FF Psywar PART 3

image

Title: Psywar
Author: @vhyra_pabbo
Genre: Romance, Mystery, Thriller, Psycological, Sci-Fi, etc. 
Main Cast: Kim Myungsoo, Bae Suzy, Choi Minho 
Sub Cast: Oh Sehun, Park Chanyeol, Krystal Jung, Park Jiyeon, OCs and etc (Sub Cast dapat berubah sewaktu waktu) 
Length: Chaptered

Warning: Ini adalah cerita yang saya buat murni dari pikiran saya. Cerita ini hanya fiktif belaka. kalau ada kesamaan tokoh, tempat, dan cerita itu merupakan bukan kesengajaan. Ghamsahamnida~ bow

Happy reading!

***Previous Part***

“Aish! Aku ke kamar mandi dulu, ne?” Suzy mendesis lalu melepaskan tangannya. Myungsoo seperti enggan membiarkan jari jari imut Suzy terlepas dari genggamannya. Lalu dengan membuat gerakan kebelet, Myungsoo akhirnya melepaskannya.

“Jangan lama lama, ne?”

Suzy mengangguk dan segera beranjak. Saat berada di pembelokan kamar mandi, tak sengaja ia bertabrakan dengan seseorang hingga membuatnya terjatuh. Ia meringis lalu bangkit.

Satu hal yang luput. Sedari tadi Myungsoo mengikutinya. Aneh, saat Myungsoo melihat Suzy jatuh, ia malah semakin bergairah. Myungsoo menggigit jari jarinya gemas. Ia ingin pengulangan berkali kali. Pria itu memang suka melihat orang yang disukainya tersakiti. Dan Suzy tak tahu, seperti itulah tipe Myungsoo sebenarnya.

***PART 3***

Mereka berjalan beriringan saat keluar dari restauran cepat saji itu. Myungsoo dengan tenang mencuri kesempatan mengambil tangan Suzy yang menganggur. Suzy sedikit tersentak saat Myungsoo menggenggam tangannya. Semakin lama semakin erat hingga membuat Suzy meringis.

“Yak!” Mata Suzy melotot heran melihat Myungsoo yang malah tersenyum.

“Sebentar malam ne?” Tegas Myungsoo kemudian. Suzy terdiam. Tangannya masih tergenggam dengan sangat erat.

“Ouch!”

“Ada apa?” Wajah Myungsoo terlihat keheranan.

“Tanganku!” Suzy menghempaskan tangannya. Refleks menjauhkan jaraknya sedikit. Takut, bingung, ngeri menjadi satu. Ia sedikit was was melihat tingkah Myungsoo yang terbilang ganjil.

“Tanganmu kenapa?” Tatapan dingin Myungsoo membuat Suzy bungkam. Ditariknya tatapannya ke jalan. Tak menjawab pertanyaan yang sudah jelas jawabannya itu. Ia melangkah dengan sejuta pertanyaan dibenaknya. Ada apa dengan sikap Myungsoo hari ini? Bukankah ia tak membuat masalah?

Tiba tiba Suzy merasakan seseorang memeluknya dari belakang. Kakinya berhenti. Myungsoo memeluknya sangat erat. Suzy jadi susah bernafas. Dadanya sesak.

“Myung…” Suzy mulai risih. Myungsoo tak juga melepaskannya dan malah mempererat pelukannya.

“Lepaskan!” Suzy meronta. Tak sengaja mendorong Myungsoo ke belakang. Pria itu terjerembab. Suzy berbalik dan mendapati Myungsoo malah menunduk. Suzy menaikkan alisnya saat tiba tiba haluan mimik Myungsoo berubah. Ia tertawa kesetanan.

“Kau takut?” Wajahnya terangkat. Tampak serius.

Suzy membeku.

“Aku hanya bercanda!” Myungsoo langsung berdiri. Ia melebarkan kedua lengannya.

“Sini aku peluk!” Ia mendekap Suzy tanpa aba aba. Suzy terdiam. Bingung, kaget. Apa yang sedang terjadi?

