FF ABNORMAL PART 4

image

Title: Abnormal 
Author: @vhyra_pabbo
Genre: Romance, Mystery, Thriller, Psycological, School Life, etc. 
Main Cast: Kim Myungsoo, Bae Suzy, Choi Minho, Oh Sehun, Byun Baekhyun 
Sub Cast: Krystal Jung, Lee Minho, Kim Jong In, OCs and etc (Sub Cast dapat berubah sewaktu waktu) 
Length: Chaptered

Warning: Ini adalah cerita yang saya buat murni dari pikiran saya. Cerita ini hanya fiktif belaka. kalau ada kesamaan tokoh, tempat, dan cerita itu merupakan bukan kesengajaan. Ghamsahamnida~ bow

Happy reading!

***

Previous Part:

“Aish! Setidaknya aku ingin memecahkan satu kasus!”

“Kau tak akan pernah bisa memecahkan kasus ini, Krystal-ssi!” Suzy tersenyum mengejek dengan memanggil Krystal dengan embel embel ‘ssi’.

“Yak!”

“Kau hanya detektif palsu!”

“Yak se-”

“Permisi!”

Kata kata Krystal tertelan. Mereka berdua langsung menoleh ke sumber suara. Seseorang dengan pakaian resmi kepolisian. Gayanya bak detektif.

Mata Krystal langsung berbinar binar.

“Ne?”

“Bisa bicara sebentar?”

***PART 4***

“Kau selesai di interogasi oleh detektif itu huh?” Tanya Krystal antusias.

Suzy hanya mengangguk acuh seraya memainkan ponselnya.

“Kau tahu namanya?” Krystal masih terlihat antusias. Terdengar jelas dengan nada suaranya yang menggebu gebu.

“Mmm… kalau tidak salah namanya Kim Jong In.” Suzy masih fokus ke ponselnya.

“Lalu apa yang dia tanyakan?”

Suzy memberi jeda selama beberapa detik sampai ia benar benar menjawabnya. Seperti sengaja membuat Krystal menunggu. Yah, ia senang menggoda  gadis itu.

“Kau merasa ada yang aneh selama kau duduk di sampingnya? Katanya.” Ujarnya datar.

“Lalu jawabanmu?”

“Aku tak begitu memerhatikannya. Dia baru satu hari yang lalu masuk sebagai murid baru. Kataku.”

“Lalu?”

“Dia mengeluarkan sehelai kertas dan dia bertanya tentang kertas itu.”

“Hah?” Kening Krystal mengerut.

“Kau kenal dengan kertas yang berisi kumpulan huruf yang ditempel ini huh? Katanya.”

Krystal membesarkan matanya. Makin penasaran.

“Aku melihat kumpulan huruf dan tanda baca yang tak jelas. Kalau tak salah ada huruf C, Q dan V di antara huruf huruf itu dan aku lupa selanjutnya.”

Mata Krystal membulat sempurna.

“Tidakkah itu seperti kode huh? C adalah tiga, Q  adalah tujuh belas dan V adalah dua puluh tiga. Hmmm… ah ani ani! Sepertinya bukan seperti itu.” Krystal menggigit kukunya gemas. Ia sangat ingin melihat kode kode itu.

“Ckck, yak itu bukan urusan kita. Dan untuk apa pula si pelaku meninggalkan kode huh? Bukankah terlalu sederhana mengaitkan angka dan huruf? Dan lagi, aku tak melihat satupun angka di kertas itu. Hanya huruf dan tanda baca.” Suzy menyumpal telinganya dengan earphone enggan mendengar lebih lanjut celotehan Krystal mengenai kasus pembunuhan berantai itu dan hubungannya dengan semua prasangkanya.

“Aku yakin si detektif tampan pasti sudah memecahkan kode yang kau maksud.”

Suzy menatap Krystal dengan raut malas.

“Oho maniak crime maniak mayat maniak kode!” sindir Suzy seraya bersiul rendah. Krystal dibuatnya mendesis lalu sebuah jitakan mendarat di kepala Suzy.

***

Suzy terlonjak saat seseorang meniup telinganya.

