluar. Kebetulan aku jalan jalan ke sini dan melihat stannya.”

“Sejauh ini? Bukankah kau bisa membelinya di Seoul?” Suzy benar benar tak tahu harus bertanya apa. Dia hanya mencoba untuk mengaburkan ingatan Myungsoo yang mungkin akan berfikir bahwa Suzy mengantri untuk game limited edition itu.

“Ah, itu, aku kebetulan ada urusan di sini.”

Suzy ber OH ria. Dia tak tahu harus menjawab apalagi.

“Gheurae, kau masih berniat untuk mengantri?”

“Ne?” Ekspresi Suzy mendadak kikuk. Dia sekarang berada dalam dilema yang besar!

Disatu sisi, dia tak ingin melepaskan kesempatannya membeli edisi terbatas game Otome tercintanya itu. Disisi lain, dia akan ketahuan sebagai wanita bejat pencinta Otome game!

“Ah! Aku sudah mau pergi! Kukira ini stan makanan. Ternyata game. Aku kurang suka bermain game. Hehe.” Dia lagi lagi cengengesan. Ada helaan nafas berat disamping mimiknya yang kontras.

“Kalau begitu aku duluan saja. Bye bye.” Suzy keluar dari antrian dengan perasaan hancur. Terlihat buru buru.

Myungsoo tersenyum seraya melambai ringan. Suzy membalasnya dan bergegas pergi. Hampir saja ia menangis kalau saja Myungsoo tidak menyusulnya beberapa saat kemudian.

“Mian-”

“Ne?”

“Aku membeli dua karena penjualnya tak punya uang kembalian.”

Suzy tertawa miris. Entah apa arti dibalik kalimatnya itu.

“Kau mau satu?”

Suzy tersentak. What???!

“Ne?”

“Ambillah satu. Daripada kubuang.”

“Aku kan sudah bilang, aku tak terlalu suka bermain game.” Dia cengengesan lagi. Dalam hati, dia benar benar sangat mengharapkan Myungsoo menawarkannya sekali lagi.

“Begitu yah? Sayang sekali-”

“Kheundae, lebih baik kusimpan saja, siapa tahu sepupuku datang, nanti kukasih padanya saja. Hehe.”

“Jeongmal?”

Suzy mengangguk seraya tersenyum lebar. Hatinya menjerit senang. Dia mendapatkan CD itu gratis dan tanpa ketahuan. Benar benar beruntung.

Myungsoo segera menyerahkan CD itu dengan senyum sumringah. Entah mengapa, tiba tiba aura pria ini berubah kontras. Senyumnya seperti tak tulus.

Suzy seperti terpana sejenak merasakan suasana yang tiba tiba berubah. Ditatapnya wajah tampan Myungsoo. Dia menyeleksi setiap inci wajahnya. Benar benar sempurna. Mata elang yang tajam, terlihat perkasa. Hidung yang mancung, sumber ketampanan sejati. Bibir imut yang semerah delima, sangat menggoda.

Suzy menelan ludah.

“Suzy, aku duluan, ne? Aku masih memiliki urusan.”

Suara itu menghentikan lamunan Suzy. Ia tersenyum dan tangannya refleks melambai ringan. Mengiringi kepergian Myungsoo yang kini berjalan menjauh.

Suzy memandang pria itu dengan ekspresi tak terjelaskan.

Ada sesuatu yang misterius dengan pria itu.

***

“Lucu sekali gadis ini!” Pria itu menjerit melihat layar monitor yang kini menampilkan rekaman seorang gadis yang berada di suatu ruangan sedang memainkan game. Game Otome yang diberikan Myungsoo kemarin. Gadis itu tampak sangat bersemangat dan menggebu gebu. Ada gumaman gumaman kecil saat dia memainkan game tercintanya itu.

“Kau sungguh gadis yang menawan! Ah! Tak ada yang bisa mengalahkanmu Suzy! Bae Suzy!” Pria itu menjerit histeris bak berada di atas awan.

“Aku suka semua yang ada padamu Suzy! Bae Suzy! Bae Suzy! Bae Suzy! Bae Suzy! Bae Suzy! Bae Suzy! Bae Suzy! Bae Suzy! Bae Suzy! Bae Suzy! Bae Suzy! Bae Suzy! Bae Suzy! Bae Suzy! Bae Suzy! Bae Suzy! Bae Suzy! Bae Suzy!” Dia masih melihat layar monitor itu dengan antusias yang berlebihan.