“Yak aku sedang bercanda, Suzy.” Bisiknya. Kepalanya ia jatuhkan ke pundak Suzy dan menghirup udara sebanyak banyaknya. Aroma Suzy memabukkannya.

“Kalau lama lama memelukmu, aku bisa bisa mencekikmu.” Myungsoo melepaskan pelukannya. Ia tersenyum seraya memandang mata ketakutan Suzy. Meski suara Myungsoo tak terdengar jelas, samar samar itu masih bisa ditangkap indra pendengar Suzy. Sedikit. Kata ‘mencekik’ masuk ke gendang telinganya.

“Kasihan sekali.” Myungsoo mengelus pipi kemerahan Suzy. Sepasang bola mata berwarna coklat itu mengikuti alur tangan Myungsoo yang pelan pelan, mengintimidasi.

“Sebentar malam aku akan mengadakan pesta. Pesta kecil kecilan. Dan kita…” Myungsoo tertawa senang bahkan sebelum melanjutkan kalimat vulgarnya.

Suzy terhenyak. Ia tahu persis apa yang dimaksud Myungsoo. Sekarang ia tahu kenapa Myungsoo bersikap aneh sedari tadi. Yah, sebuah intimidasi agar Suzy menuruti perkataannya.

“Kau harus datang, ne? Kau sudah janji kan?” Kali ini Myungsoo mencengkram dagu Suzy. Lalu kecupan singkat mendarat di bibir Suzy.

Kepala Suzy sekarang berisi rencana rencana jahat Myungsoo sebentar malam.

Ia belum siap. Benar benar belum siap.

***

Jam dinding menunjukkan pukul 6 sore dan Suzy masih terdiam di depan televisi sambil termangu memikirkan banyak hal. Pakaiannya belum ia ganti. Padahal pesta dimulai pukul setengah delapan.

Di dunia pertama, Suzy sudah berpacaran dengan Myungsoo selama setahun dan seingatnya dia belum pernah melakukannya dengan Myungsoo.

Suzy mengetuk ngetuk bibirnya dan tiba tiba sebuah kejadian yang terlupakan terlintas dibenaknya. Suzy baru ingat sesuatu. Yah, kepingan kepingan yang hilang. Sekarang ia tahu, dunia ini telah mengambil kenangan kenangan pentingnya dan ia hanya bisa mengingatnya jika sesuatu yang sama terjadi.

Mereka belum pernah melakukannya. Tapi kejadian itu. Choi Minho, dokter pribadinya, yang dipikirnya memiliki profesionalitas tinggi, saat ia mengecek kesehatannya di klinik pribadinya. Saat itu bulan Juli, matahari sedang terik. Dan hanya mereka berdua di ruangannya. Pertama tama Minho memeriksa tensi Suzy. Lalu tangannya lama lama menjalar ke pundak Suzy. Hingga bibir seksi dokter itu menjumpai bibir delima Suzy. Wanita itu sempat melayangkan sebuah tamparan keras. Hingga ia sadar, kini Minho mendorongnya ke kursi dan mencoba memperkosanya. Ia ingat betul hari itu. Choi Minho. Dokter yang diyakininya adalah pria yang beretos kerja tinggi. Benar benar berhasil memperkosanya.

Suzy menjerit kencang mengingat kenangan buruknya itu kini menderapnya. Bibirnya bergetar. Oh tidak! Bahkan seluruh tubuhnya menggigil. Ia lalu mencoba mengingat ngingat kenangan lainnya di dunia pertama. Apa yang sebenarnya terjadi? Mengapa ia seolah olah melupakan banyak hal?

“Minho… dia bajingan…” nafasnya naik turun. Airmata sudah membanjiri wajahnya. Ia terisak mengingat kepingan kepingan kelam itu.

“Aku takut… sangat takut! Dunia ini… dunia ini mengambil kenanganku… kenangan burukku…” ia menggigit bawah bibirnya. Memeluk lutut bak anak kecil. Televisi di depannya menyala. Suaranya sedikit menutupi isakannya.

