FF Obscuris Vera Involvens (Oneshoot)

image

Title: Obscuris Vera Involvens
Author: @vhyra_pabbo 
Genre: Romance, thriller, suspense, psychological, School Life, etc. 
Main Cast: Bae Suzy, Kim Myungsoo, Choi Minho 
Sub Cast: Krystal Jung, Park Jiyeon, Oh Sehun, Byun Baekhyun, Kim Jong In, OCs 
Length: Oneshoot

Warning: Ini adalah cerita yang saya buat murni dari pikiran saya. Cerita ini hanya fiktif belaka. kalau ada kesamaan tokoh, tempat, dan cerita itu merupakan bukan kesengajaan. Ghamsahamnida~ Bow

Happy Reading!

***

“When you light a candle, you also cast a shadow.” Ursula K. Le Guin

***

“Halloween party?” Myungsoo memiringkan kepalanya mendengar usulan Krystal.

“Ne. Bagaimana kalau di rumahmu, Suzy?” Saran Krystal.

“Di rumahku saja. Aku tahu orang tua Suzy sedikit strict dengan pesta pestaan.” Sergah Myungsoo cepat. Tentu saja pria ini paling tahu bagaimana keadaan pacarnya, Suzy.

Suzy tersenyum dan mengangguk menyetujui.

“Sudah diputuskan!” Jong In memukul meja membuat semua yang ada di sana tersentak. Krystal mencubit kuping Jong In sebagai hukuman karena telah mengagetkan semua orang.

“Kita undang teman satu kelas kita, bagaimana?” Kali ini Baekhyun yang berbicara.

Semua mengangguk setuju.

“Kheundae Suzy, aku tak ingin kau mengundang mantanmu yang satu itu.” Bisik Myungsoo yang membuat semua mendekatkan wajahnya curiga.

“Kenapa berbisik bisik huh?” Jiyeon menyipitkan matanya dengan nada yang sengaja dihororkan.

Suzy mengangguk polos menjawab desakan Myungsoo. Sedang lidahnya memelet membalas mimik mimik horor Jiyeon dan kawan kawan.

Myungsoo tersenyum lalu mengusap pelan kepala kekasih yang sudah bersamanya selama lima bulan belakangan ini. Suzy sempat berpacaran selama satu tahun dengan Choi Minho lalu Suzy meminta putus saat halloween tahun lalu dengan alasan yang belum diketahui. Lalu tujuh bulan kemudian Myungsoo hadir mengisi lembaran kisah cinta Suzy. Myungsoo mati matian melakukan pendekatan selama tujuh bulan sampai akhirnya Suzy mau menerima pria yang sudah lama menyukainya itu.

“Oh ya, untuk membuat acara semakin meriah, semua harus memakai kostum dan wajib membawa pasangan. Bagi yang tak memiliki pasangan, bisa saja datang, kheundae dia harus menerima hukuman.” Krystal cekikikan.

“Hukuman apa?” Baekhyun memanyunkan bibirnya karena merasa tidak memiliki pasangan.

Byun Baekhyun. Saat ini berada di tahun ke tiga SMA. Belum memiliki kekasih karena keasyikan dengan dunia dua dimensinya. Seorang gamer sejati.

“Aku akan membuat banyak gulungan kertas lalu kalian yang tak memiliki pasangan harus mengambil satu kertas. Nah, kalian harus melakukan semua yang ditulis di kertas yang kalian pilih.”

Baekhyun mengeluarkan suara seolah olah menangis. Tepatnya menangis pura pura. Berada di tengah tengah kedilemaan antara ingin pergi dan tidak.

“Tenang. Pesta tak akan menarik jika yang tak memiliki pasangan saja yang mengambil kertas. Aku akan membuat dua tempat untuk gulungan kertasnya. Satu untuk yang tak memiliki pasangan dan satu untuk yang sudah memiliki.”

“Yak apa maksudmu?” Sehun akhirnya berbicara setelah sedari tadi hanya menyimak. Dia termasuk kelompok yang sudah memiliki kekasih.

“Nah, gulungan itu kalian ambil sebagai hadiah. Bukan hukuman. Jadi kalian harus melakukan apapun yang ada di kertas itu. Tentu saja hukuman dan hadiah akan berbeda. Dan hanya pria saja yang mengambil gulungan gift. Wanita tak berhak mengklaim gulungan itu.”

Sehun menghela nafas lega. Semua tampak antusias dengan ide Krystal.

“Yak Myungsoo, kau harus membuat pesta di rumahmu menjadi pesta terbaik sepanjang sejarah halloween di angkatan kita, arrasso?” Ujar Jong In seraya menepuk bahu Myungsoo.

Myungsoo hanya tersenyum menjawabnya.

***

“Oppa…” Suzy memeluk Myungsoo dari belakang dengan manja saat pria itu sedang menyiapkan makan malam. Suzy sudah meminta izin pada orang tuanya untuk makan malam di rumah pria itu. Yah, kedua orang tuanya yang notabenenya memiliki peraturan yang sangat ketat sudah kenal dengan Myungsoo. Rumah Suzy hanya berjarak sekitar dua puluh meter dari rumah Myungsoo. Mereka juga tahu hubungan Suzy dengan anak direktur Kim itu.

Kim Myungsoo. Orang tuanya sedang berada di luar negeri. Dia selalu sendirian di rumah. Dan malam itu, Suzy menemaninya makan malam. Tak terhitung betapa senangnya pria itu. Wanita yang sudah lama ia puja puja akhirnya menjadi miliknya.

“Makanannya sebentar lagi siap.” Myungsoo mengecup telapak tangan Suzy dalam.