Ada delapan monitor. Layar yang menampilkan rekaman CCTV yang sudah ia pasang di delapan tempat berbeda. Di kamar tidur Suzy, di ruang tengah, di dapur, di halaman, di dalam kelas, di atap sekolah, di taman sekolah, dan di halaman rumah sahabat Suzy. Masing masing ditempat itu ada beberapa alat penyadap yang terpasang. Setiap seminggu sekali ia mengganti baterai setiap CCTV. Dia tahu semua jadwal Suzy. Apa kesukaan gadis itu, apa yang biasa dia lakukan dari senin hingga minggu. Semuanya tak terlewatkan.

Tentu saja dia tahu minat Suzy terhadap game Otome.

***

“Yak Suzy, kau tahu? Akhir akhir ini banyak pembunuhan yang terjadi dan semua korbannya pria.” Dengus Krystal geram seraya menatap ke layar ponselnya.

“Mwo? Aku tak peduli.” Suzy kembali menyumpal telinganya dengan earphone. Tak tertarik.

“Yak! Bukankah ini sangat aneh? Pelakunya seperti hanya mengincar pria saja. Dan lagi, menurut sumber terpercaya, setelah diautopsi, setiap mayat korban dibunuh antara pukul 1 hingga 4 malam. Kalau diteliti lebih jauh, itu seperti enigma. Permainan angka dan kata kata. Akh!” Krystal meremas kepalanya. Ia mencoba menjadi detektif tapi sepertinya itu bukan keahliannya.

“Yak berhenti membicarakan hal tak penting. Yang terpenting, pembunuhnya hanya mengincar pria, berarti kita aman, kan?” Jawabnya malas.

Krystal mendengus. Dia menatap Suzy yang tampak tersipu sipu mendengarkan sesuatu dari ponselnya.

“Yak apa yang kau dengarkan itu?” Krystal merampas earphone Suzy. Wajahnya langsung cemberut.

“Lagi lagi. Dasar maniak Otome! Bahkan suara dari para pemainnya kau download dan kau dengarkan secara diam diam. Dengan ekspresi mesum pula. Cih!” Krystal mencibir tanpa ampun. Suzy hanya bisa memeletkan lidahnya tanpa perlawanan. Dia tak ingin membahas hal memalukan itu lagi.

“Kau lebih aneh Krystal-ah, kau sangat menyukai mayat. Bahkan banyak foto foto manusia tercincang di ponselmu kan? Dasar maniak thriller!”

“Yak!” Krystal menjitak kepala Suzy.

“Aish! Aku benar kan?” Suzy mempoutkan bibirnya.

“Yak Suzy!”

Suzy berhenti melangkah. Pria tinggi di depannya menghalangi langkahnya. Tubuhnya benar benar bagus. Atletis. Wajahnya juga tampan. Bak pemeran di game game Otome. Bola matanya sangat lebar seperti katak. Ah, si Mr. Frogyy. Si perenang handal SMA Haengbok, Choi Minho.

“Halo. Sepertinya kalian bersenang senang hari ini.” Dia melempar senyumnya kepada Suzy. Krystal hanya bisa mendecak melihat sikap pria ini.

Yah, dia memang tampan, tampak sempurna dari luar. Jika saja mulut pria ini bisa dijaga dengan baik. Si mulut pedas Choi Minho. Salah satu julukannya selain Mr. Froggy. Dia hanya memandang Suzy saja. Kalau wanita lain, dia akan memandangnya jijik dan rendah. Seperti yang terjadi pada Krystal saat ini. Mata pria itu melotot ke arahnya. Seperti menyuruhnya enyah dari dekat Suzy.

Suzy membalas senyum itu kikuk. Entah apa yang harus dilakukannya.

“Ah, lagi lagi kau bersama peliharaanmu, Suzy.” Pria ini tertawa renyah.

Ekspresi Suzy berubah delapan puluh derajat. Dia tak terima Minho mengejek sahabatnya. Yah, meski ia sering mengejek Krystal. Tapi semua itu hanya bercandaan belaka. Sementara pria ini, dia terkenal dengan ucapannya yang tak main main.

“Apa maksudmu?”