Lalu ia tersadar saat alarm ponselnya berbunyi. Menunjukkan pukul setengah tujuh. Ia harus bersiap siap.

Dengan tubuh yang masih bergetar, ia beranjak menuju kamar mandi.

***

Suzy memencet bel kamar Myungsoo. Terlihat sudah tenang dari semula. Meski masih was was. Sesekali ia mengecek gaunnya. Apakah terlalu berlebihan? Lalu ia merasa sisa sisa tangis tadi masih menempel di wajahnya. Mata sembab. Wajah bengkak. Akankah Myungsoo menyadarinya?

Pintu terbuka. Menampilkan wajah ceria penuh penyambutan Myungsoo. Ia mengenakan kemeja hitam. Dengan dasi merah marun bergaris hitam. Dipadupadankan dengan jas hitam pekat dan sepatu senada. Gaya klasik khas Myungsoo.

Mata Myungsoo berbinar melihat gaun merah hitam Suzy yang ternyata sangat serasi dengan yang dikenakannya. Bahkan tanpa kesepakatan.

“Jodoh huh?” Myungsoo sedikit berkelakar lalu menarik tangan Suzy masuk.

Suzy bergumam. Untung Myungsoo tak mengomentari wajahnya yang bengkak. Kalau ia bertanya, entah apa yang akan Suzy jawab.

“Aku akan memperkenalkanmu dengan teman temanku. Mereka sudah tak sabar melihatmu.” Katanya sembari berjalan menuju ruang tengah.

“Aku bercerita pada mereka kalau kau sedang hamil.”

Deg!

Suzy luar biasa terkejut. Ia menoleh ke arah Myungsoo yang malah tersenyum simpul.

“A-apa maksud…mu?”

“Bukankah itu sebuah kabar bahagia?”

Suzy menggeleng kaku. Bukan itu yang hendak didengarnya.

“Aku akan melamarmu di hadapan mereka. Kau setuju hmm?”

Suzy mendadak pusing.

“Suzy?”

“Gwaenchana. Aku hanya sedikit pusing.” Suzy memilin pelipisnya. Merasa depresi dengan keadaan tiba tiba itu. Ia terus berpikir akan waktu, hari dan lamanya ia tinggal di dunia ini. Tersisa 31 hari lagi. Dan ia harus berhadapan dengan si sadis Myungsoo selama itu. Sambil mempertahankan nyawanya yang tinggal satu, juga berhadapan dengan siksaan batin satu persatu. Ia bisa gila!

“Kkaja! Mereka sudah menunggu!” Myungsoo menarik tangan Suzy tanpa persetujuan.

Suzy melemparkan pandangannya ke seluruh penjuru. Melihat satu persatu tamu yang hadir. Hanya sedikit. Yah, seperti kata Myungsoo, ini hanya pesta kecil kecilan. Pesta untuk memperkenalkan dirinya kepada teman temannya. Ah, ada Choi Minho. Kehadiran pria itu membuat kenangan kelamnya kembali merasuk. Ia membenci pria itu sekarang. Meski bukan Minho di dunia ini yang melakukannya, tetap saja, wajah mereka mirip.

“Kaukah pacar Myungsoo yang bernama Suzy?” Gadis berambut coklat dengan ombre hijau langsung mengeluarkan suara saat mereka sudah memasuki ruang pesta. Matanya sedikit sinis melihat Suzy

“Ne, Krystal-ah. Dia yang sudah kuceritakan padamu. Cantik kan?” Kata Myungsoo bangga.

Krystal mendesis.

“Jangan tanyakan padaku soal kecantikan wanita. Aku tak akan pernah memuji mereka.” Ketus Krystal dengan bibir mencibir.

Myungsoo malah tertawa.

“Wah! Dia benar benar cantik. Aku jadi iri!” Gadis berambut gelombang menyeletuk dengan antusias. Matanya seperti mata kucing. Digambar dengan eyeliner dan disapu dengan eyeshadow menambah kesan smokey.