“Geli.” Suzy terkekeh lalu jarinya menjalar ke kepala Myungsoo. Pria itu memunggunginya. Suzy memainkan helaian demi helain rambut pria itu seolah olah tengah bermain dengan peliharaannya.

“Lembut sekali…” Suzy bergumam lalu berjinjit sedikit. Mencoba menghirup aroma sampo pria itu. Satu lengannya kini melingkar di leher Myungsoo dan lengan yang lainnya menjalar ke pucuk kepala Myungsoo.

Orange… I love it.”

Myungsoo tersenyum sembari mengaduk ngaduk masakan di atas pan. Ia seperti merasakan rambutnya dipelintir beberapa kali. Suzy memang suka memain mainkan rambutnya dan bertanya aroma sampo apa yang dia pakai hari ini. Mungkin itu suatu kebiasaan yang suka Suzy lakukan kepada semua mantannya.

Tiba tiba Myungsoo teringat sesuatu. Yah, ia tahu mantan mantan Suzy.

Saat duduk di bangku SMP kelas 3, Ia pernah berpacaran dengan Oh Sehun yang sekarang menjadi teman kelasnya. Mereka berpacaran selama hampir setahun lalu mereka putus saat hari kelulusan.

Saat duduk di kelas satu SMA, Suzy menerima ungkapan cinta dari Kim Jong In. Mereka memutuskan berteman setelah berpacaran selama 3 bulan. Lalu tak lama kemudian Baekhyun menembak Suzy. Bahkan Baekhyun yang otaku (seorang maniak, dimana Baekhyun adalah maniak game) terpikat dengan pesona Suzy. Gadis itu lagi lagi menerimanya dengan mudah. Mereka menjadi sepasang kekasih selama 7 bulan lalu akhirnya putus di tengah jalan. Setelah itu, Choi Minho hadir sebagai anak baru di tahun kedua SMA. Pria itu akhirnya berpacaran dengan Suzy selama setahun. Dan sekali lagi, hubungan mereka kandas begitu saja.

Myungsoo tahu semua nama nama itu. Nama nama yang akhirnya menjadi temannya. Bahkan akrab. Kecuali satu pria. Pria bernama Choi Minho.

Pria itu sangat aneh dan merupakan kandidat yang paling lama berpacaran dengan Suzy. Dia sangat jarang berkumpul dengan siapapun di kelas. Dan jarang pula berbicara. Dia hanya memandangi Suzy dari jauh atau memilih membaca buku di perpustakaan.

“Chagi… Yak!” Myungsoo mendesis saat Suzy kini menggigit telinganya.

“Geli ya?” Suzy terkekeh pelan.

Myungsoo tersenyum simpul. Memaklumi kebiasaan Suzy.

“Kkaja! Makan malam sudah siap.” Myungsoo melepaskan pelukan Suzy perlahan. Kalau saja ia sedang tidak melakukan apa apa, mungkin ia tak akan pernah mau melepaskan pelukan itu. Sekarang ia ingin menyiapkan makan malam untuk kekasihnya. Kekasih pertama. Dan mungkin yang terakhir. Ia sudah berencana untuk melamar Suzy saat mereka lulus nanti.

“Enak?” Myungsoo menatap lurus tepat ke wajah berparas ayu di hadapannya itu. Tak lupa dengan senyum simpul ala dirinya.

Suzy mengangguk seperti anak kecil. Kegirangan menyantap masakan pacarnya.

Myungsoo memang berbakat menjadi chef masa depan. Pikirnya.

“Aku akan memasakkanmu apa saja kalau kau menjadi istriku.” Myungsoo bertopang dagu menatap Suzy. Intens. Dalam dan semakin dalam.

Suzy membalas tatapan itu dengan senyum tipis.

“Jeongmal?”

“Ne.”

***

“Gwaenchana?” Suzy menatap khawatir saat melihat perban yang melilit kepala Myungsoo seraya berusaha menyentuhnya.

“Gwaenchana. Aku hanya terjatuh dari tangga semalam.” Myungsoo menepis tangan Suzy pelan dengan senyum ceria seperti biasa. Ia sangat senang Suzy mengkhawatirkannya.

Jiyeon, Krystal, Sehun, Baekhyun dan Jong In malah menatap luka itu ngeri.

“Aku kira kau ingin menjadi mumi sebentar malam.” Jong in berkelakar yang langsung mendapatkan jitakan dari Krystal.

“Kau yakin ingin melanjutkan pesta itu?” Tanya Jiyeon skeptis seraya menyeruput avocado juice nya.

Myungsoo mengangguk ragu lalu matanya menangkap wajah Suzy yang kini menatapnya cemas.

“Naneun gwaenchana, chagi.” Myungsoo berusaha membuat Suzy tidak khawatir dengan mengusap pelan wajahnya. Tak lama kemudian senyum tipis muncul di bibir gadis itu. Lalu dalam gerakan sedang, Suzy memajukan wajahnya. Mencengkram wajah Myungsoo lalu mengecup perban itu yang sontak membuat pria pria yang duduk mengelilingi meja menjadi heboh. Jong In mendesis. Sehun mendecak. Dan Baeknyun mempouting. Sementara Krystal dan Jiyeon tampak sangat iri. Suzy dan Myungsoo merupakan pasangan teromantis tahun ini. Tak ada yang bisa membantah itu. Sang ratu kecantikan bersama pangeran dari negeri dongeng bersatu. Perfect couple.

“Oh ya, undangan sudah aku sebar, jadi kau tak bisa membatalkan acara nanti malam.” Jelas Krystal saat aksi romantis itu berakhir. Semua menghela nafas lega meski ada keganjalan yang tiba tiba merasuki benak mereka.

