FF ABNORMAL PART 3

image

Title: Abnormal
Author: @vhyra_pabbo
Genre: Romance, Mystery, Thriller, Psycological, School Life, etc.
Main Cast: Kim Myungsoo, Bae Suzy, Choi Minho, Oh Sehun, Byun Baekhyun
Sub Cast: Krystal Jung, Lee Minho, Kim Jong In, OCs and etc (Sub Cast dapat berubah sewaktu waktu)
Length: Chaptered

Warning: Ini adalah cerita yang saya buat murni dari pikiran saya. Cerita ini hanya fiktif belaka. kalau ada kesamaan tokoh, tempat, dan cerita itu merupakan bukan kesengajaan. Ghamsahamnida~ bow

Happy reading!

Previous Part:

Myungsoo tertawa keras. Seperti kesetanan.

“Kan sudah kubilang, kamarku berantakan, Bae Suzy.”

Myungsoo menatap tumpukan kertas yang membanjiri kamarnya yang luas itu.

Kertas foto berisi gambar Suzy. Kertas foto yang menempati berbagai sudut kamar. Tak ada tempat kosong di kamar itu. Semua wajah Suzy terpajang jelas. Bahkan di lantai, foto foto dengan berbagai ukuran tersebar. Benar benar lautan foto.

Foto foto Bae Suzy.

***PART 3***

“Yak katanya ada anak baru di kelas kita!”

“Nugu nugu?”

“Katanya dia tampan dan anak polisi!”

Suzy dan Krystal saling pandang mendengar gosip itu. Lalu mereka saling melempar senyum.

“Aku harap dia seperti Prince Lux di Full of Love.” Kata Suzy menimpali dengan mata berbinar.

“Yak yak! Otakmu cuma berisi game otome saja huh? Aish!” Krystal mencibir.

Saat itulah bel masuk berbunyi diiringi dengan wali kelas yang memasuki kelas dengan seorang pria asing.

Hampir semuanya tanpa sadar bergumam melihat si murid baru.

Bahkan mata Suzy tak lepas menatap pria itu.

“Prince Lux…” tanpa sadar Suzy menggumamkan pangeran favoritenya di game Full of Love.

“Silahkan perkenalkan diri.” Kata wali kelas Seo.

“Perkenalkan, jounoun Lee Minho immida. Bangapsumnida.” Dia membungkuk 45 derajat.

Semua bergumam kagum.

Suzy dan Krystal saling pandang. Mata mereka seperti berkomunikasi satu sama lain.

“Suzy-ah, namanya… aish mengingatkanku dengan si brengsek Froggy! Marganya saja yang beda!” Bisik Krystal.

Suzy tertawa kecil.

“Benar benar sial, ne? Padahal dia tampan sekali, seperti Prince Lux ku!”

“Yak! Lagi lagi otome!”

“Aish! Otome adalah separuh jiwaku!”

“Yak Bae Suzy!”

Suara guru Seo menghentikan acara bisik bisik mereka. Suzy segera melempar mata ke guru Seo.

“Ne Seo seongsaengnim?”

“Berhubung bangku disampingmu kosong, kau bisa berbagi bangku dengan Lee Minho, ne?”

Glek!

Suzy menelan ludahnya gugup. Jantungnya seperti dipompa lebih cepat.

“Ne-ne seongsaengnim.”

Pria bermarga Lee itu tersenyum ke arah Suzy yang dibalas dengan senyum palsu. Gadis itu tampak sangat kikuk berada di dekat pria berpostur tinggi itu.

“Salam kenal, Bae Suzy?”

“Ne. Salam kenal.” Suzy berusaha tersenyum. Mereka bersalaman. Pipi Suzy langsung memerah. Krystal yang duduk bersebrangan dengannya memandangnya jahil.

“Sepertinya kalian berjodoh.” Katanya dengan ekspresi mesum.

“Yak!” Pekik Suzy tanpa suara. Sahabatnya memang sangat jahil. Apalagi menyangkut masalah pria pria yang berpotensi mendapatkan Suzy.

***

“Yak Suzy!”

Suara berat itu membuat Suzy menoleh. Ah, si Mr. Froggy lagi.

“Ne?” Suzy terlihat enggan berurusan dengan pria yang satu ini.

Krystal yang duduk berhadapan dengan Suzy langsung menutup wajahnya dengan buku menu.

Choi Minho melabuhkan dirinya di samping Suzy lalu memesan makanan dengan enteng. Terlihat tak memerdulikan tatapan Suzy yang risih karena pria itu berani duduk di sampingnya.