“Yak Kim Myungsoo!” Suzy membuka pagar dengan sedikit hentakan. Kesal karena Myungsoo mengagetkannya.
Pria itu malah tertawa melihat wajah Suzy memerah.

“Kau lupa sesuatu huh?” sembur Myungsoo sebelum Suzy masuk ke dalam rumah.

Suzy langsung membeku. Yah, ia punya janji dengan Myungsoo jika Minho kalah dalam pertandingan.

Menjadi budak selama seminggu.

“Jadi apa maumu?”

Myungsoo tersenyum tipis.

***

‘Kau akan kusekap di dalam rumahku selama satu minggu.’

Kalimat itu terus menerus membayanginya. Seperti kaset rusak yang terus terputar berulang ulang. Kepalanya serasa ingin pecah.

Kini ia berada di dalam kamar Myungsoo bersama jutaan foto dirinya. Kedua kaki dan tangannya terikat. Persis seperti seorang sandera. Myungsoo benar benar menyekapnya.
Lalu bagaimana dengan sekolah? Yah, Myungsoo tak perlu bersusah susah untuk memberikan alasan palsu. Myungsoo hanya membuka perban Suzy, lalu menambah luka itu dengan  sedikit irisan kecil dan jadilah alasan masuk akal Myungsoo: Suzy sedang sakit. Tanpa perlu berbohong.

“Yak apa maksudmu melakukan ini semua huh?! Jelaskan!” matanya bahkan tak kuasa menatap ke ke delapan monitor yang mengambil beberapa angle rumah barunya.

“Ada sesuatu … yang aku benar benar tak pahami…” sahut Myungsoo dengan nada pelan bak pujangga seraya menggoyang goyangkan gelas anggur berisi Cabernet Sauvignon 1992.

“Aku meminum anggur yang sangat mahal di depan wanita yang kucintai…” Myungsoo menatap mata Suzy lembut. Sementara Suzy memandangnya rendah.

“Aku lalu berfikir kenapa aku begitu tertarik padamu?” wajah Myungsoo mendekat. Bisa ia rasakan desahan nafas Suzy.

“Kau memiliki sesuatu.” Myungsoo tertawa pelan seraya meneguk minumannya penuh keeleganan.

“Mwoya?! Aku tak peduli alasanmu! Dasar penguntit!”

“Hei hei apakah kau yakin aku satu satunya penguntitmu?” Myungsoo lalu berjalan menuju monitor. Menarik beberapa kaset dari laci lalu diputarnya video yang ada di dalam kaset itu.

Suzy tercengang hebat.

Minho, Sehun, Baekhyun ada di dalam monitor itu. Tampak mereka sedang memasang kamera mereka diam diam. Dan kamera Myungsoo menangkap aksi mereka. Terlihat dari tanggalnya, sudah hampir setahun mereka menguntit Suzy.

“Lihat! Semua melakukan hal yang sama! Menguntit!” Myungsoo tertawa keras.

“Kalian benar benar gila!” geram Suzy. Kehidupan pribadinya hancur sudah.

“Ah sudah jam sembilan, aku harus menyiapkan makan malam. Kau duduk di sini, ne?” Myungsoo mengangkat tubuh Suzy ala bridal lalu meletakkannya hati hati ke atas tempat tidur.

Suzy hanya bisa mendesah pasrah. Ia menutup rapat rapat matanya. Ia sangat malu melihat ada jutaan foto candid dirinya. Bukankah dia sudah pernah mengatakan bahwa ia tak suka dipotret secara diam diam?

***

“Makan malam sudah siap.” Myungsoo muncul di ambang pintu kamarnya. Kakinya terseret pelan menghamburkan ratusan foto yang tersebar di hadapannya.

Suzy memandang ngeri pria yang mengenakan setelan jas itu. Seolah olah ia sedang berpesta di atas penderitaannya.

“Suzy, aku akan menyuapimu, ne?” Myungsoo membantu Suyz duduk. Suzy sedikit memberontak. Bahkan selera makannya sudah hilang melihat pemandangan dirinya di kamar big size itu.