“Seperti yang kau lihat, wanita ini selalu mengikutimu seperti anak bebek. Padahal dia salah. Kau kan angsa, dan dia adalah bebek yang tersesat. Dasar bebek bodoh!” Minho tertawa lagi.

“Awas kau Choi Minho! Kusumpahi kau dicincang sama pembunuh itu!” Krystal mulai mengeluarkan sumpah serapahnya. Matanya memerah kesal.

“Mwo? Pembunuh? Ah! Pembunuh berantai itu, ya? Aku tahu siapa dia.” Pria ini tertawa lagi dan lagi.

“Jeongmal!” Krystal mendecak lalu tanpa basa basi lagi ia menarik Suzy pergi dari sana.

“Yak Suzy! Sebaiknya kau mencuci tanganmu! Si bebek baru saja bermain lumpur!” Kata pria itu sebelum Suzy benar benar tertelan pembelokan.

***

“Jeongmal! Pria biadap! Aku akan mengutuknya!” Krystal mengunyah makanannya kesal. Suzy hanya mendesis mendengar celotehan Krystal yang sedari tadi tak berhenti itu.

“Sudahlah. Pria itu memang seperti itu. Mau bagaimana lagi?” Suzy terlihat lelah. Pria itu tak pernah berhenti bersikap seperti itu meski Suzy sudah seringkali memperingatinya. Seperti penyakit jiwa saja.

“Oh ya, aku lupa memberitahumu. Kemarin Sehun datang ke rumahku. Dia memberikanku ini dan menyuruhku untuk memberikannya padamu.” Krystal mengeluarkan sesuatu dari dalam sakunya. Sebuah kotak berukuran mini.

“Mwo? Kenapa tidak dia antarkan langsung huh?” Suzy menyeruput jusnya dengan kening berkerut. Matanya tak luput dari benda kotak berbungkus pita itu.

Sudah beberapa kali pria itu memberikannya hadiah. Setiap minggu, setidaknya ada tiga empat hadiah yang dikirim Sehun untuknya. Dan pria itu tak pernah memberikannya langsung kepada Suzy. Bahkan pria itu selalu menghindar. Dan yang paling aneh adalah, isi dari hadiah hadiah itu.

“Apalagi ini?” Suzy membukanya pelan. Ia sedikit terkejut melihatnya.

“Sepertinya dia menderita doromania.” Kata Krystal menafsirkan bak Psikolog.

“Doromania?” Suzy memiringkan kepalanya bingung.

“Yah, kau tahu, semacam penyakit mental yang membuat penderitanya terobsesi untuk memberikan kado kepada seseorang. Tapi bukan untuk tujuan baik atau karena mereka sangat dermawan. Tapi karena hal lain yang lebih kompleks.”

“Oh, begitu ya?” Suzy menatap tiga butir gigi manusia asli itu jijik. Hadiah aneh dari Sehun. Lagi lagi.

“Darimana dia mendapatkan gigi gigi ini huh?” Krsytal bergumam. Profesinya berganti menjadi detektif kali ini.

“Kalau dilihat lihat, bukankah Sehun selalu mengirimimu sesuatu yang berjumlah tiga?”

“Seperti beberapa hari yang lalu, dia mengirim tiga buah CD rekaman. Aku tak tahu isinya apa. Oh ya, kau sudah melihatnya?”

Suzy menggeleng.

“Semua barang yang dia berikan sudah kubuang. Aku tak tertarik.”

Krystal mengangguk paham. Siapa yang tertarik dengan benda benda aneh itu? Bahkan Sehun pernah memberikan Suzy tiga buah kuku manusia asli. Seperti dikupas paksa. Dagingnya masih tertempel di salah satu kuku itu.

Baru saja mereka selesai membicarakan Sehun, pria yang menjadi objek pembicaraan mereka itu tiba tiba masuk ke kantin bersama salah satu temannya yang juga aneh, Byun Baekhyun. Pria dengan banyak luka di lengannya. Dia tak segan segan memperlihatkan beberapa perban yang melilit tangannya. Entah apa yang membuat pria itu memiliki banyak luka. Sangat mencurigakan.

“Mungkin Sehun suka menyiksa Baekhyun.” Krystal tertawa pelan. Dia juga masih mencari cari jawaban atas luka luka irisan yang selalu tertutup perban itu. Pernah sesekali pria itu mengganti perbannya di UKS, Krystal dibuatnya shock melihat beberapa luka irisan dan cambukan di tubuhnya.