“Aku dengar dengar, kau sebangku dengan seorang pria huh?” Katanya sarkastis. Ia menatap wajah Suzy dari samping. Gadis itu enggan menoleh. Dia sibuk dengan makanannya.

“Bukan urusanmu!”

“Yak Suzy!”

Suzy sedikit tersentak dengan bentakan itu.

“Namanya Lee-Min-Ho huh?”

Suzy terdiam.

“Wah kebetulan sekali. Namanya sama denganku. Hanya soal marga saja. Cih.” Pria itu berdesis. Tampak sangat kesal. Semua kalimat kalimat yang ia lontarkan terdengar sangat sarkastis.

“Katanya dia seperti Prince Lux.”

Suzy terkesiap. Membeku. Ia berhenti mengunyah makanannya.

“Prince Lux? Dariman-”

“Ah, adikku suka membicarakan karakter itu. Dia penggemar berat game semacam itu.” Potongnya.

Suzy langsung menghela nafas lega.

“Oh ya, jangan lupa, sebentar siang, ne? Di kolam renang sekolah. Pertandinganku. Kau wajib datang.”

“Ne.”

Minho tersenyum lalu mengusap pelan pucuk kepala gadis itu sebelum pergi.

“Sepertinya si anak bebek sadar diri. Dia takut menunjukkan wajahnya padaku.” Ia tertawa skeptis melihat Krystal yang bersembunyi di balik buku menu lalu pergi begitu saja setelah mencubit pinggang Krystal.

“Yak brengsek!” Pekik Krystal seraya melempar buku menu itu ke arah Minho yang kemudian berlari cepat keluar dari kantin.

Suzy dibuatnya tertawa terpingkal pingkal.

“Yak jangan menertawaiku! Dasar Mr. Froggy segya! Kalau bisa sudah kukutuk dia dengan boneka voodoo! Cih!” Krystal menyeruput Avocado Ice nya paksa.

Suzy masih tertawa.

“Yak! Tadi aku ketemu Sehun waktu ke toilet dan dia memberiku ini.” Krystal menyerahkan kado berukuran sedang itu kepada Suzy.

“Sepertinya dia baru membungkusnya tadi. Aku melihatnya.”

Suzy memutar kedua bola matanya malas. Ah, hadiah lagi, hadiah lagi.

“Apa ini?” Suzy menatap tiga lembar kertas itu dengan kening berkerut.

Kertas pertama bertuliskan: Lima
Kertas kedua bertuliskan: Mike
Kertas ketiga bertuliskan: Hotel

Suzy meremas kepalanya.

“Lagi lagi tiga.” Kata Krystal setelah melihat isi kado itu.

“Tunggu-” Krystal langsung terlonjak begitu melihat kode kode yang ada di setiap kertas.

“Suzy, kurasa aku tahu arti dari ketiga kode ini.”

“Mwo?”

“Ini adalah Alphabet Code. Biasa digunakan oleh orang orang militer untuk berkomunikasi. Alpha, Beta, Charlie, Delta, Echo, Foxtrot, Golf, Hotel, India, Juliet, Kilo, Lima, Mike, November, Oscar, Papa, Quebec, Romeo, Sierra, Tango, Uniform, Victor, Whiskey, X-ray, Yankee, Zulu. ABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZ.”

Suzy memiringkan kepalanya. Ia benar benar bingung. Penjelasan Krystal membuatnya pusing.

“Kalau kita susun, maka Lima berarti L, Mike berarti M, dan Hotel berarti H. Jadi-” Krystal langsung membekap mulutnya.

“L-M-H.” Kata Suzy kemudian. Mereka lalu saling pandang dalam hening.

***

Matahari cukup terik siang ini. Suzy berjalan menuju kolam renang sendirian. Krystal memutuskan untuk bersemedi di UKS. Enggan menemani Suzy menonton pertandingan musuh bebuyutannya.

Suzy terlihat mencari cari bangku yang nyaman untuknya. Sepertinya berada di tengah tengah tak buruk. Ia memutuskan untuk memilih di bench paling ujung.

Suzy memandang Minho yang kini mengenakan seragam renang khusus lomba. Pria itu tampak mencari cari seseorang di bangku penonton.

Suzy tersenyum miring melihat betapa menyedihkannya ekspresi Minho yang tampak putus asa karena belum menemukan sosok yang dicarinya.