“Yak! Bukankah kau sudah berjanji huh? Kenapa membantahku?!” oktaf pria itu meninggi. Hitam matanya menajam. Di tariknya dagu Suzy ke atas hingga mencapai wajahnya. Mereka saling menatap dalam diam. Bisa ia lihat hitam kedua bola mata Suzy yang seperti mutiara di dasar samudra itu. Indah. Memesona.

Air mata Suzy tiba tiba mengalir begitu saja.

“Makanya aku membenci pria!” pekik Suzy tepat di depan mata Myungsoo.

Kancap mata pria itu bagai elang sekarang. Seperti murka.

“Kau hanya menganggap seorang pria dalam dunia dua dimensimu huh? Prince Lux? Prince Albert? Mr. Ken? Mau aku sebutkan semua karakter karakter dari game otome yang sering kau mainkan huh?” nada suara pria itu tampak tak main main. Seperti sebuah penegasan kemarahan.

Suzy menjerit. Ia enggan mendengar semuanya dari mulut Myungsoo. Ia merasa diinjak injak.

“Kenapa kau harus malu dengan hobi mesum mu itu huh? Apa karena kau seperti dewi di sekolah? Atau karena ada maksud lain?” jarak di antara wajah mereka semakin menipis.

Suzy menutup kedua matanya rapat rapat. Ia muak melihat wajah psikopat itu.

“Kenapa kau tak menjawab huh? KAU HARUS MENURUTI SEMUA KEINGINANKU!” Myungsoo menghempaskan piring berisi makanan itu keras. Suzy sampai terlonjak. Ia tak berani menatap mata Myungsoo. Ia lirih. Keberaniannya berkurang drastis.

“Dengarkan! Selama seminggu ini kita bersama, aku sedang memutuskan sesuatu jadi jangan membuatku ragu!”
Semua kata kata Myungsoo lewat begitu saja. Otaknya sudah dirasuki dengan berbagai cara cara kabur yang efektif.

“SUZY!” Myungsoo menarik wajah Suzy hingga sejajar dengan wajahnya. Suzy dibuatnya tercengang hebat. Cengkraman tangan Myungsoo begitu sangat kuat.

Satu gerakan cepat, Myungsoo melumat bibirnya.

Suzy tersentak dan berusaha memberontak tapi sia sia. Kekuatan Myungsoo jauh lebih besar.

Agak lama ciuman itu baru terlepas. Suzy terengah engah, begitupun dengan Myungsoo. Ada senyum penuh kemenangan yang lantas tercetak di bibir pria itu.

“BRENG-“

Belum selesai satu kata itu keluar, Myungsoo sudah kembali melumat bibirnya. Bahkan lebih lama dari sebelumnya.

Air mata Suzy mengalir begitu saja. Ia menolak semuanya. Tapi ia tak bisa melakukan apa apa. Ia lemah saat ini.
Myungsoo tersenyum setelah ciuman mereka terlepas.

“Kau benar benar tak mau makan huh? Aku akan menyuapimu dengan mulut-“

“Aku mau! Suapi aku dengan sendok!” tegas Suzy. Meski sejujurnya ia masih merasa dalam ketakutan yang luar biasa. Myungsoo seperti penguntit berdarah dingin.

Myungsoo mengangguk. Tersenyum. Kali ini senyum puas dan lega. Ia sekali lagi mengambil makanan ke dapur dan kembali ke kamar dengan nampan baru.

“Aaaaa…”

Suzy membuka mulutnya. Ia mati matian menahan perasaan ingin mengumpat dan memberontaknya. Satu persatu makanan masuk ke dalam pencernaannya dengan sukses. Masakan Myungsoo sangat enak. Berbeda dengan apa yang dikatakannya tentang dia yang tak bisa memasak. Ia ingin bertanya tentang adiknya yang katanya sangat pandai memasak dan kemana dia sekarang, tapi rasanya mustahil bertanya seperti itu dalam keadaannya yang diambang kehancuran saat ini.

“Makananku sangat enak, ya? Kau terlihat menikmatinya.”

Suzy tersentak. Ia langsung terbatuk batuk.