“Terserah.” Suzy memalingkan wajahnya ke Sehun. Mata mereka bertemu. Tiba tiba Suzy merasakan aura yang tak biasa dari pria itu. Sehun melihatnya. Dia melihat kado yang diberikannya kepada Suzy.

Lalu ia tersenyum.

Suzy mendesis kesal lalu melempar kado itu ke tempat sampah.

“Dasar doromaniak!” Suzy beranjak dari bangkunya dan bergegas meninggalkan kantin. Krystal menyusulnya dengan gumaman gumaman tak jelas. Makanannya belum selesai ia habiskan!

***

“Hari ini aku lelah sekali eomma. Aku mungkin akan tidur sebentar. Eomma bisa menelponku besok, ne?” Suzy menguap lebar.

Suzy tinggal sendirian di sebuah rumah mungil di Seoul. Eommanya berada di Gwangju, Appanya berada di San Fransisco. Mereka sudah bercerai. Suzy memutuskan untuk menetap di Seoul sendirian. Eomma dan Appanya masih sering mengirimkan uang bulanan dan hal itu yang membuatnya sedikit lega tinggal sendirian di Seoul.

“Ne. Perhatikan makan dan kesehatanmu ne? Jangan suka begadang.”

“Ne ne.” Suzy tersenyum lalu merebahkan dirinya di kasur setelah panggilannya terputus.

Dia mencoba menutup matanya dan tak lama kemudian ia sudah berada di alam mimpi.

Sementara di tempat lain, si penguntit yang berani memasang kamera kamera tersembunyi itu, memperhatikan Suzy yang tengah terlelap dengan seksama.

Dia mematikan semua monitornya dan bergegas keluar dari rumah. Ia nenyelakan mesin mobilnya dan melesat pergi ke suatu tempat.

Tepat di depan pagar kecil itu, si pria penguntit membukanya perlahan dan masuk dengan enteng.

Semua terasa mudah baginya untuk menjalankan aksi menguntitnya dengan peralatan dan aplikasi yang ia punya.

Dengan gesit, ia melangkah pelan masuk ke dalam rumah bernuansa ceria itu.

Ckrek…

Sedikit berbunyi saat pintu kamar itu dibuka.

Suzy tampak terlelap dalam bunga tidur. Terlelap sangat dalam.

Si pria penguntit menyiapkan kameranya dan mulai menjalankan aksinya memotret setiap inci gadis itu. Kebiasaannya ketika gadis itu tidur.

“Ah, kurasa sudah cukup. Mungkin sebentar lagi kau bangun.” Pria itu tersenyum lalu bergegas keluar setelah mengecup dahi Suzy lembut.

“Selamat malam. Bae Suzy.”

***

Suzy melangkah keluar menuju supermarket. Tidur selama tiga jam membuatnya lapar. Dia berniat membeli beberapa sayur dan daging dagingan sebagai santapan malamnya.

“Yak Suzy!”

Seseorang menepuk pundak Suzy ketika gadis itu tengah sibuk memilih milih daging.

“Wah, Kim Myungsoo.” Suzy tersentak lalu segera memberikan senyumannya.

“Yak apa yang kau lakukan?”

“Aku ingin membeli bahan untuk makan malam.”

“Jeongmal? Ah, itu, aku juga.”

Suzy tertawa renyah. Myungsoo seperti pengganggu baginya saat ini.

“Umm, itu, bolehkah aku makan malam di rumahmu? Kebetulan aku tak bisa memasak dan adikku sedang berada di luar kota, jadi-”

Suzy menatap pria itu dengan mata memicing.

“Jeongmal?” Suzy mengalihkan tatapannya ke arah sayur sayuran segar di depannya. Bibirnya seperti mencibir.

“Jadi kalau adikmu tak ada, kau makan dimana huh?”

“Aku memesan makanan.” Dia  tertawa pelan. Memamerkan deretan giginya yang rapi.

“Kenapa tak kau lakukan saja?”

“Ah, itu, kata adikku tak sehat.”

“Baiklah. Untuk hari ini, kau makan di rumahku.”

Myungsoo seperti ingin menjerit namun dia tahan mati matian.