Mata Minho lalu tertuju ke satu titik. Wanita yang kini bertopang dagu menatapnya datar. Pria itu melembai penuh semangat sembari membuat Love Sign dengan tangannya. Suzy membuat gerakan ingin muntah dan bergegas menyuruh Minho untuk kembali ke pertandingan dengan bahasa tubuhnya yang seperti mengusir.

“SUZY! AKU AKAN MEMBAWA PIALA INI UNTUKMU! SARANGHEO!” teriaknya lantang. Semua langsung bersuit ria dan mata mereka langsung tertuju ke Suzy.

Gadis itu menggertakkan giginya. Kesal. Yah, satu kata yang mewakili seluruh perasaannya saat itu. Minho benar benar membuatnya malu. Suzy paling benci menjadi pusat perhatian.

Tak ayal Suzy membalas teriakan itu dengan jari tengahnya yang ia persembahkan khusus untuk Minho.

Pria itu hanya tertawa dan mengedipkan sebelah matanya dengan genit.

“Brengsek.” Gumam Suzy dengan tangan tercengkram.

“Ne. Dasar pria menjijikan.”

Suara itu membuat Suzy menoleh cepat. Didapatinya Myungsoo yang kini duduk di sampingnya.

Wajah mereka sangat dekat. Mata Suzy membesar dibuatnya.

“Mau bertaruh?”

“Ne?”

“Kalau pria itu kalah, kau harus mau menuruti semua perintahku selama seminggu.”

“Kalau dia menang?”

“Aku akan menuruti semua perintahmu selama seminggu.”

“Jeongmal?”

Myungsoo mengangguk pasti.

“Yak Minho pabbo! Kau harus menang, NE?!” Teriak Suzy yang lantas membuat pria itu menoleh. Ekspresi yang tadinya menggebu gebu langsung berubah drastis.

Pfft!!!

Bunyi peluit menandakan permainan dimulai, tapi Minho masih memandang Suzy di atas sana. Seolah olah tak sadar permainan telah dimulai.

“Yak Minho pabbo! Apa yang kau lakukan?!” teriak Suzy dari jauh.

Tiba tiba Myungsoo memeluknya.

Suzy tersentak.

Kenapa? Apa yang terjadi?

Suzy membeku.

Mata Minho makin melebar. Ia baru sadar permainan sudah dimulai saat Suzy melepaskan pelukan Myungsoo. Ia kemudian terjun bebas ke kolam bersama memori memori tadi. Hal itu sangat mengganggunya.

“Yak apa yang kau lakukan huh? Kau mencoba untuk membuat konsentrasi si bodoh itu terbuyar huh?” dengus Suzy setelah pelukan mereka terlepas.

“Ne. Aku akan melakukan apapun supaya dia kalah.” Myungsoo malah tertawa.

Suzy mendesis. Menatap pria di sampingnya ini kesal.

“Dia sudah berjanji akan menang. Setidaknya… itu yang kuketahui.” Suzy menggigit bawah bibirnya cemas. Ketakutan mulai membayang bayanginya. Entah apa yang akan Myungsoo lakukan padanya jika Minho sampai kalah.

Suzy langsung menggeleng cepat.

Ia tahu, Myungsoo pria baik baik dengan catatan bersih di sekolah. Tak pernah bermasalah. Bahkan banyak rumor yang tersebar bahwa ayahnya adalah seorang polisi dan ibunya adalah psikiater. Sepertinya status Myungsoo benar benar terjaga dengan baik. Ia yakin, Myungsoo tak akan meminta sesuatu yang aneh aneh.

“Pemenangnya adalah Choi…”

“…Hyun kyung!”

Suzy diam terpaku. Mulutnya menganga. Dipandanginya Minho yang keluar dari air dengan raut wajah kecewa. Murung. Matanya menangkap wajah Suzy yang memelototinya. Ia menatap Suzy tajam lalu membuang muka.

“Yak! Dasar pria kekanak kanakan!” Bentak Suzy yang membuat Minho berjalan pergi dari tempat itu.

“Yak Minho masih ada babak kedua!” Teriak salah satu panitia.

Minho tak peduli. Dia terus saja berjalan pergi hingga menghilang dari pandangan mata Suzy.

“Segya!!!” Suzy menghentakkan kakinya kesal.

“Yak Suzy. Kau kalah huh?” Bisik Myungsoo yang sontak membuat Suzy merinding. Suzy langsung membenamkan wajahnya ke kedua tangannya.