“Aku bohong soal adikku yang keluar kota. Aku anak tunggal.” Ujar Myungsoo sembari membantu Suzy minum.

Suzy mendecak. Semuanya terjawab tanpa pertanyaan.

“Yak Suzy, setelah makan, aku akan mengajakmu bermain sebelum tidur.” Myungsoo mengecek arlojinya.

“Saat ini baru pukul sembilan lewat dua puluh. Lima belas menit bermain tidak masalah kan? Kau belum mengantuk kan?”

Suzy mengangguk lemah. Seperti manusia yang telah dicuci otaknya. Seperti robot yang menuruti segala perintah sang pencipta. Sekarang gadis itu hanya berfikir satu hal: DIA HARUS MENURUTI SEMUA KEINGINAN MYUNGSOO SELAMA SATU MINGGU.

Myungsoo tak terima penolakan. Tak ada jalan keluar dari masalah ini. Myungsoo benar benar seorang ahli dalam hal penguntitan. Memiliki aplikasi dan alat yang lengkap, ditambah kecerdasannya meramu alat elektronik, jaringan dan komunikasi. Pria ini tahu segalanya tentangnya!

***

Myungsoo menggendong Suzy ala bridal ke ruang tengah setelah melepas semua ikatannya. Di sana Myungsoo menyiapkan konsol game beserta CD nya. Dia memberhentikan Suzy di atas sofa. Seperti menaruh barang pecah belah. Sangat hati hati. Lalu Myungsoo menyetel game. Tak lupa menyerahkan satu stik portable kepada Suzy.

“Kau harus memainkan game otome di sampingku.”

Suzy terkesiap. Ia sudah melakukan apapun untuk menyembunyikan hobi memalukan itu dan sekarang Myungsoo, si pangeran sekolah menyuruhnya untuk memainkan game itu di sampingnya?!

Mending ia mati saja.

“Bunuh aku.”

Myungsoo menoleh cepat. Alisnya terangkat.

“Mwo?”

“Aku malu, KIM MYUNGSOO!” Suzy menatap Myungsoo dengan mata berkaca kaca.

Myungsoo terdiam. Seolah olah tengah berada dalam perang batin antara dirinya dan asumsi asumsi di dalam otak kecilnya.

“Kenapa harus malu?” ekspresi Myungsoo mulai terlihat tak mengenakkan lagi. Giliran Suzy yang terdiam.

“Aku berkali kali mengatakan, kenapa kau harus malu dengan hobimu sendiri?”

Suzy masih tak bersuara.

“Seharusnya kau bangga bisa menamatkan beberapa game otome sekaligus dalam sehari.” Ujarnya dingin.

Wajah Suzy terangkat. Ia benar benar malu. Bahkan Myungsoo tahu bahwa ia biasa melakukan semua itu.

“Mungkin bukan itu daya tarik terbesarmu, kheundae… aku suka semua yang kau miliki.” wajah Myungsoo mendekat. Mata mereka bertemu.

“Kau tahu, aku juga punya hobi aneh.” Myungsoo mengusap pelan wajah Suzy.

“Menonton  orang yang sedang menjalani hobi anehnya…” bisiknya kemudian.

Deg!

Kedua mata Suzy membesar.

***

“Mwo?! Suzy sakit lagi?!” pekik Krystal saat gadis itu bertanya pada Sehun yang sedang menitipkan hadiah, seperti biasa.

“Ne.”  Sehun melewati Krystal begitu saja tanpa ingin menjelaskan lebih detail mengenai sakitnya Suzy.

“Jeongmal? Kenapa aku tak tahu masalah ini huh?” Krystal bermonolog sendiri. Ia lalu bergegas melangkah menuju UKS. Mungkin si pria penuh luka itu tahu tentang keadaan Suzy. Ia bingung dan cemas karena ponsel Suzy tak bisa dihubungi selama dua hari ini dan ia belum sempat ke rumahnya. Dipikirnya Suzy hanya ingin membolos.

“Baekhyun-ssi.”

Pria yang dipanggil itu membuka satu matanya. Ia tengah berbaring di atas ranjang UKS. Sepertinya ia berniat membolos pelajaran selanjutnya.