***

Suasana malam itu lumayan ramai. Murid murid dari kelas Myungsoo terus berdatangan satu persatu. Ada labu yang dipajang di sisi pintu sebagai penghias. Juga pernak pernik khas halloween. Semua mengenakan kostum. Tak terkecuali pria yang berdiri di ujung sana. Di samping meja minuman. Dia mengenakan kostum vampir seraya mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru. Seperti mencari cari seseorang. Posturnya yang tinggi sangat mudah dikenali. Apalagi dengan kebiasaannya yang suka menyendiri.

“Yak Choi Minho? Kau datang juga?” Krystal tiba tiba sudah berada di hadapan Minho. Pria itu sedikit terkejut. Lalu dengan cool nya memperbaiki gaya awalnya. Tangannya memainkan gelas anggur itu bak pro. Mata besarnya menyipit menatap gadis berkostum catwoman itu.

“Kau tahu? Kau belum mengambil kertas.” Krystal menyodorkan mangkuk berisi kertas itu kepada Minho. Pria itu terdiam. Tak bereaksi sama sekali. Hanya menatap Krystal dengan pandangan dingin.

“Yak Minho-ssi! Berterima kasihlah karena aku mengundangmu ke sini! Sejak awal Myungsoo menolakmu mentah mentah! Jadi-”

“Jadi kau mau apa huh?”

“Ambil saja kertasnya dasar brengsek!” Krystal mendesis melihat tingkah Minho yang terbilang menyebalkan. Padahal ia sudah menulis peraturan di undangan itu.

Minho tersenyum miring lalu memasukkan tangannya ke dalam mangkuk. Perlahan lahan ia mengaduk kertas kertas itu sampai ia mendapatkan satu gulungan miliknya.

“Kau tahu peraturannya kan?”

Minho tak bereaksi. Ia menatap gulungan kertas berukuran mini itu kancap lalu membukanya perlahan.

Matanya seketika membesar.

Terlihat wajah penasaran dari Krystal.

Lalu saat ia selesai membacanya, Minho menyodorkan kertas itu ke Krystal dengan wajah datar.

Krystal terbelalak.

“Ini…”

Ada senyum licik yang tersemat di bibir Minho lalu ia segera beranjak dari sana. Entah apa yang akan ia lakukan selanjutnya.

“Minho! Kupikir ini salah! Ada yang mencampur kertas kertas ini ke kertas hukuman! Yang kau dapat adalah kertas hadiah! Kau seharusnya dihukum karena datang sendirian!” Krystal berusaha menghentikan Minho dengan meraih tangannya.

Minho dengan cepat menepisnya.

Rules are rules.” Ia melangkah pergi meninggalkan Krystal yang terlihat frustasi. Ia sekali lagi melirik ke arah kertas di tangannya.

No way…

***

Suzy memperbaiki tampilannya di depan cermin. Ia berkostum ala vampir. Myungsoo yang menyuruhnya. Katanya dia juga akan mengenakan kostum ala vampir.

Tak lama kemudian, bel rumahnya berbunyi. Suzy pamit ke ibu dan ayahnya sebelum membuka pintu.

“Oppa…” Suzy tersenyum ke pria itu. Ia datang menjemputnya meski jarak rumahnya hanya terpaut beberapa meter.

Myungsoo membalas senyum itu lalu dalam gerakan cepat mengecup bibir selembut sutra itu.

Suzy terpana beberapa saat sampai seulas senyum terukir dibibirnya. Ia mendekatkan tubuhnya ke Myungsoo. Seperti mencoba menggoda Myungsoo yang terlihat sexy dengan kostum vampirnya. Mikaela? Ah, Edward Cullen? Atau malah seperti Ayato? Apapun itu Kim Myungsoo malam ini terlihat sangat menggoda. Ia lantas menjatuhkan kedua lengannya di bahu Myungsoo. Wajahnya semakin mendekat.

“Auw!” Myungsoo meringis tepat saat Suzy menggigit lehernya. Tawa Suzy langsung menyembur.

“Aku kan vampir, oppa.” Suzy memeletkan lidahnya lalu dengan cepat mengecup pipi Myungsoo gemas.

Myungsoo terpana selama beberapa saat sampai tarikan Suzy membuatnya kembali ke dunia nyata.

“Kkaja!”

***

Mereka berjalan santai masuk ke dalam rumah bernuansa dark khas halloween itu. Entah mengapa suasana tiba tiba berubah aneh. Semua orang terdiam di tempat. Sepertinya suatu kejadian mengerikan telah terjadi.

Tiba tiba Jiyeon sudah berada di belakang mereka. Ia menepuk pundak Suzy. Suzy merasakan tubuh Jiyeon bergetar.

“Ada apa?” Suzy dan Myungsoo berbalik. Dilihatnya mata kosong Jiyeon yang ketakutan.

“Seseorang… seseorang…” ia menggeleng pelan sembari bergumam tidak jelas. Seperti trauma.

“Mati…”

Mata Suzy membesar perlahan. Myungsoo tak kalah terkejutnya.

“Dia ada di lantai atas. Di kamar tamu.” Krystal kini sudah berada di hadapan mereka. Terlihat terkejut juga. Tapi tak seterkejut Jiyeon.

Krystal berusaha menenangkan Jiyeon sementara Suzy dan Myungsoo berlari menuju lantai dua. Semua terdiam. Musik sudah dimatikan. Tak ada satupun yang berani membuka mulut. Mereka hanya saling pandang dalam keterkejutan. Tak ada yang tahu apa yang sebenarnya terjadi.