“Ah Suzy, bagaimana dengan game Otome yang kemarin kuberikan? Kau berniat memainkannya?”

Suzy tergemap. Ia mendadak membeku.

“Ah, game itu! Ah! Masih aku simpan. Sepupuku belum juga datang. Hehe.”

Myungsoo tersenyum. Senyum yang benar benar aneh.

“Begitu yah?”

“Waeyo? Aku tak mungkin memainkannya!” Suzy membela diri seraya tertawa renyah. Lalu ia melangkah menuju kasir bersama Myungsoo yang tak juga menghentikan senyum ganjilnya.

“Bae Suzy!”

Suara yang tak asing. Gadis itu refleks menoleh bersama Myungsoo.

“Ah apa yang kau lakukan di sini, Suzy?”

Suzy memutar kedua bola matanya malas. Ternyata si berisik Choi Minho.

“Kami sedang berbelanja. Kau tak melihatnya?” Sembur Myungsoo dengan senyum yang tak juga pudar.

“Oh ya ampun! Ternyata ada orang selain Suzy di sini. Mian mian, aku tak menyadarinya.” Nadanya benar benar sarkastis. Yah, begitulah Minho.

“Sungguh? Kau mungkin lupa membawa matamu.” Myungsoo tampak tak mau kalah.

Suzy menatap kedua pria itu malas. Ya ampun!

“Hah? Tenang saja! Biar adil akan kucongkel mata-”

“Yak hentikan!” Suzy memotong pekikan Minho.

Kedua pria itu terdiam. Saling menatap dalam dendam.

“Aku pulang dulu ne. Hati hati, sekarang banyak pembunuhan berantai yang marak terjadi.” Minho menatap Myungsoo, lalu menatap Suzy bergantian.

Bye.” Minho berjalan keluar tanpa membeli apapun.

“Dasar abnormal!” Gumam Suzy pelan bersama sepasang matanya yang mengikuti arah jalan Minho.

***TBC***

Annyeong readerdul!!!! Huaaah tiba tiba comeback dengan FF baru mian ne! Aku belum ngelanjutin Living Dead karena tiba tiba ada ide nyasar dan akhirnya jadilah FF absurd ini! Huaaaa mian mian. Aku mungkin akan menyelesaikan FF ini dulu baru Living Dead, Ok chingudeul😀

Btw, jan lupa RCL!😀

Ghamsahamnida~

*bows

46 thoughts on “FF ABNORMAL PART 1

  1. Sesuai judulnya abnormal, semua castnya pada aneh-aneh kelakuannya. Hahaa
    Gue penasaran banget siapa yg jadi pembunuh berantai itu.
    Trus Myungsoo juga dah sangat terobsesi sama Suzy.🙂

  2. Weeew~
    Aku selalu menyukai genre dan jalan ceritamu. Jalan ceritamu menarik untuk selalu dibaca wkwk
    Apa aku boleh bertanya? Apakah kau juga seorang yang abnormal? Wkwk

    #receh

  3. Kok pada abnormal semua ya? Zyeon aja yang nggak, eh zyeon juga kan? Dia gengsian kayaknya :v
    Itu pembunuh berantainya siapa ya? Aku malah mikirnya krystal yang bunuh, terus sehun yang ngurus mayatnya *opini apa ini?

    Kak ff satunya belom dilanjut ya? Aku takut aja kalo nggak dilanjut soalnya kakak udah update ff baru lagi

    Bagus kak ff ini, ditunggu nextnya kak
    Hwaiting

  4. Welehhh ff baruuuu ..
    Hem masih belum ketebak nih siapanyang suka nguntit suzy yp feeling aku si myungsoo yah soalnya dia kalo suzy keluar sendirian selalu nongol takut suzynya di apa apain gitu
    Semangattt suka ceritanya

  5. Semua castnya aneh2 yah…gak ada yg beres deh… Suzy yg terobsesi dengan game itu dan namja2 tampan, soojung yg yah dengan imajinasi detektifnya, minho yg selalu berbicara bgtu, myungsoo yg aneh jga, sehun yg lebih aneh lagi dan kita tunggu saja keanehan lainnya. Oh iya ngomong2 yg jdi pembunuh berantai itu siapa? Knp yg di bunuh hanya namja semua? Aku curiganya sama minho dan sehun sih. Kalau stalker itu, aku curiganya sama myungsoo dan sehun.
    Okelah, di tunggu yah lanjutannya😉