“Lihat siapa yang datang!” pria itu sedikit terkejut lalu segera membuka kedua matanya.

“Ada perlu apa?”

“Kau tahu Suzy sedang sakit? Lagi.”

“Ne.” jawabnya enteng.

“Mwo? Jadi semuanya sudah tahu huh? Shit! Hanya aku yang tak tahu!” Krystal mengumpat dirinya sendiri. Merasa gagal sebagai sahabat.

“Aku kemarin ke rumahnya dan dia tak ada di sana. Dia menghilang.” Kata Baekhyun kemudian.

“MWO? DAN KAU SANTAI SAJA DI SINI HUH?”

“Mana mungkin aku bisa santai huh? Kemarin aku sudah mencarinya di tempat tempat yang biasa ia datangi, tapi nihil. Sekarang, aku ingin membolos sebentar sebelum aku kembali mencarinya. Aku ini adalah calon suaminya nomor satu!” ujarnya dengan bangga.

“Kau seorang masochist ya?” sembur Krystal dengan nada mengejek tatkala tak tahan melihat perban perban yang melilit tubuh Baekhyun. Lidahnya sangat gatal ingin bertanya.

“Ne.” jawabnnya polos.

“Ckck, Pantas saja banyak luka di tubuhmu.”

“Ne. Aku suka disiksa. Mau menyiksaku?”

Krystal mencibir lalu pergi begitu saja. Ia enggan berurusan dengan pria rusak akal itu. Masochist? Siapa yang mau menjadi sosok yang suka disiksa huh? Menggelikan!

Krystal menggeleng lalu ia tiba tiba teringat satu lagi pria yang selalu lengket dengan Suzy. Choi Minho.

Lama Krystal berfikir sampai ia berada di titik final.

Ia menggeleng kencang.

NO!”

Lupakan tentang Minho. Dia tak mungkin berkomunikasi dengan pria itu.

***

Suzy membuka matanya perlahan. Cahaya pagi masuk dari celah celah ventilasi. Ia meringis merasakan ikatan di tangannya semakin kencang. Mungkin akan memar. Kakinya juga sudah diikat kembali. Semalam Myungsoo menontonnya bermain game dan pria itu malah mengajari Suzy cara memenangkan karakter yang paling Suzy suka dan gadis itu berhasil. Awalnya agak memalukan, tapi setelah dijalani ternyata tak seburuk dugaannya. Myungsoo terlihat tak geli melihatnya bermain. Bahkan dia cenderung menikmati menyaksikan Suzy bermain.

Suzy membalikkan badannya ke samping. Dia terlonjak mendapati Myungsoo yang masih terlelap. Wajahnya sangat dekat. Hembusan nafasnya menerpa wajah Suzy. Bisa ia lihat lekuk sempurna itu dengan dekat.

Tiba tiba gadis itu tersenyum.

Tangannya tanpa sadar membelai pipi pria itu.

Dan dalam gerakan cepat, Myungsoo langsung menangkap tangan Suzy.
Suzy dibuatnya tersentak.

“Aku sudah seperti karakter dua dimensi itu, belum?” tanyanya dengan mata yang masih tertutup.

Suzy menggeleng pelan.

“Kau mengerikan.”

Myungsoo tertawa. Ia melepaskan tangan Suzy dan kembali tertidur.

“Pabbo…”

***

Krystal sudah berada di depan rumah Suzy. Sudah berkali kali ia memencet bel namun si empunya tak juga merespon.

Ia memutuskan untuk meletakkan hadiah Sehun di depan pintu rumahnya dan bergegas pergi. Namun baru beberapa langkah, ia sudah kembali lagi ke sana, mengambil hadiah dan memutuskan untuk membukanya di tempat itu.

Ia benar benar tak bisa menyembunyikan rasa penasarannya.

Perlahan lahan ia membukanya.

Ckrek!

Lagi lagi tiga buah kertas.

Tiga buah kertas berisi kode kode.

Kertas pertama: C: QV
Kertas ke dua: – – –
Kertas ke tiga: M / . (titik)

“C Q V, tiga garis, M dan sebuah titik.” Mata Krystal membesar.