“Sial! Myungsoo selalu mendapatkan gadis cantik! Tapi ini yang terbaik!” Lelaki dengan postur jangkung turut berkomentar.

“Wanita yang memujimu bernama Park Jiyeon dan pria tinggi itu Park Chanyeol. Mereka bersaudara.”

Suzy menyalami mereka bertiga seraya tersenyum palsu. Jelas jelas mereka psikopat.

Ia ingat, Chanyeol adalah drummer di band Myungsoo, dan Jiyeon adalah tetangga Myungsoo. Mereka memang bersaudara di dunia pertama. Dan mereka semua terkait dengan Myungsoo. Suzy tak tahu apa posisi mereka di dunia ini hingga ia mencoba menerka nerka. Jika dilihat dari gaya berpakaian Jiyeon, seperti rocker. Dan Chanyeol dengan gaya santai, hanya mengenakan kemeja hitam bergaris putih, tanpa jas. Mungkin seorang pebisnis.

“Jiyeon punya band. Namanya Orocking, dan Chanyeol adalah pengusaha makanan ringan. Dia yang biasa menyuplai makanan ke supermarket ku.”

Checkmate! Suzy tersenyum simpul mengingat tebakannya benar. Tapi ada yang berubah, Orocking adalah band Myungsoo di dunia pertama. Band bergenre Alternative Rock. Dan Jiyeon bukanlah termasuk dari bagian band. Justru Krystal lah yang menjadi Bassist nya.

“Dan ini Krystal. Krystal Jung. Designer pakaian. Dia cukup terkenal.”

Suzy memperhatikan gaya Krystal. Benar benar cocok dengan profesinya. Lalu matanya berhenti ke arah pria bersetelan coklat. Orang terakhir. Orang yang sudah dikenalnya. Urat sarafnya langsung menegang.

“Dan kau sudah pasti mengenal Minho kan?” Myungsoo menaikkan alisnya. Menanti tanggapan Suzy yang malah terdiam sambil menatap tajam ke arah Minho.

“Suzy?”

Suzy terbuyar. Ia menoleh ke arah Myungsoo. Tersenyum kemudian mengangguk.

“Baiklah. Aku akan mengumumkan sesuatu kepada kalian.”

Semua terlihat penasaran. Mereka berhenti melakukan aktivitas dan memilih mendengar penuturan Myungsoo.

“Aku akan menjadikan Suzy istriku.”

Semua terbelalak. Tak terkecuali Suzy. Meski wanita itu sudah diberitahu oleh Myungsoo. Tetap saja pernyataan itu masih mengejutkan.

“Apa maksudmu huh?” Krystal menyahut dengan ketus. Seperti tak terima.

“Yah, itu memang harus dilakukan kan? Toh Suzy sedang hamil.” Komentar Jiyeon maklum.

Krystal semakin shock.

“Hamil?! Kenapa hanya aku yang terkejut?! Hanya aku yang tak diberitahu?!” Nada Krystal meninggi. Terlihat sangat murka.

Myungsoo malah makin memperpanas suasana. Ia menarik pinggang Suzy dan melingkarkan lengannya di pinggang Suzy. Suzy sempat meringis pelan saat Myungsoo mempererat rangkulannya.

“Kau tak terima?” Mata Myungsoo seperti mengancam Krystal membuat gadis itu terdiam. Mereka saling pandang. Lalu ada seringai di bibir Krystal.

It’s okay. Moreover, she is pregnant.” Katanya kemudian. Meski terlihat jelas bahwa gadis itu sangat tidak setuju.

Myungsoo lalu mempersilahkan semua menikmati jamuannya sementara dia berbincang dengan Suzy. Chanyeol dan Minho memilih berdiri di depan meja minuman. Dengan tatapan tak tertebak, mereka menjebak pandangannya ke satu titik. Tepat ke wanita bergaun merah hitam itu. Wanita yang sedang diapit mesra oleh Myungsoo. Wanita yang sedang tertawa ceria saat Myungsoo membisikinya sesuatu. Wanita dengan binar polos di matanya. Wanita paling cantik di sana. Wanita paling anggun di sana.