Mereka hanya tahu bahwa beberapa saat yang lalu, suasana pesta itu sangat ramai. Para tamu mengambil gulungan kertas berisi perintah hadiah dan hukuman. Mereka semua menikmatinya sampai suara keras terdengar dari lantai atas. Beberapa orang mencoba memeriksanya. Dan miris. Seorang pria mati mengenaskan dalam keadaan tak berbusana dengan tombak berukuran sedang yang menusuk punggungnya, sedangkan seorang wanita di sampingnya yang juga tak berbusana pingsan di tempat. Sepertinya mereka baru saja bercinta dan mereka tak tahu apa yang sedang terjadi.

Suzy terdiam melihat mayat itu. Bau amis darah tercium dimana mana. Atmosfir mendadak berubah.

Myungsoo menatap ekspresi tak tertebak Suzy. Dan mata setajam elang itu menyipit seketika.

“Suzy.”

“Ne?” Suzy kembali ke dunia nyata. Ia sedari tadi menghayalkan sesuatu. Mungkin ia sangat shock melihat lautan darah di depan matanya hingga terdiam cukup lama.

Myungsoo menatapnya intens. Seperti hendak mencetak gadis berambut hitam pekat itu ke iris miliknya.

“Ayo kita kembali ke bawah. Mereka pasti sudah menunggu untuk melaksanakan perintah kertas itu.” Kata Suzy yang sontak menghentikan aksi aneh Myungsoo. Pria itu mengangguk ragu lalu turut melangkah saat Suzy menariknya pergi.

Saat mereka berjalan menuruni tangga, beberapa aparat polisi sudah berkumpul di bawah. Mereka ditanyai secara acak. Ada beberapa tim medis yang naik ke lantai dua hendak mengevakuasi mayat itu. Dan si wanita yang pingsan segera dibawa ke rumah sakit. Rumah itu langsung hening dalam sekejap. Kamar di lantai atas dipasangi garis polisi. Tak ada siapapun yang bisa masuk. Semua orang perlahan berhamburan keluar. Seperti kata Krystal, halloween kali ini benar benar pesta terbaik karena menghadirkan ketakutan yang sangat nyata. Satu korban. Darah sungguhan. Dan keheningan diakibatkan trauma.

“Krystal. Kau mau melanjutkannya?” Bisik Suzy.

Krystal sedikit tersentak. Lalu kemudian mengangguk.

Tersisa beberapa orang saja di pesta itu.

Suzy, Myungsoo, Krystal, Jiyeon, Sehun, Baekhyun, Jong In, dan…

Choi Minho.

Mereka saling tatap. Myungsoo dan kawan kawan berkumpul disisi berlawanan dengan Minho yang berdiri di dekat meja minuman dengan mata tertuju ke arah Suzy.

Myungsoo yang melihat kehadiran pria itu lantas merasa geram.

“Yak siapa yang mengundangnya?!”

Mereka saling pandang bingung. Hanya Krystal yang terlihat menunduk.

“Mian…”

Krystal langsung mendapatkan jitakan dari Jong In. Sementara Myungsoo, pria itu memulai tatapan mautnya ke arah Minho yang juga membalas menatapnya.

“Pestanya jadi kacau.” Gumam Baekhyun kesal. Padahal ia sudah  berdandan ala zombie.

“Kalian masih mau melanjutkannya?” Suzy membuka suara kali ini. Pertanyaan itu sukses membuat semuanya terkesiap. Di situasi seperti ini?!

“Kita harus melanjutkannya! Sekarang aku tak akan pulang sebelum aku menyelesaikan game ini. Jadi kumohon lanjutkan permainan ini!” Baekhyun berargumen dengan semangat berapi api. Seperti yang diharapkan dari seorang gamer sejati.

“Tak ada yang membantah?” Krystal memandang mereka satu persatu dan semuanya menggeleng yang berarti permainan dilanjutkan. Toh permainan akan lebih intens karena hanya tersisa mereka di ruangan cukup luas itu. Pesta tak boleh ditutup dengan sesuatu yang biasa biasa saja bukan?

“Sekarang, dimulai dengan Sehun Karena dia datang bersama Jiyeon, maka sudah pasti dia mendapatkan gift. Coba baca dengan keras.” Ujar Krystal tegas.

Beri pertanyaan ke pacarmu. Dan pacarmu harus menjawabnya dengan benar. Jika dia menjawab benar maka kau boleh menciumnya, tapi kalau salah, maka tak akan ada apa apa. Maksimal lima pertanyaan

Sehun tergemap. Ia menatap wajah sumringah Jiyeon. Sudah lama Jiyeon mengaguminya. Dan wanita itulah yang mengatakan cintanya duluan setelah ia tahu bahwa Sehun sudah putus dengan Suzy.

Lain lagi dengan Sehun, ia berpacaran dengan Jiyeon agar bisa dekat dengan Suzy lagi. Sejak kabar putusnya dengan Suzy meledak, Suzy jadi menjauhinya. Suzy memutuskan segalanya sepihak. Sudah beberapa kali ia mencoba mendatangi Suzy namun gadis itu selalu saja menghindar. Dan satu kesempatan itu datang saat salah satu sahabat Suzy menyatakan cinta padanya.

Satu satunya cara agar ia bisa dekat dengan Suzy lagi.

Ia tahu, ia tak akan bisa menjadi pacar Suzy lagi kecuali permintaannya itu terpenuhi. Permintaan yang sungguh aneh menurutnya. Ia mungkin tak bisa mengabulkannya. Saat Sehun menolak permintaan itu, Suzy langsung meminta putus saat itu juga.

“Sekarang, laksanakan!” Teriak Krystal berupaya keras memeriahkan pesta yang sudah hancur lebur itu. Krystal naik ke atas panggung lalu mulai memutar lagu dance agar pesta lebih hidup.

Sehun terdiam. Ia tak rela jika sampai bibirnya mencium wanita lain selain Suzy. Tapi ia tak punya pilihan lain.