  6. kayaknya myungsoo terobsesi sama suzy sampe penguntit gitu sampe pasang kamera dirumah suzy-,- aisss memang mulut si kodok ini pedas kali si minho-,- penasaran kenapa sehun selalu kasih kado ke suzy aneh gitu-,-

  7. Aigoo myungsoo,minho,sehun dan baekhyun terlihat aneh dan abnormal.yg memasang cctv untuk menguntit suzy apakah itu myungsoo? apa alasan sehun slalu mmengirimi suzy hadiah yg aneh?dan kenapa minho hanya berkata lembut kepada suzy saja?dan siapa pelaku dari pembunuhan berantai trsebut?apakah salah satu dari ke-4 pria diatas.
    Next partnya dirunggu author fighting

  8. apa myung si penguntit itu?
    aigoo sehun bkin ngeri, ngapain ngirimin kado yg bgituan coba
    ff author th bnr” keren dan ga permah ketebak. si pembunuh itu psti orangnya ga prnah keduga

  9. Aigoo. Banyak banget namja abnormal disni, disekeliling suzy. Yg satu penguntit, yg lainnya kyak psycho. Yg lainnya aneh bikin pusing. Siapa ya si penguntit ? Apa dia orang yg sama dengan si pembunuh ?
    Ah. Penasaran jdinya. 😊

  10. Sehun dengan muka pucatnya itu suka ngasi hadiah2 aneh untuk suzy. Serem.
    Myungsoo manis tapi misterius, ada sesuatu pasti. .
    Si minho mulutnya ya ampun, dijahit aja tuh mulut cabe xD
    Lanjut baca next part🙂

  11. Msh blom ngerti…tp myung spycho kyknya…tp tiap suzy bohong aura dia jd aneh…
    Jgn2 pembunuh berantai itu sehun…..lanjut next partnya dulu…kkk

  12. siapa yang nguntit suzy ?
    sikap myungsoo aneh banget. apa jangan jangan dia yang nguntit suzy
    terus yang menjadi pembunuh berantai siapa ?
    keknya sehun psyco deh
    baek dapet luka sayatan itu dari siapa, apa mungkin dia sendiri yang ngelukain dirinya sendiri.?

  13. Wah wah waah tw tw udh dha ff bru yg udh end z,,,

    ni mh smuanya yg abnormal kirain cmn Suzy,,,,

    keren thor.. Ttp Semangat❤

  14. nih kok org2 gnteng jdi aneh smua ya?? baekhyun knpa dgn kulit susu mu, trus minho mulut nya kok pedas bnget sih…
    keren ff nya author,, salam kenal ya, aku reader bru^^

  15. diantara semua cast kayax yg agak normal cuma krystal deh. yg menguntit mungkin myungsoo soalnya sering senyum senyum misterius gitu. belum lg sehun yg sering ngasih2 kado aneh, minho yg hanya menatap normal pada suzy saja dan terakhir baekhyun yg tubuhnya penuh luka luka g jelas. lalu diantara semua siapa ya yg jd pembunuh berantai?

  16. klo dari cerita sih kmngkinan bsar sehun pembunuhnya tpi ngga tau knapa mnrutku kmngkinan ke2 baekhyun yg jdi pembunuhnya mngkin dia nyiksa dirinya krna menyesal udah bnuh orang2😛

  17. klo dri crta sih kmngkunan bsar sehun pembunuhnya tpi klo mnurutku ada kmngkinan baekhyun pembunuhnya mngkin dia nyiksa dirinya krna mnyesal udah bnuh orang lain😛

  18. Suzynya terobsesi sama game
    Myungsoonya manis
    Minho mulutnya pedes
    Sehunnya ngasih hadiah mulu,aneh2 banget hadianya
    Fighting thor

  19. salam kenal eonni aku readers baru baru baca part 1 tp mkn penasaran ceritany jg bagus pemain”ny aneh” msh pnasaran sm sypa pembunuh berantainy kykny sehun deh

  20. Antara penasaran dan takut bacanya,,hehe…
    Semangat thor,, fighting,,
    Takut lo myung yg abnormal dan lo g d baca uring2an kesanakemari.. #galauria #sayaputuskanuntukmembacanya hahaha

Tinggalkan Balasan Anda, Dear

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s