“Apa yang kau lihat?” Tanya Minho seraya menyikut lengan Chanyeol.

“Aku tak menyangka pacarnya secantik itu. Bahkan aku merasa auranya sangat memesona.”

Minho tertawa.

“Kau tertarik padanya?”

Chanyeol langsung menoleh dengan kedua mata melebar.

“Sejak pandangan pertama.” Jawabnya sedikit pesimis.

Minho lagi lagi tertawa.

“Kubur saja mimpimu. Aku akan membunuh siapa saja yang mengganggu ketentraman Myungsoo.” Nada yang penuh intimidasi itu tak juga menggoyahkan hasrat Chanyeol.

“Bagaimana denganmu?” Chanyeol membalikkan pertanyaan. Seperti bisa melihat pancaran mata Minho ketika melihat Suzy. Layaknya harimau yang siap melahap si mangsa.

“Kau tahu? Tak terhitung banyaknya Myungsoo mengganti pacarnya. Dia mudah bosan dan akan membuang pacarnya begitu saja. Dia TAK AKAN PERNAH menikahinya.” Minho menoleh. Tersenyum. Penekanan itu cukup membuat Chanyeol menaikkan alisnya.

“Tapi ia memutuskan melamar Suzy. Kau tahu? Wanita itu istimewa.”

Chanyeol tertawa.

“Sial! Kasihan sekali Suzy. Dia tak tahu Myungsoo seperti apa.” Tawanya berhenti saat Minho membisikinya sesuatu yang sukses membuatnya terkesiap.

“Semua wanita yang pernah berkencan dengan Myungsoo, saat Myungsoo tak membutuhkannya, dia akan menyerahkannya padaku.”

Chanyeol terdiam sesaat sampai seulas senyum menyapa bibirnya.

“Yak oppa! Kkaja kita pulang! Eomma sudah mencariku!” Jiyeon sudah berada di hadapan Chanyeol. Menginterupsi perbincangan kedua pria itu. Ia menarik tangan kakaknya bak anak kecil yang minta dibelikan permen. Sementara Krystal, duduk di atas sofa, menikmati segelas wine dengan pandangan kosong. Seperti memikirkan banyak hal.

“Krystal! Kau tak ingin ikut denganku?” Tanya Chanyeol mengingat Krystal sudah mabuk. Meski Krystal membawa mobil sendiri, wanita mabuk akan menjadi masalah di jalan.

Krystal menoleh dan menggeleng.

“Myungsoo yang akan mengantarku.” Jawabnya dingin seraya menjilat tetesan winenya yang terakhirnya.

Chanyeol mengangkat bahu tanda ‘terserah’ kemudian berpamitan kepada Myungsoo yang kini sudah berada di dalam kamar pribadinya. Pintunya tertutup dan dikunci. Chanyeol hanya mengetuknya sekali dan mengatakan ingin pulang. Myungsoo menyahutnya dengan kata ‘Iya’.

Chanyeol dan Jiyeon sudah pulang. Tinggal Minho dan Krystal yang setia di ruang tengah itu. Canggung, Minho menyalakan TV, menampilkan berita malam.

Krystal menguap lebar. Menaruh gelas kaca kosong itu ke atas meja dan berbaring di atas sofa dengan gaun yang ia sibakkan ke atas. Ia menatap langit langit dengan wajah muak dan penuh kebosanan.

Minho memperhatikan gerak gerik Krystal malas. Ia sudah diwanti wanti oleh Myungsoo agar ia mengawasi tingkah Krystal. Ia tahu betul, gadis itu sedikit tak waras. Sebut saja ‘gila’. Menurut desas desus, ia pernah terlibat dengan beberapa kasus kriminal dimana para korbannya mati mengenaskan dan salah satu anggota tubuhnya menghilang. Tentu saja ada perbedaan mencolok antara dunia ini dengan dunia pertama. Tak ada polisi di dunia ini. Dan itulah yang membuat segalanya berbahaya.