“Apakah kau tidak memakai celana dalam saat tidur?”

Semua tersentak. Pertanyaan macam apa itu?

Jiyeon melirik ke kanan dan ke kiri. Hendak melihat ekspresi apa yang kini diperlihatkan teman temannya. Ia ingin berkata jujur agar mendapatkan ciuman pertamanya bersama Sehun, tapi ini menyangkut harga dirinya. Jiyeon berpikir tak ada yang tahu jika dia mengenakan celana dalam atau tidak.

“Tentu saja aku memakainya!”

Hening. Bohong. Dia berkata bohong.

“Kau salah. Aku tahu kebiasaanmu saat tidur. Kau selalu melepas pakaian dalammu.” Sahut Krystal dengan kerlingan menggoda. Jiyeon langsung menutup wajahnya malu. Wajah itu sudah semerah tomat.

“Karena kau salah maka tak ada ciuman.” Krystal terkekeh geli. Sehun terlihat bernafas lega.

Semua malah menatap Sehun curiga.

“Masih mau bertanya?” Tanya Krystal selaku host dalam game.

Sehun menggeleng mantap.

Semua kembali terkejut.

“Aniya. Maksimal 5 huh? Maka aku hanya akan memakai satu.” Jawab Sehun dingin lalu berjalan menuju kursi dan bersandar di atasnya dengan ekspresi malas. Ekor matanya malah menangkap Suzy yang kini bergelayut manja di lengan Myungsoo. Ia langsung memalingkan wajahnya. Agak lama ia berpaling sampai suara Krystal membangunkannya dari daya khayal.

“Sekarang giliran Baekhyun. Kau mendapatkan hukuman karena datang sendiri! Sekarang teriakkan hukumanmu!”

“Suruh tiga orang yang ada di sana untuk menamparmu. Boleh satu orang yang sama. Asal semua tamparannya berjumlah tiga.” Baekhyun menelan salivanya gugup.

Krystal tertawa keras. Hanya suara Krystal yang menggema di sana. Mengepung ruangan itu dengan tawa kerasnya. Sementara yang lainnya tampak ragu mengekspresikan diri apalagi tertawa. Mungkin bayang bayang kejadian naas tadi masih mencengkram benak mereka.

Baekhyun menatap mereka satu persatu. Dia mendesis melihat wajah wajah ingin memukulnya itu. Lalu mata sipitnya menangkap wajah ayu itu. Wajah bekas kekasihnya dulu. Wajah yang masih ia inginkan. Sampai sekarang. Bae Suzy. Ia tak bisa berpacaran lagi semenjak Suzy memutuskan hubungan mereka. Lagi lagi sepihak.

“Suzy, tampar aku tiga kali.”

Semua tertegun. Tak terkecuali Suzy.

Gadis itu menatapnya sejenak lalu tangan gadis itu terangkat perlahan.

PLAK!

PLAK!

PLAK!

Kanan, kiri lalu kembali ke kanan. Tiga tamparan telak.

Suzy malah tersenyum puas melihat ekspresi Baekhyun yang luar biasa shock.

“Tanganmu masih selembut dulu.” Bisiknya kemudian berjalan pergi dan menjatuhkan dirinya di samping Sehun.

“Sakit tidak?” Bisik Sehun.

“Aku malah ingin lagi.” Baekhyun tertawa hambar.

Perang tatap antara Myungsoo dan Minho masih berlangsung saat kini Krystal menyerukan pemain selanjutnya.

My honey, Kim Jong In! Sekarang giliranmu!”

Pria itu membuka kertasnya perlahan lahan.

Kau akan mendapatkan kue spesial dari panitia. Dan pacarmu akan menyuapimu.

Krystal terlonjak senang. Ia segera ke belakang untuk mengambil kue itu.

“Ini dia! Kue ini aku yang buat! Wah aku beruntung sekali karena kau yang mendapatkan giftnya!” Krystal tak hentinya meluapkan perasaan senangnya sampai Jong In mengeluarkan beberapa kata yang sukses membuat Krystal terdiam.

“Aku tak ingin memakannya.”

“Wae?”

“Kau sudah meracuninya.”

Semua terkesiap. Tak mungkin Krystal akan melakukan hal itu.

“Aku bercanda. Sini kemarikan kuenya!” Jong In membuka mulutnya. Krystal mengerucut saat ia memasukkan kue itu paksa.

Kue mini itu sudah habis.

Terlihat wajah puas dari keduanya meski Krystal masih kesal dengan gaya bercanda Jong In. Pria itu memang suka bercanda.

“Ahh seandainya Suzy yang membuat kue itu, pasti lebih enak.” Krystal langsung mencubit perut Jong In.

“Kubunuh kau Mr. Kim kalau berani mengatakan itu lagi.”

“Yak!” Jong In menjitak kepala Krystal gemas.

“Aku bosan. Sebaiknya kita akhiri saja permainan ini.” Kata Myungsoo kemudian yang lantas membuat semua menitikkan matanya ke Myungsoo.

“Karena permainan ini sangat membosankan maka kita akhiri saja dengan kertas Minho.” Cerocos Jiyeon.

“Dan kertas Myungsoo harus disatukan dengan milik Minho.” Jong In ikut berkomplot dengan usulan Jiyeon.

“Kalian buka kertas kalian sekarang!” Seru Krystal lantang

Myungsoo dan Minho saling tatap penuh kebencian. Lalu dalam gerakan kecil mereka membuka gulungan itu bersamaan.

MYUNGSOO:

HUKUMAN

KAU AKAN MATI MALAM INI

MINHO:

GIFT

KAU HARUS MENCIUM WANITA PILIHANMU DI DEPAN ORANG BANYAK

Semua terbelalak. Kenapa hadiah dan hukumannya seperti terbalik? Bukankah minho yang harusnya mendapatkan hukuman dan Myungsoo yang mendapatkan gift?