“Ini kode yang Suzy katakan mengenai wawancara dengan detektif tampan itu!”

Jantung Krystal serasa mau tanggal. Organ itu berdetak sangat cepat hingga kertas yang dipegangnya bergetar.

Oh my… kode… kode yang…”

“…sangat mudah.”

“Sepertinya… kode campur.”

Krystal mulai menganalisa kode itu yang akan menjadi jawaban atas pembunuhan berantai yang terjadi setahun ini.

“Ini…”

Matanya sontak membulat sempurna setelah dipecahkannya kode kode itu. Luar biasa terkejut.

“Ini..”

Ia langsung menjatuhkan kertas itu saat seseorang tiba tiba menepuk pundaknya.

“Apa yang kau lakukan?”

DEG!

Krystal membeku. Bahkan menoleh pun sulit.

Pria itu langsung mencengkram kedua pundak Krystal.

“Kau sudah tahu sekarang?”

Krystal masih takut untuk mengangkat wajahnya. Ia dalam masalah besar.

***

Saat Suzy sedang disuapi oleh Myungsoo tiba tiba alarm keamanan rumah Myungsoo berbunyi. Suzy langsung ia masukkan ke dalam sebuah kotak dan memastikan Suzy aman di dalam.

“Tunggu aku di sini, ne? setelah itu kita bisa bermain game.” Suzy mengangguk dengan takut. Meski ia berharap orang yang menerobos masuk adalah orang yang dikenalnya, Minho? Sehun? Atau mungkin Baekhyun?

Myungsoo bergegas menuju ruang keamanan. Di sana ada banyak alat alat untuk menghadapi kejahatan. Stun gun, tongkat pemukul, dan gas airmata ia masukkan ke dalam cela jasnya. Dan tak lupa sebilah pisau lipat nan tajam.

Pria itu tampak melangkah dengan hati hati. Matanya awas.

Bagaimana si penerobos itu bisa masuk ke dalam rumahnya yang memiliki sistem keamanan  tinggi? Apakah dia seorang agen kepolisian? Ah, jangan bercanda! Untuk apa agen kepolisian mendatangi rumahnya? Apakah karena telah menyelundupkan Suzy selama beberapa hari? Tak masuk akal! Semuanya karena janji Suzy jadi tak ada alasan ia ditangkap karena masalah ini.

Saat ia mengaduk ngaduk benaknya dengan prasangka prasangka itu, ia malah kehilangan fokus saat seseorang tiba tiba memukulnya dari belakang.

Ia tersungkur. Baru saja ia hendak menoleh, si penyusup sudah memukulnya lagi. Ia bahkan tak sempat menggunakan semua alat keamanannya. Myungsoo terbatuk batuk. Tersengal sengal. Ia masih berusaha melihat orang itu sembari mengambil pisau di dalam kantungnya.

Bruk!

Myungsoo kembali terjerembab. Orang itu menginjak kepalanya. Myungsoo mengerang kesakitan. Ia sedikit lagi melihat orang itu.

Bruk!

Giliran tangannya yang diinjak. Erangannya makin kencang.

“Mati kau dasar psycho bastard!”

Syat!

Myungsoo  berhasil mengiris kaki orang itu dengan pisaunya meski bersusah payah. Tampak si penyusup itu menjauhkan diri.

Myungsoo kembali bangkit. Tergopoh gopoh. Bisa ia lihat punggung orang itu. Tinggi. Atletis.

Ia langsung tersenyum.

“Choi Minho, huh?”

Si penyusup tertawa keras.

“Kau sudah tahu rupanya bahwa Suzy di sini.” Kata Myungsoo.

“Yak! Jangan remehkan aku soal masalah nguntit menguntit! Bahkan aku bisa meretas rumahmu yang berkeamanan tinggi ini!” Ia tersenyum miring.

“Tentu saja, si perenang handal, dan si mulut kotor Choi Minho bisa melakukan itu semua. Penguntit dari segala penguntit. Sang hacker legendaris yang dicari cari pihak berwajib.” Katanya sarkastis.