“Krystal!”

Gadis itu menoleh dengan malas. Ditatapnya Minho dan bertanya ‘Apa’ dengan ekspresinya.

“Pulanglah. Myungsoo tak akan keluar dari kamar sampai pagi. Kau tau kan?”

Krystal mendengus kesal lalu beranjak dari kursi. Ia merapikan rambutnya yang sedikit berantakan kemudian meraih tas kecilnya di atas meja.

“Aku tahu wanita itu tidak hamil.” Katanya saat melewati Minho.

Minho terpaku selama sepersekian detik sampai suara pintu membuyarkan keterkejutannya.

“DASAR STALKER!”

***

Suzy berbaring di atas ranjang berukuran king size. Aroma khas Myungsoo mengepungnya. Kepalanya menghadap ke atas. Hanya langit langit kosong yang terus ia pandangi. Tak henti hentinya jantungnya berdetak di atas normal. Ia benar benar tak terbiasa dengan keadaan ini. Myungsoo berada di sampingnya. Tidur menyamping. Jari jemarinya memain mainkan rambut Suzy. Sementara gadis itu mematung pasrah.

“Kapan kita akan menikah?” Kata Myungsoo setelah hening selama setengah jam. Jari jarinya masih belum puas memilin milin rambut Suzy.

“Te-terserah.” Ia tergagap. Bodoh! Ia merutuk dalam hati.

Myungsoo tertawa lalu memaksa Suzy untuk memutar badannya agar mereka berhadapan.

“Aku bisa melihat wajahmu sekarang.” Tangannya kini menjalar ke wajah Suzy. Terlihat bahwa Suzy sedang berusaha menahan diri. Berkali kali memompa dirinya untuk tenang.

“Cantik sekali.” Tangannya berhenti saat ia menyentuh mata Suzy.

Deg!

Ia ingat kejadian beberapa hari yang lalu. Saat matanya dicongkel oleh Minho. Untung saja ia bisa mengembalikannya. Meski harus dibayar dengan satu nyawa.

“Wah!” Mata Myungsoo melebar. Mencoba melihat mata Suzy lebih dekat.

Suzy menelan ludahnya gugup. Apa yang akan dilakukan Myungsoo? Hal tak terduga lainnya?

“Suzy, ayo bercinta denganku.”

***

Suzy menutupi dirinya dengan selimut. Sudah dua jam berlalu dan tangisnya tak juga reda. Semalam benar benar mengerikan. Mereka melakukannya. Tapi tak sesederhana itu. Myungsoo melakukannya dengan kasar. Merenggut semuanya bahkan sebelum mereka menikah.

Tubuhnya masih memar memar. Sisa semalam. Ia sudah mengolesinya dengan obat dan berharap segera sembuh.

Suzy masih ingat perkataan Minho tadi pagi saat ia mengantarnya ke kamarnya.

“Kau tahu? Myungsoo tak pernah meminta izin dulu sebelum melakukannya. Kau benar benar spesial huh?”

Suzy sangat ingat, Minho mengatakannya dengan senyum penasaran.

Suzy kembali terisak. Ia tahu, dunia ini hanya dunia kedua dan ia akan segera kembali ke dunia pertama. Tapi bukankah tak ada bedanya? Di dunia pertama, Minho lah yang merenggut keperawanannya, dan di sini, justru pacarnya sendiri.

Ting Tong!

Suzy terlonjak. Tiba tiba tubuhnya menggigil. Ia takut. Ia sangat takut mendengar suara bel.

Ting Tong!

“YAK BUKA!”

Suzy buru buru beranjak menuju pintu tatkala mendengar suara amarah Myungsoo. Ragu ragu ia menekan password pintunya. Saat ia hendak membuka pintu, Myungsoo sudah terlebih dahulu membukanya, membuat Suzy sedikit terpental ke belakang.