“Mian semuanya! Ini salahku! Ada orang yang telah mencampur baur kertas hukuman dan giftnya! Dan aku bahkan tak pernah membuat kertas seperti yang Myungsoo dapat!” Krystal mulai kehilangan kontrol. Ia curiga lalu berasumsi bahwa seseorang sedang berusaha mengacaukan pesta malam ini. Apalagi ada korban jiwa.

“Jadi apa yang harus kita lakukan huh?! Kau akan membiarkan pria brengsek itu mencium Suzy?!” Pekik Sehun tiba tiba yang langsung tahu bahwa wanita yang akan dicium Minho adalah Suzy. Entah mengapa ia sudah lelah dengan sikap diamnya. Ia ingin melepaskan semuanya.

“Dan Myungsoo? Apa dia akan mati?” Kali ini Baekhyun yang menyela.

“Sudah kubilang kertasnya sudah ditukar maka peraturannya dianggap-”

Semua terbelalak saat Minho kini sudah berada di hadapan Suzy. Bersama bibirnya yang mengusai milik Suzy. Ia menciumnya tepat saat semua fokus menghakimi Krystal.

Semua pria yang ada di sana langsung mendorong tubuh Minho hingga terpental beberapa meter.

“Brengsek!” Sehun meludah ke samping. Muak adalah kata yang tepat menggambarkan kemurkaan keempat pria itu.

Suzy terlihat sangat shock.

Myungsoo menatap Minho yang kini menatapnya remeh.

Ada kepuasan yang terpancar di lengkungan bibir pria bermata besar itu.

“Sekarang giliranmu Myungsoo. Kau. Harus. MATI.” Kata Minho sembari bangkit dari lantai.

“Berhentilah! Permainan ini berakhir!” Krystal menjerit yang sontak mengguncangkan seisi ruangan.

“Apa yang sebenarnya terjadi huh?” Jiyeon mendecak heran.

Mendadak semua menjadi sunyi saat tiba tiba Jong In ambruk ke lantai dengan mulut berbusa. Semua membelalak melihat Jong In yang kini menggeliat geliat menanti sang maut menjemputnya. Matanya membelalak seakan merasakan sakitnya saat ruhnya akan dicabut.

Satu hal yang mereka yakini. Jong In diracuni dengan dosis sedang. Cukup membunuhnya lima belas menit setelah racun itu bereaksi dengan sel sel tubuhnya.

Krystal menjerit kencang. Ia berlari dan langsung memeluk tubuh kaku Jong In. Semua terlihat tak percaya, Jong In sudah pergi. Pergi begitu saja tanpa ada kata perpisahan yang cukup.

“Seharusnya Myungsoo yang mati, lalu kenapa Jong In?” Gumam Baekhyun tanpa sadar. Myungsoo yang mendengarnya langsung mendatangi pria itu dan menghantamnya dengan satu bogem mentah.

“Kau mengharapkanku mati huh?” Myungsoo menarik kerah baju Baekhyun seraya menatapnya tajam.

Dalam suasana mencekam itu, suara tepuk tangan Minho yang terdengar nyaring menghentikan setiap kegiatan yang ada. Mereka semua memandangi Minho yang kini mengeluarkan aura mengintimidasi.

“Hebat! Hebat sekali!”

Mereka mengernyit. Apa maksud pria sakit ini?

“Berhentilah berperan seperti wanita baik baik, BAE SUZY!”

Semua terperanjat. Semua mata lantas tertuju ke arah Suzy.

“Kau menginginkan semua daging mereka huh?”

Mereka semakin tak mengerti dengan arah pembicaraan Minho.

“BAE SUZY! DIA SANGAT MENYUKAI DAGING MANUSIA!”

Kalimat itu sukses membuat satu ruangan itu tercengang. Mulut mereka ternganga.

“Biar kutebak, semua rencanamu gagal kan?”

Suzy menggigit bawah bibirnya. Seperti kehilangan kata kata.

“Ah, kecuali satu perangkap yang menewaskan satu orang itu. Aku gagal menyingkirkannya. Tapi untungnya, aku berhasil menyingkirkan semua perangkapmu.”

“Bagaimana bisa… Suzy?” Jiyeon dan Krystal benar benar terlihat masih belum percaya.

Pria pria itu seperti tersadar. Kelakuan kelakuan aneh Suzy selama ini. Saat mereka berpacaran dahulu, Suzy suka meminta sesuatu yang aneh aneh. Suzy bahkan suka menggigit dan menjilati leher mereka. Yah, tentu saja mereka merasa senang dengan perlakuan seksi Suzy. Tapi ternyata ada sesuatu dibalik itu semua. Suzy ingin menyantap daging manusia.

“Kalian putus dengannya karena apa? Apakah Suzy pernah beberapa kali membuat kalian kecelakaan?”

Semua spontan mengangguk secara bersamaan. Yah, tadi pagi Myungsoo baru saja mendapatkan luka baru.

“Semua sebab kalian kecelakaan itu karena Suzy yang memasang perangkap. Ia melakukannya untuk membunuh kalian secara bersih. Ia tak mau mengotori tangannya.”

“Suzy meminta putus saat kalian sudah menciumnya kan? Setelah kalian menciumnya, dia akan meminta kalian untuk membunuh seseorang. Tentu saja kalian menolak, dan saat kalian menolaknya, disaat itulah Suzy akan memutuskan kalian.”

Semua masih dalam keterkejutan yang luar biasa. Tak ada yang berani bersuara. Yah, semua argumen Minho memang benar. Dan tak satupun dari mantan mantan Suzy yang sanggup memenuhi permintaan super aneh itu. Kecuali mereka adalah psikopat berdarah dingin.