“Sial…”

***

Mayat pria ditemukan tewas di sebuah jembatan di Seoul. Ditemukan banyak luka tercabik di lehernya. Korban diduga adalah anak dari anggota kepolisian Seoul. Nama yang tercatat: Lee Minho.

What the-” Krystal kehabisan kata kata melihat artikel pagi itu. Ia langsung menelpon Suzy yang katanya sedang sakit. Mungkin ia masih trauma karena kalah taruhan dengan Myungsoo kemarin. Sampai sekarang, wanita itu masih belum mengabulkan satu pun permintaan Myungsoo. Yah, Myungsoo memaklumi keadaan Suzy yang sedang sakit.

“Yak Suzy! Lee Minho terbunuh!”

“Mwo?!” Suzy terdengar sangat terkejut.

Jangan jangan… surat yang Sehun-

Tidak mungkin! Tidak!” Suzy langsung memutuskan telepon itu sepihak.

“Yak Krystal-ssi, Suzy sedang sakit, ya?” Baekhyun tiba tiba menghampirinya yang sontak membuat Krystal terlonjak. Aroma obat obatan langsung menusuk hidung Krystal.

“N-ne.”

“Baiklah. Aku harus menjenguknya.” Pria itu lalu pergi begitu saja.

Krystal dibuatnya terbengong.

“Pabbo! Hanya aku dan Myungsoo yang tahu rumahnya. Oh ya, Myungsoo juga tak masuk hari ini.” Krystal bermonolog.

***

Ting Tong!

Suzy berjalan gontai menuju pintu utama. Dilihatnya di interkom wajah tak asing melambai ringan. Matanya langsung terbuka lebar.

Ia buru buru berlari ke dapur. Ada Myungsoo yang sedang memasak bubur di sana.

“Yak Myungsoo-ah! Kau… kau sembunyilah!” Suzy mendorong paksa Myungsoo masuk ke dalam kamarnya. Dan memaksanya masuk ke dalam lemari. Tempat itu ia yakini sebagai tempat yang tak mungkin dibuka oleh para mesumer yang datang itu.

***

“Wah wah, bagaimana kalian tahu rumahku huh? Aku kan sudah pindah rumah.” Ujar Suzy dengan tatapan malas ke arah tiga pria aneh itu. Minho, Sehun, Baekhyun.

“Suzy! Mianhae!” Minho langsung bersujud di depan kaki Suzy.

“Yak berdirilah!” Suzy memaksa Minho berdiri dengan keadaannya yang hanya mengenakan baju tidur. Lengannya di balut perban.

“Yak Suzy! Lenganmu kenapa huh?” Baekhyun menatap lengan itu shock.

“Aku kecelakaan kemarin. Yak ada perlu apa kalian ke sini huh?”

“Suzy, aku harus masuk.” Sehun langsung melangkah masuk tanpa permisi diikuti kedua pria itu. Suzy dibuatnya kewalahan. Padahal ia tak berniat untuk memasukkan pria pria aneh itu ke dalam rumahnya.

“Yak! Kalian pikir kalian siapa huh?”

Mereka tak mendengarkan.

***

Suzy berbaring di kamarnya. Di sekelilingnya kini berdiri ketiga pria itu. Baekhyun memegang alat kompres. Sehun membawa kotak P3K, dan Minho yang membawa nampan berisi semangkuk bubur dan segelas susu.

“Aku harus mengganti perbanmu.” Tanpa bertanya lagi Sehun mengangkat Suzy hingga gadis itu bisa duduk lalu ia mulai mengolesi luka Suzy dengan obat dan membalutnya dengan perban. Ekspresinya terlihat sangat serius dan teliti. Suzy dibuatnya terdiam.

Sementara Sehun mengganti perban, Minho mulai menyuapi Suzy dengan sesendok demi sesendok bubur. Suzy terlihat pasrah saja. Lalu Baekhyun tak mau kalah, ia memeras saputangan lalu menempelkannya ke kening Suzy dan menjaganya dengan tangannya agar tak terjatuh.

Myungsoo melihat semuanya. Perlakuan ketiga pria itu. Jarang jarang ia melihat mereka bersatu seperti itu.

***

Suzy kini terbaring di atas tempat tidur. Sementara ketiga pria itu tertidur di sisi ranjang. Suzy menatap langit langit. Sepertinya hari sudah malam. Dan Myungsoo masih berada di dalam lemarinya.