“Ne. Dan aku tahu apa rencanamu.” balas Minho dingin.

Myungsoo tersenyum lebar. Meski matanya tak tersenyum.

“Oh ya? Bagus sekali.”

***TBC***

Annyeong readerdul! Satu part lagi! Yeaaah😄 sekali lagi minal aidin wal faizin yaaa hmmm udah ada yang nemu titik terang gak?😄

RCL ya!

Ghamsahamnida~

*bows

33 thoughts on “FF ABNORMAL PART 4

  1. Ampun kasian sama suzy disukai sama cwok cowok aneh tpi diantara sehun myungsoo minho dan baekhyun ko aku ngakak ke baekhyun ya rasanya enggak pantes dia jadi masochist gitu hahaha terlalu imutt bayangin wajahnya

  2. Siapa yang nepuk bahu krystal? Kakak kayaknya suka banget sama kode kode kayak gini. Suka riddle juga ya kak?

    Zyeon diuntit empat orang? EMPAT? oh god, zyeon betapa malang nasibmu

    Satu part lagi dan semuanya bakal jelas

  3. astaga kukira cuma myungsoo aja yg penguntit suzy selama ini ternyata mereka empat2 nya penguntit suzy-,- tapi yg seram kayaknya minho laa kalo myungsoo gak palak seram kali , siapa ya kira2 yg nepuk pundak krystal apa minho thor ? penasaraaaan thor kelanjutan nyaaa semoga ajaa myungsoo menang lawan siminho ditunggu yaaa thor next partnya fighting thor🙂

  4. Baru liat jadi langsung baca daripart 1-4. Jadi komennya di part 4 aja gpp ya hehe..
    Ceritanya bagus, bikin penasaran. Kayaknya yg nepuk pundak krystal itu si sehun deh… tapi apa rencananya si myung blm tau…ditunggu next nyaa thorr…udah tak sabar liat end nya

  5. Kai jadi detektif yah… Saat krystal sdah tau dia malah kepergok orngnya, tpi siapa ? Sehun?
    Makin tambah penasaran. Di tunggu kelanjutannya

  6. aduhhh mkn tenggang aja…siapa yg ketemu krystal di rmh suzy…trus jga minho…aduhhhh…mkn penasarannn…lanjut thorr…..fighting

  7. Omo. 😱Gila. Sudah ketahuan si penguntit itu ternyata 4 namja itu. Gila ngeri banget. 1 penguntit aja udah serem apalagi 4. Iiiihh 😨
    Si myungsoo gila, permintaannya nyekap suzy selama 1 minggu. ah, tapi lwat kebersamaan mereka pasti akan tumbuh benih” cinta.😍 Ambil maknanya aja 😄
    Omo, siapa yg nyerang krystal ? Itu si pembunuh berantai kan ? Tapi siapa ?
    Si minho sma myungsoo bakal bertarung ni. Siapa yg menang ya ?
    apa sih rencana myungsoo sebenarnya ?
    Ah, makin menegangkan aja. Ditunggu loh lanjutannya chingu. 😁 Fighting ^^9

  8. Omg ceritanya makin seru nggak nyangka banget kalok minho itu hacker terus itu kayaknya bener deh kalok sehun yang jadi pembunuh lee minho

  9. Siapa sebenarnya pelakunya dan apa jawaban dari semua kode” itu ?apakah pelakunya minho?apa sebenarnya alasan myungsoo,minho,sehun dan juga baekhyun menguntiti suzy ?pasti ada hal lai selain cinta.
    Next partnya ditunggu author fighting

  10. eih minho g jauh beda dgn myungsoo. tp tp semua namja yg menyukai suzy punya hobi yg sama. menguntit suzy tepatnya. minho hacker handal wah info baru. jadi apa rencana mereka berdua.?

  11. bingung bngt bny yg bisa dicurigain tp sypa sh sehun kykny lh klo myungsoo bkn minho bkn apa yg terjadi sm krystal kykny dia udh tau sypa pembunuh berantainy tp motifny apa coba

Tinggalkan Balasan Anda, Dear

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s