“Apa yang kau lakukan sampai kau membuatku menunggu huh?!” Tangan Myungsoo terangkat dan sebuah tamparan keras mendarat di pipi Suzy. Gadis itu terhenyak. Tak sadar kristal bening itu menetes lagi.

Sorot mata Myungsoo penuh kemurkaan. Suzy sangat takut. Tubuhnya bergetar hebat. Suzy tahu, kata kata tak akan mempan dengan Myungsoo.

“Mian…” seperti tersadar, nada Myungsoo melunak. Ia berusaha mendekati Suzy tapi gadis itu malah menghindar.

“Mian…” nadanya mulai putus asa. Ia lantas menangkap tangan Suzy dan menariknya ke dalam pelukannya.

Suzy menumpahkan tangisnya di bahu Myungsoo. Ia terisak keras. Myungsoo mengelusnya.

Suzy tak tahu, ada senyum mengerikan yang tersemat di bibir Myungsoo saat pria itu mengelus pundaknya. Senyum kepuasan.

***

11 hari sukses ia lalui tanpa kematian. Suzy kini berdiri di belakang meja kasir. Sementara Minho masih setia berdiri dibalik rak rak makanan. Mengawasi harta berharga Myungsoo, Bae Suzy. Dan Sehun, sedari tadi ia hanya menatap pintu masuk. Menunggu Myungsoo?

Pintu terbuka. Suzy mengucapkan salam kepada pelanggan seraya membungkuk 45 derajat. Saat ia mengangkat kepalanya, si pelanggan sudah berada di hadapannya.

Suzy tersentak. Ternyata Krystal Jung adalah pelanggan pertamanya hari ini.

Gadis itu menyeringai. Lalu ia mengeluarkan sesuatu dari tasnya. Sebuah gunting.

“Aku akan membuktikannya sendiri.” Katanya seraya melangkah maju.

“Yak apa yang-”

Krystal menarik kerah baju Suzy dan merobek robek seragamnya.

Minho terlonjak dan segera berlari menuju Krystal. Ia menarik tangan Krystal dan menghempaskan gunting yang membuatnya hampir menelanjangi Suzy.

“Yak apa yang kau lakukan huh?!” Minho mengguncang guncang tubuh Krystal shock.

“Aku mau membuktikan kalau dia tidak hamil!”

Plak!

Dengan wajah murka, Suzy menampar keras pipi Krystal. Nafasnya naik turun. Harga dirinya telah dilecehkan.

Sementar Sehun, memperhatikan kejadian itu dengan seksama. Meski terlihat enggan ikut campur. Ia hanya fokus ke Suzy. Entah mengapa ada rasa tertarik yang tiba tiba menderapnya.

“Yak apa yang-”

Minho menahan tangan Krystal yang akan memukul Suzy. Giliran Minho yang memukul Krystal. Gadis itu terperanjat. Hidungnya berdarah. Ia shock. Pukulannya benar benar keras.

“Jangan berani berani menyentuh harta berharga Myungsoo!” Minho terlihat sangat murka.

“Yang boleh menyakitinya hanya KIM MYUNGSOO! Kecuali kau diperintahkan olehnya!” Minho memekik tepat di depan wajah Krystal. Wanita itu terkesiap. Kehilangan kata kata.

“Sekarang pergi! PERGI!”

Krystal menatap Minho dan Suzy bergantian, lalu cepat cepat beranjak dari sana. Ia memakai kacamata hitamnya, menyeka darah di hidungnya, dan berlalu begitu saja.

“Gomawo.” Suzy menangis. Tanpa sadar ia sudah memeluk Minho.

Pria itu mematung. Seperti ada aliran listrik yang mengalir di seluruh tubuhnya. Perutnya terasa gatal. Seperti ada yang menggelitik.

Sehun memperhatikan adegan dramatis itu dengan senyum aneh. Lalu ia menghampiri Suzy yang masih menangis di pundak Minho.