Airmata gadis itu tiba tiba mengalir. Ia mengangkat wajahnya. Ekspresi yang membuat siapapun akan mengabulkan keinginan gadis itu. Bahkan membuat semuanya memaafkan kesalahan gadis itu. Yah, airmata buaya yang disengaja itu.

“Dan malam ini, dia berencana untuk membunuh beberapa di antara kita. Yah, setidaknya yang terkena perangkapnya.”

“Sekarang, kita harus mengikatnya. Dan membawanya ke kedua orang tuanya. Dia harus direhabilitasi.”

Suzy menjerit. Berusaha memberontak namun Krystal dan Jiyeon tampak sudah murka dan tersulut kata kata Minho. Mereka yakin, Suzy lah yang menaruh racun itu. Dan kertas itu tentu saja ulah Minho sebagai penghancur rencana yang sudah Suzy siapkan matang matang.

Myungsoo terdiam melihat gadis yang sangat dicintainya kini diikat di atas kursi. Sehun dan Baekhyun tak kalah terpukulnya. Ia hanya bisa menatap iba Suzy yang kini meminta tolong dengan airmata berurai. Mereka tak bisa menolong gadis itu. Tidak setelah apa yang telah dilakukannya.

Plak!

Krystal menampar wajah Suzy hingga meninggalkan memar di pipi kirinya. Semua terhenyak. Suzy tak kalah shocknya.

“Berani beraninya kau! Aku tahu kau yang menaruh racun itu kan?! Kau bahkan mencoba membunuh kami!” Krystal baru saja mencoba menampar Suzy lagi sampai sebuah suara sukses membuatnya membeku.

“Bisa hentikan semua kekonyolan kalian?” Myungsoo mengeluarkan sebuah pistol dari bajunya. Sorot matanya memancarkan aura membunuh yang sangat hebat. Semua tergemap. Yah, mereka tak tahu apa apa soal Myungsoo. Dan mereka tak memerediksi pistol itu. Pistol adalah hal yang tabu bagi anak SMA. Tentu saja Myungsoo mendapatkannya dari penjual ilegal online.

Semua mengangkat tangan. Jantung mereka seperti mau lepas melihat pistol Desert Eagle berkaliber 50AE yang sanggup melepaskan otak mereka dari sarangnya itu kini mengarah ke arah mereka bergantian. Mata elang itu seperti siap menerkam mangsanya. Memuntahkan seluruh peluru yang ada.

“Aku sudah tahu semuanya.” Kata Myungsoo kemudian.

“Aku tak ingin Suzy memutuskanku seperti kalian.”

“Makanya aku akan mewujudkan keinginan Suzy.”

“Mwo-”

DOAR!

DOAR!

DOAR!

DOAR!

Mereka berempat mati dalam empat gerakan cepat dari silincah Myungsoo. Empat hujaman peluru yang dilepaskan bak profesional. Myungsoo memang sangat terampil menggunakan benda kesayangannya itu. Suzy adalah teman masa kecil yang sangat dicintainya. Dan ia tak rela gadisnya itu sampai diperlakukan semanah menah.

Kini tinggal Minho di sisi kirinya. Ia mengangkat pistol itu dengan kedua tangannya.

Minho mengangkat tangannya perlahan. Tanda menyerah. Keringat dingin mulai mengucur deras dari pelipisnya.

“Kau pikir kau sudah menang, Minho-ssi? Aku sudah memperingatkanmu untuk tidak datang, kheundae kau tetap bersikeras.”

Minho bungkam. Satu gerakan salah maka ia akan mati.

“Karena kau adalah saksi dari kejadian ini maka aku akan mengeksekusimu juga.”

“Ne. Aku datang untuk mengacaukan permainan Suzy.” Minho tersenyum miring.

DOAR!

DOAR!

DOAR!

Tiga peluru terakhir itu sukses menembus jantung Minho. Ia langsung ambruk dengan darah berceceran dan terpercik dimana mana.

Myungsoo tetap mematik pistolnya meski pelurunya sudah habis. Matanya berkilat melihat mayat Minho masih utuh meski nyawanya sudah melayang beberapa saat yang lalu. Sepertinya ia masih belum puas membunuh Minho hanya dengan sekali serangan.

Ia menginjak wajah Minho dengan brutal hingga tak dapat dikenali lagi. Isi kepalanya terburai. Otak berwarna merah jambu itu berhambur keluar dari kepalanya.

“Aku belum puas.” Ia mengambil kursi yang ada di sana lalu menekan nekan tubuh itu dengan kaki kursi. Beberapa kali sampai daging dan tulangnya kelihatan.

Ia lalu mencongkel mata Minho dan membuangnya ke dalam aquarium yang kemudian dikerumuni oleh ikan ikan miliknya. Tak lupa ia mengambil bola pingpong miliknya dan memasukannya ke dalam lubang mata Minho yang kini tak berisi apa apa.

“Myungsoo…”

Pria itu berhenti tepat saat Suzy memanggilnya. Yah, saking antusiasnya menyiksa mayat Minho, ia sampai melupakan Suzy yang masih terikat. Ia lantas melepaskan semua ikatan itu dan langsung menghamburkan pelukannya.

“Mianhe…” bisik Myungsoo.

“Air matamu seharga nyawa mereka, Suzy.”

Suzy tersenyum. Mempererat pelukannya. Aroma orange itu masih memabukkannya setiap kali ia memeluk Myungsoo.

Yah, sepertinya sesuatu yang sangat dia inginkan ada di hadapannya saat ini.

Dia sangat ingin mencoba rasa daging Myungsoo.