Setelah dirasanya aman, Myungsoo memutuskan untuk keluar dari lemari dengan perlahan. Ia menginjak lantai dengan pelan agar tak membangunkan pria pria itu. Tak lupa ia memberikan kode kepada Suzy bahwa ia akan pulang. Suzy hanya mengangguk dan berterima kasih dengan gerakan mulut tanpa suara.

“Oh, jadi selama ini kau berada di lemari?” Minho tiba tiba terbangun. Alisnya naik sebelah. Mimiknya terlihat menakutkan.

Suzy dan Myungsoo langsung membatu.

***

“Yak, aku tak melihat pria priamu hari ini. Kemana mereka? Biasanya mereka akan menghampiri pada jam jam begini.” Krystal mengecek arlojinya. Tepat pukul satu siang. Saat istirahat makan siang.

“Entahlah. Kemarin ada kejadian yang sangat kacau.”

“Mwo?”

“Minho, Baekhyun, Sehun datang ke rumah baruku.”

“Mwo?! Pantas saja Baekhyun bertanya apakah kau sedang sakit.”

“Kheundae, saat mereka datang Myungsoo juga ada di sana. Lalu Myungsoo kusuruh sembunyi.”

“Lalu?” Krystal serius mendengarkan.

“Myungsoo keluar dari tempat persembunyian tapi ketahuan Minho.”

“Mwo?!”

“Mereka tak berkata apa apa. Mereka pulang begitu saja. Aku bahkan tak tahu apa yang terjadi di luar.”

“Ah, pasti tak terjadi apa apa, ne? Mereka tak mungkin berkelahi hanya karena masalah it-”

“Ne. Jika saja mereka adalah pria normal.”

Krystal menatap Suzy. Terdiam. Ada banyak pertanyaan yang merasuki benaknya.

“Suzy, ngomong ngomong, kabar tewasnya Lee Minho sudah tersebar ke seluruh sekolah. Para polisi akan segera datang ke sini untuk meminta kesaksian. Mungkin kau akan dimintai keterangan karena kau adalah teman sebangkunya.”

“Ne ne. Aku tak masalah.” Jawabnya acuh tak acuh.

“Aku jadi tak sabar ingin melihat detektif asli!” Krystal cengengesan.

“Ne ne. Kau memang suka hal hal seperti itu kan? Dasar detektif palsu!”

“Yak pabbo!” Krystal mencubit lengan Suzy yang sontak membuat gadis itu meringis. Krystal mencubit tepat pada lukanya.

“Yak pabboya! Kau mencubit lukaku!” Suzy menjitak kepala Krystal kesal.

Krystal langsung menyemburkan tawanya.

“Mau aku ulangi?”

“Pabbo!”

Pletak!

“Rasanya aku ingin meneliti kasus ini. Ini sudah kasus ke  sepuluh selama hampir setahun ini. Dengan pola yang sama dan jam jam yang sama pula. Kau masih ingat apa yang kukatakan kemarin kemarin tentang enigma dibalik jam 1 hingga jam 4 pembunuh berantai itu melakukan aksinya? Dan korbannya selalu pria. Sangat mencurigakan.” Krystal mengusap ngusap dagunya bak detektif yang tengah berpikir keras.

“Ya tuhan! Jangan terlalu memikirkan masalah ini. Yang penting kita tak terlibat.”

“Aku masih meyakini deduksiku bahwa pembunuhnya adalah seseorang yang bersekolah di sekolah kita dengan mempertimbangkan Lee Minho yang baru saja masuk ke sini. Bahkan baru satu hari. Malang sekali dia.”

“Yak! Kata katamu menakutkan!” Suzy menjitak kepala Krystal lagi.

“Aish! Setidaknya aku ingin memecahkan satu kasus!”

“Kau tak akan pernah bisa memecahkan kasus ini, Krystal-ssi!” Suzy tersenyum mengejek dengan memanggil Krystal dengan embel embel ‘ssi’.

“Yak!”

“Kau hanya detektif palsu!”

“Yak se-”

“Permisi!”

Kata kata Krystal tertelan. Mereka berdua langsung menoleh ke sumber suara. Seseorang dengan pakaian resmi kepolisian. Gayanya bak detektif.

Mata Krystal langsung berbinar binar.

“Ne?”

“Bisa bicara sebentar?”

***TBC***

Annyeong annyeong!!! Part empat segera meluncur dua hari kemudian!😄 dan part 5 nya udah jadi jreng jreng jreng😄 hahaha mian karena kecepetan karena sepertinya minggu depan aku bakal sibuk jhahaha kakakku mau menikah yeah *apa urusannya ma elu*😄 yah pokoknya aku mungkin bakal sibuk sebagai pencicip makanan atau sebagai babu dadakan atau apalah bhahahak😄 *curhat doang. Silahkan di skip*

Yosh segitu dulu. Sebenarnya itu curhat karena gak ada bahan aja bhahahak😄

RCL ya!