“Gomawo?” Sehun berbisik tepat di telinga Suzy. Wanita itu terperanjat. Kenapa Sehun berkata seperti itu?

Oh tidak! Sehun mendengarnya berkata ‘Gomawo’. Meski bukan ditujukan kepada Sehun. Lalu?

“Ucapan ‘Terima Kasih’ itu untukku, Sehun.” Minho menatap Sehun dingin.

Sehun malah tertawa.

“Aku benci kata itu.” Katanya pelan. Lalu matanya secepat kilat berubah tajam.

“AKU BENCI KATA ITU!” Sehun mendorong Minho hingga ia terjerembab mengenai rak rak makanan. Menjatuhkan beberapa barang yang ada.

Ia kini mencengkram bahu Suzy. Mencengkramnya dengan sangat kuat.

Suzy ketakutan!

“Kau tahu, kenapa aku membenci kata sederhana itu?”

Mata Suzy membesar.

“Karena kata itu adalah hal tabu di dunia ini. Orang pertama yang pernah mengatakan itu adalah Myungsoo. Dan yang kedua adalah kau!”

“Myungsoo mengatakan hal mengejutkan itu setelah aku membunuh pacarnya!”

Mata Suzy membulat sempurna. Terkejut bukan main. Ia sekarang tahu tipe Myungsoo. Dia seorang penyiksa!

***TBC***

Annyeong readerdul!!! Ah ff ini semakin ngaco aja hahahaha😄 mian kalo jadinya kayak gini huft.

Yosh komen dan like nya ditunggu yah😉

Kritik dan saran ditampung!

Ghamsahamnida~

*bows

19 thoughts on “FF Psywar PART 3

  1. thooooor penasaran bangeeeet sama kelanjutan nyaaa apa suzy bisa lewatin dunia kedua , semoga ajaaa suzy bisa jagain nyawanya yg tinggal satuuu ditunggu yaaaa thor next partnya fighting thor :)😘😘

  2. Ahh baru 11hari masih lama.suzy harus benar2 pertahanin nyawanya yg tinggal sisa satu.penasaran sama nextnya thor.ditunggu nextnya

  3. Masih panjang waktu yg harus suzy lalui…apa yg akan dihadapi selanjutnya..dan akhrnya suzy tau tipe psikopat seperti apa myungsoo itu.. ditunggu next partnya y..hwaiting

  4. Si krystal sepertinya menyukai myungsoo.
    Sekarang akhirnya suzy tau juga tipe psikopat seperti apa yg myungsoo miliki. Ku harap suzy akan lebih berhati-hati dan sehun, apakah suzy bisa terhindar dari amukan sehun?
    Aku tidak menyangka jika ternyata minho di dunia nyata sama brengseknya dgnd dunia paralel

  5. Akhirnya suzy tau myungsoo adalah tipe psikopat seperti apa,, aigoo aku gak nyangka di dunia nyata, minho memperkosa suzy :@ apa myungsoo tau? Apa suzy melaporkan hal keji itu?
    Nezt chapter thor… Penasaran apa lagi yg akan di hadapi suzy dengan sisa waktu yg masih menurut aku sih sangat lama di dunia itu

  6. huwaaa sisa berapa hari lagi suzy harus bertahan di dunia kedua?,omo semoga suzy bs memgatasi semua masalah yg muncul dan.kembali dgn selamat

  7. i lost my words…
    tuhkan, myungsoo beneran bdsm, tp mgkin disini dia lbh sadis lagi secara dia kan jg psycopath
    bahkan sehun jg sensitif wlw hanya denger kata terima kasih itu
    penasaran psycopath model gimana chanyeol n jiyeon itu?

    kirain sehun jg suka sama suzy, tp kok kayaknya g ya?

  8. sekarang suzy udah tau tipe psikopat aslinya myung.
    kasian uri suzy, apakah dia masih bisa mempertahankan nyawanya yang hanya tinggal satu,.

Tinggalkan Balasan Anda, Dear

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s