***

6 murid menghilang dan satu tewas saat berpesta di rumah seorang kerabat. Si pemilik rumah mengatakan bahwa ia tak mengetahui apa apa karena saat kejadian dia berada di rumah kekasihnya sedangkan keenam orang itu menghilang tanpa jejak saat ia sedang pingsan karena seseorang tiba tiba memukul kepalanya dari belakang.

Berita itu palsu. Tentu saja Myungsoo tahu dimana mereka dan apa yang telah terjadi pada mereka. Setelah membereskan masalah, Myungsoo meneguk obat tidur dan tertidur hingga pagi. Saat pagi tiba, polisi sudah mengerumuni rumahnya. Ia dimintai keterangan selama beberapa jam hingga polisi itu memutuskan untuk memasang garis polisi di sepanjang rumah itu. Myungsoo akhirnya memutuskan menginap di rumah Suzy untuk sementara.

“Sepertinya para kanibal di internet itu benar. Daging manusia tak jauh beda dengan daging sapi.” Kata Suzy saat menyantap hidangan serba daging di hadapannya saat ini.

“Ne. Sudah kubilangkan, daging manusia itu seperti daging sapi atau babi. Hanya saja rasanya seperti tenderloin.” Kali ini ibunya yang berbicara.

“Yak! Aku sudah mengatakannya padamu kan? Kau yang tidak percaya. Huft, melegakan sekali karena akhirnya bisa menyantapnya lagi setelah sekian lama.” Appa Suzy ikut berkoar dengan penuh antusias.

“Bagaimana oppa? Rasanya enak?” Suzy menatap Myungsoo yang kini berada di ruang makan keluarga Bae bersama Suzy, nyonya Bae, dan Tuan Bae.

Myungsoo tersenyum simpul menyambut senyum hangat Suzy.

“Oppa, kau tahu, aku sangat ingin memakanmu. Kheundae, karena kau mengabulkan keinginanku, maka aku akan menahan diri.” Bisik Suzy dengan nada ceria.

Myungsoo lagi lagi hanya tersenyum seraya mengusap pelan rambut kekasihnya itu gemas. Tak sinkron dengan pemikirannya yang saat ini saling beradu.

Myungsoo baru saja mengetahui satu fakta mengerikan.

Keluarga Suzy adalah kanibal.

Kanibal berdarah dingin.

Dan dia sedang berada di tengah tengah mereka. Mengkonsumsi daging teman temannya yang semalam ia bunuh.

“Oppa, bagaimana kalau kita pindah sekolah huh?”

Myungsoo menoleh cepat. Agak lama ia memandangi wajah yang selalu indah dimatanya itu. Lalu satu anggukan pelan membuat Suzy menghamburkan pelukannya.

“Kau sangat manis, oppa.”

***END***

Annyong chingudeul!!! Balik lagi dengan Oneshoot gaje bin jega *wtf😄

Jan lupa RCL yaaa😀

*Bows*

19 thoughts on “FF Obscuris Vera Involvens (Oneshoot)

  1. Gila,,,, huwaaaaa Suzy kanibal n Myung ngkut jd psico aigoooo kirain Suzy nt vampir coz suka ggit trnya mlah pngn mkan…
    Daebak dtnggu ff yg laen’a Fighting🙂

  2. Omonaaaa, merinding sekaligus ngeriiii. Suzy dan keluarganya adalah kanibal berdarah dingin. Dan Myungsoo juga ikut-ikutan gabung dgn keluarga Suzy menyantap daging manusia. Itu semua demi Suzy. Woowww, salut sama Myungsoo.
    Gak nyangka kalau Suzy kanibal. Gue kira dia semacam vampir gitu.

  3. aigoo bkin ngeri
    daebaaak🙂
    oh yh thor aku mau mnta pw abnormal dong aku udh krim email 1bulan yg llu tp blum dpt blesan jebaaaall ksih aku pwnya aku udh komen ko d part sblum”nya

  4. Omona. Mengerikan. 😨😱
    Ah, gak tau mau komen apa. Pokoknya ngeri banget 😨😨
    Ditunggu ff lainnya chingu. Fighting 😆 ^^9

  5. Gak nyangka ternyata suzy seorng kanibal, dan bukan hanya suzy. Tn. Dan ny. Bae jga😮 aigoo… Myungsoo di kelilingi kanibal, walaupun myungsoo adlah seorng psikopat, tpi di sini dia di kelilingi oleh keluarga suzy yg semuanya kanibal….

  6. oh my, sekeluarga ternyata kanibal. ibu dan ayahnya. pantes aja anaknya jd begitu. myung kayax udah cinta mati tp sampai kapan mau bgtu terus. hanya tinggal menunggu waktu aja myung jg bisa jadi korban suzy sekeluarg. aigoo.

  7. Mual banget,,,,aigoo bagaimana bisa ada satu keluarga yg kanibal, itu benar” mengerikan dan bagaimana bisa myung sampe rela bunuh teman”nya hanya untuk memberikan suzy daging manusia dan agar tidak diputuskan suzy,,benar” sudah tidak waras.

  8. Saking sayangnya myung sama suzy sampek myung mau melakukan hal gila kayak gitu.ya ampun deg2 an baget bacanya. Good job thor

  9. Ya ampun…shock banget…suzy cantik2 kanibal…myung terperangkap di dlm stu..
    ff author selalu beda dr yg lain…dn crtanya ga bisa di tebakk…jjang!!!!

  10. Ngeriiii keluarga kanibal?? Omigat rasanya mau pingsan setelah baca ini…
    Myungsoo akhirnya jg jadi kanibal macam suzy?? Ya ampun saking cintanya sampai begitu

Tinggalkan Balasan Anda, Dear

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s