Ghamsahamnida~

*bows

29 thoughts on “FF ABNORMAL PART 3

  1. penasaran sebenarnya liat siapa sebenarnya myungsoo minho sehun baekhyun-,- kayaknya selama ini yg bunuh orng minho yah thor terus sehun kenapa kasih suzy kado yg selalu aneh2 terus cuma 3 bijik itu kode nama yg di bunuh yaa , penasaaraaaan bangeeet thooor ceritanyaaaa ditunggu yaa thor next partnya fighting thor🙂

  2. Wah banyak banget kejadian aneh disini. Si minho yg tiba” aneh waktu pertandingan. Lee minho si anak baru yg meninggal tiba krna dibunuh.
    Siapa sebenarnya si pembunuh. Semua bisa jadi pelakunya.
    Suzy jga bisa jdi si pembunuh, kan bisa jdi siang hari dia kaya siswi biasa. Tapi kan malamnya gak tau dia gimana. Bisa jdi suzy kepribadian ganda.
    Krystal jga, dia ingin jdi dektektif makanya dia bikin kasus pembunuhan buat dia pecahkan sendiri.
    Yah klo ke-4 namja itu ya gak tau ya.

  3. Bru jga sehari masuk sekolah lee minho sdah terbunuh.. Tp kenapa sehun memberikan kertas yg berikan inisial nama lee minho pada suzy? Kenapa jga mereka(minho,sehun,baekhyun) datang bersama ke rumah beru suzy? Kalau sehun dan baekhyun kan mereka memang bertaman tpi choi minho?
    Next chapternya di tunggu thor.. Oh iya selamat lebaran yah buat yg muslim…maaf lahir batin🙂

  4. Fast update? Joha
    Aku sempet kaget kok pake LMH muncul segala, eh ternyata cuma perkenalan terus mati :v

    Kayaknya myungho itu saling kenal ya? Akrab malah *hipotesis tak berdasar

    Joha kak, makin penasaran aku
    Bakal setia nunggu kok kak. Apalagi fast update kek begini

  5. Eh ini cerita teka teki banget sifatnya enggak ada yang bisa aku tebakkk
    Si myungsoo sengaja gitu ngasih tau suzy tentang cctv biar suzy tinggal disebelahnya?
    Ahhhhhditungguu lanjutanya yaaaa author semangat

  6. Keknya selama ini yang menjadi pembunuh berantai itu minho
    Terus sehun selama ini ngasih tau inisial orang yang dibunuh minho lewat kado-kado yang isinya selalu tiga. Kek kado kertas tadi L-M-H. Lee Min Ho
    Bener gak sihhh

  7. aku ngakak sma scenenya krystal yg d cubit sma minho wkwkwk
    aku bnr” penasaran sma pelaku yg udh bnuh minho
    NEXT PART😀

  8. kasus minho benar” mncurigakan,,,mungkin yg dikatakan krystal ada benarnya tentang pembunuh minho adalah salah satu murid bersekolah di sekolah mereka.ada apa dgn ekspresi minho saat melihat suzy brsama myungsoo?hoksi dia sudh tau jika myungsoo,peguntit bae suzy

  9. Eh itu isi suratnya sehun kayaknya jadi kode kalok korban selanjutnya itu lee minho eh dan ternyata bener
    Apa sehun ya yang jadi tersangkanya ?

  10. tunggu dulu…kok minho tau juga prince lux? bener tau dari adikx atau dari sumber lain. ada kemungkinan jg minho yg masang kamera dirumah suzy waktu itu ya. udah ada dua orang tersangka nih. Lee minho baru aja pindah udah dibunuh. bikin penasaran nih cerita.

  11. Penuh dengan teka-teki ni ff
    Tapi seru banget bacanya
    Author punya gaya penulisan yg kerenkeren
    Dan setiap adegannya pasti berhubungan alias gak mubazir
    Keren thor
    Semangat,….

  12. semakin penasaran sypa ya pembunuh berantainy msh blm nemuin pelakuny apa jgn” myungsoo ya trusan sehun berusaha ngsh tau suzy dgn cara ngsh hadiah” aneh” ke suzy

Tinggalkan Balasan Anda, Dear

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s